cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 845 Documents
EVALUASI EFEKTIVITAS DAN EFISIENSI DISTRIBUSI RASKIN BERBASIS SIKAP RUMAH TANGGA SASARAN PENERIMA MANFAAT (RTS-PM) (Studi Kasus: Desa Hamparan Perak Kecamatan Hamparan Perak Kabupaten Deli Serdang) Alexander Silalahi, Salmiah; H. M. Roem S
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 3, No 6 (2014): Vol 3 No. 6 Juni 2014
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (342.962 KB)

Abstract

ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis sistem distribusi Raskin di Desa Hamparan Perak, Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang, untuk menganalisis sikap rumah tangga sasaran penerima manfaat terhadap tingkat efektivitas program Raskin di Desa Hamparan Perak, Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang, untuk menganalisis tingkat efisiensi program Raskin di Desa Hamparan Perak, Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang, untuk menganalisis surplus konsumen yang diperoleh rumah tangga miskin dari program Raskin di Desa Hamparan Perak, Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa distribusi Raskin di Desa Hamparan Perak dimulai dari Gudang Beras Bulog dan langsung disalurkan ke Kantor Camat Hamparan Perak, kemudian diangkut ke Desa Hamparan Perak. Raskin tersebut kemudian dibagikan ke rumah tangga sasaran di titik. Hasil dari analisis sikap rumah tangga sasaran penerima manfaat menyimpulkan bahwa distribusi Raskin di Desa Hamparan Perak tidak efektif, karena berdasarkan sikap rumah tangga sasaran, indikator efektivitas Raskin yang memenuhi hanya tepat harga, tepat  kualitas dan tepat waktu, sedangkan untuk indikator lain tidak tepat sasaran dan tidak tepat jumlah. Distribusi Raskin di Desa Hamparan Perak sudah efisien. RTS-PM mendapatkan surplus konsumen sebesar Rp 31.100 untuk setiap pembagian Raskin. Kata Kunci: Raskin, efektivitas, efisiensi, surplus
SIKAP PETANI TERHADAP ORGANISASI PERKUMPULAN PETANI PENGGUNA AIR (P3A) DI DESA SEI BULUH (Studi Kasus : Desa Sei Buluh, Kecamatan Teluk Mengkudu Kabupaten Serdang Bedagai) Lamtorang Hutagalung; Meneth Ginting; Sinar Indra Kesuma
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 3, No 6 (2014): Vol 3 No. 6 Juni 2014
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (438.096 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sikap petani anggota terhadap organisasi P3A di Desa Sei Buluh Kecamatan Teluk Mengkudu Kabupaten Serdang Bedagai. Metode penentuan daerah penelitian ditentukan secara sengaja (purposive). Metode penentuan sampel dilakukan dengan metode Simple Random Sampling yaitu pengambilan sampel secara acak dengan jumlah sampel 30 petani. Metode analisis data menggunakan analisis deskriptif, analisis korelasi Rank Spearman dan analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Perkembangan organisasi P3A di daerah penelitian tidak mengalami perkembangan selama 5 tahun terakhir. (2) Karakteristik petani anggota seperti umur, luas lahan, tingkat pendidikan, jumlah tanggungan dengan dan lama keanggotaan mempunyai perbedaan dari setiap petani anggota organisasi P3A di daerah penelitian. (3) Kinerja organisasi P3A di daerah penelitian adalah tinggi. (4) Sikap petani anggota terhadap organisasi P3A di Desa Sei Buluh adalah positif. (5) Karakteristik petani anggota seperti umur, luas lahan dan lama keanggotaan memiliki hubungan yang signifikan dengan sikap petani terhadap organisasi P3A. Pendidikan dan jumlah tanggungan tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan sikap petani terhadap organisasi P3A. (6) Secara serempak karakteristik petani (umur, luas lahan, tingkat pendidikan, jumlah tanggungan dan lama keanggotaan) mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap sikap petani terhadap organisasi P3A. Secara parsial karakteristik petani seperti: umur, pendidikan dan jumlah tanggungan tidak berpengaruh signifikan terhadap sikap petani terhadap organisasi P3A. Luas lahan dan lama keanggotaan berpengaruh signifikan terhadap sikap petani terhadap organisasi P3A terhadap organisasi P3A. Kata kunci: karakteristik, P3A, sikap
ANALISIS BREAK EVEN POINT DAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENDAPATAN USAHATANI PERKEBUNAN KELAPA SAWIT KEBUN BAH BIRUNG ULU Winda Lihouma Purba; Luhut Sihombing, Salmiah
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 3, No 6 (2014): Vol 3 No. 6 Juni 2014
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (594.673 KB)

Abstract

ABSTRAK Kelapa sawit merupakan salah satu komoditas perkebunan yang mempunyai peran cukup penting dalam perekonomian Indonesia, karena merupakan komoditas andalan ekspor sehingga menjadi penghasil devisa negara diluar minyak dan gas. Pengembangan agribisnis kelapa sawit merupakan salah satu langkah yang sangat diperlukan sebagai kegiatan pembangunan subsektor perkebunan dalam rangka revitalisasi sektor pertanian. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh faktor produksi (tenaga kerja, pupuk, pestisida, jumlah pohon per hektar) terhadap pendapatan usahatani kelapa sawit di daerah penelitian dan untuk mengetahui jumlah produksi dan harga produksi pada titik impas pada usaha tani kelapa sawit di daerah penelitian. Metode analisis data yang digunakan pada penelitian ini yaitu metode OLS dengan Regresi Linier Berganda serta analisis BEP atas dasar jumlah produksi dan BEP atas dasar harga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Nilai F hitung > F tabel (71,691 > 19,247), sehingga tenaga kerja, pemupukan, pestisida dan jumlah pohon perhektar secara serempak berpengaruh positif dan nyata terhadap pendapatan usahatani kelapa sawit di PT.Perkebunan Nusantara IV Bah Birung Ulu. Nilai Koefisien Determinasi (R2) yang diperoleh sebesar 99,7%. Hal  ini  berarti  bahwa  kemampuan  variabel tenaga kerja, pemupukan, pestisida dan jumlah pohon perhektar menjelaskan pengaruhnya terhadap variabel pendapatan sebesar 99,7%, sedangkan sisanya sebesar 0,3% dipengaruhi oleh variabel lainnya yang tidak diikutkan dalam penelitian ini. Jumlah produksi dan harga dari usaha tani kelapa sawit di PT. Perkebunan Nusantara IV (Persero) kebun Bah Birung Ulu selama tahun 2008 – 2013 telah melampaui titik break even/titik impas dan memperoleh keuntungan. Jumlah produksi pada kondisi impas pada tahun 2008 sampai tahun 2013 secara berturut-turut yaitu 1.749.285 kg; 2.880.502 kg; 4.119.740 kg; 3.737.906 kg; 4.510.159 kg; dan 4.733.664 kg. Sedangkan  besarnya harga TBS pada kondisi impas pada tahun 2008 sampai tahun 2013 secara berturut-turut yaitu Rp.909/kg; Rp.1.157/kg; Rp.1.236/kg; Rp.1.227/kg; Rp. 1.082/kg; dan Rp.1.041/kg. Kata kunci : Break Even Point, Kelapa Sawit, Faktor Produksi, Pendapatan
ANALISIS AKSES PANGAN DI PROVINSI SUMATERA UTARA Rhemo Adiguno; Luhut Sihombing; A.T. Hutajulu
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 3, No 6 (2014): Vol 3 No. 6 Juni 2014
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (375.344 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis akses pangan masyarakat di Provinsi Sumatera Utara dalam 5 tahun terakhir (2008-2012). Metode penentuan daerah penelitian ditentukan secara sengaja (purposive). Metode penentuan sampel dilakukan dengan menggunakan metode area probability sampling yaitu pengambilan sampel secara acak berdasarkan pembagian suatu area/wilayah. Metode analisis data menggunakan analisis akses pangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa situasi akses pangan masyarakat di Provinsi Sumatera Utara pada tahun 2008 berada dalam kondisi akses pangan cukup rendah dengan nilai skoring komposit sebesar 3,99. Pada tahun 2009 - 2012 berada dalam kondisi akses pangan cukup tinggi dengan nilai skoring komposit 4,04 di tahun 2009, 4,15 di tahun 2010, 4,25 di tahun 2011, dan 4,27 di tahun 2012. Kata kunci: akses, pangan
PERANAN TENAGA KERJA WANITA PADA PEMASARAN DODOL SERTA KONTRIBUSINYA TERHADAP PENDAPATAN KELUARGA DI DESA BENGKEL KECAMATAN PERBAUNGAN KABUPATEN SERDANG BEDAGAI Yoangga Praditya; Yusak Maryunianta, Iskandarini
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 3, No 6 (2014): Vol 3 No. 6 Juni 2014
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (372.348 KB)

Abstract

pedesaan sebagai sumber daya manusia cukup nyata berpartisipasi khususnya dalam memenuhi fungsi ekonomi keluarga dan rumah tangga bersama pria. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menetapkan curahan tenaga kerja dan besarnya pendapatan tenaga kerja wanita pada pemasaran dodol; serta untuk menganalisis seberapa besar kontribusi tenaga kerja wanita terhadap pendapatan keluarga di daerah penelitian. Metode penelitian yang digunakan adalah dengan mendeskripsikan curahan tenaga kerja wanita pada subsistem pemasaran dodol dengan perhitungan tabulasi sederhana juga mendeskripsikan pendapatan yakni upah yang diterima sebagai gaji pokok; serta mentabulasikan secara sederhana dengan perhitungan pendapatan dan kontribusi tenaga kerja wanita dalam keluarga. Berdasarkan Penelitian, diperoleh curahan tenaga kerja pada pemasaran dodol besar dengan  curahan 12,63 jam per harinya; pendapatan yang diperoleh oleh tenaga kerja wanita pada pemasaran dodol sebesar Rp.635.714. pendapatan ini masih jauh dibawah Upah Minimum Kota Medan yakni sebesar Rp.1.851.500; serta kontribusi pendapatan tenaga kerja pada pemasaran dodol terhadap total pendapatan keluarga yakni sebesar 25,06%. Kata kunci: Tenaga kerja wanita, Curahan Tenaga Kerja, Pendapatan,    Kontribusi Pendapatan.
ANALISIS USAHATANI BUAH DUKU (Lansium domesticum) Studi Kasus : Desa Kuala Dekah, Kecamatan Biru-Biru, Kabupaten Deli Serdang Nuraida Pane; Rahmanta Ginting; Hasman Hasyim
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 3, No 6 (2014): Vol 3 No. 6 Juni 2014
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (395.148 KB)

Abstract

ABSTRAK Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis total biaya produksi, produktivitas tenaga kerja, produktivitas lahan, total penerimaan dan pendapatan bersih usahatani buah duku di daerah penelitian, untuk menganalisis kelayakan usahatani buah duku untuk menganalisis pengaruh biaya produksi, produktivitas tenaga kerja, dan produktivitas lahan terhadap pendapatan usahatani buah duku. Metode penelitian yang digunakan adalah metode analisis kelayakan dan analisis regresi linier berganda dengan alat bantu SPSS 17. Pengambilan sampel dilakukan secara Simple Random Sampling dengan besar sampel sebanyak 30 KK. Data yang digunakan data primer dan data sekunder. Hasil penelitian adalah petani di desa Kuala Dekah kecamatan Biru-Biru rata-rata mengeluarkan biaya produksi sebesar Rp 18.121.459 per petani per tahun. Rata-rata produktivitas tenaga kerja per petani adalah 0.12 Ton/hkp. Rata-rata produktivitas lahan adalah 7.71Ton/ha. Rata-rata total penerimaan per petani adalah sebesar Rp. 69.808.000 per petani per tahun dan rata-rata pendapatan bersih per petani sebesar Rp  51.686.541 per petani per tahun dengan rata-rata luas lahan 1.13 ha. Usahatani buah duku ini layak untuk diusahakan. Secara serempak terdapat pengaruh nyata biaya produksi, produktivitas tenaga kerja dan produktivitas lahan terhadap pendapatan usahatani buah duku. Kata Kunci:  Analisis Usahatani, Buah Duku.
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERILAKU KONSUMEN KOPI LUWAK BERMEREK DI KOTA MEDAN Irsa Izriyani Marbun; Rahmanta Ginting, Emalisa
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 3, No 6 (2014): Vol 3 No. 6 Juni 2014
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (316.997 KB)

Abstract

ABSTRAK   Belakangan ini keberadaan kopi luwak di Indonesia semakin populer, banyak merek-merek kopi yang meletakkan nama kopi luwak dalam mereknya. Hal ini mungkin karena konsumen lebih menyukai rasa kopi luwak yang lebih enak, aromanya lebih sedap serta tingkat kafein yang lebih rendah dari kopi yang lain. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis perkembangan permintaan dan penawaran terhadap kopi luwak di lokasi penelitian dan untuk menganalisis pengaruh faktor budaya, sosial, pribadi dan psikologis terhadap keputusan konsumen kopi luwak bermerek dilokasi penelitian. Metode analisis yang digunakan adalah metode analisis deskriptif dan metode analisis regresi linier berganda. Penentuan daerah penelitian secara purposive. Penelitian ini dilakukan pada bulan April tahun 2014. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel budaya, sosial, pribadi dan psikologis secara serempak berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan konsumen kopi luwak Kopi Sidikalang. Sedangkan secara parsial variabel pribadi dan psikologis mempunyai pengaruh paling besar terhadap keputusan konsumen kopi luwak Kopi Sidikalang. Kata Kunci : Perilaku Konsumen, Kopi Luwak
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERILAKU KONSUMEN TERHADAP KEDAI KOPI DI KOTA MEDAN (Studi Kasus : Kecamatan Medan Selayang, Kota Medan) Muhammad Khaliqi; Sri Fajar Ayu, Salmiah
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 3, No 7 (2014): Vol 3 No. 7 Juli 2014
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Perkembangan konsumsi kopi di Kota Medan mengakibatkan pertumbuhan kedai kopi yang terus bertambah di Kota Medan. Namun, tidak semua kedai kopi yang tumbuh dapat berkembang dengan baik. Sehingga ada beberapa kedai kopi yang tutup. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji karakteristik konsumen dalam memilih kedai kopi, mengkaji motivasi konsumen untuk datang ke kedai kopi, mengkaji pola konsumsi konsumen kedai kopi, Menganalisis faktor yang mempengaruhi preferensi konsumen terhadap kedai kopi di Kota Medan dan Mengkaji kriteria kedai kopi yang ideal menurut konsumen. Metode analisis yang digunakan adalah dengan menggunakan analisis deskriptif dan analisis faktor dengan menggunakn software SPSS. Penentuan daerah penelitian dilakukan secara purposive. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei 2014. Karakteristik konsumen kedai kopi di Kota Medan adalah mayoritas laki-laki. Rata-rata berusia 18-25 tahun, dengan status mahasaiswa. Pendapatan sebesar Rp.1.000.000-Rp. 1.999.999. Motivasi dari konsumen untuk datang ke kedai kopi di Kota Medan karena ingin bertemu dengan teman. Dengan pola konsumsi konsumen memilih datang ke kedai kopi pada sore hari dan malam hari. Faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen terhadap kedai kopi adalah pendapatan, informasi, kenyamanan, fasilitas dan teman. Kriteria kedai kopi ideal adalah memiliki fasilitas wifi, dengan lokasi kedai kopi yang dekat dengan rumah dan memiliki rasa yang khas dengan promosi diskon yang dipilih oleh konsumen. Kata Kunci :PerilakuKonsumen, Kedai Kopi, Preferensi
ANALISIS KOMPARASI PENDAPATAN PETANI SISTEM TANAM SRI (System of Rice Intensification) DENGAN PETANI SISTEM TANAM LEGOWO (Studi Kasus: Desa Pematang Setrak, Kec Teluk Mengkudu, Kab Serdang Bedagai) Fanani Rizki Pohan; Hasman Hasyim, Iskandarini
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 3, No 7 (2014): Vol 3 No. 7 Juli 2014
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Tujuan penelitian untuk yaitu (1) Untuk menganalisis apakah faktor-faktor luas lahan, biaya produksi dan harga gabah pada sistem tanam SRI berpengaruh terhadap pendapatan petani di daerah penelitian (2) Untuk menganalisis apakah faktor-faktor luas lahan, biaya produksi dan harga gabah pada sistem tanam Legowo berpengaruh terhadap pendapatan petani di daerah penelitian (3) Untuk menganalisis komparasi produksi sistem tanam SRI dan sistem tanam Legowo di daerah penelitian (4) Untuk menganalisis komparasi pendapatan sistem tanam SRI dengan sistem tanam Legowo di daerah penelitian. Metode penelitian menggunakan (1) dan (2) menggunakan metode regresi linier dengan bantuan spss 16, (3) dan (4) menggunakan metode uji beda rata – rata (t-hitung) dengan bantuan spss 16. Hasil penelitian diperoleh (1) secara serempak variabel luas lahan, biaya produksi dan harga gabah pada sistem tanam SRI berpengaruh nyata terhadap variabel pendapatan, (2) secara serempak variabel luas lahan, biaya produksi dan harga gabah pada sistem tanam Legowo berpengaruh nyata terhadap variabel pendapatan, (3) ada komparasi produksi usahatani antara petani sistem tanam SRI dengan petani sistem tanam Legowo dimana produksi usahatani padi sawah sistem tanam SRI lebih tinggi dibanding Sistem tanam Legowo, (4) ada komparasi pendapatan usahatani antara petani sistem tanam SRI dengan petani sistem tanam Legowo dimana pendapatan usahatani padi sawah sistem tanam SRI lebih tinggi dibanding Sistem tanam Legowo.   Kata kunci: evaluasi, SRI (System of Rice Intensification), padi sawah,pendapatan
STRATEGI PENGEMBANGAN PEMASARAN USAHATERNAK KELINCI DI KABUPATEN KARO Achmad Jefri; Tavi Supriana
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 3, No 7 (2014): Vol 3 No. 7 Juli 2014
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor internal dan eksternal dalam pengembangan pemasaran usahaternak kelinci serta bagaimana strategi pengembangan pemasaran usahternak kelinci. Untuk mengidentifikasi faktor-faktor internal dan eksternal serta bagaimana strategi yang dikembangkan dalam pengembangan usahaternak kelinci digunakan analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor internal dan eksternal adalah pengalaman peternak, sumber pakan, agroklimat, kelembagaan, skala usahaternak, peluang pasar, kebijakan pemerintah, dan preferensi masyarakat. Strategi yang dikembangkan mengacu kepada pemanfaatan pengalaman peternak, sumber pakan, agroklimat, untuk meningkatkan produksi dan memenuhi permintaan.   Kata Kunci : Strategi, Kelinci, SWOT.

Filter by Year

2012 2019


Filter By Issues
All Issue Vol 10, No 3 (2019): Vol. 10 No. 3 Maret 2019 Vol 10, No 2 (2019): Vol. 10 No. 2 Februari 2019 Vol 10, No 1 (2019): Volume 10 No. 1 Januari 2019 Vol 9, No 12 (2018): Volume 9 No.12 Desember 2018 Vol 9, No 11 (2018): Volume 9 No.11 November 2018 Vol 9, No 10 (2018): Volume 9 No. 10 Oktober 2018 Vol 9, No 9 (2018): Volume 9 No. 9 September 2018 Vol 9, No 8 (2018): Volume 9 No. 8 Agustus 2018 Vol 9, No 7 (2018): Volume. 9 No. 7 Juli 2018 Vol 9, No 6 (2018): Volume 9 No. 6 Juni 2018 Vol 9, No 5 (2018): Volume 9 No. 5 Mei 2018 Vol 9, No 4 (2018): Volume 9 No. 4 April 2018 Vol 9, No 3 (2018): Volume 9 No. 3 Maret 2018 Vol 9, No 2 (2018): Volume 9 No. 2 Februari 2018 Vol 9, No 1 (2018): Volume 9. No. 1 Januari 2018 Vol 8, No 6 (2017): Volume 8. No. 6 Desember 2017 Vol 8, No 5 (2017): Volume 8. No. 5 November 2017 Vol 8, No 4 (2017): Volume 8. No. 4 Oktober 2017 Vol 8, No 3 (2017): Volume 8. No. 3 September 2017 Vol 8, No 2 (2017): Volume 8. No. 2 Agustus 2017 Vol 8, No 1 (2017): Volume 8. No. 1 Juli 2017 Vol 7, No 6 (2017): Volume 7. No. 6 Juni 2017 Vol 6, No 2 (2017): volume 6 no. 2 February 2017 Vol 6, No 1 (2017): volume 6 no. 1 January 2017 Vol 5, No 12 (2016): volume 5 no. 12 Desember 2016 Vol 5, No 11 (2016): volume 5 no. 11 November 2016 Vol 5, No 10 (2016): volume 5 no. 10 oktober 2016 Vol 5, No 9 (2016): volume 5 no. 9 september 2016 Vol 5, No 8 (2016): volume 5 no. 8 agustus 2016 Vol 5, No 7 (2016): volume 5 no. 7 juli 2016 Vol 5, No 6 (2016): volume 5 no. 6 juni 2016 Vol 5, No 5 (2016): volume 5 no. 5 Mei 2016 Vol 5, No 4 (2016): volume 5 no. 4 April 2016 Vol 5, No 3 (2016): volume 5 no. 3 Maret 2016 Vol 5, No 1 (2016): Volume 5 No. 1 Januari 2016 Vol 5, No 2 (2016) Vol 4, No 12 (2015): Volume 4 No. 12 Desember 2015 Vol 4, No 11 (2015): Volume 4 No. 11 November 2015 Vol 4, No 10 (2015): Volume 4 No. 10 Oktober 2015 Vol 4, No 9 (2015): Volume 4 No. 9 September 2015 Vol 4, No 8 (2015): Volume 4 No. 8 Agustus 2015 Vol 4, No 7 (2015): Volume 4 No. 7 Juli 2015 Vol 4, No 6 (2015): Volume 4 No. 6 Juni 2015 Vol 4, No 5 (2015): Volume 4 No. 5 Mei 2015 Vol 4, No 4 (2015): Volume 4 No.4 April 2015 Vol 4, No 3 (2015): Volume 4 No.3 Maret 2015 Vol 4, No 2 (2015): Volume 4 No. 2 Februari 2015 Vol 4, No 1 (2015): Volume 4 No. 1 Januari 2015 Vol 3, No 11 (2014): Vol 3 No. 11 November 2014 Vol 3, No 10 (2014): Vol 3 No. 10 Oktober 2014 Vol 3, No 9 (2014): Vol 3 No. 9 September 2014 Vol 3, No 8 (2014): Vol 3 No. 8 Agustus 2014 Vol 3, No 7 (2014): Vol 3 No. 7 Juli 2014 Vol 3, No 6 (2014): Vol 3 No. 6 Juni 2014 Vol 3, No 5 (2014): Vol 3 No. 5 Mei 2014 Vol 3, No 4 (2014): Vol 3 No. 4 April 2014 Vol 3, No 3 (2014): Vol 3 No. 3 Maret 2014 Vol 3, No 2 (2014): Vol 3 No. 2 Februari 2014 Vol 3, No 1 (2014): Vol 3 No. 1 Januari 2014 Vol 2, No 12 (2013): Vol 2 No. 12 Desember 2013 Vol 2, No 11 (2013): Vol 2 No 11 November 2013 Vol 2, No 10 (2013): Vol 2 No 10 Oktober 2013 Vol 2, No 9 (2013): Vol 2 No 9 September 2013 Vol 2, No 8 (2013): Vol 2 No 8 Agustus 2013 Vol 2, No 7 (2013): Vol 2 No. 7 Juli 2013 Vol 2, No 6 (2013): Vol 2 No. 6 Juni 2013 Vol 2, No 5 (2013): Vol 2 No. 5 Mei 2013 Vol 2, No 4 (2013): Vol 2 No. 4 April 2013 Vol 2, No 3 (2013): Vol 2 No. 3 Maret 2013 Vol. 2 No. 2 Februari 2013 Vol 2, No 1 (2013): JURNAL AGRIBISNIS Vol 1, No 1 (2012) More Issue