cover
Contact Name
Zufri Hasrudy Siregar
Contact Email
rudysiregar7@gmail.com
Phone
+628116221919
Journal Mail Official
rudysiregar7@gmail.com
Editorial Address
Jl. Pintu Air IV No.214, Kwala Bekala, Kec. Medan Johor, Kota Medan, Sumatera Utara 20142
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal AGROFOLIUM
ISSN : 28080815     EISSN : 28080114     DOI : https://doi.org/10.54123/agrofolium.v5i1
Core Subject : Agriculture,
Jurnal AGROFOLIUM adalah wadah menerbitkan artikel penelitian yang asli dibidang Pertanian khususnya Agroteknologi. Jurnal ini dekelola oleh Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Al Azhar Medan terbit 2 kali setahun yaitu bulan Agustus dan Februari. Tim editorial bertujuan untuk mempublikasikan penelitian dan inovasi yang kreatif, berkualitas tinggi dengan mengangkat berbagai hasil riset atau penelitian maupun studi kasus yang terjadi dilapangan dari berbagai aspek dan perspektif yang berkembang dalam masyarakat.
Articles 71 Documents
Pemberian Solid dan Pupuk NPK Mutiara ( 16-16-16 ) terhadap Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) Di Main Nursery Efi Said Ali; Asmara Sari Nasution; Sahputra
Jurnal Agrofolium Vol. 5 No. 1 (2025): Februari 2025
Publisher : Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Al Azhar Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54123/agrofolium.v5i1.420

Abstract

Kelapa Sawit yang kebutuhan nya cenderung meningkat, tersebut memerlukan kecukupan bibit yang berkualitas dalam jumlah banyak. Bibit yang berkualitas diperoleh melalui kegiatan pemeliharaan yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk solid dan pemberian pupuk NPK mutiara serta interaksinya terhadap Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) Di Main Nursery. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial dengan 2 faktor yang diteliti dan 3 ulangan dimana faktor pertama adalah pupuk solid (S) yang terdiri dari 3 taraf yaitu S0 = tanpa perlakuan (kontrol), S1 = 400 g/polibag-1, S2 = 800 g polibag-1. Faktor pemberian pupuk NPK mutiara (F) terdiri dari 4 taraf yaitu F0 = tanpa perlakuan (kontrol), F1 = 50 g polibag-1, F2 = 75 g polibag-1 dan F3 = 100 g polibag-1. Parameter yang diamati adalah pertambahan tinggi tanaman , bobot kering akar, bobot bobot kering tanjuk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk solid berpengaruh tidak nyata terhadap parameter tinggi tanaman, juga berpengaruh tidak nyata terhadap parameter bobot kering akar dan bobot kering tanjuk. Pemberian pupuk NPK mutiara berpengaruh tidak nyata terhadap parameter tinggi tanaman, juga berpengaruh tidak nyata terhadap parameter bobot kering akar dan bobot kering tanjuk. Interaksi dari kedua perlakuan berpengaruh tidak nyata terhadap semua parameter yang diamati.
Hubungan Curah Hujan, Pupuk NPK Dan Dolomit Terhadap Produksi Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) Di Kebun Talang Jerinjing Riau Siti Devi Farahdiba; Dermawan Hutagaol; Nazri Maulana Khani
Jurnal Agrofolium Vol. 5 No. 1 (2025): Februari 2025
Publisher : Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Al Azhar Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54123/agrofolium.v5i1.421

Abstract

Siti Devi Farahdiba “Hubungan Curah Hujan, Pupuk NPK dan Dolomit terhadap Produksi Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) di Kebun Talang Jerinjing Riau” dibawah bimbingan Ibu Ir. Dermawan Hutagaol, M.P. sebagai pembimbing I dan Ibu Aisyah Lubis, SP., M.P. sebagai pembimbing II. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan curah hujan, Pupuk NPK dan Dolomit serta interaksinya terhadap produksi kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.) di kebun Talang Jerinjing Riau. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode survei yang diawali dengan penetapan lokasi Blok dan pengumpulan data. Data yang diproleh diolah dengan model matematika Y= a + bx (Regresi Sederhana), dan Y= a + + + (Regresi Berganda). Dimana Y= produksi tandan buah segar, a, = konstanta, = curah hujan, = NPK, = Dolomit. Parameter yang diamati adalah jumlah tandan hektar-1, jumlah tandan pohon-1, berat tandan hektar-1, berat tandan tandan-1. Hasil penelitian menemukan bahwa curah hujan memiliki korelasi positif sangat nyata dengan parameter berat tandan tandan-1 tetapi memiliki korelasi negatif sangat nyata dengan parameter jumlah berat tandan hektar-1 dan jumlah tandan pohon-1. Pemberian pupuk NPK memiliki korelasi negatif nyata dengan parameter jumlah tandan hektar-1, jumlah tandan pohon-1, dan berat tandan hektar-1, tetapi memiliki korelasi negatif nyata dengan berat tandan-1. Pemberian pupuk dolomit memiliki korelasi positif nyata dengan parameter jumlah tandan hektar-1, jumlah tandan pohon-1, dan berat tandan hektar-1, tetapi memiliki korelasi positif tidak signifikan dengan berat tandan-1. Interaksi antara curah hujan, NPK, dan pupuk dolomit memberikan pengaruh nyata terhadap parameter berat tandan hektar-1 dan berat tandan/batang, namun tidak memberikan pengaruh nyata terhadap jumlah tandan hektar-1 dan jumlah tandan pohon-1.
PENGENDALIAN HAMA ULAT KANTONG (Metisa plana Walker) PADA TANAMAN KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacq.) YANG MENGHASILKAN (TM) DENGAN SISTEM INJEKSI BATANG DI KEBUN TINJOWAN PTPN IV REGIONAL II AFDELING III Riky Aspandy; Sulthon Parinduri; Muhammad Yusuf Dibisono; Henry Budi Hasibuan
Jurnal Agrofolium Vol. 5 No. 1 (2025): Februari 2025
Publisher : Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Al Azhar Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54123/agrofolium.v5i1.422

Abstract

Monitoring populasi adalah langkah awal didalam sistem PHT terhadap UPDKS dan merupakan dasar untuk memutuskan perlu atau tidaknya dilakukan tindakan pengendalian. Populasi UPDKS adalah berupa kelompok –kelompok kecil, kemudian akan berkembang semakin membesar pada generasi berikutnya, dan akhirnya kelompok–kelompok hama tersebut akan saling menyatu dan memenuhi hamparan tanaman kelapa sawit yang luas. Kerugian akibat serangan hama yang cukup berat (explosive) dapat menurunkan produksi sampai 40%. Pengamatan (sensus) adanya serangan hama dan penekanan populasi pada saat akan melampaui “batas kritis”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas dari pengendalian hama ulat kantong dengan metode injeksi batang pada tanaman kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.) yang menghasilkan (TM). Penelitian ini dilakukan di PT. Perkebunan Nusantara IV Kebun Tinjowan Afdeling III. Waktu penelitian mulai dari April - Juni 2022. Penelitian ini menggunakan Statistika deskriptif yang bertujuan memberikan uraian, gambaran dan deskripsi objek penelitian. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini menggunakan data primer, yaitu pengambilan sampel (sampel tanaman) dilakukan dengan metode sensus Global Telling, sensus Efektif Telling dan Netelling/ sensus mortalitas. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil sebelum pengendalian pada sensus global populasi hama ulat kantong dengan rata-rata ulat menyerang sebanyak 16,6 ulat per pelepah yang termasuk kriteria serangan berat dengan intensitas serangan hama tiap lokasi 44 %, dan pada sensus efektif populasi hama ulat kantong dengan rata-rata menyerang sebanyak 24.94 ulat per pelepah termasuk kriteria serangan berat dengan intensitas serangan hama tiap lokasi 29 %. Hasil sensus netelling sesudah pengendalian hama ulat kantong jumlah rata-rata ulat per pelepah 1.03 dengan mortalitas kematian 96.91 %.
Pemberian Kompos Jerami Padi dan Pupuk Kalium Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Bawang Merah (Allium Ascalonicum L.) Adi Syahputra Manik; Aisyah Lubis; Farida Hariani
Jurnal Agrofolium Vol. 5 No. 2 (2025): Agustus 2025
Publisher : Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Al Azhar Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54123/agrofolium.v5i2.516

Abstract

Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial dengan 2 faktor yang diteliti dan 3 ulangan dimana faktor pertama adalah kompos jerami padi (J) yang terdiri dari 4 taraf yaitu J0 = (tanpa kompos jerami padi), J1 = (1 kg plot-1), J2 = (2 kg plot-1), J3 = (3 kg plot-1). Faktor kedua adalah pupuk kalium (K) yang terdiri dari 3 taraf yaitu K0 = (tanpa pupuk kalium), K1 = (10 g plot-1), K2 = (30 g plot-1). Parameter yang diamati adalah tinggi tanaman (cm), jumlah daun per rumpun (helai), jumlah anakan per rumpun (anakan), jumlah umbi per rumpun (umbi), bobot umbi kering angin per sampel (g) dan bobot umbi kering angin per plot (g). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian kompos jerami padi, Pemberian pupuk kalium,interaksi nya berpengaruh tidak nyata pada semua parameter pengamatan
Pengaruh Pemberian TSP Dan Pupuk Organik Cair Kulit Pisang Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi Tanaman Kacang Hijau (Phaseolus Radiates L) Mustamil Zuhari; Aidi Daslin Sagala; Farida Hariani
Jurnal Agrofolium Vol. 5 No. 2 (2025): Agustus 2025
Publisher : Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Al Azhar Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54123/agrofolium.v5i2.518

Abstract

Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh pemberian TSP dan pupuk organik cair kulit pisang terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman kacang hijau. Peneltian dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan dua faktor yang diteliti: 1. Pemberian TSP dengan 4 taraf dosis: T0 = 0 gram/tanaman, T1 = 18 gram tanaman-1, T2 = 36 gram tanaman-1, T3 = 54 gram tanaman-1. 2. Pemberian Pupuk Organik Cair Kulit Pisang dengan 3 taraf dosis: P0 = 0 ml tanaman-1, P1 = 250 ml tanaman-1, P2 = 500 ml tanaman-1. Parameter yang diukur meliputi tinggi tanaman, diameter batang, jumlah cabang, umur berbunga, umur panen, produksi per tanaman dan bobot 100 biji kering. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian TSP merespon secara signifikan pada parameter umur panen. Sedangkan untuk pemberian pupuk organik cair kulit pisang berpengaruh nyata pada parameter tinggi tanaman, diameter batang, jumlah cabang. Interaksi TSP dan pupuk organik cair kulit pisang tidak memberikan respon pada semua parameter pengamatan.
Pemberian Biocar Sekam Padi dan Trichoderma Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Kedelai Edamame (Glycine max L. Merril) Rima Mawadda Pulungan; Ahmad Sofian; Farida Hariani
Jurnal Agrofolium Vol. 5 No. 2 (2025): Agustus 2025
Publisher : Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Al Azhar Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54123/agrofolium.v5i2.519

Abstract

Penelitian ini bertujuan umtuk mengetahui pengaruh pemberian biochar sekam padi dan trichoderma serta interaksi dari kedua perlakuan tersebut terhadap pertumbuhan dan produksi kedelai edamame (Glycine max L.Merril). Penelitian ini dilaksanakan di Jl. Tuntungan II, Kec. Pancur Batu, Provinsi Sumatera Utara, ketinggian tempat ± 45 meter dari permukaan laut(dpl), pada bulan Mei sampai Juli 2025. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial dengan 2 faktor dan 3 ulangan dimana faktor pertama adalah biochar sekam padi (B) yang terdiri dari 3 taraf yaitu B0 = (Kontrol), B1 = (1.08kg plot-1), B2 = (2.16kg plot-1). Faktor kedua adalah trichoderma (T) yang terdiri dari 4 taraf yaitu T0 = (Kontrol), T1 = (20 g plot-1), T2 = (40 g plot-1), T3 = (60 g plot-1). Parameter yang diamati adalah tinggi tanaman (cm), diameter batang (mm), jumlah cabang produktif (cabang), jumlah polong per sampel (polong), bobot polong per sampel (g). Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian biochar sekam padi dan trichoderma serta interaksi pemberian biochar sekam padi dan trichoderma berpengaruh tidak nyata terhadap parameter tinggi tanaman, diameter batang, jumlah cabang produktif, jumlah polong per sampel dan bobot polong per sampel.
Pemberian Pupuk Kandang Sapi dan Eco Enzyme Buah Pepaya Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Jagung (Zea mays L saccharata) Jemi; Dermawan Hutagaol; Aisyah Lubis
Jurnal Agrofolium Vol. 5 No. 2 (2025): Agustus 2025
Publisher : Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Al Azhar Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54123/agrofolium.v5i2.521

Abstract

Produksi jagung manis nasional dilaporkan meningkat, tetapi belum mencukupi permintaan pasar. Saat ini petani kesulitan untuk mendapatkan pupuk anorganik karena harganya yang sangat tinggi, selain itu pupuk anorganik juga dapat mengurangi kesuburan tanah dan menyebabkan produksi jagung rendah, sehingga dapat menjadi salah satu penyebab rendahnya produktivitas jagung manis.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk kandang sapi dan pemberian eco enzyme buah pepaya serta interaksinya untuk meningkatkan pertumbuhan dan produksi Jagung Manis (Zea mays L saccharata). Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial dengan 2 faktor yang diteliti dan 3 ulangan dimana faktor pertama adalah Pupuk Kandang Sapi (K) yang terdiri dari 3 taraf yaitu K0 = tanpa perlakuan (kontrol), K1 = 3 kg plot-1, K2 = 6 kg plot-1. Faktor pemberian Eco Enzyme Buah Pepaya (E) terdiri dari 4 taraf yaitu E0 = tanpa perlakuan (kontrol), E1 = 30 ml L-1 air plot-1, E2 = 60 ml L-1 ter air plot-1 dan E3 = 90 ml L-1 air plot-1. Parameter yang diamati adalah tinggi tanaman , Panjang tongkol berkelobot, bobot tongkol berkelobot per plot .Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk kandang sapi berpengaruh tidak nyata terhadap parameter tinggi tanaman, juga berpengaruh tidak nyata terhadap parameter panjang tongkol berkelobot dan bobot tongkol berkelobot per plot. Pemberian eco enzyme buah pepaya berpengaruh tidak nyata terhadap parameter tinggi tanaman, juga berpengaruh tidak nyata terhadap parameter panjang tongkol berkelobot dan bobot tongkol berkelobot per plot. Interaksi dari kedua perlakuan berpengaruh tidak nyata terhadap semua parameter yang diamati.
Pemberian Pupuk Kandang Sapi dan Pupuk Organik Cair Nasa terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Pakcoy (Brassica rapa chineensi L.) Diky Ilham Lubis; Nuraida; Iwan Hasrizart
Jurnal Agrofolium Vol. 5 No. 2 (2025): Agustus 2025
Publisher : Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Al Azhar Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54123/agrofolium.v5i2.522

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk kandang sapi dan pupuk organik cair nasa serta interaksi dari kedua pupuk tersebut terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman pakcoy (Brassica rapa chineensi L.). Penelitian dilaksanakan di Jl Qubah Kec. Medan Johor ,Provinsi Sumatera Utara, pada bulan Oktober sampai bulan Desember 2024. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial dengan 2 faktor yang diteliti dan 3 ulangan dimana faktor pertama adalah pupuk kandang sapi (K) yang terdiri dari 3 taraf yaitu K0 = (Kontrol), K1 = (1 kg plot-1), K2 = (2 kg plot-1). Faktor kedua adalah POC Nasa (N) yang terdiri dari 4 taraf yaitu E0 = (Kontrol), E1 = (10 ml liter-1 air), E2 = (20 ml liter-1 air), E3 = (40 ml liter-1 air). Parameter yang diamati adalah tinggi tanaman (cm), jumlah daun (helai), luas daun (cm2), bobot pakcoy per sampel (g), dan bobot pakcoy per plot (g). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk kandang sapi dan pemberian POC Nasa serta interaksi pemberian pupuk kandang sapi dan POC Nasa berpengaruh tidak nyata terhadap parameter tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, bobot pakcoy per sampel dan bobot pakcoy per plot.
Pemanfaatan Pupuk Organik Cair Kulit Pisang Dan Pupuk Kandang Kambing Untuk Meningkatkan Pertumbuhan Dan Produksi Tanaman Sawi Hijau (Brassica Juncea L.) Nurhasanah Sikumbang; Iwan Hasrizart; Ahmad Sofian
Jurnal Agrofolium Vol. 5 No. 2 (2025): Agustus 2025
Publisher : Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Al Azhar Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54123/agrofolium.v5i2.523

Abstract

Sawi hijau (Brassica juncea L.) merupakan salah satu sayuran daun yang digemari masyarakat dan bernilai ekonomi tinggi, dapat dibudidayakan di dataran rendah maupun tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk organik cair (POC) kulit pisang dan pupuk kandang kambing serta interaksinya terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman sawi hijau. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dengan 2 faktor dan 3 ulangan. Faktor pertama adalah POC kulit pisang (P) dengan 3 taraf yaitu P0 = kontrol, P1 = 150 ml L?¹, dan P2 = 300 ml L?¹. Faktor kedua adalah pupuk kandang kambing (K) dengan 4 taraf yaitu K0 = kontrol, K1 = 0.64 kg plot?¹, K2 = 1.28 kg plot?¹, dan K3 = 1.92 kg plot?¹. Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman (cm), jumlah daun (helai), berat basah per-sampel (g), dan berat basah per-plot (g). Hasil penelitian menunjukkan bahwa POC kulit pisang tidak berpengaruh nyata terhadap seluruh parameter. Pupuk kandang kambing berpengaruh sangat nyata terhadap jumlah daun pada umur 3 MSPT, namun tidak nyata pada parameter lainnya. Interaksi antara kedua perlakuan berdampak signifikan pada jumlah daun umur 2 dan 3 MSPT,sedangkan pada parameter lain tidak berpengaruh nyata.
Pemberian Pupuk Kandang Ayam dan POC Limbah Sayur terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Pakcoy (Brassica rapa L.) Hazid Zulfinur Lubis; Efi Said Ali; Asmara Sari Nasution
Jurnal Agrofolium Vol. 6 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Al Azhar Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54123/agrofolium.v6i1.534

Abstract

Pakcoy is a leafy vegetable that is rich in nutrients and increasingly popular in the market. Decreasing soil fertility is a major problem in pakcoy cultivation, so an environmentally friendly fertilization approach using organic materials is needed. This research examines the effect of chicken manure and liquid organic fertilizer (POC) from vegetable waste, as well as the interaction between the two, on the growth and yield of pakcoy. The research was conducted in Medan Marelan, North Sumatra, from August to October 2025, using a random factorial group design with two factors and three repetitions. First factor: The dose of chicken manure (without fertilizer, 0.5 kg plot-1, 1 kg plot-1). Second factor: POC concentration of vegetable waste (without POC, 2 ml L-1, 4 ml L-1, 6 ml L-1).Observed parameters: Plant height, number of leaves, leaf area, plant wet weight, and root length. Giving chicken manure, vegetable waste POC, or a combination of both does not have a significant effect on all growth parameters and crop yields. Factors that are expected to affect: Environmental conditions and relatively short pakcoy growth period.