cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 845 Documents
SIKAP NELAYAN TERHADAP PROGRAM PENGEMBANGAN PERIKANAN TANGKAP KHUSUSNYA PEMBERIAN BANTUAN ALAT TANGKAP IKAN (Studi Kasus: Kecamatan Teluk Mengkudu Kabupaten Serdang Bedagai) Tumpak Manik; Meneth Ginting; Sinar Indra Kesuma
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 3, No 5 (2014): Vol 3 No. 5 Mei 2014
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (533.659 KB)

Abstract

Abstrak Tumpak Manik (080309034) dengan judul penelitian “Sikap Nelayan Terhadap Program Pengembangan Perikanan Tangkap Khususnya Pemberian Bantuan Alat Tangkap Ikan (Studi Kasus: Kecamatan Teluk Mengkudu Kabupaten Serdang Bedagai)”. Penelitian dibimbing oleh Bapak Prof. Dr. Ir. H. Meneth Ginting, MADE, dan Bapak Ir. Sinar Indra Kusuma, M.Si. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan program pengembangan perikanan tangkap, mengetahui sikap nelayan terhadap program, mengetahui hubungan karakteristik sosial ekonomi nelayan dengan sikap nelayan, mengetahui pengaruh karakteristik sosial ekonomi terhadap sikap nelayan dan mengetahui hambatan-hambatan yang dihadapi pelaksana program. Daerah penelitian ditentukan secara sengaja (purposive) berdasarkan pertimbangan tertentu.Penarikan sampel dilakukan dengan MetodeSimple Random Sampling, yaitu sampel diambil secara acak sejumlah 60 orang dari 2019 jumlah populasi.Metode analisis yang digunakan adalah Analisis Deskriptif, Analisis Korelasi Rank Spearman dan Analisis Model Logit.Hasil penelitian menunjukkan bahwa program pengembangan perikanan tangkap tidak mengalami peningkatan dari tahun 2011 sampai tahun 2012 ditinjau dari segi jumlah pelaksana dan jumlah anggota, ditinjau dari segi jumlah penerima bantuan, program mengalami penurunan sebanyak 2 kelompok atau sebesar 18,18% dari jumlah penerima pada tahun 2011 sebanyak 11 kelompok. 43,33%  dari jumlah sampel bersikap positif, selebihnya 56,67% dari jumlah sampel bersikap negatif terhadap program pengembangan perikanan tangkap. Karakteristik sosial ekonomi nelayan tidak memiliki hubungan yang nyata dengan sikap nelayan. Menurut uji Hosmer dan lemeshow, model yang dibuat telah layak untuk digunakan, dan menurut uji G bahwa tidak ada satupun variabel bebas yang berpengaruh terhadap sikap. Hambatan yang dihadapi pelaksana program adalah kurangnya kesadaran nelayan akan pentingnya kelompok nelayan, kurangnya kepedulian dan rasa ingin tahu nelayan serta banyaknya kelompok-kelompok baru ketika ada bantuan. Kata kunci : karakteristik, sikap, hubungan, pengaruh
FAKTOR - FAKTOR SOSIAL EKONOMI YANG MEMPENGARUHI TINGKAT ADOPSI PETANI TERHADAP TEKNOLOGI ANJURAN BUDIDAYA KENTANG (Studikasus: Kecamatan Merdeka, Kabupaten Karo, Propinsi Sumatera Utara) Leonard Purba; Satia Negara Lubis, Emalisa
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 3, No 5 (2014): Vol 3 No. 5 Mei 2014
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (582.187 KB)

Abstract

ABSTRAK Tujuan penelitian adalahUntuk mengetahui bagaimana teknologi budidaya kentang yang dianjurkan oleh PPL di daerah penelitian,  bagaimana tingkat adopsi petani terhadap teknologi anjuran pada budidaya kentang dan mengetahui apakah faktor-faktor sosial ekonomi (Umur petani, tingkat pendidikan petani, pengalaman bertani,luas lahan, jumlah tanggungan, tingkat pendapatan usahatani kentang) mempengaruhi petani dalam mengadopsi teknologi anjuran pada budidaya kentang di daerah penelitian. Metode analisis untuk mengetahui teknologi anjuran digunakan metode analisis deskriptif. Metode analisis untuk mengetahui tingkat adopsi petani terhadap teknologi anjuran digunakan skala Likert dan untuk mengetahui pengaruh karakteristik  petani terhadap teknologi anjuran digunakan analisis Regresi Logistik Binary. Hasil penelitian menunjukkan teknologi budidaya kentang yang dianjurkan PPL yaitu penggunaan bibit, penyiapan lahan, penanaman, pemupukan,  pengendalian hama dan penyakit, pemeliharaan tanaman, pemanenan.Tingkat adopsi petani terhadap teknologi anjuran memiliki adopsi positif.Secara serempak Faktor Sosial Ekonomi petani (umur petani, tingkat pendidikan, pengalaman bertani, luas lahan, jumlah tanggungan dan tingkat pendapatan) memberikan pengaruh yang nyata  terhadap tingkat adopsi petani  teknologi anjuran. Secara parsial, variabel umur, tingkat pendidikan,  berpengaruh nyata terhadap adopsi teknologi anjuran budidaya kentang, sedangkan variabel pengalaman bertani, luas lahan, jumlah tanggungan, tingkat pendapatan tidak berpengaruh nyata terhadap adopsi teknologi anjuran budidaya kentang. Kata Kunci : Karakteristik Petani, Tingkat Adopsi Petani, Teknologi Anjuran
STRATEGI PENINGKATAN PENDAPATAN PETANI KARET RAKYAT DI KABUPATEN LABUHANBATU SELATAN (Studi Kasus : Kelurahan Langgapayung, Kecamatan Sungai Kanan) Fritz Mesakh Tarigan Silangit; Tavi Supriana, Iskandarini
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 3, No 5 (2014): Vol 3 No. 5 Mei 2014
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (250.925 KB)

Abstract

  ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi peningkatan pendapatan petani karet rakyat di Kabupaten Labuhanbatu Selatan. Penentuan daerah penelitian dilakukan secara purposive dengan sistem purposive sampling. Penelitian ini telah dilakukan di Kelurahan Langgapayung, Kecamatan Sungai Kanan, Kabupaten Labuhanbatu Selatan. Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Metode analisis data menggunakan matriks SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi yang dapat digunakan adalah strategi S-O (Strengths-Opportunities), yaitu memanfaatkan sumber daya yang dimiliki (keadaan iklim dan lahan yang baik serta tenaga kerja yang tersedia) dan melaksanakan budidaya karet dengan baik untuk memenuhi permintaan dan meningkatkan harga jual getah karet, menjalin hubungan baik dengan pembeli tetap untuk mempertahankan permintaan getah karet, serta menjual getah karet kepada pembeli yang menawarkan harga tinggi. Kata Kunci : karet, faktor internal, faktor eksternal, strategi  
SIKAP MASYARAKAT KOTA MEDAN MENGENAI BIOSOLAR SEBAGAI ENERGI ALTERNATIF Romanto Sinurat; Rahmanta Ginting; Diana Chalil
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 3, No 5 (2014): Vol 3 No. 5 Mei 2014
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (495.736 KB)

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sikap masyarakat kota Medan mengenai biosolar sebagai energi alternatif dan mengetahui hubungan faktor sosial ekonomi (umur, pendidikan, lamanya menggunakan biosolar dan pendapatan) dengan sikap masyarakat kota Medan mengenai biosolar sebagai energi alternatif. Untuk mengetahui sikap masyarakat kota Medan mengenai biosolar sebagai energi alternatif dianalisis dengan analisis deskriptif berdasarkan nilai total skor pemberian skor pada setiap pilihan jawaban pada tiap pernyataan yang berjumlah 12 dengan jawaban “ya” skor 1 dan “tidak” skor 0. Untuk mengetahui hubungan faktor sosial ekonomi (umur, pendidikan, lamanya menggunakan biosolar dan pendapatan) dengan sikap masyarakat kota Medan mengenai biosolar sebagai energi alternatif digunakan analisis koefisien Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum sikap masyarakat Kota Medan mengenai Biosolar sebagai energi alternatif adalah positif. Hasil penelitian juga menunjukkan tidak terdapat hubungan antara karakteristik sosial ekonomi yang diduga berhubungan dengan sikap responden yaitu umur, pendidikan, lama menggunakan biosolar dan pendapatan responden terhadap sikap mereka mengenai biosolar sebagai energi alternatif.   Kata kunci : sikap, biosolar, energi alternatif
PENGARUH KARAKTERISTIK SOSIAL EKONOMI PENYULUH TERHADAP TINGKAT KEBERHASILAN PELAKSANAAN TUGAS POKOK PENYULUH PERTANIAN (di BPP Pematang Sijonam, Kabupaten Serdang Bedagai) Aiva Viforit; Hasman Hasyim; Siti Khadijah
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 3, No 5 (2014): Vol 3 No. 5 Mei 2014
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (483.864 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian bertujuan untuk (1) Mengetahui karakteristik sosial ekonomi penyuluh di lokasi penelitian (2) Mengetahui pelaksanaan tugas pokok penyuluh pertanian di daerah penelitian (3) Mengetahui tingkat keberhasilan pelaksanaan tugas pokok penyuluh pertanian di daerah penelitian (4) Mengetahui apakah ada pengaruh antara karakteristik sosial ekonomi penyuluh (umur, tingkat pendidikan, lama menjadi  penyuluh, jumlah tanggungan keluarga, total pendapatan, jarak tempat tinggal penyuluh dengan WKPP tempat bertugas) terhadap keberhasilan tugas pokok penyuluh di BPP Pematang Sijonam. Metode penelitian yaitu (1) dan (2) menggunakan metode deskriptif, (3) menggunakan metode scoring dan (4) metode regresi linear berganda dengan bantuan spss 16. Hasil penelitian diperoleh (1) Nilai koefisien determinasi (R2) yang diperoleh sebesar 0,332. Koefisien determinasi ini menunjukkan bahwa 33,2% variasi tingkat keberhasilan tugas pokok penyuluh pertanian (Y) dapat dijelaskan oleh variabel bebas umur, tingkat pendidikan, lama menjadi penyuluh, jumlah tanggungan keluarga, total pendapatan, jarak tempat tinggal penyuluh dengan WKPP tempat bertugas. Sedangkan 66,8% dijelaskan oleh variabel lain di luar model persamaan. Dari keseluruhan variasi bebas yaitu umur, tingkat pendidikan, lama mejadi penyuluh, jumlah tanggungan keluarga, total pendapatan dan jarak tempat tinggal penyuluh dengan WKPP tempat bertugas secara serempak memberikan pengaruh yang signifikan. (2) Secara parsial menunjukkan bahwa variabel lama menjadi penyuluh memberikan pengaruh yang sangat nyata terhadap tingkat keberhasilan pelaksanaan tugas pokok penyuluh pertanian. Sedangkan umur, tingkat pendidikan, jumlah tanggungan keluarga, total pendapatan dan jarak tempat tinggal penyuluh dengan WKPP tempat bertugas tidak berpengaruh nyata terhadap tingkat keberhasilan pelaksanaan tugas pokok penyuluh pertanian. Kata kunci: karakteristik social ekonomi, tugas pokok, tingkat keberhasilan.
DINAMIKA ORGANISASI GAPOKTAN DALAM PROGRAM PENGEMBANGAN USAHA AGRIBISNIS PEDESAAN(PUAP) Evri Ricky Rodesta Sianturi; Meneth Ginting; Rahmanta Ginting
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 3, No 5 (2014): Vol 3 No. 5 Mei 2014
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (466.235 KB)

Abstract

ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk: Untuk mengetahui bagaimana perkembangan organisasi Gapoktan  selama 5 tahun terakhir di daerah penelitian, Untuk mengetahui bagaimana Dinamika organisasi GAPOKTAN didaerah penelitian, Untuk mengetahui Bagaimana perkembangan PUAP di daerah penelitian, Untuk mengetahui bagaimana hubungan karakteristik sosial ekonomi pertani dengan dinamika organisasi GAPOKTAN, Untuk mengetahui bagaimana pengaruh karakteristik sosial ekonomi pertani dengan dinamika organisasi GAPOKTAN. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Deskriptif skoring, Regresi linier berganda dan korelasi rank sperman. Perkembangan Gapoktan ARIHTA ERSADA mulai Tahun 2009-2012 mengalami peningkatan dalam hal jumlah anggota yaitu sebanyak 132 orang (57%),  atau dari 198 orang menjadi 330 orang. Dinamika organisasi Gapoktan ARIHTA ERSADA Jaya secara keseluruhan berada dalam kriteria Tinggi dengan jumlah skor yang diperoleh sebesar 38,55 dan persentase sebesar 72,75%. Perkembangan dana PUAP Gapoktan Arihta Ersada  meningkat mulai tahun 2011-2013 meningkat sebesar 48,29% atau sebesar Rp.48.000.000. Dari modal awal yang diberikan yaitu sebesar Rp 100.000.000. Tidak terdapat hubungan yang nyata antara umur, luas lahan dan jumlah tanggungan dengan dinamika organisasi Gapoktan ARIHTA ERSADA. Dan ada terdapat hubungan yang nyata antara tingkat pendidikan anggota dan lama berusaha tani dengan dinamika organisasi Gapoktan ARIHTA ERSADA.Secara serempak, umur, tingkat pendidikan, masa keanggotaan dan jumlah tanggungan tidak berpengaruh secara nyata terhadap dinamika organisasi Gapoktan ARIHTA ERSADA Jaya. Namun secara parsial, tingkat pendidikan anggota  berpengaruh nyata terhadap dinamika organisasi Gapoktan ARIHTA ERSADA Jaya, sedangkan variabel umur, masa keanggotaan dan jumlah tanggungan tidak berpengaruh nyata terhadap dinamika organisasi Gapoktan ARIHTA ERSADA Jaya KATA KUNCI:  PUAP, Dinamika Organisasi dan Karakteristik Sosial Ekonomi Pertanian
ANALISIS FINANSIAL DAN STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA PENGOLAHAN SABUT KELAPA MENJADI SERAT KELAPA (COCO FIBER) (Studi Kasus : Kecamatan Batang Kuis, Kabupaten Deli Serdang) Adolf Paskaris Sitohang; Sri Fajar Ayu, Salmiah
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 3, No 5 (2014): Vol 3 No. 5 Mei 2014
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (793.484 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk untuk menjelaskan bagaimana proses produksi usaha serat kelapa (coco fiber), menganalisis usaha serat kelapa (coco fiber) sudah layak atau tidak, dan menjelaskan strategi pengembangan yang cocok untuk usaha serat kelapa (coco fiber) di daerah penelitian. Daerah penelitian ditentukan secara sengaja (purposive) berdasarkan pertimbangan tertentu, yaitu di Kecamatan Batang Kuis, Kabupaten Deli Serdang. Penarikan sampel dilakukan dengan metode teknik purposive sampling (sengaja) dengan pertimbangan bahwa responden/sampel penelitian adalah pelaku baik individu atau lembaga yang dianggap mengerti permasalahan yang terjadi dan mempunyai kemampuan dalam pembuatan kebijakan, yaitu UD. Pusaka Bakti. Metode analisis yang digunakan adalah Analisis Deskriptif, Analisis Finansial break even point (BEP), imbangan penerimaan dan biaya (revenue-cost ratio), pay-back period (PBP), dan return on investment (ROI) dan Analisis Matriks SWOT. Hasil penelitian menunjukkan usaha serat kelapa (coco fiber) layak untuk diusahakan di daerah penelitian. Hal ini dapat dilihat dari jumlah produksi serat kelapa (coco fiber) yaitu 117.000 kg/tahun berada di atas BEP produksi yaitu 83.147,78kg/tahun dan harga jual serat kelapa (coco fiber) yaitu Rp 2.800/kg juga berada di atas BEP harga yaitu Rp 1.989,86/kg, nilai R/C Ratio > 1 yaitu sebesar 1,40, periode pengembalian modal (PBP) selama 33 bulan, dan ROI sebesar 36,26% lebih besar dari suku bunga dasar kredit bank sebesar 14,60%. Strategi pengembangan usaha serat kelapa (coco fiber) di daerah penelitian berdasarkan analisis matriks SWOT yaitu menekan harga bahan baku untuk memperkecil biaya, memaksimalkan penggunaan bahan baku yang melimpah, melalui proses produksi yang efektif dan efisien untuk menghasilkan produk yang lebih bervariasi, mengusahakan pengembangan dan pelatihan manajemen sehingga lebih teratur dan pekerjanya memiliki etos kerja tinggi, memodifikasi produk agar dapat bersaing dengan produk lain dan pendatang baru, membuat business plan mulai dari lokasi, permodalan, variasi produk (produksi) hingga pemasaran untuk menarik minat konsumen, memperbaiki manejemen waktu dan kerja, rotasi kegiatan, dan penyimpanan. Kata kunci : serat kelapa (coco fiber), analisis finansial, SWOT.
PENGARUH PENYULUHAN TERHADAP PRODUKSI USAHA TANI STROBERI (Kasus: Desa Tongkoh Kecamatan Daulat Rakyat Kabupaten Karo) Guruh Julio; Kelin Tarigan, Salmiah
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 3, No 6 (2014): Vol 3 No. 6 Juni 2014
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (494.417 KB)

Abstract

Abstrak Guruh Julio (090304140) Dengan Judul Penelitian “Pengaruh Penyuluhan Terhadap Produksi Usaha Tani Stroberi (Kasus: Desa Tongkoh Kecamatan Daulat Rakyat Kabupaten Karo)”. Penelitian ini dibimbing oleh Bapak Prof. Dr. Ir. Kelin Tarigan, MS.   Penyuluhan merupakan salah satu kegiatan diantara beberapa kegiatan pertanian yang mutlak harus ada jika kita benar-benar menghendaki adanya peningkatan produksi dari para petani. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis perbedaaan produksi stroberi antara petani yang rajin mengikuti penyuluhan dengan yang tidak rajin mengikuti penyuluhan di daerah penelitian, untuk menganalisis pengaruh frekuensi ikut penyuluhan, modal dan lama berusahatani terhadap peningkatan produksi stroberi di daerah penelitian. Daerah penelitian ditentukan secara sengaja (purposive) dengan pertimbangan bahwa desa tersebut salah satu desa yang sering mengikuti penyuluhan.  Metode analisis yang digunakan adalah metode pemberian skor dan metode skala likert. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan jumlah produksi dan produktifitas usahatani stroberi di daerah penelitian berbeda antara petani yang rajin mengikuti penyuluhan dengan petani yang tidak rajin mengikuti penyuluhan, rata-rata jumlah produksi petani yang rajin mengikuti penyuluhan adalah 4105,83 kg/tahun lebih tinggi dari rata-rata produksi petani yang tidak rajin mengikuti penyuluhan dengan produksi rata-rata sebesar 3008,57 kg/tahun. Nilai rata-rata produktifitas, petani yang rajin mengikuti penyuluhan lebih tinggi produktifitasnya yaitu 15.688,09 kg dibanding dengan petani yang tidak rajin mengikuti penyuluhan dengan produktifitas sebesar 13.159,52 kg/tahun   Kata Kunci: Penyuluhan, Produksi, Usahatani Stroberi
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI HARGA TEH HITAM PTPN IV (Analysis of Factors Affecting Price Black Tea PTPN IV) ( Studi Kasus : Kantor Pusat PTPN IV Medan, Sumatera Utara) Wiji Setiawan; HM Mozart B Darus, Iskandarini
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 3, No 6 (2014): Vol 3 No. 6 Juni 2014
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (497.758 KB)

Abstract

ABSTRAK WIJI SETIAWAN (070304026) dengan judul skripsi “ ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI HARGA TEH HITAM PTPN IV”. Adapun tujuan penelitian ini adalah Untuk menentukan faktor-faktor yang mempengaruhi harga teh hitam PTPN IV, dan menganalisis nilai efisiensi harga  teh hitam PTPN IV. Metode analisis yang digunakan adalah deskriptif melalui pengumpulan data sekunder dari PTPN IV dan analisis regresi berganda dengan bantuan SPSS 17. Penelitian ini dilakukan di kota Medan Provinsi Sumatera Utara. Daerah penelitian ini dipilih secara purposive (sengaja) dengan mempertimbangkan  bahwa instansi atau lembaga ini merupakan pengelola kebun teh terbesar di Sumatera Utara. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa : Harga teh hitam PTPN IV dipengaruhi secara nyata oleh harga pasar dan keuntungan, sedangkan biaya produksi tidak berpengaruh secara nyata.     Kata Kunci : Harga Teh Hitam Keuntungan
DAMPAK KENAIKAN HARGA DAGING SAPI TERHADAP KONSUMSI DAGING SAPI DI KOTA MEDAN Irma Yusnita Hasibuan; Sinar Indra Kesuma, Salmiah
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 3, No 6 (2014): Vol 3 No. 6 Juni 2014
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (549.002 KB)

Abstract

ABSTRAK Daging Sapi adalah bahan makanan hewani yang biasa dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia. Kenaikan pemintaan komoditas daging sapi sangat signifikan pada saat menghadapi Hari Besar Keagamaan Nasional, dan berpotensi pada harga daging sapi menjadi naik. Meningkatnya harga daging sapi mempengaruhi konsumen dalam mengkonsumsi daging sapi. Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mengidentifikasi faktor – faktor yang mempengaruhi kenaikan harga daging sapi di daerah penelitian, (2) Menganalisis dampak kenaikan harga daging sapi terhadap permintaan daging sapi di daerah penelitian, (3) Mengidentifikasi faktor – faktor yang mempengaruhi konsumen dalam mengkonsumsi daging sapi, dan (4) Mengetahui fluktuasi harga daging sapi di daerah penelitian. Untuk menganalisis kondisi tersebut maka dilakukan penelitian terhadap 7 produsen daging sapi, 30 pedagang daging sapi, dan 30 konsumen daging sapi. Besar sampel ditentukan dengan Metode sensus dan accidental, dan penentuan daerah sampel dilakukan secara purposive (sengaja). Data yang diperoleh dianalisis dengan Metode analisis regresi dengan metode taksiran OLS (Ordinary Least Square). Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) harga beli, biaya penunjang, biaya tenaga kerja dan pendapatan berpengaruh nyata terhadap kenaikan harga daging sapi, (2) naiknya harga daging sapi berdampak pada turunnya permintaan konsumsi daging sapi, (3) harga beli, pendapatan, dan jumlah tanggungan berpengaruh nyata terhadap konsumen dalam mengkonsumsi daging sapi, dan (4) perkembangan harga daging sapi berfluktuasi setiap tahunnya. Kata Kunci : daging sapi, harga, konsumsi

Filter by Year

2012 2019


Filter By Issues
All Issue Vol 10, No 3 (2019): Vol. 10 No. 3 Maret 2019 Vol 10, No 2 (2019): Vol. 10 No. 2 Februari 2019 Vol 10, No 1 (2019): Volume 10 No. 1 Januari 2019 Vol 9, No 12 (2018): Volume 9 No.12 Desember 2018 Vol 9, No 11 (2018): Volume 9 No.11 November 2018 Vol 9, No 10 (2018): Volume 9 No. 10 Oktober 2018 Vol 9, No 9 (2018): Volume 9 No. 9 September 2018 Vol 9, No 8 (2018): Volume 9 No. 8 Agustus 2018 Vol 9, No 7 (2018): Volume. 9 No. 7 Juli 2018 Vol 9, No 6 (2018): Volume 9 No. 6 Juni 2018 Vol 9, No 5 (2018): Volume 9 No. 5 Mei 2018 Vol 9, No 4 (2018): Volume 9 No. 4 April 2018 Vol 9, No 3 (2018): Volume 9 No. 3 Maret 2018 Vol 9, No 2 (2018): Volume 9 No. 2 Februari 2018 Vol 9, No 1 (2018): Volume 9. No. 1 Januari 2018 Vol 8, No 6 (2017): Volume 8. No. 6 Desember 2017 Vol 8, No 5 (2017): Volume 8. No. 5 November 2017 Vol 8, No 4 (2017): Volume 8. No. 4 Oktober 2017 Vol 8, No 3 (2017): Volume 8. No. 3 September 2017 Vol 8, No 2 (2017): Volume 8. No. 2 Agustus 2017 Vol 8, No 1 (2017): Volume 8. No. 1 Juli 2017 Vol 7, No 6 (2017): Volume 7. No. 6 Juni 2017 Vol 6, No 2 (2017): volume 6 no. 2 February 2017 Vol 6, No 1 (2017): volume 6 no. 1 January 2017 Vol 5, No 12 (2016): volume 5 no. 12 Desember 2016 Vol 5, No 11 (2016): volume 5 no. 11 November 2016 Vol 5, No 10 (2016): volume 5 no. 10 oktober 2016 Vol 5, No 9 (2016): volume 5 no. 9 september 2016 Vol 5, No 8 (2016): volume 5 no. 8 agustus 2016 Vol 5, No 7 (2016): volume 5 no. 7 juli 2016 Vol 5, No 6 (2016): volume 5 no. 6 juni 2016 Vol 5, No 5 (2016): volume 5 no. 5 Mei 2016 Vol 5, No 4 (2016): volume 5 no. 4 April 2016 Vol 5, No 3 (2016): volume 5 no. 3 Maret 2016 Vol 5, No 1 (2016): Volume 5 No. 1 Januari 2016 Vol 5, No 2 (2016) Vol 4, No 12 (2015): Volume 4 No. 12 Desember 2015 Vol 4, No 11 (2015): Volume 4 No. 11 November 2015 Vol 4, No 10 (2015): Volume 4 No. 10 Oktober 2015 Vol 4, No 9 (2015): Volume 4 No. 9 September 2015 Vol 4, No 8 (2015): Volume 4 No. 8 Agustus 2015 Vol 4, No 7 (2015): Volume 4 No. 7 Juli 2015 Vol 4, No 6 (2015): Volume 4 No. 6 Juni 2015 Vol 4, No 5 (2015): Volume 4 No. 5 Mei 2015 Vol 4, No 4 (2015): Volume 4 No.4 April 2015 Vol 4, No 3 (2015): Volume 4 No.3 Maret 2015 Vol 4, No 2 (2015): Volume 4 No. 2 Februari 2015 Vol 4, No 1 (2015): Volume 4 No. 1 Januari 2015 Vol 3, No 11 (2014): Vol 3 No. 11 November 2014 Vol 3, No 10 (2014): Vol 3 No. 10 Oktober 2014 Vol 3, No 9 (2014): Vol 3 No. 9 September 2014 Vol 3, No 8 (2014): Vol 3 No. 8 Agustus 2014 Vol 3, No 7 (2014): Vol 3 No. 7 Juli 2014 Vol 3, No 6 (2014): Vol 3 No. 6 Juni 2014 Vol 3, No 5 (2014): Vol 3 No. 5 Mei 2014 Vol 3, No 4 (2014): Vol 3 No. 4 April 2014 Vol 3, No 3 (2014): Vol 3 No. 3 Maret 2014 Vol 3, No 2 (2014): Vol 3 No. 2 Februari 2014 Vol 3, No 1 (2014): Vol 3 No. 1 Januari 2014 Vol 2, No 12 (2013): Vol 2 No. 12 Desember 2013 Vol 2, No 11 (2013): Vol 2 No 11 November 2013 Vol 2, No 10 (2013): Vol 2 No 10 Oktober 2013 Vol 2, No 9 (2013): Vol 2 No 9 September 2013 Vol 2, No 8 (2013): Vol 2 No 8 Agustus 2013 Vol 2, No 7 (2013): Vol 2 No. 7 Juli 2013 Vol 2, No 6 (2013): Vol 2 No. 6 Juni 2013 Vol 2, No 5 (2013): Vol 2 No. 5 Mei 2013 Vol 2, No 4 (2013): Vol 2 No. 4 April 2013 Vol 2, No 3 (2013): Vol 2 No. 3 Maret 2013 Vol. 2 No. 2 Februari 2013 Vol 2, No 1 (2013): JURNAL AGRIBISNIS Vol 1, No 1 (2012) More Issue