cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Teknik Sipil USU
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 574 Documents
PERHITUNGAN STABILITAS BENDUNG PADA PROYEK PLTM AEK SILANG II DOLOKSANGGUL Tumpal Alexander Pakpahan
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 2, No 3 (2013): JURNAL TEKNIK SIPIL USU VOLUME 2 NO.3 TAHUN 2013
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (429.188 KB)

Abstract

ABSTRAK Stabilitas bendung sangat perlu diperhatikan karena bendung merupakan bagian yang sangat penting dari suatu bangunan PLTM yang berfungsi menaikkan muka air yang akan disalurkan untuk menggerakkan turbin listrik. Saat bendung tidak stabil dan terjadi kerusakan maka produksi listrik akan terganggu. Sasaran yang hendak dicapai adalah penentuan besarnya gaya akibat berat sendiri, tekanan lumpur, hidrostatis, uplift, tekanan tanah aktif dan gaya gempa yang akan dipergunakan sebagai acuan untuk memeriksa keamanan bendung terhadap gaya guling dan geser. Debit banjir rencana untuk kala ulang 100 tahun adalah 485 m3/det dan ketinggian air banjir adalah 7,91meter dari dasar saluran. Berdasarkan hasil dari perhitungan variabel sasaran yang hendak dicapai di atas maka faktor keamanan gaya guling adalah 1,57 dan faktor keamanan gaya geser adalah 1,6. Berdasarkan hasil perhitungan dapat ditarik kesimpulan bahwa bendung aman terhadap gaya guling dan geser dengan mengacu pada persyaratan untuk gaya guling Sfg > 1,5dan syarat untuk gaya geser Sfge > 1,1. Kata kunci : Bendung, stabilitas, guling, geser
ANALISA TARIF JALAN TOL BERDASARKAN PENDEKATAN WILLINGNESS TO PAY (WTP) DAN ABILITY TO PAY (ATP) ( STUDI KASUS : RENCANA JALAN TOL MEDAN - BINJAI) Indra Ferdinan Panjaitan
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 2, No 3 (2013): JURNAL TEKNIK SIPIL USU VOLUME 2 NO.3 TAHUN 2013
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (497.11 KB)

Abstract

ABSTRAK Jalan tol adalah jalan umum yang merupakan bagian sistem jaringan jalan, dan sebagai jalan nasional, yang penggunanya diwajibkan membayar tol. Dimana tol didefinisikan sebagai sejumlah uang tertentu yang dibayarkan untuk penggunaan jalan tol. Didalam menentukan besaran tarif jalan tol di Indonesia digunakan perhitungan berdasarkan besar keuntungan biaya operasi kendaraan (BKBOK), kelayakan investasi, kemampuan membayar dan keinginan membayar pengguna jalan tol. Penelitian yang dilakukan bertujuan untuk mengetahui dan menganalisa karakteristik calon pengguna jalan Tol Medan-Binjai dan menentukan besarnya nilai kemampuan maupun keinginan calon pengguna jalan tol dalam membayar tarif tol. Penelitian dilakukan dengan terlebih dahulu melakukan survei pendahuluan kemudian dilanjutkan dengan perancangan kuesioner dan mengadakan survei utama. Penelitian ini dilakukan kepada 80 responden dengan 53 responden yang memenuhi syarat untuk diolah (valid). Berdasarkan data responden, diketahui model persamaan regresi pembentukan tarif tol terhadap keinginan membayar tarif tol (WTP) yaitu Y = 17,326-0,873X1 - 0,140X2 + 0,146X3 - 0,312X4.. Dengan X1 = Gender (Laki-laki), X2 = Usia, X3 = Pendapatan, X4 = Frekuensi. Berdasarkan hasil penelitian ini diperoleh Besarnya nilai WTP = Rp. 606,92/ km dan ATP = Rp.753,52/ km. Kata Kunci : Jalan tol, tarif tol, ATP, WTP
ANALISIS PERCEPATAN WAKTU PROYEK DENGAN TAMBAHAN BIAYA YANG OPTIMUM Jevri Krisanto Lumbanbatu
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 2, No 3 (2013): JURNAL TEKNIK SIPIL USU VOLUME 2 NO.3 TAHUN 2013
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (479.874 KB)

Abstract

ABSTRAK Proyek konstruksi merupakan suatu rangkaian kegiatan yang hanya satu kali dilaksanakan dan umumnya berjangka waktu pendek. Di dalam proyek konstruksi terdapat berbagai sumber daya, manajer proyek harus dapat mengelola sumber daya tersebut secara efesien dan efektif. Tujuan utama penelitian adalah untuk mengetahui jumlah waktu yang dapat dipercepat dan berapa besar biaya yang akan dikeluarkan. Pada proyek Pembangunan Gedung Sekolah Yayasan Pelita Bangsa yang berlokasi di Jl.Iskandar Muda Medan dipilih sebagai tempat studi penelitian karena mengalami keterlambatan pekerjaan. Langkah-langkah yang dilakukan antara lain menyusun jaringan kerja dengan metode Critical Path Method (CPM), mengidentifikasi jalur kritis dan jalur non kritis dan melakukan analisa perhitungan percepatan waktu dan biaya proyek. Hasil perhitungan menunjukkan waktu pelaksanaan normal proyek adalah 244 hari dan biaya normal sebesar Rp. 5,927,497.357.50, dengan menambah 1 jam penambahan jam kerja maka dapat mempercepat waktu sebanyak 16 hari dengan tambahan biaya sebesar Rp. 41,624,455,42 dan Cost Slope sebesar Rp. 1,892,020.68 per hari, dengan menambah 2 jam penambahan jam kerja maka dapat mempercepat waktu sebanyak 33 hari dengan biaya tambahan sebesar Rp. 121,081,991.46 dan nilai Cost Slope sebesar Rp. 3,363,388.64 per hari, dengan menambah 3 jam penambahan jam kerja maka dapat mempercepat waktu sebanyak 45 hari dengan biaya tambahan sebesar Rp. 204,767,925.40 dan nilai Cost Slope sebesar Rp. 4,550,398.34 per hari, dengan menambah 4 jam penambahan jam kerja maka dapat mempercepat waktu sebanyak 56 hari dengan biaya tambahan sebesar Rp. 297,349,168.27 dan nilai Cost Slope sebesar Rp. 5,946,983.36 per hari. Penambahan jam kerja sebaiknya dilakukan pada pekerjaan-pekerjaan yang kritis, apabila dilakukan pada semua, maka hanya akan menambah biaya saja sementara waktu yang dipercepat tetap. Kata Kunci : percepatan proyek, lintasan kritis, biaya optimum.
KAJIAN DEBIT LIMPASAN DITINJAU DARI ASPEK TATA GUNA LAHAN DI DAERAH ALIRAN SUNGAI WAMPU Hagai Jasefri Abadi Manurung
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 2, No 3 (2013): JURNAL TEKNIK SIPIL USU VOLUME 2 NO.3 TAHUN 2013
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (468.221 KB)

Abstract

ABSTRAK DAS Sei Wampu memiliki fungsi dan peranan yang sangat meningkat setiap tahun, baik dari segi kuantitas maupun kualitasnya. Meningkatnya laju pertumbuhan penduduk akan sejalan dengan laju perkembangan pembangunan di berbagai bidang seperti : perumahan, pertanian dan perkebunan, industri, peternakan dan perikanan, hal ini akan menyebabkan perubahan tata guna lahan dan kebutuhan air, Tuntunan kebutuhan penduduk di berbagai bidang tentunya akan mempengaruhi keseimbangan ketersediaan air, terutama diakibatkan oleh perubahan tata guna lahan di DAS Sei Wampu. Metode penelitian yang digunakan meliputi beberapa tahapan penelitian yaitu pengumpulan berupa data curah hujan, data penutupan lahan, data fisik sungai. Kemudian manganalisa data-data sekunder tersebut untuk memperoleh debit banjir DAS Wampu. Selanjutnya hasil analisa yang diperoleh dibandingkan dengan debit saluran DAS Wampu. Penelitian ini memberikan kesimpulan bahwa debit saluran DAS Wampu mampu menampung debit banjir periode ulang, itu berarti kondisi fisik DAS Wampu dalam keadaan baik. Kata kunci : debit banjir, intensitas hujan, metode rasional
EVALUASI KINERJA SIMPANG BERSINYAL (Studi Kasus: Jl. Ir. H. Juanda – Jl. Imam Bonjol) Lasthreeida J.H
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 2, No 3 (2013): JURNAL TEKNIK SIPIL USU VOLUME 2 NO.3 TAHUN 2013
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (715.706 KB)

Abstract

ABSTRAK Kota Medan merupakan salah satu kota terbesar di Indonesia dengan tingkat kegiatan yang cukup tinggi, namun prasarana transportasi dan sikap berlalu lintas pengguna jalan masih sangat kurang mendukung. Maka sangat perlu dilakukan pengevaluasian kinerja pada persimpangan untuk mengetahui tingkat pelayanan dari simpang tersebut. Untuk mengevaluasi kinerja simpang bersinyal ini digunakan dengan 2 metode yaitu dengan metode MKJI 1997 dan HCM 2000. Dari hasil perhitungan, simpang Jl. Ir. H. Juanda – Jl. Imam Bonjol kondisi eksisting untuk pendekat Utara dengan metode HCM 2000 didapat tundaan simpang sebesar = 113 dengan tingkat pelayanan F. Hasil perhitungan simpang Jl. Ir. H. Juanda – Jl. Imam Bonjol kondisi eksisting untuk pendekat Utara, dengan metode MKJI’97 dengan acuan tingkat pelayanan pada HCM 1985 didapat tundaaan rata – rata simpang yang dihasilkan = 76,008 dengan tingkat pelayanan F. Untuk hasil perhitungan antrian dan tundaan dengan metode Gelombang Kejut (Shock wave) didapat untuk setiap lengan simpang, Lengan Utara: Panjang antrian: 207,256 m, Tundaan rata – rata: 108,684. Untuk pendekat Selatan; Panjang antrian: 266,907 m, Tundaan rata – rata: 91,800. Untuk pendekat Barat, Panjang antrian: 269,770 m, Tundaan rata – rata: 87,899. Untuk pendekat Timur, Panjang antrian: 279,575 m, Tundaan rata – rata: 91,178. Jadi berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa tundaan simpang terbesar dihasilkan oleh metode HCM 2000 dengan besar tundaan simpang 113 det/kend dan tingkat pelayanan F. Kata kunci: kinerja, tundaan, MKJI 1997, HCM 2000. ABSTRACT
ANALISIS KAPASITAS DAYA DUKUNG TIANG BOR PADA PROYEK MEDAN FOCAL POINT (STUDI KASUS) Sinar Jadi S
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 2, No 3 (2013): JURNAL TEKNIK SIPIL USU VOLUME 2 NO.3 TAHUN 2013
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (189.923 KB)

Abstract

ABSTRAK Untuk pondasi non-displacement atau yang biasa disebut pondasi tiang bor merupakan jenis pondasi yang didisain karena ketahanannya yang besar terhadap pembebanan seperti aksial, beban lateral dan beban momen. Untuk kondisi tanah yang terletak pada proyek Medan Focal Point dengan kapasitas daya dukung yang relatif kecil maka penggunaan tiang bor merupakan alternatif pilihan pondasi yang tepat. Beberapa hal yang mempengaruhi disain kapasitas daya dukung pondasi tiang bor antara lain : parameter tanah, kedalaman tiang, diameter tiang, konfigurasi grup tiang, dan nilai efektifitas grup terhadap daya dukung grup. Tujuan dari studi ini adalah untuk menghitung daya dukung tiang bor dari hasil Standard Penetration Test (SPT), parameter kuat geser tanah, software komputer dan loading test. Kemudian membandingkan hasil daya dukung tiang bor, menghitung kapasitas daya dukung kelompok dan menghitung penurunan yang terjadi pada tiang bor. Metode perhitungan daya dukung untuk SPT dan parameter kuat geser tanah menggunakan metode Resse & Wright, untuk data loading test menggunakan metode Chin, dan dibantu dengan software Allpile. Kata Kunci : pondasi tiang bor, daya dukung tiang, Allpile
ANALISA BIAYA TUNDAAN KENDARAAN DI RUAS JALAN KOTA MEDAN (STUDI KASUS : JALAN GURU PATIMPUS MEDAN) Rama Miranda Pasaribu
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 2, No 3 (2013): JURNAL TEKNIK SIPIL USU VOLUME 2 NO.3 TAHUN 2013
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (743.204 KB)

Abstract

ABSTRAK Kemacetan lalulintas pada jalan perkotaan telah menjadi topik utama permasalahan di negara berkembang termasuk Indonesia. Akibat yang ditimbulkan kemacetan ini terdiri dari kerugian materiil dan imateriil. Kerugian materiil berupa bertambahnya biaya operasional kendaraan dan kerugian imateriil yaitu kelelahan dan polusi udara. Kawasan Jalan Guru Patimpus merupakan jalan dengan volume lalulintas yang padat. Penurunan kecepatan dan kemacetan terparah terjadi pada pagi dan sore hari. Berdasarkan keadaan tersebut maka pada penelitian ini dilakukan analisa mengenai besaran biaya kemacetan kendaraan pribadi pada kawasan jalan Guru Patimpus, untuk mengetahui nilai kerugian akibat kemacetan tersebut. Besarnya kerugian dihitung berdasarkan naiknya nilai biaya operasional kendaraan (BOK). Dari hasil analisis, didapat nilai kerugian akibat keadaan ini sebesar Rp 5.200.360,- untuk semua kendaraan dan untuk setiap kendaraan yang melewati kawasan ini mengalami kerugian sebesar Rp 310,- setiap melakukan perjalanan. Kata Kunci : Tundaan, Biaya Operasional Kendaraan (BOK), Jalan Guru Patimpus
ANALISIS CURAH HUJAN UNTUK MEMBUAT KURVA INTENSITY-DURATION-FREQUENCY (IDF) DI KAWASAN RAWAN BANJIR KOTA MEDAN (STUDI KASUS) Arifin Azhari Harahap
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 2, No 3 (2013): JURNAL TEKNIK SIPIL USU VOLUME 2 NO.3 TAHUN 2013
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (736.701 KB)

Abstract

ABSTRAK Kegiatan Hujan adalah komponen masukan penting dalam proses hidrologi. Karakteristik hujan di antaranya adalah intensitas, durasi, kedalaman, dan frekuensi. Intensitas berhubungan dengan durasi dan frekuensi dapat diekspresikan dengan kurva Intensity-Duration-Frequency (IDF).Kurva IDF dapat digunakan untuk menghitung banjir rencana. Hujan maksimum menggunakan rata-rata aljabar 11 tahun pengamatan yang berasal dari 2 stasiun yaitu St. Sampali dan St. Polonia. Kemudian dicari pola distribusi curah hujan melalui parameter statistik sebaran normal dan logaritmatik, dan dilakukan analisa rancangan curah hujan metode Log Pearson III dan metode Gumbell.Intensitas dihitung dengan mempergunakan metode Mononobe.Analisa debit banjir rencana menggunakan metode rasional untuk mendapatkan debit puncak aliran banjir di daerah kawasan penelitian rawan banjir tersebut.Kemudian dilakukan analisa perhitungan kapasitas saluran drainase eksiting di daerah penelitian.Intensitas hujan untuk periode ulang 2,5,10 tahun adalah 27,406 mm/jam, 33,214 mm/jam, 37,179 mm/jam untuk di daerah kawasan rawan banjir di jalan Amal.Debit aliran saluran drainase eksisting (Q) daerah jalan Amal adalah 0.305 m3/det dan 1.868 m3/det , sedangkan besaran aliran banjir puncak (Qp) daerah jalan Amal adalah untuk kala ulang 2, 5, 10 tahun adalah 17.87 m3/det, 21.66 m3/det, 24.24 m3/det.Sehingga dapat diperkirakan bahwa besaran aliran banjir tidak dapat ditampung oleh kapasitas saluran drainase eksisting yang ada. Kata kunci: hujan, intensitas, durasi, frekuensi, debit aliran
ANALISA EFISIENSI DAN OPTIMALISASI POLA TANAM PADA DAERAH IRIGASI TIMBANG DELI KABUPATEN DELI SERDANG Dina Novitasari Alhinduan
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 2, No 3 (2013): JURNAL TEKNIK SIPIL USU VOLUME 2 NO.3 TAHUN 2013
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (668.839 KB)

Abstract

ABSTRAK Irigasi merupakan komponen yang sangat penting guna meningkatkan produksi pertanian dalam rangka ketahanan pangan nasional dan kesejahteraan masyarakat. Daerah irigasi adalah suatu wilayah daratan yang kebutuhan airnya dipenuhi oleh sistem irigasi. Daerah Irigasi Timbang Deli dengan luas 520 ha dengan debit rencana 0,624 m3/s kebutuhan air irigasinya sebelumnya dipenuhi bangunan free intake dan sekarang dipenuhi oleh bangunan Bendung Sungai Ular. Untuk merencanakan pola tanam yang optimum memerlukan data hidrologi, klimatologi, topografi yang kemudian akan dianalisa untuk mendapatkan curah hujan efektif, evapotranspirasi, dan kebutuhan air irigasi. Dalam menentukan curah hujan regional digunakan metode rata-rata aljabar dengan data curah hujan 10 tahun dari tiga stasiun penakar hujan untuk mendapatkan nilai curah hujan efektif pada lokasi penelitian. Perhitungan Evapotranspirasi dilakukan dengan Metode Penman. Berdasarkan hasil analisis data curah hujan didapat curah hujan maksimum rata – rata terjadi di bulan Oktober sebesar 322 mm dan terendah terjadi di bulan Februari sebesar 129 mm. Dengan menggunakan 24 alternatif pola tanam didapat pola tanam optimum pada alternatif ke -18 dengan nilai NFR 2,68 mm/hari dan DR 0,33 lt/dt/ha dengan tingkat efisiensi 72,57%. Kata kunci : Pola Tanam, Efisiensi Pemakaian Air
MEKANISME GERUSAN LOKAL PADA PILAR SILINDER TUNGGAL DENGAN VARIASI DEBIT Syarvina Syarvina
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 2, No 3 (2013): JURNAL TEKNIK SIPIL USU VOLUME 2 NO.3 TAHUN 2013
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (241.371 KB)

Abstract

ABSTRAK Aliran yang terjadi pada sungai disertai proses penggerusan dan deposisi dapat diakibatkan kondisi morfologi sungai dan adanya bangunan sungai yang menghalangi aliran. Penelitian tentang pola gerusan di sekitar pilar dengan variasi debit aliran dilakukan untuk mempelajari pengaruh debit terhadap pola gerusan dan besarnya kedalaman gerusan. Penelitian dilakukan di Laboratorium Hidraulika Teknik Sipil Universitas Sumatera Utara menggunakan alat flume dengan panjang 8 m, tinggi 0,3 m dan lebar 0,076 m, dengan pengukuran pola dan kedalaman gerusan disekitar pilar silinder dengan debit aliran sebesar 1,0 liter/det, 1,5 liter/det, dan 2,0 liter/det pada kondisi aliran clear water scour. Material yang digunakan pasir yang lolos saringan No.10 dan tertahan saringan No.200 dengan nilai d50 = 0.68 mm. Model diuji selama 250 menit untuk setiap kali running. Hasil penelitian menunjukan gerusan terbesar pada pilar terjadi pada bagian hulu pilar pada titik pengamatan 5. Kedalaman gerusan maksimum dari semua pilar silinder terjadi pada debit 2,0 liter/det, sedangkan kedalaman gerusan minimum terjadi pada debit 1,0 liter/det. Nilai kedalaman gerusan maksimum pada variasi debit aliran 1,0 liter/s, 1,5 liter/det, dan 2,0 liter/det secara berturut-turut adalah 25 mm, 51 mm, 96 mm. Kata Kunci : Gerusan lokal, pilar silinder dan arah aliran

Page 11 of 58 | Total Record : 574