cover
Contact Name
Susilo Setyo Utomo
Contact Email
susilosetyoutomo@staf.undana.ac.id
Phone
+628113838344
Journal Mail Official
susilosetyoutomo@staf.undana.ac.id
Editorial Address
Jalan Adi Sucipto, Penfui, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur
Location
Kota kupang,
Nusa tenggara timur
INDONESIA
Floresiensis Journal : Jurnal Pendidikan Sejarah
ISSN : -     EISSN : 2988280X     DOI : https://doi.org/10.35508/floresiensis.v1i2
Jurnal Floresiensis diterbitkan dua kali setahun, yakni bulan Juni dan Desember oleh Program Studi Pendidikan Sejarah, FKIP Undana, Kupang. Tujuan: (1) menyebarluaskan ilmu pengetahuan tentang peristiwa yang benar-benar terjadi pada masa lampau dan masa kini dalam bidang Pendidikan dan sejarah. Pun dalam kajian antropologi, kebudayaan, sosiologi, politik, dan pemerintahan; dan atau pendidikan sejarah pada umumnya; (2) meningkatkan saling tukar pengetahuan antar institusi; (3) memotivasi para dosen dan praktisi untuk menulis artikel ilmiah berdasarkan hasil penelitian ilmiah dan kajian pustaka.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 1 No 1 (2022)" : 5 Documents clear
Pembelajaran Ips Sejarah Terintegrasi Narasi Perjuangan Bambang Ismoyo Untuk Siswa Sekolah Dasar (Studi Pada Sekolah Dasar Di Mempawah Kalimantan Barat) Mirzachaerulsyah, Edwin; Firmansyah, Andang; Prabowo, M. Rikaz
FLORESIENSIS Vol 1 No 1 (2022)
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/floresiensis.v1i1.11108

Abstract

Nama Bambang Ismoyo (BI) hanya lekat sebagai sebuah nama jalan di sudut Kota Singkawang. Bahkan disebagian peserta didik sosok pejuang ini masih dianggap asing. Perjuangan BI sebagai salah satu komandan Badan Pemberontak Indonesia Kalimantan Barat dan anggota Lasykar Fisabillah yang merebut Bengkayang dari tangan Belanda pada 9 Oktober 1946 perlu menjadi frame dalam materi sejarah di sekolah utamanya tingkat sekolah dasar. Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk (1) mengintegrasikan narasi perjuangan BI dalam pembelajaran IPS sejarah di sekolah dasar, (2) bagaimana guru melakukan refleksi atas narasi perjuangan BI bagi siswa sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Hasil penelitian ini adalah bahwa integrasi materi dilakukan oleh guru yakni dengan mentautkan narasi sejarah dan nilai perjuangan BI dengan materi yang ada di buku tematik untuk kelas VI, kedua guru telah melakukan refleksi seperti rela berkorban, cinta tanah air dan menumbuhkan jiwa patriotik pada materi yang telah terintegrasi narasi perjuangan BI.
Sejarah Kerajaan Ende Pada Masa Pemerintahan Raja Haji Hasan Aroeboesman Tahun 1949-1962 Utomo, Susilo Setyo; Ndoen, fransina A.; Dja, Magdalena Arista
FLORESIENSIS Vol 1 No 1 (2022)
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/floresiensis.v1i1.11109

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengungkapkan proses pengangkatan Haji Hasan Aroeboesman menjadi Raja di Kerajaan Ende dan Keadaan sosial, ekonomi, politik serta budaya Kerajaan Ende pada masa pemerintahan Raja Haji Hasan Aroeboesman pada tahun 1949-1962.Lokasi penelitian ini bekas wilayah Kerajaan Ende yang dipusatkan di Kecamatan Ende Utara. Teknik penentuan informan dilakukan dengan cara Purposive Sampling, yaitu penentuan informan berdasarkan pertimbangan peneliti. Sumber data dalam penelitian ini yakni sumber data primer dan sumber data sekunder. Tehnik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah wawancara, observasi dan studi dokumen. Tehnik analisis data dalam penelitian ini adalah analisis sejarah yang dilakukan dengan langkah heuristik, verifikasi (kritik sumber), interpretasi dan historiografi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Raja Haji Hasan Aroeboesman menjabat sebagai Raja menggantikan ayahnya Haji Puah Meno Aroeboesman, penobatan Raja Haji Hasan Aroeboesman diikuti oleh 44 Mosalaki dan tetap dinobatkan oleh Belanda. (2) Keadaan sosial Kerajaan Ende yakni rakyat hidup rukun dan selalu bergotong royong, relasi sosial di masyarakat Ende didasarkan pada kearifan lokal yang berkembang secara turun temurun. Keadaan ekonomi kerajaan Ende tidak hanya mengandalkan perdagangan antar pulau namun ada juga yang bekerja sebagai tukang atau kuli di pasar atau pelabuhan dan bekerja sebagai pegawai di kantor-kantor pemerintahan. Keadaan politik kerajaan Ende pada masa pemerintahan Haji Hasan Aroeboesman beliau di bantu oleh Mosalaki atau kepala suku, Abdurahman Busman sebagai sekertaris Raja dan Putri Habiba sebagai penasihat Raja. Keadaan budaya, budaya yang masih dijalankan secara turun temurun adalah Tarian Gawi dan Minu Ae Petu (minum air panas) dua budaya ini masih terus dijalankan oleh masyarakat di Kabupaten Ende.
Tragedi Rawagede: Pembantaian 1 Hari Tahun 1947 Syadiyah, Della Nur Fauziah
FLORESIENSIS Vol 1 No 1 (2022)
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/floresiensis.v1i1.11164

Abstract

Tujuan dicapainya penelitiannya ini adalah untuk mengetahui kehidupan sosial yang dialami masyarakat di Desa Rawagede pasca Belanda melakukan pembantaian habis – habisan yang menewaskan ratusan penduduk di Desa Rawagede. Belanda berupaya untuk menghancurkan tentara siliwangi atau yang biasa disebut dengan Divisi Siliwangi sebagai musuh terbesar Belanda. Pembantaian ini dilakukan Belanda sebagai bentuk gertakan bagi para TNI yang melakukan perlawanan kepada pemerintahan Belanda. Metode yang digunakan dalam penelitiannya ini adalah kualitatif dengan desain deksriptif. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi dokumen seperti buku dan jurnal. Analisis data dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan menggunakan model interaktif. Temuan penelitian yaitu banyak perempuan yang menjanda akibat dari pembantaian di Desa Rawagede sekaligus warga sipil yang selamat rata – rata mengalami luka hingga cacat fisik serta traumatis akibat kehilangan suami, ayah serta saudara – saudaranya.
Tarian Kataga Pada Masyarakat Wanokaka Di Desa Tara Manu Kecamatan Wanokaka Kabupaten Sumba Barat Meti, Lusia Leka; Tosi, Esry D.
FLORESIENSIS Vol 1 No 1 (2022)
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/floresiensis.v1i1.21504

Abstract

The Kataga dance is usually performed during traditional festivals such as harvest thanksgiving accompanied by gongs and traditional songs. Currently, some people no longer use the Kataga dance in traditional parties, but tend to use modern music. The formulation of the problem in this research is what is the history and existence of the Kataga Dance and what values ​​are contained in the Kataga Dance in the Wanokaka Community. The research method used is a qualitative method. The primary data sources are traditional leaders and community leaders, while the secondary data sources are libraries in the form of books, brochures, and so on. Data collection uses interview and observation techniques. The research results show that the history of the formation of the Kataga dance is that in inter-tribal wars in Sumba, the winning party had the right to take the enemy's head home and hang it in the Adung (courtyard). Kataga in modern times is rarely performed at harvest thanksgiving events or entering a new house but has shifted to modern music. The values ​​contained in the Kataga dance are the values ​​of solidarity, culture, history and spirit.
Sejarah Perjuangan Rakyat Solor Melawan Portugis Di Kesultanan Menanga Tahun 1613-1645 Muhammad, Mufidah; Djakariah, Djakariah; Dethan, Delsy A
FLORESIENSIS Vol 1 No 1 (2022)
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/floresiensis.v1i1.23746

Abstract

The purpose of this study is to find out the history of the Portuguese entry into Solor in 1561, the background of the resistance of the Solor people against the Portuguese in 1613-1645, and the course of the resistance between the Solor people and the Portuguese in 1613-1645. This study uses historical methods. The results of this study show that (1) The history of the Portuguese entry into Solor Lohayong in the 16th century AD (1561). (2) the background of the resistance of the Solor people against the Portuguese in 1613-1645 includes 3) The course of the resistance of the Solor people against the Portuguese in 1613-1645.

Page 1 of 1 | Total Record : 5