cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian
ISSN : 2303386X     EISSN : -     DOI : -
Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian merupakan media untuk publikasi tulisan asli berkaitan dengan teknologi pangan dan keteknikan pertanian secara luas, yang diterbitkan atas kerjasama antara Program Studi Ilmu dan Teknologi Pangan dan Program Studi Keteknikan Pertanian Fakultas Pertanian USU.
Arjuna Subject : -
Articles 593 Documents
UJI JUMLAH MATA PISAU PADA ALAT PEMOTONG ASAM GELUGUR (Test of Number of Knife’ Edge of Asam Gelugur Slicer Supervised) Sejahtera Surbakti; Achwil Putra Munir; Nazif Ichwan
Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian Vol 5, No 4 (2017): Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (132.054 KB)

Abstract

ABSTRACT This research was aimed to test the number of knife’ edge of asam gelugur slicer. The research was conducted to determine the number of knife’ edge to get optimal effectiveness and efficiency of the equipment, the percentage of damaged material and the percentageof material deposited on the equipment. The research was conducted at the Laboratory of Faculty of Agriculture, Agriculture Engineering, University of North Sumatera in Feberuary-March 2016 using non-factorial randomized block design with number of knife’ edges of 1, 2 and 3. Observed parameters were the effective capacity of the slicer, the percentage of damaged material, the efficiency of equipment and the percentage of material deposited on the slicer. The results showed that the number of knife’ edge had significantly affected the effective capacity ang had no effect on the percentage of damaged material, efficiency of equipment and the percentageof material deposited on equipment. The highest effective capacity was obtained on 2 knife’ edges i.e 1132,14 kg/hour with the percentage of damaged material was 15%, efficiency of the equipment was 81,0% and the percentageof material deposited on the equipment was 0,24%. Keywords : Asam Gelugur , Knife Edge, Slicer ABSTRAK   Penelitian ini adalah uji jumlah mata pisau pada alat pemotong asam gelugur (Garcinia Atroviridis griff).Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui jumlah mata pisau yang baik hingga mendapatkan efektifitas dan efisiensi alat yang optimal, serta persentase kerusakan pemotongan dan persentase bahan tertinggal yang rendah. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Keteknikan Pertanian Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara pada Februari-Maret 2016 menggunakan rancangan acak lengap non faktorial yaitu jumlah mata pisau 1, 2 dan 3 mata pisau. Parameter yang diamati adalah kapasitas efektif alat, persentase kerusakan pemotongan, efisiensi alat dan persentase bahan tertinggal pada alat.Hasil penelitian menunjukkan jumlah mata pisau memberikan pengaruh berbeda sangat nyata terhadap kapasitas efetif alat dan berbeda tidak nyata terhadap persentase kerusakan pemotongan, efisiensi alat serta persentase bahan tertinggal. Jumlah mata pisau yang terbaik dari hasil pengujian ini adalah pada mata pisau 2 yaitu kapasitas efektif alat sebesar 1132,14 kg/jam dengan persentase kerusakan pemotongan 15%, efisiensi alat 81,0% serta persentase bahan tertinggal pada jumlah mata pisau 2 sebesar 0,24%.   Kata kunci: Asam Gelugur , Mata pisau, Pemotong
KAJIAN POTENSI PRODUKSI PADI DAERAH IRIGASI PERSAGUAN DI KECAMATAN PANEI KABUPATEN KABUPATEN SIMALUNGUN (The Study of Rice Potential Production on Parsaguan Irrigation Fields in Panei District Simalungun Regency) Tridolan F. Saragih; Sumono Sumono; Nazif Ichwan
Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian Vol 5, No 4 (2017): Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (152.861 KB)

Abstract

ABSTRACT Panei  district is Rice Production area in Simalungun Regency which served by technical irrigation system with target of rice productivity can reach its production potential. Achievement of the target was evaluated based on rice production target in the period of 2011-2014. As indicators of research were irrigated land, harvest area, productivity and production target. The results showed that the average of potential production was 7,53 ton/ha, the average of productivity was 5,43 ton/ha, the average ratio between irrigation field and crops field was 2,13 and the rice  production target  was 70,48 %. Key Word: Rice, Production target, Irrigation, Persaguan ABSTRAK   Kecamatan Panei merupakan daerah penghasil beras di Kabupaten Simalungun yang dilayani oleh sistem irigasi teknis dengan target produktifitas padi yang dihasilkan dapat mencapai potensi produksinya. Ketercapaian target tersebut dievaluasi berdasarkan aras pencapaian produksi padi periode 2010-2014. Adapun indikator penelitiannya adalah luas lahan sawah beririgasi, luas panen, produktifitas dan aras pencapaian produksi. Hasil penelitian menunjukkan potensi produksi rata-rata 7,53 ton/ha, produktifitas rata-rata 5,43 ton/ha, nisbah luas panen dengan luas irigasi rata-rata 2,13, dan Aras pencapaian produksi rata-rata  70,48 %.   Kata Kunci: padi, aras pencapaian produksi, irigasi, Persaguan
PROGRAM SIMULASI PENGELOLAAN TRAKTOR UNTUK PENGOLAHAN TANAH DI LAHAN SAWAH (STUDI KASUS : KECAMATAN PERBAUNGAN KABUPATEN SERDANG BEDAGAI) (Simulation Program of Tractor Management for Paddy Fields Tillage Case Study:Perbaungan District Serdang Bedagai Reg Serinita Barus; Taufik Rizaldi; Saipul Bahri Daulay
Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian Vol 5, No 4 (2017): Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (197.468 KB)

Abstract

ABSTRACT Rent cost determination of hand tractor in Perbaungan District is still in manual system that will make farmer who serve rental tractor service for paddy fields tillage can’t determine the appropriate rent cost and can’t do feasibility analysis for this business . This research was aimed to get a simulation program based on computer that will help farmer found informations of hand tractor management for paddy field tillage. This simulation was designed to be user oriented, using Visual Basic 2010 programming language and Microsoft Access 2007 database system. This research was done in Mei until August 2016 in Melati II, Tualang and Lubuk Bayas villages. Based on the results of simulation calculation, it was found that rent cost of hand tractor for three farmer groups in Melati II village were Rp.624.975/Ha, Rp.581.454/Ha and Rp.624.975/Ha respectively. In Tualang were Rp.574.575/Ha, Rp.550.425/Ha and Rp.594.975/Ha respectively. In Lubuk Bayas were Rp.597.886/Ha, Rp.581.437/Ha and Rp.625.725/Ha respectively.   Keywords: Handtractor, Rent Cost, Simulation ABSTRAK   Penentuan biaya sewa traktor di Kecamatan Perbaungan masih menggunakan cara yang manual sehingga petani yang menyediakan jasa penyewaan traktor untuk pengolahan lahan sawah tidak dapat menentukan biaya sewa yang sesuai dan melakukan analisis kelayakan usaha tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan suatu simulasi berbasis komputer yang dapat membantu petani untuk memperoleh informasi dalam pengelolaan traktor tangan untuk pengolahan lahan sawah. Simulasi ini dirancang berorientasikan pada user menggunakan bahasa pemrograman Visual Basic 2010 dan sistem basis data Microsoft Access 2007. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei sampai Agustus 2016 di Desa Melati II, Tualang dan Lubuk Bayas. Berdasarkan hasil perhitungan simulasi diperoleh biaya sewa untuk tiga kelompok tani di Desa Melati II yaitu sebesar Rp. 624.975/Ha, Rp. 581.454/Ha dan Rp. 624.975/Ha. Kelurahan Tualang sebesar Rp. 574.575/Ha, Rp. 550.425/Ha danRp. 594.975/Ha. Desa Lubuk Bayas sebesar Rp. 597.886/Ha, Rp. 581.437/Ha dan Rp. 625.725/Ha.   Kata Kunci: Biaya Sewa, Simulasi, Traktor Tangan
PEMBUATAN ARANG AKTIF MENGGUNAKAN PELEPAH KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacq) (Manufacture of Activated Carbon Using Palm Stem (Elaeis gunensis jacq)) Muhammad Adli Resya; Saipul Bahri Daulay; Ainun Rohanah
Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian Vol 5, No 4 (2017): Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (141.817 KB)

Abstract

ABSTRACT Some research proved that activated carbon could be made from organic materials that have very high carbon percentage. Biomass material from palm plant can be used. The existing research of activated carbon from palm tree was limited of palm shell.In fact, there are many part of palm tree can be useful, like palm stem. Indonesia has been the largest  palm plant country in the world with 6.700.000ha areas in 2008.Palm stem has been abundant and can be used as an alternative material to make its value higher. The research for preparation of activated carbon frompalm stem that had the best result was using by HCl 0,2 M, activator wite 100 mesh and activation period of 24 hours. In industrial process, activate with carbon is used for deodorizing, adsorbs taste, colours and organic contaminant. Testing for active carbon in this research was based on activated carbon quality standard  Standar Nasional Indonesia No 06 – 3730-1995. Key word : Active Carbon, Palm Stem ABSTRAK   Hasil penelitian membuktikan bahwa arang aktif dapat dibuat dari bahan organik yang mengandung kadar karbon tinggi. Limbah biomassa dari tanaman kelapa sawit merupakan salah satu alternatif yang dapat digunakan. Dari sejumlah penelitian yang telah dilakukan, penelitian karbon aktif dari tanaman kelapa sawit terbatas pada bahan baku cangkang sawit. Padahal, masih banyak bagian dari tanaman kelapa sawit yang dapat dimanfaatkan untuk pembuatan karbon aktif, salah satunya adalah pelepah kelapa sawit. Mengingat Indonesia diperkirakan memiliki areal pohon kelapa sawit terluas di dunia, sekitar 6.700.000 ha pada tahun 2008, maka pelepah kelapa yang tersedia melimpah dapat digunakan sebagai bahan alternatif yang memberikan nilai ekonomi lebih. Pada penelitian ini, karbon aktif terbaik diperoleh  dengan menggunakan aktivator HCl 0,2 M, ukuran karbon 100 mesh dan lama aktivasi 24 jam. Dalam dunia industri karbon aktif ini umumnya digunakan untuk menghilangkan bau, rasa, warna, dan kontaminan organik lainnya. Pengujian yang dilakukan penelitian ini didasarkan pada syarat mutu karbon aktif sesuai Standar Industri Indonesia     No 06 – 3730-1995.   Kata kunci : Karbon Aktif, Pelapah Kelapa Sawit
SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN UNTUK MENENTUKAN KELAYAKAN USAHA BUDIDAYA PERTANIAN PALAWIJA (Decision Support System to Determine Horticultural Farm Feasibility) Edo Yohansen Dalimunthe; Lukman Adlin Harahap; Adian Rindang
Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian Vol 5, No 4 (2017): Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (166.874 KB)

Abstract

ABSTRACT When running farm business, farmers often do not know whether their farm will gain profit or not and how much the estimation of the profit that can be gained. Things like that happened because they are not doing business investation analysis previously or in this case farm business analysis to find out their farm feasibility. These things often are not done because farmers do not know how to do farm feasibility analysis or if they knew, it would take much time to do it manually. Decision Support System to Determine Palawija Farm Feasibility was made so the farmers can do farm business feasibility analysis easily and quickly. Decision Support System to Determine Palawija Farm Feasibilitywas made in android smartphone application. The farm analysis consisted of Break Even Point (BEP), Return Cost Ratio (R/C), Net Present Value (NPV) and Internal Rate of Return (IRR). Keywords: Business Feasibility Analysis, Decision Support System, Farm ABSTRAK Ketika melakukan usaha tani, petani sering kali tidak mengetahui apakah usaha tani yang dilakukannya akan menghasilkan keuntungan atau tidak dan berapa perkiraan keuntungan yang dapat diperoleh. Hal ini dikarenakan petani tidak lebih dahulu melakukan analisis investasi bisnis atau dalam hal ini analisis usaha tani untuk mengetahui kelayakan usaha taninya. Sering kali hal ini tidak dilakukan karena petani tidak mengetahui cara melakukan analisis kelayakan usaha tani tersebut atau jika petani tersebut mengetahui analisis kelayakan usaha tani, maka akan memakan waktu lama jika dilakukan penghitungan manual. Sistem Pendukung Keputusan untuk Menentukan Kelayakan Usaha Budidaya Pertanian Palawija dibuat agar petani dapat melakukan analisis kelayakan usaha taninya secara mudah dan cepat. Sistem Pendukung Keputusan untuk Menentukan Kelayakan Usaha Budidaya Pertanian Palawija dibuat dalam bentuk aplikasi smartphone android. Adapun analisis usaha tani yang dilakukan adalah Break Even Point (BEP), Return Cost Ratio (R/C), Net Present Value (NPV) dan Internal Rate of Return (IRR).   Kata kunci: Analisis Kelayakan Usaha, Sistem Pendukung Keputusan, Usaha Tani
UJI KARAKTERISTIK FISIK BENANG PAKAN BERBAHAN DASAR SERAT ALAMI TANAMAN LIDAH MERTUA (Sansevieria cylindrica) (Physical Characteristics Test of Yarn Feed Made from Natural Sansevieria (Sansevieria cylindrica) Fibers) Annisa Puti Andini; Ainun Rohanah; Sulastri Panggaben
Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian Vol 5, No 4 (2017): Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (148.159 KB)

Abstract

ABSTRACT Sansevieria fiber has a fiber characteristics that are not easily fragile, shiny and long, and also have a tensile strength and fineness value high enough so that it can be used as the weft in the manufacture of woven fabrics. The research was aimed to determine the physical characteristics of the fiber of Sansevieria cylindrica with and without the addition of NaOH solution on their tensile strength test, test of the fineness (number of threads) and  brightness level test. Results of the research indicated that the Sansevieria fiber produced different physical characteristics in each treatment with and without solution of 5% NaOH and 10% NaOH. The highest tensile strength value of Sansevieria fibre was on the without NaOH treatment (water retting), i.e 286 grams. The highest fineness value was on the treatmeant with addition of 10% NaOH i.e 8,8803 tex or 66,6636 Ne1. The highest brightness value of Sansevieria fibre was on the without NaOH treatment i.e 75.19%. Key words: Sansevieria fiber, feed yarn, NaOH, physical characteristics. ABSTRAK   Serat Sansevieria memiliki karakteristik serat yang tidak mudah rapuh, mengkilat dan panjang serta mempunyai nilai kekuatan tarik dan kehalusan yang cukup tinggi sehingga dapat dimanfaatkan sebagai benang pakan pada proses pembuatan kain tenun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik fisik serat Sansevieria cylindrica dengan dan tanpa penambahan larutan NaOH terhadap uji kekuatan tarik, uji kehalusan (nomor benang) dan uji tingkat kecerahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa serat Sansevieria menghasilkan karakteristik fisik yang berbeda pada masing-masing perlakuan dengan dan tanpa larutan NaOH 5% dan NaOH 10%. Nilai kekuatan tarik terbesar pada serat Sansevieria terdapat pada perlakuan tanpa NaOH (perendaman dengan air) yaitu 286 gram. Nilai kehalusan terbesar pada serat Sansevieria terdapat pada perlakuan penambahan NaOH 10% yaitu 8,8803 tex atau 66,6636 Ne1. Nilai kecerahan terbesar pada serat Sansevieria terdapat pada perlakuan tanpa NaOH yaitu 75,19%. Kata kunci: serat Sansevieria, benang pakan, NaOH, karakteristik fisik.
UJI BEBAN KERJA TERHADAP KINERJA ALAT PEMERAS SANTAN SISTEM SCREW PRESS (Test of workload on performance of Screw Press Coconut Milk Extractor) Elvianty Brahmana; Saipul Bahri Daulay; Sulastri Panggaben
Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian Vol 5, No 4 (2017): Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (137.031 KB)

Abstract

ABSTRACT Coconut plant which is the plant which has high economic value because all part of the tree can be utilized. One of the utilization is grated coconut to taking the milk. Milk of coconut is being used as additive to delicious the  food. Extraction of milk coconut can be done with two ways: manually and using the extractor. The coconut milk extractor worked by entering shredded coconut into hopper and then carried to ward tubular filter contained  screw press and the milk is produced and the dregs comes out separately. This research was conducted by literature study, testing euipment and parameters observation. Parameters measured were effective capacity, yield, organoleptic test and economic analisis. The result showed that the workload was not significantly affected the effective capacity, yield and organoleptic test. Key words: Workload, Coconut Milk Extractor, Performance of Tool, Screw Press. ABSTRAK   Tanaman kelapa adalah salah satu tanaman bernilai ekonomis tinggi karena hampir semua bagian dari tanaman ini dapat dimanfaatkan. Salah satu hasil pemanfaatannya adalah pengolahan daging buah yang diparut untuk mendapatkan santan. Santan banyak digunakan sebagai bahan tambahan untuk menyedapkan masakan. Ekstraksi santan dapat dilakukan secara manual maupun menggunakan mesin pemeras santan. Mesin pemeras santan ini mempunyai prinsip kerja dengan memasukkan kelapa parut ke dalam saluran pemasukan, kemudian kelapa parut akan terdorong oleh ulir pembawa menuju saringan sehingga menghasilkan ampas dan santan yang terpisah. Penelitian ini bertujuan untuk menguji beban kerja efisien pada kinerja alat pemeras santan sistem screw press dengan menggunakan kelapa parut sebagai bahan bakunya. Penelitian dilakukan dengan cara studi literatur, pengujian alat dan pengamatan parameter. Parameter yang diamati adalah kapasitas efektif alat, rendemen, uji organoleptik serta analisis ekonomi. Hasil penelitian menunjukan bahwa beban kerja berpengaruh tidak nyata terhadap kapasitas efektif alat, rendemen serta uji organoleptik. Kata kunci: Beban Kerja, Pemeras Santan, Kinerja Alat, Screw Press.
UJI BEBAN KERJA TERHADAP KINERJA ALAT PENUMBUK MEKANIS (Test of The Effect of Workload on Performance of Mechanical Pestle) Ermida Yanti; Ainun Rohanah; Nazif Ichwan
Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian Vol 5, No 4 (2017): Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (152.82 KB)

Abstract

ABSTRACT Shrimp paste is a kind of fermented fish or shrimp that only have salting treatment and then left for several days in order to allow fermentation process happened. This research was purposed to examine the effect of workload on the performance of mechanical pestle. This research was by literature study, testing equipment and parameters obsevation. Parameters measured were effective capacity, percentage of missing ingredients, diesel fuel consumption and water content. The results showed that the workload had significantly affected the effective capacity, diesel fuel consumption and water content and not significantly affected percentage of missing ingredients. Key words: Mechanical pestle, workload, shrimp paste ABSTRAK   Terasi adalah salah satu produk hasil fermentasi ikan atau udang yang hanya mengalami perlakuan penggaraman, kemudian dibiarkan beberapa hari agar terjadi proses fermentasi. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh beban kerja terhadap kinerja alat penumbuk mekanis. Penelitian ini dilakukan dengan cara studi literatur, pengujian alat dan pengamatan parameter. Parameter yang diamati adalah kapasitas efektif alat, persentase bahan yang hilang, konsumsi bahan bakar solar dan kadar air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa uji beban berpengaruh nyata terhadap kapasitas efektif alat, konsumsi bahan bakar solar dan kadar air dan berpengaruh tidak nyata terhadap persentase bahan yang hilang. Kata kunci: Alat penumbuk mekanis, beban kerja, terasi
IDENTIFIKASI KEMATANGAN BUAH JAMBU BIJI MERAH (Psidium guajava) DENGAN TEKNIK JARINGAN SYARAF TIRUAN METODE BACKPROPAGATION (Identification of Guava Maturity with Artificial Neural Network Backpropagation Method) Fahmil Ikhsan Hidayat; Lukman Adlin Harahap; Sulastri Panggaben
Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian Vol 5, No 4 (2017): Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (233.8 KB)

Abstract

ABSTRACT Identification of guava maturity is generally done manually by the farmers. Fruit seen visually by eyes and responded to by the brain to distinguish the level of maturity. In large quantities it will be difficult to maintain the performance of the brain due to the fatigue factor. This study was a non-conventional method of measurement that used digital image processing to produce data that will be processed by  artificial neural networks and then processed using computer software that can be used to determine the level of maturity of guava. Guava are identified based on the histrogram input image color ( RGB ) that obtained from the results of the capture which then application built by using Visual Basic software. Some sample of the learning pattern guava data had different weighted values ​​as input to the neural network by using backpropagation method to distinguish raw, ripe and rotten fruits. This identification system was capable to identify the entire category of fruit which were 83.3 % correct identification. From the identification that had been done, resulting the identification of the three outputs 85 % ripe guava, over ripe  75 %, and 90 % raw. Results of the identifications were affected by the shooting fruit process. Key words : Artificial Neural Network, Image processing, backpropagation, Identification, maturity, guava ABSTRAK   Identifikasi kematangan buah jambu biji merah umumnya dilakukan secara manual oleh petani. Buah dilihat secara visual oleh mata lalu direspon oleh otak untuk membedakan tingkat kematangannya. Dalam jumlah yang besar akan sulit untuk menjaga kinerjanya dikarenakan faktor keletihan dari otak tersebut.  Penelitian ini menggunakan metode pengukuran yang bersifat non-konvensional yaitu menggunakan pengolahan citra digital (image processing) menghasilkan data yang akan diproses secara pelatihan dengan jaringan syaraf tiruan (artificial neural network) kemudian diolah dengan menggunakan perangkat lunak komputer sehingga dapat digunakan untuk menentukan tingkat kematangan buah jambu biji merah. Buah jambu biji merah dapat diidentifikasi berdasarkan input histogram warna citra (RGB) yang didapat dari hasil pengambilan gambar terlebih dahulu yang dimana kemudian dibangun bentuk aplikasi dengan menggunakan perangkat lunak visual basic. Dari beberapa sampel pelatihan, pola data tingkat kematangan buah jambu biji merah memiliki bobot nilai yang berbeda digunakan sebagai input pada jaringan syaraf tiruan dengan metode backpropagation untuk membedakan buah mentah, matang dan busuk. Sistem identifikasi ini mampu mengenali seluruh kategori buah dengan tingkat keberhasilan identifikasi kebenaran 83.3%. Dari hasil identifikasi yang telah dilakukan menghasilkan tiga output identifikasi yaitu jambu matang  85%, lewat matang 75%, dan mentah 90%. Hasil identifikasi ini dipengaruhi oleh kondisi dari cara pengambilan gambar buah.   Kata Kunci : Backpropagation, Identifikasi, kematangan, Jambu Biji Merah, Jaringan Syaraf Tiruan, Pengolahan Citra,
UJI VARIASI DIAMETER LUBANG SARINGAN PADA ALAT PEMBUAT SARI KEDELAI (GLYCINE MAX) (Test of Several Filter Hole Diameter of Soymilk Maker From Soybean (Glycine max) Irzal Irzal; Ainun Rohanah; Nazif Ichwan
Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian Vol 5, No 4 (2017): Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (157.592 KB)

Abstract

ABSTRACT Soybean is a shrubs has been cultivated in Indonesia. Some products of soybean are tempeh, ice cream, Soymilk, Soybean flour, soybean oil, animal feed and material for industry. Hole Filter is one of the main components on soymilk maker, where hole filter act as a filter of soy juice, so that soymilk become perfect. This research was aimed to examine several of filter hole diameter on  soymilk maker. Parameters observed were effective capacity of the equipment, yield and water content of soybean dregs. The results of this research showed that the capacity of the equiptment with 3 mm diameter was 6.27 kg/h, while for the 2.5 mm diameter was 5.67 kg/h. And for the 2 mm diameter was 4.77 kg/h. The yield obtained on soymilk maker with 3 mm diameter was 51,07 %,  for the 2.5 mm diameter was 46.4% , and for the 2 mm diameter was 41,87%. The water content of soybean dregs on 3 mm diameter was 27.4%, for the 2.5 mm diameter was  28.87%, and the water content of soybean dregs wiht 2 mm diameter was 30.76%. Keywords : Filter Hole, Soymilk Maker. ABSTRAK   Kedelai merupakan komoditas pangan yang telah lama di budidayakan di Indonesia. Beberapa produk yang dihasilkan antara lain tempe, es krim, susu kedelai, tepung kedelai, minyak kedelai, pakan ternak, dan bahan baku industri.Lubang saringan merupakan salah satu komponen utama pada alat pembuat sari kedelai, dimana lubang saringan berperan sebagai penyaring sari kedelai sehingga sari kedelai menjadi sempurna.Penelitian ini bertujuan untuk menguji Variasi diameter lubang saringan pada alat pembuat sari kedelai. Parameter yang diamati adalah Kapasitas efektif alat, Rendemen, dan Kadar air ampas kedelai. Hasil penelitian ini menunjukkan kapasitas alat pada lubang saringan berdiameter 3 mm adalah sebesar 6,27 kg/jam, pada lubang saringan berdiameter 2,5 mm adalah sebesar 5,67 kg/jam, dan pada lubang saringan berdiameter 2 mm adalah sebesar 4,77 kg/jam. Rendemen yang didapat pada alat pembuat sari kedelai dengan menggunakan lubang saringan berdiameter 3 mm adalah sebesar 51,07%, pada lubang saringan berdiameter 2,5 mm adalah sebesar 46,4 %, dan pada lubang saringan berdiameter 2 mm adalah sebesar 41,87%. Kadar air ampas kedelai pada lubang saringan berdiameter 3 mm adalah sebesar 27,4%, pada lubang saringan berdiameter 2,5 mm adalah sebesar 28,87%, dan pada lubang saringan berdiameter 2 mm adalah sebesar 30,76%.   Kata kunci : Alat Pembuat Sari Kedelai, Lubang Saringan.

Filter by Year

2013 2019


Filter By Issues
All Issue Vol 7, No 4 (2019): Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian Vol 7, No 3 (2019): Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian Vol 7, No 2 (2019): Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian Vol 7, No 1 (2019): Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian Vol 6, No 4 (2018): Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian Vol 6, No 3 (2018): Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian Vol 6, No 2 (2018): Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian Vol 6, No 1 (2018): Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian Vol 5, No 4 (2017): Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian Vol 5, No 3 (2017): Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian Vol 5, No 2 (2017): Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian Vol 5, No 1 (2017): Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian Vol 4, No 4 (2016): Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian Vol 4, No 3 (2016): Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian Vol 4, No 2 (2016): Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian Vol 4, No 1 (2016): Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian Vol 3, No 4 (2015): Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian Vol 3, No 3 (2015): Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian Vol 3, No 2 (2015): Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian Vol 3, No 1 (2015): Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian Vol 2, No 4 (2014): Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian Vol 2, No 3 (2014): Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian Vol 2, No 2 (2014): Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian Vol 2, No 1 (2014): Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian Vol 1, No 4 (2013): Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian Vol 1, No 3 (2013): Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian Vol 1, No 2 (2013): Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian Vol 1, No 1 (2013): Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian More Issue