cover
Contact Name
Maryadi
Contact Email
geosaintek.geofisika@its.ac.id
Phone
+6281315187857
Journal Mail Official
geosaintek.geofisika@its.ac.id
Editorial Address
Gedung Departemen Teknik Geofisika Lantai 2, Jl. Raya ITS, Kampus ITS, Sukolilo, Surabaya 60111, Indonesia
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Geosaintek
ISSN : 24609072     EISSN : 25023659     DOI : https://doi.org/10.12962/j25023659
Core Subject : Science,
Jurnal Geosaintek mempublikasikan dan menerbitkan hasil kajian, penelitian, penerapan ilmu pengetahuan serta teknologi di bidang kebumian
Articles 252 Documents
ANALISIS PENGARUH VARIABILITAS SPASIAL TANAH TERHADAP RESPONS SEISMIK DI KECAMATAN RATU AGUNG, KOTA BENGKULU Surya Faadhilah; Lindung Zalbuin Mase; Hardiansyah Hardiansyah; Rena Misliniyati; Muharram Nur Fikri
Jurnal Geosaintek Vol. 12 No. 3 (2026)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j25023659.v12i3.9642

Abstract

Kecamatan Ratu Agung, Kota Bengkulu, merupakan wilayah perkotaan yang memiliki tingkat kepadatan penduduk yang tinggi serta keberadaan fasilitas strategis yang memerlukan penilaian respons seismik berdasarkan kondisi tanah setempat. Tanah di Kecamatan Ratu Agung umumnya didominasi oleh kelas situs C dan D. Oleh karena itu, diperlukan kajian mendalam untuk mengidentifikasi distribusi parameter kegempaan secara spasial. Penelitian ini bertujuan menyusun peta distribusi Peak Ground Acceleration (PGA), faktor amplifikasi (AF), serta nilai percepatan spektral (SA) pada periode 0,2 s dan 1 s di Kecamatan Ratu Agung. Penelitian ini menggunakan 112 data sekunder untuk membangun model perlapisan tanah. Pendekatan nonlinier 1D (non-linear one-dimensional site response analysis) digunakan untuk menganalisis respons tanah menggunakan rekaman gelombang gempa Bengkulu-Mentawai 2007 (Mw 8,6) sebagai input gerakan pada batuan dasar. Parameter PGA, faktor amplifikasi, dan SA yang diperoleh kemudian dipetakan menggunakan metode interpolasi kriging untuk menghasilkan peta mikrozonasi. Nilai PGA permukaan yang didapat berdasarkan hasil analisis berkisar antara 0,18-0,32g dengan faktor amplifikasi 1,2-2,1. Nilai SA periode 0,2 s berada pada rentang 0,44-0,78g, sedangkan SA periode 1 s berkisar 0,20-0,31g. Variasi nilai yang didapat mencerminkan heterogenitas karakteristik dinamik tanah yang berpengaruh terhadap perbedaan tingkat respons struktur terhadap beban gempa. Peta mikrozonasi yang dihasilkan dapat dimanfaatkan sebagai dasar pertimbangan teknis dalam perencanaan bangunan dan upaya mitigasi risiko gempa di wilayah penelitian.
ANALISIS KESTABILAN LERENG TAMBANG EMAS DENGAN KATEGORI MATERIAL LAPISAN PENUTUP YANG LEMAH Alio Jasipto; Simon Heru Prassetyo; Divia Lestari; Tiorivaldi Tiorivaldi
Jurnal Geosaintek Vol. 12 No. 3 (2026)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j25023659.v12i3.10605

Abstract

Material lapisan penutup yang lemah merupakan tantangan utama dalam perancangan lereng tambang terbuka karena memiliki kuat geser yang relatif rendah dan kerentanan yang tinggi terhadap ketidakstabilan. Tambang emas yang menjadi lokasi penelitian, lapisan penutup didominasi oleh batuan mudstone sehingga analisis kestabilan lereng menjadi aspek yang sangat penting dalam perancangan tambang. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan geometri lereng pit dan lereng timbunan yang memenuhi kriteria pada Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1827K/30/MEM/2018. Parameter geoteknik yang representatif diperoleh melalui pengujian laboratorium, meliputi nilai kuat tekan uniaksial hingga diperolah kekuatan massa batuan, hal ini untuk menggambarkan perilaku mekanik batuan lemah secara akurat. Analisis kestabilan lereng dilakukan menggunakan pemodelan perangkat lunak dengan kriteria keruntuhan Mohr–Coulomb pada kondisi pembebanan statis maupun pseudo-statis akibat gempa. Selain itu, analisis juga mempertimbangkan kondisi hidrogeologi yang paling kritis, yaitu muka air tanah tertinggi dan kondisi lereng jenuh air, sehingga menghasilkan evaluasi kestabilan yang bersifat konservatif. Hasil analisis menunjukkan bahwa geometri lereng pit yang optimum memiliki tinggi lereng keseluruhan sebesar 62–68 m dengan sudut lereng keseluruhan sebesar 31–32°, sedangkan geometri lereng timbunan yang direkomendasikan memiliki tinggi maksimum 15 m dengan sudut lereng keseluruhan sebesar 30°. Kedua konfigurasi lereng tersebut memenuhi nilai faktor keamanan minimum dan probabilitas longsor yang dipersyaratkan dalam peraturan untuk kondisi pembebanan statis maupun dinamis. Hasil penelitian ini memberikan rekomendasi praktis untuk desain lereng tambang pada formasi mudstone yang lemah serta menunjukkan pentingnya mempertimbangkan pengaruh muka air tanah dan beban gempa dalam evaluasi kestabilan lereng guna menjamin keselamatan operasi penambangan.