cover
Contact Name
Herin Setianingsih
Contact Email
herin.setianingsih@hangtuah.ac.id
Phone
+6282257037541
Journal Mail Official
putra.abdullah@hangtuah.ac.id
Editorial Address
Jl. Gadung No. 1, Komplek Barat RSPAL dr. Ramelan, Surabaya, Provinsi Jawa Timur, 60111
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Surabaya Biomedical Journal
Published by Universitas Hang Tuah
ISSN : -     EISSN : 2808649X     DOI : 10.30649/sbj
Core Subject : Health,
Surabaya Biomedical Journal is a peer-reviewed, open access journal published three times a year (January, May, and September) by the Faculty of Medicine, Universitas Hang Tuah, Surabaya. The journal is dedicated to publishing high-quality original research articles, review papers, and general scientific contributions across all areas of medical and health sciences. The journal seeks to foster intellectual exchange and interdisciplinary dialogue among researchers, clinicians, and practitioners by integrating diverse perspectives, methodologies, and topics within the biomedical field. It aims to serve as a platform that bridges academic scholarship and clinical practice. The scope of the journal includes, but is not limited to: 1.Marine medicine 2.Hyperbaric medicine 3.General medicine 4.Dentistry 5.Nursing 6.Pharmacy Surabaya Biomedical Journal welcomes submissions from researchers and professionals who are engaged in advancing knowledge and innovation in these fields.
Articles 99 Documents
Pengaruh Frekuensi Latihan Fisik Submaksimal Terhadap Kadar Serum Glutamic Pyruvic Transaminase (SGPT) Tikus Putih (Rattus norvegicus) Betina Galur Wistar Primayanti, Ni Komang Ayu Septia
Surabaya Biomedical Journal Vol. 3 No. 2 (2024): Januari
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/sbj.v3i2.93

Abstract

Abstract According to WHO data (2020), individuals with inadequate physical exercise develop a mortality risk of 20-30% compared to individuals with adequate physical exercise. Regular physical exercise has a positive impact in maintaining a healthy lifestyle, whereas acute intense physical exercise such as in untrained individuals can have a negative impact through the occurrence of oxidative stress. Physical exercise with repetition of exercise can form an adaptation mechanism thereby increasing the work of endogenous antioxidants and inhibiting the formation of ROS. Meanwhile, acute physical exercise without repetition of exercise can cause a decrease in endogenous antioxidant levels and an increase in ROS. Increased ROS induces oxidative stress, which then plays a role in liver damage. This study aims to determine the effect of submaximal physical exercise frequency on SGPT levels, an indicator of liver damage. This research was a laboratory experimental study with a post-test only control group design using 27 Wistar female white rats which were divided into 3 groups; K1 was given standard feed for 4 weeks, K2 was given standard feed for 4 weeks, submaximal physical exercise on days 1 to 14 and 21 of the study, and K3 was given standard feed for 4 weeks and submaximal physical exercise on day 21 of the study. After intervention, all groups of rats were taken for blood to calculate SGPT levels and then the results of the data were analyzed statistically. The results of the Kruskal-Wallis test showed a significance of 0.479 (p>α) with α=0.05, which means that there was no significant difference in the frequency of submaximal physical exercise on SGPT levels in female Wistar rats (Rattus norvegicus). The conclusion of this study showed that there was no effect of the frequency of submaximal physical exercise on SGPT levels in female Wistar rats (Rattus norvegicus).
KARAKTERISTIK RHINOSINUSITIS KRONIS DI POLI THT RSPAL dr. RAMELAN SURABAYA PERIODE JANUARI 2020 - JULI 2022 Perdana, Chendikia Abrian Putra
Surabaya Biomedical Journal Vol. 3 No. 2 (2024): Januari
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/sbj.v3i2.96

Abstract

Latar belakang: Rhinosinusitis adalah suatu keadaan dimana terjadinya infeksi dan peradangan pada sinus mukosa paranasal, dimana setidaknya terjadi 12 minggu. Rhinosinusitis sendiri, merupakan salah satu masalah kesehatan dengan prevalensi yang besar di dunia. Selain itu, Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) masuk dalam daftar 10 penyakit terbanyak di rumah sakit di Indonesia. Rhinosinusitis kronis memiliki beberapa karakteristik, diantaranya jenis kelamin yang tersering, kelompok usia terbanyak yang terkena, gejala dan hasil pemeriksaan yang paling banyak ditemukan, dan tindakan manajemen yang paling banyak diberikan kepada pasien. Tujuan penelitian: Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui karakteristik pada pasien rhinosinusitis kronis yang ada di poli THT RSPAL dr. Ramelan Surabaya Periode Januari 2020 – Juli 2022 Metode: Penelitian deskriptrif ini dilakukan untuk menggunakan desain cross-sectional dengan metode kuantitatif. Pengambilan data karakteristik dilakukan dengan cara pengambilan rekam medis dan kemudian dilakukan pencatatan untuk mengetahui karakteristik pada pasien. Pemilihan sampel menggunakan metode purposive sampling. Hasil penelitian: Hasil penelitian yang dilakukan pada 30 pasien didapatkan pasien laki-laki sebanyak 7 orang dan pasien perempuan sebanyak 23. Untuk kelompok usia ≤ 10 tahun tidak ditemukan, kelompok usia11-20 tahun sebanyak 2 pasien, kelompok usia 21-30 tahun sebanyak 3 pasien, kelompok usia 31-40 tahun sebanyak 5 pasien, kelompok usia 41-50 tahun sebanyak 11 pasien, dan kelompok usia ≥ 51 tahun sebanyak 9 pasien. Untuk gejala pilek sebanyak 17 pasien, gejala sekret di tenggorokan sebanyak 12 pasien, gejala hidung tersumbat sebanyak 24 pasien, dan gejala nyeri kepala, pipi, dan dahi sebanyak 17 pasien. Untuk hasil pemeriksaan polip sebanyak 3 pasien, hasil pemeriksaan deviasi septum sebanyak 7 pasien, hasil pemeriksaan cavum nasi sebanyak 3 pasien, hasil pemeriksaan konka hiperemi dan udem sebanyak 23 pasien, dan hasil pemeriksaan sekret purulent sebanyak 16 pasien. Dan untuk tindakan manajemen yang diberikan, medikamentosa sebanyak 16 pasien, dan medikamentosa dan tindakan operatif sebanyak 14 pasien. Kesimpulan: dari 30 sampel pasien didapatkan jenis kelamin terbenyak adalah perempuan, kelompok usia terbanyak adalah 41-50 tahun, gejala terbanyak adalah hidung tersumbat, hasil pemeriksaan terbanyak adalah konka hiperemi dan udem, dan untuk tindakan manajemen terbanyak adalah medikamentosa dan tindakan operatif.
POTENSI FUKOIDAN PADA TERIPANG (Holothuroidea) SEBAGAI AGEN ANTIKANKER Pratama, Ramadhani Yoga
Surabaya Biomedical Journal Vol. 4 No. 1 (2024): September
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/sbj.v4i1.100

Abstract

Kanker adalah kelainan dengan multifaktorial kompleks dan dapat menyebabkan angka kematian yang tinggi sehingga membuat kanker menjadi ancaman serius. Berbagai upaya dilakukan untuk menangani kasus kanker salah satunya adalah dengan kemoterapi. Akantetapi kemoterapi juga dapat melukai sel sehat seperti sel darah, sel kulit dan sel pencernaan. Pendekatan terapi baru yang tidak menimbulkan efek samping diperlukan. Salah satunya adalah terapi berbasis bahan alam yaitu fukoidan pada teripang. Bukti yang berkembang menunjukkan bahwa fukoidan memiliki efek antikanker. Penelitian ini bertujuan mengetahui potensi fukoidan pada teripang sebagai agen antikanker. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah studi literatur. Hasil yang diperoleh mengenai efektifitas potensi dari fukoidan sebanyak 15 jurnal ilmiah dengan topik yang relevan didapat dari PubMed. Fukoidan sendiri berinteraksi dengan berbagai jalur seluler terkait kanker. Jalur yang dilaporkan paling penting adalah jalur PI3K/Akt dan MAPK/ERK. Mekanisme dari fukoidan sendiri dengan cara menghambat fosforilasi jalur PI3K/Akt dan MAPK/ERK yang menghasilkan apoptosis, menghambat proliferasi, aktivitas antiangiogenik, menurunkan viabilitas, menekan kapasitas migrasi dan invasif pada sel kanker.
EFEKTIFITAS PEMBERIAN ASPIRIN DOSIS RENDAH UNTUK MENCEGAH PREEKLAMSIA DI RSPAL DR. RAMELAN SURABAYA: EFFECTIVENESS OF LOW DOSAGE ASPIRIN TO PREVENT PREECLAMPSIA AT RSPAL DR. RAMELAN Wijaya, Grace
Surabaya Biomedical Journal Vol. 3 No. 2 (2024): Januari
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/sbj.v3i2.101

Abstract

Background: Preeclampsia is a multisystem disorder in pregnancy. In developing countries, cases of preeclampsia are 7 times higher than in developed countries with a prevalence of 1.8%−18%. First-trimester screening needs to be done in detecting preeclampsia in every pregnant woman and preeclampsia prevention strategies with aspirin have proven effective in previous studies. Research Objectives: To determine the effectiveness of low-dose aspirin administration to prevent preeclampsia at dr. Ramelan for the period 13 June 2019 – 30 September 2021. Research Methods: The research design used in this study was descriptive using a retrospective cohort study. Researchers used secondary data in the form of patient medical records with a total sample of 118 patients. Results: From a total sample of 118 people, 30.5% had preeclampsia and 66.1% of patients who were given low-dose aspirin. Conclusion: Pregnant women who experienced preeclampsia after being given low-dose aspirin were recorded in 31 of 78 patients (39.7%) and pregnant women who experienced preeclampsia when not given low-dose aspirin were recorded in 5 of 40 patients (12.5%).
Pengaruh virgin coconut oil Terhadap kadar HDL, LDL, dan Katalase Dalam Mencegah Dislipidemia Pada Tikus Jantan Wistar Yang Di Induksi Ethanol Lipinsky, Arnesa
Surabaya Biomedical Journal Vol. 2 No. 3 (2023): Mei
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/sbj.v2i3.102

Abstract

Konsumsi ethanol merupakan salah satu penyebab dyslipidemia sekunder dan telah menyebabkan kematian penduduk dengan rata-rata usia 20-39 tahun, yang kurang lebih setara dengan 13,5% dari total seluruh kematian menurut WHO 2022. Ditandai dengan ketidakteraturan lemak darah seperti penurunan HDL, peningkatan LDL. Ethanol juga menyebabkan penurunan katalase sehingga ROSdalam tubuh meningkat. VCO telah banyak diteliti terutama untuk antioksidan, antiinflamasi, dan dapat meningkatkan kadar lemak baik. Penelitian ini berfokus pada terapi pencegahan dan bertujuanuntuk membandingkan profil HDL, LDL, dan katalase antara tikus kelompok kontrol dan kelompok perlakuan setelah pemberian VCO. Design penelitian ini merupakan eksperimental “post-test only control group design”, terdiri dari 30 tikus yang dibagi menjadi 3 kelompok: kelompok tanpa perlakuan (K1), kelompok induksi ethanol 4,5g/Kg (20% v/v) (K2), kelompok perlakuan VCO1ml/hari/270g BB (KP). Hasil Uji one-way ANOVA HDL didapatkan penurunan tidak signifikan pada K1-K2 (p=0,187) dan peningkatan signifikan pada K2-KP (p=0,010), sedangkan Uji one-way ANOVA LDL didapatkan peningkatan tidak signifikan (p=0,390) pada K1-K2 dan penurunan tidak signifikan (p=0,168) pada K2-KP, yang menunjukkan bahwa induksi ethanol yang telah dilakukan belum berhasil memengaruhi profil lipid HDL dan LDL darah. Tetapi, hasil Uji one-way ANOVA katalase menunjukkan penurunan yang signifikan pada K1-K2 (p= 0,028), dan peningkatan signifikan pada K2-KP (p=0,001), yang menunjukkan bahwa induksi ethanol berhasil memengaruhi kadar katalase, dan VCO dapat meningkatkan kadar katalase darah.
Pengaruh Tinitus Terhadap Kesehatan Mental Putri, Ayuningsukma Betari Herdiansyah; Poerwantiningroem, Prijanti Eka; Mutiadesi, Wahyu Prasasti; Sintoro, Henry Purbowo
Surabaya Biomedical Journal Vol. 3 No. 2 (2024): Januari
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/sbj.v3i2.104

Abstract

Tinitus merupakan persepsi suara yang didengar oleh telinga penderita tanpa adanya stimulus eksternal. Suara yang didengarkan mungkin terasa tidak nyaman, keras, menakutkan atau bahkan menyakitkan bagi penderita. Kebisingan yang konstan dan mengganggu dapat menyebabkan gangguan dalam segi kualitas hidup pasien. Prevalensi penderita yang merasa kualitas hidupnya terganggu adalah 15-20% dari keseluruhan penderita tinitus. Salah satu bentuk dampak yang sangat berpengaruh adalah gangguan psikologis. Terdapat beberapa laporan yang menunjukkan bahwa penderita tinitus yang mengalami gangguan psikologis memiliki prevalensi yang tinggi. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah studi literatur. Sampel dalam penelitian ini adalah artikel-artikel jurnal yang membahas tentang tinitus, kesehatan mental, dan pengaruh antar keduanya. Literatur artikel berupa artikel dari jurnal internasional yang terindikasi dalam SINTA, DOAJ, Scopus, Thomson Reuters, Elsevier, Springer, Wiley Online Library, dan Taylor Frances yang diterbitkan pada tahun 2017-2022. Hasil penelitian dari seluruh jurnal yang digunakan menunjukkan hasil yang positif mengenai adanya hubungan antara tinitus dengan kesehatan mental. Berbagai gejala gangguan psikologi dapat terjadi kepada penderita tinitus. Namun tidak diketahui apa muncul terlebih dahulu diantara tinitus dan gejala gangguan psikologi tersebut. Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan antara tinitus dan kesehatan mental.
Karakteristik dan Gambaran Histopatologi Ca Serviks di RSPAL Dr. Ramelan Surabaya Periode 2019 - 2021 Mahrus, Hilman Washil
Surabaya Biomedical Journal Vol. 2 No. 3 (2023): Mei
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/sbj.v2i3.106

Abstract

Latar Belakang: Kanker serviks menempeti peringkat 4 didunia dan merupakan penyakit yang memiliki angka mortalitas yang tinggi sekitar 275 ribu kematian di dunia pada tahun 2019. Di Indonesia dalam kurun waktu 5 tahun terakhir kanker serviks menempati urutan peringkat kedua kasus kanker terbanyakpada wanita setelah kanker payudara dengan jumlah kasus baru sebanyak 36.633 dan angka kematian mencapai 21.003 jiwa.Tujuan: Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui karakteristik dan gambaran histopatologi Ca serviks di RSPAL Dr. Ramelan Surabaya periode Januari 2019 hingga Desember 2021.Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang menggunakan metode non-probability sampling dengan jenis purposive sampling dari data sekunder rekam medis pasien kanker serviks di RSPAL Dr. Ramelan Surabaya.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 130 sampel terdapat beberapa karakteristik penderita kanker serviks, yaitu yang tertinggi berasal dari kelompok usia 40-60 tahun sebesar 66,92%, gambaran histopatologi squamous cell carcinoma sebesar 70,77%, stadium IIIB sebesar 85,38% dan penatalaksanaan kemoradiasi sebesar 69,23%.Kesimpulan: Jenis kanker serviks berdasarkan histopatologi yang paling sering dijumpai adalah kanker serviks squamous cell carcinoma
Karakteristik Kejadian Stroke pada Pasien Rawat Inap di RSPAL dr. Ramelan Periode 2020 Syahputri, Dewi
Surabaya Biomedical Journal Vol. 2 No. 3 (2023): Mei
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/sbj.v2i2.108

Abstract

Stroke is a disease caused by impaired brain function caused by damage or death of brain tissue due to blocked blood flow to the brain so that the oxygen supply is reduced. This disease ranks 3rd after heart cancer in Indonesia. The purpose of this study was to determine the characteristic picture of inpatient stroke patients at RSPAL dr. Ramelan period 2020. The research design uses descriptive research quantitative methods and uses secondary data in the form of medical records. The results of the study totaled 41 samples. The distribution of patients with the most sex factors in the male group was 24 people (59%). The distribution of age factors was highest in the age group of 50-65 years as many as 19 people (46%). The distribution of the family history of the patient is not found in the patient's medical record data. The most diabetes mellitus factor in patients who did not have a history of diabetes mellitus was 23 people (56%). The distribution of patients with the most hypertension factors in the group of patients who had a history of hypertension was 24 people (59%). The distribution of patients with obesity factors was not found in the medical records of patients. The distribution of patients with smoking factors was the most in patients with a history of smoking by 22 people (54%). The conclusion of the study is that the most cases of stroke incidence factors in inpatients at RSPAL dr. Ramelan in 2020 are male, aged 50-65 years, who do not have diabetes mellitus factor, who have hypertension factor, who have a history of smoking, and all samples are declared to have stroke.
HUBUNGAN KEPATUHAN MENGONSUMSI TABLET FE DENGAN ANEMIA DALAM KEHAMILAN DI RS NINDHITA, KABUPATEN SAMPANG, PERIODE AGUSTUS-OKTOBER 2022 Brilliandinda Ichsasqia Sidqi Auliayahya; Ronald Pratama Adiwinoto; Peter Gunawan Tandean; Liliawanti
Surabaya Biomedical Journal Vol. 2 No. 3 (2023): Mei
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/sbj.v2i3.110

Abstract

Anemia pada ibu hamil merupakan suatu keadaan ketika jumlah kadar atau konsentrasi hemoglobin (Hb) pada ibu menurun yaitu menempati nilai kurang dari 11 gr/dl. Anemia pada ibu hamil sampai saat ini masih menjadi masalah kesehatan di Indonesia karena berkaitan erat dengan nilai-nilai kesejahteraan sosial dan ekonomi masyarakat di Indonesia. Menurut WHO, angka kejadian anemia mencapai prosentase sebesar 20% hingga 89%. Di kabupaten Sampang, prevalensi anemia pada ibu hamil juga menduduki angka yang cukup tinggi yang dapat dilihat dari tingginya tingkat pemberian suplementasi Fe pada ibu hamil pada tahun 2019 yaitu sebesar 112%. Jenis penelitian adalah analitik observasional dengan memberikan kuisioner sebagai data primer kepada responden ibu hamil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan dengan kategori baik yaitu berjumlah 52 responden (52%), berdasarkan tingkat kepatuhan didapatkan sebagian besar responden memiliki kategori kurang patuh yaitu berjumlah 78 responden (78%), dan berdasarkan kadar hemoglobin didapatkan sebagian besar responden dikategorikan sebagai anemia derajat 1 yaitu 49 responden (49%). Jadi, dapat disimpulkan bahwa hubungan antara tingkat pengetahuan dengan kadar hemoglobin didapatkan p=0,169, artinya tidak ada hubungan. Hubungan antara tingkat kepatuhan dengan kadar hemoglobin didapatkan p=0,155, artinya tidak ada hubungan. Hubungan antara tingkat pengetahuan dengan tingkat kepatuhan didapatkan p=0,393, artinya tidak ada hubungan.
Hubungan antara Pendapatan Keluarga, Pola Pemberian Makan, dan Pengetahuan Ibu tentang Gizi Dengan Kejadian Stunting di Wilayah Kerja Puskesmas Bangkingan Rizka, Ajeng
Surabaya Biomedical Journal Vol. 2 No. 3 (2023): Mei
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/sbj.v2i3.111

Abstract

Stunting merupakan kondisi yang ditandai tinggi badan tidak sesuai dengan pertambahan umur. Penyebab stunting adalah multifaktorial, termasuk gizi,pola asuh, dan status ekonomi keluarga. Pola asuh merupakan praktik yang dilakukan pengasuh dalam pemeliharaan kesehatan, pemberian makanan, danpemberian stimulasi yang anak butuhkan dalam masa tumbuh kembang. Selain faktor pola asuh, status ekonomi keluarga juga memiliki hubungandengan kejadian stunting. Ketidakmampuan kepala keluarga dalam mencukupi kebutuhan gizi anak dari segi kuantitas maupun kualitas sehingga mengakibatkan dampak yang buruk bagi gizi anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pendapatan keluarga, pola pemberianmakan, dan pengetahuan ibu tentang gizi dengan kejadian stunting di wilayah kerja Puskesmas Bangkingan. Metode: Penelitian ini merupakanpenelitian analitik observasional dengan desain cross sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh ibu yang memiliki balita di wilayah kerjaPuskesmas Bangkingan. Sampel penelitian ini sebanyak 60 orang yang diambil secara consecutive sampling. Pengumpulan data dilakukan secaralangsung menggunakan kuesioner modifikasi yang telah lulus uji validitas dan reabilitas. Analisis bivariat menggunakan uji korelasi Kendall’s tau-b.Hasil Penelitian: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pendapatan keluarga dengan kejadian stunting menunjukkan hasil yang signifikan (p =0,037). Uji bivariat antara pola pemberian makan dengan kejadian stunting menunjukkan hasil yang tidak signifikan (p = 0,674), dan uji bivariat antara pengetahuan ibu tentang gizi dengan kejadian stunting juga menunjukkan hasil yang tidak signifikan (p = 0,385). Kesimpulan: Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada hubungan antara pendapatan keluarga dengan kejadian stunting di wilayah kerja Puskesmas Bangkingan, tidak ada hubungan antara pola pemberian makan dan pengetahuan ibu tentang gizi dengan kejadian stunting di wilayah kerja Puskesmas Bangkingan. Kata kunci: Pendapatan Keluarga, Pola Pemberian Makan, Pengetahuan Ibu tentang Gizi, dan Stunting

Page 6 of 10 | Total Record : 99