cover
Contact Name
Nor Amalia Abdiah
Contact Email
jurnalannahdhah@gmail.com
Phone
+6281334805055
Journal Mail Official
jurnalannahdhah@gmail.com
Editorial Address
Jl.Bina Bakat No.56 Tibung Raya
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan
ISSN : 1979813X     EISSN : 29881935     DOI : https://doi.org/10.63216/annahdhah.v17i2
Islamic Theology and Philosophy Religious Social Movement Interreligious dialogue and multiculturalism Social Change,Ethic, Religious Practice in Society
Articles 101 Documents
Hadis tentang Posisi Makan Sambil Bersandar (Kajian Fiqh Al-Hadits) Laila
An-Nahdhah | Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan Vol. 11 No. 1 (2018): An-Nahdhah - Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan
Publisher : Institut Agama Islam Darul Ulum Kandangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Tulisan ini membahas hadis makan sambil bersandar yang ada dalam hadis Nabi saw serta relevansinya dengan konteks kekinian. Secara tekstual, hadis makan sambil bersandar berkualitas shahih lî ghayyrih, dan makan dalam keadaan bersandar adalah hal yang tidak disukai Nabi saw, karena dapat menimbulkan kesombongan dan kemewahan, Nabi saw tidak menyukai makan dengan posisi bersandar agar pada saat makan tetap merendahkan diri kepada Allah swt. Adapun hadis yang berbeda lafaznya tidak membawa pada perubahan makna. Secara kontekstual dari segi kesehatan, makan dengan posisi bersandar yang dapat menyebabkan makanan tidak bisa mudah turun kesaluran makanan adalah makan dengan condong ke salah satu sisi. Tetapi, apabila seseorang mendapatkan pantangan yang tidak memungkinkan makan selain dengan bersandar, maka hal itu tidak dilarang. Adapun dengan tersedianya meja-meja makan dan fasilitas-fasilitas yang memudahkan untuk makan selama tidak berakhir pada kesombongan hal ini tidak dilarang.
Keterampilan Proses Sains Dalam Pembelajaran IPA di Madrasah Ibtidaiyah Nurul Fauziah
An-Nahdhah | Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan Vol. 11 No. 1 (2018): An-Nahdhah - Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan
Publisher : Institut Agama Islam Darul Ulum Kandangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Pendidikan merupakan salah satu cara yang diharapkan dapat membentuk manusia yang cerdas guna meningkatkan sumber daya manusia, karena dalam pendidikan diyakini dapat mendorong dan memaksimalkan potensi siswa agar dapat bersikap kritis, logis dan inovatif dalam menghadapi dan menyelesaikan setiap permasalahan yang dihadapinya. Salah satu mata pelajaran dalam pendidikan yang dianggap dapat meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) adalah IPA, karena dalam pembelajaran IPA tidak hanya untuk memahami konsep-konsep ilmiah dan aplikasinya dalam masyarakat, melainkan juga mengembangkan berbagai nilai. Penerapan pembelajaran IPA yang demikian harus mulai dibiasakan sejak pendidikan dasar (tingkat madrasah ibtidaiyah). Pembelajaran yang ilmiah, aktif dan kritis dapat diaplikasikan dalam pembelajaran IPA melalui keterampilan proses sains, karena dengan keterampilan tersebut siswa tidak hanya mempelajari teori, tetapi siswa dituntut untuk terlibat aktif dalam pembelajaran, selain itu siswa dapat memeriksa proses pembelajaran secara langsung dan berpikir tentang menerapkannya dalam konteks ilmiah.
Problematika Penggunaan Alat Peraga Dalam Pembelajaran Matematika di SMP Islam Hasanuddin Nor Asyriah
An-Nahdhah | Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan Vol. 11 No. 1 (2018): An-Nahdhah - Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan
Publisher : Institut Agama Islam Darul Ulum Kandangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui problematika penggunaan alat peraga dalam pembelajaran matematika di SMP Islam Hasanuddin Dau serta memberikan alternatif penyelesaian untuk mengatasi problematika tersebut. Penelitian dilaksanakan di SMP Islam Hasanuddin Dau, Malang dengan pendekatan penelitian kualitatif. Subjek penelitian adalah satu orang guru matematika dan dua orang peserta didik. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi dan dokumentasi. Diantara hasil penelitian menunjukkan bahwa problematika penggunaan alat peraga dalam pembelajaran matematika di sekolah ini, yaitu: (1) kurangnya ketersediaan alat peraga yang memadai untuk materi yang seharusnya diajarkan dengan menggunakan alat peraga; (2) guru hanya menggunakan alat peraga yang ada tanpa adanya inisiatif untuk membuat alat peraga sendiri; dan lainnya. Alternatif penyelesaian untuk mengatasi problematika tersebut dengan membuat alat peraga sederhana.
Pendekatan Pembelajaran Dalam KKNI Fatwiah Noor
An-Nahdhah | Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan Vol. 10 No. 2 (2017): An-Nahdhah - Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan
Publisher : Institut Agama Islam Darul Ulum Kandangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Tulisan ini menyajikan tentang kurikulum pembelajaran bahasa arab di perguruan tinggi yang ada di Indonesia yang masih menyisakan berbagai polemik yang perlu dipikirkan bersama. Dalam pembahasannya disajikan tentang konsep kurikulum di perguruan tinggi mulai dari sejarah, perubahan yang terjadi dari awal sampai dengan sekarang. Kemudian juga disajikan tentang pembelajaran bahasa arab dari segi konsep pembelajaran dan bahasa arab sendiri, kemudian di poin terakhir penulis mencoba untuk menyajikan tentang kurikulum pembelajaran bahasa arab diperguruan tinggi dengan melihat dari segi tujuan dan segi proses pembelajaran tersebut. Dari tulisan ini diharapkan adanya gambaran tentang kurikulum pendidikan tinggi di Indonesia khususnya kurikulum pembelajaran bahasa arab yang ada di pergururan tinggi, baik itu di perguruan tinggi secara umum ataupun perguruan tinggi Islam secara khusus. Khususnya tentang tujuan dari pembelajaran bahasa arab tersebut sehingga kurikulum dapat disusun sesuai dengan tujuan yang diharapkan dan berkesesuaian antara tujuan dan komponen-komponen lain dalam kurikulum tersebut.
Membentuk Karakter Pada Anak Usia Dini Hamida Olfah
An-Nahdhah | Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan Vol. 10 No. 2 (2017): An-Nahdhah - Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan
Publisher : Institut Agama Islam Darul Ulum Kandangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Tulisan ini membahas mengenai bagaimana membentuk karakter anak usia dini. Pendidikan karakter penting artinya sebagai penyeimbang kecakapan kognitif. Setiap orang tua menginginkan pendidikan yang terbaik bagi anak. Namun sebagian besar orang tua masih kurang tepat dalam memberikan tuntutan pendidikan bagi anak. Banyak orang tua yang menginginkan anaknya menjadi seorang yang pintar, cerdas dan juara kelas dengan menjejalkan berbagai macam les mata pelajaran di luar jam sekolahnya seketika dia masuk di sekolah dasar. Tanpa adanya bekal yang cukup, tuntutan orang tua yang seperti demikian hanya akan membebani anak.
Model Pembelajaran Sentra Pendidikan Anak Usia Dini Alfina Lailan
An-Nahdhah | Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan Vol. 10 No. 2 (2017): An-Nahdhah - Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan
Publisher : Institut Agama Islam Darul Ulum Kandangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) merupakan salah satu strategi pembangunan sumber daya manusia dan merupakan titik sentral dan mendasar dalam upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun. Pendidikan anak usia dini merupakan pendidikan yang paling mendasar dan menempati kedudukan sebagai golden age dan sangat strategis dalam pengembangan sumber daya manusia. Pembelajaran pada anak usia dini pada hakikatnya adalah pengembangan kurikulum secara konkret berupa seperangkat rencana yang berisi sejumlah pengalaman belajar melalui bermain yang diberikan kepada anak usia dini berdasarkan potensi dan tugas perkembangan yang harus dikuasainya dalam rangka pencapaian kompetensi yang dimiliki oleh anak. Model pembelajaran sentra adalah pendekatan pembelajaran yang dalam proses pembelajarannya dilakukan di dalam “lingkaran” (circle times) dan sentra bermain. Pembelajaran yang berpusat pada sentra dilakukan secara tuntas mulai awal kegiatan sampai akhir dan fokus oleh satu kelompok usia PAUD dalam satu sentra kegiatan.
Perencanaan Pembelajaran Pada Anak Usia Dini Salhah
An-Nahdhah | Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan Vol. 10 No. 2 (2017): An-Nahdhah - Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan
Publisher : Institut Agama Islam Darul Ulum Kandangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Perencanaan pembelajaran perlu siapkan sebelum menyampaikan materi pelajaran. Perencanaan sangat menentukan keberhasilan pencapaian tujuan suatu pembelajaran. Perencanaan pembelajaran pada anak usia dini ada beberapa hal yang perlu disiapkan antara lain pengelolaan kelas, program semester, program mingguan dan rencana program kegiatan harian. Secara khusus proses pembelajaran pada anak usia dini haruslah didasarkan pada prinsip-prinsip perkembangan anak usia dini sebagai berikut: 1) proses kegiatan belajar harus dilaksanakan berdasarkan prinsip belajar melalui bermain, 2) proses kegiatan belajar anak usia dini dilakukan dalam lingkungan yang kondusif dan inovatif, baik di dalam ruangan maupun di luar ruangan, 3) proses kegiatan belajar anak usia dini dilaksanakan dengan pendekatan tematik dan terpadu, 4) proses kegiatan belajar mengajar harus diarahkan pada pengembangan potensi kecerdasan secara menyeluruh dan terpadu.
Konsep Maslahah Dalam Perspektif Ushuliyyin Sahibul Ardi
An-Nahdhah | Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan Vol. 10 No. 2 (2017): An-Nahdhah - Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan
Publisher : Institut Agama Islam Darul Ulum Kandangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Tujuan pensyari’atan hukum tidak lain adalah untuk merealisasikan kemaslahatan manusia dalam segala aspek kehidupan dunia agar terhindar dari berbagai bentuk kerusakan. Penetapan hukum Islam melalui pendekatan masqashid asy-syari’ah merupakan salah satu bentuk pendekatan dalam menetapkan hukum syara’ selain melalui pendekatan kebahasaan. Jika dibandingkan dengan penetapan hukum Islam melalui pendekatan masqashid asy-syari’ah dengan penetapan hukum Islam melalui pendekatan kaidah kebahasaan, maka pendekatan melalui maqashid asy-syari’ah dapat membuat hukum Islam lebih fleksibel, luwes karena pendekatan ini akan menghasilkan hukum Islam yang bersifat kontekstual. Sedangkan pengembangan hukum Islam melalui kaidah kebahasaan akan menghilangkan jiwa fleksibilitas hukum Islam. Hukum Islam akan kaku (rigid) sekaligus akan kehilangan nuansa kontekstualnya. Maka tulisan ini memberikan gambaran tentang maslahah yang diperbincangkan ulama-ulama ushul fiqih dari konsep, macam dan jenis maslahah serta maslahah dalam maqasidus Syariah dan kepedulian syariat terhadap maslahah itu sendiri.
Implementasi Penentuan Nisbah Bagi Hasil Terhadap Perubahan Tingkat Penghasilan Riil Nasabah Pada Pembiayaan Dengan Akad Mudharabah di BMT Ahsanu Amala Martapura Faizal Hapiz
An-Nahdhah | Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan Vol. 10 No. 2 (2017): An-Nahdhah - Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan
Publisher : Institut Agama Islam Darul Ulum Kandangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Dilatarbelakangi teori ekonomi Islam yang menyatakan bahwa besarnya nisbah keuntungan harus dinyatakan dalam bentuk prosentasi antara kedua belah pihak, bukan dinyatakan dalam nominal rupiah tertentu. Berdasarkan teori tersebut muncul sebuah pertanyaan, apabila penentuan nisbah bagi hasil harus merupakan prosentasi dari hasil riil usaha nasabah/anggota pembiayaan, apakah pihak BMT tidak kesulitan dalam mengontrol serta menetapkan nisbah bagi hasil yang akan dibagikan kepada masing-masing pihak? Karena apabila penetapannya berdasarkan hasil usaha riil, maka kedua belah pihak harus mengetahui keuntungan riil dari setiap hasil usaha yang akan dibagihasilkan, dan apabila hal ini diterapkan dalam lembaga keuangan, maka hal tersebut akan memungkinkan memunculkan masalah dalam penetapan serta pengontrolan keuntungan riil dari nasabahnya. Tulisan ini adalah hasil dari penelitian lapangan yang berlokasi di BMT Ahsanu Amala Martapura.
Peluang Kesepakatan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) Bagi Masyarakat Indonesia Perspektif Maqashid Syariah` Muhammad Qamaruddin
An-Nahdhah | Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan Vol. 10 No. 2 (2017): An-Nahdhah - Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan
Publisher : Institut Agama Islam Darul Ulum Kandangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Pemberlakuan kesepakatan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) telah memasuki tahun 2017 sejak diberlakukan pada tahun 2015. Tulisan ini menyajikan kajian terhadap pembentukan dan penerapan MEA dalam kaitannya dengan maqashid syariah yang mempunyai asas kemaslahatan, khususnya pada poin pertama dalam pilar AEC. Dari hasil kajian penulis, ada banyak mashlahah yang diperoleh dalam pembahasan al-kulliyyat al-khams (lima hal inti/pokok) sebagai bagian maqashid syariah, yaitu: 1) Hifzu al-din, Indonesia akan banyak bermuamalah dengan negara-negara lain dan dapat menjadi sarana untuk mengenalkan Islam; 2) Hifzu al-nafs, akan banyak lapangan kerja baru yang disediakan bagi masyarakat Indonesia; 2) Hifz al-Aql, akan ada tenaga kerja terdidik di bidang pendidikan yang masuk dan dapat membantu peningkatan pendidikan di Indonesia; 4) Hifdz an-nasl, kerjasama yang dibentuk di dalam negara ASEAN menjadi wujud membangun kebersamaan antar negara; dan 5) Hifzu al-mal, seluruh petinggi negara di Asia Tenggara mencoba untuk memperbaiki secara bersama bidang perekonomian.

Page 3 of 11 | Total Record : 101