cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Teknik Sipil USU
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 574 Documents
ANALISA KINERJA SIMPANG BERSINYAL PADA JAM PUNCAK (PEAK HOUR) (Studi Kasus : Simpang Jalan Jenderal A.H. Nasution – Jalan Karya Jaya Medan) Yanti Embarina Ginting
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 6, No 1 (2017): JURNAL TEKNIK SIPIL USU VOLUME 6 NO. 1 TAHUN 2017
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (555.137 KB)

Abstract

ABSTRAK Sejalan dengan pesatnya perkembangan kota, tuntutan lalu lintas yang semakin padat, dan permintaan masyarakat terhadap kendaraan yang semakin besar memerlukan perhatian maupun penilaian kerja untuk kondisi persimpangan. Tidak seimbangnya jumlah lalu lintas dengan lebar efektif jalan, rendahnya tingkat pelayanan, pendeknya waktu hijauakan menyebabkan tundaan serta antrian lalu lintas pada persimpangan. Perencanaan pengaturan fase dan waktu siklus optimum ditujukan untuk menaikkan kapasitas persimpangan dan sedapat mungkin menghindari terjadinya konflik lalu lintas. Sebagaimana hal tersebut diatas, dicoba untuk mengadakan studi mengenai fase dan waktu siklus optimum pada persimpangan bersinyal. Studi ini menggunakan metode pendekatan dari MKJI (Manual Kapasitas Jalan Indonesia) dengan meninjau persimpangan “Simpang Jalan Jenderal A.H.Nasution – Jalan Karya Jaya Medan)” perolehan data dilapangan waktu siklus 72 detik dengan pengaturan 3 fase early cut off. Setelah perhitungan dilapangan didapat, nilai derajat kejenuhan untuk tiap pendekat yaitu 0,86 dan tundaan simpang rata-rata 36,5 det/smp dengan tingkat pelayanan D. Kata kunci : analisa simpang bersinyal, MKJI 1997, nilai derajat kejenuhan, tundaan simpang
PENGARUH PENAMBAHAN ZEOLIT SEBAGAI SUBSTITUSI SEMEN TERHADAP SIFAT MEKANIK BETON ( STUDI EKSPERIMENTAL ) Agita Marsaulina Simanjuntak
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 7, No 1 (2018): Jurnal Teknik Sipil USU Volume 7, No.1, Tahun 2018
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (488.094 KB)

Abstract

ABSTRAK Beton merupakan bahan yang sering digunakan dalam membuat bangunan- bangunan sipil. Sifat beton sendiri akan mengalami penurunan kekuatan akibat adanya bahan tambah semen, agregat, dan adanya pori-pori. Pengurangan faktor air semen (fas) dan penambahan additive sering digunakan untuk memodifikasi komposisi beton dan mengurangi porositas. Pada penelitian ini, penggunaan semen pada beton di substitusi dengan zeolit. Zeolit merupakan suatu mineral yang terdapat di alam. Kemampuan zeolit untuk menahan air di dalam pori-porinya dan melepaskannya secara terkontrol akan sangat bermanfaat pada proses pengerasan beton. Jumlah sampel yang akan diuji adalah 48 sampel. Mutu beton yang akan direncanakan adalah 30 MPa dan akan mengalami pengujian dalam jangka waktu  selama 7 hari dan 28 hari. Pada sampel akan dilakukan pengujian kuat tekan, tarik belah, dan absorbsi. Analisis data menggunakan acuan SNI 03-6815-2002 mengenai Tata Cara Mengevaluasi hasil Uji Kekuatan Beton.Dari hasil penelitian diperoleh kuat tekan tertinggi terdapat pada pengunaan zeolit 10% yaitu 34.34 MPa  pada 28 hari sementara pada beton normal memiliki nilai kuat tekan yakni 31.59 MPa pada 28 hari.Hasil penelitian menunjukkan kuat tarik belah tertinggi substitusi zeolit 15% memiliki nilai kuat tarik yaitu 7.3  MPa  pada 28 hari sementara pada beton normal memiliki nilai kuat tarik yakni 8.59 MPa pada 28 hari. Hasil penelitian pada absorpsi menunjukkan subsitusi zeolit  sebesar 15% memiliki nilai absorbsi tertinggi yaitu 0.602 % pada 28 hari. sementara pada beton normal memiliki nilai absorbsi yakni 0.36% pada 28 hari .  Kata kunci : Zeolit, kuat tekan, Tarik Belah, Absorpsi
PENGARUH PENAMBAHAN ZEOLIT SEBAGAI SUBSTITUSI SEMEN TERHADAP SIFAT MEKANIK BETON ( STUDI EKSPERIMENTAL ) Agita Marsaulina Simanjuntak
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 8, No 1 (2019): Jurnal Teknik Sipil USU Volume 8, No. 1 Tahun 2019
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (732.868 KB)

Abstract

ABSTRAK Beton merupakan bahan yang sering digunakan dalam membuat bangunan- bangunan sipil. Sifat beton sendiri akan mengalami penurunan kekuatan akibat adanya bahan tambah semen, agregat, dan adanya pori-pori. Pengurangan faktor air semen (fas) dan penambahan additive sering digunakan untuk memodifikasi komposisi beton dan mengurangi porositas. Pada penelitian ini, penggunaan semen pada beton di substitusi dengan zeolit. Zeolit merupakan suatu mineral yang terdapat di alam. Kemampuan zeolit untuk menahan air di dalam pori-porinya dan melepaskannya secara terkontrol akan sangat bermanfaat pada proses pengerasan beton. Jumlah sampel yang akan diuji adalah 48 sampel. Mutu beton yang akan direncanakan adalah 30 MPa dan akan mengalami pengujian dalam jangka waktu  selama 7 hari dan 28 hari. Pada sampel akan dilakukan pengujian kuat tekan, tarik belah, dan absorbsi. Analisis data menggunakan acuan SNI 03-6815-2002 mengenai Tata Cara Mengevaluasi hasil Uji Kekuatan Beton.Dari hasil penelitian diperoleh kuat tekan tertinggi terdapat pada pengunaan zeolit 10% yaitu 34.34 MPa  pada 28 hari sementara pada beton normal memiliki nilai kuat tekan yakni 31.59 MPa pada 28 hari.Hasil penelitian menunjukkan kuat tarik belah tertinggi substitusi zeolit 15% memiliki nilai kuat tarik yaitu 7.3  MPa  pada 28 hari sementara pada beton normal memiliki nilai kuat tarik yakni 8.59 MPa pada 28 hari. Hasil penelitian pada absorpsi menunjukkan subsitusi zeolit  sebesar 15% memiliki nilai absorbsi tertinggi yaitu 0.602 % pada 28 hari. sementara pada beton normal memiliki nilai absorbsi yakni 0.36% pada 28 hari .  Kata kunci : Zeolit, kuat tekan, Tarik Belah, Absorpsi
PENGARUH PROPORSI SEPEDA MOTOR DALAM PERHITUNGAN PANJANG ANTRIAN PADA SIMPANG BERSINYAL DENGAN SOFTWARE VISSIM ( Studi Kasus : Simpang Jl. Setia Budi – Jl. Ringroad dan Simpang Jl. Pulau Pinang – Jl. Ahmad Yani di Kota Medan ) Albert Purba
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 7, No 1 (2018): Jurnal Teknik Sipil USU Volume 7, No.1, Tahun 2018
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (638.529 KB)

Abstract

ABSTRAK Model simulasi lalu lintas merupakan sebuah pendekatan yang efektif untuk menganalisis operasi lalu lintas. Sehingga bisa menghasilkan output yang relatif mendekati kondisi nyata. Sehingga nanti terlihat bagaimana model simulasi yang ada apakah efektif digunakan di Indonesia khususnya Kota Medan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh proporsi sepeda motor terhadap panjang antrian yang kemudian dilakukan pemodelan dengan  menggunakan Sofware Vissim. Data diperoleh dari pengamatan langsung dengan merekam aktivitas di lokasi penelitian dan menghitung secara langsung panjang antrian dilapangan. Hasil dari rekaman video kemudian dilakukan pengolahan dan indentifikasi data secara berulang-ulang. Data yang diperoleh dari hasil rekaman adalah volume dan jenis kendaraaan. Dari pengolahan data di lapangan diperoleh proporsi sepeda motor terbesar sebagai berikut : Jalan Pulau Pinang = 67.593 %, Jalan Ahmad Yani = 73.977%, Jalan Setia Budi Utara = 69.751 %, Jalan Setia Budi Selatan = 71.111 %. Berdasarkan survey dilapangan dan hasil simulasi Visim disimpulkan bahwa nilai panjang antrian maksimum dari Jalan Pulau Pinang 192 m dan 267.14 m. Jalan Ahmad Yani 290 m dan 375.210 m. Jalan Setia Budi Utara 233 m dan 489.480 m. Jalan Setia Budi Selatan 230 m dan 477.914 m. Hasil pengolahan data di lapangan dan di vissim untuk panjang antrian rata-rata : Jalan Pulau Pinang 64.531 m dan 152.731 m. Jalan Ahmad Yani 122.544 m dan 234.676 m. Jalan Setia Budi Utara 129.915 m dan 339.579 m. Jalan Setia Budi Selatan 81.319 m dan 181.370  m. Sehingga terlihat jelas  perbedaan yang signifikan antara simulasi dan hasil nyata di lapangan untuk hasil panjang antrian. Hasil analisis menunjukan bahwa penggunaan Software Vissim kurang efektif digunakan di persimpangan yang ditinjau. Kata Kunci : proporsi, panjang antrian, sepeda motor, software vissim
Analisis dan Eksperimental Penggunaan CFRP Tipe Wrap pada Perkuatan Lentur Balok Beton Andrew Agaton Pakpahan
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 7, No 1 (2018): Jurnal Teknik Sipil USU Volume 7, No.1, Tahun 2018
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (630.019 KB)

Abstract

Abstrak. Sekarang, struktur beton bertulang sangat umum digunakan pada bangunan karena lebih murah dari struktur baja. Namun pada kenyataannya banyak struktur beton yang rusak, sehingga ada beberapa cara untuk mengatasi masalah ini, dengan memberikan perkuatan Fiber Reinforced Polymer (FRP). Dalam penelitian ini, peneliti membahas perbandingan kuat lentur balok beton bertulang menggunakan Fiber Reinforced Polymer (FRP). Dalam hal ini peneliti menggunakan Carbon Fiber Reinforced Polymer (CFRP) Tipe Wrap sebagai perkuatan eksternal. Dimensi balok berukuran 15 x 25 cm dengan panjang 320 cm. Berdasarkan hasil analisis, kekuatan balok dengan CFRP adalah 2,213 kali kekuatan awalnya. Berdasarkan hasil pengujian diperoleh kekuatan balok CFRP adalah 1,5 kali kekuatan awalnya. Berdasarkan hasil pengujian ini, dapat disimpulkan bahwa perkuatan balok dengan CFRP mampu menghambat retakan awal juga menahan kekuatan tarik dan lentur lebih besar daripada balok yang tidak diberi perkuatan.. Kata kunci : balok beton bertulang,CFRP,kuat lentur, lendutan, perkuatan eksternal,  retrofitting
ANALISIS PERBANDINGAN BIAYA DAN WAKTU METODE PELAKSANAAN BETON IN SITU DENGAN PRE CAST (STUDI KASUS : PEKERJAAN ABUTMEN TRESTLE GIRDER PROYEK TERMINAL MULTI PURPOSE DERMAGA KUALA TANJUNG Andrew S.E Purba
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 7, No 1 (2018): Jurnal Teknik Sipil USU Volume 7, No.1, Tahun 2018
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (839.888 KB)

Abstract

Abstrak Dalam Pelaksanaan proyek konstruksi ada beberapa metode pelaksanaan pembetonan yang dipakai seperti pembetonan in situ yang mana dalam pelaksanaannya dilakukan pengecoran di lokasi proyek sehingga membutuhkan waktu yang cukup lama dan bekisting yang cukup banyak. Selain itu terdapat juga metode pelaksanaan pembetonan pre cast yang pada dasarnya sama seperti beton konvensional tetapi proses produksi pembetonannya dilakukan di tempat khusus produksi pre cast kemudian dibawa ke lokasi proyek dan di pasang menjadi beton hingga menjadi satu kesatuan struktur yang utuh. Jadi tidak memerlukan waktu yang terlalu lama dan dianggap lebih efisien. Penelitian kali ini bertujuan membandingkan biaya dan waktu metode pelaksanaan pembetonan in situ dan pre cast pada salah satu abutmen jembatan Proyek Terminal Multi Purpose Kuala Tanjung menggunakan data yang diperoleh berupa data gambar, harga bahan, upah dan peralatan. Dan dari hasil analisa perhitungan maka didapat hasil metode pelaksanaan pembetonan pada salah satu abutmen jembatan tersebut adalah bahwa dengan pembetonan in situ membutuhkan waktu pelaksanaan 7 hari dengan total biaya Rp.807.867.550,-, dan dengan pembetonan pre cast membutuhkan waktu pelaksanaan 5 hari dengan total biaya Rp.612.345.190,-. Sehingga dari penelitian tersebut didapati hasil perbandingan bahwa metode pelaksanaan pembetonan pre cast lebih efisien dengan perbandingan harga lebih murah Rp.195.552.360,- yaitu sekitar 24 % dan waktu lebih cepat 2 hari atau sekitar 28,57 % untuk pekerjaan satu abutmen jembatan.  Kata kunci : Abutmen, in situ, pre cast, biaya, waktu
EVALUASI KINERJA PENYALURAN AIR DI DAERAH IRIGASI PAYA SORDANG KECAMATAN PADANGSIDIMPUAN TENGGARA KABUPATEN TAPANULI SELATAN Andri Kurnia Nasution
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 7, No 1 (2018): Jurnal Teknik Sipil USU Volume 7, No.1, Tahun 2018
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (696.154 KB)

Abstract

ABSTRAK Irigasi berperan meningkatkan produksi tanaman, dengan cara mengatur, menyediakan kebutuhan air bagi tanaman. Kebutuhan air bagi tanaman  dipengaruhi oleh kehilangan air yang diakibatkan  penurunan kinerja jaringan irigasi. Untuk itu diperlukan sistem irigasi yang baik agar kebutuhan air bagi tanaman dapat terpenuhi. Kehilangan air yang terjadi pada saluran irigasi dapat mempengaruhi efisiensi kebutuhan air yang diperlukan oleh tanaman. Untuk meningkatkan produksi tanaman dapat juga dilakukan dengan cara mengoptimalkan lahan yang tersedia sehingga penggunaan lahan menjadi lebih efektif. Lokasi studi penelitian berada di Daerah Irigasi Paya Sordang Kecamatan Padangsidimpuan Tenggara , Kabupaten Tapanuli Selatan. Analisa kebutuhan air irigasi dilakukan dengan menggunakan metode F.J.Mock, dari analisis kebutuhan air irigasi didapat besarnya debit andalan DAS Batang Angkola sehingga diperoleh pola dan masa tanam yang baik. Dari pengukuran debit dapat diketahui efisiensi pada saluran irigasi. Sedangkan untuk menghitung efektifitas lahan dilakukan dengan cara membagi luas areal yang terairi dengan luas rancangan. Berdasarkan penelitian ini debit andalan adalah sebesar 17.75 m3/det dan kebutuhan air adalah sebesar 0,90 lt/dt/ha. Pola tanam yang harus digunakan adalah padi-padi-palawija dengan masa tanam awal Agustus. Efisiensi pada jaringan sekunder sebesar 91,1962 %, efisiensi ini sudah memenuhi efisiensi yang ditetapkan dalam Kriteria perencanaan Irigasi yaitu untuk saluran sekunder Efisiensinya 90 %. Dari hasil penelitian di dapat bahwa Irigasi Paya Sordang saat ini kurang efektif. Ini terlihat dari awal rencana luas irigasi yang sebesar 1.232 ha dan yang dapat teraliri hanya 940 ha, sehingga efektifitas pada irigasi Paya Sordang hanya sebesar 76.299 %.  Kata kunci: Analisis Kebutuhan Air, debit andalan, Efisiensi, Efektifitas.
ERENCANAAN TULANGAN GESER DENGAN VARIASI END BLOCK PADA BETON PRATEGANG Asafin Napitupulu
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 7, No 1 (2018): Jurnal Teknik Sipil USU Volume 7, No.1, Tahun 2018
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (760.841 KB)

Abstract

ABSTRAK Daerah end block atau Anchorage zone memiliki konsentrasi tegangan yang sangat tinggi dan sangat berpotensi terjadinya bahaya retak. Diperluakan analisa khusus pada penulangan ujung balok  untuk memikul gaya pencar (bursting), belah dan pecah (spalling) yang timbul akibat pengangkuran tendon. Tendon yang ditinjau merupakan tendon lurus dan tendon melengkung (drapped). Untuk mengukur tegangan-tegangan yang cukup rumit, metode analisis linear yang diberikan oleh Guyon, Magnel, dan Zeilensky dan Roe cukup dapat digunakan untuk memahami tingkat tegangan yang terjadi pada end block.  Namun, metode-metode seperti diberikan T.Y Lin dan SNI dapat memberikan desain yang lebih aktual. Penulangan pada landasan ujung berdasarkan PCI girder turut memperkuat perencanaan tulangan geser pada variasi ujung solid maupun dapped. Pada pengaplikasiannya T.Y Lin dapat memberikan  jumlah tulangan geser yang lebih efisien dibandingkan metode SNI (strut and tie), Penulangan pada landasan berujung Dapped juga memerlukan tulangan yang lebih rumit dibandingkan ujung solid. Penulangan geser pada landasan ini merupakan penjumlahan gaya lintang akibat pembebanan total ditambah gaya proyeksi kabel prategang terhadap arah sumbu Y vertical. Kata Kunci : endblock, Tulangan geser, Tendon melengkung, Tendon lurus, ujung solid, dapped end, Magnel, Guyon, Zielinsky and Rowe, Strut and Tie, T.Y lin, PCI girder
PENGEMBANGAN BATA BETON (PAVING BLOCK) MENGGUNAKAN ABU VULKANIK ERUPSI GUNUNG SINABUNG YANG DIBERIKAN PEMBEBANAN SELAMA 90 HARI (STUDI EKSPERIMENTAL) Bambang Nurdiansyah
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 7, No 1 (2018): Jurnal Teknik Sipil USU Volume 7, No.1, Tahun 2018
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (758.238 KB)

Abstract

ABSTRAK  Berdasarkan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Gunung Sinabung sendiri hingga kini masih berstatus awas yang tentunya dapat meletus sewaktu-waktu dan menyemburkan banyak material vulkanik yang nantinya mengakibatkan berlimpahnya material abu vulkanik di daerah Gunung Sinabung. Bagaimana cara pengoptimalan limbah abu vulkanik inilah yang perlu dipikirkan bagi para ilmuwan. Pada penelitian ini, debu vulkanik yang diperoleh dari Gunung Sinabung digunakan sebagai subtitusi agregat halus pada pembuatan bata beton (paving block). Variasi yang digunakan adalah 0%, 25%, 50%, dan  75%  dari berat awal agregat halus yang digunakan. Hasil penelitian menunjukkan besar kuat tekan optimum yaitu 25,2 Mpa pada paving block dengan subtitusi tambahan 50% abu vulkanik, daya serap maksimum sebesar 5,998% pada paving block normal, dan besarnya keausan maksimum adalah 0,412 mm/menit pada paving block dengan subtitusi tambahan 50% abu vulkanik. Hasil tersebut menunjukkan bahwa paving block abu vulkanik dapat dikategorikan bata beton mutu B yang digunakan sebagai peralatan parkir sesuai SNI 03-0691-1996.  Kata Kunci : paving block, abu vulkanik, kuat tekan
ANALISIS DAN EKSPERIMENTAL PENGARUH PENGAWETAN BORAKS TERHADAP KUAT TEKUK PADA KOLOM KAYU Cindy Chandra
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 7, No 1 (2018): Jurnal Teknik Sipil USU Volume 7, No.1, Tahun 2018
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (661.756 KB)

Abstract

Abstrak : Kondisi lingkungan mempengaruhi kualitas dari kayu, sehingga alasan ini menjadi penyebab utama perlunya dilakukan pengawetan terhadap kolom kayu. Salah satu bahan pengawet yang dapat digunakan yaitu boraks.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pengawetan kolom kayu dengan variasi konsentrasi boraks sebesar 10% , 20% dan 30% terhadap kuat tekuk pada kolom kayu. Pengujian ini menggunakan metode eksperimen dengan proses perendaman dingin  terhadap kolom kayu struktural dengan ukuran penampang 5x5 cm² dengan bentang 200 cm yang terdiri dari 4 jenis sampel dengan masing-masing jenis terdiri dari 3 buah sampel. Sampel pertama adalah  kolom kayu tanpa pengawetan, sampel kedua merupakan kolom kayu dengan pengawetan boraks 10%, sampel ketiga merupakan kolom kayu dengan pengawetan boraks 20% dan yang keempat adalah kolom kayu dengan pengawetan boraks 30%. Proses perendaman dilakukan selama 10 hari. Dari hasil eksperimen diperoleh bahwa peningkatan beban maksimum yang dapat dipikul oleh sampel dengan konsentrasi boraks 10% , 20% dan 30 % mengalami peningkatan terhadap kolom kayu yang tidak diawetkan berturut-turut yaitu sebesar 9,449% ; 21,950% dan 35,073%  Kata kunci: Pengawetan Kayu, Boraks, Rendaman Dingin, Tekuk Kolom Kayu