cover
Contact Name
Ullya Vidriza
Contact Email
ullyavidriza@upnvj.ac.id
Phone
+628116611491
Journal Mail Official
ullyavidriza@upnvj.ac.id
Editorial Address
Faculty of Economics and Business, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta MH Thamrin Building 1st Floor Jl. RS Fatmawati No. 1, Pondok Labu, South Jakarta, Indonesia 12450 Email : jded@upnvj.ac.id
Location
Kota depok,
Jawa barat
INDONESIA
Journal of Development Economic and Digitalization
ISSN : 29636221     EISSN : 29628520     DOI : https://doi.org/10.59664/jded
Core Subject : Economy, Social,
The Journal of Development Economic and Digitalization (JDED) is a peer-reviewed research journal published twice a year, in February and August, by the Faculty of Economics and Business, Universitas Pembangunan Nasional Veterans Jakarta. JDED accepts scientific articles on research results and theoretical and conceptual papers in Indonesian and English using qualitative and quantitative methods. JDED focuses on Development Economics and economic digitalization, including Development Economics, economic and Digitalization, Monetary and Fiscal Policy, economic and Public Policy, Environment, Natural resources, Industrial Organization, Regional and urban economics, and Big Data Economy. E-ISSN 2962-8520
Articles 64 Documents
Analysis of Gojek's Service Quality Soni Kurniawan; Narishqeeya Annisa Rahmah Dasuki; Velannisa Shalihna Haris; Wahyu Rahmadani; Rizka Zakiah
Journal of Development Economics and Digitalization Vol 5 No 1 (2026): JDED, February 2026
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59664/jded.v5i1.11886

Abstract

Layanan transportasi berbasis digital mengalami pertumbuhan pesat seiring dengan meningkatnya kebutuhan mobilitas masyarakat. Sebagai salah satu pelopor di industri layanan transportasi daring di Indonesia, Gojek menghadapi tantangan dalam mempertahankan kualitas pelayanan di tengah persaingan yang semakin ketat. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi kualitas pelayanan Gojek dan dampaknya terhadap kepuasan pengguna. Dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur yang dibagikan kepada pengguna aktif Gojek. Analisis difokuskan pada lima dimensi kualitas layanan berdasarkan model SERVQUAL, yaitu keandalan, daya tanggap, jaminan, empati, dan bukti fisik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aspek bukti fisik seperti kebersihan kendaraan, penampilan pengemudi, dan tampilan antarmuka aplikasi memberikan pengaruh terbesar terhadap kepuasan pengguna. Sementara itu, dimensi empati dan jaminan menunjukkan pengaruh yang relatif lebih rendah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peningkatan pada elemen pelayanan yang terlihat serta konsistensi dalam penyampaian layanan merupakan strategi utama untuk meningkatkan kepuasan dan loyalitas pelanggan terhadap Gojek. Keywords : kepuasan pelanggan; Gojek; layanan digital; SERVQUAL; transportasi online. Abstract Digital based transportation services have grown rapidly in response to increasing public mobility demands. As one of the pioneers in Indonesia's ride hailing industry, Gojek faces ongoing challenges in maintaining service quality amid intense competition. This study aims to explore Gojek’s service quality and its impact on user satisfaction. Using a qualitative descriptive approach, data were collected through structured questionnaires distributed to active Gojek users. The analysis focused on five dimensions of service quality based on the SERVQUAL model: reliability, responsiveness, assurance, empathy, and tangibles. The findings show that tangible aspects such as vehicle cleanliness, driver appearance, and the application user interface play the most significant role in shaping user satisfaction. In contrast, the empathy and assurance dimensions have a relatively lower influence. The study concludes that improving visible service elements and maintaining consistency in service delivery are key strategies to enhance customer satisfaction and loyalty toward Gojek. Keywords: customer satisfaction; Gojek; digital service; SERVQUAL; online transportation.
Assessing The Role of Technology Advancement in Improving Women’s Participation in The Digital Economy in Kampala Metropolitan, Uganda Elizabeth Naume; Kafeero Kiggundu
Journal of Development Economics and Digitalization Vol 5 No 1 (2026): JDED, February 2026
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59664/jded.v5i1.12278

Abstract

This study assessed the role of technology advancement in improving women’s participation in the digital economy within the Kampala Metropolitan area. It employs a combination of descriptive, cross sectional survey design, the research integrated both quantitative data from surveys and qualitative insights from interviews with women and relevant stakeholder, including technology trainers and government stakeholders. The target population consisted of approximately 500 women in the Kampala Metropolitan area, with a calculated sample size of 222 participants based on Slovin’s formula and a 5% margin of error. The findings expressed that technology advancement significantly influence women’s participation in the digital economy with an R2 value of 0.413 indicating that about 41.3% of the variation in participation could be as a result to technology advancement. The regression analysis indicated a strong positive effect (B=0.587, B =0.643, t=8.291, p<0.001), confirming the statistical significance of the relationship. ANOVA results further validated the model’s robustness (F-statistic=68.753, p<0.001). These results highlighted that enhanced access to digital tools and platforms was crucial for empowering women financially. The study concludes that technology advancements had positively impacted women economically. The study concluded that technology advancements had positively impacted women’s participation by creating an enabling environment for them to engage in online transactions and manage businesses with greater freedom and control. Recommendations included the development of gender responsive digital policies aimed at reducing financial barriers, such as subsidized internet rates and increased accessed access to affordable digital devices. By fostering these initiatives, stakeholders could significantly enhance women’s involvement in the digital economy. promoting inclusive economic development. Keywords : Technology advancement; Women’s participation; Digital Economy; Kampala Metropolitan; Uganda, Gender responsive policies.   Abstrak Studi ini menilai peran kemajuan teknologi dalam meningkatkan partisipasi perempuan dalam ekonomi digital di wilayah Metropolitan Kampala. Ini menggunakan kombinasi desain survei deskriptif dan crosssectional, penelitian ini mengintegrasikan data kuantitatif dari survei dan wawasan kualitatif dari wawancara dengan perempuan dan pemangku kepentingan yang relevan, termasuk pelatih teknologi dan pemangku kepentingan pemerintah. Populasi target terdiri dari sekitar 500 wanita di wilayah Metropolitan Kampala, dengan ukuran sampel yang dihitung sebesar 222 peserta berdasarkan rumus Slovin dan margin kesalahan 5%. Temuan tersebut mengungkapkan bahwa kemajuan teknologi secara signifikan mempengaruhi partisipasi perempuan dalam ekonomi digital dengan nilai R2 0,413 yang menunjukkan bahwa sekitar 41,3% variasi partisipasi dapat disebabkan oleh kemajuan teknologi. Analisis regresi menunjukkan efek positif yang kuat (B = 0,587, B = 0,643, t = 8,291, p<0,001), mengkonfirmasi signifikansi statistik dari hubungan tersebut. Hasil ANOVA lebih lanjut memvalidasi ketahanan model (F-statistik = 68,753, p<0,001). Hasil ini menyoroti bahwa peningkatan akses ke alat dan platform digital sangat penting untuk memberdayakan perempuan secara finansial. Studi ini menyimpulkan bahwa kemajuan teknologi telah berdampak positif pada perempuan secara ekonomi. Studi ini menyimpulkan bahwa kemajuan teknologi telah berdampak positif pada partisipasi perempuan dengan menciptakan lingkungan yang memungkinkan bagi mereka untuk terlibat dalam transaksi online dan mengelola bisnis dengan kebebasan dan kontrol yang lebih besar. Rekomendasi termasuk pengembangan kebijakan digital responsif gender yang bertujuan untuk mengurangi hambatan keuangan, seperti tarif internet bersubsidi dan peningkatan akses akses ke perangkat digital yang terjangkau. Dengan mendorong inisiatif ini, para pemangku kepentingan dapat secara signifikan meningkatkan keterlibatan perempuan dalam ekonomi digital. mempromosikan pembangunan ekonomi inklusif.   Keywords : Kemajuan teknologi; Partisipasi perempuan; Ekonomi Digital; Metropolitan Kampala; Uganda, Kebijakan responsif gender.  
Characterize Firewood and Charcoal Production and Marketing in Dry Lands of Ethiopia Gonche Girma; Abebaw Shimeles
Journal of Development Economics and Digitalization Vol 5 No 1 (2026): JDED, February 2026
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59664/jded.v5i1.13629

Abstract

The demand of woodfuel shows an increasing trend mainly in urban areas of Ethiopia due population growth, urbanization, poverty and unemployment. This causes diminishing of natural forest resources especially acacia tree species in drylands of the country. Therefore, the main aim of the study is to characterize the production and marketing system of woodfuel for sustainable demand and supply side management. Data were considered from primary and secondary sources. The primary data were collected mainly through household survey and through snowball sampling technique. A total of 245 households were interviewed who engaged in woodfuel production and trading in the drylands of Ethiopia. Findings indicate that charcoal producers (51.8%) and firewood collectors (28.9%) dominate the sector, with most households producing woodfuel year-round or during periods of cash need. Seasonal production is primarily driven by the need to supplement income, cope with shocks such as crop failure and livestock disease, and address household food shortages. The majority of woodfuel products are sold in nearby towns and villages, with fewer reaching regional and capital city markets. The study highlights the dual role of woodfuel production as a primary livelihood and an adaptive income source, underscoring the importance of sustainable production methods, improved market access, and policy interventions to enhance both economic and environmental outcomes. Keywords : charcoal; dryland; firewood; market; woodfuel   Abstrak Permintaan bahan bakar kayu menunjukkan tren peningkatan terutama di daerah perkotaan Ethiopia karena pertumbuhan penduduk, urbanisasi, kemiskinan, dan pengangguran. Hal ini menyebabkan berkurangnya sumber daya hutan alam terutama spesies pohon akasia di lahan kering negara ini. Oleh karena itu, tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mengkarakterisasi sistem produksi dan pemasaran bahan bakar kayu untuk manajemen sisi permintaan dan penawaran yang berkelanjutan. Data dipertimbangkan dari sumber primer dan sekunder. Data primer dikumpulkan terutama melalui survei rumah tangga dan melalui teknik pengambilan sampel bola salju. Sebanyak 245 rumah tangga diwawancarai yang terlibat dalam produksi dan perdagangan bahan bakar kayu di lahan kering Ethiopia. Temuan menunjukkan bahwa produsen arang (51,8%) dan pengumpul kayu bakar (28,9%) mendominasi sektor ini, dengan sebagian besar rumah tangga memproduksi bahan bakar kayu sepanjang tahun atau selama periode kebutuhan tunai. Produksi musiman terutama didorong oleh kebutuhan untuk menambah pendapatan, mengatasi guncangan seperti gagal panen dan penyakit ternak, dan mengatasi kekurangan pangan rumah tangga. Sebagian besar produk bahan bakar kayu dijual di kota-kota dan desa terdekat, dengan lebih sedikit yang mencapai pasar regional dan ibu kota. Studi ini menyoroti peran ganda produksi bahan bakar kayu sebagai mata pencaharian utama dan sumber pendapatan adaptif, menggarisbawahi pentingnya metode produksi berkelanjutan, peningkatan akses pasar, dan intervensi kebijakan untuk meningkatkan hasil ekonomi dan lingkungan. Keywords : arang; lahan kering; kayu bakar; pasar; bahan bakar kayu
Faktor yang Mempengaruhi Tingkat Indeks Pembangunan Manusia di Provinsi Jawa Tengah Aslama Wahyu Rahmasani; Indri Arrafi Juliannisa
Journal of Development Economics and Digitalization Vol 5 No 1 (2026): JDED, February 2026
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59664/jded.v5i1.13697

Abstract

Penelitian ini dilakukan guna mengetahui pengaruh Jumlah Guru, PDRB Atas Dasar Harga Konstan dan Pengeluaran Perkapita terhadap Indeks Pembangunan Manusia. Penelitian ini menggunakan 6 Kota/Kabupaten di Provinsi Jawa Tengah yakni Kabupaten Wonosobo, Kabupaten Magelang, Kabupaten Purbalingga, Kabupaten Pemalang, Kota Semarang dan Kota Pekalongan. Penentuan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik sampling jenuh dengan 6 Kota/Kabupaten di Provinsi Jawa Tengah selama periode tahun 2015-2024, maka total sampel sebanyak 60 data. Data yang digunakan adalah data sekunder yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS). Pengujian hipotesis dalam penelitian ini menggunakan Analisis Data Panel dengan program Eviews 10 dan Tingkat signifikansi 5% (0.05). Hasil penelitian secara parsial menunjukkan bahwa Jumlah Guru dan PDRB Atas Dasar Harga Konstan tidak berpengaruh terhadap Indeks Pembangunan Manusia, sedangkan Pengeluaran Perkapita berpengaruh terhadap Indeks Pembangunan Manusia. Keywords : Indeks Pembangunan Manusia; Jumlah Guru; PDRB Atas Dasar Harga Konstan; Pengeluaran Perkapita. Abstract This study was conducted to determine the effect of the Number of Teachers, GRDP at Constant Prices and Per Capita Expenditure on the Human Development Index. This study used 6 Cities/Regencies in Central Java Province, namely Wonosobo Regency, Magelang Regency, Purbalingga Regency, Pemalang Regency, Semarang City and Pekalongan City. The sample determination in this study used a saturated sampling technique with 6 Cities/Regencies in Central Java Province during the period 2015-2024, so the total sample was 60 data. The data used were secondary data obtained from the Central Statistics Agency (BPS). Hypothesis testing in this study used Panel Data Analysis with the Eviews 10 program and a significance level of 5% (0.05). The results of the study partially showed that the Number of Teachers and GRDP at Constant Prices did not affect the Human Development Index, while Per Capita Expenditure did affect the Human Development Index. Keywords : Human Development Index; Number of Teachers; GRDP at Constant Prices; Per Capita Expenditure.  
Pengaruh Makroekonomi dan Indeks Global Terhadap Indeks Harga Saham Gabungan Anas Suryo Pidekso; Viyolanda Azrimultiya
Journal of Development Economics and Digitalization Vol 5 No 1 (2026): JDED, February 2026
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59664/jded.v5i1.13735

Abstract

IHSG merupakan acuan utama dalam menilai kinerja pasar modal di Indonesia. Pergerakan IHSG tidak terlepas dari pengaruh faktor makroekonomi. Maksud dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi dampak inflasi, suku bunga, nilai tukar rupiah, dan Indeks Nasdaq 100 kepada Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam periode observasi dari 2008 sampai 2024 yang berjumlah 204 observasi. Jenis penelitian ini berbentuk time series dengan menggunakan metode penelitian Autoregressive Distributed Lag (ARDL) untuk melihat seberapa berpengaruh masing-masing variabel terhadap IHSG dalam jangka panjang dan jangka pendek.  Temuan jangka pendek mengindikasikan bahwa inflasi dan nilai tukar memberikan dampak negatif yang signifikan pada IHSG. Berbanding terbalik, Nasdaq 100 menyumbang pengaruh positif yang signifikan terhadap IHSG. Namun, suku bunga ditemukan tidak memengaruhi IHSG di jangka pendek. Namun pada analisis jangka panjang, hanya variabel nilai tukar yang berpengaruh signifikan negatif. Variabel inflasi, suku bunga, dan Nasdaq 100 tidak memengaruhi pergerakan IHSG dalam jangka panjang. Keywords : IHSG; Inflasi; Suku Bunga; Nilai Tukar; Nasdaq 100. Abstract The Jakarta Composite Index (IHSG) serves as the primary benchmark for evaluating capital market performance in Indonesia. The movement of the IHSG is inseparable from the influence of macroeconomic factors. The purpose of this research is to evaluate the impact of inflation, interest rates, the Rupiah exchange rate, and the Nasdaq 100 Index on the Jakarta Composite Index (IHSG) over the observation period from 2008 to 2024, consisting of 204 observations. This study follows a time-series design using the Autoregressive Distributed Lag (ARDL) method to analyze the extent of each variable's influence on the IHSG in both the long run and the short run. Short-term findings indicate that inflation and the exchange rate have a significant negative impact on the IHSG. Conversely, the Nasdaq 100 contributes a significant positive influence on the IHSG. However, interest rates were found to have no effect on the IHSG in the short term. Furthermore, in the long-term analysis, only the exchange rate variable shows a significant negative effect. The variables of inflation, interest rates, and the Nasdaq 100 do not influence the movement of the IHSG in the long run. Keywords : IHSG; Inflation; Interest Rate; Exchange Rate; Nasdaq 100
Pengaruh Inflasi, Pertumbuhan Petani, Luas Lahan, Dan Curah Hujan Terhadap Produksi Kopi Sumatera Selatan Alya Alifa Putri Marsya; Khusnul Khatimah
Journal of Development Economics and Digitalization Vol 5 No 1 (2026): JDED, February 2026
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59664/jded.v5i1.13818

Abstract

Produksi kopi di Provinsi Sumatera Selatan mengalami fluktuasi yang dipengaruhi faktor ekonomi dan iklim. Sebagai daerah penghasil kopi utama, penting untuk mengidentifikasi variabel yang memengaruhi produksi, terutama inflasi, pertumbuhan jumlah petani, luas lahan, dan curah hujan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh keempat variabel tersebut terhadap produksi kopi dalam jangka pendek dan jangka panjang. Metode yang digunakan adalah Autoregressive Distributed Lag (ARDL) dengan data runtut waktu triwulanan periode 2013–2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa inflasi dan pertumbuhan jumlah petani tidak berpengaruh signifikan terhadap produksi kopi, baik jangka pendek maupun jangka panjang. Luas lahan berpengaruh signifikan dalam jangka panjang sehingga menjadi faktor utama peningkatan produksi. Curah hujan menunjukkan pengaruh yang tidak konsisten antarperiode. Secara simultan, seluruh variabel terbukti berpengaruh signifikan terhadap produksi kopi. Kesimpulannya, luas lahan memiliki peranan paling kuat dibandingkan variabel ekonomi dan iklim yang cenderung fluktuatif. Karena itu, peningkatan produktivitas lahan dan upaya adaptasi iklim perlu diperkuat untuk mendukung keberlanjutan produksi kopi. Keywords : Produksi Kopi; Inflasi; Pertumbuhan Petani; Luas Lahan, Curah Hujan.   Abstract Coffee production in South Sumatra Province fluctuates, influenced by economic and climatic factors. As a major coffee-producing region, it is important to identify variables that influence production, particularly inflation, farmer growth, land area, and rainfall. This study aims to analyze the influence of these four variables on coffee production in the short and long term. The Autoregressive Distributed Lag (ARDL) method was used with quarterly time series data from 2013–2024. The results show that inflation and farmer growth have no significant effect on coffee production, either in the short or long term. Land area has a significant effect in the long term, thus becoming the main factor in increasing production. Rainfall shows an inconsistent effect across periods. Simultaneously, all variables have been shown to have a significant effect on coffee production. In conclusion, land area plays the strongest role compared to economic and climatic variables, which tend to fluctuate. Therefore, increasing land productivity and strengthening climate adaptation efforts need to support sustainable coffee production. Keywords : Coffee Production; Inflation; Farmer Growth; Land Area, Rainfall.
Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Volume Ekspor Tembakau di Indonesia Eka Apriliansyah; Sarah Ghania; Aswin Rivai
Journal of Development Economics and Digitalization Vol 5 No 1 (2026): JDED, February 2026
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59664/jded.v5i1.13873

Abstract

Ekspor menjadi semakin penting seiring dengan kemajuan globalisasi karena ekspor ialah salah satu dari sekian banyak faktor yang mendorong perekonomian suatu negara. Sebuah negara dapat memperoleh keuntungan dalam perdagangan internasional jika negara tersebut mengkhususkan diri pada produk, mengekspor komoditas yang dapat diproduksi secara relatif lebih produktif, dan mengimpor barang yang produksinya relatif lebih sedikit atau tidak produktif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana pengaruh produksi tembakau, PDB, nilai tukar dan harga tembakau internasional terhadap volume ekspor tembakau Indonesia tahun 1991-2021. Data yang digunakan untuk penelitian ini adalah data sekunder periode tahunan yang berjumlah 31 data observasi dan diperoleh melalui data Direktorat Jenderal Perkebunan, World Bank dan Badan Pusat Statistika. Jenis penelitiannya berbentuk time series serta memakai metode olah data ECM (Error Correction Model) dengan tujuan melihat pengaruh jangka panjang maupun jangka pendek masing-masing variabel. Penelitian ini menemukan bahwa produksi tembakau, PDB dan harga internasional tidak berpengaruh signifikan, sedangkan untuk variabel nilai tukar berpegaruh signifikan untuk periode jangka panjang, tetapi tidak signifikan pada periode jangka pendek. Secara simultan seluruh variabel tidak memiliki pengaruh signfikan terhadap volume ekspor tembakau baik jangka pendek ataupun jangka panjang. Keywords : Volume Ekspor Tembakau; Produksi Tembakau; PDB; Nilai Tukar; Harga Internasional Tembakau.   Abstract Exports are becoming increasingly important with the advancement of globalization because they are one of the many factors driving a country's economy. A country can gain an advantage in international trade by specializing in products, exporting commodities that can be produced relatively more productively, and importing goods that are produced relatively less or less productively. This study aims to analyze the influence of tobacco production, GDP, the exchange rate, and international tobacco prices on Indonesia's tobacco export volume from 1991 to 2021. The data used for this study is secondary data for an annual period, totaling 31 observations, obtained from the Directorate General of Plantations, the World Bank, and the Central Statistics Agency. This study uses a time series method using the ECM (Error Correction Model) data processing method to examine the long-term and short-term effects of each variable. This study found that tobacco production, GDP, and international prices had no significant effect. While the exchange rate variable had a significant effect in the long-term period, it was insignificant in the short-term period. Simultaneously, all variables had no significant effect on tobacco export volume, either in the short-term or the long-term. Keywords : Tobacco Export Volume; Tobacco Production; GDP; Exchange Rate International Tobacco Prices.
Pengaruh Investasi Asing Langsung, TPAK, dan UMK Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Provinsi Jawa Barat Zahra Humaira; Desmintari
Journal of Development Economics and Digitalization Vol 5 No 2 (2026): JDED, August 2026
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59664/jded.v5i2.10426

Abstract

Selama periode antara tahun 2020 hingga 2022, investasi di Provinsi Jawa Barat menjadi yang tertinggi di seluruh Indonesia. Investasi ini tentu menjadi hal yang penting karena besaran investasi yang masuk akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi di Jawa Barat. Investasi asing ini perlu didukung oleh TPAK dan UMK untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di Jawa Barat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak Investasi Asing Langsung, TPAK, dan UMK terhadap Perekonomian di Jawa Barat selama periode 2014 hingga 2023, baik secara terpisah maupun bersamaan. Data yang digunakan meliputi seluruh Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Barat dari periode 2014 hingga 2023, dengan total 270 sampel yang dianalisis menggunakan model regresi data panel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Investasi asing langsung tidak berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di Provinsi Jawa Barat antara 2014 hingga 2023, (2) TPAK berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di Provinsi Jawa Barat dalam rentang waktu 2014 hingga 2023, (3) Pertumbuhan UMK berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di Provinsi Jawa Barat selama periode 2014 hingga 2023, dan (4) Investasi Asing Langsung, TPAK, dan UMK secara bersama-sama berpengaruh dan signifikan positif terhadap pertumbuhan ekonomi di Provinsi Jawa Barat. dalam kisaran waktu 2014 hingga 2023. Kata Kunci: Investasi Asing Langsung, Pertumbuhan Ekonomi, TPAK, UMK.
Analisis Determinasi Tingkat Pengangguran Terbuka Di Provinsi Banten Mita Adinda; Sarah Ghania
Journal of Development Economics and Digitalization Vol 5 No 2 (2026): JDED, August 2026
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59664/jded.v5i2.13748

Abstract

Abstrak   Fenomena pengangguran terbuka masih menjadi isu strategis di Provinsi Banten meskipun pertumbuhan ekonomi daerah menunjukkan perkembangan yang positif. Kondisi ini mengindikasikan adanya ketidaksinkronan antara pertumbuhan ekonomi, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta kebijakan ketenagakerjaan yang diterapkan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK), Rata-Rata Lama Sekolah (RLS), dan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) terhadap Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Provinsi Banten pada periode 2010–2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa UMK berpengaruh negatif dan signifikan terhadap TPT, sehingga peningkatan upah minimum terbukti mampu menurunkan tingkat pengangguran terbuka. Variabel RLS berpengaruh negatif namun tidak signifikan, yang mengindikasikan bahwa peningkatan pendidikan belum sepenuhnya memberikan dampak optimal terhadap penyerapan tenaga kerja. Sementara itu, PDRB berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap TPT, yang menunjukkan adanya fenomena jobless growth, di mana pertumbuhan ekonomi tidak sepenuhnya diikuti dengan peningkatan kesempatan kerja. Secara umum, hasil penelitian ini menegaskan pentingnya integrasi kebijakan pendidikan, ketenagakerjaan, dan pembangunan ekonomi daerah agar mampu meningkatkan kualitas tenaga kerja serta memperluas kesempatan kerja secara berkelanjutan. Kata Kunci: UMK, RLS, PDRB, Tingkat Pengangguran Terbuka, Panel Data, Banten.   Abstract Open unemployment remains a strategic issue in Banten Province despite the region’s relatively positive economic growth. This condition indicates a possible mismatch between economic expansion, the improvement of human capital quality, and the effectiveness of employment policies implemented at the regional level. This study aims to analyze the influence of the Regency/City Minimum Wage (UMK), Average Length of Schooling (RLS), and Gross Regional Domestic Product (GRDP) on the Open Unemployment Rate (TPT) in Banten Province during the period 2010–2024. The results show that the minimum wage has a negative and significant effect on the open unemployment rate, indicating that an increase in UMK contributes to reducing unemployment through improved welfare and labor absorption. The RLS variable has a negative but insignificant effect, suggesting that the increase in educational attainment has not yet been optimally aligned with labor market needs. Meanwhile, GRDP has a positive and insignificant effect on unemployment, reflecting the phenomenon of jobless growth, where economic growth is not fully accompanied by an expansion in employment opportunities. Overall, the findings emphasize the importance of integrating education, labor, and economic development policies to strengthen human capital quality and expand employment opportunities in a sustainable manner. Keywords: UMK, RLS, PDRB, Open Unemployment Rate, Panel Data, Banten.  
Pengaruh Nilai Tukar, Suku Bunga dan Inflasi Terhadap Penanaman Modal Asing di Indonesia Tahun 2016 - 2024 Muhammad Riduan; Nucke Widowati Kusumo Projo
Journal of Development Economics and Digitalization Vol 5 No 2 (2026): JDED, August 2026
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59664/jded.v5i2.13767

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh nilai tukar, tingkat inflasi, dan suku bunga terhadap realisasi Penanaman Modal Asing (PMA) di Indonesia selama periode 2016–2024. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan model statis melalui regresi linier berganda Ordinary Least Squares (OLS) yang diolah menggunakan perangkat lunak EViews, dengan memanfaatkan data runtut waktu (time series). Data yang digunakan merupakan data sekunder yang bersumber dari Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM)/Kementerian Investasi dan Hilirisasi serta Bank Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai tukar dan suku bunga berpengaruh negatif dan signifikan terhadap PMA, yang mengindikasikan bahwa pelemahan nilai tukar dan peningkatan suku bunga meningkatkan risiko serta biaya modal sehingga menurunkan minat investor asing. Sementara itu, inflasi menunjukkan pengaruh negatif namun tidak signifikan, yang mencerminkan bahwa stabilitas harga yang relatif terjaga selama periode penelitian tidak menjadi faktor utama dalam keputusan investasi asing. Kata kunci: penanaman modal asing; nilai tukar; suku bunga; inflasi. Abstract This study aims to analyze the effect of exchange rates, inflation rates, and interest rates on the realization of Foreign Direct Investment (FDI) in Indonesia during the period 2016–2024. The study uses a quantitative approach with a static model through Ordinary Least Squares (OLS) multiple linear regression processed using EViews software, utilizing time series data. The data used is secondary data sourced from the Investment Coordinating Board (BKPM)/Ministry of Investment and Downstream Industry and Bank Indonesia. The results show that exchange rates and interest rates have a negative and significant effect on FDI, indicating that a weakening exchange rate and an increase in interest rates increase risk and capital costs, thereby reducing foreign investor interest. Meanwhile, inflation shows a negative but insignificant effect, reflecting that relatively stable prices during the study period were not a major factor in foreign investment decisions. Keywords: foreign direct investment; exchange rate; interest rate; inflation.