cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 845 Documents
ANALISIS SISTEM AGRIBISNIS KEDELAI (Glycine max (L.) Merill) (Studi Kasus : Desa Sumberejo, Kecamatan Pagar Merbau, Kabupaten Deli Serdang) Fadilah Khoirunnisyah; Luhut Sihombing; Siti Khadijah Hidayati Nasution
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 5, No 9 (2016): volume 5 no. 9 september 2016
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (580.182 KB)

Abstract

ABSTRAK Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui ketersediaan input kedelai di daerah penelitian, untuk mengetahui kondisi subsistem produksi kedelai di daerah penelitian, untuk mengetahui teknologi panen dan pasca panen kedelai di daerah penelitian, untuk mengetahui saluran pemasaran kedelai di daerah penelitian dan untuk mengetahui apa saja lembaga pendukung dalam sistem agribisnis kedelai di daerah penelitian. Penentuan daerah dilakukan secara purposive atau sengaja yaitu di Desa Sumberejo, Kecamatan Pagar Merbau, Kabupaten Deli Serdang. Penentuan sampel petani menggunakan metode Simple Random Sampling dengan jumlah sampel sebanyak 89 petani, penentuan sampel pedagang perantara kedelai menggunakan metode snowball sampling dengan jumlah sampel sebanyak 5 agen dan 5 pedagang pengecer. Metode yang digunakan untuk mengetahui ketersediaan input adalah metode deskriptif, untuk mengetahui kondisi produksi kedelai adalah metode deskriptif dan kemungkinan atas harga kedelai. Untuk mengetahui teknologi panen dan pasca panen kedelai dengan metode deskriptif, untuk mengetahui saluran pemasaran kedelai dengan metode analisis share margin dan efisiensi pemasaran menggunakan empat metode yaitu metode Shepherd, metode Acharya dan Aggarwal, metode Composite Index dan metode Efficiency Index.Hasil peneltian menunjukkan bahwa input (lahan, tenaga kerja, bibit, pupuk, pestisida dan alat mesin pertanian) tersedia di daerah penelitian. Produksi kedelai berjalan dengan baik secara teknis dan kemungkinan atas harga kedelai menunjukkan bahwa produksi kedelai memiliki keuntungan maksimum.Teknologi panen dan pasca panen yang digunakan para petani sampel sederhana.Saluran pemasaran kedelai menunjukkan terdapat margin harga yang tinggi dimana margin harga pada saluran I sebesar Rp 2.987,-/kg dan saluran II sebesar Rp 1.787,-/kg, saluran II merupakan saluran paling efisien di daerah penelitian. Kata Kunci: Sistem Agribisnis, Share Margin, Efisiensi Pemasaran
DAMPAK PROGRAM PENGUATAN LEMBAGA DISTRIBUSI PANGAN MASYARAKAT (P-LDPM) TERHADAP STABILITAS HARGA BERAS DALAM RANGKA PENCAPAIAN KETAHANAN PANGAN DI KABUPATEN LANGKAT Indah Wiyani Putri; Satia Negara Lubis; Luhut Sihombing
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 5, No 9 (2016): volume 5 no. 9 september 2016
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (424.695 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui teknik pencairan dana Program Penguatan Lembaga Disribusi Pangan Masyarakat (P-LDPM) di Kabupaten Langkat, untuk mengetahui dampak Program Penguatan Lembaga Disribusi Pangan Masyarakat (P-LDPM) terhadap stabilitas harga gabah di Kabupaten Langkat sebelum dan sesudah adanya Program P-LDPM, untuk mengetahui dampak Program Penguatan Lembaga Disribusi Pangan Masyarakat (P-LDPM) terhadap stabilitas harga beras di Kabupaten Langkat sebelum dan sesudah adanya Program P-LDPM serta untuk mengetahui alternatif kebijakan yang dapat mempercepat pencapaian Program Penguatan Lembaga Disribusi Pangan Masyarakat (P-LDPM) di Kabupaten Langkat. Penentuan daerah penelitian dilakukan secara purposive. Metode analisis data yang digunakan adalah metode deskriptif dan metode uji paired sample t-test. Hasil penelitian menunjukan : teknik pencairan dana bantuan sosial Program P-LDPM di Kabupaten Langkat diberikan kepada Gapoktan secara dua tahap, yaitu : Tahap Pertumbuhan sebesar Rp 150.000.000 dan Tahap Pengembangan sebesar Rp 75.000.000. Tidak ada perbedaan yang nyata nilai stabilitas harga gabah sebelum dan sesudah Program P-LDPM. Tidak ada perbedaan yang nyata nilai stabilitas harga beras sebelum dan sesudah Program P-LDPM. Alternatif kebijakan yang dapat mempercepat pencapaian Program P-LDPM adalah pembinaan secara rutin kepada Gapoktan, pelatihan mengenai tata cara pengelolaan dana, pengawasan secara intensif kepada Gapoktan, penetapan standarisasi jumlah Gapoktan penerima dana bantuan sosial Program P-LDPM disetiap Kabupaten, pemerintah memberikan bantuan lain. Kata Kunci:  dampak, program, distribusi, stabilisasi
ANALISIS DAMPAK PROGRAM PENGUATAN LEMBAGA DISTRIBUSI PANGAN MASYARAKAT (P-LDPM) TERHADAP STABILITAS HARGA BERAS DI KABUPATEN SIMALUNGUN Rizky Dina Anggriani; Satia Negara Lubis; Sri Fajar Ayu
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 5, No 9 (2016): volume 5 no. 9 september 2016
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (372.996 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini dilakukan pada tahun 2016 bertujuan untuk mengetahui penyaluran dana Program P-LDPM di Kabupaten Simalungun dan tujuan kedua untuk menganalisa dampak Program P-LDPM terhadap stabilitas harga beras di Kabupaten Simalungun sebelum dan sesudah pengucuran dana P-LDPM. Penentuan daerah penelitian dilakukan secara purposive (sengaja). Jenis data yang digunakan bersifat data runtut waktu (time series) dari tahun 2004-2013. Metode analisis data menggunakan analisis dekriptif dan dengan metode uji beda rata-rata berpasangan (paired sample t-test). Hasil penelitian yang pertama adalah sistem penyaluran dana P-LDPM memiliki tiga (3) tahap yaitu tahap penumbuhan, tahap pengembangan dan tahap mandiri. Untuk tahap penumbuhan masing-masing Gapoktan mendapat dana Bansos sebesar Rp. 150.000.000. Dana Bansos tahap pengembangan sebesar Rp. 75.000.000 per Gapoktan. Sedangkan tahap tahap mandiri merupakan tahap dimana Gapoktan hanya menerima pembinaan. Dan yang kedua Tidak ada perbedaan yang nyata stabilitas harga beras (%) di Kabupaten Simalungun sebelum dan sesudah adanya program P-LDPM. Keadaan sebelum dan sesudah adanya program P-LDPM harga beras di Kabupaten Simalungun stabil. Denga hasil Sig. 0,987 > 0,05 maka H0 diterima dan H1 ditolak dengan tingkat kepercayaan sebesar 95%.  Kata Kunci : P-LDPM, stabilitas harga, harga beras, beras
ANALISIS RANTAI PASOK KOMODITAS JAHE DI KABUPATEN SIMALUNGUN Junita Malau; Luhut Sihombing; Sri Fajar Ayu
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 5, No 9 (2016): volume 5 no. 9 september 2016
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (323.983 KB)

Abstract

ABSTRAK Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui ketersediaan sub sistem pra produksi,  produksi dan post produksi jahe, untuk mengetahui rantai pasok jahe dan untuk mengetahui  keterkaitan sub sistem agribisnis jahe di daerah penelitian. Metode analisis yang digunakan  dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Penentuan daerah penelitian dilakukan secara Puposive atau sengaja yaitu di Kabupaten Simalungun. Penentuan sampel petani menggunakan metode Simple Random Sampling dengan jumlah sampel sebanyak 61 petani, penentuan sampel pedagang perantara jahe menggunakan metode snowball sampling dengan jumlah sampel sebanyak 3 pedagang pengumpul, 3 pedagang besar dan 1 pedagang pengecer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada Sub sistem Pra Produksi seperti  lahan, pupuk, pestisida dan alat-alat pertanian tersedia, namun untuk bibit dan tenaga kerja tidak cukup tersedia di daerah penelitian. Pada sub sistem produksi seperti teknologi sudah cukup tersedia namun masih menggunakan teknologi yang sangat sederhana, produktivitas jahe masih rendah yaitu 19.685 kg/ha dan daerah sentral produksi jahe di Kabupaten Simalungun adalah Nagori Silau Huluan dan Dolog Huluan. Pada sub sistem post produksi teknologi panen sudah cukup tersedia sedangkan teknologi pasca panen belum ada. Rantai pasok komoditas jahe di daerah penelitian belum tersinergi dengan baik. Ada Keterkaitan sistem agribisnis ke belakang (backward linkage) di daerah penelitian yaitu dengan tersedianya input produksi yang dibutuhkan oleh petani namun keterkaitan ke depan (forward linkage) yaitu pengolahan jahe menjadi bahan jadi maupun setengah jadi belum ada. Kata Kunci: Ketersediaan subsistem pra produksi, produksi, post produksi, rantai pasok  Dan Keterkaitan Subsistem Agribisnis
PERAN PENYULUH PERTANIAN TERHADAP KELOMPOK TANI DALAM PENGEMBANGAN USAHATANI PADI SAWAH (Studi Kasus : Desa Pasar Rawah, Kecamatan Gebang Kabupaten Langkat) Ary Munandar Hasibuan; Salmiah Salmiah; M. Jufri
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 5, No 9 (2016): volume 5 no. 9 september 2016
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (482.327 KB)

Abstract

ABSTRAK Ary Munandar Hasibuan*), Dr.Ir. Salmiah, MS **), Ir.M. Jufri, M.Si **) *)Alumni Program Studi Agribisnis Fakultas PertanianUniversitas Sumatera Utara **)Staf Pengajar di Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara Jl. Prof. A. Sofyan No. 3, Medan HP.0813 9741 9002, E-mail : arymunandarhsb@gmail.com Tujuan penelitian untuk mengetahui peranpenyuluh pertanian terhadap kelompok tani dalam pengembangan usaha tani padi sawah di Desa Pasar Rawah dan untuk mengetahui motivasi petani dalam mengikuti program penyuluhan. Metode analisiS yang digunakan dalam penelitian ini adalah, metode Deskriftif Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Peran Penyuluh Pertanian Terhadap Kelompok Tani Dalam Pengembangan Usaha tani Padi Sawah adalah baik; Motivasi petani dalam mengikuti program penyuluh pertanian termasuk kategori tinggi di Desa Pasar Rawah ; Dengan mengikuti program penyuluhan para petani lebih mudah dalam melakukan kegiatan usaha taninya. Kata Kunci : Peran Penyuluh pertanian, Motivasi petani, Usahatani padi sawah
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI POLA KONSUMSI PANGAN RUMAH TANGGA (Studi Kasus : Desa Kepala Sungai, Kecamatan Secanggang, Kabupaten Langkat) Cindy Oktavia Siahaan; Satia Negara Lubis; Siti Khadijah
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 5, No 10 (2016): volume 5 no. 10 oktober 2016
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (449.823 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola konsumsi pangan rumah tangga di Desa Kepala Sungai, Kecamatan Secanggang, Kabupaten Langkat dan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi pola konsumsi pangan rumah tangga di Desa Kepala Sungai, Kecamatan Secanggang, Kabupaten Langkat. Metode analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif dan analisis regresi linier berganda. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode simple random sampling sebanyak 94 ibu rumah tangga. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pola konsumsi pangan rumah tangga di Desa Kepala Sungai, Kecamatan Secanggang, Kabupaten Langkat belum mencapai angka ideal, dimana kelompok pangan di desa ini didominasi oleh kelompok pangan kacang-kacangan. Secara serempak variabel tingkat pendapatan rumah tangga, jumlah anggota keluarga, umur, dan jumlah belanja per hari berpengaruh nyata terhadap pola konsumsi pangan rumah tangga di Desa Kepala Sungai, Kecamatan Secanggang, Kabupaten Langkat, sedangkan secara parsial variabel jumlah anggota keluarga, umur, dan jumlah belanja per hari berpengaruh nyata terhadap pola konsumsi pangan rumah tangga di Desa Kepala Sungai, Kecamatan Secanggang, Kabupaten Langkat. Kata Kunci: Pola Konsumsi Pangan, Rumah Tangga.
EVALUASI TERHADAP ADOPSI TEKNOLOGI SISTEM TANAM PADI JAJAR LEGOWO (Kasus: Desa Balai Kasih, Kecamatan Kuala, Kabupaten Langkat) Enda Pratama Ginting; Yusak Maryunianta; M. Jufri
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 5, No 10 (2016): volume 5 no. 10 oktober 2016
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (437.531 KB)

Abstract

ABSTRAK Peneilitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan,tingkat adopsi petani terhadap sistem tanam Jajar Legowo dan untuk melihat apakah ada perbedaan hasil panen yang diperoleh sebelum dan sesudah diterapkannya sistem tanam Jajar Legowo.Penelitian ini dilakukan di Desa Balai Kasih yang dilakukan secara purposive dengan pertimbangan banyak petani yang menerapkan teknologi jajar legowo dan desa yang paling luas areal persawahannya.Sampel dipilih secara simple random sampling dengan jumlah 30 sampel. Metode analisis yang digunakan adalah metode skorring dan metode Uji beda (uji t) rata-rata sampel berpasangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan dan tingkat adopsi teknologi sistem tanam jajar legowo di Desa Balai Kasih termasuk dalam kategori Tinggi dan menunjukkan ada perbedaan hasil panen yang nyata  diperoleh petani setelah menerapkan teknologi jajar legowo dibandingkan sebelum menerapkan teknologi jajar legowo. Kata Kunci: Sistem Jajar Legowo, Tingkat Pengetahuan, Tingkat Adopsi
ANALISIS EFISIENSI TATANIGA DAN KETERPADUAN PASAR SAYURAN ORGANIK DI KOTA MEDAN Faiz Ahmad S; Iskandarini Iskandarini; M. Jufri
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 5, No 10 (2016): volume 5 no. 10 oktober 2016
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (968.896 KB)

Abstract

ABSTRAK Faiz Ahmad S, Analisis Efisiensi dan Keterpaduan Pasar Organik di Kecamatan Medan Johor. Penelitian dibimbing oleh Ir. Iskandarini.Phd dan Ir. M. Jufri MSi, Salah satu upaya untuk mengembangkan sayuran organik di kota Medan adalah dengan memperluas pangsa pasar sayuran organik dan menstabilkan harga sayuran organik. Penelitian bertujuan untuk menganalisis menganalisis rantai pemasaran sayuran organik, farmer’share  dan tingkat efisiensi tataniaga sayuran organik dan struktur pasar dan keterpaduan pasar sayuran organik di . Dari landasan teori terdapat 3 teori dasar yang menjadi dasar dalam membentuk suatu tataniaga yang efisien yaitu teori tentang tataniaga dan fungsi-fungsinya, farmer’s share, efisiensi tataniaga dan teori transmisi harga untuk menganalisis struktur pasar sayuran organik. Sampel dalam penelitian adalah petani sayuran dan lembaga tataniaga yang terlibat di dalam rantai tataniaga sayuran organik di yang terdiri dari 10 petani, pedagang pengumpul 1 orang dan pedagang besar 2 supermarket. Dari hasil penelitian ditemukan rantai tataniaga 3 sayuran organik  terdiri dari 3 saluran yaitu saluran I dari petani ke pedagang pengumpul, pedagang besar dan  ke konsumen, saluran II petani ke konsumen dan saluran III petani ke pedagang besar dan  ke konsumen. Pada analisis farmer’s share  disimpulkan saluran II merupakan saluran yang paling efisien karena tingkat efisiensinya mencapai 100 % sedangkan berdasarkan perhitungan rumus efisiensi  disimpulkan secara umum tataniaga 3 sayuran organik  sudah efisien.  Pada analisis keterpaduan pasar organik, pasar sayuran organik adalah pasar oligopsoni. Adapun rekomendasi penelitian ini adalah untuk lebih memperluas lagi pangsa pasar sayuran organik di kota Medan  Kata Kunci : Efisiensi Tataniaga, Keterpaduan Pasar, Sayuran Organik
EVALUASI KINERJA PELAKSANAAN PENERAPAN POLA TANAM SYSTEM OF RICE INTENSIFICATION (SRI) PADA PETANI PADI (Kasus : Desa Kramat Gajah Kecamatan Galang Kabupaten Deli Serdang) Claudia Joanna Putri Laia; Rahmanta Rahmanta; Yusak Maryunianta
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 5, No 10 (2016): volume 5 no. 10 oktober 2016
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (332.481 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja petani padi dalam menerapkan System of Rice Intensification (SRI). Penelitian ini mengevaluasi kinerja berdasarkan context (konteks), input (masukan), process (proses), hingga product (hasil). Penentuan daerah penelitian dilakukan secara purposive. Metode penentuan responden yang digunakan adalah probability sampling, dengan pengambilan teknik sensus. Metode analisis data yang digunakan adalah metode deskriptif yang dipadukan dengan metode skoring sesuai dengan kriteria-kriteria yang ditentukan. Hasil penelitian menunjukan : Secara agregat kinerja petani dalam menerapkan System of Rice Intensification (SRI) sudah berjalan dengan cukup baik dengan skor yang diperoleh sebesar 44,02 dan persentase ketercapaian sebesar 77,23%. Pada dimensi context, telah berjalan dengan baik dengan perolehan skor 11,93, skor tertinggi 2,77 (92,33%) adalah perencanaan peningkatan pengetahuan, sikap dan keterampilan petani dalam penerapan budidaya padi sawah dengan pola System of Rice Insentification (SRI). Sedangkan indikator dengan skor terendah 1,73 (57,67%) adalah perencanaan peningkatan jumlah petani dalam penerapan pola SRI. Pada dimensi input, telah berjalan dengan cukup baik dengan perolehan skor 9,23, skor tertinggi 2,7 (90%) adalah pendampingan dan pelatihan yang diberikan penyuluh sebagai fasilitator. Sedangkan indikator dengan skor terendah 2,13 (71%) adalah ketersediaan sarana produksi yang mendukung pola SRI. Pada dimensi process, telah berjalan dengan cukup baik dengan perolehan skor 13,83, skor tertinggi 2,83 (94,33%) adalah penanaman bibit padi, sedangkan indikator dengan skor terendah 1,6 (53,33%) adalah perlakuan pemupukan. Pada dimensi product, telah berjalan dengan cukup baik dengan perolehan skor 9,03, skor tertinggi 2,66 (88,67%) adalah dinamika kelompok. Sedangkan indikator dengan skor terendah 1,83 (61%) adalah kemampuan petani memanfaatkan sarana produksi organik dan teknologi dalam mengelola usaha tani. Kata Kunci: Evaluasi, Kinerja, Petani, System of Rice Intensification (SRI), CIPP, Context, Input, Process, Product
ANALISIS FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERTUMBUHAN SEKTOR PERTANIAN DI PROVINSI SUMATERA UTARA Beatrice Ingrid Dachi; Rahmanta Ginting; Satia Negara Lubis
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 5, No 10 (2016): volume 5 no. 10 oktober 2016
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (405.176 KB)

Abstract

ABSTRAK Tujuan Penelitian ini adalah menganalisis pengaruh jumlah tenaga kerja sektor pertanian, luas lahan sektor pertanian, dan ekspor sektor pertanian terhadap produk domestik regional bruto sektor pertanian  di Provinsi Sumatera Utara, serta besar pengaruh dari masing – masing faktor tersebut. Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret 2016 – Mei 2016. Penelitian ini menggunakan data sekunder yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumatera Utara dan instansi terkait lainnya. Metode penelitian yang digunakan adalah metode regresi linier berganda, dengan alat bantu SPSS 20. Variabel bebas untuk regresi linier berganda dalam penelitian ini adalah jumlah tenaga kerja sektor pertanian, luas lahan sektor pertanian, ekspor sektor pertanian, dan variabel terikat adalah produk domestik regional bruto sektor pertanian Provinsi Sumatera Utara.  Hasil Penelitian menunjukkan bahwa faktor yang berpengaruh secara nyata terhadap nilai PDRB sektor pertanian Provinsi Sumatera Utara adalah jumlah tenaga kerja sektor pertanian, luas lahan sektor pertanian, dan nilai ekspor sektor pertanian. Kata Kunci:  Pertumbuhan Sektor Pertanian, Produk Domestik Regional Bruto, Jumlah Tenaga Kerja, Luas Lahan, Nilai Ekspor

Filter by Year

2012 2019


Filter By Issues
All Issue Vol 10, No 3 (2019): Vol. 10 No. 3 Maret 2019 Vol 10, No 2 (2019): Vol. 10 No. 2 Februari 2019 Vol 10, No 1 (2019): Volume 10 No. 1 Januari 2019 Vol 9, No 12 (2018): Volume 9 No.12 Desember 2018 Vol 9, No 11 (2018): Volume 9 No.11 November 2018 Vol 9, No 10 (2018): Volume 9 No. 10 Oktober 2018 Vol 9, No 9 (2018): Volume 9 No. 9 September 2018 Vol 9, No 8 (2018): Volume 9 No. 8 Agustus 2018 Vol 9, No 7 (2018): Volume. 9 No. 7 Juli 2018 Vol 9, No 6 (2018): Volume 9 No. 6 Juni 2018 Vol 9, No 5 (2018): Volume 9 No. 5 Mei 2018 Vol 9, No 4 (2018): Volume 9 No. 4 April 2018 Vol 9, No 3 (2018): Volume 9 No. 3 Maret 2018 Vol 9, No 2 (2018): Volume 9 No. 2 Februari 2018 Vol 9, No 1 (2018): Volume 9. No. 1 Januari 2018 Vol 8, No 6 (2017): Volume 8. No. 6 Desember 2017 Vol 8, No 5 (2017): Volume 8. No. 5 November 2017 Vol 8, No 4 (2017): Volume 8. No. 4 Oktober 2017 Vol 8, No 3 (2017): Volume 8. No. 3 September 2017 Vol 8, No 2 (2017): Volume 8. No. 2 Agustus 2017 Vol 8, No 1 (2017): Volume 8. No. 1 Juli 2017 Vol 7, No 6 (2017): Volume 7. No. 6 Juni 2017 Vol 6, No 2 (2017): volume 6 no. 2 February 2017 Vol 6, No 1 (2017): volume 6 no. 1 January 2017 Vol 5, No 12 (2016): volume 5 no. 12 Desember 2016 Vol 5, No 11 (2016): volume 5 no. 11 November 2016 Vol 5, No 10 (2016): volume 5 no. 10 oktober 2016 Vol 5, No 9 (2016): volume 5 no. 9 september 2016 Vol 5, No 8 (2016): volume 5 no. 8 agustus 2016 Vol 5, No 7 (2016): volume 5 no. 7 juli 2016 Vol 5, No 6 (2016): volume 5 no. 6 juni 2016 Vol 5, No 5 (2016): volume 5 no. 5 Mei 2016 Vol 5, No 4 (2016): volume 5 no. 4 April 2016 Vol 5, No 3 (2016): volume 5 no. 3 Maret 2016 Vol 5, No 1 (2016): Volume 5 No. 1 Januari 2016 Vol 5, No 2 (2016) Vol 4, No 12 (2015): Volume 4 No. 12 Desember 2015 Vol 4, No 11 (2015): Volume 4 No. 11 November 2015 Vol 4, No 10 (2015): Volume 4 No. 10 Oktober 2015 Vol 4, No 9 (2015): Volume 4 No. 9 September 2015 Vol 4, No 8 (2015): Volume 4 No. 8 Agustus 2015 Vol 4, No 7 (2015): Volume 4 No. 7 Juli 2015 Vol 4, No 6 (2015): Volume 4 No. 6 Juni 2015 Vol 4, No 5 (2015): Volume 4 No. 5 Mei 2015 Vol 4, No 4 (2015): Volume 4 No.4 April 2015 Vol 4, No 3 (2015): Volume 4 No.3 Maret 2015 Vol 4, No 2 (2015): Volume 4 No. 2 Februari 2015 Vol 4, No 1 (2015): Volume 4 No. 1 Januari 2015 Vol 3, No 11 (2014): Vol 3 No. 11 November 2014 Vol 3, No 10 (2014): Vol 3 No. 10 Oktober 2014 Vol 3, No 9 (2014): Vol 3 No. 9 September 2014 Vol 3, No 8 (2014): Vol 3 No. 8 Agustus 2014 Vol 3, No 7 (2014): Vol 3 No. 7 Juli 2014 Vol 3, No 6 (2014): Vol 3 No. 6 Juni 2014 Vol 3, No 5 (2014): Vol 3 No. 5 Mei 2014 Vol 3, No 4 (2014): Vol 3 No. 4 April 2014 Vol 3, No 3 (2014): Vol 3 No. 3 Maret 2014 Vol 3, No 2 (2014): Vol 3 No. 2 Februari 2014 Vol 3, No 1 (2014): Vol 3 No. 1 Januari 2014 Vol 2, No 12 (2013): Vol 2 No. 12 Desember 2013 Vol 2, No 11 (2013): Vol 2 No 11 November 2013 Vol 2, No 10 (2013): Vol 2 No 10 Oktober 2013 Vol 2, No 9 (2013): Vol 2 No 9 September 2013 Vol 2, No 8 (2013): Vol 2 No 8 Agustus 2013 Vol 2, No 7 (2013): Vol 2 No. 7 Juli 2013 Vol 2, No 6 (2013): Vol 2 No. 6 Juni 2013 Vol 2, No 5 (2013): Vol 2 No. 5 Mei 2013 Vol 2, No 4 (2013): Vol 2 No. 4 April 2013 Vol 2, No 3 (2013): Vol 2 No. 3 Maret 2013 Vol. 2 No. 2 Februari 2013 Vol 2, No 1 (2013): JURNAL AGRIBISNIS Vol 1, No 1 (2012) More Issue