cover
Contact Name
-
Contact Email
nutrizione@mail.unnes.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
nutrizione@mail.unnes.ac.id
Editorial Address
Sekaran, Kec. Gn. Pati, Kota Semarang, Jawa Tengah 50229
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Nutrizione
ISSN : -     EISSN : 28075005     DOI : https://doi.org/10.15294/nutrizione
Core Subject : Education,
"NUTRIZIONE" (Nutrition Research and Development Journal) is a regular scientific journal published by the Bachelor Nutrition Study Program, Faculty of Medicine Universitas Negeri Semarang (UNNES), and in collaboration with the Professional Organization of PERSAGI (Persatuan Ahli Gizi Indonesia).
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 50 Documents
Analysis of Potassium Content and Dietary Fiber in Crispy Cookies Subtituted with Breadfruit Flour (Artocarpus communis) and Red Bean Flour (Phaseolus vulgaris L.) As An Alternative Snack for Hypertention Patients Aysya Aiz Annisa'
NUTRIZIONE - Nutrition Research and Development Journal Vol. 5 No. 2 (2025): Nutrizione
Publisher : Bachelor Nutrition Study Program - Faculty of Medicine

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/nutrizione.v5i2.19125

Abstract

The prevalence of hypertension in Indonesia has shows an increasing trend, from 25.8% in Riskesdas 2013 to 34.1% in Riskesdas 2018. Modification of daily food intake patterns has become one of the most component lifestyle changes in reducing blood pressure. Adequate intake of potassium and dietary fiber is highly recommended for the prevention of high blood pressure. This study aims to determine the potassium and dietary fiber content in crispy cookies made with a substitution of red bean flour and breadfruit flour as an alternative snack for hypertensive patients. The research design used is a quasi-experimental approach with a Completely Randomized Design (CRD). The crispy cookie formulations consisted of four variations of red bean flour and breadfruit flour ratios: F0 (0 gr: 0 gr), F1 (10 gr: 70 gr), F2 (20 gr: 60 gr), and F3 (30 gr: 50 gr). Data analysis was performed using descriptive statistics. The results show that the average potassium content ranged from 275.47 to 407.81 mg, and the dietary fiber content ranged from 6.83% to 12.05%. The selected formulation was F3, with potassium content of 407.81 mg and dietary fiber of 11.84%. Based on these results, the recommended serving size for one consumption is 50 gr (10 pieces).
Analisis Total Gula dan Sifat Sensorik pada Varietas Beras IR-64 dengan Rasio dan Proses Pemasakan yang Berbeda Itsnata Naharina Mufarriha
NUTRIZIONE - Nutrition Research and Development Journal Vol. 5 No. 2 (2025): Nutrizione
Publisher : Bachelor Nutrition Study Program - Faculty of Medicine

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/nutrizione.v5i2.22567

Abstract

Menurut International Diabetes Federation (IDF), prevalensi diabetes nasional Indonesia berada dalam 10 besar negara dengan prevalensi T2DM tertinggi. Salah satu penyebabnya adalah konsumsi karbohidrat yang mengandung glukosa tinggi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui  kandungan total gula dan sifat sensorik pada varietas beras IR-64 dengan rasio dan proses pemasakan yang berbeda. Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial yang terdiri dari 2 faktor yaitu metode pemasakan konvensional dan rice cooker dengan 6 perlakuan 2 ulangan (P1 = Konvensional 1:1, P2 = Konvensional 1:2, P3 = Konvensional 1:3, P4 = Rice Cooker 1:1, P5 = Rice Cooker 1:2, P6 = Rice Cooker 1:3). Analisis kandungan gizi dilakukan di Laboratorium Kuliner Universitas Negeri Semarang dengan Uji Refraktometer. Data diperoleh dari uji sampel nasi yang dimasak dan hasil pengisian uji daya terima (sensoris). Data dianalisis dengan menggunakan Uji Friedman dan dengan uji lanjut Mann Whitney. Hasil analisis kandungan gula total menunjukkan nilai signifikansi 0,178(p<0,05) yang dapat disimpulkan bahwa ada tidak ada perbedaan kandungan gula total pada nasi dengan rasio dan metode pemasakan yang berbeda. Berdasarkan hasil uji Friedman pada sifat sensorik, diketahui bahwa terdapat perbedaan yang signifikan (p<0,05) pada warna dan tekstur pada nasi, sedangkan pada parameter rasa dan aroma tidak terdapat perbedaan yang signifikan(p>0,05).
Hubungan Tingkat Pengetahuan dengan Tingkat Perilaku Ibu dalam Pemberian Stimulasi Perkembangan pada Balita Ardian Candra; Nafilah
NUTRIZIONE - Nutrition Research and Development Journal Vol. 5 No. 1 (2025): Nutrizione
Publisher : Bachelor Nutrition Study Program - Faculty of Medicine

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/nutrizione.v5i1.24317

Abstract

Pengetahuan merupakan informasi yang diperoleh melalui indra. Pengetahuan yang diterima secara terbukadapat mengubah sikap dan perilaku ibu.Perilaku ibu yang baik khususnya dalam menstimulasi perkembanganbalita maka akan menghasilkan perkembangan balita yang optimal. Periode Balita merupakan masa emas yangsangat penting bagi perkembangan anak secara optimal. Salah satu faktor kunci yang mempengaruhi tumbuhkembang balita adalah stimulasi perkembangan yang diberikan oleh orang tua, khususnya ibu. Pengetahuan ibutentang stimulasi perkembangan sangat menentukan perilaku ibu dalam memberikan rangsangan yang tepat.Tujuandari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dengan tingkat perilaku ibudalam pemberian stimulasi perkembangan pada balita. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu dari siswaTK Aisyiyah 01 Kendal. Jenis penelitian ini adalah studi observasional dengan pendekatan cross sectionalmenggunakan teknik total sampling sebesar 32 ibu. Data yang dikumpulkan berupa tingkat pengetahuan dan tingkatperilaku ibu dalam pemberian stimulasi perkembangan pada balita. Kedua data tersebut diperoleh menggunakankuesioner pengetahuan dan perilaku. Analisis data menggunakan uji Chi Square dengan tingkat kemaknaan95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan tingkat pengetahuan dengan tingkat perilakustimulasi perkembangan balita (OR=9,5; 95% CI=1,8-49,2; p= 0,004). Simpulan dari penelelitian ini adalahpengetahuan dapat meningkatkan 9,5 kali perilaku ibu dalam memberikan stimulasi perkembangan pada balita.
Efek Pemberian Sport Energy Gel Biji Chia (Salvia hispanica, L) terhadap Kadar Glukosa Darah Atlet Lari Fathikhah, Ilma Lutfiana
NUTRIZIONE - Nutrition Research and Development Journal Vol. 5 No. 2 (2025): Nutrizione
Publisher : Bachelor Nutrition Study Program - Faculty of Medicine

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/nutrizione.v5i2.24709

Abstract

Lari sprint merupakan suatu lari yang mengharuskan menempuh jarak tertentu (100 m, 200, dan 400 m) dengan kecepatan semaksimal mungkin. Salah satu kontributor terjadinya kelelahan adalah penurunan glukosa selama latihan yang berat dan panjang. Glukosa darah mempengaruhi performa endurance pada atlet, juga dianggap sebagai marker ketersediaan glukosa dalam otot. Maka dari itu, formulasi Sport Energy Gel dengan bahan dasar Biji Chia (Salvia hispanica, L.) dapat menjadi solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut. Penelitian ini berfokus pada efek pemberian Sport Energy Gel Biji Chia (Salvia hispanica, L.) terhadap glukosa darah pada atlet lari, yang akan dibandingkan dengan plasebo berupa minuman komersial yang biasa digunakan atlet. Metode penelitian dalam penelitian ini menggunakan jenis penelitian quasi eksperimen dengan rancangan pretest-posttest control group design. Subjek penelitian yaitu 33 atlet lari yang diberi intervensi selama 3 hari. Hasil uji paired t-test menunjukkan bahwa terdapat berbedaan kadar glukosa darah sebelum dan setelah diberi perlakuan, baik pada kelompok kontrol maupun perlakuan. Untuk uji One-way anova menunjukkan bahwa penurunan rata-rata kadar glukosa darah lebih banyak terjadi pada kelompok kontrol dibandingkan dengan kelompok eksperimen. Akan tetapi, hasil keduanya sama-sama mendapatkan nilai (p>0,05) yang berarti tidak terdapat perbedaan yang signifikan.
Efek Pemberian Sport Energy Gel Biji Chia (Salvia hispanica, L) Terhadap Kecepatan Lari Pada Atlet Lari SKO Solo Alaydrus, Salsabilla
NUTRIZIONE - Nutrition Research and Development Journal Vol. 5 No. 2 (2025): Nutrizione
Publisher : Bachelor Nutrition Study Program - Faculty of Medicine

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/nutrizione.v5i2.24949

Abstract

Lari jarak menengah yaitu lari yang membutuhkan teknik yang baik karena harus menempuh jarak yang cukup jauh yaitu 800 meter. Start yang digunakan untuk lari jarak menengah nomor 800 meter adalah start jongkok. Kecepatan lari merupakan salah satu unsur kondisi fisik yang diperlukan pada berbagai cabang olahraga. Saat berlari atlet sering mengalami kelelahan, untuk mengatasi masalah kelelahan pada atlet salah satunya adalah dengan pemberian asupan tinggi karbohidrat sebelum pertandingan yaitu sport energy gel biji chia untuk menunjang performanya selama latihan. Metode penelitian dalam penelitian ini menggunakan jenis penelitian quasi experimental dengan rancangan pretest-posttest control group design. Subjek penelitian yaitu 33 atlet lari yang diberi intervensi selama 3 hari dimana kelompok kontrol diberikan placebo berupa air kelapa dan kelompok perlakuan diberikan SEG 1 berupa fruktosa cair dan SEG 2 berupa maltodextrin yang masing-masing sebanyak 3 x 300 ml. Pengukuran yang dilakukan dalam penelitian ini meliputi berat badan, tinggi badan, asupan makan, aktivitas fisik, serta kecepatan lari. Hasil uji statistik menggunakan uji parametrik Paired t-Test, diperoleh nilai signifikansi pada placebo sebesar P = 0,026 dan SEG 2 sebesar P = 0,011. Karena nilai P lebih kecil dari 0,05 (P < 0,05), maka dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan secara statistik antara hasil pretest dan posttest dalam kelompok placebo dan SEG 2. Hasil uji statistik menggunakan One-Way ANOVA menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan antar kelompok dalam perubahan kecepatan lari (nilai P = 0,269; P > 0,05). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pemberian fruktosa cair maupun maltodekstrin tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap perubahan kecepatan lari dibandingkan dengan kelompok placebo.
Hubungan Konsumsi Junk Food dan Kebiasaan Sarapan dengan Kejadian Anemia pada Remaja Putri di Kota Semarang (Studi Kasus di SMA N 11 Semarang dan SMA N 3 Semarang) Oktania, Sherly
NUTRIZIONE - Nutrition Research and Development Journal Vol. 5 No. 2 (2025): Nutrizione
Publisher : Bachelor Nutrition Study Program - Faculty of Medicine

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/nutrizione.v5i2.27498

Abstract

Permasalahan anemia pada remaja putri di Indonesia masih banyak ditemukan. Persentase insiden anemia pada remaja di Kota Semarang mencapai angka 15,66%. Faktor yang mempengaruhi kejadian anemia salah satunya adalah pola makan yang kurang tepat, yang dapat disebabkan karena konsumsi junk food dan kebiasaan sarapan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan konsumsi junk food dan kebiasaan sarapan dengan kejadian anemia pada remaja putri di Kota Semarang. Penelitian ini menggunakan metode studi komparatif dengan pendekatan studi cross-sectional. Perhitungan sampel menggunakan rumus Slovin dengan total sampel 101 responden. Teknik yang digunakan adalah teknik pengambilan sampel acak berstrata proporsional. Instrumen konsumsi junk food menggunakan kuesioner FFQ dan kuesioner Food Recall 3x24 jam. Data kebiasaan sarapan diperoleh menggunakan kuesioner sarapan dan Food Recall 3x24 jam. Analisis data yang digunakan adalah uji Chi-Square (CI = 95%) dan uji regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswi di SMA N 11 Semarang dengan kebiasaan sarapan kurang memiliki risiko 8,363 atau 8 kali lebih besar untuk mengalami anemia, sedangkan siswi di SMA N 3 Semarang dengan kebiasaan sarapan kurang memiliki risiko 42,992 atau 42 lebih besar untuk mengalami anemia. Siswi di SMA N 11 Semarang dengan konsumsi junk food berlebih memiliki risiko 9,104 atau 9 kali lebih besar untuk mengalami anemia, sedangkan siswi di SMA N 3 Semarang dengan konsumsi junk food berlebih memiliki risiko 18,337 atau 18 kali lebih besar untuk mengalami anemia. Bagi penelitian selanjutnya diharapkan dapat mengembangkan penelitian dengan menggunakan variabel lain yang berkemungkinan menyebabkan kejadian aneamia pada remaja putri.
Pengaruh Pemberian Jus Buah Bit (Beta vulgaris L.), Jambu Biji Merah (Psidium guajava L.), dan Kombinasinya Terhadap Kadar Hemoglobin Pada Mahasiswi Anemia Putri, Febiana Karmelia
NUTRIZIONE - Nutrition Research and Development Journal Vol. 5 No. 2 (2025): Nutrizione
Publisher : Bachelor Nutrition Study Program - Faculty of Medicine

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/nutrizione.v5i2.28381

Abstract

Anemia defisiensi besi merupakan jenis anemia yang paling umum terjadi di Indonesia. Pemberian produk pangan dengan kandungan zat besi dan vitamin C dapat dimanfaatkan untuk mencegah kejadian anemia. Buah bit dan jambu biji merah memiliki kandungan zat besi dan vitamin C yang dapat membantu pembentukan hemoglobin untuk mencegah kejadian anemia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya perbedaan yang signifikan pada perubahan kadar hemoglobin setelah pemberian jus buah bit, jambu biji merah, dan kombinasinya. Penelitian ini merupakan peneltian Quasi Experimental dengan desain Pre-Post Test Control Group Design. Subjek berjumlah 32 mahasiswi yang dibagi menjadi 4 kelompok yaitu 1 kelompok kontrol dan 3 kelompok perlakuan. Kelompok kontrol tidak diberikan perlakuan apapun, kelompok perlakuan 1 diberikan jus buat bit sebanyak 250 ml /hari, kelompok perlakuan 2 diberikan jus jambu biji merah sebanyak 250 ml /hari, dan kelompok perlakuan 3 diberikan kombinasi jus buah bit dan jambu biji merah sebanyak 250 ml /hari selama 7 hari. Tidak terdapat perbedaan signifikan kadar hemoglobin sebelum dan sesudah pada kelompok perlakuan 1 (p = 0,115) dan 2 (p = 0,208). Terdapat perbedaan signifikan kadar hemoglobin sebelum dan sesudah pada kelompok perlakuan 3 (p = 0,013). Tidak terdapat perbedaan perubahan signifikan kadar hemoglobin antar kelompok (p = 0,08).
KADAR PROTEIN DAN ORGANOLEPTIK NUGGET TEMPE DENGAN PENAMBAHAN TEPUNG KACANG KORO SEBAGAI PMT BALITA Serli Aprilia Salimasya; Lestari, Yanesti Nuravianda
NUTRIZIONE - Nutrition Research and Development Journal Vol. 5 No. 2 (2025): Nutrizione
Publisher : Bachelor Nutrition Study Program - Faculty of Medicine

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/nutrizione.v5i2.29255

Abstract

Pemberian PMT pada balita dapat membantu menurunkan risiko terjadinya masalah gizi salah satunya kekurangan protein. Kekurangan protein pada balita dapat menghambat perkembangan fisik serta mental. Diversifikasi makanan dengan memanfaatkan pangan lokal seperti tempe dan kacang koro pedang dapat membantu memenuhi kebutuhan protein. Dengan demikian, tujuan penelitian ini untuk menganalisis kandungan protein dan sifat organoleptik pada nugget tempe dengan penambahan tepung kacang koro. Penelitian ini penelitian eksperimental dengan desain Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri empat perlakuan dan dua kali ulangan. Terdiri dari empat formulasi tempe : tepung kacang koro; P0 100% : 0% , P1 90% : 10%, P2 70% : 30%, dan P3 50% : 50%. Hasil uji kadar protein menunjukkan formulasi dengan kadar protein paling tinggi yaitu P3 dengan persentase 24,546% dan kadar protein paling rendah yaitu formulasi P0 dengan persentase 18,872%. Hasil uji organoleptik menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan (p=0,372) pada parameter warna dari ke empat formulasi. Terdapat perbedaan yang signifikan (p=0,012) pada parameter aroma dengan perbedaan aroma pada P0 ≠ P3 dan P1 ≠ P3. Terdapat perbedaan yang signifikan (p=0,000) pada parameter tekstur dengan perbedaan tekstur pada P0 ≠ P2, P0 ≠ P3, P1 ≠ P3, serta P2 ≠ P3. Terdapat perbedaan yang signifikan (p=0,001) pada parameter rasa dengan perbedaan tekstur pada P0 ≠ P2, P0 ≠ P3, dan P1 ≠ P3.
Analisis Indeks Glikemik dan Daya Cerna Pati Pada Cookies Tepung Sorgum (sorghum bicolor) Dengan Penambahan Tepung Beras Merah (oryza rufipogon) Sebagai Alternatif Camilan Sehat Penderita Diabetes Melitus Sagga, Ali Fouad
NUTRIZIONE - Nutrition Research and Development Journal Vol. 5 No. 2 (2025): Nutrizione
Publisher : Bachelor Nutrition Study Program - Faculty of Medicine

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/nutrizione.v5i2.32311

Abstract

Diabetes Melitus Tipe 2 merupakan penyakit gangguan metabolik yang disebabkan oleh adanya kenaikan gula darah akibat penurunan sekresi insulin oleh sel beta pankreas atau ganguan fungsi insulin (resistensi insulin). Tujuan penelitian ini untuk melihat perbedaan kandungan indeks glikemik dan daya cerna pati pada cookies tepung sorgum (Sorghum bicolor) dengan penambahan tepung beras merah (Oryza rufipogon). Jenis penelitian eksperimental dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Terdapat 4 formula dengan 2 kali pengulangan, yaitu F1 (100% tepung sorgum); F2 (75% tepung sorgum: 25% tepung beras merah); F3 (50% tepung sorgum : 50% tepung beras merah); F4 (25% tepung sorgum : 75% tepung beras merah). Parameter yang diukur meliputi, daya terima (warna, aroma, rasa, tekstur) dianalisis dengan uji friedman, nilai indeks glikemik dianalisis dengan metode in vivo menggunakan kurva AUC dan daya cerna pati secara in vitro dengan metode DNS. Formula cookies F4 dengan kombinasi 25% tepung sorgum dan 75% tepung beras merah menjadi formulasi yang paling disukai oleh panelis. Berdasarkan hasil analisis rerata nilai indeks glikemik sebesar 46,83 serta rerata nilai daya cerna pati 24,6%. Hasil menunjukkan bahwa cookies pada penelitian ini memiliki nilai indeks glikemik dan daya cerna pati yang tergolong rendah.
Apakah Aktivitas Fisik dan Tingkat Stres Mempengaruhi Status Gizi Karyawan Dewasa? Sebuah Studi pada Karyawan PT Kaltim Prima Coal Susilo, Mursid Tri; Amadeaputri, Agapita Ivanne; Margawati, Ani; Kurniawati, Dewi Marfu’ah
NUTRIZIONE - Nutrition Research and Development Journal Vol. 5 No. 2 (2025): Nutrizione
Publisher : Bachelor Nutrition Study Program - Faculty of Medicine

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/nutrizione.v5i2.37389

Abstract

Status gizi, terutama kondisi obesitas pada karyawan dewasa, merupakan aspek krusial yang berdampak pada kesehatan dan produktivitas kerja, namun hal ini sering kali diabaikan dalam lingkungan industri. Aktivitas fisik dan tingkat stres diduga berperan signifikan dalam menentukan status gizi, namun bukti empiris terkait hal tersebut masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh aktivitas fisik dan tingkat stres terhadap status gizi karyawan dewasa. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan 106 subjek karyawan dewasa PT. Kaltim Prima Coal, Kabupaten Kutai Timur, Provinsi Kalimantan Timur. Pengambilan sampel menggunakan metode consecutive sampling. Aktivitas fisik diukur dengan menggunakan International Physical Activity Questionnaire (IPAQ), tingkat stres dengan Depression, Anxiety, and Stress Scale-21 (DASS-21), status gizi dengan pengukuran antropometri Indeks Massa Tubuh (IMT), dan perilaku makan sebagai co-founding factor menggunakan Adult Eating Behaviour Questionnaire (AEBQ). Uji statistik menggunakan SPSS versi 25 dengan uji Spearman dan regresi logistik ordinal. Hasil analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan antara aktivitas fisik dan tingkat stres dengan status gizi, dengan nilai p masing-masing 0,039 dan 0,048 serta nilai r sebesar -0,588 dan 0,441. Sementara itu, perilaku makan tidak menunjukkan hubungan yang signifikan dengan status gizi (p = 0,242; r = 0,114). Analisis multivariat mengindikasikan bahwa aktivitas fisik menjadi faktor yang berpengaruh paling kuat terhadap status gizi.