cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 845 Documents
STRATEGI PENGEMBANGAN SISTEM INTEGRASI TANAMAN UBI KAYU DAN TERNAK KAMBING DI KABUPATEN SERDANG BEDAGAI (Kasus: Kecamatan Sei Rampah, Kabupaten Serdang Bedagai Dwi R. P. Weriu; Rahmanta Ginting; Siti Khadijah Nasution
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 9, No 3 (2018): Volume 9 No. 3 Maret 2018
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (438.771 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk Menganalisis kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman integrasi tanaman ubi kayu dan ternak kambing serta menentukan strategi pengembangan sistem integrasi tanaman ubi kayu dan ternak kambing di Kecamatan Sei Rampah, Kabupaten Serdang Bedagai. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukan bahwa kekuatan dalam pengembangan integrasi tanaman ubi kayu dan ternak kambing yaitu ketersediaan tenaga kerja memadai, pengalaman petani yang lama, pemanfaatan limbah ternak yang baik, tersedianya teknologi, lahan ubi kayu milik sendiri, pemanfaatan daun ubi kayu untuk pakan ternak, adanya kemitraan; kelemahan dalam pengembangan integrasi tanaman ubi kayu dan ternak kambing yaitu kurangnya tingkat pendidikan petani, jumlah tanggungan keluarga cukup banyak, kurangnya keterampilan petani; peluang dalam pengembangan integrasi tanaman ubi kayu dan ternak kambing yaitu permintaan pasar yang stabil, terdapat dukungan dari pemerintah, keadaan Iklim yang baik, sarana dan prasarana yang memadai, tingkat keamanan yang baik, kosmopolitan petani yang baik; ancaman dalam pengembangan integrasi tanaman ubi kayu dan ternak kambing yaitu kurangnya koordinasi antar instansi dan kurang aktifnya penyuluhan pertanian. Strategi yang harus diterapkan dalam kondisi ini adalah strategi diversifikasi. Dalam memaksimalkan pemanfaatan daun ubi kayu dan limbah ternak kambing dibutuhkan koordinasi antar instansi yang baik agar penyuluhan pertanian berjalan aktif kembali dalam mengembangkan integrasi tanaman ubi kayu dan ternak kambing.   Kata Kunci: Integrasi, Ubi Kayu, Ternak Kambing, Strategi Pengembangan
ANALISIS EFEKTIVITAS KEBIJAKAN SUBSIDI PUPUK DAN PENGARUHNYA TERHADAP PRODUKSI DAN PENDAPATAN PETANI PADI SAWAH (Kasus : Desa Melati II, Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai) Andri Prasetyo; Rahmanta Ginting; Sinar Indra Kesuma
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 9, No 7 (2018): Volume. 9 No. 7 Juli 2018
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (529.029 KB)

Abstract

Pemerintah memandang perlu menyediakan subsidi pupuk dan meregulasinya dalam Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 15/M-DAG/PER/4/2013 tentang pengadaan dan penyaluran pupuk bersubsidi untuk sektor pertanian sebagai upaya menyediakan pupuk dengan harga terjangkau dan meningkatkan produktivitas padi sawah. Namun pada kenyataannya, kebijakan subsidi pupuk tidak terlepas dari permasalahan seperti distribusi yang tidak adil dan tidak tepat sasaran, dualisme pasar, penggunaan pupuk yang berlebihan, biaya subsidi yang lebih besar dari manfaat, dan kurangnya pengawasan. Permasalahan ini tentunya berdampak pada tujuan kebijakan yang tidak terwujud. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis keefektifan kebijakan subsidi pupuk dan menganalisis pengaruh efektifitas kebijakan subsidi pupuk terhadap produksi dan pendapatan petani padi sawah di Desa Melati II, Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai. Penelitian ini menggunakan data primer dengan menggunakan kuesioner atau wawancara kepada petani. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas kebijakan subsidi pupuk yang diukur berdasarkan lima indikator ketepatan yaitu tepat harga, tepat jumlah, tepat waktu, tepat tempat dan tepat jenis dapat dikategorikan tidak efektif dengan persentase ketepatan sebesar 47,16%. Dari hasil regresi produksi padi sawah, menunjukkan bahwa variabel bibit, pupuk, dan tenaga kerja berpengaruh nyata dan positif terhadap produksi padi sawah. Sedangkan efektivitas kebijakan subsidi pupuk memberikan pengaruh yang positif namun tidak nyata terhadap produksi padi sawah. Dari hasil regresi pendapatan petani padi sawah, menunjukkan bahwa variabel luas lahan, tenaga kerja, harga gabah berpengaruh nyata dan positif terhadap pendapatan padi sawah. Sedangkan efektivitas kebijakan subsidi pupuk memberikan pengaruh yang positif namun tidak nyata terhadap pendapatan petani padi sawah. Kata Kunci : Efektivitas, Subsidi Pupuk, Produksi, Pendapatan, Padi Sawah
EVALUASI PENERAPAN KEBIJAKAN PELARANGAN PENGGUNAAN PUKAT HELA (TRAWL) Kasus :Kecamatan Sei Kepayang Barat Kabupaten Asahan Desi Sinta; Lily Fauzia; Emalisa Emalisa
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 9, No 7 (2018): Volume. 9 No. 7 Juli 2018
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (530.047 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan kebijakan pelarangan penggunaan Pukat Hela (Trawl) dan untuk menganalisis faktor-faktor apa saja yang menyebabkan nelayan mengambil keputusan untuk tidak beralih alat tangkap di Kecamatan Sei Kepayang Barat Kabupaten Asahan. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis kualitatif yang disajikan secara deskriptif. Hasil penelitian adalah penerapan kebijakan pelarangan penggunaan Pukat Hela (Trawl) belum berjalan dengan baik karena nelayan belum beralih alat tangkap dan masih mengoperasikan Pukat Hela (Pukat Tarik Mini) dan faktor-faktor yang dominan penyebab nelayan belum beralih alat tangkap adalah  modal, pendapatan, kemampuan (keterampilan) dan pengalaman. Kata Kunci :Kebijakan, Pukat Hela, Nelayan.
ANALISIS EFISIENSI TATANIAGA SALAK PONDOH (Salacca zalacca) DI KECAMATAN STM HULU, KABUPATEN DELI SERDANG Fandhy Achmad Lumban Toruan; Salmiah Salmiah; Sri Fajar Ayu
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 9, No 7 (2018): Volume. 9 No. 7 Juli 2018
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (463.462 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Saluran pemasaran Salak Pondoh di Kec. STM Hulu, Kab. Deli Serdang. (2) Fungsi pemasaran Salak Pondoh di Kec. STM Hulu, Kab. Deli Serdang. (3) Biaya, marjin, keuntunganpemasaran salak dan farmer’s sharesalak pondoh di Kec. STM Hulu, Kab. Deliserdang. (4)Besarnya efisiensi pemasaran salak pondoh di Kec. STM Hulu, Kab. Deliserdang. Jenis penelitian yang digunakan adalah metode survey di Kec. STM Hulu, Kab. Deliserdang. Metode Survey merupakan teknik riset dimana informasidikumpulkan menggunakkan penyebaran kuesioner. Jumlah responden dalam penelitian ini sebanyak 39 orang. Tiga puluh empat petani, satu orang pedagang pengumpul, satu orang pedagang luar daerah dan tiga orangpedagang pengecer. Hasil penelitian salak pondoh di Kec. STM Hulu, Kab. Deliserdang diketahui bahwa terdapat tiga saluran pemasaran salak pondoh sampai ke tangan konsumen akhir yaitu : 1. Petani - Pedagang pengumpul - Pedagang Pengecer          -Konsumen ; 2.  Petani - Pedagang pengumpul - Pedagang Luar Daerah  - Pengecer – Konsumen; 3. Petani-  Pedagang pengecer- Konsumen. Keseluruhan Saluran melakukan fungsi tataniaga baik itu fungsi pertukaran, fungsi fisik maupun fungsi fasilitas.Margin pemasaran terbesar terjadi di saluran ke II dengan nilai Rp.5000/kg, kemudian saluran I dengan nilai Rp. 3.500/kg dan saluran ke III dengan nilai Rp. 3.000/kg. Biaya Tataniaga tertinggi terdapat pada saluran ke II sebesar Rp. 1.230,92/kg, kemudian saluran I sebesar Rp. 802,49/kg dan yang terkecil adalah pada pola saluran ke III sebesar Rp. 721,46. Farmer’s share terbesar diperoleh petani pada saluran ke III sebesar 71,43%,  kemudian saluran I sebesar 66,67% dan terendah pada saluran ke II sebesar 58,33%.Berdasarkan perhitungan nilai efisiesnsi pemasaran diperoleh nilai efisiensi yang beragam dimana nilai efisiensi terendah diperoleh oleh saluran ke III dengan nilai 6,87%, kemudian disusul oleh saluran I dengan nilai 7,64% dan terendah dimiliki saluran ke II dengan nilai 10,26%.   Kata Kunci : Efesiensi, Share Margin, Price Spread, Farmer’s Share
EFISIENSI EKONOMI PENGGUNAAN FAKTOR PRODUKSI USAHATANI PADI (Kasus:Desa Aras Kabu, KecamatanBeringin, Kabupaten Deli Serdang) Fitri Febriani; Tavi Supriana; Emalisa Emalisa
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 9, No 7 (2018): Volume. 9 No. 7 Juli 2018
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (515.008 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh penggunaan faktor produksi terhadap produksi usahatani padi dan untuk menganalisis tingkat efisiensi teknis, efisiensi harga dan efisiensi ekonomi  penggunaan faktor produksi usahatani padi di Desa Aras Kabu Kecamatan Beringin Kabupaten Deli Serdang. Metode penelitian yang digunakan adalah fungsi Cobb Douglas dan Uji Efisiensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara serempak luas  penggunaan  lahan, bibit , pupuk urea,  pupuk za, pestisida regent, pestisida score , dan pestisida keong tox berpengaruh signifikan terhadap produksi usahatani padi; secara parsial  luas penggunaan lahan , pupuk urea,  pupuk za, pestisida regent, pestisida score , dan pestisida keong tox berpengaruh signifikan terhadap produksi usahatani padi, sedangkan jumlah bibit tidak berpengaruh signifikan. Penggunaan input produksi pada usahatani padi di daerah penelitian secara teknis,  harga dan ekonomi belum efisien. Kata Kunci : Input Produksi, Produksi, Efisiensi
ALIH FUNGSI LAHAN DARI USAHATANI PADI KE USAHATANI UBI KAYU DAN PENGARUHNYA TERHADAP PENDAPATAN PETANI (Kasus: Desa Batu 12, Kecamatan Dolok Masihul, Kabupaten Serdang Bedagai) Hema Butar-Butar; Sinar Indra Kesuma; Siti Khadijah Nasution
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 9, No 7 (2018): Volume. 9 No. 7 Juli 2018
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (541.497 KB)

Abstract

Kebutuhan lahan yang semakin pesat sehingga terjadi alih fungsi lahan pertanian menjadi bukan pertanian maupun ke lahan pertanian lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor - faktor yang mempengaruhi alih fungsi lahan dari usahatani padi ke usahatani ubi kayu dan menganalisis pengaruh alih fungsi lahan terhadap pendapatan petani di Desa Batu 12 Kecamatan Dolok Masihul,  Kabupaten  Serdang  Bedagai.  Metode  penelitian  ini  adalah  Regresi Linier Berganda dan Uji Beda Rata-Rata. Berdasarkan hasil estimasi faktor-faktor yang mempengaruhi alih fungsi lahan dari usahatani padi ke usahatani ubi kayu diperoleh nilai Koefisien Determinasi sebesar 95,3% yang menunjukkan bahwa variabel biaya usahatani padi, produksi padi, produksi ubi kayu, harga padi, harga ubi kayu, luas lahan, irigasi, hama dan penyakit tanaman dan teknik budidaya padi sulit dapat menerangkan keragaman variabel penurunan luas lahan padi sawah sebesar 95,3%. Nilai signifikansi F-hitung 0,000 < 0,05,artinya semua variabel bebas yang dimasukkan ke dalam model secara bersama-sama berpengaruh nyata terhadap variabel terikat. Secara parsial hanya biaya usahatani padi, produksi padi, produksi ubi kayu dan luas lahan yang berpengaruh nyata. Rata-rata total pendapatan bersih petani sebelum dan sesudah alih fungsi lahan terjadi perubahan dari Rp.5.987.100/Ha/Tahun menjadi Rp 11.875.00/Ha/Tahun.   Kata  Kunci:  Alih  Fungsi  Lahan,  Usahatani  Padi,  Usahatani  Ubi  Kayu, Pendapatan.
PENGARUH FLUKTUASI HARGA KARET (Hevea Brasiliensis) TERHADAP TINGKAT KONSUMSI KELUARGA PETANI (Kasus : Desa Sumber Harapan, Kecamatan Tinggi Raja, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara) Ichsan Mustaqim; Muhammad Jufri; Lily Fauzia
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 9, No 7 (2018): Volume. 9 No. 7 Juli 2018
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1251.798 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menguraikan tingkat fluktuasi harga karet di Desa Sumber Harapan dan menganalisis pengaruh fluktuasi harga karet terhadap pendapatan petani serta menganalisis pengaruh fluktuasi harga karet terhadap tingkat konsumsi keluarga petani di Desa Sumber Harapan. Daerah penelitian ditentukan secara purposive dengan pertimbangan daerah penelitian memiliki luas lahan dan produksi tertinggi. Besar sampel ditentukan dengan metode Slovin dengan sampel sebesar 30 sampel. Metode analisis yang digunakan adalah metode deskriptif dan regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat fluktuasi harga karet di Desa Sumber Harapan masih dalam batas wajar (masih  stabil),  fluktuasi  harga  karet  berpengaruh    nyata  terhadap  pendapatan petani  setiap  panennya.  Fluktuasi  harga  karet  tidak  memberikan  pengaruh terhadap tingkat konsumsi keluarga petani di Desa Sumber Harapan.   Kata Kunci : Fluktuasi Harga, Pendapatan, Tingkat Konsumsi.
AGRIBISNIS PERDESAAN (PUAP) TERHADAP PENDAPATAN USAHATANI PADI (Kasus: Gapoktan Raskita, Desa Ajibaho, Kecamatan Biru-Biru, Kab. Deli Serdang) Josua Robi Simbolon; Iskandarini Iskandarini; Yusak Maryunianta
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 9, No 7 (2018): Volume. 9 No. 7 Juli 2018
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (399.146 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi pelaksanaan program PUAP di Gapoktan Raskita, Desa Ajibaho, Kecamatan Biru-Biru, Kabupaten Deli Serdang; untuk menganalisis dampak dari program PUAP terhadap tingkat pendapatan usahatani padi  di Gapoktan Raskita, Desa Ajibaho, Kecamatan Biru-Biru, Kabupaten Deli Serdang. Metode analisis yang digunakan adalah metode analisis deskriptif dan metode analisis usahatani. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan program pengembangan usaha agribisnis perdesaan (PUAP) di Gapoktan Raskita, Desa Ajibaho, Kecamatan Biru-Biru, Kabupaten Deli Serdang telah berjalan dengan baik dan sesuai aturan ; terdapat perbedaan nyata dan signifikan pendapatan usahatani padi sebelum adanya program PUAP (tahun 2013) dan sesudah adanya program PUAP (tahun 2013) di Gapoktan Raskita, Desa Ajibaho, Kecamatan Biru-Biru, Kabupaten Deli Serdang . Kata Kunci: Dampak Program PUAP, Usahatani Padi, Pendapatan
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KONVERSI LAHAN JERUK MENJADI LAHAN KOPI DI KABUPATEN KARO (Kasus : Konversi Lahan di Desa Suka, Kecamatan Tigapanah, Kabupaten Karo) Lovina Ginting; Rahmanta Ginting; Rulianda Purnomo Wibowo
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 9, No 7 (2018): Volume. 9 No. 7 Juli 2018
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (781.172 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan petani untuk mengkonversikan lahan jeruknya menjadi kopi di daerah peneitian. Penentuan daerah penelitian yaitu secara purvosive (sengaja) dengan teknik pengambilan sample Snowball Sampling diperoleh sebanyak 71 orang sample. Data yang dikumpulkan terdiri dari data sekunder dan primer. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi penurunan luas areal jeruk dari tahun 2010-2017  sebesar 82,14% dan produksi sebesar 73,69%, dimana dalam periode yang sama terjadi peningkatan luas areal kopi sebesar 47,14 % dan   produksi sebesar 50,18%. Faktor internal variabel tingkat pendidikan, pengalaman bertani dan jumlah tanggungan petani berpengaruh nyata terhadap konversi lahan jeruk, sedangkan umur petani dan luas lahan tidak berpengaruh nyata. Faktor eksternal variabel jumlah produktifitas tanaman jeruk, harga pupuk dan harga pestisida berpengaruh nyata terhadap   konversi lahan jeruk tersebut, sedangkan harga komoditi jeruk tidak berpengaruh nyata.   Kata Kunci : jeruk, kopi, faktor yang mempengaruhi, konversi lahan.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KINERJA PENYULUH PERTANIAN DI KABUPATEN DELI SERDANG Muhammad Arif Nasution; Satia Negara Lubis; Rahmanta Ginting
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 9, No 7 (2018): Volume. 9 No. 7 Juli 2018
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (558.946 KB)

Abstract

Penyuluh   merupakan   salah   satu   faktor   yang   penting   dalam   penyampaian informasi teknologi kepada petani. Kinerja penyuluh yang baik sangat mempengaruhi terhadap peningkatan produksi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh umur, pendidikan formal, pengalaman kerja, jarak wilayah kerja,  jumlah  kelompok tani  binaan  dan  jumlah  desa  binaan  terhadap  kinerja penyuluh  di  Kabupaten  Deli  Serdang.  Data  yang  digunakan  terdiri  dari  data primer dan data sekunder. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda (multiple regression). Hasil penelitian menunjukkan bahwa umur,   pendidikan   formal,   pengalaman   kerja,   jarak   wilayah   kerja,   jumlah kelompok tani binaan dan jumlah desa binaan berpengaruh secara serempak terhadap kinerja penyuluh. Secara parsial yang berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja penyuluh pertanian adalah pendidikan formal, pengalaman kerja, jarak wilayah kerja, dan jumlah kelompok tani binaan, sedangkan  yang tidak berpengaruh signifikan adalah umur dan jumlah desa binaan. Kata Kunci : Penyuluh Pertanian, Kinerja Penyuluh, Faktor-Faktor Kinerja Penyuluh

Filter by Year

2012 2019


Filter By Issues
All Issue Vol 10, No 3 (2019): Vol. 10 No. 3 Maret 2019 Vol 10, No 2 (2019): Vol. 10 No. 2 Februari 2019 Vol 10, No 1 (2019): Volume 10 No. 1 Januari 2019 Vol 9, No 12 (2018): Volume 9 No.12 Desember 2018 Vol 9, No 11 (2018): Volume 9 No.11 November 2018 Vol 9, No 10 (2018): Volume 9 No. 10 Oktober 2018 Vol 9, No 9 (2018): Volume 9 No. 9 September 2018 Vol 9, No 8 (2018): Volume 9 No. 8 Agustus 2018 Vol 9, No 7 (2018): Volume. 9 No. 7 Juli 2018 Vol 9, No 6 (2018): Volume 9 No. 6 Juni 2018 Vol 9, No 5 (2018): Volume 9 No. 5 Mei 2018 Vol 9, No 4 (2018): Volume 9 No. 4 April 2018 Vol 9, No 3 (2018): Volume 9 No. 3 Maret 2018 Vol 9, No 2 (2018): Volume 9 No. 2 Februari 2018 Vol 9, No 1 (2018): Volume 9. No. 1 Januari 2018 Vol 8, No 6 (2017): Volume 8. No. 6 Desember 2017 Vol 8, No 5 (2017): Volume 8. No. 5 November 2017 Vol 8, No 4 (2017): Volume 8. No. 4 Oktober 2017 Vol 8, No 3 (2017): Volume 8. No. 3 September 2017 Vol 8, No 2 (2017): Volume 8. No. 2 Agustus 2017 Vol 8, No 1 (2017): Volume 8. No. 1 Juli 2017 Vol 7, No 6 (2017): Volume 7. No. 6 Juni 2017 Vol 6, No 2 (2017): volume 6 no. 2 February 2017 Vol 6, No 1 (2017): volume 6 no. 1 January 2017 Vol 5, No 12 (2016): volume 5 no. 12 Desember 2016 Vol 5, No 11 (2016): volume 5 no. 11 November 2016 Vol 5, No 10 (2016): volume 5 no. 10 oktober 2016 Vol 5, No 9 (2016): volume 5 no. 9 september 2016 Vol 5, No 8 (2016): volume 5 no. 8 agustus 2016 Vol 5, No 7 (2016): volume 5 no. 7 juli 2016 Vol 5, No 6 (2016): volume 5 no. 6 juni 2016 Vol 5, No 5 (2016): volume 5 no. 5 Mei 2016 Vol 5, No 4 (2016): volume 5 no. 4 April 2016 Vol 5, No 3 (2016): volume 5 no. 3 Maret 2016 Vol 5, No 1 (2016): Volume 5 No. 1 Januari 2016 Vol 5, No 2 (2016) Vol 4, No 12 (2015): Volume 4 No. 12 Desember 2015 Vol 4, No 11 (2015): Volume 4 No. 11 November 2015 Vol 4, No 10 (2015): Volume 4 No. 10 Oktober 2015 Vol 4, No 9 (2015): Volume 4 No. 9 September 2015 Vol 4, No 8 (2015): Volume 4 No. 8 Agustus 2015 Vol 4, No 7 (2015): Volume 4 No. 7 Juli 2015 Vol 4, No 6 (2015): Volume 4 No. 6 Juni 2015 Vol 4, No 5 (2015): Volume 4 No. 5 Mei 2015 Vol 4, No 4 (2015): Volume 4 No.4 April 2015 Vol 4, No 3 (2015): Volume 4 No.3 Maret 2015 Vol 4, No 2 (2015): Volume 4 No. 2 Februari 2015 Vol 4, No 1 (2015): Volume 4 No. 1 Januari 2015 Vol 3, No 11 (2014): Vol 3 No. 11 November 2014 Vol 3, No 10 (2014): Vol 3 No. 10 Oktober 2014 Vol 3, No 9 (2014): Vol 3 No. 9 September 2014 Vol 3, No 8 (2014): Vol 3 No. 8 Agustus 2014 Vol 3, No 7 (2014): Vol 3 No. 7 Juli 2014 Vol 3, No 6 (2014): Vol 3 No. 6 Juni 2014 Vol 3, No 5 (2014): Vol 3 No. 5 Mei 2014 Vol 3, No 4 (2014): Vol 3 No. 4 April 2014 Vol 3, No 3 (2014): Vol 3 No. 3 Maret 2014 Vol 3, No 2 (2014): Vol 3 No. 2 Februari 2014 Vol 3, No 1 (2014): Vol 3 No. 1 Januari 2014 Vol 2, No 12 (2013): Vol 2 No. 12 Desember 2013 Vol 2, No 11 (2013): Vol 2 No 11 November 2013 Vol 2, No 10 (2013): Vol 2 No 10 Oktober 2013 Vol 2, No 9 (2013): Vol 2 No 9 September 2013 Vol 2, No 8 (2013): Vol 2 No 8 Agustus 2013 Vol 2, No 7 (2013): Vol 2 No. 7 Juli 2013 Vol 2, No 6 (2013): Vol 2 No. 6 Juni 2013 Vol 2, No 5 (2013): Vol 2 No. 5 Mei 2013 Vol 2, No 4 (2013): Vol 2 No. 4 April 2013 Vol 2, No 3 (2013): Vol 2 No. 3 Maret 2013 Vol. 2 No. 2 Februari 2013 Vol 2, No 1 (2013): JURNAL AGRIBISNIS Vol 1, No 1 (2012) More Issue