cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Teknik Sipil USU
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 574 Documents
ANALISIS PEMAKAIAN AIR BERSIH ( PDAM ) UNTUK KOTA PEMATANG SIANTAR Kiki Komalia
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 2, No 2 (2013): JURNAL TEKNIK SIPIL USU VOLUME 2 NO 2 TAHUN 2013
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (282.158 KB)

Abstract

ABSTRAK Keberadaan air bersih di daerah perkotaan menjadi sangat penting mengingat aktifitas kehidupan masyarakat kota yang sangat dinamis. Air bersih untuk keperluan sehari-hari merupakan salah satu kebutuhan utama masyarakat perkotaan. Penelitian ini dilakukan di PDAM Tirtauli Pematang Siantar dengan tujuan utama menganalis kapasitas air bersih yg dibutuhkan masyarakat Kota Pematang Siantar sampai 10 tahun ke depan. Dari hasil proyeksi, pertambahan jumlah penduduk sampai tahun 2022 adalah sebanyak 554.858 jiwa. Kapasitas air yang dibutuhkan masyarakat Kota Pematang Siantar sampai tahun 2022 yaitu sekitar 1,0014 m3/s, sedangkan kapasitas produksi saat ini yaitu sebesar 0,777 m3/s, sehingga kapasitas tambahan yang diperlukan yaitu sebesar 0,224 m3/s. Sedangkan periode jam puncak terjadi pada jam 07.00 – 09.00 pagi hari dan sore hari terjadi pada pukul 17.00 – 19.00 karena pada saat itu pelanggan mulai beraktivitas sehingga pemakaian air sangat tinggi. KATA KUNCI: Debit air, ketersediaan air, jumlah penduduk.
ANALISIS KEBISINGAN AKIBAT ARUS LALU LINTAS DI JALAN GAGAK HITAM (RING ROAD) MEDAN DAN TINGKAT KETERGANGGUAN MASYARAKAT Ester Linda Sembiring
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 2, No 2 (2013): JURNAL TEKNIK SIPIL USU VOLUME 2 NO 2 TAHUN 2013
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (395.921 KB)

Abstract

ABSTRAK Lalu lintas jalan merupakan sumber utama kebisingan yang mengganggu sebagian besar masyarakat perkotaan. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau hubungan antara kebisingan lalu lintas pada jalan outer ringroad ruas jalan Gagak Hitam dengan faktor-faktor mempengaruhinya seperti volume kendaraan (X1), persentase kendaraan berat(X2), kecepatan rata-rata lalu lintas (X3) dan jarak pengukuran dari perkerasan (X4) dan dampaknya terhadap masyarakat yang tinggal di jalan Gagak Hitam. Pengukuran kebisingan dengan menggunakan Sound Level Meter dan survei lalu lintas dilakukan di 4 titik pada ruas jalan. Data pengukuran dilakukan pada jam 08.00-10.00, 12.00-14.00 dan 17.00-19.00 yang mewakili jam-jam sibuk pada pagi, siang dan sore hari. Untuk mengetahui tingkat ketergangguan, kuesioner disebarkan ke masyarakat yang terpapar bising dan masyarakat yang tidak terpapar bising sebagai kelompok kontrol. Dari hasil pengukuran tingkat kebisingan ekivalen (Leq), ditemukan bahwa rata-rata tingkat kebisingan di jalan Gagak Hitam adalah sebesar 78,84 dBA, 77,57 dBA dan 76,24 dBA, masing-masing untuk jarak 1m, 5 m dan 10 m dari tepi perkerasan jalan. Ketiga nilai tersebut telah melebihi baku tingkat kebisingan yang telah ditetapkan oleh Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup No.48 Tahun 1996 Tanggal 25 November 1996 sebesar 55 dBA untuk kawasan permukiman dan perumahan dan perdagangan dan jasa 70 dBA. Bentuk dari hubungan ini menghasilkan persamaan regresi sederhana antara tingkat kebisingan dengan volume lalu lintas yaitu Y = 57,763 + 0,004 X dan untuk persamaan regresi berganda Y = 27,711 + 0,003 X1 + 3,251 X2 + 0,426 X3 – 0,288 X4. Sedangkan model regresi untuk tingkat ketergangguan dengan tingkat kebisingan adalah persamaan Z = -19,111 + 0,294 Y. Persamaan ini hanya berlaku untuk tingkat kebisingan dari 42.75 dBA hingga 97.55 dBA. Dampak psikologis kebisingan bagi masyarakat adalah gangguan psikologis yang dialami sebagian besar berupa gangguan sewaktu bercakap-cakap sebanyak 37,35 %, gangguan tidur (30,92 %), gangguan konsentrasi (17,67%) dan mudah terkejut (14,06%) yang diakibatkan oleh kebisingan dari arus lalu lintas. Kata Kunci : Kebisingan, Ketergangguan, Dampak Kebisingan
ANALISA TINGKAT KEBISINGAN PERGERAKAN LALU LINTAS TERHADAP ZONA PENDIDIKAN DI KOTA MEDAN (Studi Kasus : Perguruan Parulian 3 Jl.Sisingamangaraja No.44 dan SMPN 7 Jl.H.Adam Malik No.12 Medan) Putri Juwita Simamora
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 2, No 2 (2013): JURNAL TEKNIK SIPIL USU VOLUME 2 NO 2 TAHUN 2013
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (380.468 KB)

Abstract

ABSTRAK Polusi suara atau bising adalah salah satu isu lingkungan yang terjadi di wilayah perkotaan. Perancangan kota yang tidak atau kurang mengikuti kaedah-kaedah perancangan kota akan memberikan efek bising yang semakin meningkat sejalan dengan peningkatan kegiatan transportasi. Bising merupakan bunyi yang terjadi dalam waktu dan lama tertentu namun suaranya tidak diinginkan karena mengganggu konsentrasi dalam kegiatan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kebisingan lalu lintas dengan beberapa faktor seperti volume kendaraan (X1), kecepatan rata-rata lalu lintas arah a (X2), kecepatan rata-rata lalu lintas arah b (X3), persentase kendaraan berat (X4), jarak pengukuran (X5) dan elevasi pemasangan alat (X6) dengan menggunakan Sound Level Meter dan hasil pengukuran dianalisa dengan menggunakan metode analisa regresi linier dengan bantuan program SPSS. Penelitian dilaksanakan pada 2 (dua) lokasi yang berbeda yaitu Perguruan Parulian 3 Jl.Sisingamangaraja No.44 dan SMPN 7 Jl.H.Adam Malik No.12. Dari hasil pengukuran diperoleh tingkat kebisingan lalu lintas pada masing-masing lokasi penelitian pada jarak 5-15 meter dari bahu jalan raya berkisar antara 59,6 dBA – 77,8 dBA untuk SMPN 7 dan 69,8 dBA – 83,0 dBA untuk Perguruan Parulian 3. Nilai tingkat kebisingan dari kedua lokasi pengukuran tersebut telah melewati ambang batas baku tingkat kebisingan yang ditetapkan oleh Menteri Negara Lingkungan Hidup 1996 untuk kawasan sekolah sebesar 55 dB. Model persamaan dari hasil analisis regresi linier pada SMPN 7 diperoleh persamaan Y = 38,663 + 0,009 X1 - 0,473 X6 sedangkan pada Perguruan Parulian 3 diperoleh persamaan Y = 80,063 – 0,572 X6. Kata Kunci : Kebisingan lalu lintas, analisa regresi linier
KAJIAN FAKTOR PANJANG EFEKTIF UNTUK KOLOM DENGAN SAMBUNGAN SEMIRIGID Ghufran Hadi
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 2, No 2 (2013): JURNAL TEKNIK SIPIL USU VOLUME 2 NO 2 TAHUN 2013
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (620.706 KB)

Abstract

ABSTRAK Faktor panjang efektif untuk kolom tunggal dipengaruhi oleh kondisi ujung kolom tersebut. Penentuan faktor panjang efektif untuk kolom pada portal (frame) lebih rumit dibandingkan dengan faktor panjang efektif untuk kolom tunggal, karena pengaruh kekakuan di seluruh titik join. Dalam makalah ini, pemodelan three-parameter power digunakan untuk menentukan hubungan momen-rotasi dari sambungan semirigid balok ke kolom. Selanjutnya, sambungan semirigid yang dimodelkan sebagai pegas dan pengaruh dari sambungan diperhitungkan dengan memodifikasi relative rotation dalam persamaan slope deflection pada pemodelan portal (frame) subassemblage. Untuk menunjukkan validitas dari metode yang digunakan, pemodelan portal (frame) subassemblage dianalisa dengan kekakuan sambungan yang berbeda. Hasilnya ditampilkan dalam bentuk tabel dan grafik. Dapat disimpulkan bahwa semakin kaku sebuah sambungan, maka semakin rendah faktor panjang efektif yang diperoleh. Kata kunci: kolom, faktor panjang efektif, semirigid
ANALISIS PERILAKU MEKANIS DAN FISIS BETON PASCA BAKAR Yulia Corsika M. S
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 2, No 2 (2013): JURNAL TEKNIK SIPIL USU VOLUME 2 NO 2 TAHUN 2013
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (451.439 KB)

Abstract

ABSTRAK Terjadinya perubahan temperatur yang cukup tinggi, seperti pada peristiwa kebakaran akan membawa dampak pada struktur beton, permukaan struktur retak, terjadi kerusakan/keruntuhan, dan perubahan warna pada beton. Penelitian ini dilakukan terhadap beton K300 dengan sampel berupa kubus 15 cm x 15 cm x 15 cm. Pembakaran dilakukan pada temperatur 250⁰C, 500⁰C, 750⁰C, dan 1000⁰C dengan waktu penahanan selama 2, 4, dan 6 jam. Proses pendinginan dilakukan dengan cara perendaman kemudian didiamkan selama 24 jam dengan temperatur ruangan. Dari hasil penelitian diperoleh pada temperatur 250 oC, 500⁰C, 750⁰C, dan 1000⁰C penurunan kuat tekan sebesar 4,44%-7,41%, 12,59%-22,96 %, 56,44%-66,22%, dan 76,74%-100%. Pada waktu penahanan selama 2 jam, 4 jam, dan 6 jam penurunan kuat tekan sebesar 4,44%-76,74%, 6,67%-93,70 %, dan 7,41%-100%. Pada temperatur 250 oC, 500⁰C, 750⁰C, dan 1000⁰C peningkatan porositas sebesar 8,09%-9,57%, 11,79%-15,50 %, 16,98%-18,46%, dan 19,20%-26,61%. Pada waktu penahanan selama 2 jam, 4 jam, dan 6 jam peningkatan porositas sebesar 8,09%-19,20%, 8,83%-22,16%, dan 9,57%-26,61%. Dari penelitian ini terlihat bahwa kenaikan temperatur memberi dampak yang lebih besar terhadap penurunan kuat tekan beton dan peningkatan porositas beton jika dibandingkan dengan kenaikan durasi pembakaran. Melalui penelitian ini dihasilkan persamaan-persamaan regresi yang dapat digunakan untuk menghitung kuat tekan sisa pada temperatur pembakaran yang lain. Kata kunci : kebakaran, kuat tekan, porositas, temperatur, durasi
ANALISA PEMILIHAN MODA TRANSPORTASI UNTUK PERJALANAN KERJA ANTARA SHUTTLE SERVICE DAN KERETA API DENGAN MENGGUNAKAN METODE STATED PREFERRENCE (STUDI KASUS : BANDUNG – JAKARTA) Ryan Muhammad
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 2, No 2 (2013): JURNAL TEKNIK SIPIL USU VOLUME 2 NO 2 TAHUN 2013
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (549.527 KB)

Abstract

ABSTRAK Dengan dibukanya tol Cipularang pada tahun 2005, frekuensi pergerakan transportasi dari Bandung menuju Jakarta semakin bertambah dan juga semakin terbuka peluang bisnis bagi moda-moda transportasi yang melalui tol tersebut seperti moda shuttle service.Tidak dipungkiri bahwa dengan pengaktifan tol Cipularang moda shuttle service berkembang pesat dan keberadaan moda kereta api terancam. Terbukti dengan dileburnya KA Parahyangan dan KA Argo Gede pada tahun 2010. Tujuan dari studi ini adalah untuk mendefinisikan karakteristik pengguna moda shuttle service dan kereta api. Tujuan lainnya adalah memodelkan pemilihan moda antar keduanya dan menguji sensitivitas pelaku perjalan apabila dirubah salah satu atributnya. Dalam studi ini, digunakan metode stated preferenced. Stated Preference adalah sebuah pendekatan dengan menyampaikan pernyataan pilihan (option) berupa suatu hipotesa untuk dinilai oleh responden. Dengan meggunakan teknik stated preference, peneliti dapat mengontrol secara penuh faktor-faktor yang ada pada situasi yang dihipotesis. Data stated preference yang diperoleh dari responden selanjutnya dianalisa untuk mendapatkan suatu model berupa formulasi yang mencerminkan utilitas individu dalam perjalanannya , dimana model pemilihan moda dipengaruhi oleh faktor sosio ekonomi dan faktor atribut pelayanan yang diberikan oleh masing-masing moda seperti faktor biaya, waktu tempuh, frekuensi perjalanan, kenyamanan, dan waktu tempuh menuju titik keberangkatan.Untuk menentukan fungsi utilitas guna peramalan model dalam memenuhi permintaan pelaku perjalanan berdasarkan karakteristik pelaku perjalanan digunakan analisa regresi dengan bantuan program SPSS. Hasil analisa yang diperoleh adalah : (USS – UKA) = 0.854+0,00004622x1+ 0,539x2+0,944x3+ 0,025x4+ 0,036x5 Dengan X1 (selisih atribut biaya), X2 (selisih atribut waktu tempuh), X3 (selisih atribut frekuensi keberangkatan), X4 (selisih atribut kenyamanan), X5 (selisih atribut waktu tempuh menuju titik keberangkatan). Hasil akhir yang telah teruji secara hipotesa, signifikan, dan uji t didapat bahwa jumlah pengguna shuttle service dipengaruhi oleh frekuensi keberangkatan (headway), dan jumlah pengguna kereta api dipengaruhi oleh tingkat kenyamanan. Untuk probabilitas didapatkan shuttle service sebagai moda terpopuler dengan 70,4%. Nilai korelasi model pemilihan moda yang didapat adalah sebesar 19,6% merupakan nilai yang kecil untuk memperlihatkan hubungan antara pemilihan moda shuttle service dan kereta api. Kata kunci :Stated Preferend, Shuttle Service
KAJIAN SUMUR RESAPAN DALAM MEREDUKSI DEBIT BANJIR PADA KAWASAN PERUMAHAN ANUGERAH LESTARI KUALA GUMIT, LANGKAT Galih Gemilang
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 2, No 3 (2013): JURNAL TEKNIK SIPIL USU VOLUME 2 NO.3 TAHUN 2013
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (993.378 KB)

Abstract

ABSTRAK Salah satu solusi mengatasi banjir pada perumahan dapat dilakukan dengan cara pencegahan sedini mungkin melalui perencanaan dari awal oleh pihak pengembang perumahan dengan mengalokasikan lahan untuk sumur resapan. Sumur resapan berfungsi sebagai tempat menampung air hujan sementara yang jatuh di atas atap rumah, kemudian air hujan tersebut akan diserap tanah secara perlahan. Studi ini bertujuan mengetahui laju infiltrasi dan nilai permeabilitas untuk menentukan dimensi sumur resapan di lokasi studi yang berada di Perumahan Anugerah Lestari Kuala Gumit, Langkat. Alat yang digunakan dalam pengujian infiltrasi adalah single ring infiltrometer dan sampel tanah di lokasi studi diambil untuk uji permeabilitas di Laboratorium. Berdasarkan penelitian diperoleh laju infiltrasi konstan (fc) adalah 15,60 cm/jam dan koefisien permeabilitas (k) tanah adalah 9,610 x cm/detik. Berdasarkan data yang telah dianalisis didapat dimensi sumur resapan berbentuk lingkaran dengan diameter 1 meter, kedalaman 2,275 meter dan debit masukan rencana 0,279 x m³/detik. Estimasi waktu tunda sumur resapan terhadap limpasan air hujan dari atap menuju saluran drainase adalah 2,265 jam. Total debit banjir kawasan perumahan adalah 165,828 x m³/detik, setelah ada sumur resapan berkurang menjadi 108,910 x m³/detik, tereduksi debit banjir sebesar 34,32 %. Debit banjir yang terjadi 1 unit rumah tipe 36/84 adalah 0,329 x m³/detik, setelah ada sumur resapan berkurang menjadi 0,050 x m³/detik, sehingga tereduksi banjir sebesar 84,8 %. Kata kunci: Sumur resapan, infiltrasi, permeabilitas
ANALISA PEMILIHAN MODA KERETA API DAN BUS (STUDI KASUS: MEDAN – PEMATANG SIANTAR) Dapot Adiatma Sihombing
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 2, No 3 (2013): JURNAL TEKNIK SIPIL USU VOLUME 2 NO.3 TAHUN 2013
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (507.051 KB)

Abstract

ABSTRAK Pemilihan moda transportasi memiliki peran yang penting dalam sebuah perencanaan system transportasi. hal ini dikarenakan pentingnya mengetahui karakteristik serta perilaku pengguna moda dalam mendesain sarana maupun prasarana transportasi yang akan disediakan. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik pengguna moda, menentukan faktor-faktor yang mempengaruhi suatu pemilihan moda, serta memperoleh model pemilihan moda yang dapat menjelaskan perilaku pelaku perjalanan dalam memilih moda, khususnya pengguna moda Kereta Api Siantar Ekspress dan Bus Intra dalam melakukan perjalanan dari Medan menuju Pematang Siantar. Data diperoleh dari kuisioner yang didesain dengan teknik stated preference, kemudian diolah untuk mendapatkan model pemilihan moda. model pemilihan moda yang digunakan adalah model binomial logit selisih dan binomial logit nisbah. dari hasil uji statistik diketahui bahwa atribut biaya perjalanan(X1), waktu tempuh(X2), jadwal keberangkatan(X3), pelayanan(X4), lama waktu menuju stasiun keberangkatan(X5), lama waktu dari stasiun tujuan menuju tempat tujuan(X6), biaya menuju stasiun keberangkatan(X7), dan biaya yang diperlukan dari stasiun tujuan menuju tempat tujuan(X8) secara signifikan mempengaruhi responden dalam memilih moda transportasi yang digunakan. Kata kunci: pemilihan moda, stated preference, binomial logit selisih, binomial logit nisbah
KAJIAN HIDRO-OSEANOGRAFI DALAM MENDUKUNG OPERASIONAL DI BELAWAN INTERNATIONAL CONTAINER TERMINAL (BICT) Khaidir Hafiz Ramadhan
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 2, No 3 (2013): JURNAL TEKNIK SIPIL USU VOLUME 2 NO.3 TAHUN 2013
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (816.386 KB)

Abstract

ABSTRAK Kegiatan bongkar muat di BICT sangat dipengaruhi oleh aspek hidro-oseanografi dan fasilitasnya.Tujuan penelitian ini untuk mengkaji aspek hidro-oseanografi terkait dengan fasilitas di BICT, khususnya mengevaluasi alur pelayaran, dermaga, luas kolam pelabuhan dan areal penjangkaran yang dibutuhkan. Berdasarkan hasil perhitungan didapat panjang fetch efektif terpanjang dari arah utara. Tinggi gelombang signifikan didapat sebesar 0,26 m dan periodenya yaitu 2,701 detik. Jumlah sedimen dalam sehari adalah 19.828,713 ton. Berdasarkan jenis kapal terbesar yang masuk ke pelabuhan, kedalaman alur yang diperlukan yaitu 13,43 mLWS, lebar alur untuk satu jalur adalah 57,6 m, sedangkan untuk dua jalur 144 m, luas kolam pelabuhan yaitu 27,406 ha dan luas areal penjangkaran untuk satu kapal sebesar 24,26 ha. Berdasarkan hasil analisa di dermaga internasional dibutuhkan 4 dermaga, sedangkan di dermaga antar pulau 2 dermaga. Karena kedalaman eksisting di alur pelayaran BICT hanya 9,5-12 mLWS, maka alur tersebut tidak dapat dilalui oleh jenis kapal terbesar ketika sedang terjadi surut atau pun ketika kapal tersebut bermuatan penuh. Lebar alur eksisiting yaitu 100 m sudah memenuhi syarat keamanan dan kenyamanan untuk satu jalur sedangkan untuk dua jalur diperlukan penambahan lebar alur. Kapasitas dermaga sebaiknya ditambah agar dapat melayani arus bongkar muat yang tiap tahun selalu meningkat. Kata kunci: BICT, hidro-oseanografi, bongkar-muat.
STUDI PENGELOLAAN SAMPAH PASAR KOTA MEDAN (STUDI KASUS: PASAR SORE PADANG BULAN, MEDAN) Nurul Hamidah Gurning
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 2, No 3 (2013): JURNAL TEKNIK SIPIL USU VOLUME 2 NO.3 TAHUN 2013
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (439.39 KB)

Abstract

ABSTRAK Pasar merupakan salah satu sumber penghasil sampah terbesar, dimana kebanyakan sampah yang dihasilkan adalah berjenis organik yang masih memiliki kemampuan untuk didaur ulang menjadi pupuk kompos. Penelitian ini dilakukan di Pasar Sore pada tahun 2013 dengan tujuan utama menganalis nilai investasi pengelolan sampah organik. Data dikumpulkan melalui obeservasi dan wawancara langsung ke lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahwa sistem pengelolaan sampah yang ada sudah cukup baik, meskipun belum terlihat pengolahan sampah organik pasar. Dan setelah dilakukan analisa kelayakan finansial usaha pengolahan pupuk kompos dengan menggunakan analisa Net Present Value (NPV), Net Benefit Cost Ratio (Net BCR), Internal Rate of Return (IRR), Payback Period (PBP), Break Even Point (BEP), Return on Investment (ROI), dan Return on Asset (ROA), dapat disimpulkan bahwa usaha pengolahan pupuk kompos organik pada Pasar Sore layak untuk dicoba. KATA KUNCI: Sampah Pasar, Sistem Pengelolaan, Pengolahan Sampah Organik, Analisa Ekonomi

Page 10 of 58 | Total Record : 574