cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Teknik Sipil USU
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 574 Documents
ANALISA PERBANDINGAN WAKTU DAN PRODUKTIVITAS PENGECORAN MENGGUNAKANCONCRETE BUCKETDAN CONCRETE PUMPPADA PEMBANGUNAN GEDUNG BERTINGKAT (Studi Kasus: Proyek Pembangunan Apartemen Mansyur Residence) T. Rizky Nanda
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 6, No 1 (2017): JURNAL TEKNIK SIPIL USU VOLUME 6 NO. 1 TAHUN 2017
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1868.536 KB)

Abstract

ABSTRAK Seiring dengan kemajuan teknologi, tentunya dapat membantu mempermudah kelancaran pelaksanaan pembangunan konstruksi saat ini. Salah satunya adalah penggunaan teknologi metode pelaksanaan konstruksi beton pada pembangunan gedung bertingkat. Teknologi ini mengalami perkembangan yang signifikat, baik dari pengolahan bahan campuran beton maupun peralatan pengecorannya. Alat-alat konstruksi memegang peranan penting dalam kelancaran pelaksanaan suatu proyek. Beberapa peralatan pengecoran diantaranya adalah concrete bucket dan concrete pump, keduanya menghasilkan produktivitas yang berbeda, sehingga berpengaruh terhadap waktu pelaksanaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis waktu dan produktivitas peralatan pengecoran beton pada kolom, balok dan plat lantai gedung bertingkat, khususnya pada lantai V, VI dan VII menggunakan concrete bucket dan concrete pump. Hasil analisis menunjukan produktivitas pengecoran dengan menggunakan concrete bucket pada lantai V, VI, VII sebesar 2,67 m3/jam, 2,64 m3/jam, 2,62 m3/jam. Sedangkan dengan menggunakan concrete pump pada lantai V, VI, VII sebesar 8,82 m3/jam, 8,72 m3/jam, 8,46 m3/jam. Dengan perbandingan waktu pengecoran untuk 1 m3 menggunakan concrete bucket dan concrete pump pada lantai V, VI, VII sebesar (22,65 : 6,80) menit, (22,86 : 6,88) menit, (23,04 : 7,09) menit. Hasil analisa regresi dengan menggunakan concrete bucket diperoleh persamaan y = -0,0091x + 2,7856, dan hasil analisa regresi dengan menggunakan concrete pumpdiperoleh persamaan y = -0,0673x + 9,7141.Kata Kunci: alat konstruksi, metode pengecoran, produktivitas, concrete bucket, concrete pump, regresi
ANALISA STRUKTUR GEDUNG KANTOR KEPANDUAN BELAWAN TERHADAP BEBAN GEMPA DENGAN ANALISA PUSHOVER Akhmad Akbar Purba
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 6, No 1 (2017): JURNAL TEKNIK SIPIL USU VOLUME 6 NO. 1 TAHUN 2017
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (806.518 KB)

Abstract

ABSTRAK Perencanaan struktur bangunan gedung tahan gempa merupakan hal yang sangat penting di Indonesia. Untuk itu, bangunan harus direncanakan untuk dapat memberikan kinerja minimal life safety. Salah satu metode analisis yang digunakan adalah analisis pushover. Tujuan analisis pushover adalah untuk memperkirakan gaya maksimum dan deformasi yang terjadi serta untuk mengetahui perilaku keruntuhan bangunan. Analisis Pushover dilakukan menggunakan program SAP2000 untuk mengetahui berapa besar gaya maksimum yang dapat ditahan struktur serta besar perpindahan maksimum struktur. Dengan program SAP2000 juga dapat diketahui level kinerja struktur bangunan tersebut. Penelitian ini mengacu pada SNI 1726-2012, FEMA-440 dan ATC-40. Dari Hasil perhitungan untuk gedung 2 lantai dengan reduksi inersia penampang menghasilkan target perpindahan dari analisis pushover Arah X sebesar 0,0726 dan Arah Y sebesar 0,0688 dan untuk gedung 3 lantai dengan reduksi inersia penampang menghasilkan target perpindahan dari analisis pushover Arah X sebesar 0,0945 m dan Arah Y sebesar 0,0895 m, kedua gedung tersebut memenuhi syarat keamanan SNI 1726-2012. Level kinerja struktur berdasarkan target perpindahan dari metode Koefisien Perpindahan FEMA-440 menunjukkan bahwa pada bangunan gedung 2 lantai berada pada level kinerja Damage Control, dan untuk bangunan gedung 3 lantai berada pada level kinerja Immediate Occupancy. . Kata kunci : analisis pushover, target perpindahan, level kinerja, perilaku keruntuhan, FEMA-440.
ANALISIS PERBANDINGAN CRITICAL GAP PADA U-TURN DENGAN BEBERAPA VARIASI METODE (STUDI KASUS : JL. GAGAK HITAM DEPAN HOME CENTRA MEDAN) Arry Swanto HDS Simanjuntak
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 6, No 1 (2017): JURNAL TEKNIK SIPIL USU VOLUME 6 NO. 1 TAHUN 2017
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (725.891 KB)

Abstract

Abstrak U-turn merupakan salah satu fasilitas putaran balik pada bukaan median sebagai lokasi yang kompleks di jalan raya. Pengendara yang melakukan putaran harus menuggu agar bisa bergabung diarus lawan dengan beberapa pertimbangan yang berkaitan dengan tingkah laku pengendara. Konsep gap acceptance adalah teori untuk mengetahui fasilitas putaran balik saat kendaraan memutar aman dan nyaman dengan menentukan nilai critical gap. Critical gap merupakan salah satu variabel penting dalam gap acceptance. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai critical gap dengan Metode Raff, metode Greenshield, dan metode Acceptance Curve pada mobil penumpang saat melakukan putaran balik pada bukaan median. Metodologi penelitian yang digunakan adalah survey langsung yang dilakukan dengan merekam aktivitas dilokasi penelitian selama 6 jam pada hari senin, selasa, dan rabu. Hasil dari rekaman video kemudian dilakukan pengolahan dan indentifikasi data secara berulang-ulang. Data yang diperoleh dari hasil rekaman adalah volume kendaraan dan waktu gap. Kemudian dianalisis data dengan metode Raff, Greenshield, dan Acceptance Curve. Hasil nilai critical gap terbesar untuk keseluruhan hari dengan menggunakan metode Greenshield adalah sebesar 3,5 detik. Kata Kunci: U-turn, Gap, Gap Acceptance, Critical Gap, Bukaan Median
ANALISA KUAT TEKAN BATAKO DENGAN CAMPURAN SERBUK KACA DAN SILICA FUME William Liang
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 6, No 1 (2017): JURNAL TEKNIK SIPIL USU VOLUME 6 NO. 1 TAHUN 2017
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (807.684 KB)

Abstract

ABSTRAK Saat ini pemikiran para engineer lebih ekonomis dan berdampak positif akan keberlangsungan hidup. Oleh karena itu sedikit demi sedikit para engineer melakukan research bagaimana pengembangan teknologi beton yang dapat memanfaatkan limbah, salah satunya adalah serbuk kaca sebagai pengganti semen. Serbuk kaca yang diambil adalah serbuk kaca lolos ayakan No.200 sebanyak 10% dari berat semen. Benda uji batako dibuat dengan campuran 1:7, kemudian ditambah dengan foaming agent (1:30) dan silica fume (10% dari berat semen). Kemudian akan dilakukan pengujian visual, absorbsi, berat isi, kuat tekan benda uji. Analisis data menggunakan acuan SNI 03 – 0349 – 1989 mengenai Bata Beton untuk Pasangan Dinding. Foaming agent dibuat dengan hand bor dengan mata bor yang telah dimodifikasi. Benda uji menggunakan cetakan batako dengan ukuran 40x20x10 cm. Dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa mutu yang dihasilkan oleh batako masih memenuhi syarat yang ditentukan oleh SNI 03 – 0349 – 1989. Untuk pengujian berat isi didapatkan hasil sebesar 1198 Kg/m3 untuk batako menggunakan silica fume dan foaming agent,dan 1325,5 Kg/m3 untuk batako menggunakan serbuk kaca 10% lolos ayakan no. 200, silica fume dan foaming agent. Untuk pengujian absorpsi didapatkan hasil sebesar 18,416% untuk batako menggunakan silica fume dan foaming agent, dan 16,264% untuk batako menggunakan serbuk kaca 10% lolos ayakan no. 200, silica fume dan foaming agent. Untuk pengujian kuat tekan didapatkan hasil sebesar 84,286 Kg/cm2 untuk batako menggunakan silica fume dan foaming agent, dan 43,429 Kg/cm2 untuk batako menggunakan serbuk kaca 10% lolos ayakan no. 200, silica fume dan foaming agent. Kuat tekan rata-rata benda uji kubus kecil yang menggunakan serbuk kaca 10% lolos ayakan no.200, silica fume dan foaming agent adalah sebesar 40 Kg/cm2. Kuat tekan rata-rata benda uji brequitte yang menggunakan serbuk kaca 10% lolos ayakan no. 200, silica fume dan foaming agent adalah sebesar 32,643 Kg/cm2. Kata Kunci : batako, serbuk kaca, foaming agent, silica fume, kuat tekan, kuat tarik
PENGARUH PENAMBAHAN LIMBAH PLASTIK HDPE SEBAGAI SUBSTITUSI PASIR PADA CAMPURAN BATAKO Vincent Theresa
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 6, No 1 (2017): JURNAL TEKNIK SIPIL USU VOLUME 6 NO. 1 TAHUN 2017
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (965.292 KB)

Abstract

ABSTRAK Indonesia merupakan negara kedua di dunia sebagai penghasil limbah plastik terbanyak yang dibuang ke laut setelah Tiongkok. Sebagian besar dari limbah plastik tersebut merupakan limbah plastik yang berjenis polyethelene. Polyethelene adalah polimer yang terdiri dari rantai panjang monomer etilena. Polyethylene merupakan plastik yang memiliki ciri-ciri antara lain : termoplastis, elastis, tidak tembus air, tidak berbau, sedikit buram dan transparan, tahan benturan dan memiliki daya tahan hingga 135 derajat Celcius. Pada proses pembuatan batako ini digunakan jenis plastik HDPE ( high density polyethylene ) yang telah dibersihkan dan dicacah sebagai substitusi agregat halus. HDPE memiliki sifat bahan yang lebih kuat, keras, buram dan lebih tahan terhadap suhu tinggi. Pada penelitian ini digunakan limbah plastik HDPE sebanyak 0%, 10%, 20%, dan 30% dari berat keseluruhan pasir sebagai substitusi. Pada penelitian ini didapat bahwa batako dengan komposisi 30% plastik HDPE mempunyai berat isi yang paling ringan, tetapi mempunyai daya serap yang paling besar. Sedangkan kuat tekan yang didapat pada batako cenderung semakin menurun seiring dengan bertambahnya cacahan plastik HDPE pada batako. Penurunan kuat tarik rata-rata yang paling signifikan terjadi pada briquette dengan campuran plastik sebesar 10% yaitu 41,91%, dan pada pengujian kuat impak batako dengan campuran plastik HDPE sebesar 10% mengalami penurunan sebesar 4,16%. Kata kunci : polyethylene, HDPE, batako, kuat impak
PENGARUH SEGMEN BOTTLENECK SISTEMATIK TERHADAP KARAKTERISTIK LALU LINTAS (STUDI KASUS: JL. JAMIN GINTING KM 14.5) Kristian Napitupulu
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 6, No 1 (2017): JURNAL TEKNIK SIPIL USU VOLUME 6 NO. 1 TAHUN 2017
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (468.606 KB)

Abstract

Abstrak Permasalahan transportasi yang menyebabkan kemacetan dalam penelitian ini adalah penyempitan jalan (Bottleneck), dimana suatu bagian jalan dengan kapasitas lalu lintas sesudahnya (down stream) lebih kecil dari bagian masuk (up stream), biasanya terjadi di jalur masuk jembatan dan perubahan geometrik seperti 4 lajur 2 jalur menjadi 2 lajur 2 jalur. Penelitian bertujuan mencari model yang merepresentasikan hubungan matematis volume, kecepatan dan kepadatan dengan metode pengambilan data manual count pada lokasi studi Jl. Jamin Ginting km 14,5 dengan 4 jenis model: Greenshield, Greenberg, Underwood dan Bell serta mencari nilai gelombang kejut. Hasil penelilitan ini model Greenshield(R2=0.946338) pada jalan menyempit yang paling menggambarkan nilai variabel independen(kecepatan) terhadap variabel dependen(kepadatan) pada lokasi penelitian dan nilai gelombang kejut jam 13.00-13.15( ), 13.15-13.30( ), 13.30-13.45( ), 13.45-14.00( ), hasil pengamatan panjang antrian maksimum adalah 1,2 km sedangkan  hasil perhitungan yang paling mendekati hasil pengamatan adalah model Greenshield sebesar 0,9 km. Maka model yang sesuai dengan kondisi lapangan adalah model Greenshield. Kata Kunci: Volume, Kecepatan, Kepadatan, Gelombang Kejut, Penyempitan jalan  
ANALISIS FLUKTUASI WAKTU PERJALANAN SAAT JAM SIBUK PADA SORE HARI DI JALAN UTAMA KELUAR KOTA MEDAN (Studi Kasus : 5 Jalan Akses Paling Besar Keluar Kota Medan) Ikuten Tarigan
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 6, No 1 (2017): JURNAL TEKNIK SIPIL USU VOLUME 6 NO. 1 TAHUN 2017
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (391.585 KB)

Abstract

ABSTRAK Pertambahan penduduk di daerah perkotaan berpengaruh besar terhadap perkembangan di berbagai sektor yang mengakibatkan mobilitas penduduk semakin tinggi sehingga berpengaruh terhadap kepadatan lalu lintas. Yang dapat mengakibatkan volume lalu lintas melebihi kapasitas jalan dan terjadi hambatan yang semakin tinggi. Kajian ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui waktu perjalanan kendaraan paling sibuk di 5 jalan akses utama keluar kota medan  pada hari senin, selasa, jumat dan saptu.  Survei waktu perjalanan dilakukan dengan metode Floating Car Method,yaitu metode kendaran mengambang dimana kendaraan menyesuaian kecepatan dengan kecepatan arus kendaraan . Kondisi lalu lintas jam puncak di 5 jalan akses kota medan , dimana waktu paling sibuk  ke arah Tanjung Morawa berada pada hari jumat perjalanan 16,30 dengan kecepatan rata rata 10,87 km/jam, waktu paling sibuk ke arah Belawan berada pada hari sabtu perjalanan 19.30 dengan kecepatan rata rata 18,70  km/jam, waktu paling sibuk ke arah Tembung berada pada hari selasa  perjalanan 18,30 dengan kecepatan rata rata 8,54 km/jam, waktu paling sibuk ke arah Tuntungan berada pada hari jumat perjalanan 18,30 dengan kecepatan rata rata 11,68 km/jam, waktu paling sibuk ke arah Binjai berada pada hari jumat perjalanan 18,30 dengan kecepatan rata rata 6,88 km/jam. Kata kunci : waktu perjalanan, kecepatan rata rata , dan waktu paling sibuk
IDENTIFIKASI FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB REWORK PADA PEKERJAAN KONSTRUKSI (Studi Kasus Pembangunan Apartemen Mansyur Residence) Wahyudi Ali Napitupulu
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 6, No 1 (2017): JURNAL TEKNIK SIPIL USU VOLUME 6 NO. 1 TAHUN 2017
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (351.352 KB)

Abstract

ABSTRAK  Rework sangat sering terjadi dalam dunia konstruksi. Sebaik apapun manajemen suatu pelaksanaan konstruksi, rework tetap tidak dapat dihindari. Hal ini memberikan dampak yang buruk terhadap pelaksanaan konstruksi. Namun, rework bisa diminimalisir dengan melakukan usaha-usaha pencegahan terjadinya rework dengan terlebih dahulu mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya rework tersebut. Dengan melakukan upaya pencegahan rework, maka pembengkakan biaya dan keterlambatan suatu proyek yang merupakan dampak utama rework dapat diminimalisir. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor utama penyebab, intensitas dan cara paling efektif untuk mengurangi rework pada proyek Pembangunan Apartemen Mansyur Residence .  Pada penelitian ini responden yang berpartisipasi adalah sebanyak 14 responden, responden merupakan pihak perusahaan kontraktor, konsultan dan owner pada Pembangunan Apartemen Mansyur Residence. Data responden yang sudah terkumpul diolah dengan program SPSS 16.0 dan akan didapatkan hasil analisis berupa faktor-faktor utama penyebab rework, jenis pekerjaan pada fase konstruksi yang paling berpotensi terjadi rework dan cara efektif untuk menguranginya.  Dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: buruknya koordinasi dokumen merupakan kategori faktor desain dan dokumentasi yang menempati posisi tertinggi sebagai penyebab terjadinya rework. Pekerjaan struktur berada pada posisi tertinggi sebagai pekerjaan yang paling sering terjadi rework. Sedangkan cara yang paling efektif untuk mengurangi rework adalah meningkatkan komunikasi, baik antara atasan dengan bawahan maupun antara pemilik, desainer (konsultan), kontraktor, subkontraktor, dan supplier. Kata Kunci : Rework, desain dan dokumentasi, pekerjaan struktur, koordinasi
ANALISA KAPASITAS BUKAAN MEDIAN (U-TURN) Mien Sinaga
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 6, No 1 (2017): JURNAL TEKNIK SIPIL USU VOLUME 6 NO. 1 TAHUN 2017
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (413.586 KB)

Abstract

ABSTRAK Bukaan median sering digunakan sebagai fasilitas kendaraan untuk memutar menuju arus sebaliknya. Ketika kendaraan hendak melakukan putaran sering harus menunggu untuk tersedianya gap yang aman pada arus mayor. Hal ini mempengaruhi kinerja daripada fasilitas tersebut untuk memenuhi kebutuhan kendaraan terutama nilai kapasitas bukaan median. Dalam MKJI belum ada ditetapkan bagaimana mencari nilai kapasitas bukaan median sedangkan dalam HCM 2000 ditentukan bagaimana menentukan nilai kapasitas dihubungkan dengan nilai gap yang tersedia pada lalu lintas arus kendaraan.Untuk itu dalam penelitian ini, demi mendapatkan data yang valid, pengambilan data dari lapangan dilakukan dengan melakukan rekaman video sebanyak 3 kali selama periode waktu pagi, siang, dan malam, berlokasi di Jl. A. H. Nasution, sekitar Simpang Pos. Data yang sudah diperoleh akan diolah dengan metode rata-rata dan metode regresi Siegloch.Hasil yang diperoleh dari penelitian nilai gap kritis berdasarkan metode rata-rata adalah 8806 detik pagi hari, 8,368 detik siang, dan 9,385 detik malam. Dengan metode Siegloch diperoleh hasil 7,525 detik di pagi, 7,2 detik di siang, dan 8,89 detik di malam. Untuk waktu follow-up dengan metode rata-rata adalah 8,174 detik pagi, 9,44 detik siang, dan 8,866 detik malam. Dengan metode Siegloch diperoleh nilai follow-up sebesar 2,05 detik pagi, 2,8 detik di siang, dan 2,58 detik malam. Nilai kapasitas diperoleh dengan metode rata-rata adalah 32 smp/30 menit di pagi hari, 70 smp/30 menit di siang hari, dan 62 smp/30 menit di malam hari. Sedangkan dengan metode Siegloch diperoleh nilai kapasitas sebesar 143 smp/30 menit, 92 smp/30 menit, dan 80 smp/30 menit. kata kunci : putaran balik, gap kritis, follow-up, kapasitas 
ANALISA PENJADWALAN PROYEK DENGAN TIME SCHEDULE KURVA S, PRECEDENCE DIAGRAM METHOD (PDM), DAN RANKED POSITIONAL WEIGHT METHOD (RPWM) (Studi Kasus: Proyek Pembangunan Museum Deli Serdang - Lubuk Pakam) Putri D. S Situmorang
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 6, No 1 (2017): JURNAL TEKNIK SIPIL USU VOLUME 6 NO. 1 TAHUN 2017
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (282.208 KB)

Abstract

ABSTRAK Setiap proyek konstruksi pada umumnya mempunyai rencana pelaksanaan dan jadwal pelaksanaan tertentu, kapan pelaksanaan proyek tersebut harus dimulai, kapan proyek tersebut harus diselesaikan, bagaimana proyek tersebut akan dikerjakan, serta  bagaimana penyediaan sumber dayanya. Sumber daya yang dimiliki perusahaan dalam melaksanakan aktivitas proyek adalah terbatas. Dengan keterbatasan-keterbatasan sumber daya tersebut, diperlukan suatu perencanaan yang matang dan baik sebagai pedoman dalam melaksanakan proyek agar dapat menggunakan sumber daya secara efisien.    Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas Precedence Diagram Method dan Ranked Positional Weight Method dalam merencanakan penjadwalan proyek yang optimal dengan proses alokasi dan perataan sumber daya dan membandingkannnya dengan time schedule awal proyek. Penelitian dilakukan pada Proyek Pembangunan Gedung Museum Deli Serdang – Lubuk Pakam dan penjadwalan proyek awal dilakukan dengan menggunakan kurva S. Program Microsoft Project digunakan sebagai alat bantu pemrosesan dan visualisasi hasil penjadwalan PDM dan RPWM.  Hasil analisa menunjukkan bahwa dari segi waktu solusi yang lebih optimal diperoleh dari penjadwalan dengan RPWM. Durasi proyek yang dihasilkan penjadwalan RPWM lebih cepat 5 hari dibandingkan dengan penjadwalan PDM maupun durasi awal proyek. Sementara dari segi biaya proyek, dari kedua metode ini diperoleh biaya yang lebih optimal dibanding biaya awal proyek. Akan tetapi penjadwalan PDM lebih mampu menghemat biaya proyek sebesar Rp 62.349.258,- dibandingkan dengan penjadwalan RPWM. Kata Kunci: precedence diagram method, PDM, ranked positional weight method, RPWM