cover
Contact Name
Meilinah Hidayat
Contact Email
jmh@med.maranatha.edu
Phone
+6222-2012186
Journal Mail Official
jmh@med.maranatha.edu
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Journal of Medicine and Health
ISSN : -     EISSN : 24425257     DOI : 10.28932/jmh
Core Subject : Health,
Journal of Medicine and Health (JMH) focuses on contributing towards science and research development that can be accessed by researchers and academic practitioners. Journal of Medicine and Health (JMH) is an open access journal, published biannually on every February and August. JMH receives original research articles, case report, and review articles related to biomedical sciences, clinical medicine, public health sciences, nutritional sciences, and medical herbs sciences. Articles should be written in good English or Indonesian language. All articles will be processed through peer review process.
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 3 No 2 (2021)" : 10 Documents clear
Efektivitas Dua Tipe Sikat Gigi terhadap Penurunan Indeks Plak pada Pasien Ortodonti Cekat dengan Teknik Penyikatan Horizontal, Vertikal, dan Roll Marlianti Hidayat; Lia Dahliana
Journal of Medicine and Health Vol 3 No 2 (2021)
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/jmh.v3i2.2411

Abstract

Pasien yang menggunakan alat ortodonti cekat harus dapat menjaga kebersihan rongga mulutnya untuk menghindari timbulnya karies dan gingivitis marginalis. Sikat gigi merupakan salah satu alat untuk membersihkan plak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas dua tipe sikat gigi terhadap penurunan Indeks Plak (IP) dengan teknik penyikatan horizontal, vertikal, dan roll. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental pre dan post test. Sebanyak 65 orang subjek penelitian memenuhi kriteria inklusi. Subjek penelitian dibagi dua kelompok yang dipilih secara acak, kelompok pertama berjumlah 30 orang diberi sikat gigi ortodonti dan kelompok kedua berjumlah 35 orang diberi sikat gigi konvensional. Penilaian IP dilakukan dua kali sebelum dan sesudah sikat gigi. Data dianalisis menggunakan SPSS versi 22 dengan uji Independent T-Test. Rerata penurunan IP dengan sikat gigi khusus ortodontik 0,5110 (±0,39896) sedangkan sikat gigi konvensional mencapai 0,7774 (±0,39391), p=0,09 (p>0,05) menandakan perbedaan penurunan IP pada kedua kelompok tidak signifikan. Simpulan, penggunaan sikat gigi konvensional dengan tipe bulu sikat rata, halus, dan tapered memiliki efektivitas yang sama dengan sikat gigi khusus ortodontik dalam penurunan IP, dengan menggunakan teknik horizontal, vertikal, dan roll. Kata kunci: sikat gigi khusus ortodontik, sikat gigi konvensional, indeks plak.
Uji Klinik Perbandingan Pengobatan Skabies antara Permethrin 5% dan Kombinasi Permethrin 5% dengan Asam Usnat 1% Amir Hamzah; Muchtan Sujatno; Diana K Jasaputra; Savitri R Wardhani; Renny Anggraeni
Journal of Medicine and Health Vol 3 No 2 (2021)
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/jmh.v3i2.2842

Abstract

Penyakit skabies adalah penyakit kulit menular yang disebabkan oleh parasit Sarcoptes scabiei. Prevalensi penyakit skabies di Indonesia 4,60-12,95% dan menduduki urutan ke tiga dari 12 penyakit kulit tersering. Saat ini pengembangan obat antiskabies masih terus dilakukan antara lain dengan menggunakan obat Permethrin 5% dan Permethrin 5% dengan kombinasi Asam Usnat 1%. Penelitian ini bertujuan mengetahui perbandingan efektivitas antara Permethrin 5% dan kombinasi Permethrin 5%-Asam Usnat 1% pada penderita skabies. Metode penelitian menggunakan desain uji klinik fase III acak tersamar ganda, yang dilakukan pada penderita skabies di Pondok Pesantren Nurul Iman Cibaduyut Bandung yang dinilai berdasarkan efektivitasnya terhadap gejala klinis (tanda cardinal) dan hasil uji mikroskop pada kulit penderita untuk parasit Sarcoptes scabiei. Peneliti maupun subjek penelitian tidak mengetahui obat yang diberikan. Enam puluh sampel uji diberi Label obat antiskabies A dan antiskabies B. Hasil yang didapat adalah pada pemberian terapi krim B yang mengandung kombinasi Permethrin 5% dan Asam Usnat 1% lebih cepat menunjukkan kesembuhan (p<0,05) dibandingkan dengan pemberian terapi krim A yang mengandung Permethrin 5% pada penderita skabies, dinilai dengan menghilangnya gatal dan lesi pada penderita. Simpulan, pemberian kombinasi Permethrin 5% dan Asam Usnat 1% lebih efektif dibandingkan Permethrin 5% saja.Kata Kunci: Skabies, Sarcoptes Scabei, Permethrin, Asam Usnat
Potensi Dimer A3-APO untuk Mengontrol Populasi Escherichia coli Resisten Obat: Sebuah Tinjauan Pustaka Ignatius Ivan; Harvey Sudharta; Kevin Tandarto; Fanny Budiman; Maureen M Stella
Journal of Medicine and Health Vol 3 No 2 (2021)
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/jmh.v3i2.2995

Abstract

Peningkatan penggunaan antibiotik yang tidak terkontrol saat ini dapat memicu terjadinya resistensi bakteri. Penggunaan antibiotik di dunia meningkat hingga 36% dalam kurun waktu 10 tahun. Pada sektor peternakan penggunaan antibiotik saat ini mencapai level yang mengkhawatirkan, dimana 80% pada peternakan unggas, 75% pada peternakan babi, 60% pada peternakan sapi potong, dan 75% pada peternakan sapi perah. Kajian ini membahas berbagai metode yang dapat digunakan untuk mengontrol populasi bakteri Escherichia coli resisten antibiotik. Tujuan dilakukan kajian ini adalah untuk mencari metode yang paling baik dalam upaya mengontrol populasi bakteri Escherichia coli. Metode penelitian adalah tinjauan pustaka terhadap literatur yang bersumber dari Google Scholar dan ProQuest. Sebanyak 352 artikel ditemukan dengan search engine Google Scholar dan ProQuest pada tahap skrining abstrak. Setelah artikel full-text dilakukan skrining berdasarkan inklusi dan eksklusi maka didapat 10 artikel yang relevan untuk dibahas pada studi ini. Sebagai simpulan, metode yang paling baik dilakukan dalam upaya mengontrol populasi bakteri Escherichia coli resisten adalah dengan mengganggu dan merusak aktivitas protein folding bakteri dengan dimer A3-APO yang merupakan suatu peptida antimikroba dengan hasil efektivitas sebesar 99%-100%.Kata kunci: dimer A3-APO; obat; bakteri; mikrobiologi, antibiotik
Common Change of Complete Blood Count Parameters in COVID-19: a Literature Review Kevin S Dhinata
Journal of Medicine and Health Vol 3 No 2 (2021)
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/jmh.v3i2.3097

Abstract

The rising number of COVID-19 all around the world caused a drastic increase in theoccupancy rate of healthcare facilities, triggering overload in some places. This situationrequires healthcare workers to evaluate patients’ conditions and conduct risk stratificationefficiently, especially in a triage situation. Complete blood count is a widely available,economically affordable, and time-efficient testing method which may be significant in assistingthose processes. This review article analyzes changes in complete blood count parameters inCOVID-19 with the aim to identify the common changes in the parameters in COVID-19 patientsand their relation to the disease progression and severity. COVID-19 patients commonlyexperienced anemia, increased red blood cell distribution width, decreased white blood cellcount, significant changes in white blood cell differential count, and thrombocytopenia. It isunderstood that changes in complete blood count parameters and their extent may providevaluable information about the disease severity and prognosis. In conclusion, COVID-19 patientsshare a common pattern of complete blood count parameters alterations which is related to thedisease progression, severity and prognosis. It is expected that complete blood count examinationmay play a major role in COVID-19 management, given the valuable information provided bythe examination.Keywords: complete blood count; COVID-19; erythrocyte; leukocyte; platelet
Analisis Laporan Kejadian Jatuh pada Pasien Lansia Saat Rawat Inap di Rumah Sakit Immanuel Bandung Periode 2014-2016 Vera Vera
Journal of Medicine and Health Vol 3 No 2 (2021)
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/jmh.v3i2.3127

Abstract

Jatuh merupakan salah satu masalah yang dominan terjadi pada lansia. Jatuh didefinisikan sebagai suatu kejadian yang mendadak, tidak diharapkan, dan tidak disengaja yang menyebabkan pasien berada di tanah atau level yang lebih rendah. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif, menggunakan data laporan kasus jatuh yang masuk ke komite patient safety, dengan tujuan untuk mengetahui karakteristik klinis dari pasien lansia yang jatuh saat dirawat inap di Rumah Sakit Immanuel Bandung. Selama periode 2014-2016, didapatkan 12 laporan kejadian pasien lansia jatuh saat dirawat inap di Rumah Sakit Immanuel, komorbiditas yang paling banyak adalah diabetes melitus. Simpulan yang didapat, kejadian jatuh pada pasien lansia yang dirawat inap di RS Immanuel lebih banyak terjadi pada wanita dengan usia > 60 tahun, terjadi malam hari, di sekitar tempat tidur, dan saat tidak didampingi. Konsumsi lebih dari satu obat oleh pasien lansia sebaiknya dihindari karena berpotensi meningkatkan risiko jatuh dan menyebabkan hasil perawatan kurang baik.Kata kunci: jatuh, lansia, rawat inap
Intradialytic Exercise: Flexibility terhadap Skor Fatigue pada Pasien Penyakit Ginjal Kronis yang Menjalani Hemodialisis Rizki Muliani; Asri R Muslim; Imam Abidin
Journal of Medicine and Health Vol 3 No 2 (2021)
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/jmh.v3i2.3147

Abstract

Penyakit Ginjal Kronis (PGK) mengalami peningkatan dalam 5 tahun terakhir ini. Salah satu terapi pengganti ginjal adalah hemodialisis, di mana fatigue merupakan gejala yang paling umum dirasakan oleh pasien yang mengganggu aktivitas sehari-hari dan kualitas hidupnya. Pengelolaan dengan intradialytic exercise: flexibility perlu dilakukan karena tidak menggangu proses terapi dan ini jarang dilakukan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh intradialytic exercise: flexibility terhadap skor fatigue pada pasien yang menjalani hemodialisis. Penelitian ini adalah pre-eksperimen dengan pendekatan one group pre-test post-test design. Sampel penelitian sebanyak 20 orang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner functional assessment chronic illness therapy (FACIT) dan prosedur intradialytic exercise: flexibility. Pengumpulan data dilakukan dengan mengukur skor fatique sebelum dan setelah diberikan perlakuan. Perlakuan berupa latihan fisik dengan durasi 15 menit setiap sesi latihan selama 8 kali dalam 4 minggu. Analisis data menggunakan t-test. Hasil penelitian didapatkan nilai rerata pre-test 25,70 dan post-test 30,75 yang menunjukkan terjadi peningkatan skor fatigue dan nilai p < 0,001 yang artinya terdapat pengaruh intradialytic exercise: flexibility terhadap skor fatigue. Simpulan, terdapat pengaruh intradialytic exercise: flexibility yang baik terhadap skor fatigue pada pasien PGK yang menjalani hemodialisis.Kata kunci : Flexibility; Hemodialisis; Intradialytic Exercise; Penyakit Ginjal Kronis
Pengetahuan, Sikap, dan Perilaku Responden Mengenai ASI Eksklusif di Desa Ciburial, Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung Franky S Supriady; Diana K Jasaputra; Stella T Hasianna; July Ivone
Journal of Medicine and Health Vol 3 No 2 (2021)
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/jmh.v3i2.3223

Abstract

Pemberian ASI dapat menurunkan risiko diare, infeksi saluran napas, mencegah munculnya alergi pada bayi, serta menurunkan risiko kanker payudara dan penyakit metabolik pada ibu. Beberapa hal dapat menyebabkan seorang ibu tidak memberikan ASI kepada bayinya. Pengetahuan yang dimiliki oleh seorang ibu akan sangat berpengaruh pada sikap dan perilakunya, dalam hal ini pemberian ASI Eksklusif oleh ibu kepada bayinya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengetahuan, sikap, dan perilaku responden terhadap pemberian ASI Eksklusif di Desa Ciburial, Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner untuk mengetahui pengetahuan, sikap, dan perilaku mengenai ASI Eksklusif. Responden yang menjawab kuesioner tersebut adalah responden di Desa Ciburial, Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung dengan kriteria inklusi responden yang mengisi kuisioner dengan lengkap. Penelitian ini dilaksanakan antara bulan Januari hingga Desember 2020 sejak persiapan hingga penyusunan hasil penelitian. Simpulan penelitian ini adalah pengetahuan responden mengenai ASI Eksklusif sudah cukup baik, namun belum semua / belum 100% responden yang memahami dan memiliki sikap serta memiliki perilaku memberikan ASI Eksklusif pada bayinya.Kata kunci: ASI Eksklusif, pengetahuan, sikap, perilaku
Studi Viabilitas pada Pasien yang Tidak Dapat Menghentikan Nitrat Long-acting Erwin A Soeriadi; Badai B Tiksnadi; Junan Imaniar; Hendra Budiawan; A Hussein S Kartamihardja
Journal of Medicine and Health Vol 3 No 2 (2021)
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/jmh.v3i2.3438

Abstract

The information of myocardial viability status is important to decide the management of CAD. Myocardial viability study (VS) with short-acting nitrate (SAN)-added is recommended to perform inpatient with CAD before revascularization therapy. This study aims to determine whether there are differences in the perfusion results of myocardial viability studies with Long-acting nitrate (LAN) and those with added SAN. Three patients with CAD were referred to our department for myocardial VS to determine the treatment choice. Long-acting nitrate (LAN) was consumed regularly every day and not allowed to be stopped due to the symptomatic chest pain. Patients underwent two myocardial perfusion VS, the first study with continuing the daily routine LAN only and the second one with SAN-added to the daily routine LAN. VS was analyzed qualitatively. The result of this study, no significant perfusion difference between LAN treatment only and SAN-added studies, it is possible the LAN regular dose alone is sufficient to create a vasodilating effect on the arteries without the need for addition of SAN. Conclusion, patients who take LAN routinely, VS might be performed without the need to take additional vasodilator prior to radiopharmaceutical injection.Keywords: coronary artery disease; myocardial perfusion imaging; revascularization therapy; viability study
Analisis Hubungan Berbagai Indeks Obesitas dengan Kadar Interleukin-6 pada Subjek Obesitas dan Non-obesitas Sentral Asni R Tina; Liong B Kurniawan; Uleng Bahrun
Journal of Medicine and Health Vol 3 No 2 (2021)
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/jmh.v3i2.3502

Abstract

Obesitas sentral adalah penumpukan lemak pada tubuh bagian abdomen yang diakibatkanoleh jumlah lemak berlebih. Interleukin-6 merupakan sitokin yang diekskresi oleh jaringanadiposa dan kadarnya meningkat pada obesitas sentral. Tujuan penelitian ini adalah menganalisishubungan indeks obesitas dengan kadar interleukin-6 pada obesitas sentral serta non obesitassentral. Responden dalam penelitian berjumlah 75 subjek yang di antaranya 20 subjek laki-lakidan 20 subjek perempuan obesitas sentral serta 20 subjek laki-laki dan 15 subjek perempuan nonobesitas sentral. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasional. Hasilpenelitian menunjukkan terdapat perbedaan bermakna antara indeks massa tubuh (p < 0,001),lingkar pinggang (p < 0,001), lemak tubuh (p = 0,003) dan lemak viseral (p < 0,001) subjekobesitas sentral dengan obesitas non sentral. Hasil penelitian juga membuktikan bahwa IndeksMassa Tubuh (IMT), Lingkar Pinggang (LP), lemak tubuh dan lemak viseral tidak berkorelasidengan IL-6 pada subjek laki-laki dan pada subjek perempuan hanya lemak viseral yangberkorelasi dengan IL-6 (p = 0,043; r = 0,343). Simpulan penelitian, terdapat korelasi signifikanantara lemak viseral dan kadar IL-6 pada subjek perempuan obesitas sentral dan non obesitassentral. Kata kunci: obesitas sentral; lemak viseral; lemak tubuh; interleukin-6
Karakteristik Pasien COVID-19 Rawat Inap di RS Immanuel Bandung, Indonesia Jahja T Widjaja; Limdawati Kwee; Andreas K Giantara; Henry A Suabgiyo; Christian Edwin; Ranietha L Putri
Journal of Medicine and Health Vol 3 No 2 (2021)
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/jmh.v3i2.3781

Abstract

Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) merupakan penyakit infeksi menular yang disebabkan oleh Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-CoV-2) dan ditetapkan sebagai pandemi pada Maret 2020. Manifestasi klinis COVID-19 bervariasi, pemeriksaan diagnostik dan tatalaksana juga mengalami perkembangan yang dinamis. Penelitian ini bertujuan memberikan gambaran karakteristik klinis, komorbiditas, terapi, dan luaran dari 48 pasien COVID-19 yang dirawat inap di RS Immanuel (RSI) Bandung. Data penelitian didapat dari rekam medik RSI periode Maret hingga Oktober 2020. Wanita lebih banyak terkena COVID-19 (54,2 %) dan 8,3% pasien berprofesi sebagai tenaga kesehatan. Rentang usia pasien COVID-19 terbanyak pada usia 51 – 60 tahun (29%). Gejala yang didapat adalah batuk (93,7%), demam (87,5%), sesak (43,7%), nyeri menelan (23%), mual (14,6%), pilek (8,3%), diare, dan anosmia masing-masing pada 6,25% pasien. Dari 48 pasien, didapatkan 12 pasien (25%) meninggal, 31 pasien (64,5%) sembuh, 3 pasien (6,25%) dirujuk, dan 2 pasien (4,16%) pulang atas permintaan sendiri. Mortalitas terbanyak ditemukan pada rentang usia 61 – 70 tahun (33,3%). Tercatat dua orang memilih terapi imunoglobulin intravena. Disimpulkan bahwa karakteristik pasien COVID-19 di RSI terbanyak adalah wanita, rentang usia 51 – 60 tahun, dengan gejala batuk, dan komorbid hipertensi. Mortalitas tercatat sebesar 25% dengan hipertensi dan usia lanjut merupakan komorbid terbanyak pada nonpenyintas COVID-19.Kata kunci: pasien COVID-19; karakteristik; Rumah Sakit Immanuel.

Page 1 of 1 | Total Record : 10