cover
Contact Name
Zufri Hasrudy Siregar
Contact Email
rudysiregar7@gmail.com
Phone
+628116221919
Journal Mail Official
rudysiregar7@gmail.com
Editorial Address
Jl. Pintu Air IV No.214, Kwala Bekala, Kec. Medan Johor, Kota Medan, Sumatera Utara 20142
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal AGROFOLIUM
ISSN : 28080815     EISSN : 28080114     DOI : https://doi.org/10.54123/agrofolium.v5i1
Core Subject : Agriculture,
Jurnal AGROFOLIUM adalah wadah menerbitkan artikel penelitian yang asli dibidang Pertanian khususnya Agroteknologi. Jurnal ini dekelola oleh Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Al Azhar Medan terbit 2 kali setahun yaitu bulan Agustus dan Februari. Tim editorial bertujuan untuk mempublikasikan penelitian dan inovasi yang kreatif, berkualitas tinggi dengan mengangkat berbagai hasil riset atau penelitian maupun studi kasus yang terjadi dilapangan dari berbagai aspek dan perspektif yang berkembang dalam masyarakat.
Articles 53 Documents
Trichoderma dan Kompos Ampas Tahu Meningkatkan Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Jagung Manis (Zea mays L. Saccharata) Aisyah Lubis; Erlita Chaniago; Dermawan Hutagaol; Fachry Gunawan
Jurnal Agrofolium Vol. 2 No. 1 (2022): Februari 2022
Publisher : Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Al Azhar Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Upaya untuk meningkatkan produksi dan kualitas tanaman jagung manis dapat dilakukan dengan beberapa cara, salah satunya dengan cara pemupukan baik pupuk organik maupun pupuk kimia (anorganik). Kecenderungan penggunaan pupuk kimia secara berlebihan dapat menyebabkan pencemaran lingkungan, Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh Trichoderma dan Kompos Ampas Tahu serta interaksinya terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Jagung Manis (Zea mays L. Saccharata). Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan 2 faktor yang diteliti, yaitu Trichoderma (T) 4 taraf dan Kompos Ampas Tahu (A) 3 taraf yang terdiri dari 12 kombinasi dengan 3 ulangan dimana faktor pertama adalah Trichoderma (T) yang terdiri dari 4 taraf yaitu T0 = 0 g tanaman-1, T1 = 10 g tanaman-1, T2 = 20 g tanaman-1, T3 = 30 g tanaman-1. Faktor kedua adalah kompos ampas tahu (A) yang terdiri dari 3 taraf yaitu A0 = 0 kg  plot-1, A1 = 2 kg plot-1, A2 = 4 kg plot-1. Parameter yang diamati adalah tinggi tanaman (cm), Luas daun (cm2) dan berat tongkol berkelobot plot-1 (g). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian Trichoderma berpengaruh tidak nyata terhadap semua parameter. Pemberian kompos ampas tahu berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman dan berpengaruh sangat nyata terhadap luas daun pada umur 6 minggu setelah tanam, tetapi berpengaruh tidak nyata terhadap bobot tongkol per plot. Sedangkan interaksi perlakuan Trichoderma dan kompos ampas tahu berpengaruh tidak nyata terhadap semua parameter.
Penerapan Teknologi Tepat Guna sebagai Salah Satu Aksi Nyata Gerakan Revolusi Mental melalui Pembuatan Kompos Eceng Gondok dan Jerami Padi pada Tanaman Padi Ibrahim Danuwikarsa
Jurnal Agrofolium Vol. 2 No. 2 (2022): Agustus 2022
Publisher : Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Al Azhar Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dibelakangi oleh adanya gerakan revolusi mental sebagai salah satu upaya membangun generasi muda menjadi petani melenial melalui penerapan teknologi tepat guna melalui pembuatan kompos eceng gondok dan jerami padi pada tanaman padi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana proses pengomposan biomasa Jerami padi dan Eceng gondok dengan menggunakan aktivator Agri Simba, EM4, dan MOL Bonggol pisang, serta bagaimana pengaruhnya terhadap kadar hara C, N, P, K. Pengomposan dilaksanakan dengan metode aerob, dan nilai variabel pengamatan diperoleh dari hasil uji laboratorium. Sebagai perlakuan (treatment) ialah : (1) Biomasa Jerami dengan aktivator Agri Simba, (2) Biomasa Jerami dengan aktivator EM4, (3) Biomasa Jerami dengan aktivator MOL bonggol pisang, (4) Biomasa Eceng gondok dengan aktivator Agri Simba, (5) Biomasa Eceng gondok dengan aktivator EM4, (6) Biomasa Eceng gondok dengan aktivator MOL bonggol pisang, (7) Biomasa Jerami + Eceng gondok dengan aktivator Agri Simba, (8) Biomasa Jerami + Eceng Gondok dengan aktivator EM4, (9) Biomasa Jerami + Eceng gondok dengan aktivator MOL bonggol pisang. Hasil penelitian, ketiga aktivator dapat mempersingkat waktu proses pengomposan, dan kadar N, P, K serta C/N ratio kompos memenuhi standar ideal menurut SNI-19-7030-2004, kecuali kadar C yang memenuhi standar ideal hanya yang berbahan biomasa Jerami padi. Sehingga kegiatan ini merupakan aksi nyata yang efektif dalam gerakan revolusi mental terutama bidang ketahanan pangan bidang pertanian. Kata Kunci: Revolusi mental, Petani Milenial, Pengomposan Biomasa, Tanaman Padi.
Pengaruh Tingkat Ketinggian Fruit Trap terhadap Imago Hama Ulat Api pada Tanaman Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) Mhd Yusuf Dibisono; Sulthon Parinduri; Hari Muda
Jurnal Agrofolium Vol. 2 No. 2 (2022): Agustus 2022
Publisher : Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Al Azhar Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hama merupakan binatang perusak tanaman budidaya yang berguna untuk kesejahteraan manusia salah satu jenis hama yang menyerang kelapa sawit adalah hama ulat api yang merupakan ulat pemakan daun kelapa sawit (UPDKS) yang utama serta dapat menimbulkan kerugian, dari hasil percobaan simulasi kerusakan daun yang dilakukan pada kelapa sawit berumur 8 tahun diperkirakan penururnan produksi mencapai 30-40 %. Penggunaan Fruit Trap dengan uji tingkat ketinggian diharapkan mampu memutuskan siklus hidup imago hama ulat api dan juga menjadi salah satu metode pengendalian terpadu. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan ketinggian yang tepat dalam penggunaan Fruit Trap untuk mengendalikan imago hama ulat api. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Non faktorial dengan empat taraf dan enam ulangan sehingga diperoleh 24 satuan penelitian. Dengan 4 perlakuan yaitu : ketinggian Fruit Trap 1 m (T1), ketinggian Fruit Trap 1,2 m (T2), ketinggian Fruit Trap 1,4 m (T3), ketinggian Fruit Trap 1,6 m (T4). Hasil penelitian menunjukkan bahwa uji tingkat ketinggian Fruit Trap berpengaruh sangat nyata dan ketinggian Fruit Trap 1,6 m sebanyak 526 ekor dengan jenis spesies Birthamula chara Swinhoe dan Darna diducta.
Pupuk Cair Daun Lamtoro dan Pupuk Kandang Puyuh terhadap Pertumbuhan dan Produksi Kailan (Brassica oleraceae L.) Decy Azzahra Rizqika; Erlita Erlita; Iwan Hasrizat
Jurnal Agrofolium Vol. 2 No. 2 (2022): Agustus 2022
Publisher : Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Al Azhar Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kailan termasuk dalam kelompok tanaman sayuran daun yang memiliki nilai ekonomi tinggi memiliki prospek yang cukup bagus untuk dibudidayakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pupuk cair daun lamtoro dan pupuk kandang puyuh terhadap pertumbuhan dan produksi kailan. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok faktorial dengan 2 faktor yang diteliti faktor pertama, pupuk cair daun lamtoro (C) terdiri dari 4 taraf yaitu: (C0), tanpa perlakuan (kontrol), (C1),50 ml 950 ml air-1, (C2), 100 ml 900 ml air-1, (C3), 150 ml 850 ml air-1. Faktor kedua adalah pupuk kandang puyuh (U) terdiri dari 3 taraf yaitu: (U0), tanpa perlakuan (kontrol), (U1), 1.1 kg plot-1 , (U2), 2.2 kg plot-1. Hasil peneltian menunjukkan perlakuan pupuk cair daun lamtoro berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, berat segar tanaman per sampel, berat segar tanaman per plot dan luas daun. Perlakuan pupuk kandang puyuh berpengaruh nyata terhadap jumlah daun, berat segar tanaman per sampel, berat segar tanaman per plot, luas daun dan berpengaruh tidak nyata terhadap tinggi tanaman. Sedangkan interaksi pupuk cair daun lamtoro dan pupuk kandang puyuh tidak berpengaruh nyata pada semua parameter pengamatan.
Patogenisitas Trichoderma harzianum terhadap Hama Larva Kumbang Tanduk (Oryctes rhinoceros) pada Tanaman Kelapa Sawit ( Elaeis guineensis Jacq.) di Laboratorium Nurul Fitri Ritonga; Nuraida Nuraida; Asmara Sari
Jurnal Agrofolium Vol. 2 No. 2 (2022): Agustus 2022
Publisher : Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Al Azhar Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hama kumbang tanduk dapat menimbulkan kerusakan lebih dari 25 %, jamur Trichoderma harzianum sebagai salah satu alternatif dalam pengendalian hama kumbang tanduk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan agen hayati T. harzianum dalam mengendalikan hama larva kumbang tanduk (O. rhinoceros) pada Instar III di laboratorium. Penelitian ini dilaksanakan di laboratorium Fakultas Pertanian, Universitas Al-Azhar Jl. Pintu Air IV No. 214 Padang Bulan Medan Johor, Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) non faktorial yang terdiri dari 7 taraf perlakuan dengan 3 ulangan. Perlakuan yang dilakukan sebagai berikut: Kontrol (Tanpa jamur), H1 (15 g 100 ml-1), H2 (25 g 100 ml-1), H3 (35 g 100 ml-1), H4 (45 g 100 ml-1) H5 (55 g 100 ml-1), H6 (65 g 100 ml-1). Hasil penelitian T. harzianum dari isolat tanah, menunjukkan pengaruh nyata pada pengamatan 17, 18, 23, 24 dan 25 HSA, berpengaruh sangat nyata pada 19, 20, 21, 22, 26, 27, 28, 29 dan 30 HSA. Konsentrasi jamur T. harzianum yang paling efektif pada perlakuan H4 (45 g 100 ml -1 Aqua pro injection) dengan Mortalitas larva Oryctes rhinoceros mencapai 83,33%. Waktu yang dibutuhkan untuk mematikan 50% Larva O. rhinoceros 24,760 (23,457-26,301). Konsentrasi penggunaan jamur T. harzianum yang efektif pada perlakuan H4 (45 g 100 ml-1 Aqua pro injection). Waktu tercepat untuk mematikan 50 % Larva O. rhinoceros pada perlakuan H4 dengan konsentrasi 45 g 100 ml -1 Aqua pro injection.
Respon Pemberian Mulsa Ampas Tebu Dan Pupuk Organik Cair Cangkang Kerang terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Pakcoy (Brassica Rapa Chineensis L.) iwan hasrizat; Nuraida Nuraida; Iswahyuni Iswahyuni
Jurnal Agrofolium Vol. 2 No. 2 (2022): Agustus 2022
Publisher : Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Al Azhar Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Respon Pemberian Mulsa Ampas Tebu Dan Pupuk Organik Cair Cangkang Kerang Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi Tanaman Pakcoy (Brassica rapa chineensis L.). Bertujuan untuk mengetahui respon pemberian mulsa ampas tebu dan pupuk organik cair cangkang kerang serta interaksi mulsa ampas tebu dan pupuk organik cair cangkang kerang terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman pakcoy (Brassica rapa chineensis L.) Penelitian dilaksanakan di Desa Teluk Piai. Kecamatan Kualuh Hilir. Provinsi Sumatera Utara. pada bulan Januari sampai bulan Maret 2022. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial dengan 2 faktor yang diteliti dan 3 ulangan dimana faktor pertama adalah mulsa ampas tebu (T) yang terdiri dari 3 taraf yaitu T0 = (tanpa mulsa ampas tebu). T1 = (1.5 kg plot -1). T2 = (3 kg plot -1). Faktor kedua adalah pupuk organik cair cangkang kerang (K) terdiri dari 3 taraf yaitu K0 = (tanpa pupuk organik cair cangkang kerang). K1 = (25 ml liter air -1). K2 = (50 ml liter air -1). Hasil peneltian menunjukkan bahwa pemberian mulsa ampas tebu berpengaruh sangat nyata terhadap parameter tinggi tanaman. luas daun. bobot pakcoy per sampel. dan bobot pakcoy per plot. Pemberian pupuk organik cair cangkang kerang berpengaruh sangat nyata terhadap parameter luas daun. bobot pakcoy per sampel. bobot pakcoy per plot. berpengaruh nyata terhadap parameter tinggi tanaman. pada perlakuan Interaksi berpengaruh sangat nyata terhadap parameter luas daun. namun
Aplikasi Pupuk Organik Cair Kulit Pisang dan Pupuk Anorganik NPKMg terhadap Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit (Elaeis Guineensis Jacq) di Pre Nursery Aisyah Lubis; Farida Hariani; Sutrisno Sutrisno
Jurnal Agrofolium Vol. 2 No. 2 (2022): Agustus 2022
Publisher : Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Al Azhar Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan produksi kelapa sawit yang cenderung meningkat tersebut memerlukan kecukupan bibit yang berkualitas dalam jumlah banyak. Bibit yang berkualitas diperoleh melalui kegiatan pemeliharaan yang baik. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh aplikasi pupuk organik cair kulit pisang dan pupuk anorganik NPKMg terhadap pertumbuhan bibit Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq) di pre nursery. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial, dengan dua faktor yang diuji dimana faktor pertama adalah pupuk organik kulit pisang yang terdiri dari 4 taraf yaitu P0 = kontrol (tanpa POC kulit pisang) P1 = 80 ml polybag -1, P2 = 100 ml polybag-1 , P3 = 120 ml polybag-1 . Faktor kedua adalah pupuk NPKMg terdiri dari 3 taraf yaitu N0 = kontrol (tanpa pupuk NPKmg), N1 = 0.2 g 50 ml-1 air polybag -1, N2 = 0.4 g 50 ml -1 air polybag-1. Parameter yang diamati adalah tinggi tanaman (cm), bobot kering tajuk (g), bobot kering akar (g). Hasil peneltian menunjukkan bahwa aplikasi pupuk organik cair kulit pisang berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun umur 8 dan 12 MST, bobot kering tajuk dan bobot kering akar. Aplikasi pupuk NPKMg berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi tanaman, bobot kering tajuk dan bobot kering akar,. sedangkan interaksi pupuk organik cair kulit pisang dan pupuk NPKMg berpengaruh tidak nyata terhadap semua parameter
Efektifitas Ekstrak Biji Mahoni dan Buah Mengkudu terhadap Mortalitas Larva Kumbang Tanduk di Laboratorium Bima Nurcahya; Nuraida Nuraida; Nurma Ani
Jurnal Agrofolium Vol. 2 No. 2 (2022): Agustus 2022
Publisher : Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Al Azhar Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kumbang O. rhinoceros merupakan hama utama peyerang tanaman kelapa sawit di Indonesia. Serangan O. rhinoceros dapat menurunkan tandan buah segar pada panen tahun pertama hingga 60% dan menimbulkan kematian pada tanaman muda hingga 25%. Untuk mengurangi dampak negatif perlu dilakukan pengendalian dengan Memanfaatkan bahan tumbuhan sebagai pestisida atau insektisida nabati Biji Mahoni dan Buah mengkudu. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektifitas ekstrak biji mahoni dan buah mengkudu terhadap mortalitas kumbang tanduk. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) Non Faktorial yang terdiri 4 perlakuan yaitu 0 ml,5ml,10ml,15ml setiap konsentrasi diulang sebanyak 3 kali dan setiap ulangan berisi 10 larva kumbang tanduk. Ekstrak biji mahoni dan buah mengkudu berpengaruh nyata terhadap mortalitas larva kumbang tanduk
Patogenisitas Jamur Trichoderma viride terhadap Hama Larva Kumbang Tanduk pada Tanaman Kelapa Sawit Minalpi Sidabutar; Nuraida Nuraida; Ahmad Sofian
Jurnal Agrofolium Vol. 2 No. 2 (2022): Agustus 2022
Publisher : Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Al Azhar Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hama kumbang tanduk merupakan hama penting tanaman kelapa sawit yang menimbulkan kerugian cukup besar dan menyerang tanaman kelapa sawit di seluruh Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan jamur T. viride dengan dosis yang berbeda untuk mengendalikan hama larva kumbang tanduk. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Fakultas Pertanian Universitas Al-Azhar, Medan, Sumatera Utara dari Maret sampai April 2021. Penelitian ini menggunakan metode rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari 1 faktor jamur T. viride dengan 7 taraf perlakuan yaitu: (V0), kontrol, (V1),10g 10L-1 aqua pro injection, (V2), 20g 10L-1 aqua pro injection, (V3), 30g 10L-1 aqua pro injection, (V4), 40g 10-1L aqua pro injection, (V5), 50g 10L-1 aqua pro injection, (V6), 60g 10L-1 aqua pro injection. Hasil penelitian menunjukan konsentrasi jamur entomopatogen Trichoderma viride yang paling efektif pada perlakuan V6), 60g 10L-1 aqua pro injection mencapai (91,67%) mortalitas larva O. rhinoceros dengan waktu yang dibutuhkan untuk mematikan 50% Larva O. rhinoceros dengan kisaran waktu 15 hari.
Insektisida Nabati Biji Pinang dan Kulit Jeruk Nipis untuk Mengendalikan Larva Kumbang Tanduk di Laboratorium Lulu Ulfa Sari; Nuraida Nuraida; Dermawan Hutagaol
Jurnal Agrofolium Vol. 2 No. 2 (2022): Agustus 2022
Publisher : Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Al Azhar Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kendala yang dihadapi dalam pembudidayaan kelapa sawit adalah serangga kumbang tanduk, serangga utama tanaman kelapa sawit yang menurunkan hasil sebesar 60% pada saat panen pertama dan menyebabkan kematian sebesar 25% pada tanaman belum menghasilkan. Pengendalian yang dapat dilakukan yaitu dengan memanfaatkan tanaman pinang dan jeruk nipis yang berpotensi sebagai insektisida nabati. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh konsentrasi ekstrak biji pinang dan kulit jeruk nipis yang efektif untuk mengendalikan larva kumbang tanduk pada tanaman kelapa sawit. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Fakultas Pertanian Universitas Al-Azhar, Medan, Sumatera Utara dari Maret sampai April 2021. Penelitian ini menggunakan metode rancangan acak lengkap (RAL) faktorial dengan dua faktor dan 3 ulangan yaitu: ekstrak biji pinang terdiri dari 3 taraf , (P0), kontrol, (P1), 30 ml L-1, (P2), 60 ml L-1. Ekstrak kulit jeruk nipis terdiri dari 4 taraf, (J0), kontrol, (J1), 20 ml L-1, (J2), 40 ml L-1, (J3), 60 ml L-1. Hasil penelitian menunjukan ekstrak biji pinang dengan konsentrasi (P2), 60 ml L-1 merupakan yang paling efektif dengan persentase mortalitas (97.50%). Ekstrak kulit jeruk nipis dengan konsentrasi (J3), 60 ml L-1 merupakan yang paling efektif dengan persentase mortalitas (87.78%).