cover
Contact Name
Koko Hari Pramono
Contact Email
kokoharipramono88@gmail.com
Phone
085655454121
Journal Mail Official
kokoharipramono88@gmail.com
Editorial Address
Sekolah Tinggi Kesenian Wilwatikta (STKW) Surabaya Perumahan Wisma Mukti, Jl. Klampis Anom II, Klampis Ngasem, Kec. Sukolilo, Surabaya 60117
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Gayatri : Jurnal Pengabdian Seni dan Budaya
ISSN : .     EISSN : 29866723     DOI : 10.20111
Core Subject :
Gayatri : Jurnal Pengabdian Seni dan Budaya merupakan jurnal ilmiah yang memuat hasil-hasil pengabdian kepada masyarakat dalam bidang kajian dan penciptaan seni. Jurnal ini diterbitkan dua kali setahun (April dan Oktober) dengan fokus dan ruang lingkup pada studi dan penciptaan seni. Jurnal ini dikelola oleh LPPM STKW Surabaya dan diterbitkan oleh STKW Press Surabaya.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol. 3 No. 1 (2025): April" : 6 Documents clear
Pelatihan Tari Anak Untuk Meningkatkan Kompetensi Bunda Ppt Harapan Bunda Kelurahan Balas Klumprik, Wiyung, Surabaya Windrowati, Trinil
Gayatri : Jurnal Pengabdian Seni dan Budaya Vol. 3 No. 1 (2025): April
Publisher : Sekolah Tinggi Kesenian Wilwatikta (STKW) Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20111/gayatri.v3i1.5

Abstract

Bunda atau Guru di Pos Pendidikan Anak Terpadu (PPT) Harapan Bunda Dusun Sumberan RT 01/RW 04 Kelurahan Balas Klumprik, Kecamatan Wiyung, Kota Surabaya tidak memiliki latar belakang disiplin ilmu kependidikan seni. Ada empat (4) orang Bunda di PPT Harapan Bunda, mereka memiliki latar belakang pendidikan S-1 Pertanian sebanyak (1) satu orang, (1) orang S-1 Bidang akuntasi, (1) orang lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA) dan 1 orang lulusan Sekolah Dasar (SD). Pos PAUD Terpadu yang dikembangkan di seluruh Rukun Warga (RW) Kota Surabaya awal mulanya memang diambil dari para kader kegiatan yang aktif di masing-masing RW, sehingga dapat terjadi para Bunda/Guru nya tidak memiliki latar belakang disiplin ilmu kependidikan khususnya seni. Sehingga tujuan pengajarannya lebih berorientasi bagaimana siswa/anak didik bisa membaca dan berhitung (aspek kognitif). Pola demikian kurang tepat mengingat Pos PAUD Terpadu siswanya adalah anak-anak dengan usia 2-4 tahun, yang lebih berorientasi pada pola asuh bermaian dan atau bersosial (aspek psikomotorik dan afektif). Hal inilah yang mendasari dikenalkannya tari anak melalui metode pelatihan, dengan tujuan meningkatkan kompetensi para Bunda/Guru, sehingga ada peningkatan kualitas pembelajaran aspek psikomotorik dan aspek afektif.
Film Dokumenter Wayang Potehi Sebagai Peningkatan Brand Placement Kebudayaan Tri Laksono, Yunanto; Rachman, Haidar Syahm Azzura
Gayatri : Jurnal Pengabdian Seni dan Budaya Vol. 3 No. 1 (2025): April
Publisher : Sekolah Tinggi Kesenian Wilwatikta (STKW) Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20111/gayatri.v3i1.56

Abstract

Wayang Potehi merupakan salah satu warisan budaya Tionghoa yang telah lama berkembang di Indonesia. Namun, eksistensinya semakin terpinggirkan di tengah arus globalisasi dan modernisasi. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan apresiasi terhadap Wayang Potehi melalui produksi film dokumenter sebagai strategi brand placement kebudayaan. Metode yang digunakan mencakup riset etnografi, wawancara dengan dalang dan pelaku seni, serta dokumentasi pertunjukan Wayang Potehi di berbagai daerah. Film dokumenter ini diharapkan dapat menjadi media edukasi serta promosi yang efektif dalam memperkenalkan kembali Wayang Potehi kepada generasi muda dan masyarakat luas. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa media audio-visual mampu memberikan dampak yang lebih luas dalam upaya pelestarian budaya, terutama melalui distribusi digital di berbagai platform. Dengan demikian, strategi brand placement dalam bentuk film dokumenter ini dapat menjadi pendekatan inovatif dalam menjaga kelangsungan dan relevansi budaya tradisional di era modern.
Pelatihan Tari Zapin Bagi Komunitas Perempuan Bersanggul Di Kampung Budaya Polowijen (KBP) Kota Malang robby, robby hidajat; Wahyuningtyas, Tri; Hartono; Hasyimy, Muhammad Afaf
Gayatri : Jurnal Pengabdian Seni dan Budaya Vol. 3 No. 1 (2025): April
Publisher : Sekolah Tinggi Kesenian Wilwatikta (STKW) Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20111/gayatri.v3i1.58

Abstract

Kota Malang telah mengembangkan kampung tematik sejak 1995, salah satunya adalah Kampung Budaya Polowijen (KBP) yang telah berkembang menjadi destinasi wisata budaya yang fokus pada kekayaan tradisi, seni lokal, dan keragaman. Untuk memberdayakan masyarakat dan memperkenalkan budaya Malang kepada wisatawan, KBP meluncurkan program pelatihan Tari Zapin bekerja sama dengan Prodi Pendidikan Seni Tari dan Musik DSD FS Universitas Negeri Malang melalui kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat. Kegiatan tersebut melibatkan Komunitas Perempuan Bersanggul. Pelatihan menggunakan metode R&D (Research and Development), yang mencakup langkah-langkah: (1) eksplorasi peserta, (2) perencanaan kegiatan, (3) pelaksanaan kegiatan pelatihan, (4) pengenalan materi, (5) proses pelatihan, (6) evaluasi hasil, dan (7) rekonstruksi penampilan tari. Hasil pelatihan menunjukkan dua capaian utama: (1) Penguasaan Tari Zapin sebagai Tari Sambut, dan (2) Dampak positif signifikan bagi Komunitas Perempuan Bersanggul, dengan rata-rata evaluasi sebesar 86%. Evaluasi ini mencakup pengetahuan, keterampilan, dan harapan masa depan peserta. Persentase ini menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam kemampuan dan pengetahuan peserta, menguatkan peran KBP sebagai destinasi wisata budaya yang khas dan berpotensi.
Kreativitas Motif Batik Sebagai Penguat Budaya Bangsa di Dharma Wanita LLDIKTI VII Jawa Timur Herlina, Yekti; Sufiana; setiawan, andri
Gayatri : Jurnal Pengabdian Seni dan Budaya Vol. 3 No. 1 (2025): April
Publisher : Sekolah Tinggi Kesenian Wilwatikta (STKW) Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20111/gayatri.v3i1.59

Abstract

Dharma Wanita is a national professional organization that has a vision and mission to improve the ability of civil servants' wives and civil servants themselves who are women in the future so that they can become intelligent women, have knowledge, become pious wives to become pillars in the family, to support fathers or husbands. That behind the success of a man there must be a great woman. Dharma Wanita Persatuan (DWP) LLDIKTI Region VII consists of wives of employees in the LLDIKTI VII environment, Women's Association, Academic Community of Higher Education in the LLDIKTI VII Environment. Activities held such as seminars, to support family welfare and national progress Holding social activities, Batik skills, Cooking, Facial Acupressure Beauty, This activity method is focused on members of DWP LLDIKTI VII who collaborate with STKW Surabaya to introduce batik creativity in developing and increasing batik skills as a strengthener of national culture and building independent Indonesian women. Batik as a noble work of art of the Indonesian nation has a distinctive and unique beauty that distinguishes it from other textile decoration patterns. The uniqueness of the appearance of batik is produced from specific materials, tools, and processes that require perseverance, craftsmanship, patience and high creativity. The results of this service support one of the Dharma Wanita Persatuan LLDIKTI VII programs, namely training to improve batik skills as a strengthener of national culture for independent women. It is hoped that various kinds of knowledge about batik from making batik patterns, transferring batik patterns to cloth, attaching wax to cloth using canting, dipping cloth into dye and drooping. It is hoped that it can add inspiration and innovation for the development of Independent Indonesian Women in the future.
Pelatihan Eksplorasi Olah Vokal Teater di Sanggar Shedet Srepet Bojonegoro Putri, Ratna Mestikasari; Pramono, Koko Hari; Lestari, Lilis
Gayatri : Jurnal Pengabdian Seni dan Budaya Vol. 3 No. 1 (2025): April
Publisher : Sekolah Tinggi Kesenian Wilwatikta (STKW) Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20111/gayatri.v3i1.60

Abstract

Exploration plays an important role in innovation and development of ideas or concepts in the field of art. By understanding new and complex phenomena of the need for innovation in an artistic process, art groups should be pioneers in developing exploration of traditional art-based works. This community service can develop new methods that are more efficient and in an effective focus of Vocal Theater Exploration Training at the Shedet Srepet Bojonegoro Studio. Exploration in the field of vocal training will make actors able to play ideal roles according to the needs of the character of the character being played. In the vocal exploration training activity at the Shedet Srepet Bojonegoro studio, the PKM team created a vocal creativity scheme in theater with a training method to improve the quality of vocal production for beginner actors. The selection of beginner actors is based on the needs of the studio to recruit regeneration and mentor new members to carry out performance productions on a staging work. Vocal training is considered one of the important elements that must be possessed by an actor, therefore vocal exploration is an important part to support studio activities in producing theater performances.
Pendampingan Seniman Banyuwangi dalam Perspektif Kekaryaan maskur, Mochamad
Gayatri : Jurnal Pengabdian Seni dan Budaya Vol. 3 No. 1 (2025): April
Publisher : Sekolah Tinggi Kesenian Wilwatikta (STKW) Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20111/gayatri.v3i1.61

Abstract

Tujuan ditulisnya artikel ini adalah untuk membaca kiprah para seniman seniwati Kabupaten Banyuwangi dalam berkarya. Selain itu juga dalam penulisan artikel ini akan menggali informasi mengenai metode dan gaya para seniman dalam berolah kreatifitas. Adanya tulisan ini juga sebagai bentuk kepedulian dan penghargaan kepada seniman senior di Banyuwangi khususnya. Perkembangan kesenian tidak bisa lepas dari peran seorang seniman, jejak kekaryaan para seniman juga akan menjadi penunjuk arah mau kemana perkembangan kesenian akan bergerak, dan tentu ini akan menjadi motivasi untuk generasi penerus kedepan. Banyak sekali talenta seniman muda di Banyuwangi yang sangat kompeten dan mampu membawa kesenian Banyuwangi bersaing di era modern saat ini, peran seniman muda juga sangat vital dan krusial mengingat tuntunan jaman yang semakin kompleks mengharuskan kita juga adaptif dan selektif terhadap persilangan budaya masa kini. Banyuwangi dengan segudang seni dan budayanya sangat memungkinkan sekali untuk menjadi barometer perkembangan kesenian di Jawa Timur khususnya, karena memang peminat kesenian tradisi di Banyuwangi cukup banyak dan tidak pandang usia, baik tua dan muda semua saling mendorong untuk mencintai kesenian tradisinya, hal ini tentu sikap yang sangat positif demi kelestarian dan kemajuan seni dan budaya Banyuwangi khususnya. Semoga dari tulisan ini khalayak seniman seniwati mampu membuka diri terhadap semua tantangan jaman, dan saling gotong royong untuk mengangkat harkat dan martabat seni budaya Banyuwangi, melalui karya-karya yang sudah dilahirkan semoga menjadi nafas baru yang mampu menjadi nyawa untuk kesenian di Banyuwangi.

Page 1 of 1 | Total Record : 6