cover
Contact Name
-
Contact Email
ijc@mail.unnes.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
ijc@mail.unnes.ac.id
Editorial Address
Sekaran, Kec. Gn. Pati, Kota Semarang, Jawa Tengah 50229
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Indonesian Journal of Conservation
ISSN : -     EISSN : 27146189     DOI : https://doi.org/10.15294/ijc
Core Subject : Education,
All manuscripts submitted to this journal must follow focus and scope and author guidelines of this journal. The submitted manuscripts must address scientific merit or novelty appropriate to the focus and scope. All manuscripts must be free from plagiarism contents. All authors are suggested to use plagiarism detection software to do the similarity checking. Editors check the plagiarism detection of articles in this journal by using a Turnitin software.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 32 Documents
KEPEMIMPINAN PEREMPUAN DALAM MERESPON DAMPAK PERUBAHAN IKLIM DI JAWA TENGAH: AGEN ADAPTASI, KETAHANAN SOSIAL-EKOLOGIS, DAN POLITIK PERUBAHAN IKLIM Puji Lestari; M Fikri Amrullah; Sanita Carolina Sasea; Arvangga Oktadian Krisbiyantoro
Indonesian Journal of Conservation Vol. 15 No. 01 (2026): Juni 2026
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijc.v15i01.54082

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi kepemimpinan perempuan dalam merespons dampak perubahan iklim, serta mengevaluasi implementasi kebijakan adaptasi iklim di Jawa Tengah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang diperoleh melalui observasi lapangan, wawancara mendalam, serta studi dokumentasi terhadap visi-misi Pilkada 2024, dokumen Program Kampung Iklim (ProKlim), RPJMD, dan berbagai kebijakan terkait. Lokasi penelitian meliputi Kota Semarang, Kabupaten Demak, dan Kabupaten Kendal sebagai wilayah pesisir Jawa Tengah yang rentan terhadap perubahan iklim. Hasil penelitian menunjukkan; (1) isu perubahan iklim telah masuk dalam diskursus politik lokal, namun belum menjadi agenda strategis pembangunan daerah. Temuan ini menunjukkan adanya climate politics gap, yaitu kesenjangan antara realitas ekologis yang dihadapi masyarakat pesisir dan prioritas agenda politik daerah. (2) perempuan berperan sebagai agen sekaligus climate leaders melalui kegiatan konservasi mangrove, penguatan ekonomi rumah tangga, pengelolaan Program Kampung Iklim (ProKlim), pengembangan usaha mikro, serta pengorganisasian komunitas. Perempuan tidak hanya berkontribusi pada perlindungan lingkungan, tetapi juga membangun ketahanan sosial-ekologis (social-ecological resilience) melalui penguatan jaringan sosial, ketahanan ekonomi keluarga, dan solidaritas komunitas. Meskipun demikian, kepemimpinan perempuan masih menghadapi berbagai hambatan berupa keterbatasan akses pendanaan, rendahnya representasi dalam pengambilan keputusan, serta kuatnya budaya patriarki. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis dengan menggeser perspektif perempuan dari kelompok rentan (climate victims) menjadi pemimpin adaptasi iklim (climate leaders), mengintegrasikan pendekatan gender dengan konsep ketahanan sosial-ekologis, serta menunjukkan pentingnya pengarusutamaan gender dalam kebijakan perubahan iklim di tingkat daerah. Temuan ini menegaskan bahwa keberhasilan adaptasi terhadap perubahan iklim tidak hanya ditentukan oleh pembangunan infrastruktur, tetapi juga oleh penguatan kapasitas sosial masyarakat yang banyak dimediasi melalui kepemimpinan perempuan.
Keanekaragaman Jenis Burung Air di Wilayah Pesisir Tanjung Mas Semarang Putri Maharani; Nana Kariada Tri Martuti
Indonesian Journal of Conservation Vol. 15 No. 01 (2026): Juni 2026
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijc.v15i01.57976

Abstract

Wilayah Pesisir Tanjung Mas, Semarang memiliki habitat tambak dan mangrove yang mendukung keberadaan berbagai jenis burung air. Penelitian ini bertujuan menganalisis keanekaragaman jenis burung air dan factor lingkungan di Kawasan tersebut. Penelitian menggunakan metode point count dengan pendekatan deskruptif kuantitatif dan dua kali pengulangan. Data dianalisis menggunakan indeks kekayaan jenis (R), keanekaragaman Shannon-Wiener (H’), kemerataan ( E ), dan kelimpahan relative. Hasil penelitian 13 jenis yaitu R = 2,03, H’ = 2,02, dan E = 0,79. Jenis yang paling melimpah adalah Egretta garzetta. Faktor lingkungan yang terukur meliputi suhu 32–34 °C, kelembapan 65–89%, dan intensitas cahaya 2.608–6.890 lux.

Page 4 of 4 | Total Record : 32