cover
Contact Name
Miftahul Khoirin
Contact Email
jiqsi@stiqmiftahulhudarawalo.ac.id
Phone
+6285172303910
Journal Mail Official
jiqsi@stiqmiftahulhudarawalo.ac.id
Editorial Address
https://ejournal.stiqmiftahulhudarawalo.ac.id/index.php/jiqsi/about/editorialTeam
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
JIQSI : Jurnal Ilmu Al Qur'an dan Studi Islam
ISSN : -     EISSN : 29879957     DOI : -
Core Subject : Religion,
We accept scholarly articles that the subject covers textual and fieldwork studies with various perspectives of Quranic Studies, Quranic Exegesis Studies, Quranic Philology Studies, Quranic Sciences, Living Quran, Quran in Media, Islamic Studies.
Articles 29 Documents
STUDI TENTANG AL-QUR`AN (Kajian terhadap Nama, Sifat dan Sejarah Pemeliharaan al-Qur`an) Ahmad, Nehru Millat
JIQSI : Jurnal Ilmu Al Qur'an dan Studi Islam Vol 2 No 2 (2024): Juli-Desember 2024
Publisher : STIQ Miftahul Huda Rawalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64341/jiqsi.v2i2.24

Abstract

Dalam penelitian ini akan membahas terkait studi al-Qur`an yang meliputi pengertian al-Qur`an, sejarah turunnya al-Qur`an dan pengumpulan al-Qur`an hingga menjadi satu mushaf. Untuk memahami lebih tentang al-Qur`an, diperlukan disiplin ilmu untuk membahas atau mengkaji tentang sesuatu yang ada dalam al-Qur`an yaitu ‘Ulum al-Qur`an atau ilmu-ilmu tentang al-Qur`an. Dalam penelitian ini dikategorikan sebagai studi pustaka (library research) yang mana data yang dihasilkan dari buku-buku atau karya ilmiah yang membahas terkait studi al-Qur`an. Pada penulisan ini menggunakan pendekatan deskriptif analisis yang mana penulis akan mendeskripsikan suatu kajian, kemudian di analisa berkaitan dengan permasalahannya. Hasil yang didapatkan dalam kajian ini adalah bahwa al-Qur`an memiliki banyak nama dan sifat, hal itu menunjukkan bahwa al-Qur`an sangat istimewa dan mulia, Cara penyampaian al-Qur`an juga tidak hanya melalui malaikat Jibril, seperti melalui mimpi dan suara di balik tabir mimpi tersebut, sejarah turunnya al-Qur`an juga tidak lepas dari kondisi pada masa itu, namun tidak semua ayat turun karena terjadinya peristiwa, sepeninggal Nabi Muhammad para sahabat memutuskan untuk mengkodifikasi al-Qur`an menjadi satu mushaf dengan tujuan agar ayat-ayat al-Qur`an selalu terjaga sampai umat-umat yang akan datang.
Kajian Kitab Tafsir Mafātīḥ Al-Ghaib Karya Fakhruddin al-Razi Maulida, Husna; Bashori
JIQSI : Jurnal Ilmu Al Qur'an dan Studi Islam Vol 2 No 2 (2024): Juli-Desember 2024
Publisher : STIQ Miftahul Huda Rawalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64341/jiqsi.v2i2.26

Abstract

Kitab Mafātīḥ al-Ghaib atau yang dikenal sebagai Tafsir al-Kabir karya Fakhruddin al-Razi merupakan salah satu tafsir monumental dalam tradisi Islam. Karya ini menggunakan pendekatan multidisipliner yang mengintegrasikan aspek teologis, filosofis, logis, dan saintifik, menjadikannya unik dibandingkan dengan kitab tafsir lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji struktur, sistematika, dan kontribusi kitab ini terhadap perkembangan tafsir rasional serta perdebatan teologis di dunia Islam. Metode penelitian yang digunakan adalah kajian literatur yang berfokus pada analisis isi Mafātīḥ al-Ghaib dan tinjauan kritis terhadap berbagai pandangan ulama terkait kitab ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa al-Razi mengedepankan metode argumentatif dan dialektis dalam penafsirannya, menggabungkan wahyu dengan rasionalitas untuk menjawab tantangan intelektual pada zamannya. Kitab ini memberikan kontribusi signifikan dalam pengembangan ilmu tafsir, terutama dalam menyelaraskan antara agama dan ilmu pengetahuan. Mafātīḥ al-Ghaib merupakan salah satu karya penting yang tidak hanya memengaruhi tradisi tafsir, tetapi juga menyajikan model integrasi antara wahyu dan akal yang tetap relevan hingga saat ini. Tafsir ini menjadi referensi utama dalam kajian Al-Qur'an kontemporer, menginspirasi pendekatan rasional dalam memahami teks-teks suci.
Makna dan Maghza Ahlul Bait dalam Q.S Al-Ahzab Ayat 33 Pada Tafsir Al-Azhar Umam, Irsyadul; MAHFUD ALFAOZI
JIQSI : Jurnal Ilmu Al Qur'an dan Studi Islam Vol 2 No 2 (2024): Juli-Desember 2024
Publisher : STIQ Miftahul Huda Rawalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64341/jiqsi.v2i2.29

Abstract

Konsep Ahlul-Bait dalam Islam sering menjadi perdebatan, baik secara teologis maupun sosial, terutama terkait siapa yang termasuk di dalamnya dan bagaimana posisi mereka dalam masyarakat. Penelitian ini menganalisis penafsiran Buya Hamka dalam Tafsir Al-Azhar mengenai Ahlul Bait dengan pendekatan ma’na cum maghza, yang menggabungkan makna tekstual (ma’na) dan pesan kontekstual (maghza). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Hamka memahami Ahlul Bait tidak hanya sebagai keluarga biologis Nabi Muhammad SAW, tetapi juga mereka yang memiliki kedekatan spiritual dan keteladanan akhlak. Di sisi lain, fenomena tokoh seperti Habib Bahar bin Smith, yang mengklaim sebagai Ahlul Bait namun terlibat kontroversi—seperti kekerasan dan ujaran kebencian—menjadi benturan dengan konsep kesucian dan keteladanan yang melekat pada Ahlul Bait. Hamka menegaskan bahwa kemuliaan seseorang ditentukan oleh iman dan amal, bukan sekadar nasab. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemahaman Ahlul Bait harus mengedepankan nilai moral dan kontribusi sosial, bukan klaim identitas semata.
INTEGRASI TEKNOLOGI DALAM STUDI QUR’AN: PERAN GEN Z DALAM MEMBANGUN KOMUNITAS PEMBACA AL-QUR'AN Novita, Yohana
JIQSI : Jurnal Ilmu Al Qur'an dan Studi Islam Vol 3 No 1 (2025): Januari - Juni 2025
Publisher : STIQ Miftahul Huda Rawalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64341/jiqsi.v3i1.28

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Integrasi Teknologi dalam studi Qur’an dan peran gen Z dalam membangun komunitas pembaca al-Qur’an. Penelitian ini dilakukan dengan metode studi literatur dengan langkah-langkah meliputi: pengumpulan data pustaka, membaca dan mencatat, mereduksi data, serta menganalisis dan menyimpulkan hasil. Seiring perkembangan teknologi digital, tantangan dan peluang baru muncul dalam membangun komunitas pembaca al-Qur'an. Teknologi memungkinkan akses lebih luas dan pembelajaran yang lebih inklusif. Selain itu, semakin berkembang pula pikiran dan ide ide manusia, salah satunya gen Z yang menjadi salah satu agen perubahan dunia. Dengan berkembangnya teknologi digital yang semakin pesat, hingga masuk dalam dunia Qur’an dan era digital yang semakin maju juga memiliki tantangan yang besar dalam membangun komunitas pembaca al-Qur’an yang semakin hari semakin berkurang seperti distraksi digital dan literasi teknologi yang rendah. Namun juga memiliki peluang dan potensi yang besar bagi gen Z dalam meningkatkan komunitas pembaca al’Qur’an di era digital ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap kebermanfaatan teknologi dan peran gen Z dalam membangun komunitas pembaca al-Qur’an di era digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi teknologi memberikan solusi praktis untuk meningkatkan pembelajaran Al-Qur'an, seperti melalui aplikasi digital, platform e-learning, dan media sosial. Gen Z berperan strategis dalam memanfaatkan teknologi ini untuk membangun komunitas pembaca Al-Qur'an yang relevan, dinamis, dan inklusif di era digital.
Al-Qur'an Dan Sains: Harmonisasi Peristiwa Isra Mi'raj Dan Teori Relativitas Einstein (Analisis Integratif-Interkonektif Amin Abdullah) Setiaji, Farraz Azzahy
JIQSI : Jurnal Ilmu Al Qur'an dan Studi Islam Vol 3 No 1 (2025): Januari - Juni 2025
Publisher : STIQ Miftahul Huda Rawalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64341/jiqsi.v3i1.31

Abstract

Penelitian ini membahas hubungan antara peristiwa Isra Mi'raj dalam Al-Qur’an dengan Teori Relativitas Einstein melalui pendekatan integratif-interkonektif yang dikembangkan oleh Amin Abdullah. Isra Mi'raj merupakan salah satu peristiwa transenden dalam Islam yang diyakini sebagai perjalanan Nabi Muhammad SAW menembus ruang dan waktu dalam satu malam. Di sisi lain, Teori Relativitas Einstein menjelaskan fleksibilitas waktu dan ruang dalam kerangka ilmiah modern. Dengan pendekatan integratif-interkonektif, penelitian ini mencoba menjembatani antara dimensi spiritual-religius dan saintifik-modern tanpa mengabsolutkan salah satu pendekatan. Penelitian ini termasuk kedalam penelitian kualitatif  yang bersifat studi literatur yang merupakan suatu rangkaian pengumpulan data Pustaka membaca dan mencatat, serta mengolah bahan penelitian. Sumber data kepustakaan yang relevan dalam penelitian ini dapat dibedakan menjadi dua, yakni primer dan sekunder. Pertama, sumber data primernya adalah Al-Qur’an dan karya-karya Amin Abdullah buku Islamic Studies di Perguruan Tinggi Pendekatan Integratif-Interkonektif. Kedua, sumber data-data sekundernya adalah buku-buku, artikel dan jurnal agar lebih akurat. Hasil analisis menunjukkan bahwa meskipun peristiwa Isra Mi'raj berada dalam ranah iman dan mukjizat, pemahaman terhadap konsep waktu relatif dan kelengkungan ruang-waktu dalam fisika modern dapat membuka kemungkinan baru dalam menginterpretasikan peristiwa ini secara rasional tanpa mengurangi nilai spiritualnya. Penelitian ini menegaskan pentingnya dialog antara teks keagamaan dan sains untuk memperkaya pemahaman manusia terhadap realitas multidimensional. Kata kunci: Isra Mi'raj, Al-Qur’an, Integratif-Interkonektif, Teori Relativitas.
EPISTEMOLOGI TAFSIR MAFATIH AL-GHAYB KARYA FAKHR AL-DIN AL-RAZI : KAJIAN ATAS PENDEKATAN RASIONAL DAN TEOLOGIS Fitri, Nahdatul; Syifa Qalbina Izzah S; Zazkia Fara Dinda R; Lukmanul Hakim
JIQSI : Jurnal Ilmu Al Qur'an dan Studi Islam Vol 3 No 1 (2025): Januari - Juni 2025
Publisher : STIQ Miftahul Huda Rawalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64341/jiqsi.v3i1.32

Abstract

Penelitian ini menganalisis metodologi penafsiran fakhruddini ar-Razi dalam mafatih al-Ghayb, sebuah tafsir Al-Quran yang menggabungkan pendekatan linguistik, teologis, filosofis, dan sufistik. melalui analisis konten kualitatif terhadap sumber primer (kitab tafsir) dan literatur sekunder, studi ini mengungkap integrasi unik ar-Razi antara naql (dalil tekstual) dan 'aql (analisis rasional), terutama dalam penafsiran Q.S Thaha: 5. Sebagai teolog Asy'ari dan ahli fiqih syafi'i, ar-Razi menggunakan ta'wil (interpretasi metaforis) untuk menolak tasybih (antropomorfisme) sekaligus membela akidah sunni dari tantangan mu'tazilah dan filsafat. Ciri khas tafsirnya meliputi analisis kebahasaan yang ketat, sintesis multi disiplin (e.g . astronomi, fiqh ) dan dialektika(jadal) .meski dikritik karena kerumitan, mafatih al-ghayb tetap menjadi rujukan utama berkat keseimbangannya antara tradisi dan rasionalitas, serta relevansinya bagi hermeunetika Al-Quran kontemporer.
PENEGAKKAN HUKUM DALAM PERSPEKTIF AL-QURAN STUDI TAFSIR IBNU KATSIR Adrianto; Haslinda; Chalid Sitorus
JIQSI : Jurnal Ilmu Al Qur'an dan Studi Islam Vol 3 No 1 (2025): Januari - Juni 2025
Publisher : STIQ Miftahul Huda Rawalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64341/jiqsi.v3i1.38

Abstract

Abstract This study aims to describe Increasing how law enforcement In the perspective of the Quran study tafsir of ibnu katsir the data collection technique is using library research or library study research with data collection techniques carried out by examining literature, document, and other sources of information related to the Topik of researchers. The result of this study the first, Ibnu Katsir a prominent Islamic scholar and commentator, strongly opposes manipulation of the law for the benefit of a particular person or group According to him, the law of Allah (Syariah) must be applied fairly and objectively without any attempt to benefit or harm a particular party The second, according to Ibn Kathir, people of islam called upon to uphold justice in every action they take reflects faith and their devotion to God Justice must be a basic principle in all aspects of life In all aspects - social, economic, and political - justice is a sacred obligation and an integral part of faith.
PENTINGNYA KETEGUHAN DALAM MENGHADAPI UJIAN SERTA KEYAKINAN AKAN PERTOLONGAN ALLAH SWT. (Kajian Tafsir Surat Ad Dhuha Ayat 1-11 Tafsir Ibnu Katsir) Kuswantoro; Mahfud Alfaozi; Azhimi Qalban, Anas
JIQSI : Jurnal Ilmu Al Qur'an dan Studi Islam Vol 3 No 1 (2025): Januari - Juni 2025
Publisher : STIQ Miftahul Huda Rawalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64341/jiqsi.v3i1.39

Abstract

Surat Ad-Dhuha merupakan salah satu surat Makkiyah yang memiliki pesan ketenangan dan motivasi bagi Rasulullah SAW.Tafsir Ibnu Katsir menjelaskan makna mendalam dari ayat 1-11 dalam konteks historis dan linguistik. Artikel ini membahas kandungan surat Ad-Dhuha ayat 1-11 berdasarkan tafsir Ibnu Katsir, yang menekankan kasih sayang Allah kepada Nabi Muhammad SAW serta perintah untuk bersyukur dan berbuat baik. Penelitian ini menggunakan metode library research. Hasil penelitian dari kajian ini bahwa dalam surat Ad Dhuha ayat 1-11 menyoroti pentingnya keteguhan dalam menghadapi ujian serta keyakinan akan pertolongan Allah SWT dalam setiap permasalahan kehidupan.
PEMBELAJARAN RESTORATIVE  DALAM PENDIDIKAN ISLAM (Kajian Tafsir QS. Al Baqarah Ayat 30-33) Jamil, Shobrun; Setiani, Riris Eka
JIQSI : Jurnal Ilmu Al Qur'an dan Studi Islam Vol 3 No 1 (2025): Januari - Juni 2025
Publisher : STIQ Miftahul Huda Rawalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64341/jiqsi.v3i1.43

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan aspek pembelajaran restorative dalam pendidikan yang tertera dalam ayat 30-34 surat Al-Baqarah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kepustakaan dengan sumber utama adalah ayat 30-34 menggunakan pendekatan tafsir Pendidikan dengan metode tahlili, sedangkan sumber sekundernya adalah tafsir-tafsir yang berkaitan yaitu tafsir al-Maraghi, Tafsir Ibn Katsir, dan Tafsir Fi Zilalil Quran, penajaman analisa dilakukan dengan menjadi rujukan-rujukan dari buku, artikel ataupun laporan yang berkenaan dengan pembelajaran restorasive. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pembelajaran restorasi merupakan model pembelajaran yang bertujuan untuk memberikan pembenaran dan Solusi terhadap pemahaman yang salah dari objek Pendidikan sebagai “citra diri”, citra diri dengan pengetahuan yang dimiliki menjadikan malaikat melakukan protes kepada Allah tentang penciptaan Adam. Protes tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan ittijahul bayan atau penegasan bahwa Adam merupakan makhluk yang lebih mulia dari mereka. Proses restorasi dilanjutkan dengan penguatan bahwa protes yang dilakukan malaikat itu tidak sesuai dengan citra diri atas makhluk selain mereka dimana Adam memiliki kemampuan untuk menyebutkan nama-nama barang yang mana malaikat tidak memilikinya. Restorasi kepada malaikat diterima dengan ketaatan, namun restorasi tidak berhasil kepada Iblis dan jin yang mana mereka tetap tidak patuh kepada Allah bahkan membantah. Ini menunjukkan bahwa restorasi secara pendidikan berjalan dan tidak berjalan.

Page 3 of 3 | Total Record : 29