cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik ITS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik ITS merupakan publikasi ilmiah berkala yang diperuntukkan bagi mahasiswa ITS yang hendak mempublikasikan hasil Tugas Akhir-nya dalam bentuk studi literatur, penelitian, dan pengembangan teknologi. Jurnal ini pertama kali terbit pada September 2012, dimana setiap tahunnya diterbitkan 1 buah volume yang mengandung tiga buah issue.
Arjuna Subject : -
Articles 362 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 2 (2017)" : 362 Documents clear
Operasi Optimal Sistem Tenaga Listrik Mempertimbangkan Kestabilan Transien Menggunakan Oppositional Krill Herd Algrithm Gilang Hari Pratomo; Adi Soeprijanto; Ni Ketut Aryani
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (751.437 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.24566

Abstract

Penelitian ini menunjukan studi tentang optimasi sistem tenaga listrik mempertimbangkan kestabilan transien. Pertambahan kebutuhan tenaga listrik yang tidak sebanding dengan pertambahan infrastruktur tenaga listrik menyebabkan sistem sistem beroperasi lebih dekat pada batas kestabilan. Pada sistem dengan biaya pembangkitan yang paling murah karena sudah meggunakan analisa aliran daya optimal, belum tentu ketika dilakukan pengujian kontingensi sistem tetap stabil. Studi ini menggabungkan analisa aliran daya optimal dan pengujian kestabilan transien. Pengujian menggunakan metode simulasi berbasis waktu dan pusat inersia. Generator dimuodelkan secara multimesin dan dilihat kurva ayunan sudut rotornya. Stabil atau tidaknya sistem dianalisa dari sudut rotor terhadap pusat beban. Metode yang digunakan adalah Oppositional Krill Herd Algorithm. Keluaran dari penelitian ini adalah biaya pembangkitan yang termurah dan secara preventif mencegah ketidakstabilan transien pada saat kontingensi tertentu.
Pengembangan Metode Pretreatment Melalui Proses Fisik dan Kimia untuk Optimasi Produksi Biogas dari Eceng Gondok (Eichhornia crassipes) sebagai Alternatif Energi Listrik ─ Biogas Yudhiantono Atidhira; Adam Noviansyah; Fadlilatul Taufany
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (681.437 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.24604

Abstract

Biogas merupakan produk akhir dari degradasi anaerobik oleh bakteri methanogen. Biogas memanfaatkan bahan-bahan yang renewable dan penggunaannya pun ramah lingkungan, contohnya limbah perairan yaitu eceng gondok. Eceng gondok (Eichhornia crassipes) yang selama ini merugikan ternyata potensial untuk dijadikan biogas. Namun, lignin yang menjadi inhibitor menunjukkan perlu adanya proses pretreatment yang optimum agar biogas yang terbentuk lebih banyak dan lebih cepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh proses pretreatment dengan metode fisik dan kimia. Metode-metodenya yaitu untuk mengetahui pengaruh suhu menggunakan alat oven, autoclave, dan hot water bath pada suhu 70-110⁰C, serta jenis asam organik yaitu asetat, oksalat, dan sitrat dengan kadar 5%, 10% dan 15% (w/w). Adapun parameter yang diukur yaitu kandungan lignoselulosa, COD, yield biogas serta hasil analisa kandungan metana biogas. Dari penelitian ini dihasilkan bahwa proses pretreatment terbaik dihasilkan oleh pretreatment menggunakan oven dengan suhu 100⁰C dan asam oksalat 15 % (w/w) selama 1 jam dengan kandungan hemiselulosa, selulosa, lignin dan COD yaitu 46.11%, 23.14%, 0.86% dan 31360 mg COD/L. Kemudian, kuantitas produksi biogas yang dihasilkan oleh eceng gondok dengan proses pretreatment (kombinasi oven dengan suhu 100⁰C serta asam oksalat 15% (w/w) selama 1 jam) lebih tinggi yaitu 375.68 L/kg VS daripada produksi biogas oleh eceng gondok tanpa proses pretreatment yaitu 368.654 L/kg VS. Dengan produksi gas tersebut, dapat dihasilkan listrik dengan beban maksimum pada load 300-Watt dan efisiensi optimum sebesar 10.64% menggunakan gas generator 600-Watt.
Pra Design Integrasi Mini LNG Plant di Gresik dan Regasifikasi Storage Unit di Smelter Banjarmasin Lettizia Kris Harjanto; Maria Dominica Citta Nirmala Wibowo; Gede Wibawa; Rizky Tetrisyanda
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (384.762 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.24729

Abstract

Dalam penelitian ini telah dilakukan perancangan pabrik Integrasi Mini LNG Plant dan Regasifikasi Storage Unit dengan kapasitas produksi LNG 20 MMSCFD (140.000 ton/tahun), waktu operasi 24 jam dan 330 hari/tahun. Tujuan perancangan Integrasi Mini LNG Plant dan Regasifikasi Storage Unit adalah untuk memenuhi kebutuhan LNG di Smelter Banjarmasin sebesar 15 MMSCFD (105.000 ton/tahun). Mini LNG Plant ini direncanakan akan didirikan di Kota Gresik, Provinsi Jawa Timur. Alasan pemilihan tempat ini adalah karena letaknya yang dekat dengan sumber bahan baku, yaitu dibeli dari Pertamina Hulu Energi (PHE) yang didapatkan dari sumur Poleng, lepas pantai Pulau Madura bagian utara. LNG ini nantinya diharapkan dapat memenuhi kebutuhan di Smelter Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Proses pembuatan LNG dari gas alam pabrik ini menggunakan proses on-shore LNG dengan rangkaian proses berturut-turut sebagai berikut: penghilangan CO2 dan H2S menggunakan amine absorbtion dengan solvent MDEA, penghilangan kandungan air dengan molecular sieve, refrigerasi dan pencairan gas alam menggunakan Single Mixed Refrigerant dengan bahan Mixed Component Refrigerant. Sedangkan untuk regasifikasi proses yang terjadi adalah menggunakan Open Rack Vaporizers. Dari rangkaian proses ini menghasilkan produk LNG kapasitas 18,29 MMSCFD (128.000 ton/tahun) dengan kadar HHV 1061 BTU/scf, LPG Mix 1,094 MMSCFD (8.000 ton/tahun), condensate 0,2229 MMSCFD (2.000 ton/tahun) Pendirian pabrik ini menggunakan dana investasi yang berasal dari modal sendiri sebesar 20% biaya investasi dan modal pinjaman sebesar 80% biaya investasi dengan bunga 12%. Dari analisa perhitungan ekonomi, didapatkan hasil investasi sebesar 81.667.000 US$ dengan IRR investasi sebesar 33,83%, POT selama 4 tahun 2 bulan, dan NPV 12 tahun sebesar 59.990.000 US$
Pembuatan Alternator Axial Flux Coreless Dengan Menggunakan Magnet Permanen Clarissa Amelia Sitorus; Yono Hadi Pramono
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (672.027 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.24791

Abstract

Telah dilakukan penelitian pada alternator axial flux coreless dengan menggunakan magnet permanen dimana penelitian ini bertujuan menghitung efisiensi berdasarkan hasil perhitungan secara teoritis maupun secara percobaan. Rotor magnet permanen menggunakan 12 magnet neodymium dengan 6 koil sebagai stator. Generator aksial ini diputar dengan motor pada kecepatan berbeda (360; 482; 482,7; 485,1; 485,3; 485,9). Dari hasil pengukuran didapatkan hasil pada 3 koil maupun 6 koil dapat menghasilkan tegangan yang sebanding dengan kecepatan putarnya. Untuk kecepatan terendah 360 rpm didapatkan 5,8 Volt pada 3 koil sedangkan 13,8 Volt pada 6 koil dengan arus yang sama sebesar 2,5 Ampere. Perhitungan tegangan juga dilakukan secara teoritis berdasarkan parameter fisik dan studi literatur. Perbedaan hasil perhitungan dengan hasil pengukuran rata – rata 22%. Perhitungan effisiensi generator dilakukan dengan membandingkan daya output generator dengan daya output motor penggerak. Hasil pada generator 3 koil memiliki effisiensi tertinggi 28,75 % sedangkan 6 koil sebesar 62,083 %. Dari penelitian ini didapatkan kesimpulan bahwa generator aksial magnet permanen akan memiliki efisiensi yang cukup tinggi dengan semakin banyak koil dan semakin cepat putarannya.
Desain Pabrik Pupuk Urea berbahan baku Batubara Kelas Rendah di Kabupaten Muara Enim Sumatera Selatan Andika Dwimasputra; Naomi Hurayah Aden; Rizky Tetrisyanda; Gede Wibawa
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (358.835 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.24838

Abstract

Pupuk Urea adalah pupuk kimia mengandung Nitrogen (N) berkadar tinggi. Unsur Nitrogen merupakan zat hara yang sangat diperlukan tanaman. Bahan baku utama pada proses pembuatan pupuk urea adalah gas alam. Namun ketersediaan gas alam semakin menipis jumlahnya, sehingga perlu dikembangkan teknologi proses yang memungkinkan substitusi bahan baku gas sintesis. Bahan baku yang paling memungkinkan untuk menggantikan gas alam adalah batubara, baik melalui teknologi CBM (Coal Bed Methane) maupun teknologi gasifikasi. Produksi pupuk urea melalui 4 tahapan yaitu pembentukan syngas, pemisahan sulphur dari syngas, pembentukan ammonia, dan pembentukan urea. Perbedaan dari proses yang ada, lebih pada perlakuan awal untuk pembentukan syngas (CO dan H2). Hal ini disesuaikan kondisi bahan baku yang digunakan (batubara, gas alam, dan biomassa).Dari hasil analisa ekonomi tersebut terlihat bahwa IRR sebesar 34,84%, dengan POT pada tahun ketiga menginjak tahun keempat. Selain itu, terlihat bahwa fluktuatif bahan baku tidak memberikan pengaruh yang cukup signifikan terhadap kenaikan atau penurunan nilai IRR pabrik. Sehingga pabrik pupuk urea dari bahan batubara kelas rendah berkapasitas 1.25 Juta ton urea/tahun dan 590000 ton ammonia/tahun ini layak didirikan di Tanjung Enim, Muara Enim, Sumatra Selatan pada tahun 2019.
Dynamic Economic Dispatch pada Sistem dengan Wind Turbine dan Media Penyimpanan Energi Mempertimbangkan Energy Cycle Limit Galih Budi Virgiansyah; Rony Seto Wibowo; Dedet Candra Riawan
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1110.915 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.25116

Abstract

Kebutuhan daya listrik yang semakin meningkat seiring berkembangnya jaman berbanding terbalik dengan ketersediaan sumber energi yang tidak dapat diperbaharui seperti minyak dan batu bara. Adanya inovasi dengan pengoptimalan energi terbarukan yang mulai digunakan menjadi solusi dari permintaan kebutuhan daya listrik yang semakin tinggi. Dengan cakupan wilayah yang semakin luas, juga diperlukan pembangkit tenaga listrik yang mampu untuk memenuhi permintaan tersebut. Berbanding lurus dengan permintaan daya listrik, suatu sistem diharapkan mampu menyuplai beban dengan optimal dan ekonomis. Dengan penggunaan Dynamic Economic Dispatch (DED), suatu pembangkit dapat dioptimalkan agar diperoleh biaya pembangkitan yang minimal terhadap permintaan daya listrik. Pada penelitian ini, digunakan perhitungan menggunakan file Matpower yang ada pada MATLAB dengan metode quadratic programming. Batasan yang dimasukkan adalah terkait keseimbangan daya pembangkit, ramp rate ataupun charging discharging yang ada pada media penyimpanan energi (baterai). Penelitian ini diharapkan mampu diperoleh pengaruh penambahan pembangkit renewable terhadap total biaya pembangkitan dan mengetahui lifetime dari baterai dari sistem tenaga listrik.
Studi Karakteristik Reduksi Getaran Translasi Dan Rotasi Sistem Utama dan Energi Listrik yang Dihasilkan oleh Mekanisme Cantilever Piezoelectric Vibration Absorber (CPVA) Akibat Ketidakseimbangan Posisi Sumber Getar pada Sistem Utama Wisnu Gilang Romadhon Arifiyanto; Wiwiek Hendrowati
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (977.622 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.25216

Abstract

Getaran berlebihan pada mesin industri dapat menyebabkan kerusakan pada mesin tersebut. Salah satu cara untuk mereduksi getaran tersebut dengan menggunakan Dynamic Vibration Absorber (DVA)[1]. Prinsip kerjanya adalah penambahan massa absorber dan pegas pada sistem utama. DVA akan menghasilkan getaran yang arahnya berlawanan dengan arah getar sistem utama[1][2][3]. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Dorby[3], penggunaan DVA terbukti dapat mereduksi getaran sistem utama yang dioperasikan pada frekuensi natural pertama secara signifikan. Pada penelitian tugas akhir ini telah dirancang sebuah mekanisme Cantilever Piezoelectric Vibration Absorber (CPVA) sebagai vibration absorber dan energi harvesting. Sistem utama pada penelitian ini adalah plat datar yang ditopang oleh empat pegas. Plat tersebut menerima gaya eksitasi dari pegas yang dihubungkan dengan massa eksentris motor DC dibawahnya. Posisi sumber getar tidak berada pada pusat massa hal ini yang menyebabkan terjadinya getaran translasi dan rotasi. Pada penelitian ini dilakukan analisa dengan variasi kecepatan putar motor sebesar 2.5 rad/s hingga 50 rad/s dengan penambahan 2.5 rad/s. CPVA diletakkan pada pusat massa, digeser 0.2 m dari pusat massa, dan diletakkan sejauh 0.4 m dari pusat massa. Dan variasi jumlah piezoelectric yang digunakan sebanyak 1400, 1900, dan 2400 buah. Dari simulasi yang sudah dilakukan, didapatkan persentase reduksi dan energi bangkitan terbesar yang didapatkan berada pada frekuensi operasi natural pertama. Energi bangkitan berupa voltase yang direkomendasikan dan terbesar yang mampu dihasilkan oleh mekanisme CPVA ini sebesar 1.483E-03 volt dengan persentase reduksi sebesar 95.37%, yaitu saat CPVA diletakkan sejauh 0.4 m dari pusat massa dan dengan jumlah piezoelectric sebanyak 1400 buah.
Analisa Pengaruh Jarak Sistem Proteksi Water Hammer Pada Sistem Perpipaan (Studi Kasus Di Rumah Pompa Produksi Unit Instalasi Pengolahan Air Minum (IPAM) Karang Pilang 3 Distribusi Wonocolo PT PDAM Surya Sembada Surabaya) Firdaus Zakaria Nugraha; Nur Ikhwan
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (674.889 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.25248

Abstract

Sistem perpipaan digunakan sebagai instalasi umum untuk mengalirkan fluida. Pengaturan debit fluida dapat dilakukan dengan beberapa cara. Salah satunya adalah dengan pengaturan` valve. Penutupan valve yang terlalu cepat akan menimbulkan kenaikan tekanan yang sangat tajam sehingga menyerupai suatu pukulan dan dinamakan pukulan air (water hammer). Beberapa cara untuk mengurangi dampak water hammer adalah dengan cara menambahkan alat proteksi water hammer seperti surge tank atau bladder suge tank. Pada penelitian ini, pemodelan sistem perpipaan dilakukan dengan menggunakan bantuan perangkat lunak. Sistem perpipaan yang disimulasikan merupakan sistem perpipaan di IPAM Karang Pilang 3 dengan alat proteksi surge tank dan bladder surge tank. Analisa yang dilakukan adalah untuk mempelajari fenomena water hammer pada saat kondisi transient yakni ketika tiga pompa operasi mengalami kegagalan beroperasi. Pemodelan ini dilakukan sebagai tindak lanjut untuk mempelajari fenomena water hammer yang terjadi pada instalasi perpipaan dan juga melihat peran penggunaan alat proteksi baik itu surge tank maupun bladder surge tank beserta variasi jarak sistem proteksi water hammer terhadap pompa yakni 50 meter, 35 meter, 20 meter terhadap forwarding pump. Sehingga dengan jarak alat proteksi yang berbeda dapat dilihat pengaruh jarak terhadap unjuk kerja alat proteksi water hammer. Hasil perbandingan hasil simulasi transient antara surge tank dan bladder surge tank dalam meredam efek water hammer memberikan hasil perbedaan yang cukup berarti, yakni pada pada pemodelan pompa 3 OFF hasil fluktusi tekanan maksimum pada pipa 23 dengan menggunakan surge tank dengan jarak 20 meter terhadap forwarding pump tekanan maksimum mencapai 29,102 bar sedangkan dengan menggunakan bladder surge tank dengan jarak 20 meter terhadap forwarding pump tekanan maksimum mencapai 25,255 bar.
Analisa Stabilitas Pada Lereng Tambang Terbuka Lapangan “TG” Robi Alfaq Abdillah; Mohammad Singgih Purwanto; Dwa Desa Warnana
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (468.304 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.25249

Abstract

Sebagian besar eksploitasi batubara menggunakan sistem open pit, yang akan membentuk suatu cekungan. Cekungan hasil dari eksploitas mempunyai lereng. Kestabilan dari lereng pembentuk cekungan sangat penting karena menyangkut keselamat pekerja, alat, serta kelancaran produksi. Penelitian ini dilakukan untuk melakukan analisa stabilitas pada lereng tambang dengan menggunakan metode Bishope dan Metode Spencer. Analisa stabilitas dilakukan pada 7 model geometri. Dari ketujuh model masing-masing mempunyai nilai faktor keamanan dengan menggunakan metode bishop 0.643, 0.669, 1.086, 0.862, 1.58, 1.184, dan 1.428. Nilai faktor keamanan dengan menggunakan metode spencer masing-masing 0.653, 0.695, 1.113, 0.893, 1.602, 1.208, dan 1.446
Valuating Indonesian Upstream Oil Management Scenario through System Dynamics Modelling Fariza Aulia Putri; I Ketut Gunarta
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (565.162 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.25400

Abstract

Under the existing regulation in Constitution Number 22 Year 2001 (UU No 22 Tahun 2001), Production Sharing Contract (PSC) continues to be the scenario in conducting oil and gas upstream mining activities as the previous regulation (UU No. 8 Tahun 1971). Because of the high costs and risks in upstream mining activities, the contractors are dominated by foreign companies, meanwhile National Oil Company (NOC) doesn’t act much. The domination of foreign contractor companies also warned Indonesia in several issues addressing to energy independence and energy security. Therefore, to achieve the goals of energy which is independence and security, there need to be a revision in upstream oil activities regulating scenario. The scenarios will be comparing the current scenario, which is PSC, with the “full concession” scenario for National Oil Company (NOC) in managing oil upstream mining activities. Both scenario will be modelled using System Dynamics methodology and assessed furthermore using financial valuation method of income approach. Under the 2 scenarios, the author will compare which scenario is better for upstream oil management in reaching the goals mentioned before and more profitable in financial aspect. From the simulation, it is gathered that concession scenario offers better option than PSC in reaching energy independence and energy security.