cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Keperawatan Holistik
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 30 Documents
POLA KOMUNIKASI KELUARGA DAN TINGKAT DEPRESI LANSIA DI KELURAHAN PADANG BULAN MEDAN Efitri Novalina Siboro
Jurnal Keperawatan Holistik Vol 1, No 3 (2012): Jurnal Keperawatan Holistik
Publisher : Fakultas Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Dukungan keluarga berupa komunikasi dapat menjadi sistem pendukung  keluarga dalam menghadapi depresi. Penerapan pola komunikasi yang baik akan memberikan kontribusi yang baik antara keluarga dan lansia dalam menyelesaikan masalah serta lebih sulit mengalami depresi. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi hubungan pola komunikasi keluarga dengan tingkat depresi lansia di Kelurahan Padang Bulan Medan. Desain penelitian adalah deskriptif korelatif. Populasi dalam penelitian ini lansia usia 60 tahun atau lebih, baik pria maupun wanita, tinggal bersama keluarga dan mengalami depresi. Sampel penelitian berjumlah 35 responden ditentukan dengan metode Purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan pada bulan Maret dan April 2012 melalui penyebaran instrumen berupa kuesioner berisi pernyataan dan pertanyaan tentang data demografi, pola komunikasi keluarga dan tingkat depresi lansia. Hasil penelitian dianalisa menggunakan uji korelasi Pearson untuk mengetahui ada tidaknya hubungan antara kedua variabel,  kemudian disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi. Dari hasil analisa  hubungan antara kedua variabel  tersebut diperoleh nilai α=0,00 yang menunjukkan bahwa korelasi antara pola komunikasi keluarga dengan tingkat depresi lansia bermakna. Nilai koefisien korelasi Pearson atau r=─0,597. Hasil penelitian menunjukkan semakin tinggi komunikasi keluarga fungsional  maka semakin rendah depresi yang dialami oleh lansia. Saran terhadap keluarga diharapkan dapat menerapkan pola komunikasi keluarga yang fungsional agar lansia tidak mengalami depresi.
PEMBERIAN KOLOSTRUM PADA SUKU KARO DI DESA SUKANALU KECAMATAN BARUSJAHE KABUPATEN KARO Esi Priska Tarigan
Jurnal Keperawatan Holistik Vol 1, No 3 (2012): Jurnal Keperawatan Holistik
Publisher : Fakultas Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Prevalensi pemberian ASI eksklusif di Kabupaten Karo masih rendah. Rendahnya pemberian kolostrum pada suku Karo dapat dikarenakan banyak faktor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor dominan yang mempengaruhi pemberian kolostrum pada suku Karo di Desa Sukanalu Kecamatan Barusjahe Kabupaten Karo. Desain penelitian yang digunakan deskriptif korelasi. Total sampling digunakan untuk merekrut 58 ibu-ibu yang melahirkan sepanjang tahun 2011 di Desa Sukanalu. Kusioner dijadikan sebagai alat untuk pengumpulan data. Hasil analisa univariat menunjukkan  cakupan pemberian kolostrum di desa Sukanalu 75,9%. Karateristik ibu menyusui yang di teliti 82,5% berusia 20-35 tahun, 44,8% berpendidikan SMA dan 79,3% bekerja sebagai petani. Hasil analisa bivariat menunjukkan bahwa variabel yang memiliki hubungan bermakna dengan perilaku pemberian kolostrum adalah pengetahuan, sikap dan sumber informasi (p<0,05). Sedangkan variabel yang tidak memiliki hubungan bermakna dengan perilaku pemberian kolostrum adalah tingkat pendidikan dan sosial budaya (p>0,05). Dari hasil analisa mutivariat, pengetahuan dan sikap merupakan dua faktor dominan yang mempengaruhi perilaku pemberian kolostrum.
PENGETAHUAN DAN SIKAP PEKERJA SOSIAL TERHADAP KEMANDIRIAN LANSIA DALAM AKTIVITAS SEHARI-HARI DI PELAYANAN SOSIAL LANSIA BINJAI Ira Kristayani Saragih
Jurnal Keperawatan Holistik Vol 1, No 3 (2012): Jurnal Keperawatan Holistik
Publisher : Fakultas Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengetahuan adalah merupakan hasil dari tahu dan ini terjadi setelah orang melakukan penginderaan terhadap suatu objek tertentu. Sikap merupakan reaksi atau respon seseorang yang masih tertutup terhadap suatu stimulus atau objek. Penelitaian ini penting sebab pengetahuan tidak secara langsung mempengaruhi sikap maupun tindakan seseorang. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui sejauh mana pengetahuan dan sikap pekerja sosial terhadap kemandirian lansia dalam melaksanakan aktivitas sehari-hari meliputi makan, mandi, berpakaian, pergi ke toilet, berpindah/bergerak, kontinensia (mengontrol BAB/BAK). Desain penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan cross sectional dengan mengunakan kuesioner dengan 18 pertanyaan pengetahuan dan 18 pertanyaan sikap yang diberikan kepada 16 responden yang diambil secara total sampling pada pekerja sosial di di UPT (Unit Pelayanan Terpadu) Pelayanan Sosial Lanjut Usia dan Anak Balita Wilayah Binjai dan Medan pada 21 Mei-1 Juni 2012. Selanjutnya data yang terkumpul diolah secara komputerisasi dan disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa pengetahuan pekerja sosial semua baik (100%) dan mayoritas bersikap cukup baik (75%). Pihak panti perlu memberikan informasi tentang memandirikan lansia dalam melaksanakan aktivitas sehari-hari agar dapat meningkatkan perilaku pekerja sosial.
MOTIVASI DAN KINERJA PERAWAT PELAKSANA DALAM MEMBERIKAN ASUHAN KEPERAWATAN DI RSUP H. ADAM MALIK MEDAN Nanda Suryani Sagala
Jurnal Keperawatan Holistik Vol 1, No 3 (2012): Jurnal Keperawatan Holistik
Publisher : Fakultas Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Motivasi berperan penting dalam kinerja perawat pelaksana. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan motivasi dengan kinerja pada perawat pelaksana di RSUP H Adam Malik Medan. Pengumpulan data dilakukan pada bulan Juli 2012 dengan pendekatan deskriptif korelasi. Populasi dalam  penelitian ini adalah seluruh perawat pelaksana di ruang rawat inap terpadu (Rindu) A RSUP H Adam Malik Medan dengan sampel sebanyak 46 orang yang ditentukan dengan menggunakan teknik accidental sampling. Analisis statistik yang digunakan adalah analisis univariat dan bivariat. Berdasarkan uji Spearman diperoleh nilai p = 0,182 > 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa tidak ada hubungan motivasi dengan kinerja perawat pelaksana di RSUP H Adam Malik Medan. Hal ini tidak sejalan dengan penelitian Hendrarni (2008) yang menemukan bahwa kinerja perawat dipengaruhi oleh motivasi. Disarankan bagi pimpinan rumah sakit untuk mengoptimalkan motivasi perawat pelaksana sehingga dapat meningkatkan kinerja perawat pelaksana di RSUP H Adam Malik Medan.
PENGETAHUAN IBU DALAM PEMENUHAN GIZI TERHADAP TUMBUH KEMBANG BALITA DI PUSKESMAS LAK-LAK KUTACANE ACEH TENGGARA Elfi Manya Sari
Jurnal Keperawatan Holistik Vol 1, No 3 (2012): Jurnal Keperawatan Holistik
Publisher : Fakultas Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tumbuh kembang pada balita didasari oleh adanya keseimbangan gizi yang baik. Gizi adalah suatu proses organisme menggunakan makanan yang dikomsumsi secara normal melalui proses digesti, absorbsi, transportasi, penyimpanan, metabolisme dan pengeluaran zat-zat yang tidak digunakan untuk mempertahankan kehidupan, pertumbuhan dan fungsi normal dari organ-organ, serta menghasilkan energi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tingkat pengetahuan ibu dalam pemenuhan gizi terhadap tumbuh kembang balita. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 39 orang balita. Metode yang digunakan deskriptif survey. Instrument penelitian menggunakan kuesioner data demografi dan kuesioner penelitian pada ibu balita. Hasil uji reabilitas pada kuesioner pengetahuan ibu dalam pemenuhan gizi terhadap tumbuh kembang balita  dengan nilai 0,765. Pengumpulan data dilakukan mulai tanggal 07 Maret sampai dengan tanggal 31 Maret 2012. Hasil penelitian didapatkan mayoritas responden berumur 20-30tahun, beragama islam, suku Alas, pendidikan SMA, pekerjaan petani, penghasilan Rp.850.000-1.700.000, bayi berumur 2tahun-3tahun, responden anak pertama. Tingkat pengetahuan ibu dalam pemenuhan gizi terhadap tumbuh kembang balita di kategorikan baik sebanyak 17 ibu (43,6%), cukup sebanyak 21 ibu (53,8%), dan kurang sebanyak 1 ibu (2,6%). Hal ini dipenggaruhi oleh usia, tingkat pendapatan keluarga dan tingkat pendidikan responden. Penelitian ini dapat menjadi gambaran untuk perawat agar meningkatkan lagi pentingnya gizi untuk Balita karena masih banyaknya ibu yang berpengetahuan cukup. Penelitian ini juga menjadi tambahan informasi bagi perawat sehingga diharapkan pengetahuan ibu tentang pemenuhan gizi balita dapat ditingkatkan lagi.
HUBUNGAN INTERAKSI SOSIAL DENGAN KESEPIAN PADA LANSIA agung sanjaya
Jurnal Keperawatan Holistik Vol 1, No 3 (2012): Jurnal Keperawatan Holistik
Publisher : Fakultas Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Interaksi sosial merupakan hubungan timbal balik, saling mempengaruhi dalam pikiran dan tindakan, serta tidak terlepas dari suatu hubungan yang terjadi antar individu, sosial, dan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Kebutuhan untuk berinteraksi dengan orang lain akan dimiliki oleh individu sampai akhir hayat. Namun, sebagian dari individu masih merasa kesepian ketika tidak memiliki teman interaksi untuk berbagi masalah. Kesepian merupakan suatu perubahan yang secara tidak langsung dialami oleh setiap orang. Penelitian deskriptif korelasi ini bertujuan untuk mengetahui hubungan interaksi sosial lansia dengan kesepian pada lansia. Sampel penelitian ini adalah 41 orang lansia di UPT Pelayanan Sosial Lanjut Usia dan Balita Wilayah Binjai dan Medan. Pengumpulan data dilakukan pada tanggal 20 Februari 2012 s/d 20 April 2012 dengan menggunakan kuesioner untuk interkasi sosial dan kesepian serta dianalisa dengan menggunakan uji korelasi Pearson. Hasil analisa data menunjukkan responden mengalami interaksi sosial baik sebesar 48,8% dan sebanyak 34 responden 82,9% merasa tidak kesepian. Hasil uji korelasi Pearson menunjukkan bahwa ada hubungan signifikan antara interaksi sosial dengan kesepian pada lansia dengan nilai r = -0,652   dan p = 0,00 (p<0,05) dengan arah hubungan negatif. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu terdapat hubungan antara interaksi sosial dengan kesepian lansia. Saran bagi peneliti selanjutnya perlu dilakukan penelitian serupa terhadap lansia dikomunitas.
PELAKSANAAN TUGAS KESEHATAN KELUARGA PADA SUKU MELAYU DI KELURAHAN PEKAN LABUHAN KECAMATAN MEDAN LABUHAN Shandra Shandra
Jurnal Keperawatan Holistik Vol 1, No 3 (2012): Jurnal Keperawatan Holistik
Publisher : Fakultas Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keluarga dalam pelaksanaan tugas-tugas kesehatan tidak terlepas dari pengaruh suatu kebudayaan yang dianut lingkungan sekitarnya, dimana tingkah laku sakit yang didefinisikan sebagai cara dimana gejala-gejala dari suatu penyakit ditanggapi dan diperankan oleh seseorang individu yang mengalami sakit dipengaruhi oleh faktor perbedaan suku bangsa dan budaya. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan pelaksanaan tugas kesehatan keluarga pada suku Melayu di Kelurahan Pekan Labuhan Kecamatan Medan labuhan. Penelitian ini dilakukan tanggal 23 April 2012 sampai dengan 3 Juni 2012 dengan menggunakan desain penelitian deskriprif. Metode pengambilan sampel pada penelitian ini adalah purposive sampling dan diperoleh sampel sebanyak 53 keluarga. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner pelaksanaan tugas kesehatan keluarga. Data disajikan dalam bentuk narasi, tabel distribusi frekuensi dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan tugas kesehatan keluarga pada suku Melayu 60,4% berada dalam kategori cukup baik. Hal ini dilihat dari keluarga mengenal masalah kesehatan setiap anggota keluarga dengan baik, keluarga mengambil keputusan untuk melakukan tindakan kesehatan yang tepat bagi keluarga dengan cukup baik, keluarga memberikan perawatan kepada anggota keluarga yang sakit dengan baik, keluarga memodifikasi lingkungan rumah untuk meningkatkan kesehatan keluarga dengan cukup baik, dan  keluarga mempertahankan hubungan timbal balik dengan lembaga kesehatan dengan baik. Kata Kunci : Pelaksanaan Tugas Kesehatan Keluarga, Suku Melayu
PENGETAHUAN IBU HAMIL DAN MOTIVASI KELUARGA DALAM PELAKSANAAN ANTENATAL CARE DI PUSKESMAS UJUNG BATU RIAU Astini Siringo-Ringo Siringo-Ringo
Jurnal Keperawatan Holistik Vol 1, No 3 (2012): Jurnal Keperawatan Holistik
Publisher : Fakultas Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Antenatal care sangat diperlukan untuk meningkatkan derajat kesehatan  ibu dan bayi demi kualitas hidup yang lebih baik. Penelitian ini adalah deskriptif korelasi bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan pengetahuan ibu hamil dan motivasi keluarga terhadap pelaksanaan antenatal care. Penelitian ini dilakukan selama Februari 2011 menggunakan sampel 94 orang sesuai kriteria dengan metode accidental sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner berisi data demografi, pengetahuan, motivasi keluarga dan pelaksanaan ANC. Dari hasil penelitian diperoleh, mayoritas responden berusia 21-35 (83%), sebagian besar responden multigravida (67%), primipara (36,2%), mayoritas tidak pernah mengalami keguguran (89,4%), mayoritas responden berpendidikan rendah (85,5%), mayoritas ibu tidak bekerja (80,9%). Berdasarkan kategori pengetahuan diperoleh tingkat pengetahuan yang baik (72,3%). Berdasarkan motivasi keluarga, responden mendapat motivasi keluarga pada kategori baik (94,7%).  Berdasarkan pelaksanaan, mayoritas responden melaksanakan antenatal care dengan baik (80,9 %). Dari uji korelasi Spearman untuk menganalisa hubungan pengetahuan ibu hamil dan pelaksanaan antenatal care diperoleh nilai p = 0,036 > 0,05 maka dapat disimpulkan terdapat korelasi bermakna antara pengetahuan dan pelaksanaan antenatal care dan untuk analisa hubungan motivasi keluarga dan pelaksanaan antenatal care diperoleh nilai p = 0,524 < 0,05 dapat disimpulkan tidak terdapat korelasi yang bermakna antara motivasi keluarga dengan pelaksanaan antenatal care. Sehingga dapat dianalisa bila  ibu memiliki pengetahuan rendah maka motivasi dari keluarga akan meningkatkan motivasi ibu untuk melaksanakan ANC lebih teratur dan demikian juga sebaliknya. Jadi, penyampaian informasi oleh tenaga kesehatan sangat diperlukan untuk memberikan pengetahuan dan pentingnya motivasi keluarga guna pelaksanaan ANC yang lebih baik. Kata kunci : Pengetahuan, motivasi keluarga, antenatal care
PENGETAHUAN DAN SIKAP REMAJA TENTANG PERILAKU HIDUP SEHAT DI PANTI ASUHAN EVANGELINE BOOTH DAN ASRAMA MADANI Martia Lindawaty Tondang
Jurnal Keperawatan Holistik Vol 1, No 3 (2012): Jurnal Keperawatan Holistik
Publisher : Fakultas Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perilaku hidup sehat merupakan perilaku-perilaku yang berkaitan dengan upaya atau kegiatan seseorang untuk mempertahankan dan meningkatkan kesehatannya. Pengetahuan merupakan hasil dari tahu setelah orang melakukan pengindraan terhadap suatu objek tertentu. Sikap merupakan reaksi atau respons yang masih tertutup dari seseorang terhadap suatu stimulus atau objek. Penelitian ini bertujuan mengetahui perbedaan pengetahuan dan sikap tentang perilaku hidup sehat di panti asuhan Evangeline Booth dan asrama Madani. Populasi adalah remaja dengan jumlah sampel 15 orang dan asrama Madani dengan jumlah sampel 124 orang. Teknik pengambilan sampling yang digunakan adalah total sampling pada sampel di panti asuhan Evangeline Booth dan simple random sampling pada sampel di asrama Madani. Penelitian ini berlangsung dari bulan Maret sampai Mei 2012. Data yang diperoleh kemudian dianalisa dengan uji Mann Whitney. Hasil penelitian didapatkan bahwa mayoritas remaja di panti asuhan Evangeline Booth dan asrama Madani berusia 16 tahun dan berjenis kelamin perempuan, pendidikan terakhir remaja di panti asuhan Evangeline Booth yaitu SMP (100%) dan di asrama Madani yaitu SMP/MTs (100%). Lamanya tinggal remaja di panti asuhan Evangeline Booth yaitu mayoritas selama >3 tahun (93,3%) sedangkan lamanya tinggal remaja di asrama Madani mayoritas selama 1 tahun (48,3%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan pengetahuan dan sikap yang signifikan antara remaja panti asuhan Evangeline Booth dan remaja asrama Madani p = 0,764. Pengetahuan remaja di panti asuhan Evangeline Booth berada di kategori sedang (60%) dan pengetahuan remaja di asrama Madani berada pada kategori sedang (51,6%) sedangkan sikap remaja di panti asuhan Evangeline Booth dan asrama Madani keseluruhan pada kategori positif (100%). Saran untuk penelitian selanjutnya agar meneliti pada dua panti asuhan yang berbeda  atau dua asrama yang berbeda serta dapat meneliti pada remaja laki-laki dan perempuan. Kata Kunci : Pengetahuan, Sikap, Perilaku Hidup Sehat, Remaja
PENGETAHUAN DAN SIKAP KELUARGA TENTANG PENCEGAHAN KEJADIAN JATUH PADA LANSIA DI KELURAHAN PAHLAWAN BINJAI Sry Oktaviana Br Sitepu
Jurnal Keperawatan Holistik Vol 1, No 3 (2012): Jurnal Keperawatan Holistik
Publisher : Fakultas Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengetahuan merupakan hasil dari tahu yang terjadi setelah seseorang melakukan penginderaan terhadap suatu objek tertentu. Sedangkan sikap merupakan pandangan atau perasaan yang disertai kecenderungan untuk bertindak. Akan tetapi pengetahuan yang  baik tidak disertai dengan sikap maka pengetahuan itu tidak akan berarti. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan pengetahuan keluarga tentang pencegahan jatuh pada lansia dan sikap keluarga tentang pencegahan kejadian jatuh pada lansia di Kelurahan Pahlawan Binjai, menggunakan desain deskriptif dengan teknik purposive sampling  melibatkan 71 orang  responden yang  dilaksanakan pada bulan April 2012. Instrument yang digunakan dalam penelitian ini berupa kuesioner yang terdiri dari tiga bagian yaitu data demografi, kuesioner pengetahuan, dan kuesioner sikap. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa pengetahuan keluarga tentang pencegahan  jatuh di dalam kategori baik 60,6% , sikap keluarga tentang pencegahan. Saran yang diberikan kepada keluarga yang tinggal bersama lansia agar dapat menjaga dan merawat lansia sehingga kejadian jatuh dapat dikurangi ataupun dapat dicegah.   Kata Kunci: Pengetahuan, Sikap, Keluarga, dan Jatuh

Page 3 of 3 | Total Record : 30