cover
Contact Name
Irham Nugroho
Contact Email
irhamnugroho@unimma.ac.id
Phone
+6281903953777
Journal Mail Official
tarbiyatuna@ummgl.ac.id
Editorial Address
Kampus 2 Universitas Muhammadiyah Magelang Jl. Mayjend Bambang Soegeng Km.5 Mertoyudan Magelang
Location
Kab. magelang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Tarbiyatuna
ISSN : 25794981     EISSN : 20860889     DOI : 10.31603/tarbiyatuna
Core Subject : Education, Social,
Aim Tarbiyatuna is a scientific journal and research results in the field of Islamic education managed by the Faculty of Islamic Studies, Universitas Muhammadiyah Magelang. This journal is published twice a year and it is a tool for researchers, academics and practitioners interested in the field of Islamic Education and wishes to channel their thoughts and findings. Scope: Islamic Education Thought Islamic Education Management Islamic Education Policy Issues Islamic Education Islamic Education Philosophy Basic Islamic Education Islamic Religious Education Islamic Education Curriculum
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 7 No 1 (2016)" : 9 Documents clear
Efektivitas Penggunaan Modul Perkuliahan Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia Sd Berbasis Karakter Terhadap Pemahaman Kurikulum 2013 Pada Mahasiswa Podi Pgsd Universitas Muhammadiyah Magelang Subekti, Tabah
Jurnal Tarbiyatuna Vol 7 No 1 (2016)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan efektivitas penggunaan modul perkuliahan berbasis karakter terhadap pemahaman kurikulum 2013 terutama aspek karakter kebangsaan mahasiswa PGSD FKIP Universitas Muhammadiyah Magelang. Penelitian dilakukan dengan metode eksperimen kuasi. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa PGSD FKIP UMMgl semester 5 dengan sampel sebanyak 40 mahasiswa yang terbagi menjadi dua kelas yakni kelas kontrol dan kelas eksperimen. Kelas 5A diperlakukan sebagai kelas eksperimen dengan penggunaan modul perkuliahan berbasis karakter dan kelas 5B sebagai kelas kontrol tanpa menggunakan modul perkuliahan berbasis karakter. Data dikumpulkan dengan menggunakan instrumen tes berupa soal tertulis. Data yang diperoleh dianalisis dengan rumus uji-t.Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Penggunaan Modul Perkuliahan Berbasis Karakter efektif untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa mengenai nilai-nilai karakter kebangsaan pada kurikulum 2013. Ini dibuktikan dengan perolehan nilai t-hitung sebesar (11,112). Hasil perhitungan ini kemudian dibandingkan dengan t-tabel dengan taraf signifikansi =0,05 yang ternyata sebesar (1,729). Karena t-hitung (11,112)>t-tabel (1,729) maka penggunaan modul perkuliahan berbasis karakter dinyatakan efektif; (2) Perkuliahan tanpa modul berbasis karakter tidak terbukti efektif untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa mengenai nilai-nilai karakter kebangsaan pada kurikulum 2013. Ini ditunjukkan dari hasil perhitungan dengan uji-t diperoleh nilai t-hitung sebesar (0,745). Hasil perhitungan ini kemudian dibandingkan dengan t-tabel dengan taraf signifikansi =0,05 yang diperoleh t-tabel (1,729). Karena t-hitung (0,745) < t-tabel (1,729) maka perkuliahan tanpa modul berbasis karakter tidak terbukti efektif. Dengan demikian, disimpulkan bahwa penggunaan modul perkuliahan berbasis karakter terbukti lebih efektif dibandingkan perkuliahan tanpa modul perkuliahan berbasis karakter dalam meningkatkan pemahaman mahasiswa PGSD FKIP UMMgl mengenai nilai karakter kebangsaan dalam kurikulum 2013.
Al-Munaasabah (Cabang Ulumul Qur’an) Iman, Muis Sad
Jurnal Tarbiyatuna Vol 7 No 1 (2016)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Al-Qur’anul Karim adalah mukjizat Islam yang kekal dan selalu diperkuat oleh kemajuan ilmu pengetahuan. Ia diturunkan oleh Allah Swt kepada Rasulullah Saw sebagai petunjuk hidup manusia agar bahagia dan selamat di dunia dan akhirat. Untuk memahaminya dibutuhkan uluumul Qur’an. Dalam perkembangan ulumul Qur’an selanjutya lahirlah ilmu Al-Munasabah. Orang pertama yang menulis ilmu munasabah ialah Abu Bakar An Naisaburi (324 H) kemudian disusul oleh Abu Ja’far Ibnu Zubeir kemudian diteruskan oleh Burhanudin al-Buqa’i kemudian As-Suyuti serta M.Shodiq Al-Ghimari. Pembicaraan Al-Munaasabah berkisar pada hubungan antar kalimat, antar ayat, dan surat dengan surat dalam Al-Qur’an Al-Karim. Mencari persesuaian tersebut tidak ada nashnya, karena itu derajat¬nya ijtihady bukan tauqifi. Sebagai produk ijtihad maka adanya berlainan pendapat di kalangan mufassir adalah hal yang wajar. Oleh sebab itu tidak tepat suatu hasil ijtihad mengikatkan orang lain untuk mengikuti atau menolaknya. Jadi peranan munaasabah adalah sebagai "alat penolong" dalam menafsirkan ayat dan sifatnya tidak merngikat.
Keluarga Sebagai Agen Pembentuk Kader Muhammadiyah Kurniaty, Yulia; Praja, Chrisna Bagus Edhita
Jurnal Tarbiyatuna Vol 7 No 1 (2016)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Untuk menjaga keberlangsungan dan eksistensi suatu organisasi dibutuhkan sumberdaya manusia yang berkualitas dan berkarakter. Muhammadiyah sebagai salah satu organisasi (persyarikatan) di Indonesia pun tidak terkecuali membutuhkan sumberdaya manusia yang berkualitas, yakni luas wawasannya dan dalam ilmu pengetahuannya. Sedangkan makna berkarakter yaitu mampu menjalankan dan mengimplementasikan visi misi persyarikatan dalam kehidupannya sehari-hari. Ketersediaan sumberdaya manusia tersebut perlu diciptakan melalui upaya pengkaderan. Menghasilkan kader yang berkualitas dan berkarakter tersebut bukan hal yang mudah karena bersifat long term education. Mencari orang yang cerdas di bidang keilmuannya tidaklah sulit, namun mencari orang yang cerdas dan mampu menjalankan visi misi persyarikatan Muhammadiyah inilah yang tidak mudah. Untuk itu, Muhammadiyah perlu melakukan terobosan jika upaya mencetak kader tidak hanya melalui lembaga pendidikan dalam amal usaha Muhammadiyah sebagaimana yang selama ini telah berjalan, namun dilakukan sedini mungkin melalui pola asuh dan pembinaan di lingkungan keluarga dengan harapan semakin dini anak-anak mengenal apa dan siapa Muhammadiyah maka rasa cinta dan memiliki terhadap Muhammadiyah akan lebih mendalam jika dibandingkan anak-anak tersebut mengenal persyarikatan ini setelah mereka dewasa.
Pemerataan Pendidikan Anak Bangsa: Pendidikan Gratis Versus Kapitalisme Pendidikan Mujahidun, Mujahidun
Jurnal Tarbiyatuna Vol 7 No 1 (2016)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan adalah salah satu pemutus tali kemiskinan. Tetapi apakah setiap warga negara telah mengenyam pendidikan hingga ke jenjang yang paling tinggi? Bagaimana dengan program education for all? Konsepsi dasar pemerataan pendidikan yang ditujukan kepada equality in education dan equity in education nampaknya belum beriringan bahkan bisa dikatakan saling berseberangan dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. Asas educational for all yang sering digaungkan juga masih berhadapan dengan perlakuan deskriminasi masyarakat atas dasar golongan dan status dalam memperoleh keadilan dan kesempatan pendidikan. Berbagai asumsi diketengahkan mulai dari kebijakan pemerintah yang dinilai sering berganti-ganti, kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan masih belum optimal, proses penyelenggaraan pendidikan yang dirasa begitu mahal, dan disisi lain propaganda kebijakan pendidikan gratis menawarkan angan-angan masyarakat yang terkadang tidak sejalan dengan realitas biaya pendidikan yang harus dikeluarkan oleh masyarakat. Tulisan ini hendak membincangkan sekelumit pertentangan antara kebijakan pendidikan gratis dengan praktik kapitalisme pendidikan yang sering dijumpai di tengah arus globalisasi dan di tengah tuntutan stakeholder akan pentingnya pendidikan.
Pendidikan Kecerdasan Berbasis Keimanan Masduki, Yusron
Jurnal Tarbiyatuna Vol 7 No 1 (2016)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecerdasan intelektual adalah kemampuan intelektual, analisa, logika dan rasio. Otak manusia dapat dibagi atas tiga aspek, yaitu cortex cerebri, system limbic dan lobus temporal. Cortex cerebri berfungsi mengatur kecerdasan intelektual (IQ), system limbic berfungsi mengatur kecerdasan emosional (EQ) dan lobus temporal berfungsi mengatur kecerdasan spiritual (SQ). Keterampilan praktis dalam mengelola emosi yaitu: (1) kesadaran diri, (2) motivasi (3) pengaturan diri, (4) empati, dan (5) keterampilan sosial. Karakter dapat diartikan sebagai sifat pribadi yang relatif stabil pada diri individu yang menjadi landasan penampilan perilaku dalam standar nilai dan norma yang tinggi. Karakter merupakan sikap dan kepribadian seseorang yang diyakininya baik dan berwujud dalam tingkah lakunya sebagai pribadi yang menjadikannya mempunyai reputasi sebagai orang baik. Kecerdasan emosional didefinisikan sebagai kemampuan merasakan, memahami dan secara efektif menerapkan kepekaan emosi sebagai sumber energi, informasi, dan pengaruh manusiawi.
Revitalisasi Madrasah Sebagai Lembaga Pendidikan Integratif- Alternatif Witanti, Fitria Nita
Jurnal Tarbiyatuna Vol 7 No 1 (2016)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan Islam adalah suatu pendidikan yang melatih perasaan murid-muriddengan cara begitu rupa sehingga dalam sikap hidup, tindakan, keputusan, dan pendekatan mereka terhadap segala jenis pengetahuan, mereka dipengaruhi sekali oleh nilai spiritual dan sangat sadar akan nilai etis Islam. Perkembangan pendidikan Islam identik dengan perkembangan pondok pesantren. Hal ini dikarenakan proses pembelajaran Islam dilaksanakan di pondok pesantren Madrasah oleh sebagian masyarakat masih dipandang sebelah mata dan dianggap sebagai lembaga pendidikan “kelas dua”. Akibatnya meski secara yuridis keberadaan madrasah sejajar dengan sekolah formal lain, madrasah hanya umumnya diminati siswa dengan kemampuan inteligensi dan ekonomi yang pas-pasan. Disisi lain madrasah kurang didukung oleh sumberdaya yang memadai ditambah dengan kebfijakan-kebijakan yang dibuat pemerintah cenderung terasa menyulitkan upaya-upaya pengembangan madrasah seperti banyaknya bidang studi yang harus diajarkan, distribusi kepegawaian guru dan penyediaan sarana prasarana. Kondisi madrasah sebagian besar menghadapi siklus negatif atau lingkaran setan tak terpecahkan (unsolved problems): kulitas raw input (siswa, guru, fasilitas) rendah, proses pendidikan tidak efektif, kualitas lulusan rendah dan kepercayaan stake holder terutama orang tua dan pengguna lulusan rendah. Madrasah semestinya tidak terpengaruh untuk mengikuti pola pengembangan sekolah umum yang dianggap lebih baik, sebaliknya madrasah harus mempertahankan karakteristrik dan mengembangkannya. Dalam hal ini, yang dibutuhkan madrasah adalah penguatan dan pengembangan kelembagaan, peningkatan kualitas SDM, dan mengembalikan ruh madrasah sebagai sekolah berbasis masyarakat dan karakteristik keagamaan yang kuat.
“Revitalisasi Madrasah Untuk Menghadapi Tantangan Globalisasi” Aisyah, Umi
Jurnal Tarbiyatuna Vol 7 No 1 (2016)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Madrasah mempunyai misi penting yaitu mempersiapkan generasi muda umat Islam untuk ikut berperan bagi pembangunan umat dan bangsa di masa depan. Madrasah merupakan lembaga pendidikan yang sangat dinamis. Interaksi madrasah dengan globalisasi yang berlangsung secara berkelanjutan dan secara tidak langsung akan berdampak pada pendidikan yang berlangsung di madrasah itu sendiri. Globalisasi tidak hanya membawa dampak positif bagi keberlangsungan madrasah di Indonesia tetapi juga membawa dampak negatif. Untuk itu diperlukan adanya upaya revitalisasi unsur pendidikan yang dimiliki agar menjadi lebih baik, sehingga sasaran dan proses pendidikan yang dilakukan dapat tercapai dan dilangsungkan dengan maksimal.
Strategi The Power Of Two Dan Implikasinya Terhadap Efektivitas Pembelajaran Madrasah Ibtidaiyah Ihwanah, Al
Jurnal Tarbiyatuna Vol 7 No 1 (2016)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengkaji implikasi strategi the power of two terhadp efektivitas pembelajarn madrasah ibtidaiyah. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa gaya belajar yang efektif diterapkan dalam pembelajaran MI adalah gaya belajar bermain dengan kesendirian sekaligus gaya belajar bermain dengan bersosialisasi. Sosialiasi dilakukan dengan menerapkan strategi the power of two dengan membentuk kelompok kecil dan berpasangan. Pembelajaran MI dengan strategi the power of two ini menandung unsur keefektifan (effectiveness), efisiensi (efficiency), dan daya tarik (appeal). Dan ketiga unsur tersebut dapat ditingkatkan apabila the power of two ini dilaksanakan dengan baik.
Merumuskan Kembali Teologi Hubungan Lintas Agama Di Tengah Pengalaman Kemajemukan (Sebuah Pendekatan Terhadap Ayat Makkiyyah dan Madaniyyah) Janah, Nasitotul
Jurnal Tarbiyatuna Vol 7 No 1 (2016)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pluralitas iman adalah fakta kehidupan yang tidak bisa dihindari karena merupakan desain Tuhan. Dilihat dari perbedaan cara pandang dan sikap manusia terhadap fakta kemajemukan agama ini, adan 3 corak teologi hubungan lintas agama yaitu; 1). Eksklusivisme, 2). Inklusivisme; dan 3). Pluralisme. Ekslusivisme merupakan karakteristik dari kebanyakan umat beragama yang berpandangan bahwa kebenaran dan keselamatan hanya ada di dalam agamanya sendiri, karena itu orang beragama lain harus ditobatkan. Inklusivisme adalah sikap dan pandangan terbuka yang melihat bahwa agama-agama lain di luar agamanya juga berhak untuk diberi ruang untuk eksis, sehingga tidak tertutup adanya dialog dan kerjasama. Sedangkan pluralisme merupakan pandangan yang mengusung konsep relativisme kebenaran dan semangat kesetaraan dalam beragama. Dalam konteks pluralitas agama ini, sejak awal al-Qur’an telah membangun worldview sendiri yang dapat dicermati sejak periode makkah yang terwakili dalam QS Al Kafirun hingga periode Madinah diantaranya pada QS Al-Baqarah:62, QS Ali-Imran:64 , QS Al-Maidah:51. Dari ayat-ayat tersebut dapat diambila nilai-nilai bahwa dalam urusan yang menyangkut iman, Islam sejak awal bersikap eksklusiv dan menolak tawaran pluralisme agama yang berpandangan pada relativisme kebenaran, tapi sejak awal pula Islam memberi ruang bagi adanya eksistensi keimanan lain untuk saling hidup berdampingan, saling dialog dan diskusi dalam konteks membuka ruang hubungan kemanusiaan. Perbedaan iman tidak dijadikan justifikasi yang menghalangi antar pengikut iman yang berbeda untuk merajut kerja-kerja kemanusiaan, dialog dan kerjasama dalam kebajikan sebagaimana dipraktekan Nabi pada periode Madinah, dimana toleransi, ko-eksistensi, bahkan pro-eksistensi antar agama ditumbuhkan.

Page 1 of 1 | Total Record : 9