cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 845 Documents
STRATEGI PENGEMBANGAN BUDIDAYA UDANG VANNAME (Litopenaeus vannamei) (Studi Kasus: Desa Bogak Besar, Kecamatan Teluk Mengkudu, Kabupaten Serdang Bedagai) Tio Bella Audina Sitorus; Hasman Hasyim; Siti Khadijah
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 8, No 1 (2017): Volume 8. No. 1 Juli 2017
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Tio Bella Audina Sitorus (130304009) dengan judul skripsi Strategi Pengembangan Budidaya Udang Vanname (Litopenaeus vannamei). Studi Kasus Desa Bogak Besar Kecamatan Teluk Mengkudu Kabupaten Serdang Bedagai. Penelitian ini dibimbing oleh Dr. Ir. H. Hasman Hasyim, M.Si., selaku ketua komisi pembimbing dan Siti Khadijah N, S.P, M.Si., selaku anggota komisi pembimbing. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi pengembangan budidaya udang vanname dan menganalisis strategi pengembangan budidaya udang vanname di daerah penelitian. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif, SWOT dan korelasi sederhana Pearson. Responden untuk petani yang melakukan budidaya udang vanname dengan menggunakan metode sensus yaitu sebanyak 3 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) terdapat 11 (sebelas) faktor-faktor internal dalam pengembangan budidaya udang vanname di Desa Bogak Besar, (2) terdapat 9 (sembilan) faktor-faktor eksternal dalam pengembangan budidaya udang vanname di Desa Bogak Besar, (3) strategi yang harus diterapkan dalam kondisi ini adalah pada kuadran I yaitu mendukung kebijakan pertumbuhan yang agresif (Growth Oriented Strategy), (4) terdapat hubungan yang signifikan antara karakteristik sosial ekonomi petani biaya produksi terhadap pendapatan petani budidaya udang vanname sedangkan antara karakteristik sosial ekonomi petani umur, pendidikan, jumlah tanggungan, lamanya berusahatani dan luas tambak tidak terdapat hubungan yang signifikan terhadap pendapatan petani budidaya udang vanname, (5) petani sampel mengalami hambatan dalam budidaya udang vanname dan dapat diatasi secara swadaya oleh petani udang vanname tambak. Kata Kunci: Strategi Pengembangan, Analisis SWOT, Karakteristik Sosial Ekonomi, Pendapatan
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KONSUMSI BUAH-BUAHAN MASYARAKAT (Studi Kasus: Kecamatan Medan Denai) Dexna Sofiaranti Solin; Iskandarini Iskandarini; Tavi Supriana
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 8, No 2 (2017): Volume 8. No. 2 Agustus 2017
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik sosial dan ekonomi rumah tangga, mengetahui pola konsumsi buah rumah tangga dan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi pola konsumsi buah rumah tangga di Kecamatan Medan Denai. Metode analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif yaitu dengan mengamati langsung kondisi sosial dan ekonomi rumah tangga, kemudian menggunakan kuesioner untuk melihat gambaran pola konsumsi buahnya. Metode analisis regresi linier berganda digunakan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi pola konsumsi buah rumah tangga tersebut. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa konsumen buah di Kecamatan Medan Denai memiliki karakteristik sosial ekonomi yang berbeda-beda, baik itu dari segi pendapatan, umur, jumlah anggota keluarga maupun pendidikan. Karakteristik sosial ekonomi konsumen buah yaitu pendapatan, umur, jumlah anggota keluarga dan pendidikan berpengaruh nyata secara serempak terhadap jumlah konsumsi. Pendapatan, jumlah anggota keluarga dan pendidikan berpengaruh secara parsial terhadap jumlah konsumsi buah, sedangkan variabel umur tidak berpengaruh nyata secara parsial terhadap jumlah konsumsi buah. Buah yang paling diminati adalah buah jeruk dan mangga. Hal-hal yang mempengaruhi konsumen dalam mengkonsumsi buah adalah minat konsumsi, jenis buah, kebiasaan, pengetahuan akan kandungan buah, ketersediaan buah dipasar, lokasi pedagang, intensitas mengkonsumsi, pola 4 sehat 5 sempurna dan porsi sekali makan. Jenis buah yang diteliti terbatas, hanya berkisar kepada buah jeruk, mangga dan jambu. Konsumen buah-buahan sebagian besar sudah menerapkan pola 4 sehat 5 sempurna dengan mengkonsumsi minimal 1 buah per hari per orang untuk buah jeruk atau minimal 1 buah per hari per keluarga untuk buah mangga dan jambu.   Kata kunci : Konsumen buah, karakteristik sosial ekonomi konsumen dan konsumsi buah
ANALISIS KELAYAKAN FINANSIAL IKAN KOI (Cyprinus carpio) Di Kecamatan Beringin Kabupaten Deli Serdang Ika Puspita Sari; Kelin Tarigan; Satia Negara Lubis
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 8, No 6 (2017): Volume 8. No. 6 Desember 2017
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Ika Puspita Sari  (130304032)  dengan judul “Analisis Kelayakan Finansial Ikan koi (Cyprinus carpio) Di Kecamatan Beringin Kabupaten Deli Serdang”. Penelitian ini dibimbing oleh Bapak Prof. Dr. Ir. Kelin Tarigan, M.S sebagai ketua Komisi Pembimbing dan Bapak Dr. Ir. Satia Negara Lubis, M.Ec sebagai Anggota Komisi Pembimbing. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kelayakan usahatani ikan koi apakah usaha ikan koi layak untuk dikembangkan atau tidak di Kecamatan Beringin. Metode penelitian dalam menentukan lokasi penelitian secara Purposive yaitu Kecamatan Beringin Kabupaten Deli Serdang. Pengambilan sampel menggunakan metode sensus yaitu mengambil semua sampel yang ada didaerah penelitian yaitu 19 petani ikan koi. Metode pengumpulan data terdiri dari data sekunder dan data primer. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis biaya dan analisis kelayakan. Hasil penelitian yang diperoleh dari penelitian ini menunjukkan R/C > 1. BEP Produksi < dari produksi yang dihasilkan dan BEP Harga <  dari harga produksi berarti usahatani ikan koi layak untuk diusahakan. Kata Kunci : Usahatani, Biaya dan Kelayakan
PENGARUH PREMI PANEN TERHADAP KINERJA DAN KEPUASAN KERJA KARYAWAN PANEN KELAPA SAWIT PT BARUMUN AGRO SENTOSA (BAS) (Studi Kasus : Unit Kebun Barumun, Desa Ujung Gading Jae, Kec. Simangambat, Kab. Padang Lawas Utara) Kevin Daniel Halomoan Damanik; Sri Fajar Ayu; M. Jufri
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 9, No 2 (2018): Volume 9 No. 2 Februari 2018
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK KEVIN DANIEL HALOMOAN DAMANIK : Pengaruh Premi Panen Terhadap Kinerja dan Kepuasan Kerja Karyawan Panen di PT Barumun Agro Sentosa ( Studi Kasus : Desa Ujung Gading Jae, Kecamatan Simangambat, Kabupaten Padang Lawas Utara ) dibimbing oleh Ibu Sri Fajar Ayu, SP., MM., DBA sebagai ketua komisi pembimbing dan Bapak Ir. M. Jufri, M.Si sebagai anggota komisi pembimbing. Tujuan penelitian adalah (1) Untuk menganalisis sistem premi panen yang berlaku, (2) untuk menganalisis pengaruh premi panen terhadap kepuasan kerja karyawan panen, (3) untuk menganalisis pengaruh premi panen terhadap kinerja (kuantitas, kualitas, dan kehadiran) karyawan panen, (4) untuk menganalisis pengaruh langsung dan tidak langsung premi panen terhadap tingkat kinerja (kuantitas, kualitas, dan kehadiran ) melalui variabel interviening kepuasan kerja karyawan panen. Metode penelitian yang digunakan dalam penentuan daerah penelitian dilakukan secara purposive (sengaja). Metode penentuan jumlah sampel digunakan metode Slovin diperoleh sampel sebanyak 55 karyawan panen. Untuk pengambilan sampel digunakan metode simple random sampling. Sampel adalah karyawan panen. Metode analisis data yang digunakan adalah Regresi Linier Berganda dan Analisis Path (Jalur). Hasil penelitian menunjukkan bahwa premi panen berpengaruh secara nyata terhadap kinerja (kuantitas kerja, kualitas kerja, dan kehadiran kerja) dan kepuasan kerja karyawan panen kelapa sawit di Kebun Barumun. Akan tetapi, kepuasan kerja sebagai variabel interviening tidak berpengaruh nyata terhadap kinerja (kuantitas kerja, kualitas kerja, dan kehadiran kerja) karyawan panen kelapa sawit di Kebun Barumun. Ini ditunjukkan dengan lebih besarnya pengaruh langsung pengaruh premi panen terhadap kinerja karyawan panen tanpa melalui variabel interviening. Kata Kunci : Kinerja, Kepuasan Kerja, Premi Panen, Karyawan Panen Kelapa Sawit
ANALISIS DAMPAK ERUPSI GUNUNG SINABUNGTERHADAP PENDAPATAN PETANI KOPI DI KABUPATEN KARO (Kasus : Desa Naman, Kecamatan Naman Teran, Kabupaten Karo) Roi Andiar Haloho; Yusak Maryunianta; Salmiah Salmiah
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 8, No 1 (2017): Volume 8. No. 1 Juli 2017
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK ROI ANDIAR HALOHO :Analisis Dampak Erupsi Gunung Sinabung Terhadap Pendapatan Petani Kopi(Kasus : Desa Naman, Kecamatan Naman Teran, Kabupaten Karo). Penulisan skripsi ini dibimbing oleh Bapak Ir. Yusak Maryunianta, M.Si sebagai Ketua Komisi Pembimbing dan Ibu DR. Ir Salmiah, MS sebagai Anggota Komisi Pembimbing. Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui perbandingan produksi dan produktivitas usahatani kopi sebelum (tahun 2012) dan sesudah (tahun 2014) erupsi Gunung Sinabung di Desa Naman, Kecamatan Naman Teran, Kabupaten Karo. Untuk mengetahui perbandingan pendapatan petani Kopi sebelum (tahun 2012) dan sesudah (tahun 2014) erupsi Gunung Sinabung di Desa Naman, Kecamatan Naman Teran, Kabupaten Karo. Metode analisis data yang digunakan di dalam penelitian ini adalah uji beda rata-rata berpasangan/ paired sample t-test dan metode deskriptif. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah metode Simple random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 60 orang petani kopi. Data yang digunakan dalah data primer dan data sekunder. Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) Terdapat perbedaan nyata dan signifikan produksi dan produktivitas kopi sebelum (tahun 2012) dan sesudah (tahun 2014) erupsi Gunung Sinabung di Desa Naman. (2) Terdapat perbedaan nyata dan signifikan pendapatan kopi sebelum (tahun 2012) dan sesudah (tahun 2014) erupsi Gunung Sinabung Di Desa Naman. Kata Kunci:Dampak Erupsi Sinabung, Produksi, Produktivitas, Pendapatan.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENDAPATAN PETANI PADI SAWAH DENGAN POMPANISASI DAN TANPA POMPANISASI (Studi Kasus: Desa Gelam Sei Serimah, Kecamatan Bandar Khalipah Kabupaten Serdang Bedagai) Ruth Roma Uli Nainggolan; Lily Fauziah; Satia Negara Lubis
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 8, No 5 (2017): Volume 8. No. 5 November 2017
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK RUTH ROMA ULI NAINGGOLAN (130304017 / AGRIBISNIS) dengan judul “Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pendapatan Petani Padi Sawah dengan Pompanisasi dan Tanpa Pompanisasi” Studi Kasus di Desa Gelam Sei Serimah Kecamatan Bandar Khalipah Kabupaten Serdang Bedagai. Ketua Komisi Pembimbing Ibu Ir.Lily Fauzia, M.Si dan Anggota Komisi Pembimbing Bapak Dr.Ir.Satia Negara Lubis ,MEC. Tujuan penelitian adalah untuk menjelaskan tahapan usahatani padi sawah dengan pompanisasi dan tahapan usahatani padi sawah tanpa pompanisasi, menganalisis perbedaan pendapatan usahatani padi sawah dengan pompanisasi dan tanpa pompanisasi, menganalisis faktor yang mempengaruhi pendapatan petani padi sawah dengan pompanisasi seperti biaya benih,biaya pupuk dan biaya pestisida, menganalisis faktor yang memepengaruhi pendapatan petani padi sawah tanpa pompanisasi seperti biaya benih,biaya pupuk dan biaya pestisida. Metode yang digunakan adalah metode analisis deskriptif, metode analaisis uji beda rata-rata dan analisis regresi linear berganda. Data yang digunakan adalah data primer dan sekunder. Hasil penelitian menyimpulkan tahapan antara usahatani padi sawah dengan pompanisasi dan tanpa pompanisasi berbeda, pendapatan usahatani padi sawah dengan pompanisasi lebih besar dibandingkan dengan  tanpa pompanisasi, biaya pupuk secara parsial berpengaruh nyata terhadap pendapatan petani padi sawah dengan pompanisasi dan biaya pupuk dan pestisida secara parsial berpengaruh nyata terhadap pendapatan petani tanpa pompanisasi, terdapat masalah dalam usahatani  dengan pompanisasi seperti iuran dan biaya pemeliharaan mesin pompa, terdapat masalah dalam usaha tani tanpa pompanisasi seperti kurangnya pendapatan yang diterima oleh petani dikarenakan kekurangan air.   Kata Kunci : Pendapatan,pompanisasi,tanpa pompanisasi
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPUTUSAN KONSUMEN DALAM MENGGUNAKAN BIOSOLAR DI KOTA MEDAN Sargio Reinhard Harianja; Diana Chalil; Rulianda P. Wibowo
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 8, No 6 (2017): Volume 8. No. 6 Desember 2017
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK SARGIO REINHARD   (130304148/AGRIBISNIS) dengan   judul   skripsi “Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Keputusan Konsumen Dalam Menggunakan Biosolar di Kota Medan”.  Penelitian ini  dibimbing oleh  Ir. Diana Chalil, M.Si., Ph.D dan Rulianda P. Wibowo, SP., M.Ec., Ph.D. Penelitian   ini   bertujuan   untuk   mengetahui   perkembangan volume distribusi  konsumsi  dan  mengetahui  faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi keputusan konsumen dalam menggunakan biosolar di daerah penelitian. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dan dianalisis dengan menggunakan metode regresi logistik biner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa volume distribusi konsumsi Biosolar yang disalurkan oleh PT. Pertamina mengalami fluktuasi jumlah yang disalurkan dan adapun jumlah permintaan terbanyak terjadi pada bulan September 18.975.000 liter. Selain itu, variabel tingkat pendapatan dan pengalaman membeli ditingkat konsumen mempengaruhi keputusan konsumen dalam menggunakan biosolar sebagai bahan bakar kendaraan yang dimiliki. Adapun faktor umur, tingkat pendidikan, jumlah pengeluaran, dan jenis kendaraan tidak berpengaruh dalam mempengaruhi keputusan konsumen untuk menggunakan biosolar sebagai bahan bakar kendaraan yang digunakan. Kata Kunci : biosolar, faktor yang mempengaruhi, keputusan, konsumen.
ANALISIS USAHATANI DAN PEMASARAN ASPARAGUS (Studi Kasus: Desa Suka, Kecamatan Tiga Panah, Kabupaten Karo) David Koko Naibaho; Hasman Hasyim; Satia Negara Lubis
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 8, No 1 (2017): Volume 8. No. 1 Juli 2017
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK David Koko Naibaho (130304145) dengan judul penelitian “Analisis Usahatani dan Pemasaran Asparagus”. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Suka, Kecamatan Tiga Panah, Kabupaten Karo. Penelitian ini dibimbing oleh Bapak Dr. Ir. H. Hasman Hasyim, M. Si sebagai Ketua Komisi Pembimbing dan Bapak Dr. Satia Negara Lubis, M. Ec sebagai Anggota Komisi Pembimbing. Tujuan penelitian adalah untuk menjelaskan pengelolaan usahatani asparagus, untuk mengetahui besar biaya produksi, penerimaan dan pendapatan usahatani asparagus, untuk mengetahui kelayakan finansial usahatani asparagus dan untuk mengetahui  saluran pemasaran asparagus di daerah penelitian. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif, tabulasi sederhana dan analisis kelayakan. Responden untuk petani yang melakukan usahatani asparagus dengan menggunakan metode sensus yaitu sebanyak 15 petani. Hasil penelitian diperoleh pengelolaan usahatani asparagus di daerah penelitian layak diusahakan dengan rata-rata nilai R/C adalah 2,56. Terdapat 2 saluran pemasaran asparagus di daerah penelitian yaitu Saluran I adalah petani, pedagang pengumpul, konsumen. Saluran II adalah petani, pedangan pengumpul, pedagang pengecer, konsumen. Kedua saluran pemasaran asparagus sudah efisien karena nilai E >1 yaitu 1,58 dan 2,64. Kata Kunci: Asparagus, Usahatani, Pendapatan, Analisis Finansial, Pemasaran
ANALISIS NILAI TAMBAH PENGOLAHAN SALAK (Studi Kasus: UD. Salacca, Parsalakan, Desa Aek Nabara, Kecamatan Angkola Barat, Kabupaten Tapanuli Selatan) Tika Agustina Mora; Satia Negara Lubis; Hasman Hasyim
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 9, No 1 (2018): Volume 9. No. 1 Januari 2018
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Tika Agustina Mora: Analisis Nilai Tambah Pengolahan Salak (Studi Kasus: UD. Salacca, Parsalakan, Desa Aek Nabara, Kecamatan Angkola Barat, Kabupaten Tapanuli Selatan), dibimbing oleh Bapak Dr. Ir. Satia Negara Lubis, M.Ec. dan Bapak Dr. Ir. Hasman Hasyim, M.Si. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pembuatan kecap salak, madu salak, sari salak narara (merah), dan kopi salak, untuk menganalisis besar nilai tambah yang dihasilkan dari pengolahan buah salak menjadi kecap salak, madu salak, sari salak narara (merah), dan kopi salak, dan untuk menganalisis perbandingan nilai tambah kecap salak dan kopi salak, madu salakdan kopi salak, dengan sari salak narara (merah) dan kopi salak. Metode analisis yang digunakan adalah metode deskriptif dan metode perhitungan nilai tambah Hayami. Metode penelitian yang digunakan untuk menentukan daerah penelitian yaitu secara purposive atau secara sengaja memilih UD. Salacca. Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwaproduk kopi salak mempunyai nilai tambahlebih besar dibandingkan dengan produk kecap salak, madu salak dan sari salak narara (merah). Produk kecap salak dan kopi salak merupakan produk olahan dengan nilai tambah lebih besar dibandingkan dengan produk olahan madu salak dan kopi salak maupun sari salak narara (merah) dan kopi salak.   Kata Kunci: Salak, Nilai Tambah, Pengolahan Salak
PERAN PEREMPUAN DALAM PEREKONOMIAN RUMAH TANGGA BURUH PERKEBUNAN (Kasus: PT. Smart Tbk. Padang Halaban, Kecamatan Aek Kuo, Kabupaten Labuhan Batu Utara) Ade Isma Khairani; Sri Fajar Ayu; Siti Khadijah
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 9, No 2 (2018): Volume 9 No. 2 Februari 2018
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik sosial ekonomi responden di daerah penelitian (umur, jumlah tanggungan, pendidikan istri, penguasaan asset, pendapatan rumah tangga dan pengeluaran rumah tangga) dan pengaruhnya terhadap kesejahteraan ekonomi rumah tangga buruh kebun, menganalisis peran domestik dan peran publik (suami dan istri) dalam rumah tangga buruh perkebunan PT. Smart Tbk, menganalisis berapa banyak waktu mereka yang tercurah perhari untuk bekerja sebagai buruh PT. Smart Tbk Padang Halaban, serta menganalisis kontribusi pendapatan yang mereka hasilkan untuk membantu perekonomian rumah tangga buruh tersebut. Metode Analisis yang digunakan adalah Metode Analisis Deskriptif Kualitatif, Analisis Statistik Uji Kesamaan Dua Rata-Rata (Paired Sample T-Test), dan Analisis Regresi Linier Berganda. Pengambilan sampel dalam penelitian ini dilakukan dengan Metode Sensus yaitu dengan mempertimbangkan Divisi yang letaknya lebih dekat dengan tempat tinggal peneliti, diambil Divisi satu (I) sebagai sampel dengan jumlah responden sebanyak 52 pekerja (buruh kebun BHB dan BHL). Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran domestik (peran rumah tangga) didominasi oleh perempuan yang juga masih tetap secara kodrati sebagai seorang istri melakukan peran tersebut. Curahan waktu bekerja buruh perempuan (istri) lebih banyak dibandingkan suaminya. Kontribusi pendapatan yang dihasilkan perempuan (istri) jauh lebih besar dibandingkan dengan kontribusi pendapatan dari suaminya. Secara parsial karakteristik sosial ekonomi  (pendapatan rumah tangga dan pengeluaran rumah tangga) berpengaruh nyata terhadap kesejahteraan ekonomi rumah tangga buruh kebun dan menjadi alasan terkuat untuk seorang perempuan (istri) itu bekerja.   Kata Kunci: Peran Domestik dan Publik, Kontribusi Pendapatan, Faktor Sosial Ekonomi

Filter by Year

2012 2019


Filter By Issues
All Issue Vol 10, No 3 (2019): Vol. 10 No. 3 Maret 2019 Vol 10, No 2 (2019): Vol. 10 No. 2 Februari 2019 Vol 10, No 1 (2019): Volume 10 No. 1 Januari 2019 Vol 9, No 12 (2018): Volume 9 No.12 Desember 2018 Vol 9, No 11 (2018): Volume 9 No.11 November 2018 Vol 9, No 10 (2018): Volume 9 No. 10 Oktober 2018 Vol 9, No 9 (2018): Volume 9 No. 9 September 2018 Vol 9, No 8 (2018): Volume 9 No. 8 Agustus 2018 Vol 9, No 7 (2018): Volume. 9 No. 7 Juli 2018 Vol 9, No 6 (2018): Volume 9 No. 6 Juni 2018 Vol 9, No 5 (2018): Volume 9 No. 5 Mei 2018 Vol 9, No 4 (2018): Volume 9 No. 4 April 2018 Vol 9, No 3 (2018): Volume 9 No. 3 Maret 2018 Vol 9, No 2 (2018): Volume 9 No. 2 Februari 2018 Vol 9, No 1 (2018): Volume 9. No. 1 Januari 2018 Vol 8, No 6 (2017): Volume 8. No. 6 Desember 2017 Vol 8, No 5 (2017): Volume 8. No. 5 November 2017 Vol 8, No 4 (2017): Volume 8. No. 4 Oktober 2017 Vol 8, No 3 (2017): Volume 8. No. 3 September 2017 Vol 8, No 2 (2017): Volume 8. No. 2 Agustus 2017 Vol 8, No 1 (2017): Volume 8. No. 1 Juli 2017 Vol 7, No 6 (2017): Volume 7. No. 6 Juni 2017 Vol 6, No 2 (2017): volume 6 no. 2 February 2017 Vol 6, No 1 (2017): volume 6 no. 1 January 2017 Vol 5, No 12 (2016): volume 5 no. 12 Desember 2016 Vol 5, No 11 (2016): volume 5 no. 11 November 2016 Vol 5, No 10 (2016): volume 5 no. 10 oktober 2016 Vol 5, No 9 (2016): volume 5 no. 9 september 2016 Vol 5, No 8 (2016): volume 5 no. 8 agustus 2016 Vol 5, No 7 (2016): volume 5 no. 7 juli 2016 Vol 5, No 6 (2016): volume 5 no. 6 juni 2016 Vol 5, No 5 (2016): volume 5 no. 5 Mei 2016 Vol 5, No 4 (2016): volume 5 no. 4 April 2016 Vol 5, No 3 (2016): volume 5 no. 3 Maret 2016 Vol 5, No 1 (2016): Volume 5 No. 1 Januari 2016 Vol 5, No 2 (2016) Vol 4, No 12 (2015): Volume 4 No. 12 Desember 2015 Vol 4, No 11 (2015): Volume 4 No. 11 November 2015 Vol 4, No 10 (2015): Volume 4 No. 10 Oktober 2015 Vol 4, No 9 (2015): Volume 4 No. 9 September 2015 Vol 4, No 8 (2015): Volume 4 No. 8 Agustus 2015 Vol 4, No 7 (2015): Volume 4 No. 7 Juli 2015 Vol 4, No 6 (2015): Volume 4 No. 6 Juni 2015 Vol 4, No 5 (2015): Volume 4 No. 5 Mei 2015 Vol 4, No 4 (2015): Volume 4 No.4 April 2015 Vol 4, No 3 (2015): Volume 4 No.3 Maret 2015 Vol 4, No 2 (2015): Volume 4 No. 2 Februari 2015 Vol 4, No 1 (2015): Volume 4 No. 1 Januari 2015 Vol 3, No 11 (2014): Vol 3 No. 11 November 2014 Vol 3, No 10 (2014): Vol 3 No. 10 Oktober 2014 Vol 3, No 9 (2014): Vol 3 No. 9 September 2014 Vol 3, No 8 (2014): Vol 3 No. 8 Agustus 2014 Vol 3, No 7 (2014): Vol 3 No. 7 Juli 2014 Vol 3, No 6 (2014): Vol 3 No. 6 Juni 2014 Vol 3, No 5 (2014): Vol 3 No. 5 Mei 2014 Vol 3, No 4 (2014): Vol 3 No. 4 April 2014 Vol 3, No 3 (2014): Vol 3 No. 3 Maret 2014 Vol 3, No 2 (2014): Vol 3 No. 2 Februari 2014 Vol 3, No 1 (2014): Vol 3 No. 1 Januari 2014 Vol 2, No 12 (2013): Vol 2 No. 12 Desember 2013 Vol 2, No 11 (2013): Vol 2 No 11 November 2013 Vol 2, No 10 (2013): Vol 2 No 10 Oktober 2013 Vol 2, No 9 (2013): Vol 2 No 9 September 2013 Vol 2, No 8 (2013): Vol 2 No 8 Agustus 2013 Vol 2, No 7 (2013): Vol 2 No. 7 Juli 2013 Vol 2, No 6 (2013): Vol 2 No. 6 Juni 2013 Vol 2, No 5 (2013): Vol 2 No. 5 Mei 2013 Vol 2, No 4 (2013): Vol 2 No. 4 April 2013 Vol 2, No 3 (2013): Vol 2 No. 3 Maret 2013 Vol. 2 No. 2 Februari 2013 Vol 2, No 1 (2013): JURNAL AGRIBISNIS Vol 1, No 1 (2012) More Issue