cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Teknik Sipil USU
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 574 Documents
Kualifikasi Pengetahuan Dan Keterampilan Pekerja Konstruksi Non-Sertifikasi Berdasarkan SKKNI Pada Proyek Perumahan Di Wilayah Medan Artika Ulfa Harahap
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 6, No 1 (2017): JURNAL TEKNIK SIPIL USU VOLUME 6 NO. 1 TAHUN 2017
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (329.926 KB)

Abstract

Abstrak Salah satu hal yang mempengaruhi keberhasilan dan kelancaran suatu proyek konstruksi adalah pekerja atau tukang pada proyek konstruksi itu sendiri. Tukang yang diharapkan adalah tukang yang berpengetahuan dan terampil. Penyelenggaraan sertifikasi tukang diharapkan dapat menjadikan tukang yang lebih berkualitas dibandingkan tukang yang belum menjalani proses sertifikasi. Namun tukang yang memiliki sertifikat keterampilan masih tergolong sedikit, tetapi bukan berarti kurangnya keahlian dan keterampilan mereka karena bisa saja disebabkan karena proses sertifikasi yang rumit atau terkendala dalam biaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur dan mengetahui tingkat pengetahuan dan keterampilan tukang kayu dan tukang batu nonsertifikasi berdasarkan SKKNI serta faktor terbesar apakah yang menyebabkan tukang tidak mengikuti uji sertifkasi tukang. Penelitian dilakukan dengan cara menyebarkan kuisioner kepada 30 tukang kayu dan 30 tukang batu di 4 proyek perumahan di Wilayah Medan, yaitu Villa Wisata, Johor Riverside, Givency One, dan Karya Kasih Mansion. Hasil survey menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan dan keterampilan tukang kayu dan tukang batu tergolong baik dan faktor terbesar yang menyebabkan tukang tidak mengikuti uji sertifikasi adalah ketidaktahuan tukang mengenai uji sertifikasi tukang. Kata Kunci : pengetahuan, keterampilan, tukang kayu konstruksi, tukang batu, non-sertifikasi, SKKNI
PERBANDINGAN DAYA DUKUNG PONDASI TIANG PANCANG METODE ANALITIS DAN LOADING TEST TERHADAP METODE ELEMEN HINGGA MENGGUNAKAN MODEL MOHR-COULOMB DAN SOFT SOIL PADA BORE-HOLE I (STUDI KASUS PEMBANGUNAN RUSUNAWA JATINEGARA BARAT JAKARTA TIMUR) Ary Pardomuan Silitonga
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 6, No 1 (2017): JURNAL TEKNIK SIPIL USU VOLUME 6 NO. 1 TAHUN 2017
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1429.078 KB)

Abstract

ABSTRAK Perencanaan pondasi yang benar adalah apabila beban yang diteruskan pondasi ke tanah tidak melewati kekuatan tanah yang ada. Penelitian pada Proyek Rusunawa Jatinegara Barat ini dilakukan perhitungan nilai daya dukung aksial pondasi tiang pancang berdasarkan data SPT dan uji laboratorium. Analisis juga dilakukan pada loading test yang akan dibandingkan dengan perhitungan metode elemen hingga (MEH) menggunakan pemodelan Soft Soil dan Mohr-Coulomb. Hasil perhitungan menunjukkan daya dukung ultimate secara analitis berdasarkan SPT sebesar 331,730 Ton dan uji laboratorium sebesar 631,770 Ton. Berdasarkan data loading test menggunakan 3 metode menghasilkan daya dukung ultimate, diantaranya Metode Davisson (250 Ton), Metode Mazurkiewicz (350 Ton), dan Metode Chin (312,7 Ton). Sementara pada analisis menggunakan MEH menghasilkan daya dukung ultimate sebesar 493,82 Ton untuk pemodelan tanah Mohr-Coulomb dan 477,47 Ton untuk pemodelan Soft Soil+Mohr-Coulomb. Nilai efisiensi kelompok tiang menggunakan 4 metode, diantaranya Metode ConverseLabarre (69,275%), Metode Los Angeles Group (59,066%), Metode Sheiler-Keeney (62,427%) dan Metode Feld (54,167%). Daya dukung ultimate lateral tiang menggunakan metode Broms sebesar 27,199 Ton secara analitis, dan 25,488 Ton secara grafis. Pada MEH, Pemodelan Soft Soil+Mohr-Coulomb menghasilkan besar penurunan yang lebih kecil yaitu 18,650 mm dibandingkan Mohr-Coulomb sebesar 18,770 mm. Berdasarkan analisis yang dilakukan, tiang pondasi aman karena telah memenuhi syarat dalam perhitungan daya dukung pondasi berdasarkan beban rencana. Besar penurunan yang terjadi lebih kecil dari penurunan yang diijinkan sebesar 25,400 mm sesuai ASTM D.1143-81. Kata Kunci: Kapasitas Daya dukung, Tiang Pancang, SPT, Laboratorium, Loading Test, Metode Elemen Hingga
IDENTIFIKASI UPAYA UNTUK MEMINIMALISIR KECELAKAAN KERJA PADA KEGIATAN KONSTRUKSI BANGUNAN GEDUNG THE MANHATTAN MEDAN Benny Wirawan
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 6, No 1 (2017): JURNAL TEKNIK SIPIL USU VOLUME 6 NO. 1 TAHUN 2017
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (234.224 KB)

Abstract

Abstrak Dalam suatu proyek konstruksi, kecelakaan adalah salah satu faktor penting. Apabila risiko tentang kecelakaan yang berupa manajemen dipahami dan dijalankan dengan disiplin dan merata. Maka kecelakaan bisa diminimalisir agar tidak mengakibatkan kerugian proyek. Tujuan dari Tugas Akhir ini adalah untuk mengetahui manajemen pihak kontraktor dalam usaha pencegahan kecelakaan kerja di lapangan, mengetahui dampak penyelenggaraan manajemen K3 kepada para pekerja, serta mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi pencegahan kecelakaan kerja pada proyek The Manhattan Medan. Data yang diperoleh nantinya akan diolah dalam program SPSS. Dari hasil perhitungan SPSS didapati dampak penyelenggaraan manajemen K3 kontraktor terhadap pekerja pada proyek The Manhattan Medan mencapai 64.1%. Nilai ini ditunjukkan oleh R Square sebesar 0.641. Kemudian ditemukan sebanyak 7 faktor yang menurut peneliti merupakan faktor yang paling mempengaruhi secara signifikan terhadap minimnya kecelakaan pada proyek The Manhattan Medan. Kata Kunci : Manajemen Kontraktor, K3, SPSS
Pengaruh Substitusi Fly Ash Terhadap Semen Dan Bottom Ash Terhadap Agregrat Halus Dalam Sifat Mekanik Beton SCC (Self Compacting Concrete) Dicky Yongko
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 6, No 1 (2017): JURNAL TEKNIK SIPIL USU VOLUME 6 NO. 1 TAHUN 2017
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (325.534 KB)

Abstract

Abstrak Beton SCC merupakan varian beton yang memiliki tingkat derajat pengerjaan (workability) tinggi dan juga memiliki kekuatan awal yang besar, sehingga membutuhkan faktor air semen yang rendah. Pada penelitian ini ingin mengetahui pengaruh substitusi Fly Ash dan Bottom ash terhadap sifat mekanik beton SCC. Superplasticizer dicampurkan dengan kadar 1,5 % dari berat semen ,sedangkan  Fly Ash dengan variasi 5%, 10%,dan 15% dari berat semen, serta bottom ash dengan variasi 5%, 10%, 15% dari berat agregat halus . Metode pengujian SCC pada kondisi segar mengacu pada ketentuan EFNARC. Pengetesan kuat tekan , absorbsi dan kuat tarik belah pada umur 28 hari. Benda uji silinder dengan diameter 15cm dan tinggi 30cm sebanyak 72 buah dengan mutu rencana 40 MPa. Dari hasil pengujian didapatkan nilai kuat tekan terbesar pada penelitian ini terdapat pada campuran fly ash  15% dan Bottom Ash 15% yaitu sebesar  50,41 MPa (kenaikan 26,025 % dari mutu rencana). Penyerapan air (Absorbsi) terbesar pada penelitian ini terdapat pada beton SCC substitusi flyash 15% dan bottom ash 15% yaitu sebesar 2,01% Nilai kuat tarik belah terbesar terjadi pada substitusi fly ash dan bottom ash 15% dengan nilai kuat tarik belah sebesar 4,44 MPa, maka dari itu subsitusi fly ash dan bottom ash tidak mempengaruhi kuat tarik belah beton. Agar campuran beton dapat dikategorikan beton SCC harus diperhatikan pemilihan materialnya yang sesuai dengan yang diisyaratkan agar dapat memenuhi kriteria Filling ability , pasiing ability dan ketahanan terhadap segregasi. Kata kunci : Beton SCC, Fly Ash, Bottom Ash, Semen, Pasir.
ANALISA SISA MATERIAL KONSTRUKSI DENGAN MENGGUNAKAN METODE FAULT TREE ANALYSIS (STUDI KASUS: PEMBANGUNAN GEDUNG KANTOR JASA ASURANSI INDONESIA DI PEMATANG SIANTAR) Dirga Putra Sitepu
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 6, No 1 (2017): JURNAL TEKNIK SIPIL USU VOLUME 6 NO. 1 TAHUN 2017
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (419.697 KB)

Abstract

ABSTRAK Pada pelaksanaan sebuah proyek konstruksi material konstruksi merupakan salah satu komponen penting dalam menentukan besarnya biaya suatu proyek, namun pada pelaksanaan suatu proyek tidak dapat dihindari munculnya sisa material konstruksi. Semakin besar sisa material yang terdapat pada pelaksanaan suatu proyek maka semakin tidak efisien penggunaan material dalam proyek tersebut.Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui jenis-jenis material yang memiliki volume dan biaya sisa material yang dominan. Sampel penelitian ini adalah consumable material pada Proyek Pembangunan Gedung Kantor Jasa Asuransi Indonesia di Pematang Siantar. Metode yang digunakan untuk menganalisis jenis material yang memiliki biaya sisa material yang dominan adalah Metode Pareto, dan menggunakan metode fault tree analysis untuk mengetahui akar penyebab sisa material pada proyek konstruksi.Hasil analisis yang didapat adalah jenis-jenis material yang dominan menimbulkan sisa pada proyek konstruksi yakni besi beton Rp. 7.701.910,00, keramik lantai Rp. 5.325.554,00 dan beton Rp. 3.718.512,00. Faktor-faktor penyebab terjadinya sisa material karena adanya perubahan desain, pekerja yang kurang berpengalaman, dan ketidaktelitian memeriksa material yang dikirim sehingga material yang dikirim rusak.  Kata Kunci : Sisa material,Pareto,FT
Analisis Kebutuhan Air Bersih Kecamatan Girsang Sipangan Bolon Edo Elnatan Napitupulu
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 6, No 1 (2017): JURNAL TEKNIK SIPIL USU VOLUME 6 NO. 1 TAHUN 2017
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (392.792 KB)

Abstract

ABSTRAK Air bersih merupakan salah satu kebutuhan utama masyarakat. Pengelolaan sistem air bersih yang baik, serta memenuhi kebutuhan masyarakat secara keseluruhan akan meningkatkan produktivitas kota. Salah satu persoalan yang dihadapi oleh masyarakat  Kecamatan Girsang Sipangan Bolon tidak terpenuhinya kebutuhan air bersih. Seiring bertambahnya penduduk. Penelitian ini dilakukan di PDAM Tirtalihou Kecamatan Girsang Sipangan Bolon dengan tujuan utama menganalis kapasitas air bersih yg dibutuhkan masyarakat Kota sampai 20 tahun ke depan. Proyeksi untuk 20 tahun kedepan menggunakan 3 metode yakni metode aritmatika, metode last square dan metode geometri. Dari hasil proyeksi, pertambahan jumlah penduduk sampai tahun 2036 adalah sebanyak 17431 jiwa. Kapasitas air yang dibutuhkan masyarakat Kecamatan Girsang Sipangan Bolon sampai tahun 2036 yaitu sekitar 60liter/detik, sedangkan kapasitas produksi saat ini yaitu sebesar 45,05 liter/detik, sehingga kapasitas tambahan yang diperlukan yaitu sebesar 14,95 liter/detik. KATA KUNCI: Debit air, ketersediaan air, jumlah penduduk
ANALISA SIFAT MEKANIK BETON RINGAN NON AUTOCLAVED AERATED CONCRETE DENGAN SUBSTITUSI FLY ASH DAN BOTTOM ASH ( STUDI EKSPERIMENTAL ) Fadel Muhammad
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 6, No 1 (2017): JURNAL TEKNIK SIPIL USU VOLUME 6 NO. 1 TAHUN 2017
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Berdasarkan PP. No.85 tahun 1999 tentang pengelolaan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3), fly ash dan bottom ash dikategorikan sebagai limbah B3 karena terdapat kandungan oksida logam berat yang dapat mencemari lingkungan. Salah satu penanganan lingkungan yang dapat diterapkan adalah memanfaatkan limbah fly ash dan bottom ash dalam pembuatan beton. Dalam penelitian ini limbah fly ash dan bottom ash digunakan sebagai substitusi semen dan agregat halus untuk membuat beton ringan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sifat mekanik dari beton ringan non  autoclaved aerated concrete (NAAC) dengan substitusi FA dan BA terhadap semen dan agregat halus, dan diharapkan dapat meningkatkan kualitas beton. Beton ringan NAAC pada penelitian ini dibagi berdasarkan 4 kategori, yaitu beton ringan NAAC normal, substitusi dengan FA, substitusi dengan BA, dan gabungan FA dan BA dengan variasi 10%, 20%, dan 30%. Benda uji yang digunakan berbentuk silinder, yang diuji pada umur 28 hari, dengan benda uji silinder sebanyak 90 sampel dan terdiri dari 10 variasi, dan masing-masing variasi sebanyak 9 sampel. Berdasarkan hasil pengujian substitusi FA dan BA sebesar 10%, 20%, dan 30%, memiliki nilai kuat tekan tertinggi pada persentase FA 30% yaitu sebesar 12,687 MPa, kuat tarik belah maksimum dicapai pada sampel FA 30% dengan nilai 1,540 MPa, dan absorbsi tertinggi pada NAAC normal  yaitu sebesar 5,66%.  Berdasarkan berat isi seluruh sampel dapat dikategorikan beton ringan, karena berat isi  kurang dari 1900 kg/m3, dan berdasarkan kuat tekan, seluruh sampel termasuk kekuatan beton ringan non struktural karena berada pada rentang 7-14 MPa (Young, J. Francis.1972) Kata kunci: beton ringan, agregat halus, fly ash, bottom ash, kuat tekan, kuat tarik belah, absorbsi
ANALISA PERBANDINGAN KELAYAKAN PADA GELAGAR JEMBATAN DENGAN MENGGUNAKAN PRECAST U DAN I Firmansyah Parlindungan Lubis
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 6, No 1 (2017): JURNAL TEKNIK SIPIL USU VOLUME 6 NO. 1 TAHUN 2017
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.036 KB)

Abstract

ABSTRAK Pekerjaan jembatan pada jalan tol Medan – Kualanamu pada umumnya menggunakan balok precast I segmental yang selanjutnya disambung menggunakan kabel prategang. Karena banyaknya proyek yang menggunakan balok precast I, maka jarang ditemukan proyek yang menggunakan balok precast lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan perilaku jembatan precast I dan U akibat pembebanan yang terjadi pada struktur atas jembatan. Dasar – dasar perencanaan mengacu pada Perencanaan Struktur Beton untuk Jembatan (SNI T-12-2004), Pembebanan untuk Jembatan (SNI T-02-205), Bridge Management System (BMS), AASHTO 1992 dan Binamarga 2011. Jembatan dengan bentang 40 meter dibebani beberapa pembebanan seperti berat sendiri, beban mati tambahan, beban lajur “D”, dan beban lajur “T”. Perhitungan kehilangan gaya prategang dilakukan pada kehilangan jangka pendek dan jangka panjang, Hasil dari analisa menunjukkan  jembatan U girder memiliki tingkat kefektifan yang lebih tinggi dibandingkan jembatan I girder pada lendutan, reaksi perletakan, gaya dalam, tegangan, dan kehilangan gaya prategang. Tapi volume pekerjaan pada jembatan U girder lebih besar 1,66 % dibandingkan dengan jembatan U girder. Kata kunci : PCU girder, PCI girder, Prategang, Post Tension, Losses.
PENERAPAN REKAYASA NILAI (VALUE ENGINEERING) PADA PEMBANGUNAN GEDUNG KANTOR PT. ASURANSI JASA INDONESIA DI KOTA PEMATANG SIANTAR Haposan Cahaya I. T
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 6, No 1 (2017): JURNAL TEKNIK SIPIL USU VOLUME 6 NO. 1 TAHUN 2017
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (240.452 KB)

Abstract

Abstrak Perkembangan dunia konstruksi di Indonesia merupakan hal yang sangat diperhatikan akhir-akhir ini. Dalam pelaksanaannya, sering kali ditemukan berbagai kendala yang mungkin akan merugikan pihak-pihak terkait dalam suatu pembangunan konstruksi. Untuk mencegah kerugian-kerugian tersebut, maka dilakukanlah suatu studi Manajemen Konstruksi agar kerugian tersebut dapat di minimalisir. Salah satunya ialah dengan melakukan penerapan rekayasa nilai (value engineering) agar tercapainya suatu penghematan biaya (ekonomis). Dalam penerapan pemilihan alternatif material (dalam penelitian ini dilakukan analisa pada pekerjaan struktur) didapatkan dari hasil diskusi dan brainstorming tim value engineering. Kemudian dilakukan analisa dengan metode pembobotan (metode zero-one) pada alternatif-alternatif tersebut. Bobot dengan angka terbesar akan dijadikan bahan analisa selanjutnya dan  kemudian menjadi bahan pertimbangan dan rekomendasi untuk dijadikan alternatif membangun gedung konstruksi tersebut.  Dari data perencanaan awal, rencana anggara biaya (RAB) untuk pekerjaan struktur adalah sebesar Rp 875.643.195. Namun setelah dilakukan penerapan rekayasa nilai, dengan alternatif rekomendasi dari tim value engineering menggunakan beton precast (cast in place), maka dihasilkan penghematan sebesar Rp 147.247.734 atau sekitar 17% dari biaya awal pekerjaan struktur. Dengan demikian, tercapailah tujuan dari penerapan rekayasa nilai (value engineering). Kata Kunci : Rekayasa Nilai, Metode Zero-One, Penghematan Biaya
PERKUATAN BALOK GIRDER DENGAN MENGGUNAKAN CARBON FIBRE REINFORCED POLYMER (Studi Kasus: Proyek Pembangunan Dermaga Multipurpose Kuala Tanjung) Jacko Gainers Rimba
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 6, No 1 (2017): JURNAL TEKNIK SIPIL USU VOLUME 6 NO. 1 TAHUN 2017
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Saat ini, struktur beton prestress sangat umum digunakan pada struktur jembatan . Namun pada kenyataannya banyak struktur girder yang masih tidak sesuai dengan mutu rencana, sehingga ada beberapa cara untuk mengatasi masalah ini, dengan memberikan perkuatan Fiber Reinforced Polymer (FRP). Dalam penelitian ini, peneliti membahas peningkatan kekuatan struktur menggunakan Fiber Reinforced Polymer (FRP). Dalam hal ini peneliti menggunakan Carbon Fiber Reinforced Polymer (CFRP) sebagai perkuatan eksternal. Berdasarkan hasil analisis, kekuatan kapasitas momen balok dengan CFRP meningkat sebanyak 22,96% dari kapasitas momen awalnya sedangkan untuk lendutan nya dapat di minimalisir , dan tegangan yang terjadi pada penampang balok dapat mengecil.  Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa perkuatan balok dengan CFRP mampu menambah kekuatan struktur menjadi lebih aman daripada balok yang tidak diberi perkuatan CFRP. Kata kunci : PCI girder, CFRP ,kuat lentur, lendutan, perkuatan eksternal, tegangan.