cover
Contact Name
-
Contact Email
nutrizione@mail.unnes.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
nutrizione@mail.unnes.ac.id
Editorial Address
Sekaran, Kec. Gn. Pati, Kota Semarang, Jawa Tengah 50229
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Nutrizione
ISSN : -     EISSN : 28075005     DOI : https://doi.org/10.15294/nutrizione
Core Subject : Education,
"NUTRIZIONE" (Nutrition Research and Development Journal) is a regular scientific journal published by the Bachelor Nutrition Study Program, Faculty of Medicine Universitas Negeri Semarang (UNNES), and in collaboration with the Professional Organization of PERSAGI (Persatuan Ahli Gizi Indonesia).
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 39 Documents
Gambaran Tingkat Pengetahuan Tentang Imunitas Dan Gizi Seimbang Di Kelurahan Karang Asam Ilir Samarinda Kalimantan Timur Shafa Minda Maliran; Wirapuspita Wisnuwardani, Ratih
NUTRIZIONE - Nutrition Research and Development Journal Vol. 5 No. 1 (2025): Nutrizione
Publisher : Bachelor Nutrition Study Program - Faculty of Medicine

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/nutrizione.v5i1.17497

Abstract

Latar belakang : Pengetahuan terkait imunitas dan gizi seimbang merupakan hal yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari. Berdasarkan hasil studi pendahuluan diketahui bahwa mayoritas warga RT.12 memiliki tingkat pengetahuan gizi seimbang dalam kategori cukup dengan rentang 40% dan kurang 60% sedangkan tingkat pengetahuan imunitas dalam kategori kurang dengan rentang 100%. Tujuan : Mengetahui gambaran tingkat pengetahuan imunitas dan gizi seimbang di Kelurahan Karang Asam Ilir RT. 12 Samarinda, Kalimantan Timur. Metode penelitian : Penelitian ini menggunakan deskriptif kuantitati dengan pengambilan sampel menggunakan random sampling pada 64 responden. Penelitian ini menggunakan teknik wawancara dan instrumen yang digunakan pada penelitian ini kuesioner tingkat pengetahuan imunitas, dan tingkat pengetahuan gizi seimbang. Data di analisis menggunakan analisis univariat. Hasil : Hasil penelitian tingkat pengetahuan tentang imunitas ditemukan bahwa terdapat 38 responden memiliki tingkat pengetahuan kurang, 18 responden memiliki tingkat pengetahuan cukup, dan 8 responden memiliki tingkat pengetahuan baik. Pada tingkat pengetahuan gizi seimbang ditemukan bahwa terdapat  31 responden memiliki tingkat pengetahauan cukup, 26 responden memiliki tingkat pengetahuan kurang dan 7 responden memiliki tingkat pengetahuan baik. Kesimpulan: dari hasil penelitian diketahui bahwa Tingkat pengetahuan tentang imunitas dan gizi seimbang masih tergolong kurang
Konsumsi Makanan Cepat Saji dan Status Gizi pada Mahasiswa Tingkat Akhir di Kalimantan Timur HUSNA, MIFTAHUL; Wirapuspita Wisnuwardani, Ratih
NUTRIZIONE - Nutrition Research and Development Journal Vol. 5 No. 1 (2025): Nutrizione
Publisher : Bachelor Nutrition Study Program - Faculty of Medicine

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/nutrizione.v5i1.17714

Abstract

Konsumsi makanan cepat saji telah menjadi bagian penting dari gaya hidup modern, terutama di kalangan mahasiswa yang sering kali menghadapi keterbatasan waktu dan tekanan akademik. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan pola konsumsi makanan cepat saji dan status gizi mahasiswa tingkat akhir Universitas Mulawarman. Dengan menggunakan metode deskriptif kuantitatif, penelitian ini melibatkan 73 mahasiswa yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner frekuensi makanan dan pengukuran Indeks Massa Tubuh (IMT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas mahasiswa memiliki status gizi yang baik (58,9%), meskipun 16,4% mengalami obesitas dan 9,6% berada dalam kategori gizi kurang. Faktor-faktor yang mempengaruhi pola konsumsi makanan cepat saji antara lain keterbatasan waktu dan faktor ekonomi. Pengetahuan gizi yang baik perlu diimbangi dengan kebiasaan makan sehat, serta pengelolaan pola makan yang lebih teratur untuk mencegah masalah kesehatan jangka panjang. Edukasi gizi yang lebih intensif dan penyediaan pilihan makanan sehat di kampus sangat diperlukan untuk mendukung mahasiswa mencapai keseimbangan gizi yang optimal.  
Analisis Kadar Serat Kasar dan Aktivitas Antioksidan pada Brownies Crispy Berbasis Tepung Ubi Jalar Ungu (Ipomoea batatas L.) dan Tepung Kulit Pisang Raja (Musa paradisiaca L.) Sebagai Camilan pada Obesitas Iffah Khairunnisa
NUTRIZIONE - Nutrition Research and Development Journal Vol. 5 No. 1 (2025): Nutrizione
Publisher : Bachelor Nutrition Study Program - Faculty of Medicine

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/nutrizione.v5i1.18604

Abstract

Obesitas banyak disebabkan oleh pola makan yang tidak sehat seperti asupan rendah serat dan antioksidan. Diet makanan tinggi serat berkaitan dengan peningkatan rasa kenyang dan menurunkan rasa lapar sehingga dapat membantu pengaturan berat badan. Asupan makanan tinggi antioksidan berpengaruh dalam mengurangi stres oksidatif dan sindrommetabolik yang menjadi penyebab gangguan metabolis seperti obesitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan kadar serat kasar dan aktivitas antioksidan dan daya terima sifat sensoriknya pada brownies crispy berbasis tepung ubi jalar ungu dan tepung kulit pisang raja sebagai camilan pada obesitas. Jenis penelitian ini studi eksperimental dengan desain RAL pada 4 formulasi brownies crispy subtitusi tepung terigu, tepung ubi jalar ungu, tepung kulit pisang yaitu K1(100:0:0); K2(0:80:20); K3(0:70:30); K4(0:60:40). Uji serat kasar dilakukan dengan metode gravimetri, uji aktivitas antioksidan dengan metode DPPH, dan sifat sensorik dengan uji hedonik pada 30 panelis dewasa tidak terlatih. Hasil uji kandungan zat gizi dianalisis secara deskriptif dan sifat sensorik dianalisis menggunakan uji Kruskal Wallis. Hasil analisis statistk sifat sensorik menunjukkan tidak terdapat perbedaan pada warna dengan nilai p 0,924 (p>0,05), hasil statistik pada aroma, tekstur, dan rasa menunjukkan terdapat perbedaan dengan nilai p aroma 0,000, p tekstur 0,003, p rasa 0,000. Formulasi terbaik yang direkomendasikan adalah K2 dengan subtitusi tepung ubi jalar ungu 80% dan tepung kult pisang 20% dan mengandung aktivitas antioksidan sebesar 10,649 mg/mL dan serat kasar 47,16%.
Efek Pemberian Sport Energy Gel Biji Chia (Salvia hispanica, L) Terhadap Kekuatan Otot Tungkai Atlet Sepak Bola SKO Solo Khoirunnisa, Widya
NUTRIZIONE - Nutrition Research and Development Journal Vol. 5 No. 1 (2025): Nutrizione
Publisher : Bachelor Nutrition Study Program - Faculty of Medicine

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/nutrizione.v5i1.21094

Abstract

Atlet sepak bola harus menjaga dan meningkatkan performa selama latihan dan pertandingan untuk meningkatkan prestasinya. Salah satu faktor yang berperan dalam pencapaian tendangan adalah faktor kondisi fisik kekuatan otot tungkai. Faktor lain yang harus dipelihara bagi seorang atlet dengan menjaga keseimbangan cairan di dalam tubuh. Pemenuhan cairan tersebut dapat diperoleh dari sport drink yang diformulasikan dari kandungan bahan makanan yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek pemberian sport energy gel biji chia (Salvia Hispanica, L) terhadap kekuatan otot tungkai atlet sepak bola SKO Solo. Penelitian ini menggunakan metode quasi experimental dengan pendekatan pretest-posttest control group design. Populasi pada penelitian ini sebanyak 42 atlet, pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling dan dibagi ke dalam 3 kelompok, yaitu kelompok placebo dan kelompok SEG 1 dan 2. Uji normalitas menggunakan uji Shapiro-Wilk karna jumlah sampel <50 orang. Hasil uji Paired t-test menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan kekuatan otot tungkai sebelum dan sesudah diberikan perlakuan antara kelompok SEG 1 dan 2 dengan nilai p<0,05, sedangkan kelompok placebo nilai p>0,05. Uji ANOVA menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan kekuatan otot tungkai setelah diberikan perlakuan antara kelompok SEG 1 dan placebo p<0,05, namun kelompok SEG 2 tidak berbeda signifikan diantara kedua kelompok lainnya p>0,05.
Studi Perbandingan Tingkat Kecukupan Zat Gizi Makro dan Status Gizi Pada Siswa Full Day School dan Half Day School Nada, Qutrotun Nada Fitria
NUTRIZIONE - Nutrition Research and Development Journal Vol. 5 No. 1 (2025): Nutrizione
Publisher : Bachelor Nutrition Study Program - Faculty of Medicine

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/nutrizione.v5i1.21711

Abstract

Full day school adalah sistem pendidikan yang diterapkan secara tidak merata di Indonesia sejak 2017. Perbedaan waktu belajar disinyalir dapat mempengaruhi status gizi siswa, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan tingkat kecukupan zat gizi makro dan status gizi antara siswa full day school dan half day school. Jenis penelitian ini adalah studi komparatif dengan pendekatan kuantitave non eksperimental. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa SMA Negeri 1 Petir dan SMA Nurl El Falah Kubang. Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan menggunakan teknik purposive sampling dengan 180 responden. Responden penelitian mengukur berat badan dan tinggi badan kemudian dihitung status gizi berdasarkan indikator Indeks Massa Tubuhb menurut Umur (IMT/U). Tingkat kecukupan gizi menggunakan formulir food record 3x24 jam. Analisis data menggunakan Mann-whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan pada tingkat kecukupan karbohidrat sig. (2-tailed) 0,001, tingkat kecukupan lemak sig. (2-tailed) 0,084 dan status gizi sig. (2-tailed) 0,046 pada tingkat kepercayaan 90%. Dapat  disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang bermakna pada tingkat kecukupan karbohidrat, lemak, dan status gizi antara siswa full day school dan half day school.  
Hubungan Keragaman Konsumsi Pangan dan Ketahanan Pangan Rumah Tangga dengan Double Burden of Malnutrition Setyroini, Debrina Lintang; Diana, Rian; Andrias, Dini Riris; Rachmayanti, Riris Diana
NUTRIZIONE - Nutrition Research and Development Journal Vol. 5 No. 1 (2025): Nutrizione
Publisher : Bachelor Nutrition Study Program - Faculty of Medicine

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/nutrizione.v5i1.23702

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang: Indonesia menjadi salah satu negara berkembang yang memiliki permasalahan double burden of malnutrition (DBM) terutama di tingkat rumah tangga. Dalam satu rumah tangga memiliki anggota keluarga yang menderita kelebihan gizi dan satu anggota keluarga lainnya mengalami kekurangan gizi. Fenomena tersebut dapat menjadi masalah kesehatan masyarakat terutama di negara berkembang. Tujuan: Menganalisis hubungan antara keragaman konsumsi pangan dan ketahanan pangan rumah tangga dengan DBM  di Kabupaten Ngawi. Metode: Penelitian ini menggunakan desain case-control dengan total subjek sebanyak 24 subjek yang dipilih secara simple random sampling. Pengumpulan data yang dilakukan yaitu wawancara secara langsung. Data keragaman konsumsi pangan dikumpulkan menggunakan kuesioner Dietary Diversity Score, ketahanan pangan menggunakan instrumen US-HFSSM, dan status gizi menggunakan pengukuran antropometri. Hubungan antar variabel menggunakan IBM SPSS 25 dan uji statistik menggunakan Fisher’s Exact Test. Hasil: Pada kelompok double burden of malnutrition (DBM), sebanyak 50% ibu dan 75% balita mengonsumsi makanan dengan keragaman yang baik. Sementara itu, pada kelompok non-DBM, proporsinya lebih tinggi, yaitu 75% ibu dan 83,3% balita mengonsumsi makanan yang beragam. Sebanyak 25% keluarga pada kelompok DBM yang termasuk dalam kategori tahan pangan. Sisanya, yaitu 75%, tergolong sebagai keluarga rawan pangan tanpa kelaparan. Sebaliknya, seluruh keluarga pada kelompok non DBM (100%) termasuk dalam kategori tahan pangan. Terdapat hubungan yang signifikan antara ketahanan pangan dengan DBM (p = 0,003), namun, tidak ditemukan hubungan yang signifikan antara DBM dengan keragaman konsumsi pangan ibu (p = 0,400) dan balita (p = 1,000). Kesimpulan: Ketahanan pangan berhubungan dengan DBM, sebaliknya keragaman pangan tidak berhubungan dengan DBM. Ketahanan pangan rumah tangga pada kelompok DBM perlu ditingkatkan sebagai salah satu cara untuk terbebas dari kondisi DBM di rumah tangga. Ketahanan pangan dapat ditingkatkan melalui peningkatan pendapatan rumah tangga sehingga memiliki konsumsi yang lebih beragam. Rumah tangga yang mengalami DBM dapat meningkatkan konsumsi pangan protein hewani seperti daging atau ikan dan protein nabati seperti kacang-kacangan dan polong-polongan serta menambahkan konsumsi sayur dan buah untuk menghindari defisiensi zat gizi mikro.
Hubungan Aktivitas Fisik, Pengetahuan, dan Pola Konsumsi Minuman Berpemanis dengan Status Gizi Lebih pada Remaja Nataya Putri
NUTRIZIONE - Nutrition Research and Development Journal Vol. 5 No. 1 (2025): Nutrizione
Publisher : Bachelor Nutrition Study Program - Faculty of Medicine

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/nutrizione.v5i1.24419

Abstract

Remaja merupakan kelompok umur yang rentan mengalami gizi lebih, baik overweight maupun obesitas. Gizi lebih pada remaja perlu mendapatkan perhatian khusus karena dapat berpengaruh terhadap kesehatan tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan aktivitas fisik, pengetahuan, dan pola konsumsi minuman berpemanis dengan status gizi lebih pada remaja di SMP Negeri 1 Kartasura. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain cross sectional. Sampel penelitian ini berjumlah 93 siswa yang dipilih secara proportionate stratified random sampling. Pada penelitian ini menggunakan instrumen berupa timbangan digital dan microtoise untuk mendapatkan data status gizi, sedangkan kuesioner digunakan untuk mendapatkan data identitas responden dan variabel penelitian. Data aktivitas fisik diperoleh menggunakan kuesioner Global Physical Activity Questionnare (GPAQ), pengetahuan diperoleh dari pengisian kuesioner, sedangkan data pola konsumsi minuman berpemanis diperoleh menggunakan kuesioner Beverages Questionnare (BEVQ). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan aktivitas fisik dengan status gizi lebih pada remaja di SMP Negeri 1 Kartasura (p = 0,0001), namun pengetahuan dan pola konsumsi minuman berpemanis tidak berhubungan dengan status gizi lebih pada remaja di SMP Negeri 1 Kartasura (p = 0,229; 0,669). Siswa dengan aktivitas fisik yang kurang berpotensi 7,568 kali lipat mengalami status gizi lebih. Diharapkan pihak sekolah dapat membuat pembinaan dengan menerapkan pola hidup sehat. 
Perbedaan Asupan Protein, Vitamin A, dan Seng Pada Balita ISPA dan Non-ISPA Di Wilayah Puskesmas Simomulyo Surabaya Nafiisah Mumtaazah; Lini Anisfatus Sholihah
NUTRIZIONE - Nutrition Research and Development Journal Vol. 5 No. 1 (2025): Nutrizione
Publisher : Bachelor Nutrition Study Program - Faculty of Medicine

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/nutrizione.v5i1.24536

Abstract

Fase balita dapat dikatakan sebagai fase yang sangat penting karena merupakan fase tumbuh kembang. Pengoptimalan zat gizi pada fase balita bertujuan untuk mencegah penyakit salah satunya adalah ISPA. Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) adalah infeksi oleh patogen yang menyerang saluran pernapasan dengan usia yang rentan pada balita adalah usia`1-4 tahun. Asupan makanan yang tidak adekuat amengakibatkan respon imun menjadi terganggu karena gizi yang kurang. Beberapa zat gizi yang berpengaruh dalam sistem imunitas adalah protein, vitamin A, dan seng. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui perbedaan asupan protein, vitamin A, dan seng dengan kejadian ISPA pada balita usia 2-4 tahun di wilayah Puskesmas Simomulyo Surabaya. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain unmatched case-control yang dilakukan di sekitar wilayah Puskesmas Simomulyo Surabaya pada bulan Agustus 2024. Total sampel yang mengikuti penelitian ini berjumlah 82 balita usia 2-4 tahun dengan teknik convenience sampling serta perbandingan 1:1 untuk kelompok kasus dan kontrol. Data primer diperoleh dengan wawancara (door to door) menggunakan instrument SQ-FFQ dalam 1 bulan terakhir. Analisis penelitian ini menggunakan uji Mann-Whitney (p<0,05). Hasil penelitian menunjukkan tidak ada perbedaan asupan protein (p=0, 276), vitamin A (P=0,407), dan seng (p=0,516) dengan kejadian ISPA pada Balita Usia 2-4 Tahun di Wilayah Puskesmas Simomulyo Surabaya.
Hubungan Aktivitas Fisik dan Kebiasaan Sarapan dengan Status Gizi Siswa Sekolah Dasar Negeri 1 Kejiwan Kabupaten Wonosobo Qurrota A'yuni Maryam Isfahani
NUTRIZIONE - Nutrition Research and Development Journal Vol. 5 No. 1 (2025): Nutrizione
Publisher : Bachelor Nutrition Study Program - Faculty of Medicine

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/nutrizione.v5i1.25049

Abstract

Status gizi adalah keadaan tubuh akibat dari konsumsi makanan dan zat-zat gizi. Tujuan dari penelitianini adalah untuk mengetahui hubungan aktivitas dan kebiasaan sarapan dengan status gizi siswa Sekolah DasarNegeri 1 Kejiwan Kabupaten Wonosobo. Jenis penelitian ini adalah studi komparatif. Populasi dalam penelitianini adalah siswa kelas 1-5 Sekolah Dasar Negeri 1 Kejiwan Kabupaten Wonosobo. Jenis penelitian ini adalahobservasional analitik dengan rancangan cross-sectional menggunakan teknik stratified random samplingdengan 67 responden siswa Sekolah Dasar Negeri 1 Kejiwan Kabupaten Wonosobo. Kriteria inklusi adalahhadir saat pengambilan data, bersedia menjadi responden, dalam keadaan sehat, sedangkan kriteria eksklusiadalah siswa kelas 6 dan memiliki penyakit infeksi. Penggolongan status gizi menggunakan IMT/U dan diukurberat badannya menggunakan timbangan serta tinggi badan dengan microtoa. Aktivitas fisik menggunakanIPAQ-C dan kebiasaan sarapan menggunakan kuesioner kebiasaan sarapan. Analisis data menggunakan ujiSpearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara aktivitas fisik  dengan statusgizi siswa (p= 0,163), dan tidak ada ada hubungan antara kebiasaan sarapan  dengan status gizi siswa (p= 0,221).Kesimpulan penelitian ini adalah aktivitas fisik dan kebiasaan sarapan tidak berhubungan secara langsungdengan status gizi siswa, dan dapat dipengaruhi oleh faktor lain seperti konsumsi harian dan penyakit infeksi.

Page 4 of 4 | Total Record : 39