Jurnal Penelitian Transportasi Darat
Jurnal Penelitian Transportasi Darat adalah jurnal ilmiah yang mempublikasikan hasil penelitian di bidang transportasi jalan dan perkeretaapian, dengan fokus pada keselamatan lalu lintas, perencanaan jalan, simulasi kecelakaan, pengembangan teknologi transportasi, dan rekayasa lalu lintas.
Articles
242 Documents
KEMACETAN LALU LINTAS DI JALAN RAYA PASAR BARU BOJONG GEDE KABUPATEN BOGOR (STUDI KASUS AREA SEKITAR STASIUN BOJONG GEDE)
Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 17 No. 3 (2015): Jurnal Penelitian Transportasi Darat
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Formerly by Puslitbang Transportasi Laut, Sungai, Danau, dan Penyeberangan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25104/jptd.v17i3.149
ABSTRACTCongestion that occur at the outside area of Bojong Gede Station is caused by many factors such as the increasing number of train passenger, vehicles movement, obstacles aside, and the limitation of road capacity. Based on those problems, this research aims to identify the congestion causative factor at the outside area of Bojong Gede Station, and to provide the solution recommendation to alleviate road congestion of Bojong Gede Station area. The methods used in this research are descriptive methods which is qualitative and quantitative analysis. The result of the analysis mentioned that the congestion at the outside area of Bojong Gede Station are caused by the very high resistance, inadequate road capacity during peak hours, and the lack of integration between the station and the terminal. The recomendation for the government of Bogor City/Regency are the need of spatial rearrangement for the outer area of the Bojong Gede Station and reviewing the integration between Bojong Gede Station and terminal.ABSTRAKKemacetan lalu lintas di jalan raya Pasar Baru khususnya area sekitar Stasiun Bojong Gede disebabkan oleh meningkatnya jumlah penumpang kereta api, jumlah kendaraan bermotor, banyaknya hambatan samping dan kapasitas ruas jalan yang sudah tidak memadai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sebab-sebab terjadinya kemacetan di area sekitar Stasiun Bojong Gede, serta memberikan usulan perbaikan dan solusi mengurai kemacetan di area sekitar Stasiun Bojong Gede dengan menggunakan metode deskriptif dalam bentuk penelitian kualitatif dan kuantitatif. Berdasarkan hasil analisis, kemacetan yang terjadi disebabkan oleh hambatan yang terjadi sangat tinggi, kapasitas jalan yang tidak memadai pada jam-jam sibuk dan integrasi antara stasiun dan terminal yang belum maksimal. Rekomendasi yang dapat diberikan bagi pemerintah Kab/Kota Bogor adalah perlu penataan ulang di area sekitar Stasiun Bojong Gede dan mengkaji kembali integasi antara Stasiun dan Terminal Bojong Gede.
EFISIENSI TRANSPORTASI UNTUK PERTUMBUHAN EKONOMI DI JAWA TENGAH MELALUI PENDEKATAN INTERAKSI SPASIAL
Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 17 No. 3 (2015): Jurnal Penelitian Transportasi Darat
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Formerly by Puslitbang Transportasi Laut, Sungai, Danau, dan Penyeberangan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25104/jptd.v17i3.150
ABSTRACTEvery industry that seeks to operate effectively and efficiently will require access to material resources, marketing services and other industries including the regency municipality in Central Java Province, which is divided into 6 ex DIS of the center of economic growth (Semarang City). A region located in the area that offer access to the location of the centers of that industryinfluence will have a comparative advantage that is stronger than its competitors to attract industrial units. This study aims to measure the distance from the model and spatial interactions in spatial structure modeling for regional and urban planning. Locational index analysis is used with data either on the constant price basis GDP, the distance between the county town of the former county in the City Semarang. The conclusions of this study is the distance function between area center with growth center have the major influence at the center of transport cost which also a function of the region spatial continuity.ABSTRAKSetiap industri yang berusaha untuk beroperasi secara efektif dan efisien akan memerlukan akses ke sumber daya material, pemasaran dan pusat jasa-jasa industri lain termasuk kabupaten/kota di Provinsi Jawa Tengah yang terbagi dalam 6 eks karesidenan terhadap pusat pertumbuhan ekonomi (Kota Semarang). Suatu daerah yang terletak di area yang menawarkan akses ke lokasi pusat-pusat pengaruh industri tersebut akan memiliki keuntungan komparatif yang lebih kuat daripada kompetitornya untuk menarik unit-unit industri. Penelitian ini bertujuan untuk menghitung dari model jarak dan interaksi spasial dalam permodelan struktur spasial untuk perencanaan regional dan perkotaan. Analisis yang dipergunakan adalah indeks lokasional dengan data berupa PDRB atas dasar harga konstan, jarak antara kabupaten kota di eks karesidenan dengan Kota Semarang. Kesimpulan dari penelitian ini adalah fungsi jarak antara daerah dengan pusat pertumbuhan memiliki pengaruh utama terhadap biaya transportasi disamping itu juga merupakan fungsi kontinuitas spasial daerah.
REAKTIVASI JALUR KERETA API LINTAS RANGKASBITUNG-PANDEGLANG-LABUAN
Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 17 No. 3 (2015): Jurnal Penelitian Transportasi Darat
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Formerly by Puslitbang Transportasi Laut, Sungai, Danau, dan Penyeberangan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25104/jptd.v17i3.151
ABSTRACTRailway lines traffic Rangkasbitung-Pandeglang-Labuan are having very poor condition and mostly already damaged, many of infrastructure assets on the traffic has converted to private interests. The objectives and purpose of this research is to determine the condition of infrastucture and support facilities in the operation of passenger and freight trains toward the opportunities in strategy and reactivation of the railway line. The utilization of the railway line is very supportive to transport passegers and goods, including traffic conditions on the potential, which includes generation and trip attraction associated with population growth and industrial development and a wealth of natural resources is huge potential. After find out the internal strength that can be used to anticipate external threat and internal weaknesses, through policy and strategy development and improvement of railway mode of excellence, it is expected to provide recommendation input to the railroad reactivation of the railway line plan for Rangkasbitung-Pandeglang-Labuan.ABSTRAKJalur kereta api lintas Rangkasbitung-Pandeglang-Labuan saat ini kondisinya sangat memprihatinkan, selain sudah rusak berat, aset-aset prasarana pada lintas tersebut sudah banyak beralih fungsi untuk kepentingan pribadi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi prasarana dan fasilitas penunjang dan tingkat peluang pengoperasian kereta api penumpang dan barang terhadap reaktivasi jalur kereta api pada lintas tersebut. Pemanfaatan jalur kereta api sangat mendukung untuk angkutan penumpang dan barang, dimana bangkitan dan tarikan perjalanan terkait dengan pertumbuhan penduduk serta perkembangan industri dan sumber daya alam sangat besar potensinya. Dengan adanya kekuatan internal yang dapat dipergunakan untuk mengantisipasi ancaman eksternal dan kelemahan internal, melalui kebijakan dan strategi pengembangan dan peningkatan keunggulan moda kereta api diharapkan dapat memberikan masukan terhadap rencana reaktivasi jalur kereta api lintas Rangkasbitung-Pandeglang-Labuan.
TINJAUAN ANGKUTAN BARANG DI KOTA MAGELANG DENGAN PENDEKATAN INDEKS AKSESIBILITAS
Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 17 No. 4 (2015): Jurnal Penelitian Transportasi Darat
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Formerly by Puslitbang Transportasi Laut, Sungai, Danau, dan Penyeberangan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25104/jptd.v17i4.152
ABSTRACTStudy discusses the transport of goods in Regional Economic perspective that aims to determine the accessibility indices and analyze the performance of goods transportation in Magelang as an economic node region around Magelang in promoting economic growth. The variable used is populatioin in each region in the area around Magelang and the distance between the surrounding area to Magelang. The study used a quantitative description of the research method using an analysis tool accessibility index. Source of data used is secondary data include the results of the study Analysis Quality and Quantity of Transportation Systems Magelang City by the Office of Research Development and Statistics Magelang, the total population in 2009 to 2013 in Magelang and surrounding areas as well as the distance from the surrounding area to Magelang. Analysis performed on several areas, Purworejo, Temanggung, Wonosobo, Kebumen, Magelang, Semarang Salatiga and through the town of Magelang. The result shows the priority ranking ease of reaching the city is divided into two zones: the northern zone with a distance of 12.69 km of Magelang and South zone with a distance of 14.66 km from the city of Magelang to the location of freight, besides that it is also useful as an input for regional planning for the city of Magelang.ABSTRAKPenelitian ini membahas transportasi barang dalam perspektif Ekonomi Regional yang bertujuan untuk mengetahui indeks aksesibilitas dan menganalisis kinerja angkutan barang di Kota Magelang sebagai simpul ekonomi wilayah sekitar Kota Magelang dalam mendorong pertumbuhan ekonomi. Variabel yang digunakan adalah jumlah penduduk di setiap wilayah sekitar Kota Magelang dan jarak antara wilayah menuju Kota Magelang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kuantitatif dengan menggunakan alat analisis indeks aksesibilitas. Sumber data yang dipergunakan adalah data sekunder meliputi hasil penelitian Analisis Kualitas dan Kuantitas Sistem Transportasi Kota Magelang dari Kantor Penelitian Pengembangan dan Statistik Kota Magelang, jumlah penduduk tahun 2009 sampai dengan tahun 2013 di Kota Magelang dan wilayah sekitarnya serta jarak dari wilayah sekitar menuju Kota Magelang. Analisis dilakukan pada beberapa wilayah yaitu Kabupaten Purworejo, Kabupaten Temanggung, Kabupaten Wonosobo, Kabupaten Kebumen, Kabupaten Magelang, Kota Salatiga dan Kota Semarang yang melalui Kota Magelang. Hasilnya menunjukkan peringkat prioritas kemudahan mencapai kota yang dibagi dalam dua zona yaitu zona Utara dengan jarak 12,69 km dari Kota Magelang dan zona Selatan dengan jarak 14,66 km dari Kota Magelang untuk lokasi angkutan barang, disamping itu juga bermanfaat sebagai bahan masukan perencanaan wilayah bagi Kota Magelang.
PENGEMBANGAN STASIUN KERETA API MERDEKA MEDAN SEBAGAI CITY AIR TERMINAL UNTUK BANDARA INTERNASIONAL KUALANAMU
Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 17 No. 4 (2015): Jurnal Penelitian Transportasi Darat
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Formerly by Puslitbang Transportasi Laut, Sungai, Danau, dan Penyeberangan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25104/jptd.v17i4.153
ABSTRACTMerdeka Station is the main station in Medan City, North Sumatera that serve intercity travel from Medan City to Kualanamu International Airport. Local Government and PT.Railink have been developed Medan Station as City Air Terminal. The problem exist is the lack of supporting facility to up hold City Air Terminal implementation of City Air Terminal. The purpose of this research is to evaluate the readiness of Medan Station towards the implementation of City Air Terminal. This research method used is Customer Satisfaction Index analysis. The result of the study for the quality of check in flight services at Kualanamu International Airport is the passengers are well satisfy with the value of 59,9. The passengers are having positive affirmative for the implementation of city check in at Medan Station with the length of time for 24 hours up to 4 hours before the departure. Recently, PT. Railink as the operator of Medan Station has already prepared for the implementation of City Air Terminal and having coordination with related institutions.ABSTRAKStasiun kereta api Merdeka Medan adalah stasiun kereta api terbesar di Kota Medan, Sumatera Utara yang melayani perjalanan kereta api menuju Bandara Internasional Kualanamu. Pemerintah daerah bersama PT. Railink berencana melakukan pengembangan Stasiun Merdeka Medan sebagai City Air Terminal, dimana penumpang pesawat menuju Bandara Internasional Kualanamu dapat melakukan check in penerbangan menggunakan bagasi di Stasiun Merdeka Medan. Permasalahan yang ada saat ini adalah belum optimalnya fasilitas pendukung yang ada di Stasiun untuk mendukung implementasi City Air Terminal. Tujuan penelitian ini adalah mengevaluasi kesiapan Stasiun Merdeka Medan dalam mendukung penerapan City Air terminal di masa yang akan datang. Metode analisis yang digunakan adalah metode kualitatif dan metode Customer Satisfaction Index (CSI). Dari hasil analisis diketahui penumpang menilai kualitas pelayanan check-in penerbangan di Bandara Internasional Kualanamu saat ini cukup memuaskan dengan nilai 59,9. Penumpang sangat mendukung jika pelayanan check-in ditingkatkan dengan penerapan city check-in dengan bagasi di Stasiun Merdeka Medan, dengan waktu city check in antara 24 sampai dengan 4 jam sebelum keberangkatan. Saat ini PT. Railink sebagai pengelola Stasiun Merdeka Medan sedang mempersiapkan implementasi City Air Terminal dan sedang melakukan koordinasi dengan lembaga terkait.
PELAYANAN ANGKUTAN UMUM GRATIS BAGI PELAJAR DI KABUPATEN TULUNGAGUNG DAN KOTA KEDIRI
Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 17 No. 4 (2015): Jurnal Penelitian Transportasi Darat
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Formerly by Puslitbang Transportasi Laut, Sungai, Danau, dan Penyeberangan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25104/jptd.v17i4.154
ABSTRACTPoor mass transit system causes people to switch to private vehicles. As a result, the number of two-wheeled motor vehicles and four wheels are increasing and it is not equal with the construction of roads and infrastructure improvements for the public transportation system. Further result is the imbalance between transport supply and demand which causing the congestion everywhere and high costs transport. Within the decline of mass public transport did not discourage the Government of Tulungagung and Kediri District to provide free public transport for students. The policy of granting free public transport for students arises because the number of students who are using two-wheeled vehicle has increased though they do not have licence for riding motor vehicle since they are still under age. The implementation of free public transport for students suceeded because of the system of fuel (BBM) providing and the cooperation agreement with the owners of public service transport and the drivers in Tulungagung and Kediri district.ABSTRAKSistem angkutan massal yang buruk menyebabkan masyarakat beralih ke kendaraan pribadi. Akibatnya pertambahan sarana angkutan jalan yaitu kendaraan bermotor roda dua dan roda empat menjadi tidak sebanding dengan pembangunan prasarana jalan serta perbaikan sistem transportasi angkutan massal. Akibat lebih lanjut adalah membuat ketimpangan antara supply dan demand transportasi yang menyebabkan terjadinya kemacetan di mana-mana dan biaya transportasi menjadi tinggi. Ditengah-tengah terpuruknya angkutan umum massal yang mulai ditinggalkan oleh masyarakat, tidak menyurutkan upaya Pemerintah Kabupaten Tulungagung dan Kota Kediri untuk memberikan pelayanan angkutan umum gratis bagi pelajar diwilayahnya. Kebijakan pemberian pelayanan angkutan umum gratis bagi pelajar ini muncul karena banyak pelajar yang menggunakan kendaraan roda dua untuk pergi pulang kesekolah padahal mereka belum memiliki surat ijin mengemudi kendaraan bermotor karena masih di bawah usia. Kebijakan pemberian layanan angkutan umum gratis bagi pelajar berhasil karena penerapan sistem pemberian bahan bakar minyak (BBM) dan perjanjian kerjasama antara pemilik angkutan umum dengan para sopir di Kabupaten Tulungagung dan Kota Kediri.
EVALUASI KETERPADUAN TERMINAL PORIS PLAWAD DAN STASIUN BATU CEPER TANGERANG SEBAGAI PERWUJUDAN SIMPUL TRANSPORTASI
Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 17 No. 4 (2015): Jurnal Penelitian Transportasi Darat
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Formerly by Puslitbang Transportasi Laut, Sungai, Danau, dan Penyeberangan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25104/jptd.v17i4.155
ABSTRACTThis study aims to evaluate the integration of Batu Ceper Railway Station and Public Transport Terminal of Poris Plawad in Tangerang passenger transport as transport node. The study was conducted by survey method. The number of samples were taken randomly by 100 respondents. Attribute observations for the servicesare 10 attributes associated with the facilities, infrastructure, operations, and human resources. Next, themethod analyzed is descriptive research and Importance Performance Analysis (IPA), which aims to measure the relationship between the service user perceptions and priorities of improving the quality of products/services. Within the 10 attributes there are three (3) important attributes that required the attention of the organizers as the most important attributes according to the users, namely (1) Security and safety whileswitching modes in the Batu Ceper Railway Station and Public Transport Terminal of Poris Plawad, (2) Comfort and convenient in switching transport and (3) Ease of transfer modes. The value of customer satisfaction index score is 61.49%, it means the servicesareworse (very poor) therefore it is necessary to improve the services facilities to ensure a smoother switch between transport mode fromPublic Transport Terminal of Poris Plawadtowards Batu Ceper Railway Station.ABSTRAKPenelitian ini dimaksudkan untuk mengevaluasi keterpaduan Stasiun Kereta Api Batu Ceper Tangerang dan Terminal angkutan penumpang Poris Plawad sebagai simpul transportasi. Penelitian dilakukan dengan metode survei. Jumlah sampel penelitian diambil secara acak sederhana sebanyak 100 responden. Atribut pengamatan tentang pelayanan sebanyak 10 atribut yang terkait dengan sarana, prasarana, operasional, dan sumber daya manusia. Selanjutnya dianalisis dengan metode deskriptif dan Importance Performance Analysis (IPA) yang bertujuan untuk mengukur hubungan antara persepsi pengguna jasa dan prioritas peningkatan kualitas produk/ jasa. Dari 10 atribut terdapat 3 (tiga) atribut penting yang perlu mendapatkan perhatian dari penyelenggara karena merupakan atribut jasa yang paling penting menurut pengguna jasa yaitu (1) Keamanan dan keselamatan saat berganti moda di Stasiun Batu Ceper dan Terminal Poris Plawad, (2) Kenyamanan dalam melakukan alih moda dan (3) Kemudahan alih moda. Dengan nilai indeks kepuasan konsumen sebesar 61,49%, berarti pelayanan sangat buruk (very poor) sehingga perlu peningkatan fasilitas pelayanan untuk melancarkan perpindahan moda dari Terminal Poris Plawad menuju Stasiun Batu Ceper.
OPTIMALISASI PENGELOLAAN DAN PELAYANAN PERPARKIRAN DALAM RANGKA PENINGKATAN PELAYANAN ANGKUTAN UMUM DI KOTA BANDUNG
Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 17 No. 4 (2015): Jurnal Penelitian Transportasi Darat
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Formerly by Puslitbang Transportasi Laut, Sungai, Danau, dan Penyeberangan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25104/jptd.v17i4.156
ABSTRACTAccording to modal choice data between public transport and private transport, it shows that the proportion of public transport utilization is decreasing for every year. In year of 2000 the proportion of public transport utilization was about 55%, in 2002 the proportion decreased into 52% and in 2010 the utilization become more decreased into 28%. Some of problems identified are illegal parking, parking charges has not been maximized and official parking tax is not optimal. Parking policy has an influence on the level of demand for private transport trips that higher parking rates charged will affect to the greater decrease on demand for parking thus it will give impact to the utilization reduction of private cars and increasing use of public transport. This study aims to find out how the optimization of management and parking services by using qualitative and quantitative data. The results of this study is identifying factors which effect on parking charges (park and ride) and public transport fares from the users of public transport and private transport modal choice which is described by the model choice. This model is distinguished from private vehicle and motorcycle for each of the users with long travel distance, middle distance and short distance.ABSTRACTBerdasarkan data pemilihan moda antara angkutan umum dan angkutan pribadi menunjukkan bahwa proporsi penggunaan angkutan umum dari tahun ke tahun semakin turun. Tahun 2000 proporsi penggunaan angkutan umum 55%, tahun 2002 proporsinya 52% dan tahun 2010 menjadi 28%. Beberapa permasalahan yang terindikasi adalah kondisi parkir liar yang tidak terkendali, pungutan atas parkir belum maksimal dan pajak atas parkir resmi belum dioptimalkan. Kebijakan parkir mempunyai pengaruh terhadap tinggi rendahnya permintaan perjalanan angkutan pribadi, yaitu semakin tinggi tarif parkir yang dikenakan semakin besar akan mempengaruhi menurunnya kebutuhan akan parkir, yang akan berdampak berkurangnya penggunaan kendaraan pribadi dan meningkatnya penggunaan angkutan umum. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana optimalisasi pengelolaan dan pelayanan perparkiran dengan menggunakan analisis kualitatif dan kuantitatif. Hasil dari penelitian ini adalah faktor-faktor yang mempengaruhi tarif parkir (park and ride) dan tarif angkutan umum terhadap pengguna angkutan umum dan angkutan pribadi yang digambarkan oleh model pemilihan moda. Model pemilihan moda menggambarkan pengaruh tarif dan waktu tempuh terhadap proporsi pengguna angkutan pribadi dan angkutan umum. Model ini dibedakan atas kendaraan pribadi mobil dan sepeda motor untuk masing-masing pengguna perjalanan jarak jauh, jarak menengah dan jarak dekat.
Halaman Depan Maret 2015
Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 17 No. 1 (2015): Jurnal Penelitian Transportasi Darat
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Formerly by Puslitbang Transportasi Laut, Sungai, Danau, dan Penyeberangan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25104/jptd.v17i1.199
Halaman Belakang Maret 2015
Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 17 No. 1 (2015): Jurnal Penelitian Transportasi Darat
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Formerly by Puslitbang Transportasi Laut, Sungai, Danau, dan Penyeberangan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25104/jptd.v17i1.200