cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 845 Documents
ANALISIS TATANIAGA BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.) (Studi Kasus : Kel. Haranggaol, Kec. Haranggaol Horison, Kab. Simalungun) Hastri Yunita Nasution; Tavi Supriana; Emalisa Emalisa
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 8, No 3 (2017): Volume 8. No. 3 September 2017
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui saluran tataniaga bawang merah, fungsi-fungsi yang dilakukan oleh masing-masing lembaga tataniaga, biaya, margin serta keuntungan yang diterima oleh tiap lembaga tataniaga di masing-masing saluran dan untuk mengetahui apakah saluran tataniaga bawang merah di daerah penelitian sudah efisien. Metode penentuan daerah dilakukan secara purposive. Pengambilan sampel dilakukan metode Accidental Sampling dengan sampel petani sebanyak 30 sampel. Untuk lembaga tataniaga yang terlibat ditentukan dengan metode Snowball Sampling dimana terdapat 2 sampel pedagang pengumpul, 8 sampel pedagang besar, dan 9 sampel pedagang pengecer. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif untuk menganalisis pola saluran tataniaga bawang merah di daerah penelitian dan fungsi-fungsi yang dilakukan oleh masing-masing lembaga tataniaga bawang merah disana,analisis margin tataniaga, dan analisis efisiensi tataniaga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat empat saluran tataniaga di daerah penelitian, yaitu: petani – pedagang  pengumpul – pedagang besar – pedagang pengecer – konsumen, petani – pedagang pengumpul – pedagang besar – konsumen, petani – pedagang besar – pedagang pengecer – konsumen dan petani – pedagangpengecer – konsumen. Fungsi-fungsi yang dilakukan oleh masing-masing lembaga tataniaga adalah fungsi pembelian, penjualan, pengangkutan, pengolahan, penyimpanan, penanggungan resiko, pembiayaan, standardisasi dan grading serta informasi pasar. Saluran tataniaga di daerah penelitian sudah efisien(Ep< 50%). Kata Kunci : Tataniaga, BawangMerah, Biaya, Margin, Keuntungan, Efisiensi
ANALISIS KELAYAKAN FINANSIAL BUDIDAYA BIBIT IKAN LELE (Clarias Gariepinus) (Studi Kasus : Desa Wonorejo, Kecamatan Pematang Bandar, Kabupaten Simalungun) Dewanti Budi Utami; Lily Fauzia; Hasman Hasyim
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 8, No 4 (2017): Volume 8. No. 4 Oktober 2017
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK   Dewanti Budi Utami (130304015) dengan judul skripsi Analisis Kelayakan Finansial Budidaya Bibit Ikan Lele (Clarias gariepinus) di Desa Wonorejo Kecamatan Pematang Bandar Kabupaten Simalungun . Dibimbing oleh Ibu Ir. Lily Fauziah,M.Si dan Bapak Dr.Ir. Hasman Hasyim, M.Si.   Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana sistem budidaya bibit ikan lele, menganalisis kelayakan finansial budidaya bibit ikan lele, pendapatan yang diperoleh petani dari budidaya bibit ikan lele dan adakah pengaruh karakteristik sosial ekonomi (umur, pendidikan, lamanya budidaya ikan lele, jumlah tanggungan dan luas kolam) terhadap pendapatan petani di Desa Wonorejo Kecamatan Pematang Bandar Kabupaten Simalungun.   Penentuan daerah penelitian secara purposive (sengaja). Penentuan jenis sampel dengan metode Sensus sebanyak 30 sampel. Masing-masing petani yang menjadi sampel adalah petani budidaya bibit ikan lele dari proses pemijahan sampai pemanenan dengan umur bibit lele 40 hari. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif, analisis pendapatan, analisis kelayakan, Regresi linear berganda.   Hasil penelitian menunjukan bahwa sistem budidaya bibit ikan lele dimulai dari pemilihan induk, pemijahan, penyortiran, pemberian pakan dan pemanenan untuk hasil penjualan bibit ikan lele R/C >1 menunjukan bahwa usahatani layak dikembangkan dengan pendapatan yang tergolong besar karena diatas UMK. secara parsial karakteristik sosial ekonomi (pendidikan, lamanya budidaya, jumlah tanggungan dan luas kolam) berpengaruh terhadap pendapatan petani namun secara serentak semua karakteristik sosial ekonomi (umur, pendidikan, lamanya budidaya bibit ikan lele, jumlah tanggungan dan luas kolam) berpengaruh terhadap pendapatan petani.     Kata Kunci : Kelayakan finansial, Pendapatan, Budidaya Bibit Ikan Lele
PENGARUH KARAKTERISTIK SOSIAL EKONOMI KONSUMEN TERHADAP KONSUMSI BERAS ORGANIK ( Kasus: Kecamatan Medan Johor ) Bakti Nugraha; Lily Fauzia; Siti Khadijah
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 8, No 4 (2017): Volume 8. No. 4 Oktober 2017
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Bakti Nugraha (120304122) dengan judul skripsi Pengaruh Karakteristik Sosial Ekonomi Konsumen terhadap Jumlah Konsumsi Beras Organik (Kasus: Kecamatan Medan Johor). Di bawah bimbingan ibu Ir. Lily Fauzia, M.Si sebagai ketua komisi pembimbing dan ibu Siti Khadijah, SP, M.Si sebagai anggota komisi pembimbing. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik sosial ekonomi konsumen beras organik di Kecamatan Medan Johor dan menganalisis pengaruh karakteristik sosial ekonomi konsumen terhadap permintaan beras organik di Kecamatan Medan Johor. Pemilihan lokasi penelitian dilakukan secara sengaja (purposive). Kecamatan Medan Johor dipilih karena berdasarkan hasil pra survei Kecamatan Medan Johor merupakan daerah yang terdapat penjual beras organik yang cukup besar di Kota Medan. Metode analisis yang digunakan pada penelitian ini yaitu metode analisis deskriptif dan  Metode Regresi Linear Berganda. Hasil penelitian karakteristik sosial ekonomi konsumen beras organik dilihat dari umur terbanyak yaitu rentan 50 – 59 tahun sebanyak 18 konsumen, dilihat dari  tingkat pendidikan tertinggi yaitu 16 tahun (S1) sebanyak 22 konsumen, dilihat dari pendapatan terbanyak dengan jumlah Rp 8.500.000 – Rp 10.000.000 yaitu sebanyak 15 konsumen, dilihat dari jumlah anggota keluarga terbanyak yaitu rentan 4 – 5 konsumen sebanyak 37 dan dilihat berdasarkan kondisi kesehatan konsumen tertinggi yaitu sedang tidak sehat sebanyak 29 konsumen. Karakteristik konsumen meliputi umur, tingkat pendidikan, pendapatan, jumlah anggota keluarga dan kondisi kesehatan secara serempak berpengaruh nyata terhadap permintaan beras organik. Secara parsial umur, jumlah anggota keluarga dan kondisi kesehatan berpengaruh nyata terhadap permintaan beras organik, sedangkan tingkat pendidikan dan pendapatan secara parsial tidak berpengaruh nyata  terhadap permintaan beras organik. Kata Kunci: Konsumen Beras Organik, Karakteristik Sosial Ekonomi Konsumen
SIKAP PELAKU USAHA INDUSTRI KECIL MENENGAH (IKM) HASIL PERTANIAN TERHADAP PROGRAM PEMBERDAYAAN USAHA (Kasus : Desa Bengkel, Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai) Widiya Arimbi Siregar; Thomson Sebayang; M. Jufri
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 8, No 4 (2017): Volume 8. No. 4 Oktober 2017
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Widiya Arimbi Siregar (130304025) dengan judul skripsi Sikap Pelaku Usaha Industri Kecil Menengah (IKM) Hasil Pertanian Terhadap Program Pemberdayaan Usaha di Desa Bengkel, Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai. Dibimbing oleh Bapak Ir. Thomson Sebayang, MT dan Bapak Ir. M. Jufri, M.Si. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi sikap pelaku usaha IKM hasil pertanian atas upaya pemberdayaan usaha serta menganalisis hubungan antara sikap pelaku usaha IKM hasil pertanian atas program pemberdayaan usaha dengan kinerja usaha di Desa Bengkel, Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai. Penentuan daerah penelitian secara purvosive (sengaja). Penentuan jumlah sampel digunakan metode Slovin diperoleh sebanyak 51 usaha IKM. Untuk pengambilan sampel digunakan metode Sample Random Sampling. Sampel adalah pelaku usaha IKM hasil pertanian yang telah mengikuti program pemberdayaan usaha. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode skoring dengan skala Likert dan analisis Korelasi Rank Spearmen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan nyata dan positif antara sikap pelaku usaha IKM hasil pertanian terhadap program pemberdayaan usaha dengan kinerja usaha (jumlah hasil produksi, jumlah omset, dan jumlah pendapatan Usaha) Kata Kunci : Pemberdayaan Usaha, Industri Kecil Menengah (IKM), Kinerja Pelaku Usaha IKM.
ANALISIS KELAYAKAN PENGOLAHAN GULA MERAH DARI NIRA KELAPA SAWIT (Studi Kasus: Desa Pegajahan, Kecamatan Pegajahan, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara) Jumiyati Jumiyati; Iskandarini Iskandarini; Lily Fauzia
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 8, No 2 (2017): Volume 8. No. 2 Agustus 2017
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini dilakukan pada bulan Mei 2017 di Desa Pegajahan, Kecamatan Pegajahan, Kabupaten Serdang Bedagai dengan metode Purposive. Tujuan peneitian ini adalah untuk mengetahui berapa besar biaya, pendapatan dan untuk menganalisis kelayakan usaha pengolahan gula merah dari nira kelapa sawit di daerah penelitian. Metode analisis data untuk mengetahui besar biaya pengolahan menggunakan rumus TC, untuk menganalisis besar pendapatan menggunakan rumus pendapatan (Income), dan untuk menganalisis kelayakan usaha dianalisis dengan BEP dan R/C Ratio. Penentuan sampel dilakukan secara sensus dengan jumlah pengrajin sampel sebanyak 15 pengrajin gula merah. Data yang digunakan adalah data primer dengan bantuan daftar pertanyaan kuesioner dan data sekunder yang diperoleh dari instansi atau lembaga terkait. Hasil penelitian menunjukan bahwa biaya < penerimaan. BEP Produksi < Produksi, BEP Harga <  Harga output. R/C Ratio > 1. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa usaha gula merah layak dikembangkan secara finansial di daerah penelitian. Kata Kunci: Gula Merah, Nira Kelapa Sawit, Break Event Point (BEP), R/C Ratio
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KONSUMSI DAGING DOMBA DI PROVINSI SUMATERA UTARA Wuddan Murtaza Lubis; HM Mozart B Darus; Satia Negara Lubis
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 7, No 6 (2017): Volume 7. No. 6 Juni 2017
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Wuddan Murtaza Lubis dengan judul Analisis Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Konsumsi Daging Domba di Provinsi Sumatera Utara. Penelitian ini dibimbing oleh Bapak HM. Mozart B. Darus, M.Sc selaku ketua komisi pembimbing dan Bapak Dr. Ir Satia Negara Lubis, M.Ec selaku anggota komisi pembimbing. Penelitian ini dilakukan pada bulan Mei 2017. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi konsumsi daging domba di Provinsi Sumatera Utara, dan untuk menganalisis perkembangan konsumsi daging domba di Provinsi Sumatera Utara. Penentuan daerah penelitian dilakukan secara purposive dengan. Penelitian ini telah dilakukan di Provinsi Sumatera Utara. Data yang digunakan adalah data sekunder. Metode analisis data menggunakan analisis regresi linear berganda melalui progran SPSS dan menggunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa  faktor-faktor yang mempengaruhi konsumsi daging domba di Provinsi Sumatera Utara adalah PDRB, jumlah penduduk, harga daging domba, dan harga daging kambing. Secara serempak, keempat faktor berpengaruh nyata terhadap konsumsi daging domba. Sementara secara parsial jumlah penduduk dan harga daging kambing berpengaruh nyata terhadap konsumsi daging domba sementara PDRB, dan harga daging domba tidak berpengaruh nyata. Perkembangan konsumsi daging domba dari tahun ke tahun semakin meningkat. Kata kunci: Konsumsi, Harga, PDRB, Jumlah Penduduk, Daging Domba
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKSI BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.)” (Studi Kasus: Desa Simatupang, Kecamatan Muara, Kabupaten Tapanuli Utara) Mei Dita Clara Aritonang; Tavi Supriana; Emalisa Emalisa
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 8, No 3 (2017): Volume 8. No. 3 September 2017
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK MEI DITA CLARA ARITONANG (130304155/AGRIBISNIS) dengan judul ”Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Produksi Bawang Merah (Allium ascalonicum L.). (Studi Kasus Penelitian di Desa Simatupang, Kecamatan Muara, Kabupaten Tapanuli Utara). Peneliti dibimbing oleh Ibu Dr. Ir. Tavi Supriana, MS sebagai ketua komisi pembimbing dan Ibu Emalisa, SP., M.Si sebagai anggota komisi pembimbing. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui gambaran umum usahatani bawang merah dan menganalisis pengaruh pemakaian bibit, pupuk, pestisida, dan curahan tenaga kerja terhadap produksi bawang merah di Desa Simatupang, Kecamatan Muara, Kabupaten Tapanuli Utara. Metode penelitian yang digunakan adalah metode analisis regresi linear berganda. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah bibit, pupuk, pestisida, dan curahan tenaga kerja. Bibit bawang merah yang digunakan adalah bibit unggul lokal, yaitu bibit bawang merah dengan jenis Samosir yang ditanam 1-2 kali per tahun dan diselingi dengan tanaman lainnya seperti padi dan jagung. Hasil penelitian menunjukkan jumlah bibit dan jumlah pupuk memiliki pengaruh yang signifikan terhadap produksi bawang merah sedangkan jumlah pestisida dan curahan tenaga kerja tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap produksi bawang merah. Kata Kunci : bawang merah, bibit, pupuk
ANALISIS FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERMINTAAN CABAI MERAH DI PROVINSI SUMATERA UTARA Vania Indriyani; Rahmanta Ginting; Tavi Supriana
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 8, No 5 (2017): Volume 8. No. 5 November 2017
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor – faktor yang mempengaruhi permintaan cabai merah di Provinsi Sumatera Utara. Penelitian ini menggunakan data permintaan cabai merah di Provinsi Sumatera Utara dari tahun 2006 sampai dengan tahun 2015 menggunakan data triwulan. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan permintaan cabai merah di Provinsi Sumatera Utara secara serempak dipengaruhi oleh harga cabai merah, harga cabai rawit, jumlah penduduk dan pendapatan. Permintaan cabai merah secara parsial dipengaruhi oleh harga cabai merah, jumlah penduduk, dan pendapatan. Elastisitas harga cabai merah adalah inelastis dan bertanda negatif. Elastisitas silang harga cabai rawit adalah inelastis dan bertanda negatif. Elastisitas pendapatan adalah elastis dan bertanda positif. Kata Kunci:   Permintaan, Cabai Merah, Harga, Jumlah Penduduk, Pendapatan
ANALISIS FAKTOR - FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KINERJA KARYAWAN PANEN DI KEBUN TANJUNG KASAU (Studi Kasus : Desa Perkebunan Tanjung Kasau, Kecamatan Sei Suka, Kabupaten Batu Bara) Aditya Mulia Sembiring; Hasman Hasyim; Siti Khadijah
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 8, No 1 (2017): Volume 8. No. 1 Juli 2017
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

  ABSTRAK Aditya Mulia Sembiring (130304003) dengan judul skripsi Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kinerja Karyawan Panen Kebun Tanjung Kasau. Studi kasus: Desa Perkebunan Tanjung Kasau, Kecamatan Sei Suka, Kabupaten Batubara yang dibimbing oleh bapak Dr. Ir. H. Hasman Hasyim, M.Si sebagai ketua komisi pembimbing dan ibu Siti Khadijah H.N., SP., M.Si sebagai anggota komisi pembimbing. Tujuan penelitian adalah (1) untuk menganalisis pengaruh karakteristik karyawan terhadap kompensasi finansial yang diterima karyawan (2) untuk mengetahui pengaruh peraturan kerja karyawan terhadap produktivitas kerja karyawan (3) untuk mengetahui pengaruh kompensasi finansial karyawan terhadaap kinerja karyawan (4) untuk mengetahui pengaruh kompensasi non finansial karyawan terhadap kinerja karyawan. Metode penelitian yang digunakan dalam penentuan daerah penelitian secara purvosive (sengaja). Metode penentuan jumlah sampel digunakan metode slovin diperoleh sebanyak 64 sampel karyawan. Untuk pengambilan sampel digunakan metode Sample Random Sampling. Sampel adalah karyawan panen. Metode analisis data yang digunakan dalam penilitian ini adalah Metode Regresi Linear Berganda dan Metode Skoring dengan menggunakan Skala Likert. Hasil Penelitian menunjukan bahwa, (1) variabel umur, pendidikan, masa kerja, pendapatan dan jumlah tanggungan berpengaruh dan signifikan terhadap kompensasi finansial, (2) peraturan kerja di Kebun Tanjung Kasau berpengaruh terhadap produktivitas karyawan, (3) kompensasi finansial Kebun Tanjung Kasau berpengaruh terhadap kinerja karyawan, (4) kompensasi non finansial di Kebun Tanjung Kasau berpengaruh terhadap kinerja karyawan.   Kata Kunci: Kinerja, karyawan panen, Kompensasi finansial, Kompensasi non finansial
STRATEGI PEMASARAN AGROINDUSTRI DODOL RASA BUAH (Studi Kasus: Desa Bengkel, Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai) Muhammad Ardi; Iskandarini Iskandarini; Emalisa Emalisa
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 8, No 2 (2017): Volume 8. No. 2 Agustus 2017
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Tujuan penelitian ini untuk menganalisis kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman agroindustri dodol rasa buah serta menentukan strategi pemasaran agroindustri dodol rasa buah di Desa Bengkel, Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdang Berdagai. Metode penelitian ini dilakukan secara purposive (sengaja). Metode penentuan jumlah sampel digunakan metode sensus sebanyak 20 sampel pedagang dodol. Jenis  data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data skunder. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis SWOT. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kekuatan dalam pemasaran dodol rasa buah yaitu ukuran yang sesuai pasar, warna dodol yang bervariasi, variasi rasa yang beragam, letak pasar yang strategis, harga dodol yang terjangkau, dan kenyamanan produksi yang baik. Kelemahan dalam pemasaran dodol rasa buah yaitu ketahanan dodol yang kurang baik, jumlah produksi yang sedikit, dan promosi dodol yang sangat tidak luas; Peluang dalam pemasaran dodol rasa buah yaitu permintaan dodol rasa buah yang stabil, daya beli masyarakat yang baik, selera masyarakat yang baik, kebijakan pemerintah yang mendukung, dan rendahnya biaya retribusi; Ancaman dalam pemasaran dodol rasa buah yaitu jumlah pesaing yang mempengaruhi, jumlah saluran distribusi yang sedikit, infrastruktur yang tidak baik, musim yang tidak mendukung, dan biaya produksi yang tinggi; Strategi  pemasaran usaha dodol rasa buah di Desa Bengkel, yang paling tepat  yaitu strategi agresif.   Kata Kunci :Dodol, Strategi pemasaran, faktor internal-ekstenal

Filter by Year

2012 2019


Filter By Issues
All Issue Vol 10, No 3 (2019): Vol. 10 No. 3 Maret 2019 Vol 10, No 2 (2019): Vol. 10 No. 2 Februari 2019 Vol 10, No 1 (2019): Volume 10 No. 1 Januari 2019 Vol 9, No 12 (2018): Volume 9 No.12 Desember 2018 Vol 9, No 11 (2018): Volume 9 No.11 November 2018 Vol 9, No 10 (2018): Volume 9 No. 10 Oktober 2018 Vol 9, No 9 (2018): Volume 9 No. 9 September 2018 Vol 9, No 8 (2018): Volume 9 No. 8 Agustus 2018 Vol 9, No 7 (2018): Volume. 9 No. 7 Juli 2018 Vol 9, No 6 (2018): Volume 9 No. 6 Juni 2018 Vol 9, No 5 (2018): Volume 9 No. 5 Mei 2018 Vol 9, No 4 (2018): Volume 9 No. 4 April 2018 Vol 9, No 3 (2018): Volume 9 No. 3 Maret 2018 Vol 9, No 2 (2018): Volume 9 No. 2 Februari 2018 Vol 9, No 1 (2018): Volume 9. No. 1 Januari 2018 Vol 8, No 6 (2017): Volume 8. No. 6 Desember 2017 Vol 8, No 5 (2017): Volume 8. No. 5 November 2017 Vol 8, No 4 (2017): Volume 8. No. 4 Oktober 2017 Vol 8, No 3 (2017): Volume 8. No. 3 September 2017 Vol 8, No 2 (2017): Volume 8. No. 2 Agustus 2017 Vol 8, No 1 (2017): Volume 8. No. 1 Juli 2017 Vol 7, No 6 (2017): Volume 7. No. 6 Juni 2017 Vol 6, No 2 (2017): volume 6 no. 2 February 2017 Vol 6, No 1 (2017): volume 6 no. 1 January 2017 Vol 5, No 12 (2016): volume 5 no. 12 Desember 2016 Vol 5, No 11 (2016): volume 5 no. 11 November 2016 Vol 5, No 10 (2016): volume 5 no. 10 oktober 2016 Vol 5, No 9 (2016): volume 5 no. 9 september 2016 Vol 5, No 8 (2016): volume 5 no. 8 agustus 2016 Vol 5, No 7 (2016): volume 5 no. 7 juli 2016 Vol 5, No 6 (2016): volume 5 no. 6 juni 2016 Vol 5, No 5 (2016): volume 5 no. 5 Mei 2016 Vol 5, No 4 (2016): volume 5 no. 4 April 2016 Vol 5, No 3 (2016): volume 5 no. 3 Maret 2016 Vol 5, No 1 (2016): Volume 5 No. 1 Januari 2016 Vol 5, No 2 (2016) Vol 4, No 12 (2015): Volume 4 No. 12 Desember 2015 Vol 4, No 11 (2015): Volume 4 No. 11 November 2015 Vol 4, No 10 (2015): Volume 4 No. 10 Oktober 2015 Vol 4, No 9 (2015): Volume 4 No. 9 September 2015 Vol 4, No 8 (2015): Volume 4 No. 8 Agustus 2015 Vol 4, No 7 (2015): Volume 4 No. 7 Juli 2015 Vol 4, No 6 (2015): Volume 4 No. 6 Juni 2015 Vol 4, No 5 (2015): Volume 4 No. 5 Mei 2015 Vol 4, No 4 (2015): Volume 4 No.4 April 2015 Vol 4, No 3 (2015): Volume 4 No.3 Maret 2015 Vol 4, No 2 (2015): Volume 4 No. 2 Februari 2015 Vol 4, No 1 (2015): Volume 4 No. 1 Januari 2015 Vol 3, No 11 (2014): Vol 3 No. 11 November 2014 Vol 3, No 10 (2014): Vol 3 No. 10 Oktober 2014 Vol 3, No 9 (2014): Vol 3 No. 9 September 2014 Vol 3, No 8 (2014): Vol 3 No. 8 Agustus 2014 Vol 3, No 7 (2014): Vol 3 No. 7 Juli 2014 Vol 3, No 6 (2014): Vol 3 No. 6 Juni 2014 Vol 3, No 5 (2014): Vol 3 No. 5 Mei 2014 Vol 3, No 4 (2014): Vol 3 No. 4 April 2014 Vol 3, No 3 (2014): Vol 3 No. 3 Maret 2014 Vol 3, No 2 (2014): Vol 3 No. 2 Februari 2014 Vol 3, No 1 (2014): Vol 3 No. 1 Januari 2014 Vol 2, No 12 (2013): Vol 2 No. 12 Desember 2013 Vol 2, No 11 (2013): Vol 2 No 11 November 2013 Vol 2, No 10 (2013): Vol 2 No 10 Oktober 2013 Vol 2, No 9 (2013): Vol 2 No 9 September 2013 Vol 2, No 8 (2013): Vol 2 No 8 Agustus 2013 Vol 2, No 7 (2013): Vol 2 No. 7 Juli 2013 Vol 2, No 6 (2013): Vol 2 No. 6 Juni 2013 Vol 2, No 5 (2013): Vol 2 No. 5 Mei 2013 Vol 2, No 4 (2013): Vol 2 No. 4 April 2013 Vol 2, No 3 (2013): Vol 2 No. 3 Maret 2013 Vol. 2 No. 2 Februari 2013 Vol 2, No 1 (2013): JURNAL AGRIBISNIS Vol 1, No 1 (2012) More Issue