cover
Contact Name
Herin Setianingsih
Contact Email
herin.setianingsih@hangtuah.ac.id
Phone
+6282257037541
Journal Mail Official
putra.abdullah@hangtuah.ac.id
Editorial Address
Jl. Gadung No. 1, Komplek Barat RSPAL dr. Ramelan, Surabaya, Provinsi Jawa Timur, 60111
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Surabaya Biomedical Journal
Published by Universitas Hang Tuah
ISSN : -     EISSN : 2808649X     DOI : 10.30649/sbj
Core Subject : Health,
Surabaya Biomedical Journal is a peer-reviewed, open access journal published three times a year (January, May, and September) by the Faculty of Medicine, Universitas Hang Tuah, Surabaya. The journal is dedicated to publishing high-quality original research articles, review papers, and general scientific contributions across all areas of medical and health sciences. The journal seeks to foster intellectual exchange and interdisciplinary dialogue among researchers, clinicians, and practitioners by integrating diverse perspectives, methodologies, and topics within the biomedical field. It aims to serve as a platform that bridges academic scholarship and clinical practice. The scope of the journal includes, but is not limited to: 1.Marine medicine 2.Hyperbaric medicine 3.General medicine 4.Dentistry 5.Nursing 6.Pharmacy Surabaya Biomedical Journal welcomes submissions from researchers and professionals who are engaged in advancing knowledge and innovation in these fields.
Articles 92 Documents
Hubungan Antara Ukuran LiLA Ibu saat Hamil Trimeseter Ketiga dengan Kejadian Stunting Anak Usia Dibawah Dua Tahun di Puskesmas Pitu Danubrata, Santika
Surabaya Biomedical Journal Vol. 2 No. 2 (2023): Januari
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/sbj.v2i2.53

Abstract

tidak sesuai dengan usia. Sejumlah 27,67% anak Indonesia didiagnosis stunting pada tahun 2019. Stunting menyebabkan perawakan pendek dan perkembangan kognitif terganggu yang dapat memberikan dampak jangka panjang. Stunting dipengaruhi banyak faktor, salah satunya adalah status nutrisi ibu pada saat hamil yang diukur menggunakan lingkar lengan atas (LiLA). Tujuan penelitian ini adalah mengetahui korelasi antara ukuran LiLA ibu pada saat hamil trimester ketiga dengan kejadian stunting pada anak usia dibawah dua tahun. Penelitian dilaksanakan di Puskesmas Pitu, Ngawi bulan Juni-Oktober 2022 menggunakan desain analitik observasional studi kasus-kontrol. Teknik pengambilan sampel dengan purposive-sampling. Data berasal dari buku Kesehatan Ibu dan Anak dan kuisioner sebagai pelengkap. Uji koefisien korelasi menunjukan nilai signifikansi (p) = 0,035, yang berarti terdapat hubungan antara ukuran LiLA ibu saat hamil trimester ketiga dengan kejadian stunting anak usia dibawah dua tahun. Nilai koefisien korelasi (r) = 0,255 menunjukan korelasi positif dengan kekuatan lemah. Anak dibawah dua tahun yang terlahir dari ibu dengan ukuran LiLA < 23,5 cm pada saat kehamilan trimester ketiga memiliki peningkatan risiko sebanyak 3,15 kali terhadap kejadian stunting (OR 3,151, 95% CI [1,061-9,357]). Terdapat hubungan lemah LiLA ibu pada saat hamil trimester ketiga dengan kejadian stunting pada anak usia bawah dua tahun (baduta) di wilayah kerja Puskesmas Pitu Ngawi tahun 2022. Berdasarkan kuisioner yang dibagikan, terdapat dugaan kejadian stunting juga dipengaruhi oleh faktor lain, seperti diare berkepanjangan, riwayat pemberian ASI, riwayat pemberian MP-ASI, riwayat pelayanan antenatal terpadu, riwayat sanitasi dan riwayat ketersediaan pangan anak.
Demam Berdarah Dengue dengan Perdarahan Spontan Anas, Muhammad; Firsiyanti, Aty; Fitria, Yusian Eri; Silkviana, Hassita Nadia; Abbas, Putri Naula; Sukma, Alshafiera Azayyana Mawadhani; Ekwanda, Moch Frando Ghiffari; Haniifah, Ulaa
Surabaya Biomedical Journal Vol. 3 No. 1 (2023): September 2023
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/sbj.v3i1.54

Abstract

Abstrak Pendahuluan: Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) merupakan salah satu infeksi yang sering terjadi di negara tropis utamanya Indonesia dan banyak menyebabkan kematian. DHF merupakan bagian dari Infeksi Virus Dengue yang mmkiliki klasifikasi lain. Tanda klinis DHF adalah demam tinggi, penurunan trombosit dan leukosit, bisa atau tidak ditemukan adanya perdarahan spontan. Laporan Kasus: Pasien anak laki – laki usia 15 tahun rujukan dari PKU Sumberaji dengan keluhan demam, keringat dingin, BAB lembek, mimisan, mual muntah dan nyeri kepala. Pembahasan: Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) merupakan salah satu bagian dari Infeksi Virus Dengue yang disebabkan oleh virus DEN 1-4, vectornya adalah nyamuk Aedes Aegypti. Manifestasi klinis dapat berbeda – beda tiap klasifikasinya, kesamaan hanya ada di keluhan demam tinggi. Klasifikasi lain bisa berupa Undifferentiated Fever, Dengue Fever, DHF grade 1-IV, Dengue Shock Syndrome. Klasifikasi ini juga digunakan untuk menentukan terapi dan prognosis penyakit Kata kunci: Demam, Dengue Fever, Infeksi Virus Dengue, Dengue Hemorrhagic Fever. Abstract Introduction: Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) is an infection that often occurs in tropical countries, especially Indonesia and causes many deaths. DHF is part of Dengue Virus Infection which has another classification. Clinical signs of DHF are high fever, decreased platelets and leukocytes, spontaneous bleeding may or may not be found. Case Report: A 15-year-old male patient referred from PKU Sumberaji with complaints of fever, cold sweat, loose bowel movements, nosebleeds, nausea, vomiting and headaches. Discussion: Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) is a part of Dengue Virus Infection caused by the DEN 1-4 virus, the vector of which is the Aedes Aegypti mosquito. Clinical manifestations can be different for each classification, similarities are only in complaints of high fever. Another classification can be Undifferentiated Fever, Dengue Fever, DHF grade 1-IV, Dengue Shock Syndrome. This classification is also used to determine therapy and disease prognosis Keyword: Fever, Dengue Fever, Dengue Virus Infection, Dengue Hemorrhagic Fever
Hubungan Antara Kadar HbA1c Pada Pasien Diabetes Melitus Dengan Kejadian Preeklamsia Sugianto, Kevin Raffelino
Surabaya Biomedical Journal Vol. 2 No. 2 (2023): Januari
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/sbj.v2i2.55

Abstract

Abstrak Latar belakang: Diabetes melitus adalah kondisi yang ditandai dengan hiperglikemia sebagai akibat dari kerusakan sel β pankreas, resistensi insulin atau kombinasi. Diabetes melitus harus dikendalikan dengan kontrol glikemik yang dapat diketahui dengan melakukan pemeriksaan hemoglobin terglikosilasi (HbA1c) sehingga dengan meningkatnya kadar HbA1c ≥ 6,5 dapat menjadi parameter dan mendiagnosis bahwa pasien tersebut menderita diabetes melitus. Diabetes melitus dapat menyebabkan kerusakan mikrovaskular maupun makrovaskular. Salah satu resiko utama dari kerusakan mikrovaskular adalah penyakit preeklamsia pada ibu hamil. Tujuan: Penelitian ini dibuat untuk mengetahui hubungan antara kadar HbA1c pada pasien diabetes melitus dengan kejadian preeklamsia. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan desain studi literatur (literature review). Artikel yang digunakan merupakan artikel yang terindeks SJR (Scimago Journal Rank), SINTA (Science and Technology Index), dan Scopus yang dipublikasikan dengan rentang tahun 2017-2022. Hasil: Dari penelitian jurnal literature review terdapat 10 laporan penelitian yang dapat digunakan untuk menjawab rumusan masalah penelitian ini. Didapatkan sebanyak 10 laporan penelitian yang menyatakan bahwa meningkatnya kadar HbA1c pada pasien diabetes dapat menjadi parameter kontrol glikemik (HbA1c ≥ 6,5; HbA1c < 6,5). Jika kadar HbA1c ≥ 6,5, maka pasien akan di diagnosis menderita diabetes melitus dan meningkatkan resiko terkena penyakit preeklamsia akibat kerusakan dari mikrovaskular yang disebabkan oleh diabetes melitus. Kesimpulan kejadian preeklamsia akan meningkat karena adanya peningkatan kadar HbA1c ≥ 6,5 pada ibu hamil yang menderita diabetes melitus. Kata kunci : HbA1c; diabetes melitus; preeklamsia
Perbedaan Manifestasi Klinis Kejang Demam Pada Anak Anemia dengan Tanpa Anemia di RSPAL dr. Ramelan Surabaya Tahun 2019-2022 -, Delia
Surabaya Biomedical Journal Vol. 2 No. 2 (2023): Januari
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/sbj.v2i2.56

Abstract

Study aims: Febrile seizures are the most common neurological disorder in children. The incidence of febrile seizures is related to the incidence of epilepsy at 2-4% in the future and the probability of recurrence is about 30% and 50% after the first and second febrile seizures, respectively. Several recent studies have suggested that febrile seizures are more common in children with anemia. Anemia patients who experience febrile seizures can cause more severe clinical manifestations. Where 40.5% of the incidence of anemia in Indonesia occurs in children under the age of 5 years. Therefore, this study is conducted to determine the differences of the clinical manifestations of febrile seizures with and without anemia in children at RSPAL Dr. Ramelan Surabaya on 2019-2022. Methods: This study was an observational analytic study with a cross-sectional study approach and qualitative methods from secondary medical record data of infants and children aged 6 months-5 years at RSPAL Dr. Ramelan Surabaya for the period May 2019-May 2022. The number of samples in this study was 82 samples. Results: The characteristics of the sample which experiences the most febrile seizures occurres between the ages of 6-18 months, the gender of male with a temperature >38°C and manifestations in the form of simple febrile seizures. In addition, the results of the fisher exact test with a significance level of 5% shows p = 0.96 which means there is no difference in the clinical manifestations of febrile seizures in anemic and non-anemic children. Conclusion: The conclusion of this study is that based on the classification of febrile seizures, the most common clinical manifestations that occur in children with anemia and without anemia are simple febrile seizures. So that there is no difference in the clinical manifestations of febrile seizures in anemic children and without anemia.
HUBUNGAN ANTARA PARITAS DENGAN KEJADIAN RUPTUR PERINEUM PADA PERSALINAN PERVAGINAM DI RSPAL DR. RAMELAN PERIODE JANUARI 2019 – JULI 2022 Darmayanti, Ni Ketut Alit Darmayanti
Surabaya Biomedical Journal Vol. 2 No. 2 (2023): Januari
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/sbj.v2i2.58

Abstract

Abstrak Latar belakang : Ruptur perineum merupakan salah satu komplikasi yang sering terjadi pada persalinan pervaginam dan menyebabkan rasa tidak nyaman disertai nyeri yang cukup lama setelah melahirkan. Nyeri perineum yang lama dapat membatasi seorang wanita untuk melakukan aktivitas pasca persalinan. Ruptur perineum dapat terjadi secara spontan maupun iatrogenik (episiotomi atau penggunaan alat bantuan saat melahirkan). Beberapa komplikasi dari ruptur perineum adalah perdarahan, pemulihan postpartum yang lama, kontak ibu-anak yang tertunda, dan nyeri perineum. Paritas dan episiotomi merupakan salah satu faktor yang dapat menyebabkan terjadinya ruptur perineum. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara paritas dengan kejadian ruptur perineum pada persalinan pervaginam di RSPAL Dr. Ramelan periode Januari 2019 – Juli 2022. Metode : Jenis penelitian ini adalah analitik observasional dengan desain cross sectional. Data sekunder yang berasal dari rekam medis RSPAL Dr. Ramelan diambil dengan teknik purposive sampling dan data dianalisis secara statistik dengan uji korelasi Kendall’s tau-b. Hasil :Hasil penelitian ini menggunakan uji korelasi Kendall’s tau-b, didapatkan signifikansi p=0,609, nilai yang diperoleh lebih dari nilai α (α = 0,05) artinya tidak terdapat hubungan yang signifikan antara paritas dengan kejadian ruptur perineum sedangkan pada hubungan antara episiotomi dengan ruptur perineum didapatkan signifikansi p=0,992, nilai yang diperoleh lebih dari nilai α (α = 0,05) artinya tidak terdapat hubungan yang signifikan antara episiotomi dengan kejadian ruptur perineum. Kesimpulan : Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan antara paritas dan episiotomi dengan kejadian ruptur perineum pada persalinan pervaginam.
Hubungan Durasi dan Posisi Duduk Terhadap Prevalensi dan Intensitas Keluhan Nyeri Punggung Bawah (Low Back Pain) pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Hang Tuah Surabaya Angkatan 2019-2020 Rindayu, Dinnara Nelya
Surabaya Biomedical Journal Vol. 4 No. 2 (2025): Januari
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/sbj.v4i2.59

Abstract

Nyeri punggung bawah mengacu pada keluhan muskuloskeletal yang mempengaruhi produktivitas mahasiswa dan sering dikaitkan dengan faktor gaya hidup sedenter yang beresiko menyebabkan ketegangan otot, peregangan ligamen, dan peningkatan tekanan vertebra. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan durasi dan posisi duduk terhadap prevalensi dan intensitas keluhan nyeri punggung bawah pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Hang Tuah Surabaya angkatan 2019-2020. Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional, selama bulan April – November 2022 di Fakultas Kedokteran Universitas Hang Tuah Surabaya. Jumlah responden sebanyak 166 orang, menggunakan teknik pengambilan sampel simple random sampling. Pengambilan data melalui kuesioner google form, mencakup kuesioner durasi dan posisi duduk, kuesioner The Pain and Distress Scale, dan kuesioner Numeric Pain Rating Scale. Hasilnya, mayoritas responden memiliki durasi duduk 6 – 9 jam sebanyak 95 orang (57,2%), dan posisi duduk membungkuk sebanyak 120 orang (72,3%). Mayoritas responden mengalami prevalensi keluhan jarang, sebanyak 127 orang (76,5%) dan intensitas keluhan ringan, sebanyak 85 orang (51,2%). Analisis data uji korelasi Spearman memperoleh nilai p = 0,138 (p > ?) untuk durasi duduk dengan prevalensi keluhan nyeri, dan p = 0,041 (p < ?) untuk durasi duduk dengan intensitas keluhan nyeri. Uji korelasi Kendall’s tau-b menunjukkan nilai p = 0,054 (p > ?) untuk posisi duduk dengan prevalensi keluhan nyeri, dan p = 0,001 (p < ?) untuk posisi duduk dengan intensitas keluhan nyeri. Sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan signifikan antara durasi dan posisi duduk terhadap prevalensi keluhan nyeri punggung bawah, serta terdapat hubungan signifikan antara durasi dan posisi duduk terhadap intensitas keluhan nyeri punggung bawah. Kata kunci: durasi duduk, posisi duduk, prevalensi nyeri, intensitas nyeri, nyeri punggung bawah, mahasiswa kedokteran
HUBUNGAN ANTARA VOLUME PERDARAHAN DAN JUMLAH LEUKOSIT DENGAN FUNCTIONAL OUTCOME PASIEN PERDARAHAN INTRASEREBRAL (PIS) DI RSPAL DR. RAMELAN SURABAYA Zeeva, Evane Jovanie
Surabaya Biomedical Journal Vol. 2 No. 2 (2023): Januari
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/sbj.v2i2.61

Abstract

Abstrak Latar Belakang: Perdarahan Intraserebral (PIS) adalah kumpulan darah dalam parenkim otak atau sistem ventrikel dan bukan karena trauma. Ruptur pembuluh darah kecil dan microaneurysm pada perforasi pembuluh darah merupakan penyebab PIS. Volume perdarahan dan jumlah leukosit merupakan determinan penting untuk functional outcome. Pasien sembuh seringkali memiliki defisit neurologis persisten yang mengganggu aktivitas dan fungsi kesehariannya. Prediktor klinis untuk defisit neurologis dinilai dengan National Institutes of Health Stroke Scale (NIHSS). Tujuan: Penelitian bertujuan mengetahui hubungan antara volume perdarahan dan jumlah leukosit dengan functional outcome PIS di RSPAL dr. Ramelan Surabaya. Metode: Penelitian berupa analitik observasional dengan desain cross-sectional. Menggunakan metode retrospektif dengan data kuantitatif berupa data sekunder rekam medis pasien rawat inap. Penelitian dilakukan di RSPAL dr. Ramelan Surabaya pada Juni 2021 sampai Juni 2022. Data berasal dari CT scan kepala untuk mengetahui volume pendarahan, hasil laboratorium pemeriksaan darah lengkap untuk mengetahui jumlah leukosit, dan tabel NIHSS untuk mengetahui functional outcome pasien. Hasil: Penelitian dilakukan pada 50 pasien PIS yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil uji korelasi antara volume perdarahan dan functional outcome pasien menunjukkan ada hubungan yang signifikan dengan nilai signifikansi (p) = 0,02 < α (0,05). Hasil uji korelasi antara jumlah leukosit dan functional outcome pasien menunjukkan tidak ada hubungan yang signifikan dengan nilai signifikansi (p) = 0,798 > α (0,05). Kesimpulan: Dapat disimpulkan bahwa ada hubungan signifikan antara volume perdarahan dengan functional outcome pasien PIS di RSPAL dr. Ramelan Surabaya. Tidak ada hubungan signifikan antara jumlah leukosit dengan functional outcome pasien PIS di RSPAL dr. Ramelan Surabaya. Kata kunci: volume perdarahan, jumlah leukosit, Perdarahan Intraserebral (PIS), functional outcome, nilai NIHSS.
Peran Profilaksis Ekstrak Rumput Laut (Eucheuma spinosum) Mencegah Kenaikan Kadar Gula Darah Tikus (Rattus norvegicus) yang Diinduksi Dexamethasone Kosala, Giselle; Handajani, Fitri; Nabil, Nabil; Samsuddin, Mohammad
Surabaya Biomedical Journal Vol. 4 No. 2 (2025): Januari
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/sbj.v4i2.67

Abstract

Hiperglikemia merupakan meningkatnya kadar glukosa darah melebihi normal. Eucheuma spinosum mengandung kadar antioksidan alami flavonoid yang kuat yang memiliki efek dapat meningkatkan kadar sensitivitas sel terhadap insulin dan meningkatkan produksi insulin sehingga dapat mencegah terjadinya hiperglikemia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak rumput laut (Eucheuma spinosum) sebagai profilaksis dalam mencegah terjadinya kenaikan kadar gula darah yang diinduksi deksametason. Penelitian ini merupakan true experimental design with post test only control group design. Penelitian ini menggunakan 30 ekor tikus putih (Rattus norvegicus) jantan yang dibagi menjadi 3 kelompok; kelompok kontrol negatif (K(-)) tanpa perlakuan, kelompok kontrol positif (K(+)) kelompok yang diinduksi deksametason 8 mg/KgBB selama 6 hari, dan kelompok kontrol perlakuan (K(P)) yang diberikan profilaksis ekstrak rumput laut (Eucheuma spinosum) 200 mg/KgBB selama 14 hari dan diinduksi dengan deksametason selama 6 hari. Setelah masa perlakuan selesai dilakukan terminasi dan dilakukan perhitungan pada kadar glukosa darah yang diambil melalui aorta tikus. Hasil data secara statistic dianalisis menggunakan SPSS. Hasil penelitian kadar glukosa darah menggunakan uji one way ANOVA menunjukkan adanya perbedaan signifikan (p < 0,01). Uji post hoc Tukey menunjukkan adanya penurunan kadar glukosa darah yang bermakna pada kelompok kontrol perlakuan ketika dibandingkan dengan kelompok kontrol positif ( p < 0,01). Kesimpulan dari penelitian ini adalah pemberian profilaksis ekstrak rumput laut (Eucheuma spinosum) 200 mg/KgBB selama 14 hari dapat mencegah kenaikan gula darah yang bermakna dibandingkan dengan kelompok yang tidak diberikan profilaksis ekstrak rumput laut (Eucheuma spinosum). Kata kunci : Eucheuma spinosum, gula darah, flavonoid, deksametason
HUBUNGAN PLATELET-LYMPHOCYTE RATIO DENGAN KEJADIAN SINDROM KORONER AKUT UNSTABLE ANGINA DI RSPAL DR. RAMELAN SURABAYA Dewi, Ratna Chintya
Surabaya Biomedical Journal Vol. 4 No. 2 (2025): Januari
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/sbj.v4i2.69

Abstract

Background: Coronary Heart Disease (CHD) is a cardiovascular disease that causes the most deadly in the world with manifestations in the form of Acute Coronary Syndrome (ACS). One of the ACS categories is unstable angina. Platelet-Lymphocyte Ratio (PLR) are two combinations of hematological parameters that have recently emerged as predictors of various cardiovascular diseases. Objective: To determine the relationship between PLR and the incidence of Acute Coronary Syndrome unstable angina at RSPAL dr. Ramelan Surabaya. Method: This study is a cross-sectional retrospective using medical records of patients with ACS in the cardiology department's outpatient and inpatient installations RSPAL dr. Ramelan Surabaya. Results: The number of medical record data that met the inclusion criteria was 181 samples. 64% of patients are male and 36% are female. Research subjects with PLR ?109.5 were 60% and PLR <109.5 were 40%. Patients with unstable angina are 66% and not unstable angina is 34%. The results of the data analysis test using the contingency coefficient test with cross-tabulation obtained a value of 0.009 with a significance value of 0.899 (P > ?). The statistical test results showed that there was no correlation between the platelet-lymphocyte ratio and the incidence of unstable angina at RSPAL dr. Ramelan Surabaya. Conclusion: There is no relationship between platelet-lymphocyte ratio and the incidence of unstable angina at RSPAL dr. Ramelan Surabaya.
Studi Literatur Prognosis Pasien COVID-19 dengan Komplikasi Stroke Anjani, Sofia Devi
Surabaya Biomedical Journal Vol. 3 No. 1 (2023): September 2023
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/sbj.v3i1.71

Abstract

Tujuan Penelitian: COVID-19 telah menjadi ancaman kesehatan global sejak ditemukannya pasien yang pertama kali terpapar pada Desember 2019 di Wuhan, Cina. Salah satu komplikasi serius neurologis terkait COVID-19 adalah stroke. Penelitian ini bertujuan untuk membahas prognosis pada pasien COVID-19 dengan komplikasi stroke. Metode: Penelitian studi literatur ini menggunakan 20 artikel dengan kriteria inklusi artikel jurnal internasional terindeks Scimago yang dipublikasian pada tahun 2018 hingga 2022. Artikel pada penelitian ini diambil melalui Google Scholar, PubMed, dan ScienceDirect. Hasil: Subtipe stroke tersering pada pasien COVID-19 adalah stroke iskemik dan diikuti oleh stroke hemoragik. Insiden kumulatif pasien COVID-19 dengan stroke iskemik menunjukkan perawatan di ICU yang lebih tinggi dibandingkan pasien COVID-19 dengan stroke hemoragik yang lebih jarang ditemukan diantara pasien rawat inap tetapi memiliki angka kematian yang lebih tinggi Kesimpulan: Stroke hemoragik pada pasien COVID-19 mengindikasikan prognosis yang lebih buruk dengan angka kematian yang tinggi dibandingkan dengan stroke iskemik pada pasien COVID-19 yang memiliki prognosis yang lebih baik dengan angka pasien pulih yang lebih banyak.

Page 4 of 10 | Total Record : 92