cover
Contact Name
Vincentius Widya Iswara
Contact Email
vincentius@ukwms.ac.id
Phone
+62313893933
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol. 16 No. 2 (2017)" : 9 Documents clear
Perancangan sistem kelistrikan hybrid (tenaga matahari dan Listrik PLN) untuk menggerakkan pompa air submersibel 1 phase Perancangan sistem elektrik tenaga hybrid untuk pompa air Andrew Joewono; Rasional Sitepu; Peter R Angka
Widya Teknik Vol. 16 No. 2 (2017)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/wt.v16i2.1658

Abstract

Energi listrik merupakan suatu energi yang sangat diperlukan. Matahari (sinar matahari) adalah salah satu energi terbarukan, dapat dimanfaatkan untuk membangkitkan energi listrik. Indonesia merupakan negara tropis, sehingga sinar matahari tersedia cukup banyak. Untuk mendapatkan energi listrik yang efisien dan aman (konsisten), dapat digunakan energi matahari yang di backup dengan energi listrik PLN (sistem hybrid) off grid. Sistem hybrid yang direncanakan menggunakan peripheral Solar panel 100 WP (2 buah), Baterai 100 Ah 12 V (2 buah), Sistem kontroler hybrid dengan inverter 1400 watt. Aplikasi yang dirancangan untuk menggerakkan pompa air sumur dalam (submersibel) 1 phase diameter 3 inci yang membutuhkan daya 370 watt. Dengan menggunakan sistem yang dirancang didapat suatu aplikasi sistem kelistrikan untuk menggerakan pompa tersebut dengan hasil pengukuran kerugian energi listrik 1,78 % - 2,03% pada pemakaian daya 417-441 watt diukur selama 4 jam, dengan hasil penyedotan air 14.400 liter per 4 jam atau 1 liter per detik.
Efek kapilaritas absorber pada unjuk kerja destilasi air energi surya jenis vertikal Doddy Purwadianto; FA Rusdi Sambada; I Gusti Ketut Puja
Widya Teknik Vol. 16 No. 2 (2017)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/wt.v16i2.1659

Abstract

Permasalahan umum pada alat destilasi air energi surya jenis vertikal saat ini adalah masih rendahnya efisiensi yang dihasilkan. Penelitian ini akan meneliti pengaruh sifat kapilaritas absorber terhadap efisiensi yang dihasilkan. Tujuan penelitian ini adalah (1) membuat model alat destilasi air energi surya jenis vertikal, (2) menganalisis pengaruh sifat kapilaritas absorber terhadap efisiensi yang dihasilkan alat destilasi air energi surya jenis vertikal dan (3) menganalisis pengaruh temperatur kaca penutup dan jumlah energi surya yang diterima terhadap efisiensi yang dihasilkan alat destilasi air energi surya jenis vertikal. Alat destilasi air energi surya pada penelitian ini terdiri dari 4 (empat) konfigurasi sebagai berikut: (1) Alat destilasi berpendingin udara tanpa reflektor dengan aliran kapilaritas alami dan paksa, (2) alat destilasi berpendingin air tanpa reflektor dengan aliran kapilaritas alami dan paksa, (3) alat destilasi berpendingin air dengan reflektor dengan aliran kapilaritas alami dan paksa dan (4) alat destilasi jenis konvensional sebagai pembanding. Variabel yang divariasikan adalah (1) jenis aliran kapilaritas sebanyak 2 variasi (alami dan paksa), (2) temperatur kaca penutup, divariasikan dengan mevariasikan fluida pendingin kaca sebanyak 2 variasi (udara dan air) dan (3) jumlah energi surya yang diterima sebanyak 2 variasi (divariasikan dengan menggunakan dan tidak menggunakan reflektor). Hasil penelitian menunjukkan pada variasi pendingin air dan reflektor alat destilasi vertikal dengan aliran kapilaritas alam menghasilkan efisiensi teoritis 14,69 %, efisiensi aktual 5,76 % dan air destilasi 0,87 liter/m2 per hari pada kondisi yang sama efisiensi aktual alat destilasi konvensional mencapai 27,56 % dan air destilasi 1,85 liter/m2 per hari. Alat destilasi vertikal dengan aliran kapilaritas paksa menghasilkan efisiensi teoritis 47,26%, efisiensi aktual 26,26% dan air destilasi 1,12 liter/m2 per hari pada variasi pendingin udara. Pada kondisi yang sama alat destilasi konvensional dapat menghasilkan efisiensi teoritis sebesar 32,63% dan air destilasi 1,34 liter/m2 per hari.
Pendekatan metode bayes untuk menentukan jenis penyakit pada ternak babi Patrisius Batarius; Frengky Tedy
Widya Teknik Vol. 16 No. 2 (2017)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/wt.v16i2.1660

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membuat sebuah model penentuan jenis penyakit yang dialami oleh ternak babi. Metode yang digunakan adalah metode bayes. Gejala-gejala yang digunakan sesuai dengan gejala umum yang terdapat pada ternak babi. Metode penelitian dilakukan dengan proses observasi dan wawancara pada pelaku ternak babi. Selain itu dilakukan wawancara dengan dokter hewan yang mengetahui persis tentang ternak babi. Diambil 2 tempat ternak babi yang ada di Kota Kupang dan 1 di Kabupaten Kupang. Penelitian ini belum mewakili semua ternak babi secara keseluruhan di Kota dan Kabupaten Kupang. Namun bisa dijadikan sebuah model penentuan jenis penyakit sebuah ternah babi.Penelitian ini belum sampai pada sebuah solusi terhadap penyakit ternak babi. Penelitian ini masih dikembangkan sampai pada tingkat diagnosis penykait ternak babi. Dan pada akhirnya dibuatkan sebuah aplikasi. Hasil penelitian ini masih sebatas model penentuan penykait ternak babi berdasarkan gejala yang dialami dan diamati secara fisik pada ternak babi
Reduksi produk cacat pada kegiatan pencetakan Nismah Panjaitan; Dini Wahyuni; Mangara Tambunan
Widya Teknik Vol. 16 No. 2 (2017)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/wt.v16i2.1661

Abstract

Kualitas hasil kerja dapat dipengaruhi oleh kondisi tempat kerja, metode kerja, dan kemampuan operator yang melaksanakan kerja tersebut. Penelitian ini dilakukan di sepuluh usaha percetakan yang berlokasi di Kota Medan. Penelitian bersifat deskriptif, observasi dilakukan terhadap aktivitas kerja pencetakan, kondisi kerja, jumlah produk cacat, penelusuran penyebab terjadinya cacat dan upaya untuk mereduksi jumlah cacat. Hasil penelitian menunjukkan sejumlah kriteria produk cacat pada kegiatan pencetakan dokumen, buku, koran, garment, sablon, dan undangan. Aktivitas kognitif yang utama pada operator pencetakan adalah eksekusi dan merupakan kegagalan fungsi kognitif yang memiliki persentase terbesar. Sebagian besar operator bekerja berdasarkan pengalaman, tanpa pelatihan yang memadai sehingga menimbulkan dampak terjadinya produk cacat. Upaya penanganan produk cacat yang direkomendasikan untuk masing-masing jenis produk dituangkan ke dalam 3 bagian prosedur yaitu pra operasi, saat operasi, dan pasca operasi. Tindakan penanganan produk cacat memerlukan kemampuan, ketelitian, dan kesiagaan operator dalam menjalankan tugasnya
Mesin pengering kapasitas limapuluh baju sistem tertutup PK Purwadi
Widya Teknik Vol. 16 No. 2 (2017)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/wt.v16i2.1662

Abstract

Bagi pengusaha laundry, mesin pengering baju sangat diperlukan. Dengan adanya mesin pengering baju, pada saat musim hujan tiba, pengusaha laundry tidak perlu merasa cemas dan takut kalau bajunya tidak akan kering, jika sewaktu-waktu hujan datang. Selain itu, dengan adanya mesin pengering, target jumlah baju yang akan dikeringkan per hari mudah ditentukan, karena waktu pengeringan baju tertentu dan bersifat tetap. Proses pengeringan juga dapat dilakukan setiap saat, baik siang hari maupun malam hari. Selain merakit mesin pengering baju, tujuan dari penelitian ini adalah (a) mengetahui kondisi udara masuk ruang pengering baju, dan (b) mendapatkan waktu yang diperlukan mesin pengering untuk mengeringkan 50 baju secara serentak. Mesin pengering baju bekerja dengan sumber energi listrik, mempergunakan mesin yang bekerja dengan siklus kompresi uap. Energi listrik dipergunakan untuk menggerakkan kompresor dari mesin kompresi uap dan menggerakkan kipas angin untuk mengalirkan udara yang dipergunakan untuk proses pengeringan baju. Komponen utama mesin siklus kompresi uap adalah: kompresor, kondensor, pipa kapiler, evaporator dan peralatan tambahan filter, dengan fluida kerja R134a. Kompresor yang dipergunakan sebanyak 2 buah, masing masing dengan daya 1,5 PK, sedangkan ukuran komponen yang lain menyesuaikan dengan besarnya daya kompresor. Kipas angin yang dipergunakan sebanyak 2 buah masing masing dengan daya sebesar 54 watt yang dipasang di dekat kondensor, dan 2 buah kipas, masing masing dengan dengan daya 50 watt, yang difungsikan untuk mengalirkan udara dari ruang pengering ke ruang mesin siklus kompresi uap. Almari pengering dirancang untuk kapasitas 50 baju, dengan sistem tertutup. Penelitian dilakukan dengan memvariasikan kondisi awal pakaian basah: (a) hasil perasan tangan dan (b) hasil perasan mesin cuci. Jenis pakaian: batik, ukuran XL. Penelitian memberikan hasil, mesin pengering baju yang dirakit dapat bekerja dengan baik, dan (a) mampu mengkondisikan udara masuk ke dalam ruang pengeringan baju dengan suhu udara bola kering (Tdb) sekitar 74 C dan suhu udara bola basah sekitar 34 C. (b) mampu mengeringkan 50 baju basah hasil perasan tangan secara serentak dalam waktu sekitar 150 menit dan mampu mengeringkan 50 baju basah hasil perasan mesin cuci secara serentak dalam waktu sekitar 70 menit.
Optimalisasi faktor-faktor yang berpengaruh pada beban lentur genteng beton dengan metode response surface Amsal Dwi Nugroho; Martinus Edy Sianto; Luh Juni Asrini
Widya Teknik Vol. 16 No. 2 (2017)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/wt.v16i2.1663

Abstract

Genteng beton adalah unsur bangunan yang digunakan untuk atap yang terbuat dari campuran merata antara semen portland, agregat dan air dengan atau tanpa menggunakan pigmen. Produk Genteng di UD X menggunakan bahan baku fly ash yang memiliki keuntungan dapat meningkatkan kekuatan genteng beton. Namun penggunaan fly ash perlu dipertimbangkan kembali karena termasuk dalam Bahan Berbahaya dan Beracun sehingga pengelolaannya memerlukan ijin dan pengawasan khusus. Langkah menghilangkan penggunaan fly ash memerlukan seting parameter ulang untuk komposisi pasir, semen, dan kapur mill terhadap beban lentur genteng beton yang dioptimalkan menggunakan response surface method. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kombinasi level Pasir : Semen : Kapur Mill:Air dengan perbandingan 45 : 32 : 9 :14 akan menghasilkan nilai respon beban lentur sebesar 265.7 Kg. Model optimum antara faktor-faktor yang mempengaruhi nilai beban lentur adalah sebagai berikut : Y = 257.269 + 7.571X1 + 15.852 X2 – 14.580 X1 2 – 7.718 X2 2 – 3.430 X1X2
Pembuatan, modifikasi dan pemanfaatan material nano-pori Sandy Budi Hartono; Lannie Hadisoewignyo; . Antaresti
Widya Teknik Vol. 16 No. 2 (2017)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/wt.v16i2.1664

Abstract

Pemanfaatan Teknologi-Nano (Nanotechnology) dalam pembuatan berbagai jenis nanoparticles (partikel berukuran nanometer atau material nano) mengalami perkembangan yang sangat pesat. Aplikasi dari material nano telah meluas di berbagai bidang antara lain: katalis, pangan dan farmasi. Material nano dengan ukuran partikel antara 100 sampai 1000 nm memiliki keunggulan terutama pada luasan permukaan yang sangat besar dibandingkan dengan bulk material. Material nano-pori (MNP) sebagai bagian dari material nano memiliki karakteristik khusus dengan keberadaan struktur pori pada bahan tersebut. Salah satu jenis yang banyak dipelajari adalah Material Nano-Pori berbahan dasar silika (MNPS). Keunggulan dari (MNPS) terletak pada luasan permukaan yang sangat besar (dapat mencapai 1000 m2/g), ukuran pori yang dapat dirubah serta karakternya yang mudah untuk dimodifikasi. Penulisan artikel ini bertujuan untuk memberikan gambaran singkat tentang beberapa contoh MNPS, modifikasi dari MNPS serta pemanfaatannya. Aplikasi Material Nano-Pori ini meliputi gene delivery dan juga drug delivery diantaranya ibuprofen dan kurkumin. Materi dari review singkat ini berasal dari penelitian penulis serta dari beberapa artikel terkait di bidang MNPS yang dibuat oleh peneliti lain.
Perbaikan postur kerja untuk menurunkan gangguan musculoskeletal pada industri kecil kerajinan pembuatan sapu Chandra Dewi Kurnianingtyas
Widya Teknik Vol. 16 No. 2 (2017)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/wt.v16i2.1665

Abstract

Daerah Magelang Jawa Tengah Yogyakarta, terdapat banyak industri kecil kerajinan. Salah satunya adalah industri kercil kerajinan membuat sapu. Para pekerja bekerja dengan postur kerja membungkuk dan kaki menekuk dengan posisi duduk statis dan dalam jangka waktu yang lama. Posisi kerja pekerja membungkuk.Pada saat bekerja, pekerja merasakan adanya beberapa keluhan musculoskeletal, yaitu pada otot leher, bahu, lengan, tangan, jari, punggung, pinggang bagian bawah, dan kesemutan pada kaki. Permasalahan musculoskeletal terjadi saat bekerja. Posisi postur kerja yang tidak baik dapat menimbulkan potensi cedera. Metode yang dgunakan untuk mengevaluasi postur kerja ada RULA (Rapid Upper Limb Body Assessment). Analisis postur kerja RULA memberikan penilaian 7, yang artinya harus dilakukan segera perbaikan terhadap postur kerja tersebut. Perbaikan yang dilakukan dengan memperbaiki fasilitas kerja. Adanya perbaikan fasilitas kerja dapat mengurangi kemungkinan adanya cedera. Perbaikan fasiliats kerja dilakukan dengan simulasi menggunakan software Catia V5R20. Nilai skor postur kerja turun, setelah dilakukan perbaikan fasilitas kerja.
Improvement waktu pelayanan pasien bagian ultrasonografi dengan metode lean di RSUP Prof dr. R.D Kandou Indra Tjen; T.M.A. Ari Samadhi; Ronald Rachmadi
Widya Teknik Vol. 16 No. 2 (2017)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/wt.v16i2.1666

Abstract

Patient care process for the ultrasound section starting from the registration of patients and will be conducted further examination schedule patient and the patient will perform an ultrasound process according a predetermined time. Based on the observations made, in the process of scheduling a patient to wait long to turn the examination, this is because the number of patients that a lot of time and service time, so the capacity of patient care on average per day is 8 people with the time of service with service time 47 minutes / people . By using Lean with VALSAT (value stream mapping analysis tools) to identify waste that does not provide added value (non-value added activity), the type of waste that often occurs is waiting and overproduction. Furthermore, the fishbone diagram sought the cause of waste that is then given to the proposal in the form of recommendations to the party responsible for such repairs SOP and supervision at each ultrasound process. Based on the minimization of waste the time of patient care becomes 31.28 minutes / person. By the time the patient care capacity increased to 11 people / day.

Page 1 of 1 | Total Record : 9