cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 845 Documents
FAKTOR–FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KONSUMEN DALAM MENGKONSUMSI MINYAK GORENG BERMEREK DI KOTA MEDAN (Studi Kasus: Kecamatan Medan Deli) Lailatun Najmi Dalimunthe; Kellin Tarigan; Sinar Indra Kesuma
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 3, No 8 (2014): Vol 3 No. 8 Agustus 2014
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini untuk untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi konsumen dalam mengkonsumsi minyak goreng bermerek di lokasi penelitian dan untuk mengetahui perilaku konsumen terhadap konsumsi minyak goreng bermerek. Lokasi penelitian Kecamatan Medan Deli, di Kota Medan. Penentuan daerah penelitian dilakukan secara purposive, Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Medan Deli. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode pengambilan sampel acak sederhana (simple random sampling). Metode analisis yang digunakan adalah metode regresi linier berganda  dan skala likert. Dari hasil penelitian, dapat disimpulkan pendapatan konsumen memiliki pengaruh positif yang nyata terhadap konsumsi minyak goreng bermerek dan tingkat keputusan konsumen dalam mengkonsumsi minyak goreng bermerek adalah sedang. Kata Kunci : Konsumsi,  minyak goreng bermerek, perilaku konsumen
KOMPARASI BIAYA, PENERIMAAN, DAN PENDAPATAN PETANI JERUK SIAM (Citrus Nobilis var. Microcarpa) SEBELUM DAN SESUDAH TERSERANG LALAT BUAH (Bactrocera Papayae) DI DESA KUBU SIMBELANG, KEC.TIGAPANAH, KAB.KARO Miryam Endang; Kellin Tarigan, Salmiah
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 3, No 8 (2014): Vol 3 No. 8 Agustus 2014
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis perbedaan biaya produksi jeruk siam sebelum dan sesudah terserang lalat buah, untuk menganalisis perbedaan penerimaan dan  pendapatan petani jeruk siam sebelum dan sesudah terserang lalat buah di daerah penelitian. Metode analisis yang dilakukan dalam penelitian ini adalah analisis usahatani dan metode komparatif. Metode analisis usahatani digunakan untuk menghitung biaya produksi, pendapatan, dan penerimaan petani jeruk siam sebelum dan sesudah terserang lalat buah. Metode komparatif digunakan untuk membandingkan biaya produksi, penerimaan, dan pendapatan petani jeruk siam sebelum dan sesudah terserang lalat buah. Pengambilan sampel dilakukan secara Simple Random Sampling dengan besar sampel sebanyak 60 KK. Data yang digunakan data primer dan data sekunder. Hasil penelitian antara lain biaya produksi jeruk siam sebelum terserang lalat buah (Rp.176.629.347) adalah lebih rendah  daripada sesudah terserang (Rp.259.388.196) lalat buah. Penerimaan petani jeruk siam sebelum terserang lalat buah (Rp.443.012.500) adalah lebih rendah daripada sesudah terserang lalat buah (Rp.452.808.416). Pendapatan petani jeruk siam sebelum terserang lalat buah (Rp.266.743.153) adalah lebih tinggi daripada sesudah terserang lalat buah (Rp.193.420.220). Kata Kunci: Jeruk Siam, Lalat Buah, Biaya, Penerimaan, Pendapatan.
PERSEPSI PETANI TERHADAP FAKTOR PENDUKUNG PEMBANGUNAN PERTANIAN HUBUNGANNYA DENGAN PRODUKSI PADI SAWAH (Studi Kasus : Desa Melati II, Kec Perbaungan, Kab Serdang Bedagai) M Taufik Ismail Lubis; Lily Fauzia; M Jufri
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 3, No 8 (2014): Vol 3 No. 8 Agustus 2014
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Salah satu amanat dari Pembukaan UUD 1945 ditetapkan bahwa tujuan dibentuknya Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah untuk memajukan kesejahteraan umum yang berazas keadilan sosial. Perjalanan penjang yang telah dilalui pada masa Orde Baru sampai Reformasi masih saja diwarnai oleh berbagai macam permasalahan termasuk hanya sekedar untuk memenuhi kebutuhan pangan. Pemenuhan dan penyediaan bahan pangan yang terus meningkat memaksa pemerintah untuk melakukan kebijakan impor beras. Masalah pangan bagi suatu negara adalah suatu hal yang sangat krusial mengingat pangan adalah kebutuhan dasar bagi kehidupan manusia sudah seharusnya pemerintah untuk mengedepankan pembangunan pada sektor pertanian Terdapat lima syarat pokok agar pembangunan pertanian berjalan dengan baik. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis persepsi petani terhadap faktor pendukung pembangunan pertanian yang dikemukakan (Pasar, Tekhnologi, Alat alat produksi, Perangsang produksi dan Pengangkutan/Transportasi) hubungannya dengan produksi padi sawah di lokasi penelitian. Metode penelitian yang digunakan adalah secara purposive, dimana penentuan daerah dan sampel dipilih berdasarkan pertimbangan tertentu dengan jumlah sampel sebanyak 30 orang. Metode analisis yang digunakan adalah metode analisis korelasi Rank Spearman. Penelitian ini dilakukan pada bulan Januari 2014. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Terdapat hubungan antara persepsi petani terhadap faktor pendukung pembangunan pertanian (Pasar, Tekhnologi, Alat alat produksi, Perangsang produksi dan Pengangkutan/Transportasi) dengan produksi padi sawah. Kata kunci       :  Faktor Pendukung, Pembangunan Pertanian, Padi Sawah
ANALISIS KELAYAKAN USAHA JAMUR TIRAM PUTIH (Pleurotus Ostreatus) (Studi Kasus : Desa Tanjung Selamat, Kec. Sunggal, Kab. Deli Serdang ) Aziz Adriansyah; Lily Fauzia; Sri Fajar Ayu
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 3, No 8 (2014): Vol 3 No. 8 Agustus 2014
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi ketersediaan input (baglog, modal, kumbung dan tenaga kerja) untuk usaha jamur tiram di daerah penelitian, untuk mengetahui apakah usaha jamur tiram layak atau tidak layak dikembangkan di daerah penelitian. Metode penelitian yang digunakan untuk mengidentifikasi ketersediaan input (baglog, kumbung, tenaga kerja dan modal) dianalisis menggunakan analisis deskriptif dan untuk menganalisis kelayakan usaha budidaya jamur tiram dianalisis dengan BEP, R/C Ratio dan B/C Ratio. Penentuan sampel dilakukan secara sensus dengan jumlah petani sampel sebanyak 4 petani jamur tiram. Data yang digunakan adalah data primer dengan bantuan daftar pertanyaan kuesioner dan data sekunder yang diperoleh dari instansi atau lembaga terkait. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa baglog, kumbung, modal dantenaga kerja cukup tersedia di daerah penelitian. Diperoleh hasil BEP Produksi < Produksi maka usaha jamur tiram layak dan diperoleh hasil BEP Harga <  Harga maka usaha jamur tiram layak dan diperoleh hasil R/C Ratio > 1dan nilai B/C > dari suku bunga. Dengan nilai R/C Ratio lebih besar dari 1 dan nilai B/C lebih besar dari suku bunga maka dapat disimpulkan bahwa usaha jamur tiram layak dikembangkan secara finansial di daerah penelitian. Kata Kunci: Jamur Tiram, Break Event Point (BEP), R/C Ratio
STRATEGI PENGEMBANGAN MODEL KAWASAN RUMAH PANGAN LESTARI (Studi Kasus : Kelurahan Terjun, Kecamatan Medan Marelan) Everson Nainggolan; Satia Negara Lubis, Emalisa
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 3, No 8 (2014): Vol 3 No. 8 Agustus 2014
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui besaran curahan dana dari pemerintah dalam mengembangkan Model Kawasan Rumah Lestari (MKRPL), untuk mengetahui faktor-faktor internal dan eksternal dalam mengembangkan Model Kawasan Rumah Lestari (MKRPL), untuk mengetahui strategi pengembangan Model Kawasan Rumah Pangan Lestari di daerah penelitian. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode sensus dengan jumlah populasi 18 KK (Kepala Keluarga). Metode penelitian yang digunakan adalah dengan menggunakan metode analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa besaran curahan dana dari pemerintah sebesar Rp. 600.000-700.000/KK dan Rp. 300.000 untuk Kelompok Tani Sedar digunakan dalam pembuatan model dan penyediaan sarana produksi. Faktor internal yang mempengaruhi yaitu lahan milik sendiri, bisa mengurangi biaya belanja, tidak membutuhkan lahan yang luas, hasil panen bersifat organik, tidak membutuhkan tenaga kerja yang banyak, harga sayuran organik mahal, hasil panen tidak banyak, rentan serangan hama dan penyakit, pengalaman bertani pelaku MKRPL yang rendah, ketergantungan terhadap bantuan pemerintah serta faktor eksternal yang mempengaruhi yaitu adanya program pemerintah, banyaknya peminat sayuran organik, ada pasar untuk menjual hasil panen, mudah untuk mengakses informasi cara bertanam organik, bantuan dari pemerintah yang kurang jelas sosialisasinya, kurangnya pengawasan dari pemerintah, banyaknya sayuran non-organik dengan harga murah. Strategi yang digunakan dalam mengembangkan MKRPL adalah strategi ST (Strength Threat) yaitu : menjadikan MKRPL peluang bisnis dan meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil dari MKRPL.     Kata kunci : model kawasan rumah pangan lestari, besaran curahan dana, faktor internal, faktor eksternal, strategi pengembangan
VOLUME DAN HARGA KARET ALAM BENTUK SMOKED SHEET EKSPOR INDONESIA DI ERA ACFTA (ASEAN-CHINA FREE TRADE AREA) Boy Sitorus; Tavi Supriana; Asmi Tiurland Hutajulu
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 3, No 8 (2014): Vol 3 No. 8 Agustus 2014
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Perkembangan perdagangan internasional  yang mengarah padaperdagangan bebas, salah satunya adalah ACFTA (ASEAN-China Free TradeArea). Dalam ACFTA disepakati lima bidang kerjasama, dan salah satunya adalah bidang pertanian. Komoditi perkebunan yang prospek adalah karet alam. Karet alam olahan bentuk smoked sheet banyak mendapat penawaran ekspor dari negara anggota ACFTA akibat berkembangnya industri otomotif, industri alat kesehatan diantara negara angota-anggota ACFTA. Ada tiga tahap penurunan tarif yang disepakati, salah satunya adalahSensitive Track. Dalam perjanjian ini, karet alam dan turunananya berada pada highly sensitive listyang baru akan berlaku pada tahun 2015.Penelitian ini dilakukan di Indonesia sebagai salah satu sentra produksi karet alam didunia, penelitian inibertujuan untuk mengetahui bagaimana volume dan harga karet alam bentuk smoked sheet Indonesia pada era ACFTA (ASEAN China Free Trade Area)dengan menganalisis data sebelum ACFTA (1996-2004) dan sesudah ACFTA(2005-2013) dianalisis dengan menggunakan Uji-t berpasangan memakai alatSPSS. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Volume ekspor smoked sheet Indonesia keASEAN di era ACFTA (ASEAN-China Free Trade Area) mengalami peningkatan yang signifikan. (2) Volume ekspor smoked sheet Indonesia ke China di era ACFTA tidak mengalami peningkatan yang signifikan. (3) Harga smoked sheet ekspor Indonesia ke ASEAN di era ACFTA mengalami kenaikan yang signifikan. (4) Harga smoked sheet ekspor Indonesia ke China di era ACFTA mengalami kenaikan yang signifikan.   Kata kunci: volume dan harga ekspor karet, era  ACFTA
ANALISIS PENDAPATAN USAHATANI KOPI ARABIKA (Coffea arabica ) (Studi Kasus Desa Dolokmargu, Kecamatan Lintongnihuta, Kabupaten Humbang Hasundutan) Kellin Tarigan; Thomson Sebayang, Kristi
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 3, No 8 (2014): Vol 3 No. 8 Agustus 2014
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Tujuan Penelitian adalah untuk  menganalisis bagaimana produktifitas kopi  di daerah penelitian, untuk  menganalisis faktor-faktor produksi apakah yang akan mempengaruhi produksi kopi di daerah penelitian, untuk menganalisis biaya produksi dan pendapatan petani kopi di daerah penelitian, serta untuk menganalisis tingkat kelayakan usahatani kopi di daerah penelitian. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis usaha tani, analisis regresi linier berganda dan analisis kelayakan finansial. Metode analisis usaha tani digunakan untuk menganalisis biaya produksi dan pendapatan petani kopi. Metode analisis regresi linier berganda digunakan untuk menganalisis faktor-faktor produksi yang mempengaruhi produksi kopi. Dan analisis kelayakan finansial digunakan untuk menganalisis tingkat kelayakan usahatani kopi di daerah penelitian. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa faktor produksi bibit, pupuk, pestisida, tenaga kerja dan lahan, secara serempak berpengaruh nyata terhadap produksi kopi, namun secara parsial hanya variabel bibit dan tenaga kerja saja yang berpengaruh nyata terhadap produksi kopi. Usahatani kopi di daerah penelitian adalah usaha yang menguntungkan, dan secara finansial layak untuk diusahakan dan dikembangkan ditinjau dari kriteria kelayakan finansial (NPV, IRR, dan B/C). Kata Kunci: Kopi Arabika, Produksi, Biaya, Pendapatan, Kelayakan Finansial.
ANALISIS CONJOINT TERHADAP PREFERENSI KONSUMEN PADA BUAH DURIAN (Durio zibethinus Murr.) DI KOTA MEDAN Ester Septiani Pasaribu; Kelin Tarigan, Salmiah
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 3, No 9 (2014): Vol 3 No. 9 September 2014
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui preferensi konsumen terhadap kombinasi atribut buah durian di Kota Medan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis conjoint. Atribut buah durian yang digunakan dalam penelitian adalah bobot buah, bentuk buah, warna kulit buah, warna daging buah, tekstur daging buah, cita rasa, dan aroma. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumen memilih buah durian dengan spesifikasi bobot buah 3 – 5 kg, bentuk buah bulat telur, warna kulit buah hijau kekuningan, warna daging buah kuning tua / tembaga, tekstur daging buah pulen (lembut dan kering), cita rasa manis legit, dan aroma sedang. Spesifikasi buah durian seperti yang diinginkan oleh konsumen tersebut kurang lebih sama dengan spesifikasi yang dimiliki oleh durian yang berasal dari Sidikalang. Urutan atribut buah durian yang dianggap penting oleh konsumen yaitu pertama cita rasa (23,204%), warna daging buah (18,208%), tekstur daging buah (16,101%), bentuk buah (13,583%), warna kulit buah (12,530%), bobot buah (10,635%), serta aroma (5,739%). Nilai korelasi Pearson’s dan Kendall’s Tau 0,000 (<0,05) hal ini berarti bahwa adanya hubungan yang kuat antara preferensi estimasi dan preferensi aktual, atau ada predictive accuracy yang tinggi pada proses conjoint. Nilai korelasi Kendall’s Tau for Holdouts dimana Holdouts merupakan stimuli penguji hasil yang didapat dari proses conjoint bernilai 0,025 (sign.< 0,05) ini artinya bahwa buah durian (Durio zibethinus Murr.) yang menjadi preferensi konsumen sampel dapat menggambarkan preferensi konsumen secara keseluruhan (populasi). Kata Kunci : Analisis Conjoint, Buah Durian, Preferensi Konsumen
STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA PEMBESARAN IKAN MAS (Cyprinus carpio) DI DESA MBARUAI KEC. BIRU-BIRU KAB.DELI SERDANG Sri Junery Br Ginting; Meneth Ginting; Sri Fajar Ayu
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 3, No 9 (2014): Vol 3 No. 9 September 2014
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui faktor – faktor apa saja yang mempengaruhi perkembangan usaha pembesaran Ikan Mas dan memformulasi alternatif strategi yang sesuai diterapkan dalam pengembangan usaha pembesaran Ikan Mas di daerah penelitian.Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan matriks SWOT dan matriks Internal – Eksternal (IE) sebagai alat analisisnya. Pengambilan sampel dilakukan secara Simple Random Sampling dengan sampel sebanyak 38 KK.Strategi pengembangan usaha pembesaran Ikan MasDesa Mbaruai untuk masa yang akan datang adalah strategi yang berpusat pada strategi SO (Strengths-Opportunities) yaitu;  memanfaatkan ketersediaan sumber daya alam dengan menggunakan penguasaan petani terhadap teknik pembesaran Ikan Mas, mengurangi penggunaan pupuk dan bahan addictive untuk memenuhi permintaan pasar terhadap Ikan Mas sehat,  dan memanfaatkan penguasaan petani terhadap teknik pembesaran untuk mencegah serta mengendalikan serangan hama dan penyakit Ikan Mas. Kata Kunci: Ikan Mas, Pengembangan Usaha, Strategi Pengembangan.
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENAWARAN DAGING SAPI DI SUMATERA UTARA Ovistevi Munthe; Satia Negara Lubis; Lily Fauzia
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 3, No 9 (2014): Vol 3 No. 9 September 2014
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi penawaran daging sapi, untuk menganalisis trend produksi daging sapi, dan untuk menganalisi proyeksi produksi daging sapi. Penentuan daerah penelitian dilakukan secara purposive dengan sistem simple random sampling. Penelitian ini telah dilakukan di Provinsi Sumatera Utara. Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Metode analisis data menggunakan analisis regresi linear berganda melalui progran SPSS dan menggunakan analisis trend. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: faktor-faktor yang mempengaruhi penawaran daging sapi di Sumatera Utara adalah harga daging sapi dan harga daging ayam. Secara serempak, kedua faktor berpengaruh nyata terhadap penawaran daging . Sementara secara parsial harga daging sapi berpengaruh nyata terhadap penawaran daging sapi sementara daging ayam tidak berpengaruh nyata, terdapat trend pertumbuhan daging sapi tahun 2002-2012 di Sumatera Utara dan proyeksi pertumbuhan daging sapi di Sumatera Utara pada tahun 2014 sampai 2023 adalah meningkat.   Kata Kunci : faktor-faktor yang mempengaruhi penawaran, non-beras, regresi linear berganda, analisis trend

Filter by Year

2012 2019


Filter By Issues
All Issue Vol 10, No 3 (2019): Vol. 10 No. 3 Maret 2019 Vol 10, No 2 (2019): Vol. 10 No. 2 Februari 2019 Vol 10, No 1 (2019): Volume 10 No. 1 Januari 2019 Vol 9, No 12 (2018): Volume 9 No.12 Desember 2018 Vol 9, No 11 (2018): Volume 9 No.11 November 2018 Vol 9, No 10 (2018): Volume 9 No. 10 Oktober 2018 Vol 9, No 9 (2018): Volume 9 No. 9 September 2018 Vol 9, No 8 (2018): Volume 9 No. 8 Agustus 2018 Vol 9, No 7 (2018): Volume. 9 No. 7 Juli 2018 Vol 9, No 6 (2018): Volume 9 No. 6 Juni 2018 Vol 9, No 5 (2018): Volume 9 No. 5 Mei 2018 Vol 9, No 4 (2018): Volume 9 No. 4 April 2018 Vol 9, No 3 (2018): Volume 9 No. 3 Maret 2018 Vol 9, No 2 (2018): Volume 9 No. 2 Februari 2018 Vol 9, No 1 (2018): Volume 9. No. 1 Januari 2018 Vol 8, No 6 (2017): Volume 8. No. 6 Desember 2017 Vol 8, No 5 (2017): Volume 8. No. 5 November 2017 Vol 8, No 4 (2017): Volume 8. No. 4 Oktober 2017 Vol 8, No 3 (2017): Volume 8. No. 3 September 2017 Vol 8, No 2 (2017): Volume 8. No. 2 Agustus 2017 Vol 8, No 1 (2017): Volume 8. No. 1 Juli 2017 Vol 7, No 6 (2017): Volume 7. No. 6 Juni 2017 Vol 6, No 2 (2017): volume 6 no. 2 February 2017 Vol 6, No 1 (2017): volume 6 no. 1 January 2017 Vol 5, No 12 (2016): volume 5 no. 12 Desember 2016 Vol 5, No 11 (2016): volume 5 no. 11 November 2016 Vol 5, No 10 (2016): volume 5 no. 10 oktober 2016 Vol 5, No 9 (2016): volume 5 no. 9 september 2016 Vol 5, No 8 (2016): volume 5 no. 8 agustus 2016 Vol 5, No 7 (2016): volume 5 no. 7 juli 2016 Vol 5, No 6 (2016): volume 5 no. 6 juni 2016 Vol 5, No 5 (2016): volume 5 no. 5 Mei 2016 Vol 5, No 4 (2016): volume 5 no. 4 April 2016 Vol 5, No 3 (2016): volume 5 no. 3 Maret 2016 Vol 5, No 1 (2016): Volume 5 No. 1 Januari 2016 Vol 5, No 2 (2016) Vol 4, No 12 (2015): Volume 4 No. 12 Desember 2015 Vol 4, No 11 (2015): Volume 4 No. 11 November 2015 Vol 4, No 10 (2015): Volume 4 No. 10 Oktober 2015 Vol 4, No 9 (2015): Volume 4 No. 9 September 2015 Vol 4, No 8 (2015): Volume 4 No. 8 Agustus 2015 Vol 4, No 7 (2015): Volume 4 No. 7 Juli 2015 Vol 4, No 6 (2015): Volume 4 No. 6 Juni 2015 Vol 4, No 5 (2015): Volume 4 No. 5 Mei 2015 Vol 4, No 4 (2015): Volume 4 No.4 April 2015 Vol 4, No 3 (2015): Volume 4 No.3 Maret 2015 Vol 4, No 2 (2015): Volume 4 No. 2 Februari 2015 Vol 4, No 1 (2015): Volume 4 No. 1 Januari 2015 Vol 3, No 11 (2014): Vol 3 No. 11 November 2014 Vol 3, No 10 (2014): Vol 3 No. 10 Oktober 2014 Vol 3, No 9 (2014): Vol 3 No. 9 September 2014 Vol 3, No 8 (2014): Vol 3 No. 8 Agustus 2014 Vol 3, No 7 (2014): Vol 3 No. 7 Juli 2014 Vol 3, No 6 (2014): Vol 3 No. 6 Juni 2014 Vol 3, No 5 (2014): Vol 3 No. 5 Mei 2014 Vol 3, No 4 (2014): Vol 3 No. 4 April 2014 Vol 3, No 3 (2014): Vol 3 No. 3 Maret 2014 Vol 3, No 2 (2014): Vol 3 No. 2 Februari 2014 Vol 3, No 1 (2014): Vol 3 No. 1 Januari 2014 Vol 2, No 12 (2013): Vol 2 No. 12 Desember 2013 Vol 2, No 11 (2013): Vol 2 No 11 November 2013 Vol 2, No 10 (2013): Vol 2 No 10 Oktober 2013 Vol 2, No 9 (2013): Vol 2 No 9 September 2013 Vol 2, No 8 (2013): Vol 2 No 8 Agustus 2013 Vol 2, No 7 (2013): Vol 2 No. 7 Juli 2013 Vol 2, No 6 (2013): Vol 2 No. 6 Juni 2013 Vol 2, No 5 (2013): Vol 2 No. 5 Mei 2013 Vol 2, No 4 (2013): Vol 2 No. 4 April 2013 Vol 2, No 3 (2013): Vol 2 No. 3 Maret 2013 Vol. 2 No. 2 Februari 2013 Vol 2, No 1 (2013): JURNAL AGRIBISNIS Vol 1, No 1 (2012) More Issue