cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 845 Documents
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI NIAT MAHASISWA FAKULTAS PERTANIAN DI UNIVERSITAS SUMATERA UTARA UNTUK MENJADI WIRAUSAHAWAN DALAM BIDANG AGRIBISNIS Muhammad Ikhlasul Amal; Iskandarini Iskandarini; Satia Negara Lubis
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 8, No 2 (2017): Volume 8. No. 2 Agustus 2017
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini dilakukan pada bulan Mei 2017 di Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara dengan metode Purposive. Tujuan penelitian ini adalah untuk untuk menganalisis pengaruh faktor internal (kepribadian, pengetahuan tentang kewirausahaan, dan Keinginan) dan pengaruh faktor eksternal ( Pola asuh keluarga, peluang, dan Jaringan Usaha) terhadap niat mahasiswa Fakultas Pertanian di Universitas Sumatera Utara untuk menjadi wirausahawan dalam bidang Agribisnis. Metode analisis data untuk mengetahui faktor Internal dan faktor eksternal terhadap niat mahasiswa  menggunakan metode regresi linear berganda. Faktor Internal (Kepribadian, pengetahuan tentang kewirausahaan, dan keinginan) secara parsial berpengaruh nyata terhadap niat mahasiswa  di Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara untuk menjadi wirausahawan. Variabel yang paling dominan adalah Kepribadian. Faktor Eksternal (Pola asuh keluarga, peluang, dan Jaringan Usaha) secara parsial berpengaruh nyata terhadap niat mahasiswa  di Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara untuk menjadi wirausahawan. Variabel yang paling dominan adalah Jaringan Usaha. Kata Kunci: Niat Berwirausaha, Mahasiswa, Kepribadian, dan Jaringan Usaha
ANALISIS KELAYAKAN FINANSIAL USAHATANI CABAI MERAH (Capsicum annum L.) (Studi Kasus : Desa Telaga Jernih, Kecamatan Secanggang, Kabupaten Langkat) Reigana Gabriel Laurens; Luhut Sihombing; Salmiah Salmiah
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 8, No 4 (2017): Volume 8. No. 4 Oktober 2017
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK REIGANA GABRIEL LAURENS (130304093) dengan judul skripsi “Analisis Kelayakan Finansial Usahatani Cabai Merah (Capsicum annum L.)” (Studi Kasus : Desa Telaga Jernih, Kecamatan Secanggang, Kabupaten Langkat) dibawah bimbingan Bapak Ir. Luhut Sihombing, M.P sebagai Ketua Komisi Pembimbing dan Ibu Dr. Ir. Salmiah, M.S sebagai Anggota Komisi Pembimbing. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui besar pendapatan usahatani cabai merah dan menganalisis kelayakan finansial serta break event point (titik impas) usahatani cabai merah di Desa Telaga Jenih, Kecamatan Secanggang, Kabupaten Langkat, Provinsi Sumatera Utara. Penentuan daerah penelitian dilakukan secara purvosive (sengaja). Penentuan sampel penelitian menggunakan metode sensus yaitu sebanyak 32 petani cabai merah. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis usahatani, analisis kelayakan finansial, dan analisis  break event point. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa pendapatan usahatani cabai merah menguntungkan yaitu sebesar Rp. 21.183.270 per petani per musim tanam atau sebesar Rp. 90.052.052,51 per hektar per musim tanam dan usahatani cabai merah tergolong layak diusahakan secara finansial (R/C = 3,10 dan B/C = 2,10) serta telah melewati titik impas produksi dan titik impas harga (BEP Produksi = 664,31 Kg dan BEP Harga = Rp. 5.065/Kg). Kata Kunci : Cabai Merah, Pendapatan, Kelayakan Finansial, Nilai Titik Impas
ANALISIS PERBEDAAN PRODUKTIVITAS DAN PENDAPATAN USAHATANI PADI LADANG DAN PADI SAWAH DI KABUPATEN ASAHAN Sri Rahayu; Thomson Sebayang; Lily Fauzia
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 9, No 2 (2018): Volume 9 No. 2 Februari 2018
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK SRI RAHAYU : Analisis Perbedaan Produktivitas dan Pendapatan Usahatani Padi Ladang dan Padi Sawah di Kabupaten Asahan dibimbing oleh Bapak Ir.Thomson Sebayang, M.T dan Ibu Ir. Lily Fauzia, M.Si. Tujuan penelitian adalah untuk menjelaskan perbedaan teknis budidaya usahatani padi ladang dan padi sawah, menganalisis perbedaan produktivitas dan pendapatan usahatani padi ladang dan padi sawah, menganalisis pengaruh sarana produksi benih, pupuk, dan pestisida terhadap produksi usahatani padi ladang dan padi sawah, serta menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan usahatani padi ladang dan padi sawah. Metode penelitian yang digunakan adalah metode analisis deskriptif, metode analisis uji beda rata-rata dua sampel saling bebas (Independent sample test), analisis fungsi produksi Cobb-Douglas dan analisis regresi linear berganda. Data yang digunakan adalah data primer dan sekunder. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa teknik budidaya usahatani padi ladang dan padi sawah umumnya berbeda. Produktivitas dan pendapatan usahatani padi sawah lebih tinggi dari usahatani padi ladang. Pada usahatani padi ladang, sarana produksi benih, pupuk dan pestisida secara serempak berpengaruh nyata terhadap produksi, sedang secara parsial hanya pupuk yang berpengaruh nyata. Pada usahatani padi sawah, sarana produksi benih, pupuk dan pestisida secara serempak berpengaruh nyata terhadap produksi, sedang secara parsial hanya benih dan pupuk yang berpengaruh nyata. Pada usahatani padi ladang, faktor yang berpengaruh nyata terhadap pendapatan  usahatani adalah biaya pupuk. Pada usahatani padi sawah, faktor yang berpengaruh nyata terhadap pendapatan usahatani adalah biaya pupuk dan biaya sewa/pajak lahan. Kata Kunci: produksi, pendapatan, padi sawah, padi ladang
DAMPAK NILAI TUKAR PETANI TERHADAP KESEJAHTERAAN PETANI CABAI MERAH (Capsicum annum L.) (Kasus: Desa Hinalang, Kecamatan Purba, Kabupaten Simalungun) Tiurma Yosevin Purba; Kelin Tarigan; Salmiah Salmiah
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 8, No 6 (2017): Volume 8. No. 6 Desember 2017
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini dilakukan pada bulan April 2017 di Desa Hinalang Kecamatan Purba Kabupaten Simalungun. Penentuan daerah penelitian dilakukan secara purposive dengan sistem simple random sampling. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi nilai tukar petani cabai merah didaerah penelitian, untuk menganalisis rata-rata nilai tukar petani cabai merah didaerah penelitian pada tahun 2017, dan untuk menganalisis tingkat kesejahteraan petani cabai merah didaerah penelitian. Metode analisis data yang digunakan didalam penelitian ini adalah Regresi Linier Berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi nilai tukar petani cabai merah didaerah penelitian adalah luas lahan, produktivitas, harga jual, biaya tenaga kerja, dan jumlah tanggungan. Luas lahan, produktivitas, harga jual, biaya tenaga kerja, dan jumlah tanggungan berpengaruh nyata terhadap nilai tukar petani cabai merah; Rata- rata nilai tukar petani cabai merah didaerah penelitian 139,91%; Tingkat kesejahteraan petani didaerah penelitian adalah relatif dan secara umum dikategorikan sejahtera. Kata kunci : cabai merah, nilai tukar petani, faktor-faktor, kesejahteraan
ANALISIS NILAI TAMBAH PENGOLAHAN OPAK PADA SKALA INDUSTRI RUMAH TANGGA (Kasus : Desa Tuntungan I, Kecamatan Pancur Batu, Kabupaten Deli Serdang) Juliana Sinukaban; HM mozart B Darus; Yusak Maryunianta
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 7, No 6 (2017): Volume 7. No. 6 Juni 2017
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana proses pengolahan opak pada skala industri rumah tangga, untuk mengetahui besarnya keuntungan yang diperoleh dari pengolahan opak serta untuk mengetahui besarnya nilai tambah yang diperoleh dari pengolahan opak. Penentuan daerah penelitian dilakukan secara purposive (sengaja), yaitu di daerah yang merupakan sentra pengolahan opak. Metode pengambilan sampel yaitu dengan menggunakan metode sensus, dimana keseluruhan populasi diambil sebagai sampel. Metode analisis yang digunakan adalah metode perhitungan keuntungan dan analisis nilai tambah metode Hayami. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usaha pengolahan ubi kayu menjadi opak memberikan keuntungan sebesar Rp. 32.749.070 per dua puluh empat kali produksi selama satu bulan dan nilai tambah yang diperoleh pengusaha dalam pengolahan opak adalah sebesar Rp. 441,9 per kilogram bahan baku yang diproduksi dengan rasio nilai tambah adalah sebesar 23,6%. Kata kunci: Opak, Keuntungan, Nilai Tambah
ANALISIS KELAYAKAN USAHA TERNAK KAMBING (Studi Kasus : Desa Pulau Tagor, Kecamatan Serba Jadi, Kabupaten Serdang Bedagai) Laura Catherine; HM Mozart B Darus; Emalisa Emalisa
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 7, No 6 (2017): Volume 7. No. 6 Juni 2017
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Laura Catherine (130304151) dengan judul skripsi “Analisis Kelayakan Usaha Ternak Kambing (Studi Kasus: Desa Pulau Tagor, Kecamatan Serba Jadi, Kabupaten Serdang Bedagai). Penelitian ini dibimbing oleh Bapak HM. Mozart B. Darus, M.Sc selaku Ketua Komisi Pembimbing dan Ibu Emalisa, SP, M.Si sebagai Anggota Komisi Pembimbing. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi ketersediaan input produksi usaha ternak kambing, untuk mengetahui pendapatan peternak kambing serta untuk menganalisis kelayakan  usaha ternak kambing di daerah penelitian. Metode penelitian yang digunakan adalah dengan analisis deskriptif, analisis pendapatan dan analisis kelayakan dengan menggunakan kriteria R/C ratio, Return of Investment (ROI), Payback Period (PP), dan Analisis Sensitivitas. Sampel ditentukan dengan metode accidental sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa input produksi tersedia di daerah penelitian dengan rincian dari segi jumlah sangat memenuhi, harga  murah terjangkau, kualitas sangat baik, dan sangat tersedia ketika dibutuhkan. Pendapatan rata-rata peternak kambing di daerah penelitian dalam satu tahun adalah Rp 5.840.715, serta usaha ternak layak dilakukan di daerah  penelitian dengan nilai R/C ratio sebesar 1,42, ROI 162,04% dan PP selama 8 bulan 13 hari. Kata Kunci: Ternak Kambing, Pendapatan, Analisis Kelayakan
SIKAP PETANI TERHADAP BANTUAN SARANA PRODUKSI PERTANIAN DALAM UPAYA PENINGKATAN PRODUKSI PADI SAWAH (Kasus: Desa Rawang Baru, Kecamatan Rawang Panca Arga, Kabupaten Asahan) Nurhandayani Fatimah Silaen; Thomson Sebayang; Yusak Maryunianta
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 8, No 4 (2017): Volume 8. No. 4 Oktober 2017
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menjelaskan sikap petani terhadap bantuan sarana  produksi pertanian dalam upaya peningkatan produksi padi sawah, menjelaskan hubungan antara karakteristik sosial ekonomi dengan sikap petani terhadap bantuan sarana produksi pertanian serta menjelaskan hubungan antara sikap petani terhadap bantuan sarana produksi pertanian dengan  produktivitas dan pendapatan usahatani. Daerah penelitian ini ditentukan secara Purposive yaitu di Desa Rawang Baru, Kecamatan Rawang Panca Arga, Kabupaten Asahan, dengan pertimbangan bahwa  daerah penelitian tersebut merupakan wilayah pertanian yang menerima bantuan sarana produksi pertanian dari pemerintah. Metode analisis yang digunakan untuk mengukur sikap petani adalah teknik penskalaan Likert yaitu dengan pemberian skor pada setiap pilihan jawaban. Analisis yang digunakan untuk menjelaskan  hubungan antara karakteristik sosial ekonomi dengan sikap petani  serta  hubungan antara produktivitas dan pendapatan usahatani dengan sikap petani adalah analisis korelasi rank Spearman. Hasil dari analisis menyimpulkan bahwa secara umum sikap petani terhadap bantuan sarana produksi pertanian  adalah negatif. Secara spesifik, sikap  petani terhadap bantuan benih padi adalah negatif, sikap petani terhadap bantuan perbaikan jaringan irigasi dengan pembuatan lining dan sikap petani terhadap bantuan alat mesin tani adalah positif. Karakteristik sosial ekonomi petani tidak berhubungan nyata dengan sikap petani terhadap bantuan sarana produksi pertanian. Sikap petani terhadap bantuan sarana produksi pertanian tidak berhubungan nyata dengan produktivitas dan pendapatan usahatani . Kata Kunci: Sikap, Karakteristik Sosial Ekonomi, Produktivitas dan  Pendapatan
ANALISIS TATANIAGA MIE IRIS (Studi Kasus : Desa Pegajahan, Kecamatan Pegajahan, Kabupaten Serdang Bedagai) Tiara Ulfa Purba; Iskandarini Iskandarini; Luhut Sihombing
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 8, No 1 (2017): Volume 8. No. 1 Juli 2017
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK TIARA ULFA PURBA (130304004/AGRIBISNIS) dengan judul Analisis Tataniaga Mie Iris. (Studi Kasus : Desa Pegajahan, Kecamatan Pegajahan, Kabupaten Serdang Bedagai). Peneliti dibimbing oleh Ibu Ir.Iskandarini, M.M., Ph.D sebagai ketua komisi pembimbing dan Bapak Ir. Luhut Sihombing, MP. sebagai anggota komisi pembimbing. Tujuan penelitian adalah untuk mengidentifikasi saluran tataniaga mie iris di daerah penelitian, untuk menganalisis share margin disetiap saluran tataniaga mie iris di daerah penelitian dan untuk menganalisis tingkat efisiensi tataniaga mie iris di daerah penelitian. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan “Apa yang terjadi” dengan survei menelusuri komunitas mulai dari produsen sampai ke konsumen akhir, metode analisis deskriptif dengan menggunakan tabulasi sederhana yaitu dengan menganalisis hubungan antara harga yang diterima produsen/pedagang dengan harga yang dibayar oleh konsumen yang disebut dengan share margin, dan menggunakan rumus efisiensi. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa terdapat dua saluran pemasaran mie iris di Desa Pegajahan, Kecamatan Pegajahan, Kabupaten Serdang Bedagai yaitu: Terdapat dua saluran pemasaran mie iris di Desa Pegajahan, Kecamatan Pegajahan, Kabupaten Serdang Bedagai yaitu: Saluran I : Produsen – Agen – Pedagang Besar – Pedagang Pengecer – Konsumen dan Saluran II : Produsen – Pedagang Besar – Pedagang Pengecer – Konsumen. Share margin produsen dalam saluran tataniaga II  lebih besar dari saluran tataniaga I yaitu 20,74%  dan 5,99%. Share margin lembaga tataniaga agen dalam saluran tataniaga I adalah 6,96%. Share margin pada pedagang besar  yang terdapat pada saluran tataniaga II lebih besar dari saluran tataniaga I yaitu 21,33% dan 8,58%. Share margin pada pedagang pengecer di saluran tataniaga II lebih besar dari saluran tataniaga I yaitu 29,33% dan 13,83%. Efisiensi saluran tataniaga mie iris pada saluran tataniaga II lebih besar dari saluran tataniaga I yaitu 0,70 dan 0,29.   Kata Kunci: tataniaga, share margin, efisiensi, mie iris
ANALISIS FINANSIAL DAN STRATEGI PENGEMBANGAN USAHATANI BAWANG MERAH (Allium Ascalonicum L.) DI KECAMATAN SIMANINDO KABUPATEN SAMOSIR Yoga Pratama; Luhut Sihombing; Siti Khadijah
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 8, No 3 (2017): Volume 8. No. 3 September 2017
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui ketersediaan input usahatani bawang merah per petani/ha, untuk mengetahui besarnya harga rata-rata input, harga output, biaya produksi, penerimaan dan pendapatan petani bawang merah per hektar dan per petani, untuk mengetahui kelayakan finansial usahatani bawang merah di daerah penelitian, untuk mengetahui apa program dan rencana aksi pengembangan usahatani bawang merah yang dapat direkomendasikan di daerah penelitian. Hasil Penelitian diperoleh: 1. Ketersediaan input bawang merah yang terdiri atas tenaga kerja, bibit, pupuk, serta pestisida bersifat tersedia. 2. Besar harga rata-rata input per petani per hektar yaitu: (a) bibit sebesar Rp 33.000/kg, (b) pupuk sebesar Rp 2.340/kg, (c) pestisida sebesar 29.192/liter, (d) tenaga kerja sebesar Rp 55.000/HKP. Rata-rata biaya produksi petani bawang merah sebesar                            Rp 4.917.142 per petani dan Rp 48,679,686 per hektar. Rata-rata penerimaan petani bawang merah sebesar Rp 8.033.745 per petani danRp 79.524.216 per hektar. Dan rata-rata pendapatan yang di terima petani bawang merah sebesar Rp 3.116.603 per petani dan Rp 30.844.530 per hektar. 3. Secara finansial usahatani bawang merah di Kecamatan Simanindo Kabupaten Samosir dapat dikatakan layak, dilihat dari nilai R/C Ratio per petani dan per hektar sebesar 1,60 (>1) artinya bahwa usahatani bawang merah layak untuk dikembangkan. Nilai BEP harga memiliki nilai sebesar Rp 12.875/kg  per petani dan Rp 12.871/kg per hektar dengan harga jual sebesar Rp 20.378/kg yang artinya harga jual > BEP harga sehingga usahatani bawang merah layak untuk diusahakan. Sedangkan Nilai BEP produksi  yaitu sebesar 234 kilogram per petani dan 2.315 kilogram per hektar yang artinya produksi > BEP produksi sehingga usahatani bawang merah layak untuk diusahakan. 4. Program yang akan direkomendasikan kepada petani yaitu: (a) program peningkatan produksi bawang merah yaitu dengan menggunakan bibit bawang merah yang unggul  dan berkualitas baik, (b) program pengembangan sarana dan prasarana agribisnis bawang merah yaitu dengan penyediaan sarana produksi di setiap kelompok tani berupa bibit, pupuk, pestisida dan alat-alat pertanian, (c) program perluasan sentra produksi usahatani bawang merah yaitu dengan pemanfaatan lahan tidur untuk bercocok tanam bawang merah, (d) program perbaikan tingkat adopsi teknologi petani yaitu dengan melakukan penyuluhan kepada petani dengan mengikut sertakan penyuluh pertanian setempat mengenai cara mengoptimalkan produksi bawang merah petani.   Kata Kunci : bawang merah, analisis finansial, analisis SWOT
DAMPAK KREDIT USAHA PEMBIBITAN SAPI (KUPS) TERHADAP PENINGKATAN PENDAPATAN USAHA TERNAK SAPI DI KABUPATEN ASAHAN Adi Adma Arif Harahap; Thomson Sebayang; Tavi Supriana
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 8, No 4 (2017): Volume 8. No. 4 Oktober 2017
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Sub sektor peternakan dalam mewujudkan program pembangunan peternakan secara operasional diawali dengan pembentukan atau penataan kawasan melalui pendekatan sistem dan usaha agribisnis. Sektor peternakan sapi merupakan bagian dari sub sektor peternakan yang menghasilkan komoditas susu dan daging dalam memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia. Keberhasilan pembangunan peternakan yang dilaksanakan, ditandai dengan membaiknya pendapatan para peternak dan meningkatnya daya beli peternak terhadap produk-produk perternakan maupun produk-produk lain untuk pemenuhan kebutuhan kehidupannya. Berdasarkan latar belakang tersebut, masalah penelitian ini dirumuskan sebagai berikut :Bagaimana penggunaan KUPS (Kredit Usaha Peternakan Usaha) pada kelompok ternak di Kabupaten Asahan dan Bagaimana dampak KUPS (Kredit Usaha Peternakan Usaha) terhadap peningkatan pendapatan usaha ternak sapi di Kabupaten Asahan menganalisis penggunaan kredit pada usaha ternak sapi dan menganalisis dampak kredit terhadap peningkatan pendapatan  usaha ternak sapi di Kabupaten Asahan. Penelitian ini dilakukan pada tahun 2017 di Kabupaten Asahan dengan jumlah sampel sebanyak 69 sampel. Penelitian ini menggunakan data primer dan data sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan kredit usaha pembibitan sapi di Kabupaten Asahan digunakan untuk pembelian bibit sapi, biaya pemeliharaan seperti pakan, obat-obatan, sarana dan prasarana ternak, tenaga kerja dan penyusutan kandang. Dan ada dampak dari pemanfaatan KUPS di Kabupaten Asahan yaitu terjadi perubahan jumlah ternak setelah memanfaatkan KUPS, ada peningkatan biaya karena peningkatan jumlah sapid an tentunya pendapatan pengusaha sapi semakin tinggi.   Kata kunci: Kredit Usaha Pembibitan Sapi, Pendapatan, Kabupaten Asahan

Filter by Year

2012 2019


Filter By Issues
All Issue Vol 10, No 3 (2019): Vol. 10 No. 3 Maret 2019 Vol 10, No 2 (2019): Vol. 10 No. 2 Februari 2019 Vol 10, No 1 (2019): Volume 10 No. 1 Januari 2019 Vol 9, No 12 (2018): Volume 9 No.12 Desember 2018 Vol 9, No 11 (2018): Volume 9 No.11 November 2018 Vol 9, No 10 (2018): Volume 9 No. 10 Oktober 2018 Vol 9, No 9 (2018): Volume 9 No. 9 September 2018 Vol 9, No 8 (2018): Volume 9 No. 8 Agustus 2018 Vol 9, No 7 (2018): Volume. 9 No. 7 Juli 2018 Vol 9, No 6 (2018): Volume 9 No. 6 Juni 2018 Vol 9, No 5 (2018): Volume 9 No. 5 Mei 2018 Vol 9, No 4 (2018): Volume 9 No. 4 April 2018 Vol 9, No 3 (2018): Volume 9 No. 3 Maret 2018 Vol 9, No 2 (2018): Volume 9 No. 2 Februari 2018 Vol 9, No 1 (2018): Volume 9. No. 1 Januari 2018 Vol 8, No 6 (2017): Volume 8. No. 6 Desember 2017 Vol 8, No 5 (2017): Volume 8. No. 5 November 2017 Vol 8, No 4 (2017): Volume 8. No. 4 Oktober 2017 Vol 8, No 3 (2017): Volume 8. No. 3 September 2017 Vol 8, No 2 (2017): Volume 8. No. 2 Agustus 2017 Vol 8, No 1 (2017): Volume 8. No. 1 Juli 2017 Vol 7, No 6 (2017): Volume 7. No. 6 Juni 2017 Vol 6, No 2 (2017): volume 6 no. 2 February 2017 Vol 6, No 1 (2017): volume 6 no. 1 January 2017 Vol 5, No 12 (2016): volume 5 no. 12 Desember 2016 Vol 5, No 11 (2016): volume 5 no. 11 November 2016 Vol 5, No 10 (2016): volume 5 no. 10 oktober 2016 Vol 5, No 9 (2016): volume 5 no. 9 september 2016 Vol 5, No 8 (2016): volume 5 no. 8 agustus 2016 Vol 5, No 7 (2016): volume 5 no. 7 juli 2016 Vol 5, No 6 (2016): volume 5 no. 6 juni 2016 Vol 5, No 5 (2016): volume 5 no. 5 Mei 2016 Vol 5, No 4 (2016): volume 5 no. 4 April 2016 Vol 5, No 3 (2016): volume 5 no. 3 Maret 2016 Vol 5, No 1 (2016): Volume 5 No. 1 Januari 2016 Vol 5, No 2 (2016) Vol 4, No 12 (2015): Volume 4 No. 12 Desember 2015 Vol 4, No 11 (2015): Volume 4 No. 11 November 2015 Vol 4, No 10 (2015): Volume 4 No. 10 Oktober 2015 Vol 4, No 9 (2015): Volume 4 No. 9 September 2015 Vol 4, No 8 (2015): Volume 4 No. 8 Agustus 2015 Vol 4, No 7 (2015): Volume 4 No. 7 Juli 2015 Vol 4, No 6 (2015): Volume 4 No. 6 Juni 2015 Vol 4, No 5 (2015): Volume 4 No. 5 Mei 2015 Vol 4, No 4 (2015): Volume 4 No.4 April 2015 Vol 4, No 3 (2015): Volume 4 No.3 Maret 2015 Vol 4, No 2 (2015): Volume 4 No. 2 Februari 2015 Vol 4, No 1 (2015): Volume 4 No. 1 Januari 2015 Vol 3, No 11 (2014): Vol 3 No. 11 November 2014 Vol 3, No 10 (2014): Vol 3 No. 10 Oktober 2014 Vol 3, No 9 (2014): Vol 3 No. 9 September 2014 Vol 3, No 8 (2014): Vol 3 No. 8 Agustus 2014 Vol 3, No 7 (2014): Vol 3 No. 7 Juli 2014 Vol 3, No 6 (2014): Vol 3 No. 6 Juni 2014 Vol 3, No 5 (2014): Vol 3 No. 5 Mei 2014 Vol 3, No 4 (2014): Vol 3 No. 4 April 2014 Vol 3, No 3 (2014): Vol 3 No. 3 Maret 2014 Vol 3, No 2 (2014): Vol 3 No. 2 Februari 2014 Vol 3, No 1 (2014): Vol 3 No. 1 Januari 2014 Vol 2, No 12 (2013): Vol 2 No. 12 Desember 2013 Vol 2, No 11 (2013): Vol 2 No 11 November 2013 Vol 2, No 10 (2013): Vol 2 No 10 Oktober 2013 Vol 2, No 9 (2013): Vol 2 No 9 September 2013 Vol 2, No 8 (2013): Vol 2 No 8 Agustus 2013 Vol 2, No 7 (2013): Vol 2 No. 7 Juli 2013 Vol 2, No 6 (2013): Vol 2 No. 6 Juni 2013 Vol 2, No 5 (2013): Vol 2 No. 5 Mei 2013 Vol 2, No 4 (2013): Vol 2 No. 4 April 2013 Vol 2, No 3 (2013): Vol 2 No. 3 Maret 2013 Vol. 2 No. 2 Februari 2013 Vol 2, No 1 (2013): JURNAL AGRIBISNIS Vol 1, No 1 (2012) More Issue