cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 845 Documents
ANALISIS USAHATANI BAWANG MERAH Studi Kasus : Desa Cinta Dame, Kecamatan Simanindo, Kabupaten Samosir Hedidiana Pardede; Thomson Sebayang; Lily Fauzia
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 3, No 7 (2014): Vol 3 No. 7 Juli 2014
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

  ABSTRAK Salah satu komoditas hortikultura yang dibudidayakan masyarakat Indonesia adalah bawang merah (Allium ascalonicum). Bawang Merah merupakan salah satu komoditas sayuran yang banyak digunakan masyarakat sebagai bahan penyedap masakan. Selain sebagai penyedap rasa bawang merah juga banyak digunakan sebagai obat tradisonal. Kabupaten Samosir merupakan salah satu sentral bawang merah di Sumatera Utara dengan produktivitas rata-rata bawang merah mencapai 6,2 ton/ha dan luas lahan rata-rata mencapai 217 hektar pada tahun 2011. Konsumsi bawang merah di Sumatera Utara cukup tinggi, sementara produksi bawang merah di Sumatera Utara belum dapat menutupi konsumsi bawang merah sehingga mengalami kekurangan bawang merah. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis tingkat produktivitas bawang merah, menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi produksi bawang merah, menganalisis struktur biaya usahatani bawang merah, menganalisis pendapatan bersih, pendapatan keluarga petani, pendapatan tenaga kerja petani, menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan usahatani bawang merah dan kelayakan usahatani bawang merah di daerah penelitian. Desa Cinta Dame dipilih  menjadi daerah penelitian dengan metode purposive, penarikan sampel dilakukan dengan metode simple random sampling. Metode analisis data  yang digunakan adalah analisis deskriptif, analisis regresi model cobb-douglas dan analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produktivitas bawang merah di daerah penelitian tergolong rendah. Hasil Produksi bawang merah dipengaruhi nyata oleh faktor benih dan pupuk. Struktur biaya produksi di dominasi oleh biaya saprodi dengan proporsi sebesar 87,8%. Pendapatan tenaga kerja keluarga petani, pendapatan keluarga petani dan pendapatan bersih keluarga petani tergolong tinggi. Faktor yang secara nyata mempengaruhi pendapatan adalah harga jual dan jumlah produksi. Usahatani bawang merah layak untuk di usahakan. Kata Kunci : Bawang merah, Biaya Produksi, Produktivitas, Pendapatan
ANALISIS USAHA TERNAK AYAM RAS PETELUR (Studi Kasus : Kecamatan Pantai Labu, Kabupaten Deli Serdang) Fitria Putri Afriyanti; Meneth Ginting, Emalisa
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 3, No 7 (2014): Vol 3 No. 7 Juli 2014
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Fitria Putri Afriyanti (100304091) Dengan judul skripsi “Analisis Usaha Ternak Ayam Ras Petelur”. Studi kasus : Kecamatan Pantai Labu, Kabupaten Deli serdang, yang dibimbing oleh Bapak Prof. Dr. Ir. H. Meneth Ginting, MADE dan Ibu Emalisa, S.P, M.Si. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui perkembangan usaha ternak ayam ras petelur 5 tahun terakhir di daerah penelitian, untuk mengetahui perbedaan usaha ayam ras petelur skala kecil dan usaha skala besar di daerah penelitian, untuk menganalisis perbedaan kelayakan usaha ternak ayam ras petelur skala kecil dan usaha skala besar di daerah penelitian. Metode analisis yang digunakan adalah metode deskriptif, metode analisis usahatani, analisis regresi berganda, analisis korelasi Pearson, metode analisis U Mann Whitney, dan metode analisis kelayakan IRR (Internal Rate of Return). Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah ternak ayam ras petelur di Kabupaten Deli Serdang mulai tahun 2007-2011 mengalami peningkatan yang signifikan, terdapat perbedaan karakteristik antara peternak skala kecil dan skala besar yaitu pada lamanya pengalaman beternak, jumlah ternak yang dimiliki, dan jumlah tanggungan peternak, terdapat perbedaan input usaha ternak ayam ras petelur skala kecil dan skala besar, terdapat perbedaan pengaruh input terhadap output antara usaha ternak ayam ras petelur skala kecil dan skala besar, tidak terdapat perbedaan hubungan  input terhadap output antara usaha ternak ayam ras petelur skala kecil dan skala besar, terdapat perbedaan pendapatan antara peternak skala kecil dan skala besar, usaha ternak ayam ras petelur skala kecil dan skala besar layak untuk diusahakan. Kata Kunci : Usaha Ternak Ayam Ras Petelur, Input, Output, Pendapatan
ANALISIS KELAYAKAN USAHA KERUPUK OPAK (Kasus : Desa Sukasari, Kecamatan Pegajahan, Kabupaten Serdang Bedagai) Refika Meilitha Sari Harahap; Kellin Tarigan, Emalisa
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 3, No 7 (2014): Vol 3 No. 7 Juli 2014
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK REFIKA MEILITHA SARI HARAHAP (100304124/AGRIBISNIS) dengan judul skripsi ANALISIS KELAYAKAN USAHA KERUPUK OPAK. Penelitian ini dilakukan pada bulan April tahun 2014 dengan bimbingan oleh Prof.Dr.Ir Kelin Tarigan, M.S dan Emalisa, SP, M.Si. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui besar pendapatan usaha kerupuk opak dan layak atau tidak layak usaha kerupuk opak untuk diusahakan di Desa Sukasari, Kecamatan Pegajahan, Kabupaten Serdang Bedagai. Penentuan daerah dilakukan secara purposive yaitu berdasarkan kriteria atau tujuan tertentu dengan mempertimbangkan bahwa Kecamatan Pegajahan merupakan sentra produksi kerupuk opak di Kabupaten Serdang Bedagai, dimana daerah tersebut dapat memberikan informasi yang dibutuhkan dalam penelitian. Metode pengambilan sampel adalah metode simple random sampling. Metode analisis yang digunakan adalah metode analisis pendapatan dan metode analisis kelayakan.   Hasil Penelitian diperoleh : 1) Besar pendapatan rata-rata usaha kerupuk opak adalah sebesar Rp 29.640,00/Pengusaha/Hari dan Rp 17.713,00/100 Kg Bahan Baku. 2) Berdasarkan hasil analisis kelayakan yang diterapkan, hasil dari BEP Produksi rata-rata, BEP Harga rata-rata dan R/C Ratio rata-rata menyatakan bahwa usaha kerupuk opak di Desa Sukasari, Kecamatan Pegajahan, Kabupaten Serdang Bedagai yang diusahakan oleh pengusaha kerupuk opak layak untuk diusahakan.   Kata Kunci : Kerupuk Opak, Pendapatan, Analisis Kelayakan.
SIKAP DAN PERILAKU PETANI TERHADAP KINERJA PERKUMPULAN PETANI PEMAKAI AIR (P3A) CITRA MANDIRI DI KELURAHAN TUALANG Fandy S. Sembiring; Yusak Maryunianta; Sinar Indra Kesuma
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 3, No 7 (2014): Vol 3 No. 7 Juli 2014
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Petani Pemakai Air (P3A) Citra Mandiri diharapkan memiliki kemampuan dalam melaksanakan pekerjaan yang kompleks, dengan dasar kemampuan profesional tertentu, termasuk ketrampilan merencanakan, melaksanakan kegiatan, memecahkan masalah dengan tanggungjawab mandiri. Tujuan dari penelitian ini adalah Untuk mengetahui kinerja perkumpulan petani pemakai air di daerah penelitian, mengetahui sikap dan perilaku petani terhadap kinerja perkumpulan petani pemakai air. Daerah penelitian ditentukan secara sengaja (purposive), yakni di Kelurahan Tualang Kecamatan Perbaungan Kabupaten Serdang Bedagai, dengan pertimbangan bahwa Kelurahan tersebut memiliki perkumpulan petani pemakai air yang terbaik. Metode analisis yang digunakan adalah metode skala likert dan metode skoring. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan: kinerja perkumpulan petani pemakai air citra mandiri sudah dilakukan dengan baik sesuai dengan kebutuhan petani. Dengan kinerja atau tingkat keberhasilan yang baik. Sehingga petani memberikan respon sikap positif dan perilaku mendukung. Kata Kunci : Perkumpulan Petani Pemakai Air, Kinerja Perkumpulan Petani Pemakai Air,  Sikap, Perilaku, Petani
ANALISIS DAMPAK CAFTA (CHINA-ASEAN FREE TRADE AREA) TERHADAP VOLUME DAN HARGA IMPOR APEL DI SUMATERA UTARA Arif Badia Susanto; Tavi Supriana, Emalisa
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 3, No 7 (2014): Vol 3 No. 7 Juli 2014
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Perkembangan perdagangan internasional sekarang mengarah pada perdagangan bebas, salah satunya adalah CAFTA (China ASEANFree Trade Area). Dalam CAFTA disepakati tiga tahap penurunan tarif, salah satunya adalah Early Harvest Programme (EHP) yang mencakup produk buah-buahan seperti apel. Dalam perjanjian ini, apel dari negara-negara anggota CAFTA bebas masuk ke Indonesia dan begitu juga sebaliknya. Tujuan penelitian ini dilakukan adalah untuk menganalisis bagaimana dampak CAFTA(China ASEAN Free Trade Area) terhadap perdagangan apel di Sumatera Utara. Data sebelum CAFTA (1998-2005) dan sesudah CAFTA(2006-2013) metode analisis dengan menggunakan Compare Means (Uji t) memakai alat SPSS. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Terdapat perbedaan yang nyata pada volume impor apel dari China ke Sumatera Utara sebelum dan sesudah CAFTA. Volume impor apel dari China ke Sumatera Utara setelah CAFTA meningkat. (2) Terdapat perbedaan yang nyata pada volume impor apel dari ASEAN ke Sumatera Utara sebelum dan sesudah CAFTA. Volume impor apel dari ASEAN ke Sumatera Utara menurun. (3) Terdapat perbedaan yang nyata pada harga impor apel dari China ke Sumatera Utara sebelum dan sesudah CAFTA. Harga impor apel dari China setelah CAFTA meningkat Kata kunci: China ASEAN Free Trade Area (CAFTA), dampak, impor, apel.
ANALISIS USAHATANI TOMAT PASCA ERUPSI GUNUNG SINABUNG (Studi Kasus: Desa Gajah, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Karo) Chintia R D Siregar; HM . Mozart B. Darus; Siti Khadijah Hidayati
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 3, No 7 (2014): Vol 3 No. 7 Juli 2014
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis biaya produksi usahatani tomat di Desa Gajah, menganalisis pendapatan yang diperoleh para petani tomat di Desa Gajah, dan menganalisis kelayakan usahatani tomat di Desa Gajah. Daerah penelitian ditentukan secara purposive sampling atau secara sengaja dengan pertimbangan tertentu yang telah dibuat terhadap objek yang sesuai dengan tujuan. Sampel diambil dengan metode sensus dengan jumlah sampel sebanyak 50 KK. Metode analisis data yang digunakan untuk identifikasi masalah satu dan dua yaitu dengan menggunakan analisis deskriptif serta melakukan analisis kelayakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biaya produksi yang dikeluarkan adalah sebesar Rp. 3.983.704. Pendapatan yang diperoleh dalam penelitian ini sebesar      Rp. 10.996.296. Usahatani di Desa Gajah Kecamatan Simpang Empat Kabupaten Karo layak untuk diusahakan dimana nilai R/C = 3.67 yang artinya biaya lebih kecil dari nilai penerimaan.   Kata Kunci: Usahatani Tomat, Gunung Sinabung, Biaya Produksi, Pendapatan,  Kelayakan Usahatani
ANALISIS PERBEDAAN PENDAPATAN USAHA KERAMBA JARING APUNG IKAN NILA DENGAN USAHA KERAMBA JARING APUNG IKAN CAMPURAN DI PERAIRAN DANAU TOBA (Kasus : Kawasan Perairan Bandar Saribu Kelurahan Haranggaol, Kecamatan Haranggaol Horisan, Kabupaten Simalungun) Rafael Pandiangan; Yusak Maryunianta, Emalisa
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 3, No 7 (2014): Vol 3 No. 7 Juli 2014
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini adalah (1) untuk menjelaskan kondisi eksisting Keramba Jaring Apung (KJA) ikan nila dan Keramba Jaring Apung (KJA) ikan campuran, (2) untuk menganalisis perbedaan biaya usaha KJA ikan nila dan usaha KJA ikan campuran, (3) untuk menganalisis perbedaan penerimaan usaha KJA ikan nila dan usaha KJA ikan campuran, (4) dan untuk menganalisis perbedaan pendapatan usaha KJA ikan nila dan usaha KJA ikan campuran di daerah penelitian. Penelitian dilakukan di Zona Bandar Saribu, Kelurahan Haranggaol, Kecamatan Haranggaol Horisan, Kabupaten Simalungun dengan pertimbangan bahwa zona tersebut terdapat potensi ikan yang diusahakan oleh rakyat. Metode penelitian digunakan secara purposive, metode analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif dan analisis uji beda rata-rata sampel tidak berpasangan (independent t-test).   Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1. Kondisi eksisting budidaya Keramba Jaring Apung (KJA) ikan nila dan ikan campuran mencakup pembuatan KJA, pembibitan, pakan, penyakit, panen, harga, sarana dan prasarana, tenaga kerja, pemerintah, modal. 2. Ada perbedaan yang nyata antara rata-rata biaya per KJA usaha Keramba Jaring Apung (KJA) ikan nila dengan rata-rata biaya per KJA usaha Keramba Jaring Apung (KJA) ikan campuran. 3. Ada perbedaan yang nyata antara penerimaan per KJA usaha Keramba Jaring Apung (KJA) ikan nila dengan penerimaan per KJA usaha Keramba Jaring Apung (KJA) ikan campuran. 4. Ada perbedaan yang nyata antara pendapatan per KJA usaha Keramba Jaring Apung (KJA) ikan nila dengan pendapatan per KJA usaha Keramba Jaring Apung (KJA) ikan campuran. Kata kunci : Keramba Jaring Apung, Analisis perbedaan pendapatan, Ikan nila, Ikan mas  
ANALISIS HARGA POKOK TANDAN BUAH SEGAR (TBS) TANAMAN KELAPA SAWIT DI PT.PD PAYA PINANG KABUPATEN SERDANG BEDAGAI STUDI KASUS : KEBUN PAYA PINANG Kurnia Rinanda F Siregar; Satia Negara Lubis; Sinar Indra Kesuma
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 3, No 8 (2014): Vol 3 No. 8 Agustus 2014
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Tandan Buah Segar (TBS) tanaman kelapa sawit  merupakan salah satu varietas tanaman primadona di Indonesia, harga yang berfluktuasi menyebabkan perusahaan harus mengambil langkah-langkah yang positif dalam menjaga kestabilan  keuntungan dan kerugian perusahaan. Sehingga diadakan analisa perhitungan harga pokok untuk mengetahui berapa besarnya biaya yang dikeluarkan. Tujuan penelitian adalah 1) untuk menganalisa faktor – faktor apa saja yang menentukan harga pokok Tandan Buah Segar (TBS) tanaman kelapa sawit pada 3 tahun terakhir (2011-2013) di PTPD kebun paya pinang dan 2) Untuk menganalisaProfitabilitas Tandan Buah Segar (TBS) di PTPD kebun paya pinang. Data yang digunakan adalah data sekunder  yang diperoleh dari perusahaan PTPD Paya Pinang. Metode yang digunakan adalah metode harga pokok dan metode Profitabilitas. Hasil penelitian menunjukkan 1)  harga pokok Tandan Buah Segar (TBS) tahun 2011-2013 di PTPD kebun paya pinang ditentukan oleh biaya produksi dan produksi TBS dan  biaya pemupukan adalah penentu tertinggi dalam perhitungan harga pokok.  2) hasil analisa Profitabilitasdi PTPD kebun paya menunjukkan selama periode 2011-2013 keuntungan tertinggi di capai pada tahun 2011 dan terendah tahun 2012.   Kata kunci: Tandan Buah Segar (TBS), Harga Pokok, Profitabilitas .
ANALISIS TATANIAGA BAWANG MERAH (Kasus Hasil Produksi Bawang Merah Kecamatan Silahisabungan Kabupaten Dairi) Fajar Alfian Krisanto Siringo-ringo; Thomson Sebayang; Sinar Indra Kesuma
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 3, No 8 (2014): Vol 3 No. 8 Agustus 2014
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Tujuan penelitian adalah untuk menjelaskan pola saluran tataniaga bawang merah, untuk menjelaskan fungsi-fungsi tataniaga yang dilakukan oleh lembaga tataniaga, untuk menjelaskan besar margin dan distribusi margin pada masing-masing lembaga tataniaga dan untuk menganalisis efisiensi pada setiap pola saluran tataniaga di daerah penelitian. Metode analisis deskriptif digunakan untuk menyelesaikan permasalahan pola saluran tataniaga dan fungsi tataniaga, metode analisis margin digunakan untuk menganalisis ditribusi margin biaya pemasaran hingga ke konsumen akhir dan metode analisis efisiensi digunakan untuk menjelaskan tingkat efisiensi saluran tataniaga. Pengambilan sampel dilakukan secara acak (Simple Random Sampling) dengan total sampel sebanyak 85 orang. Sampel pedagang perantara yang terlibat ditentukan dengan metode penelusuran sehingga diperoleh 9 sampel pedagang pengumpul, 2 sampel pedagang besar dan 15 sampel pedagang pengecer. Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa terdapat dua saluran tataniaga di daerah penelitian : petani – pedagang pengumpul – pedagang pengecer – konsumen akhir (Saluran I) dan petani – pedagang pengumpul – pedagang besar – pedagang pengecer – konsumen akhir (Saluran II). Fungsi tataniaga yang dilakukan adalah fungsi pertukaran (penjualan dan pembelian), fungsi fisik (transportasi, bongkar muat dan kemasan) dan fungsi fasilitas (marketing loss dan retribusi). Margin tataniaga pada saluran tataniaga I adalah sebesar Rp 8.871/kg dan margin tataniaga pada saluran tataniaga II adalah sebesar Rp 16.871/kg. Saluran tataniaga di daerah penelitian sudah efisien dengan nilai efisiensi yang diperoleh sebesar 1,07 dan 1,30 ( e > 1 )   Kata kunci : bawang merah, tataniaga, efisiensi
ANALISIS PEMASARAN ASAM GLUGUR (Studi Kasus : Kelurahan Delitua Timur Kecamatan Delitua Kabupaten Deli Serdang) Mhd Ridwansyah Lubis; Kelin Tarigan; Sri Fajar Ayu
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 3, No 8 (2014): Vol 3 No. 8 Agustus 2014
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Tujuan penelitian adalah Untuk mengetahui saluran pemasaran asam glugur di daerah penelitian, untuk mengetahui fungsi-fungsi pemasaran asam glugur di daerah penelitian, untuk mengetahui besar biaya pemasaran,sebaran harga (price spread), qmargin pemasaran dan share margin, dan untuk mengetahui kendala-kendala yang dihadapi dalam pemasaran asam glugur di daerah penelitian. Metode penelitian yang digunakan adalah secara purposive yaitu secara sengaja,dimana penentuan daerah dan sampel dipilih berdasarkan pertimbangan tertentu dengan jumlah sampel sebanyak 12 dengan kriteria 4 pengolah, 2 sampel pedagang besar, 2 pedagang pengecer, dan 4 pedagang pengumpul. Metode penentuan sampel adalah metode snowball sampling. Metode analisis yang digunakan adalah metode perhitungan.Data yang  digunakan adalah data sekunder yaitu diperoleh dari instansi terkait dan data primer yaitu diperoleh secara langsung oleh sampel dengan menggunakan kuisioner.Penelitian dilakukan pada bulan Januari 2014. Hasil penelitian dapat diperoleh sebagai berikut : 1) Saluran pemasaran di Kelurahan Delitua Timur terdiri 3 saluran yaitu Saluran I: pengolah-pedagang pengumpul-pedagang besar-konsumen, Saluran II: pengolah-pedagang besar-konsumen, Saluran III: pengolah-pedagang pengumpul-pedagang pengecer-konsumen 2) Terdapat 9 fungsi pemasaran 3) Share margin  pada saluran I sebesar 2,57%, pada saluran II share margin sebesar 2,03%, dan saluran III share margin sebesar 3,72% 4) Adanya kendala-kendala yang dihadapi dalam pemasaran. Kata Kunci : Pemasaran, Asam Glugur

Filter by Year

2012 2019


Filter By Issues
All Issue Vol 10, No 3 (2019): Vol. 10 No. 3 Maret 2019 Vol 10, No 2 (2019): Vol. 10 No. 2 Februari 2019 Vol 10, No 1 (2019): Volume 10 No. 1 Januari 2019 Vol 9, No 12 (2018): Volume 9 No.12 Desember 2018 Vol 9, No 11 (2018): Volume 9 No.11 November 2018 Vol 9, No 10 (2018): Volume 9 No. 10 Oktober 2018 Vol 9, No 9 (2018): Volume 9 No. 9 September 2018 Vol 9, No 8 (2018): Volume 9 No. 8 Agustus 2018 Vol 9, No 7 (2018): Volume. 9 No. 7 Juli 2018 Vol 9, No 6 (2018): Volume 9 No. 6 Juni 2018 Vol 9, No 5 (2018): Volume 9 No. 5 Mei 2018 Vol 9, No 4 (2018): Volume 9 No. 4 April 2018 Vol 9, No 3 (2018): Volume 9 No. 3 Maret 2018 Vol 9, No 2 (2018): Volume 9 No. 2 Februari 2018 Vol 9, No 1 (2018): Volume 9. No. 1 Januari 2018 Vol 8, No 6 (2017): Volume 8. No. 6 Desember 2017 Vol 8, No 5 (2017): Volume 8. No. 5 November 2017 Vol 8, No 4 (2017): Volume 8. No. 4 Oktober 2017 Vol 8, No 3 (2017): Volume 8. No. 3 September 2017 Vol 8, No 2 (2017): Volume 8. No. 2 Agustus 2017 Vol 8, No 1 (2017): Volume 8. No. 1 Juli 2017 Vol 7, No 6 (2017): Volume 7. No. 6 Juni 2017 Vol 6, No 2 (2017): volume 6 no. 2 February 2017 Vol 6, No 1 (2017): volume 6 no. 1 January 2017 Vol 5, No 12 (2016): volume 5 no. 12 Desember 2016 Vol 5, No 11 (2016): volume 5 no. 11 November 2016 Vol 5, No 10 (2016): volume 5 no. 10 oktober 2016 Vol 5, No 9 (2016): volume 5 no. 9 september 2016 Vol 5, No 8 (2016): volume 5 no. 8 agustus 2016 Vol 5, No 7 (2016): volume 5 no. 7 juli 2016 Vol 5, No 6 (2016): volume 5 no. 6 juni 2016 Vol 5, No 5 (2016): volume 5 no. 5 Mei 2016 Vol 5, No 4 (2016): volume 5 no. 4 April 2016 Vol 5, No 3 (2016): volume 5 no. 3 Maret 2016 Vol 5, No 1 (2016): Volume 5 No. 1 Januari 2016 Vol 5, No 2 (2016) Vol 4, No 12 (2015): Volume 4 No. 12 Desember 2015 Vol 4, No 11 (2015): Volume 4 No. 11 November 2015 Vol 4, No 10 (2015): Volume 4 No. 10 Oktober 2015 Vol 4, No 9 (2015): Volume 4 No. 9 September 2015 Vol 4, No 8 (2015): Volume 4 No. 8 Agustus 2015 Vol 4, No 7 (2015): Volume 4 No. 7 Juli 2015 Vol 4, No 6 (2015): Volume 4 No. 6 Juni 2015 Vol 4, No 5 (2015): Volume 4 No. 5 Mei 2015 Vol 4, No 4 (2015): Volume 4 No.4 April 2015 Vol 4, No 3 (2015): Volume 4 No.3 Maret 2015 Vol 4, No 2 (2015): Volume 4 No. 2 Februari 2015 Vol 4, No 1 (2015): Volume 4 No. 1 Januari 2015 Vol 3, No 11 (2014): Vol 3 No. 11 November 2014 Vol 3, No 10 (2014): Vol 3 No. 10 Oktober 2014 Vol 3, No 9 (2014): Vol 3 No. 9 September 2014 Vol 3, No 8 (2014): Vol 3 No. 8 Agustus 2014 Vol 3, No 7 (2014): Vol 3 No. 7 Juli 2014 Vol 3, No 6 (2014): Vol 3 No. 6 Juni 2014 Vol 3, No 5 (2014): Vol 3 No. 5 Mei 2014 Vol 3, No 4 (2014): Vol 3 No. 4 April 2014 Vol 3, No 3 (2014): Vol 3 No. 3 Maret 2014 Vol 3, No 2 (2014): Vol 3 No. 2 Februari 2014 Vol 3, No 1 (2014): Vol 3 No. 1 Januari 2014 Vol 2, No 12 (2013): Vol 2 No. 12 Desember 2013 Vol 2, No 11 (2013): Vol 2 No 11 November 2013 Vol 2, No 10 (2013): Vol 2 No 10 Oktober 2013 Vol 2, No 9 (2013): Vol 2 No 9 September 2013 Vol 2, No 8 (2013): Vol 2 No 8 Agustus 2013 Vol 2, No 7 (2013): Vol 2 No. 7 Juli 2013 Vol 2, No 6 (2013): Vol 2 No. 6 Juni 2013 Vol 2, No 5 (2013): Vol 2 No. 5 Mei 2013 Vol 2, No 4 (2013): Vol 2 No. 4 April 2013 Vol 2, No 3 (2013): Vol 2 No. 3 Maret 2013 Vol. 2 No. 2 Februari 2013 Vol 2, No 1 (2013): JURNAL AGRIBISNIS Vol 1, No 1 (2012) More Issue