cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Teknik Sipil USU
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 574 Documents
Pengaruh Penambahan Admixture Jenis F dan Substitusi Silica Fume terhadap Semen pada Kuat Tekan Awal Self Compacting Concrete Larry Djono
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 6, No 1 (2017): JURNAL TEKNIK SIPIL USU VOLUME 6 NO. 1 TAHUN 2017
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak High Early Strength Self Compacting Concrete (HESSCC) adalah sebuah penemuan baru dalam dunia teknologi beton yang memiliki keuntungan workability, durabilitas dan kekuatan awal yang tinggi, sehingga dapat diaplikasikan dengan baik khususnya pada dunia pre-cast concrete. Dalam penelitian ini digunakan superplasticizer Viscocrete 8045 dan filler Silica Fume.Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh Viscocrete 8045 dan Silica Fume terhadap sifat mekanik beton. Benda uji menggunakan silinder dengan diameter 15 cm dan tinggi 30 cm dengan total sebanyak 48 buah dengan menggunakan variasi Silica Fume 5%, 10 %, dan 15% serta penambahan Viscocrete 8045 sebanyak 1,5%.Dari hasil pengujian didapatkan nilai kuat tekan beton meningkat akibat adanya penambahan bahan tersebut. Jika dibandingkan dengan beton normal, kuat tekan awal beton mengalami kenaikan dengan nilai maksimal pada variasi Silica Fume 15% sebesar 13,362% sedangkan kuat tekan akhir beton mengalami kenaikan dengan nilai maksimal pada variasi Silica Fume 15% sebesar 30,266%. Penambahan bahan tersebut tidak berdampak pada nilai kuat tarik belah beton.Namun pada nilai absorbsi, penambahan Silica Fume menyebabkan penurunan nilai absorbsi beton. Kata kunci : beton, silica fume, kuat tekan awa
PERBANDINGAN DAYA DUKUNG PONDASI TIANG PANCANG METODE ANALITIS DAN METODE LOADING TEST TERHADAP MEH MENGGUNAKAN MODEL TANAH MOHR-COULOMB DAN SOFT SOIL PADA BORE-HOLE III (STUDI KASUS PEMBANGUNAN RUSUNAWA JATINEGARA BARAT JAKARTA TIMUR) Lintong TP Situmorang
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 6, No 1 (2017): JURNAL TEKNIK SIPIL USU VOLUME 6 NO. 1 TAHUN 2017
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1095.431 KB)

Abstract

ABSTRAK Dalam suatu bangunan, pondasi merupakan bagian paling bawah konstruksi bangunan yang memiliki peranan penting  yang memikul seluruh beban  bangunan dan beban lainnya yang turut diperhitugkan, serta meneruskannya ke dalam tanah sampai kelapisan atau kedalaman tertentu. Data Standard Penetration Test (SPT) dapat digunakan untuk menghitung daya dukung. Selain penyelidikan Standard Penetration Test (SPT), analisis ini juga dilengkapi dengan pengambilan sampel di laboratorium dan melakukan loading test terhadap tiang untuk memastikan daya dukung Penelitian ini menganalisis kapasitas daya dukung dan penurunan pada pondasi tiang pancang/square pile dengan ukuran 40 x 40 cm secara tungga dan kelompok tiang dengan metode empiris, MEH dan membandingkan dengan hasilnya dengan interpretasi uji beban statis/loading testpada Proyek Rusunawa Jatinegara Barat. Analisis menggunakan data penyelidikan tanah dan hasil uji laboratorium yang menggumakan pemodelan tanah Mohr-Coulomb dan Soft Soil. Hasil analisis daya dukung ultimate pada pondasi tiang  pancang dengan metode empiris memberikan nilai terbesar yaitu menggunakan data laboratorium yaitu 451,848 ton dengan  metode Meyerhoff, sedangkan nilai terkecil menggunakan data SPT yaitu sebesar 356, 277 ton. Dari interpretasi hasil uji loading test dengan menggunakan beban pengujian sebesar 280 ton (2 kali beban rencana) diperoleh daya dukung ultimate terbesar dengan menggunakan metode Chin sebesar 406,504 ton sedangkan nilai terkecil dengan menggunakan metode Davisson sebesar 250 ton. Dengan metode Broms diperoleh daya dukung lateral sebesar 23,754 ton.      Penurunan yang terjadi dari hasil uji beban statis/loading testsebesar 18,74 mm, penurunan yang terkecil yang diperoleh dari hasil analisis pemodelan Metode Elemen Hingga (MEH) adalah sebesar 18,71 mm. Berdasarkan ASTM D.1143-81, penurunan yang diijinkan adalah sebesar 25,40 mm. Kata kunci : Tiang Pancang/square pile, Loading Test, MEH, soft soil, Mohr-Coulomb.
IDENTIFIKASI FAKTOR-FAKTOR RESIKO YANG MEMPENGARUHI KETERLAMBATAN PELAKSANAAN PEKERJAAN PADA PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG DI KOTA MEDAN Muhammad Habibie Dalimunthe
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 6, No 1 (2017): JURNAL TEKNIK SIPIL USU VOLUME 6 NO. 1 TAHUN 2017
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (449.235 KB)

Abstract

Abstrak    Pada perkembangan industri saat ini, dan perkembangan sarana pembangunan, terutama pembangunan gedung sangatlah pesat. Maka tingkat kesulitan untuk mengelola dan menjalankan sebuah proyek gedung semakin tinggi, Risiko dapat dikatakan merupakan akibat yang mungkin terjadi secara tak terduga. Walaupun suatu kegiatan telah direncanakan sebaik mungkin, namun tetap mengandung ketidakpastian bahwa nanti akan berjalan sepenuhnya sesuai rencana. Ketika proyek konstruksi terlambat, artinya pelaksanaan pekerjaan proyek tersebut tidak dapat diselesaikan sesuai dengan kontrak. Jika pekerjaan proyek tidak dapat dilaksanakan sesuai kontrak maka akan ada penambahan waktu. . Adapun temuan yang didapat dari faktor resiko keterlambatan tersebut yaitu : faktor resiko yang terdiri dari 11 pengelompokan faktor yaitu: Perencanaan (gambar/spesifikasi) yang salah atau tidak lengkap (X1), rangking 1 (4,575); Intensitas curah hujan (X14), rangking 2 (4,550); Komunikasi antara tenaga kerja dan kepala tukang/ mandor (X32), rangking 3 (3,875); Keterlambatan pengiriman barang (X17), rangking 4 (3,800); Kekurangan bahan konstruksi (X18), rangking 5 (3,600); dan Perubahan lingkup pekerjaan pada waktu pelaksanaan (X2), rangking 6 (3,575).    Kata kunci: Faktor resiko, keterlambatan pekerjaan konstruksi di Kota Medan.
PENILAIAN KUALIFIKASI PENGETAHUAN DAN KETERAMPILAN MANDOR PADA BANGUNAN GEDUNG DI MEDAN BERDASARKAN SKKNI Nadya Yessi Utami
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 6, No 1 (2017): JURNAL TEKNIK SIPIL USU VOLUME 6 NO. 1 TAHUN 2017
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (354.729 KB)

Abstract

ABSTRAK Fungsi kualifikasi mandor diperlukan untuk mengetahui jumlah presentase pengetahuan mandor dalam melaksanakan pekerjaan di lapangan dan berfungsi untuk mengetahui pengetahuan yang dimiliki mandor baik atau tidaknya berdasarkan SKKNI. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kualifikasi pengetahuan mandor berdasarkan SKKNI  pada proyek bangunan gedung di Wilayah Medan. Penelitian ini diambil dilokasi yang sama tetapi berbeda proyek, yaitu : Proyek Razz Residence, Proyek The Manhattan Mall & Condominium, Proyek Masjid Agung Medan, Proyek Mansyur Residence.  SKKNI adalah Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia yang merupakan rumusan kemampuan kerja yang mencakup aspek pengetahuan, keterampilan dan/ atau keahlian serta sikap kerja yang relevan dengan pelaksanaan tugas dan syarat jabatan yang ditetapkan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang–undangan. Dari hasil perhitungan, mandor yang memiliki tingkat pengetahuan tinggi dan keterampilan yang bagus terdapat 13 orang mandor dan  mandor yang tingkat pengetahuannya rendah terdapat 10  orang  mandor. Total mandor yang  tidak memiliki SKK dengan presentase 23.34% dan mandor yang memiliki SKK dengan presentase 76.66% dari  jumlah  sampel sebanyak  30 mandor. Kata Kunci : Kualifikasi Pengetahuan Mandor, Pengetahuan Mandor Berdasarkan SKKNI
OPTIMASI SUBSTITUSI FLY ASH DAN BOTTOM ASH TERHADAP PEMBUATAN PAVING BLOCK SESUAI SNI 03-0691-1996 ( STUDI EKSPERIMENTAL ) Nirwan Lubis
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 6, No 1 (2017): JURNAL TEKNIK SIPIL USU VOLUME 6 NO. 1 TAHUN 2017
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1077.617 KB)

Abstract

ABSTRAK Limbah hasil pembakaran batubara sangat berdampak negatif bagi lingkungan hidup jika tidak dikelola sebaik mungkin. Limbah pembakaran batubara terdiri dari fly ash dan bottom ash. FA dan BA dapat dikembangkan menjadi bahan substitusi dalam pembuatan paving block. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui mutu paving block sesuai SK SNI 03-0691-1996 dengan optimasi penggunaan FA dan BA. Penelitian ini menggunakan sampel paving block berjumlah 351 buah berukuran 20x10x6 cm. Paving block dibagi berdasarkan 4 kategori, yaitu paving block normal, paving block dengan substitusi FA, substitusi BA dan gabungan FA-BA dengan masingmasing variasi 0%, 25%, 50%, 75% dan 100%. Setiap variasi berjumlah 27 sampel. Pengukuran mutu paving block dilakukan dengan 4 pengujian yaitu absorbsi, kuat tekan, ketahanan natrium sulfat dan uji kausan. Hasilnya menunjukkan pada uji absorbsi paving block normal sebesar 3,229%, 25% FA sebesar 3,889%, 50% BA sebesar 5,560% dan 25% FA-BA sebesar 5,794%. Pengujian kuat tekan pada paving block normal sebesar 25,50 MPa, 25% FA sebesar 25,28 MPa, 25% BA sebesar 27,61 MPa dan pada 25% FA-BA sebesar 26,00 MPa. Pada pengujian ketahanan natrium sulfat hampir seluruh variasi memenuhi syarat kecuali pada paving block dengan 50% FA dan 75% FA. Pada uji ketahanan aus tidak ada yang memenuhi standar sesuai SK SNI 03-0691-1996. Terlihat perbandingan seluruh pengujian paving block normal dengan paving block substitusi FA dan BA yaitu dengan substitusi 25% BA dapat mencapai kuat yang maksimum. Kata kunci: fly ash, bottom ash, paving block
PENGARUH PENGGUNAAN LIMBAH PLASTIK LDPE SEBAGAI AGREGAT HALUS PADA BATAKO BETON RINGAN Prasetyo Ramadhan
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 6, No 1 (2017): JURNAL TEKNIK SIPIL USU VOLUME 6 NO. 1 TAHUN 2017
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (255.778 KB)

Abstract

ABSTRAK Sudah lama bata merah menjadi bahan baku penyusun dinding, semakin berkembangnya zaman dibuatlah bata yang ringan, mudah disusun dan pembuatan yang tidak memakan waktu yang lama yaitu batako. Bahan bangunan penyusun batako adalah semen, pasir dan air. Pada penelitian ini, penggunaan pasir pada batako direduksi dengan biji plastik LDPE. Alasan penggunaan biji plastik LDPE sebagai substitusi material plastik adalah biji plastik LDPE memiliki berat jenis yang lebih kecil dari pasir sehingga diharapkan dengan komposisi yang sama tetapi batako menjadi lebih ringan dan  juga dapat mengurangi masalah lingkungan dikarenakan sampah plastik LDPE ini sulit untuk terurai oleh alam tetapi berangsur-angsur diproduksi oleh manusia yang mengakibatkan sampah ini semakin banyak. Biji plastik LDPE yang dipakai adalah plastik LDPE bekas yang didaur ulang menjadi biji plastik. Sampel pada penelitian ini terdiri dari silinder dengan diameter 15 cm dan tinggi 30 cm sebagai sampel uji trial and error, batako dengan ukuran 40 cm x 20 cm x 10 cm, kubus dengan ukuran 5 cm x 5 cm x 5 cm dan briquette. Sampel trial and error akan mengalami perawatan selama 7 hari dan sampel batako, kubus dan briquette akan mengalami perawatan selama 28 hari sebelum dilakukan pengujian. Selanjutnya sampel akan dilakukan pengujian visual, berat isi, absorpsi, kuat tekan dan kuat Tarik. Analisa data menggunakan acuan SNI 03-0349-1989 mengenai Bata Beton untuk Pasangan Dinding. Penelitian ini menggunakan komposisi campuran semen, pasir dan air 1 : 6 : 0,24, komposisi ini didapat dari percobaan terhadap beberapa komposisi yang ditetapkan. Komposisi substitusi biji  plastik yang dipakai adalah 20 % terhadap pasir, komposisi substitusi ini didapat dari percobaan terhadap beberapa komposisi yang ditetapkan. Kata Kunci: biji plastik, LDPE, silinder, batako, brequette, kubus, kuat tarik, kuat tekan, absorbsi.
ANALISA WASTE MATERIAL KONSTRUKSI DENGAN APLIKASI METODE LEAN CONSTRUCTION (STUDI KASUS : PROYEK PEMBANGUNAN SHOWROOM AUTO 2000) Raedian Aulia Adlin
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 6, No 1 (2017): JURNAL TEKNIK SIPIL USU VOLUME 6 NO. 1 TAHUN 2017
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (155.502 KB)

Abstract

ABSTRAKMaterial adalah salah satu komponen dari biaya yang memegang peranan penting dalam menunjang keberhasilan suatu proyek. Adanya waste sangat dihindari agar tidak menimbulkan kerugian. Untuk itu, perlu dilakukan identifikasi material dan penyebab terjadinya waste dengan metode lean construction. Dimana pada lean construction, kita dapat melihat proses apa saja yang berpotensi menyebabkan waste material. Pada proyek pembangunan Showroom Auto 2000 Binjai, Banyak ditemukan masalah dalam proses konstruksi seperti, perubahan gambar proyek, perubahan spesifikasi, tempat penyimpanan yang kurang baik, dan masalah teknis dilapangan lainnya yang menyebabkan waste material. Tujuan dari penelitian ini adalah Untuk mengevaluasi jenis waste material yang dihasilkan dalam proyek konstruksi, untuk mengidentifikasi proses yang menghasilkan limbah (sumber limbah) pada proyek konstruksi dengan menggunakan metode lean construction, dan Untuk mengetahui waste level tertinggi dan terendah yang ada di proyek. Dari hasil identifikasi material yang berbiaya besar dan berpotensi menimbulkan waste dan analisa pareto didapat 4 material yang berpotensi menimbulkan waste yang besar yaitu : Besi D10mm, atap zinc aluminium, , Besi D19mm, Besi D16mm. Dari hasil analisa waste level, didapat persentase limbah dari yang terbesar sampai yang terkecil yaitu : Besi D10mm sebesar = 3.69%, Atap Zinc Aluminium sebesar = 2.06%, Besi D16mm sebesar = 0.90%, dan Besi D19mm sebesar = 0.19%. Dari identifikasi proses yang menghasilkan limbah dengan lean construction, didapatkan defect (cacat produk konstruksi), over production, dan Inventory merupakan penyebab dari waste material di proyek pembanguna Showroom Auto 2000. Pada defect, waste material terjadi disebabkan oleh perubahan spesifikasi bangunan oleh owner yang menyebabkan berubahnya dimensi dari bangunan yang ada di poryek. Pada over production, waste material terjadi dikarenakan kurangnya optimasi material di proyek oleh pelaksana. Sedangkan pada inventory, waste material terjadi karena tempat penyimpanan material yang masih kurang baik. Inventory yang kurang baik ini menyebabkan material yang rusak diakibatkan cuaca, hilangnya beberapa material, dan terhambatnya pengambilan material.Kata kunci: Waste Material, Lean Construction, Waste Hierarchy
KAJIAN EFEKTIFITAS PENGGUNAAN LIMBAH KARBIT TERHADAP STABILITAS TANAH LEMPUNG DENGAN PENGUJIAN CBR DAN UCT Muhammad Ridwan
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 6, No 1 (2017): JURNAL TEKNIK SIPIL USU VOLUME 6 NO. 1 TAHUN 2017
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (973.175 KB)

Abstract

ABSTRAK Tanah lempung (Clay) merupakan salah satu jenis tanah yang mungkin perlu dilakukan proses stabilisasi. Stabilisasi tanah adalah suatu cara yang digunakan untuk memperbaiki sifat tanah dasar sehingga tanah dasar tersebut mutunya dapat lebih baik dan dapat meningkatkan kemampuan daya dukung tanah dasar terhadap konstruksi yang akan dibangun diatasnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai index properties akibat penambahan variasi 5%-15% limbah karbit  pada tanah lempung. Kemudian untuk mengetahui nilai kuat tekan maksimum dengan pengujian UCT (Unconfined Compression Test) dan mengetahui nilai CBR (California Bearing Ratio) laboratorium akibat adanya penambahan bahan stabilisasi, serta kadar optimum penambahan limbah karbit. Dari hasil penellitian diperoleh bahwa sampel tanah asli memiliki kadar air 17,89%, berat spesifik 2,65, batas cair (LL) 45,49%, dan indeks plastisitas (PI) 30,30%. Kemudian nilai kuat tekan 1,43 kg/c
ANALISIS PERBANDINGAN KOEFISIEN HARGA SATUAN PEKERJAAN BERDASARKAN KONDISI AKTUAL, SNI, AHSP, DAN ANALISA K (STUDI KASUS: PROYEK PEMBANGUNAN DRAINASE SALURAN LIMBAH TPA TERJUN MARELAN MEDAN) Septiaji Pratama
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 6, No 1 (2017): JURNAL TEKNIK SIPIL USU VOLUME 6 NO. 1 TAHUN 2017
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (601.036 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya koefisien harga satuan pekerjaan di lapangan, membandingkannya dengan SNI, AHSP, dan Analisa K, mengetahui harga satuan pekerjaan yang paling mendekati kondisi lapangan, dan membandingkan rasio harga satuan pekerjaan di lapangan dengan SNI, AHSP, dan Analisa K. Berdasarkan hasil analisis diperoleh nilai koefisien tenaga kerja aktual mandor 0,302; tukang 0,646; pembantu tukang 1,157 untuk membuat 1 m3 beton. Mandor 0,060; tukang 0,090; pembantu tukang 0,160 untuk pekerjaan 10 kg pembesian. Mandor 0,015; tukang 0,028; pembantu tukang 0,044 untuk pekerjaan 1 m2 pembekistingan. Nilai koefisien aktual pembetonan dan pembesian lebih besar dibandingkan dengan SNI, AHSP, dan Analisa K. Namun pada Pembekistingan lebih kecil dibandingkan dengan SNI, AHSP, dan Analisa K. Harga satuan yang paling mendekati kondisi lapangan pada pekerjaan pembetonan dan pembesian adalah AHSP, sementara pada pekerjaan pembekistingan adalah Analisa K. Rasio perbandingan harga satuan pekerjaan pada pekerjaan pembetonan dan pembesian pada kondisi aktual lebih besar dibandingkan dengan SNI, AHSP, dan Analisa K, sementara harga satuan pekerjaan pembekistingan lebih kecil dibandingkan dengan SNI, AHSP, dan Analisa K. Kata Kunci: Man Day, Harga Satuan Pekerjaan, Tempat Pembuangan Akhir
STUDI PERBANDINGAN PENGGUNAAN FLAT PLATE DAN FLAT SLAB DENGAN DROP PANEL PADA STRUKTUR BANGUNAN DITINJAU DARI SEGI VOLUME Stanley Prawira
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 6, No 1 (2017): JURNAL TEKNIK SIPIL USU VOLUME 6 NO. 1 TAHUN 2017
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (673.92 KB)

Abstract

ABSTRAK Flat plate dan flat slab (dengan drop panel) merupakan jenis pelat dua arah tanpa balok yang langsung menumpu pada kolom. Flat plate dan flat slab dapat mengurangi ketinggian struktur dan waktu pengerjaan konstruksi. Namun, flat plate dan flat slab membutuhkan pelat yang lebih tebal dari biasanya untuk mengatasi lendutan dan punching shear. Dalam penelitian ini, suatu struktur beton bertulang 7 lantai akan ditinjau dengan variasi bentang 4, 6, dan 8 m. Dalam permodelan, kolom dianggap sebagai elemen frame, pelat dan drop panel sebagai shell-thin, dan tumpuan dianggap jepit. Analisis dan desain dilakukan dengan bantuan program ETABS 2016 dengan memperhitungkan akibat beban mati, hidup, dan gempa (statik ekuivalen) Hasil analisis menunjukkan diagram momen pada lajur kolom lebih besar daripada lajur tengah. Penggunaan drop panel pada flat slab dapat mereduksi penggunaan beton hingga 8,36% pada 4 m, 6,87% pada 6 m, dan 28,47% pada 8 m. Sedangkan untuk tulangan dapat direduksi 5,67% pada 4 m, 21,21% pada 6 m, dan 43,32% pada 8 m. Kata Kunci: flat plate, flat slab, drop panel, punching shear, lendutan, SNI 2847 2013