cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Aquacoastmarine
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal AQUACOASTMARINE merupakan jurnal ilmiah yang diterbitkan berkala secara online yang dikelola oleh Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara, berisikan hasil-hasil penelitian tentang Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Konservasi Sumberdaya Perairan, Kualitas Air serta Budidaya Perikanan.
Arjuna Subject : -
Articles 358 Documents
Analisis Profil Glukosa Darah Ikan Lele (Clarias sp.) Berdasarkan Suhu dan Topografi yang Berbeda di Kecamatan Kaliangkrik, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah: Analisis Profil Glukosa Darah Ikan Lele (Clarias sp.) Berdasarkan Suhu dan Topografi yang Berbeda Istiqomah, Tsani Hayyun; Waluyo; Armando, Eric
AQUACOASTMARINE: Journal of Aquatic and Fisheries Sciences Vol. 4 No. 1 (2025): AQUACOSTMARINE: Journal of Aquatic and Fisheries Sciences
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/jafs.v4i1.20558

Abstract

Produksi ikan lele di Kecamatan Kaliangkrik mengalami peningkatan pesat dari 360,67 ribu ekor, menjadi 15.158,00 ribu ekor. Kondisi tersebut menyebabkan perlu adanya perluasan lahan budidaya untuk menunjang kegiatan budidaya agar tidak terjadi budidaya dengan padat tebar yang berlebihan. Akan tetapi, perbedaan topografi di Kecamatan Kaliangkrik dapat berpengaruh terhadap kondisi perairan dan kadar glukosa darah ikan lele. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah perbedaan topografi dan suhu berpengaruh terhadap glukosa darah ikan lele. Penelitian ini dilaksanakan pada Bulan November 2024 di Kecamatan Kaliangkrik, Kabupaten Magelang. Penelitian dilakukan dengan data primer seperti parameter perairan, parameter meteorologi dan sampel darah 30 ekor ikan lele. Hasil pengukuran parameter kualitas air selama penelitian yaitu, suhu (23,1-25,1 oC), pH (7,2), DO (6,02 mg/L), amonia (0,3 mg/L), nitrat (2 mg/L). hasil pengukuran parameter meteorologi yaitu, topografi (516-777 mdpl), suhu udara (22-25,75 oC). Hasil pengukuran rata-rata glukosa darah yaitu, 66,14-72,14 mg/dL dan dinyatakan normal. Hasil persamaan regresi antara suhu air dengan glukosa darah Y=1,5731+2,8643X, yang berarti apabila suhu air meningkat satu satuan, maka glukosa darah akan meningkat 2,8643. Maka dapat disimpulkan bahwa, topografi dan suhu yang berbeda dapat mempengaruhi kadar glukosa darah ikan lele
Pengaruh Perlakuan Media Alga Hijau Yang Berbeda (Chlorella pyrenoidosa, Scenedesmus sp., dan Selenastrum bibraianum) Terhadap Pertumbuhan Populasi Daphnia magna Tiyas, Putri Rahayuning; Waluyo; Armando, Eric
AQUACOASTMARINE: Journal of Aquatic and Fisheries Sciences Vol. 4 No. 1 (2025): AQUACOSTMARINE: Journal of Aquatic and Fisheries Sciences
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/jafs.v4i1.20570

Abstract

Peningkatan permintaan benih ikan di Indonesia membutuhkan ketersediaan pakan alami yang berkualitas, di antaranya Daphnia magna. Namun, ketersediaan Daphnia magna masih mengandalkan tangkapan alam yang bersifat musiman dan beresiko membawa penyakit. Meskipun berbagai penelitian telah dilakukan untuk meningkatkan pertumbuhan Daphnia magna menggunakan pupuk organik, penggunaan fitoplankton sebagai sumber nutrisi masih belum banyak diteliti. Tiga jenis alga hijau (Chlorella pyerenoidosa, Scenedesmus sp., Selenastrum bibraianum) memiliki potensi sebagai sumber nutrisi untuk kultur Daphnia magna karena kandungan protein, lemak, da karbohidrat yang tinggi. Tujuan penelitian ini yaitu untuk pengaruh perlakuan media alga hijau yang berbeda (Chlorella pyrenoidosa, Scenedesmus sp., dan Selenastrum bibraianum) terhadap pertumbuhan populasi Daphnia magna. Penelitian pengaruh perlakuan media alga hijau yang berbeda (Chlorella pyrenoidosa, Scenedesmus sp., dan Selenastrum bibraianum) terhadap pertumbuhan populasi Daphnia magna dilakukan selama 14 hari. Metode yang digunakan adalah eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri 3 perlakuan 4 ulangan. Perlakuan menggunakan jenis alga hijau yang beberbeda yaitu P1 (Chlorella pyrenoidosa), P2 (Scenedesmus sp.), P3 (Selenastrum bibraianum) dan masing-masing kelimpahan 150 x 104 sel/ml. Berdasarkan hasil analisis ANOVA bahwa pemberian alga hijau yang berbeda (Chlorella pyrenoidosa, Scenedesmus sp., dan Selenastrum bibraianum) berpengaruh terhadap pertumbuhan populasi Daphnia magna, dengan nilai F hitung 6,793. Kemudian untuk mengetahui perbedaan antar perlakuan dilakukan analisis DMRT. Hasil analisis DMRT menunjukkan bahwa perlakuan P1 dan P2 memiliki pengaruh yang sama tetapi, perlakuan P2 dan P3 menunjukkan perbedaan, sehingga untuk P3 diberi simbol b. Selain itu, berdasarkan nilai rata-rata DMRT perlakuan P1 memiliki dosis yang terbaik untuk meningkatkan pertumbuhan populasi Daphnia magna dengan nilai rata-rata sekitar 526,10 ind/l.
Sebaran benthos di ekosistem mangrove, Belawan Provinsi Sumatera Utara Leidonald, Rusdi; Manalu, Natasya Rebekka; Muhtadi, Ahmad
AQUACOASTMARINE: Journal of Aquatic and Fisheries Sciences Vol. 4 No. 2 (2025): AQUACOSTMARINE: Journal of Aquatic and Fisheries Sciences
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/jafs.v4i2.22379

Abstract

Ekosistem mangrove merupakan habitat berbagai jenis biota, baik teresterial maupun akuatik. Beberapa biota seperti kelompok bentik ditemukan tenggelam dalam substrat, di permukaan substrat, menempel pada akar-akar mangrove, menempel pada batang, dan bahkan menempel pada daun mangrove, terutama mangrove kategori anakan atau semai. Penelitian ini bertujuan untuk melihat distribusi benthos di ekositem mangrove estuary Belawan, Provinsi Sumatera Utara. Pengambilan data dilaksanakan pada bulan Desember 2023 di Kawasan mangrove estuary Belawan, Provinsi Sumatera Utara. Pengambilan sample dilakukan di 28 stasiun dengan metode purposive sampling yang mewakili pada bagian hulu, tengah, dan belakang estuary Belawan. Bentos yang didapatkan di Estuari Belawan terdiri dari 3 kelas, 17 famili dan 40 spesies. Secara umum benthos yang ditemukan di Ekosistem mangrove yaitu kelompok moluska yang didomnasi oleh Gastropoda. Persebaran komunitas bentos pada ekosistem mangrove di Estuari Belawan yang didapatkan tersebar tidak merata pada 28 stasiun yang diamati. |Kepadatan terbanyak didapatkan pada stasiun 1 yaitu 104 ind/m2 dan nilai kepadatan terendah adalah pada stasiun V yaitu 14,6 ind/m2 Keyword: Benthos, estuary, gastropod, moluska, mangrove
Keragaman Makroinvertebrata Sebagai Bioindikator Status Mutu Sungai Percut, Provinsi Sumatera Utara: Keragaman Makroinvertebrata Sebagai Bioindikator Status Mutu Sungai Muhtadi, Ahmad; Varanth, Sree Viknes; Yusni, Eri; Susetya, Ipanna Enggar; Pulungan, Ahyar; Mukra, Rizal
AQUACOASTMARINE: Journal of Aquatic and Fisheries Sciences Vol. 4 No. 2 (2025): AQUACOSTMARINE: Journal of Aquatic and Fisheries Sciences
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/jafs.v4i2.22397

Abstract

Makroinvertebrata dapat digunakan sebagai bioindikator karena hidup menempel pada substrat dan memiliki mobilitas yang rendah sehingga tidak mudah bergerak. Sebagian makroinvertebrata sangat sensitif terhadap perubahan lingkungan, sehingga spesies yang ditemukan di perairan dapat dianalisis untuk memberikan gambaran tentang keadaan perairan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menentukan status kesehatan kualitas air sungai percut, Provinsi Sumatera Utara. Penelitian dilakukan pada bulan Juli 2024 di sepanjang Daerah Aliran Sungai Percut, Sumatera Utara. Lokasi pengambilan sampel dilakukan pada 21 stasiun, yang mewakili bagian hulu, tengah, dan hilir serta anak-anak sungainya. Metode yang dapat digunakan untuk menilai kualitas perairan dengan menggunakan perhitungan indeks biotik yaitu SingScore. komunitas makroinvertebrata yang ada di Sepanjang Daerah Aliran Sungai Percut ditemukan 41 spesies dan 30 famili. Keanekaragaman tertinggi terdapat pada stasiun 11 dengan nilai 2,94 dan terendah terdapat pada stasiun 2 dengan nilai 0. Sebaran spasial makroinvertebrata yang terdapat di Daerah Aliran Sungai Percut pada bagian hulu yaitu terdapat 23 family dengan 31 spesies makroinvertebrata. Pada bagian Tengah Sungai Percut ditemukan 8 family dengan 9 spesies makroinvertebrata. Pada bagian Hilir ditemukan 10 family dengan 10 spesies makroinvertebrata. Status kualitas perairan di aliran Sungai Percut berdasarkan metode SingScore pada bagian hulu memiliki kategori Sangat Baik dan bagian tengah hingga hilir sungai Percut memiliki kategori kategori buruk
Prevalence And Intensity Of Endoparasites In Nilem Fish (Osteochilus hasselti) In Fish Seed Ball (BBI) Sawangan II Magelang District Meitasari, Wulan; Nofreeana, Andri; Waluyo
AQUACOASTMARINE: Journal of Aquatic and Fisheries Sciences Vol. 4 No. 2 (2025): AQUACOSTMARINE: Journal of Aquatic and Fisheries Sciences
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/jafs.v4i2.17053

Abstract

Inspection of farmed fish to prevent disease outbreaks that can cause mass deaths of nilem fish, especially those caused by endoparasites. This study aims to determine the types of endoparasites, prevalence and intensity values ​​of endoparasites as well as the histopathological description of the intestines and stomach of nilem fish in BBI Sawangan II, Magelang Regency. Nilem fish sampling was carried out using the Probability sampling method. The number of samples taken was 30 individuals each from 2 ponds, so the total samples used were 60 samples. The types of endoparasites found to infect nilem fish are Camallanus sp., Capillaria sp. and Anisakis sp. The prevalence value for pool 1 was 40% (common infection) with an intensity value of 2 individuals/head (low). The prevalence in pool 2 was 53% (very frequent infection) with an intensity value of 2 individuals/head (low). Most of the parasites found are in the intestines of fish. The histopathological picture of gastric tissue shows damage to the gastric mucosa in the form of inflammatory cell infiltration. The results of the correlation between water quality parameters and parasite abundance showed that for every one degree increase in temperature, parasites will decrease by 0.1, for every one unit increase in pH, parasites will decrease by 1.825, for every one mg/L increase in DO. then parasites will decrease by 0.0569 and for every one mg/L increase in ammonia, parasites will increase by 6.239. And for the regression results, the results were 69.14% (strong).
Analisis Profil Glukosa Darah Ikan Nila (Oreochromis niloticus) Pada Suhu Yang Berbeda Di Kecamatan Mungkid, Kabupaten Magelang Zulhidafina, Firta Falen; Waluyo; Hidayati, Sri
AQUACOASTMARINE: Journal of Aquatic and Fisheries Sciences Vol. 4 No. 2 (2025): AQUACOSTMARINE: Journal of Aquatic and Fisheries Sciences
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/jafs.v4i2.21511

Abstract

Kondisi suhu perairan yang tidak sesuai dapat menyebabkan kondisi fisiologis ikan menjadi tidak normal atau stres. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi kualitas air budidaya ikan nila dan hubungan antara suhu dengan kadar glukosa darah ikan nila di Kecamatan Mungkid. Pengambilan sampel ikan nila dilakukan pada pagi dan siang hari secara acak dengan jumlah masing-masing sebanyak 48 ekor. Metode yang digunakan yaitu observasi selanjutnya dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif dan analisis regresi linear sederhana. Hasil pengukuran parameter kualitas air di Kecamatan Mungkid yaitu suhu pagi (26,03 o C), suhu siang (27,20 o C), pH (7,03), DO (6,06 mg/L), dan amonia (0,18 mg/L). Nilai tersebut berada pada kondisi normal untuk kegiatan budidaya ikan nila. Hasil rata-rata pengukuran glukosa darah ikan nila di stasiun 1, 2, dan 3 masing-masing sebesar (79,73 mg/dL), (76,13 mg/dL), dan (86,05 mg/dL). Hasil pengukuran kadar glukosa darah ikan nila menunjukkan persentase kategori stres yang berbeda-beda pada masing-masing stasiun. Stasiun 1 menunjukkan persentase ikan normal (76,65%) dan ikan stres (23,3%). Stasiun 2 menunjukkan persentase ikan normal (79,95%) dan ikan stress (26,6%). Stasiun 3 menunjukkan persentase ikan normal (66,6%) dan ikan stres (32,2%).
Status Mutu Sungai Sungai Pundul, Kutasari Kabupaten Purbalingga Afifah, Naufal; Armando, Eric; Waluyo
AQUACOASTMARINE: Journal of Aquatic and Fisheries Sciences Vol. 4 No. 2 (2025): AQUACOSTMARINE: Journal of Aquatic and Fisheries Sciences
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/jafs.v4i2.21536

Abstract

The purpose of this study was to determine the condition of water quality and water pollution conditions in the Pundul River, Kutasari. The research location, namely station 1 is at coordinates -7.363170 LS and 109.335832 BT, station 2 -7.364296 LS and 109.337737 BT, station 3 -7.366209 LS and 109.338324 BT, station 4 -7.368257 LS and 109.340588 BT, and station 5 -7.369092 LS and 109.340915 BT. The data collection method used is the observation method with a quantitative approach (using the STORET and CCME-WQI methods) and qualitative (comparison of sample data with PP No.22 of 2021). The parameters used are temperature, pH, DO, COD, BOD, and total coliform. Parameters that do not meet the class III quality standards are pH with results ranging from 5.37-6.37 and total coliform with a range of 3,500 - 2,400,000 MPN / 100 ml. The data analysis used is the STORET and CCME-WQI methods. Based on the results of the pollution analysis, the Pundul River flow is in the moderately polluted category with a value of -17 and the most polluted station is at station 2 due to direct waste discharge from vermicelli noodle producers. The results of the analysis of the water quality standard status in the Pundul River flow are still in the less category with an average value of 54.14, so it is still in poor condition for tilapia fish farming activities in Kutasari District, Purbalingga.
Literature Review: Identification of Microplastics In Tropical Marine Fish Ferry Cahya Raharja; Suryanti, Ani; Zainuddin, Muhammad; Sari, Lilik Kartika
AQUACOASTMARINE: Journal of Aquatic and Fisheries Sciences Vol. 4 No. 2 (2025): AQUACOSTMARINE: Journal of Aquatic and Fisheries Sciences
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/jafs.v4i2.23531

Abstract

Microplastics are small plastic particles that measure no more than 5mm, formed through the fragmentation of larger plastic materials. Their presence in marine environments has become a global concern due to their potential to threaten biodiversity and ecosystem stability. In fish organisms, exposure to microplastics can cause various disturbances, including physiological changes, reduced growth rates, and damage to the digestive system. Microplastics have a significant impact on marine food webs, affecting organisms across various trophic levels, starting from plankton at the base of the food chain to apex predators such as marine mammals. The accumulation of microplastics in marine organisms can reduce their ability to survive and reproduce, leading to population instability and disrupting ecosystem balance. To address this issue, an integrated approach is needed, involving technological innovation, strengthening waste management systems, and improving public education. Additionally, implementing effective regulations and conservation and protection programs is crucial for ensuring the sustainability of marine ecosystems. Addressing this problem requires a comprehensive strategy, including technological innovation, waste management improvements, and public education. Regulatory measures and conservation efforts are also essential for the long-term sustainability of marine ecosystems. Keywords: Fish; Ecosystem; Bioaccumulation; Pollution; Biodiversity; Regulation

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 4 No. 2 (2025): AQUACOSTMARINE: Journal of Aquatic and Fisheries Sciences Vol. 4 No. 1 (2025): AQUACOSTMARINE: Journal of Aquatic and Fisheries Sciences Vol. 3 No. 2 (2024): AQUACOSTMARINE: Journal of Aquatic and Fisheries Sciences Vol. 3 No. 1 (2024): AQUACOSTMARINE: Journal of Aquatic and Fisheries Sciences Vol. 2 No. 2 (2023): AQUACOSTMARINE: Journal of Aquatic and Fisheries Sciences Vol. 2 No. 1 (2023): AQUACOSTMARINE: Journal of Aquatic and Fisheries Sciences Vol. 1 No. 1 (2022): Volume 1 Nomor 1 Tahun 2022 Vol. 1 No. 2 (2022): AQUACOSTMARINE: Journal of Aquatic and Fisheries Sciences Vol 6, No 4 (2018): AQUACOASTMARINE Vol 6, No 3 (2018): AQUACOASTMARINE Vol 6, No 2 (2018): AQUACOASTMARINE Vol 6, No 1 (2018): AQUACOASTMARINE Vol 5, No 3 (2017): AQUACOASTMARINE Vol 5, No 2 (2017): AQUACOASTMARINE Vol 5, No 1 (2017): AQUACOASTMARINE Vol 4, No 4 (2016): AQUACOASTMARINE Vol 4, No 3 (2016): JURNAL AQUACOASTMARINE Vol 4, No 2 (2016): AQUACOASTMARINE Vol 4, No 1 (2016): JURNAL AQUACOASTMARINE Vol 3, No 3 (2015): JURNAL AQUACOASTMARINE VOLUME 3, NO 3, JUNI 2015 Vol 3, No 2 (2015): JURNAL AQUACOASTMARINE VOLUME 3, NO 2, APRIL 2015 Vol 3, No 1 (2015): JURNAL AQUACOASTMARINE VOLUME 3, NO 1, PEBRUARI 2015 Vol 3, No 5 (2015): JURNAL AQUACOASTMARINE Vol 3, No 4 (2015): AQUACOASTMARINE Vol 2, No 4 (2014): JURNAL AQUACOASTMARINE VOLUME 2, NO 4, DESEMBER 2014 Vol 2, No 3 (2014): JURNAL AQUACOASTMARINE VOLUME 2, NO 3, DESEMBER 2014 Vol 2, No 2 (2014): JURNAL AQUACOASTMARINE VOLUME 2, NO 2, DESEMBER 2014 Vol 2, No 1 (2014): JURNAL AQUACOASTMARINE VOLUME 2, NO 1, AGUSTUS 2014 Vol 1, No 1 (2013): JURNAL AQUACOASTMARINE VOLUME 1, NO 1, DESEMBER 2013 More Issue