cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 845 Documents
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKSI DAN PENDAPATAN SISTEM TANAM JAJAR LEGOWO 2:1 PADA PADI SAWAH (Oryza sativa L.) (Studi kasus : Desa Sei Bamban, Kec. Sei Bamban, Kab. Serdang Bedagai) Dicky Hermanto; Hasman Hasyim; HM Mozard B Darus
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 7, No 6 (2017): Volume 7. No. 6 Juni 2017
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret sampai April tahun 2017 yang bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi produksi dan pendapatan sistem tanam jajar legowo 2:1 dan untuk mengetahui apakah ada masalah-masalah dalam sistem jajar legowo 2:1 serta bagaimana upaya mengatasi masalah-masalah tersebut. Metode penelitian dalam menentukan lokasi penelitian secara Purposive. Pengambilan sampel menggunakan metode sensus yaitu mengambil semua sampel yang ada di daerah penelitian dengan jumlah sampel yaitu 32 petani yang menggunakan sistem tanam jajar legowo 2:1. Metode analisis yang digunakan adalah metode Regresi Linear Berganda dengan teknik estimasi Ordinary Least Square (OLS) dan metode deskriptif. Hasil Penelitian yang diperoleh dari penelitian ini adalah faktor-faktor (luas lahan, benih, pupuk, pestisida dan tenaga kerja) secara serempak berpengaruh terhadap produksi. Faktor-faktor (luas lahan, benih, pupuk, pestisida dan tenaga kerja) secara serempak berpengaruh terhadap pendapatan. Karakteristik petani (umur, lama pendidikan, lama berusahatani, jumlah tanggungan, dan luas lahan) secara serempak berpengaruh terhadap produksi. Karakteristik petani (umur, lama pendidikan, lama berusahatani, jumlah tanggungan, dan luas lahan) secara serempak berpengaruh terhadap pendapatan.  Adapun masalah-masalah yang terdapat pada sistem tanam jajar legowo 2:1 yaitu sulitnya mencari kelompok tanam sistem tanam jajar legowo 2:1, mahalnya biaya tanam sistem tanam jajar legowo 2:1 dan sumber pengairan dengan irigasi non teknis. Kata Kunci : Produksi, Pendapatan, Sistem Tanam, Karakteristik Petani
STRATEGI PEMASARAN PRODUK OLAHAN JAMUR TIRAM PUTIH DI KOTA MEDAN Siti Hafsah Siregar; Iskandarini Iskandarini; Yusak Maryunianta
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 8, No 2 (2017): Volume 8. No. 2 Agustus 2017
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Siti Hafsah Siregar (130304028/ Agribisnis) dengan judul “Strategi Pemasaran Produk Olahan Jamur Tiram Putih di Kota Medan”. Penelitian ini dibimbing oleh Ibu Ir. Iskandarini, M.M, Ph.D sebagai ketua komisi pembimbing dan Bapak Ir. Yusak Maryunianta, M.Si sebagai Anggota Komisi Pembimbing. Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret 2017 di Kota Medan dengan metode Purposive. Tujuan penelitian in adalah untuk Untuk mengetahui faktor internal dan eksternal pemasaran yang dihadapi oleh usaha pengolahan jamur tiram putih di daerah penelitian, dan untuk menentukan strategi pemasaran produk olahan jamur tiram putih di daerah penelitian. Metode analisis data untuk mengetahui faktor internal dan eksternal pemasaran menggunakan metode deskriptif, dan untuk menentukan strategi pemasaran produk olahan jamur tiram putih menggunakan metode analisis SWOT. Hasil penelitian yang diperoleh adalah: Strategi berada pada kuadran III yaitu strategi yang diterapkan dalam kondisi ini adalah mendukung kebijakan pertumbuhan yang Turn Arround. Memanfaatkan modal sendiri untuk mengatasi kelemahan dukungan Pemerintah, memanfaatkan jejaring (networking) untuk mengatasi  kurangnya dukungan Pemerintah, memanfaatkan pengalaman produsen dalam berusaha untuk mengatasi lemahnya dukungan Pemerintah, memanfaatkan  peluang stabilnya harga jual dengan meningkatkan promosi, memanfaatkan besarnya potensi pangsa pasar dengan meningkatkan promosi, memanfaatkan nilai strategis lokasi dengan mengatasi kelemahan promosi, memanfaatkan permintaan selera masyarakat yang tinggi dengan mengatasi kelemahan promosi.   Kata Kunci: Jamur Tiram, Pemasaran, Strategi, SWOT  
ANALISIS FORECASTING PRODUKSI, KONSUMSI DAN HARGA DAGING SAPI DI PROVINSI SUMATERA UTARA Qhori Yasinta; Satia Negara Lubis; Emalisa Emalisa
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 9, No 1 (2018): Volume 9. No. 1 Januari 2018
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa produksi, Konsumsi dan harga daging sapi di Sumatera Utara dengan analisis deskriptif dengan cara menjelaskan tabel/data yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumatera Utara dan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Sumatera Utara. Metode penentuan daerah yang digunakan secara purposive area sampling. Data yang digunakan dalam penelitian ini berupa data sekunder (tidak langsung) yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumatera Utara dan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Sumatera Utara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pada tahun 2006-2015 di Provinsi Sumatera Utara, produksi, konsumsi daging sapi mengalami trend positif dan untuk harga daging sapi juga mengalami trend positif. Untuk tahun 2017-2026 di Provinsi Sumatera Utara menunjukkan bahwa forecasting produksi, konsumsi daging sapi mengalami trend positif dan forecasting harga daging sapi juga mengalami trend positif. Alternatif yang dapat dilakukan pemerintah untuk menstabilkan harga daging sapi salah satunya yaitu dengan menambah jumlah ternak sapi secara cepat dan bijaksana, baik dari inseminasi buatan ataupun dengan membeli sapi impor yang diharapkan nantinya akan meningkatkan produksi daging sapi lokal.   Kata Kunci: Forecasting,Produksi, Konsumsi dan Harga Pangan Hewani
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KONSUMEN DALAM MEMBELI DAGING AYAM RAS DI PASAR TRADISIONAL DAN MODEREN DI KOTA MEDAN (Studi Kasus Pasar Tradisional Pringgan dan Pasar Moderen Brastagi Supermarket) Yoga Muhammad Phalovey; Iskandarini Iskandarini; Hasman Hasyim
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 8, No 2 (2017): Volume 8. No. 2 Agustus 2017
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Tujuan Penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh karakteristik sosial ekonomi yaitu umur, pendidikan, jumlah tanggungan, pendapatan, dan jarak ke lokasi pasar terhadap jumlah membeli daging ayam ras di pasar tradisional dan pasar moderen di Kota Medan, menganalisis pengaruh atribut kesegaran, kebersihan, pelayanan, sertifikasi, dan kemasan terhadap jumlah membeli daging ayam ras di pasar tradisional dan pasar moderen di Kota Medan, dan untuk menganalisis apakah terdapat perbedaan faktor atribut kesegaran, kebersihan, pelayanan, sertifikasi, dan kemasan di pasar tradisional dan pasar moderen Kota Medan.   Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis regresi linier berganda dan uji beda rata-rata menggunakan alat bantu SPSS 16. Penentuan daerah penelitian dilakukan secara purposive. Teknik pengambilan sampel dengan metode accidental sampling dengan jumlah sampel 60 konsumen. Penelitian ini dilakukan pada bulan Januari sampai April tahun 2017.   Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pada pasar tradisional, karakteristik sosial ekonomi secara serempak berpengaruh sangat nyata terhadap jumlah jumlah membeli daging ayam ras. Secara parsial variabel jumlah tanggungan, pendapatan, dan jarak ke lokasi pasar berpengaruh nyata terhadap jumlah membeli daging ayam ras.Pada pasar moderen Brastagi Supermarket, karakteristik sosial ekonomi secara serempak berpengaruh sangat nyata terhadap jumlah jumlah membeli daging ayam ras. Secara parsial variabel umur, jumlah tanggungan dan pendapatan berpengaruh nyata terhadap jumlah membeli daging ayam ras. Pada pasar tradisional Pringgan, dari keseluruhan variabel bebas faktor atribut secara serempak berpengaruh sangat nyata terhadap jumlah jumlah membeli daging ayam ras. Secara parsial variabel kesegaran dan kebersihan berpengaruh nyata terhadap jumlah membeli daging ayam ras. Pada pasar moderen Brastagi Supermarket, faktor atribut secara serempak berpengaruh sangat nyata terhadap jumlah jumlah membeli daging ayam ras. Secara parsial variabel kesegaran, sertifikasi, dan kemasan berpengaruh nyata terhadap jumlah membeli daging ayam ras. Faktor atribut (memiliki perbedaan antara pasar tradisional Pringgan dan Pasar moderen Brastagi Supermarket. Kata Kunci: Karakteristik Sosial Ekonomi, Atribut, Perilaku Konsumen, Daging Ayam Ras
ANALISIS FORECASTING PRODUKSI DAN KONSUMSI DAGING KAMBING DAN DAGING DOMBA DI PROVINSI SUMATERA UTARA Atika Sari; satia negara lubis; HM Mozart B Darus
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 9, No 1 (2018): Volume 9. No. 1 Januari 2018
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa produksi dan konsumsi daging kambing dan daging domba di Provinsi Sumatera Utara dengan analisis forecasting dengan menggunakan aplikasi program SPSS yang diperoleh dari Dinas Ketahanan Pangan dan Dinas Peternakan Provinsi Sumatera Utara. Metode penentuan daerah yang digunakan secara purposive area sampling.Data yang digunakan dalam penelitian ini berupa data sekunder (tidak langsung) yang diperoleh dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Sumatera Utara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pada tahun 2006-2015 di Provinsi Sumatera Utara, produksi daging kambing dan daging domba mengalami trend positif dan untuk konsumsi daging kambing dan daging domba juga mengalami trend positif.Pada tahun 2006-2015 di Provinsi Sumatera Utara menunjukkan konsumsi daging kambing dan daging domba lebih besar dari produksi daging kambing dan daging domba Provinsi Sumatera Utara. Untuk tahun 2017-2026 di Provinsi Sumatera Utara menunjukkan bahwa hasil analisis forecasting produksi daging kambing dan daging domba mengalami trend positif dan hasil analisis forecastingkonsumsi daging kambing dan daging domba mengalami trend positif dengan perbedaan tipis antara hasil analisis forecasting produksi dan konsumsi daging kambing dan daging domba Provinsi Sumatera Utara. Kata Kunci: Forecasting,Produksi dan Konsumsi Pangan Hewani
ANALISIS PENGARUH FAKTOR SOSIAL EKONOMI TERHADAP PENDAPATAN NELAYAN IKAN TANGKAP (Studi Kasus : Desa Pekan Tanjung Beringin, Kecamatan Tanjung Beringin, Kabupaten Serdang Bedagai) Muhammad Irfan; Rahmanta Ginting; M. Jufri
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 8, No 5 (2017): Volume 8. No. 5 November 2017
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini dilakukan di desa Pekan Tanjung Beringin, Kecamatan Tanjung Beringin, Kabupaten Serdang Bedagai dengan Metode Purposive. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor – faktor apa saja yang mempengaruhi pendapatan di daerah penelitian, dan untuk mengetahui masalah – masalah yang di hadapi nelayan ikan tangkap di daerah penelitian. Metode analisis data untuk faktor – faktor yang mempengaruhi pendapatan adalah dengan menggunakan Regresi Linear Berganda, dan untuk mengetahui masalah masalah nelayan ikan tangkap di daerah penelitian adalah dengan menggunakan metode deskriptif. Hasil penelitian yang diperoleh adalah: Secara parsial (t-hitung); modal berpengaruh nyata terhadap pendapatan nelayan ikan tangkap di daerah penelitian, sedangkan pendidikan, pengalaman melaut, jumlah tenaga kerja, dan frekuensi melaut tidak berpengaruh nyata terhadap pendapatan nelayan ikan tangkap. Secara serentak (F-hitung), semua variabel bebas (pendidikan, pengalaman melaut, jumlah tenaga kerja, modal, dan frekuensi melaut) berpengaruh nyata terhadap pendapatan Nelayan ikan tangkap. Masalah yang di hadapi nelayan ikan tangkap di daerah penelitian berasal dari faktor internal (penyalahgunaan narkoba) dan faktor eksternal (kebijakan pemerintah) Kata Kunci: Nelayan Ikan Tangkap, Faktor Sosial Dan Ekonomi, Pendapatan.
ANALISIS TITIK IMPAS (Break Event Point) dan FAKTOR–FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKSI KELAPA SAWIT PT. PERKEBUNAN NUSANTARA IV UNIT USAHA TINJOWAN Gabriel N Simanjuntak; Sri Fajar Ayu; Lily Fauziah
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 9, No 2 (2018): Volume 9 No. 2 Februari 2018
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (449.323 KB)

Abstract

ABSTRAKTujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh luas lahan, tenaga kerja, pupuk dan pestisida terhadap produksi kelapa sawitdan menganalisis jumlah produksi dan harga pada titik impas pada PT.Perkebunan Nusantara IV Unit Usaha Tinjowan. Metode penelitian yang digunakan dalam metode analisis data adalah analisis regresi linear berganda dengan alat bantu SPSS 17 dan analisis break event point. Penentuan daerah penelitian dilakukan secara sengaja (purposive) yaitu PTPN IV Unit Usaha Tinjowan. Jenis data yang digunakan bersifat data runtut waktu (time series). Hasil penelitian diperoleh bahwa faktor–faktor yang mempengaruhi produksi kelapa sawit yaitu luas lahan, pupuk, tenaga kerja dan pestisida berpengaruh nyata secara serempak terhadap produksi kelapa sawit di Unit Usaha Tinjowan PT. Perkebunan Nusantara IV. Secara parsial hanya luas lahan, pupuk dan tenaga kerja yang berpengaruh secara parsial terhadap produksi kelapa sawit, sedangkan pestisida tidak berpengaruh nyata secara parsial terhadap produksi kelapa sawit di Unit Usaha Tinjowan PT. Perkebunan Nusantara IV. Jumlah dan harga produksi kelapa sawit PT. Perkebunan Nusantara IV Unit Usaha Tinjowan selama tahun 2010-2016 telah melampaui titik break even/titik impas dan memperoleh keuntungan.Kata Kunci: Break Even Point, Kelapa Sawit, Faktor Produksi
KONSTRUKSI HARGA BERAS DI TINGKAT KONSUMEN DI PASAR TRADISIONAL DAN PASAR MODERN Yovi Triswandy Saragih; Luhut Sihombing; Thomson Sebayang
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 8, No 4 (2017): Volume 8. No. 4 Oktober 2017
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Tujuan penelitian untuk mengetahui berapa biaya  produksi on-farm dan off- farm gabah, menganalisis bagaimana tahapan pengolahan gabah menjadi beras, mengetahui berapa biaya pengolahan gabah menjadi beras, mengetahui berapa harga beras di tingkat pengolahan, mengetahui berapa margin harga beras  pada setiap pedagang perantara dan mengetahui berapa harga beras sampai ke tingkat konsumen di pasar Tradisional dan pasar Modern.Penentuan daerah penelitian dilakukan secara purposive(sengaja). Penentuan sampel menggunakan metode Sampling menggunakan angka tabel acak, dengan sampel petani menggunakan metode Slovin, jumlah sampel petani padi sebanyak 87 petani dan penentuan sampel pengolah gabah, pedagang pengumpul dan pedagang pengecer dilakukan dengan metode snowball sampling, yaitu penarikan sampel dimana sampel ditentukan dengan mengikuti arus pergerakan komoditi tersebut mulai dari petani sampai ke pedagang pengecer. Metode analisis yang digunakanadalah analisis total biaya dan metode deskriptif. Hasil penelitian menunjukan biaya produksi pada tingkat gabah on-farm padi Rp.1.706,03,-/Kg gabah sama dengan biaya produksi pada tingkat gabah off-farm beras sebesar Rp.1.703/ Kg beras. Tahapan pengolahan gabah mulai pembelian gabah kering panen,pengeringan,gabah kering giling, proses penggilingan menghasilkan beras. Harga beli gabah sebesar Rp.4.196,-/Kg gabah biaya pengolahan sebesar Rp.1.703,-/Kg beras di tingkat penggiling. Biaya pengolahan 1 Kg beras dari petani sampai ke konsumen Rp.5.058,-/Kg beras sedangkan total marjin keuntungan dari petani sampai ke konsumen  Rp.5.942,-/Kg beras.Margin pemasaran saluran I sebesar Rp.4.203,-/Kg beras, Margin pemasaran saluran IIA sebesar Rp.4.203,-/Kg beras dan Margin pemasaran saluran IIB sebesar Rp.6.203,-/Kg beras.Harga jual beras di tingkat pedagang pengecer  pasar Sei Sikambing sebesar Rp.11.000.,-/Kg sedangkan untuk Berastagi Supermarket harga jual beras sebesar Rp.13.000.,-/Kg. Kata Kunci : Gabah on-farm dan off-farm, Margin pemasaran
ANALISIS KEBUTUHAN MODAL KERJA PETANI PADI SAWAH (Studi Kasus : Desa Pematang Setrak, Kecamatan Teluk Mengkudu, Kabupaten Serdang Bedagai) Ade Fitri Yasha; Iskandarini Iskandarini; Emalisa Emalisa
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 8, No 2 (2017): Volume 8. No. 2 Agustus 2017
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Ade Fitri Yasha (130304001) dengan judul “Analisis Kebutuhan Modal Kerja Petani Padi Sawah (Studi Kasus; Desa Pematang Setrak, Kecamatan Teluk Mengkudu, Kabupaten Serdang Bedagai)”.Penelitian ini dibimbing oleh Ibu Ir. Iskandarini, M.M., Ph.D sebagai Ketua Komisi Pembimbing dan Ibu Emalisa, SP., M.Si sebagai Anggota Komisi Pembimbing. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kebutuhan modal kerja petani padi sawah, menganalisis sumber permodalan petani padi sawah, menganalisis kemampuan petani dalam mengembalikan pinjaman modal di Desa Pematang Setrak Kecamatan Teluk Mengkudu Kabupten Serdang Bedagai.Metode analisis yang digunakan adalah metode analisis deskriptif dan  ROI (return on investment). Hasil penelitian yang diperoleh dari penelitian ini adalah kebutuhan modal kerja yang dibutuhkan untuk usahatani padi sawah yaitu sebesar Rp 3,342,681per satu musim tanam, sumber permodalan yang dibutuhkan untuk usahatani padi sawah berasal dari modal sendiri sebesar 37,07 %  yang didapat dari tabungan petani dan modal pinjaman sebesar 62,93%, Return on Investmentdidapat sebesar 2,78, artinya dengan biaya 100 maka akan dihasilkan keuntungan sebesar Rp. 278,- per petani sehingga penggunaan modal tertutupi, maka menurut analisis ROI (Return On Investment) usahatani padi sawah di daerah penelitian layak untuk diusahakan.   Kata Kunci : Modal Kerja, Analisis, Kebutuhan
ANALISIS PERBANDINGAN USAHATANI PADI SAWAH ANTARA SISTEM TANAM JAJAR LEGOWO DAN SISTEM TANAM TEGEL (Kasus: Desa Sei Bamban, Kec. Sei Bamban, Kab. Serdang Bedagai) Lilis Suriyani; Salmiah Salmiah; Thomson Sebayang
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 8, No 6 (2017): Volume 8. No. 6 Desember 2017
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan curahan tenaga kerja, biaya produksi, produktivitas dan pendapatan usahatani padi sawah antara sistem tanam jajar legowo yaitu jajar legowo 2:1 serta jajar legowo 4:1 dan sistem tanam tegel yang diperoleh petani di Desa Sei Bamban, Kecamatan Sei Bamban, Kabupaten Serdang Bedagai. Penentuan daerah penelitian secara purvosive (sengaja). Penentuan jenis sampel dengan metode Disproporsionate random sampling sebanyak 37 sampel. Masing-masing petani yang melakukan usahatani dengan sistem tanam jajar legowo 2:1 sebanyak 10 sampel, sistem tanam jajar legowo 4:1 sebanyak 10 sampel  dan sistem tanam tegel sebanyak 17 sampel. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis uji beda dengan menggunakan uji ANOVA. Hasil penelitian menunjukan bahwa tidak ada perbedaan curahan tenaga kerja dan biaya produksi antara sistem tanam jajar legowo 2:1, sistem tanam jajar legowo 4:1 dan sistem tanam tegel, ada perbedaan produktivitas antara sistem tanam jajar legowo 2:1, sistem tanam jajar legowo 4:1, dan  sistem tanam tegel dan produktivitas tertinggi adalah sistem tanam jajar legowo 2:1, ada perbedaan pendapatan antara sistem tanam jajar legowo 2:1, sistem tanam jajar legowo 4:1, dan  sistem tanam tegel dan pendapatan tertinggi adalah sistem tanam jajar legowo 2:1. Kata Kunci : Curahan Tenaga Kerja, Biaya Produksi, Produktivitas dan Pendapatan.

Filter by Year

2012 2019


Filter By Issues
All Issue Vol 10, No 3 (2019): Vol. 10 No. 3 Maret 2019 Vol 10, No 2 (2019): Vol. 10 No. 2 Februari 2019 Vol 10, No 1 (2019): Volume 10 No. 1 Januari 2019 Vol 9, No 12 (2018): Volume 9 No.12 Desember 2018 Vol 9, No 11 (2018): Volume 9 No.11 November 2018 Vol 9, No 10 (2018): Volume 9 No. 10 Oktober 2018 Vol 9, No 9 (2018): Volume 9 No. 9 September 2018 Vol 9, No 8 (2018): Volume 9 No. 8 Agustus 2018 Vol 9, No 7 (2018): Volume. 9 No. 7 Juli 2018 Vol 9, No 6 (2018): Volume 9 No. 6 Juni 2018 Vol 9, No 5 (2018): Volume 9 No. 5 Mei 2018 Vol 9, No 4 (2018): Volume 9 No. 4 April 2018 Vol 9, No 3 (2018): Volume 9 No. 3 Maret 2018 Vol 9, No 2 (2018): Volume 9 No. 2 Februari 2018 Vol 9, No 1 (2018): Volume 9. No. 1 Januari 2018 Vol 8, No 6 (2017): Volume 8. No. 6 Desember 2017 Vol 8, No 5 (2017): Volume 8. No. 5 November 2017 Vol 8, No 4 (2017): Volume 8. No. 4 Oktober 2017 Vol 8, No 3 (2017): Volume 8. No. 3 September 2017 Vol 8, No 2 (2017): Volume 8. No. 2 Agustus 2017 Vol 8, No 1 (2017): Volume 8. No. 1 Juli 2017 Vol 7, No 6 (2017): Volume 7. No. 6 Juni 2017 Vol 6, No 2 (2017): volume 6 no. 2 February 2017 Vol 6, No 1 (2017): volume 6 no. 1 January 2017 Vol 5, No 12 (2016): volume 5 no. 12 Desember 2016 Vol 5, No 11 (2016): volume 5 no. 11 November 2016 Vol 5, No 10 (2016): volume 5 no. 10 oktober 2016 Vol 5, No 9 (2016): volume 5 no. 9 september 2016 Vol 5, No 8 (2016): volume 5 no. 8 agustus 2016 Vol 5, No 7 (2016): volume 5 no. 7 juli 2016 Vol 5, No 6 (2016): volume 5 no. 6 juni 2016 Vol 5, No 5 (2016): volume 5 no. 5 Mei 2016 Vol 5, No 4 (2016): volume 5 no. 4 April 2016 Vol 5, No 3 (2016): volume 5 no. 3 Maret 2016 Vol 5, No 1 (2016): Volume 5 No. 1 Januari 2016 Vol 5, No 2 (2016) Vol 4, No 12 (2015): Volume 4 No. 12 Desember 2015 Vol 4, No 11 (2015): Volume 4 No. 11 November 2015 Vol 4, No 10 (2015): Volume 4 No. 10 Oktober 2015 Vol 4, No 9 (2015): Volume 4 No. 9 September 2015 Vol 4, No 8 (2015): Volume 4 No. 8 Agustus 2015 Vol 4, No 7 (2015): Volume 4 No. 7 Juli 2015 Vol 4, No 6 (2015): Volume 4 No. 6 Juni 2015 Vol 4, No 5 (2015): Volume 4 No. 5 Mei 2015 Vol 4, No 4 (2015): Volume 4 No.4 April 2015 Vol 4, No 3 (2015): Volume 4 No.3 Maret 2015 Vol 4, No 2 (2015): Volume 4 No. 2 Februari 2015 Vol 4, No 1 (2015): Volume 4 No. 1 Januari 2015 Vol 3, No 11 (2014): Vol 3 No. 11 November 2014 Vol 3, No 10 (2014): Vol 3 No. 10 Oktober 2014 Vol 3, No 9 (2014): Vol 3 No. 9 September 2014 Vol 3, No 8 (2014): Vol 3 No. 8 Agustus 2014 Vol 3, No 7 (2014): Vol 3 No. 7 Juli 2014 Vol 3, No 6 (2014): Vol 3 No. 6 Juni 2014 Vol 3, No 5 (2014): Vol 3 No. 5 Mei 2014 Vol 3, No 4 (2014): Vol 3 No. 4 April 2014 Vol 3, No 3 (2014): Vol 3 No. 3 Maret 2014 Vol 3, No 2 (2014): Vol 3 No. 2 Februari 2014 Vol 3, No 1 (2014): Vol 3 No. 1 Januari 2014 Vol 2, No 12 (2013): Vol 2 No. 12 Desember 2013 Vol 2, No 11 (2013): Vol 2 No 11 November 2013 Vol 2, No 10 (2013): Vol 2 No 10 Oktober 2013 Vol 2, No 9 (2013): Vol 2 No 9 September 2013 Vol 2, No 8 (2013): Vol 2 No 8 Agustus 2013 Vol 2, No 7 (2013): Vol 2 No. 7 Juli 2013 Vol 2, No 6 (2013): Vol 2 No. 6 Juni 2013 Vol 2, No 5 (2013): Vol 2 No. 5 Mei 2013 Vol 2, No 4 (2013): Vol 2 No. 4 April 2013 Vol 2, No 3 (2013): Vol 2 No. 3 Maret 2013 Vol. 2 No. 2 Februari 2013 Vol 2, No 1 (2013): JURNAL AGRIBISNIS Vol 1, No 1 (2012) More Issue