cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 845 Documents
ANALISIS KELAYAKAN DAN RESIKO USAHATANI BAWANG PREI DIBANDINGKAN DENGAN SAYURAN LAINNYA (Studi Kasus: Desa Merdeka, Kecamatan Merdeka, Kabupaten Karo Provinsi Sumatera Utara) AGATHA SIREGAR; Sri FajarAyu Fajar Ayu; Emalisa Emalisa
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 5, No 11 (2016): volume 5 no. 11 November 2016
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (291.229 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk untuk menganalisis pendapatan dan kelayakan usahatani bawang prei dan sayuran lainnya (wortel dan kentang), serta untuk mengetahui besarnya tingkat resiko produksi, resiko harga dan resiko pendapatan  yang  dihadapi oleh petani bawang prei dan sayuran lainnya di Desa Merdeka. Penentuan daerah dilakukan secara purposive  yaitu daerah dipilih secara sengaja karena Desa Merdeka merupakan salah satu daerah sentra produksi holtikultura. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis biaya, penerimaan, pendapatan, uji beda rata-rata independen (independent sample t-test), analisis kelayakan dan analisis resiko. Hasil penelitian menunjukkan pendapatan ratarata/Ha usahatani terbesar adalah pendapatan rata-rata usahatani bawang prei; usahatani bawang prei, usahatani wortel dan usahatani kentang layak untuk diusahakan; dan usahatani yang memiliki resiko produksi, resiko harga dan resiko pendapatan tertinggi adalah usahatani wortel.Kata Kunci : Pendapatan, Resiko Produksi, Resiko Harga, Resiko Pendapatan
ANALISIS PREFERENSI KONSUMEN TERHADAP KERIPIK UBI JALAR DI KOTA MEDAN (Kasus : Carrefour, Plaza Medan Fair) Ayub Azhari; usak Maryunianta; Ratna Gultom
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 5, No 11 (2016): volume 5 no. 11 November 2016
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (421.81 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui preferensi konsumen terhadap kombinasi atribut keripik ubi jalar di Kota Medan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis conjoint. Atribut keripik ubi jalar yang digunakan dalam penelitian adalah warna, rasa, bentuk, ketebalan, aroma khas, tekstur, ukuran kemasan, dan desain kemasan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumen memilih keripik ubi jalar dengan spesifikasi warna ungu, rasa manis, bentuk bulat, ketebalan tipis, aroma sedang, tekstur renyah, ukuran kemasan kecil (250 gram), desain kemasan spesifik dan lengkap. Urutan atribut keripik ubi jalar yang dianggap penting oleh konsumen yaitu rasa, ukuran per kemasan, aroma, ketebalan keripik, tekstur keripik, desain kemasan, bentuk keripik, dan warna. adanya hubungan yang kuat antara preferensi estimasi dan preferensi aktual, atau ada predictive accuracy yang tinggi pada proses conjointKata Kunci : analisis conjoint, preferensi konsumen, keripik ubi jalar
DAMPAK ERUPSI GUNUNG SINABUNG TERHADAP EKSPOR KUBIS DAN KENTANG DI KABUPATEN KARO Citra Paraditha; Satia Negara Lubis; Hasman Hasyim
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 5, No 11 (2016): volume 5 no. 11 November 2016
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (186.647 KB)

Abstract

ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak erupsi Gunung Sinabung terhadap luas panen, produktivitas, produksi, kuantitas ekspor dan kualitas ekspor kubis dan kentang di Kabupaten Karo.Metode analisis data yang digunakan di dalam penelitian ini adalah uji beda rata-rata berpasangan dengan tingkat kepercayaan 95 % dan metode deskriptif.Hasil penelitian menunjukkan bahwa luas panen kubis sesudah erupsi menurun 2,5% dan luas panen kentang sesudah erupsi meningkat 3,8%. Hasil uji beda rata-rata menunjukkan tidak terdapat perbedaan nyata luas panen kubis dan kentang sebelum dan sesudah erupsi. Produksi kubis sesudah erupsi menurun 20,10% dan produksi kentang sesudah erupsi meningkat 10,32 %. Hasil uji beda rata-rata menunjukkan tidak terdapat perbedaan nyata produksi kubis dan kentang sebelum dan sesudah erupsi. Produktivitas kubis sesudah erupsi menurun 17,10% dan produktivitas kentang sesudah erupsi meningkat 6,98%. Hasil uji beda rata-rata menunjukkan tidak terdapat perbedaan nyata produktivitas kubis dan kentang sebelum dan sesudah erupsi. Kuantitas ekspor kubis sesudah erupsi menurun 4,82% dan kuantitas ekspor kentang sesudah erupsi meningkat 6,9%. Hasil uji beda rata-rata menunjukkan tidak terdapat perbedaan nyata kuantitas ekspor kubis dan kentang sebelum dan sesudah erupsi. Selanjutnya bahwa erupsi Gunung Sinabung menyebabkan perubahan kualitas ekspor kubis tetapi tidak terlalu berpengaruh pada kualitas ekspor komoditi kentang. Kata kunci : Erupsi gunung, produksi, kualitas ekspor.
ANALISIS EFISIENSI PENGGUNAAN INPUT PRODUKSI PADA USAHATANI CABAI MERAH (Kasus : Desa Beganding, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Karo) Hans Putra Panggabean; HM. Mozart B. Darus; Thomson Sebayang
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 5, No 11 (2016): volume 5 no. 11 November 2016
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (424.157 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana pengaruh penggunaan input produksi terhadap produksi tanaman cabai merah serta menganalisis tingkat optimasi penggunaan input produksi di Desa Beganding, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Karo. Metode penentuan daerah penelitian ditentukan secara purposive, sementara penentuan sampel dilakukan dengan metode accidental. Data dianalisis dengan analisis regresi berganda melalui fungsi Cobb-Douglas. Selanjutnya penentuan tingkat efisiensi dianalisis dengan metode Nilai Produksi Marginal (NPM) dibagi dengan harga input. Dari hasil analisis regresi diperoleh nilai signifikansi F-hitung 0,000 < 0,05 yang berarti secara bersama-sama input produksi (pupuk, pestisida, tenaga kerja dan bibit) berpengaruh nyata terhadap produksi cabai merah, sedangkan secara parsial hanya variabel pupuk dan bibit yang berpengaruh nyata terhadap produksi cabai merah. Nilai R2 sebesar 0,849 menunjukkan bahwa 84,9% variabel produksi dapat dijelaskan secara bersama-sama oleh variabel pupuk, pestisida, tenaga kerja dan bibit. Nilai efisiensi penggunaan pupuk sebesar 34,97, pestisida sebesar 3,42, tenaga kerja sebesar 5,64, dan bibit sebesar 0,09. Secara umum penggunaan input produksi di lokasi penelitian belum efisien. Kata Kunci : Produksi, Efisiensi, Usahatani Cabai Merah, Input Produksi
ANALISIS FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKTIVITAS KUBIS DI KECAMATAN KABANJAHE KABUPATEN KARO Happy F Sinaga; Diana Chalil; HM. Mozart B Darus
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 5, No 11 (2016): volume 5 no. 11 November 2016
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (484.188 KB)

Abstract

ABSTRAK Kubis merupakan salah satu komoditi ekspor holtrikultura utama dari Provinsi Sumatera Utara. Permintaan pasar semakin meningkat, namun produksi dan produktivitasnya sedang menurun. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi produktivitas kubis di salah satu sentra produksi kubis di Sumatera Utara yaitu Kecamatan Kabanjahe. Faktorfaktor yang diduga mempengaruhi produktivitas kubis antara lain bibit, pupuk organik, pupuk N, pupuk P, pupuk K, insektisida dan tenaga kerja. Data dari 50 petani sampel yang ditarik dengan metode cluster sampling kemudian dianalisis dengan model Regresi Linear Berganda. Hasil regresi menunjukkan nilai Adjusted R Square sebesar 0,930, artinya seluruh variabel bebas dapat menjelaskan variasi variabel terikat sebesar 93% sedangkan sisanya 7% dijelaskan oleh variabel yang tidak dimasukkan ke dalam model. Hasil regresi juga menunjukkan bahwa hanya bibit dan pupuk K yang berpengaruh nyata terhadap produktivitas kubis, sedangkan pupuk organik, pupuk N, pupuk P, insektisida dan tenaga kerja tidak berpengaruh nyata terhadap produktivitas kubis.  Kata Kunci : Kubis, Faktor Produksi, Produktivitas Kubis. 
ANALISIS SUPPLY CHAIN KOMODITAS KEDELAI DI KABUPATEN LANGKAT Kirana Pratiwi Azis; Luhut Sihombing; Rahmanta Ginting
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 5, No 11 (2016): volume 5 no. 11 November 2016
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (305.568 KB)

Abstract

ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis kondisi rantai pasok komoditas kedelai di daerah penelitian, untuk menganalisis struktur pasar output komoditas kedelai di daerah penelitian, dan untuk menganalisis kendala-kendala yang dihadapi petani dalam usahatani kedelai. Metode analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif mengenai kondisi rantai pasok komoditas kedelai, struktur pasar output komoditas kedelai, dan kendala-kendala yang dihadapi petani dalam usahatani kedelai. Selain analisis deskriptif, digunakan juga perhitungan Indeks Lerner untuk mengetahui struktur pasar output kedelai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rantai pasok komoditas kedelai di daerah penelitian belum tersinergi dengan baik, struktur pasar output komoditas kedelai di daerah penelitian merupakan pasar persaingan tidak sempurna dengan angka Indeks Lerner pada petani, pedagang pengumpul, pengolah, dan pedagang pengecer masing-masing adalah 0,74; 0,97; 0,34; 0,27; dan kendala-kendala yang dihadapi oleh petani dalam usahatani kedelai di daerah penelitian adalah kekurangan modal, sulit mendapatkan benih bersertifikat, harga jual kedelai yang rendah, dan cuaca yang tidak menentu. Kata Kunci : Kedelai, Rantai Pasok, Struktur Pasar
ANALISIS KOMPARASI PRODUKTIVITAS DAN PENDAPATAN JAGUNG (Zea mays L.) SEBELUM DAN SESUDAH MENGGUNAKAN BANTUAN BENIH DAN PUPUK (Studi Kasus: Desa Durian Lingga, Kec. Sei Bingai, Kab. Langkat) Tia Hanita Tanjung; Salmiah Salmiah; Lily Fauzia
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 5, No 11 (2016): volume 5 no. 11 November 2016
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (556.108 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini dibimbing oleh Ibu Dr. Ir. Salmiah, MS sebagai Ketua Komisi Pembimbing dan Ibu Ir. Lily Fauzia, M.Si sebagai Anggota Komisi Pembimbing. Penelitian ini dilakukan pada tahun 2016 bertujuan untuk untuk mengetahui sumber benih dan pupuk sebelum menggunakan bantuan benih dan pupuk, mengetahui proses yang dilakukan petani untuk memperoleh bantuan benih dan pupuk, mengetahui perbedaan kualitas benih dan pupuk sebelum dan sesudah adanya bantuan, dan menganalisis perbedaan produktivitas dan pendapatan bersih usahatani jagung sebelum dan sesudah menggunakan bantuan benih dan pupuk. Metode analisis yang digunakan adalah metode analisis deskriptif dan uji paired sample t-test. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah  Sumber benih dan pupuk sebelum menggunakan bantuan benih dan pupuk di Desa Durian Lingga adalah dari kios sarana produksi pertanian (kios saprodi). Proses yang dilakukan petani untuk mendapatkan bantuan benih dan pupuk adalah penyusunan CPCL, pengiriman CPCL, dan penerimaan bantuan benih dan pupuk. Kualitas benih sesudah adanya bantuan lebih baik daripada kualitas benih sebelum adanya bantuan. Tidak ada perbedaan kualitas pupuk sebelum dan sesudah adanya bantuan. Produktivitas jagung sesudah menggunakan bantuan benih dan pupuk lebih besar daripada produktivitas jagung sebelum menggunakan bantuan benih dan pupuk yaitu 4.766 kg/ha. Pendapatan bersih usahatani jagung sesudah menggunakan bantuan benih dan pupuk lebih besar daripada pendapatan bersih usahatani jagung sebelum menggunakan bantuan benih dan pupuk yaitu            Rp. 7.682.267. Kata Kunci: Komparasi, Produktivitas, Pendapatan,  Bantuan
ANALISIS CONJOINT PREFERENSI LEMBAGA KREDIT FORMAL DALAM PEMBERIAN KREDIT USAHATANI (Kasus : Kecamatan Berastagi, Kabupaten Karo) Herbert Leonardy; Salmiah Salmiah; Sri Fajar Ayu
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 5, No 11 (2016): volume 5 no. 11 November 2016
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (495.529 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui preferensi lembaga kredit formal terhadap kombinasi atribut kredit di Kecamatan Berastagi, Kabupaten Karo, untuk menganalisis urutan atribut yang paling penting dari kredit berdasarkan preferensi lembaga kredit formal, untuk mengetahui tingkat keakuratan prediksi antara hasil estimasi dengan hasil aktual pada proses conjoint dan untuk mengetahui perbandingan preferensi pemberian kredit antara lembaga kredit formal dan lembaga kredit non formal Kecamatan Berastagi, Kabupaten Karo.Metode analisis data yang digunakan di dalam penelitian ini adalah analisis conjoint. Atribut kredit yang digunakan dalam penelitian adalah agunan, prosedur peminjaman, persyaratan peminjaman, plafon kredit, tenggang waktu antara permohonan dan realisasi kredit, lokasi lembaga  kredit, biaya administrasi, jangka waktu pengembalian, prosedur cicilan dan tingkat suku bunga.Hasil penelitian menunjukkan bahwa lembaga kredit formal memilih kredit dengan spesifikasi agunan surat tanah, prosedur peminjaman sedang, persyaratan peminjaman sedang, platform agunan sedang, tenggang waktu cepat, lokasi lembaga kredit dekat, tingkat suku bunga sedang, biaya administrasi mahal, jangka waktu pengembalian  kredit cepat dan prosedur cicilan kredit kaku.  Atribut kredit yang paling penting menurut lembaga kredit formal adalah agunan dengan nilai 54.547%.  Berdasarkan nilai signifikansi Pearson’s dan Kendall’s Tau yang sama – sama bernilai 0.000 dimana 0,000 < 0,05 maka Ho ditolak dan H1 diterima sehingga interpretasinya adalah adanya hubungan yang kuat antara preferensi estimasi dan preferensi actual. Terdapat perbedaan preferensi lembaga kredit formal dan lembaga kredit non formal pada atribut kredit agunan, prosedur peminjaman, persyaratan peminjaman, tingkat suku bunga,biaya administrasi dan plafon kredit.  Kata Kunci : Analisis Conjoint, Kredit, Preferensi Lembaga Kredit Formal
ANALISIS SIMULASI DAMPAK PUNGUTAN DANA PENGELOLAAN KELAPA SAWIT (CPO SUPPORTING FUND) TERHADAP HARGA TANDAN BUAH SEGAR (TBS) DI TINGKAT PETANI (Studi Kasus : Kecamatan Besitang, Kabupaten Langkat) Tri Rahmadani; Salmiah Salmiah; Luhut Sihombing
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 5, No 11 (2016): volume 5 no. 11 November 2016
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (574.182 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini dibimbing oleh Dr. Ir. Salmiah, MS dan Ir. Luhut Sihombing, MP. Tujuan dalam penelitian adalah untuk menganalisis simulasi dampak pungutan dana pengelolaan kelapa sawit (CPO Supporting Fund) terhadap harga TBS tingkat petani di daerah penelitian, untuk menganalisis simulasi dampak pungutan dana pengelolaan kelapa sawit (CPO Supporting Fund) terhadap harga CPO ekspor, untuk menganalisis simulasi dampak pungutan dana pengelolaan kelapa sawit (CPO Supporting Fund) terhadap margin harga TBS, untuk menganalisis simulasi dampak pungutan dana pengelolaan kelapa sawit (CPO Supporting Fund) terhadap margin harga CPO (PKS-Ekspor) dan untuk menganalisis simulasi dampak pungutan dana pengelolaan kelapa sawit (CPO Supporting Fund) terhadap margin harga CPO (Ekspor-Dunia). Penentuan daerah penelitian dilakukan secara purposive (sengaja). Metode analisis data menggunakan metode deskriptif dan Causal Loop Diagram (CLD.) Hasil penelitian pertama adalah harga TBS petani sebelum dan sesudah pungutan CSF dijalankan terlihat samasama berfluktuasi sehingga tidak ada dampak yang dihasilkan oleh pungutan CSF ini terhadap harga TBS di tingkat petani. Kedua, harga ekspor CPO sebelum dan sesudah pungutan CSF dijalankan terlihat menurun sehingga tidak ada dampak yang dihasilkan oleh pungutan CSF ini terhadap harga ekspor CPO. Ketiga marjin harga TBS sebelum dan sesudah pungutan CSF dijalankan terlihat stabil sehingga tidak ada dampak yang dihasilkan oleh pungutan CSF ini terhadap marjin harga TBS. Keempat, marjin harga CPO (PKS-Ekspor-Dunia) terlihat sama sama mengalami peningkatan tetapi hal ini disebabkan oleh harga CPO dunia yang berfluktuasi pada saat sebelum dan setelah pungutan CSF tersebut dijalankan, sehingga tidak ada dampak pungutan CSF terhadap marjin harga (PKS-EksporDunia). Kata Kunci : CPO Supporting Fund, Harga TBS, Marjin Harga
ANALISIS TINGKAT KESEJAHTERAAN DAN POLA PENDAPATAN NELAYAN DI DESA BOGAK, KECAMATAN TANJUNG TIRAM, KABUPATEN BATU BARA Rizky Pratama; Diana Chalil; Emalisa Emalisa
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 5, No 11 (2016): volume 5 no. 11 November 2016
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (275.918 KB)

Abstract

ABSTRAK Nelayan merupakan salah satu kelompok masyarakat yang masih banyak tercatat berada pada garis kemiskinan. Salah satu penyebabnya adalah pola penerimaan dan pengeluaran yang berbeda. Tujuan penelitian ini adalah untuk  menganalisis pola pendapatan dan tingkat kesejahteraan nelayan. Data dikumpulkan dari hasil wawancara nelayan di lokasi penelitian yang ditarik secara purposive. Pola penerimaan dianalisis secara deskriptif melalui waktu dan ratarata penerimaan per minggu pada Musim Barat dan Musim Timur sedangkan tingkat kesejahteraan nelayan dianalisis dengan indikator tingkat kesejahteraan rakyat Badan Pusat Statistik Tahun 2015. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan penerimaan dan pengeluaran nelayan, namun dengan kondisi penerimaan lebih kecil dibandingkan dengan pengeluaran. Dengan demikian pendapatan nelayan selalu kurang terlebih pada saat Musim Timur. Kata kunci: nelayan, indikator kesejahteraan rakyat, musim

Filter by Year

2012 2019


Filter By Issues
All Issue Vol 10, No 3 (2019): Vol. 10 No. 3 Maret 2019 Vol 10, No 2 (2019): Vol. 10 No. 2 Februari 2019 Vol 10, No 1 (2019): Volume 10 No. 1 Januari 2019 Vol 9, No 12 (2018): Volume 9 No.12 Desember 2018 Vol 9, No 11 (2018): Volume 9 No.11 November 2018 Vol 9, No 10 (2018): Volume 9 No. 10 Oktober 2018 Vol 9, No 9 (2018): Volume 9 No. 9 September 2018 Vol 9, No 8 (2018): Volume 9 No. 8 Agustus 2018 Vol 9, No 7 (2018): Volume. 9 No. 7 Juli 2018 Vol 9, No 6 (2018): Volume 9 No. 6 Juni 2018 Vol 9, No 5 (2018): Volume 9 No. 5 Mei 2018 Vol 9, No 4 (2018): Volume 9 No. 4 April 2018 Vol 9, No 3 (2018): Volume 9 No. 3 Maret 2018 Vol 9, No 2 (2018): Volume 9 No. 2 Februari 2018 Vol 9, No 1 (2018): Volume 9. No. 1 Januari 2018 Vol 8, No 6 (2017): Volume 8. No. 6 Desember 2017 Vol 8, No 5 (2017): Volume 8. No. 5 November 2017 Vol 8, No 4 (2017): Volume 8. No. 4 Oktober 2017 Vol 8, No 3 (2017): Volume 8. No. 3 September 2017 Vol 8, No 2 (2017): Volume 8. No. 2 Agustus 2017 Vol 8, No 1 (2017): Volume 8. No. 1 Juli 2017 Vol 7, No 6 (2017): Volume 7. No. 6 Juni 2017 Vol 6, No 2 (2017): volume 6 no. 2 February 2017 Vol 6, No 1 (2017): volume 6 no. 1 January 2017 Vol 5, No 12 (2016): volume 5 no. 12 Desember 2016 Vol 5, No 11 (2016): volume 5 no. 11 November 2016 Vol 5, No 10 (2016): volume 5 no. 10 oktober 2016 Vol 5, No 9 (2016): volume 5 no. 9 september 2016 Vol 5, No 8 (2016): volume 5 no. 8 agustus 2016 Vol 5, No 7 (2016): volume 5 no. 7 juli 2016 Vol 5, No 6 (2016): volume 5 no. 6 juni 2016 Vol 5, No 5 (2016): volume 5 no. 5 Mei 2016 Vol 5, No 4 (2016): volume 5 no. 4 April 2016 Vol 5, No 3 (2016): volume 5 no. 3 Maret 2016 Vol 5, No 1 (2016): Volume 5 No. 1 Januari 2016 Vol 5, No 2 (2016) Vol 4, No 12 (2015): Volume 4 No. 12 Desember 2015 Vol 4, No 11 (2015): Volume 4 No. 11 November 2015 Vol 4, No 10 (2015): Volume 4 No. 10 Oktober 2015 Vol 4, No 9 (2015): Volume 4 No. 9 September 2015 Vol 4, No 8 (2015): Volume 4 No. 8 Agustus 2015 Vol 4, No 7 (2015): Volume 4 No. 7 Juli 2015 Vol 4, No 6 (2015): Volume 4 No. 6 Juni 2015 Vol 4, No 5 (2015): Volume 4 No. 5 Mei 2015 Vol 4, No 4 (2015): Volume 4 No.4 April 2015 Vol 4, No 3 (2015): Volume 4 No.3 Maret 2015 Vol 4, No 2 (2015): Volume 4 No. 2 Februari 2015 Vol 4, No 1 (2015): Volume 4 No. 1 Januari 2015 Vol 3, No 11 (2014): Vol 3 No. 11 November 2014 Vol 3, No 10 (2014): Vol 3 No. 10 Oktober 2014 Vol 3, No 9 (2014): Vol 3 No. 9 September 2014 Vol 3, No 8 (2014): Vol 3 No. 8 Agustus 2014 Vol 3, No 7 (2014): Vol 3 No. 7 Juli 2014 Vol 3, No 6 (2014): Vol 3 No. 6 Juni 2014 Vol 3, No 5 (2014): Vol 3 No. 5 Mei 2014 Vol 3, No 4 (2014): Vol 3 No. 4 April 2014 Vol 3, No 3 (2014): Vol 3 No. 3 Maret 2014 Vol 3, No 2 (2014): Vol 3 No. 2 Februari 2014 Vol 3, No 1 (2014): Vol 3 No. 1 Januari 2014 Vol 2, No 12 (2013): Vol 2 No. 12 Desember 2013 Vol 2, No 11 (2013): Vol 2 No 11 November 2013 Vol 2, No 10 (2013): Vol 2 No 10 Oktober 2013 Vol 2, No 9 (2013): Vol 2 No 9 September 2013 Vol 2, No 8 (2013): Vol 2 No 8 Agustus 2013 Vol 2, No 7 (2013): Vol 2 No. 7 Juli 2013 Vol 2, No 6 (2013): Vol 2 No. 6 Juni 2013 Vol 2, No 5 (2013): Vol 2 No. 5 Mei 2013 Vol 2, No 4 (2013): Vol 2 No. 4 April 2013 Vol 2, No 3 (2013): Vol 2 No. 3 Maret 2013 Vol. 2 No. 2 Februari 2013 Vol 2, No 1 (2013): JURNAL AGRIBISNIS Vol 1, No 1 (2012) More Issue