cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik ITS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik ITS merupakan publikasi ilmiah berkala yang diperuntukkan bagi mahasiswa ITS yang hendak mempublikasikan hasil Tugas Akhir-nya dalam bentuk studi literatur, penelitian, dan pengembangan teknologi. Jurnal ini pertama kali terbit pada September 2012, dimana setiap tahunnya diterbitkan 1 buah volume yang mengandung tiga buah issue.
Arjuna Subject : -
Articles 362 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 2 (2017)" : 362 Documents clear
Identifikasi Zona Alterasi Hidrotermal Songgoriti Batu Menggunakan Metode Time Domain Induced Polarization (TDIP) Tricahyo Agung Budi Harjo; Ayi Syaeful Bahri; Widya Utama
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (415.132 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.25614

Abstract

Alterasi hidrotermal terjadi sebagai akibat dari interaksi aliran hidrotermal dan batuan disekitarnya. Aliran hidrotermal ini melewati batuan disekitarnya dan mengakibatkan terjadinya ubahan, baik kandungan kimia batuan ataupun tekstur batuan tersebut. Zona alterasi hidrotermal dapat diketahui melalui metode induced polarization dalam domain waktu. Area penelitian adalah manifestasi hidrotermal yang terletak di Songgoriti, Batu. Oleh karena itu pada penelitian tugas akhir ini dilakukan akuisisi data menggunakan metode induced polarization domain waktu dengan data pendukung vertical electrical sounding. Hasil yang didapat berupa adanya indikasi zona alterasi hidrotermal pada lintasan SONGGORITI 1dan SONGGORITI-2. Zona alterasi hidrotermal diindikasikan bertipe argilic dengan mineral penciri berupa clay mineral seperti montmorilonit dan halloycyte. Hal tersebut didukung dari nilai pengukuran PH pada manifestasi hidrotermal yang mendekati netral yaitu antara 6.31 - 6.51. Indikasi adanya zona alterasi hidrotermal ditandai dengan adanya zona konduktif yang berada di kedalaman dangkal mulai dari 9 meter sampai dengan 20 meter dengan nilai chargeability >22 msec.
Identifikasi Penyebaran Zona Korosi dan mentukan Tempat Pemasangan Anoda untuk Proteksi Katodik pada Lapangan Unit 7 & 8 PT. IPMOMI menggunakan Metode Resistivitas 2D Konfigurasi Wenner-Alpha Yuri Syahwirawan; Anik Hilyah; Widya Utama
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (451.982 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.25652

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang zonasi lingkungan korosif dan pencarian lokasi pemasangan anoda untuk proteksi katodik. Korosi merupakan proses perusakan pada permukaan logam akibat pengaruh lingkungan yang korosif. Pada PT. IPMOMI terdapat jaringan pipa transmisi yang dapat mengalami korosi dan mengakibatkan kerugian besar bagi perusahaan. Lokasi pemasangan jaringan pipa tersebut merupakan tanah reklamasi (tanah urukan) yang ditimbun di bibir pantai sehingga pengaruh air laut menjadikan potensi korosi sangat tinggi. Untuk mengetahui penyebaran lingkungan korosi dan tempat pemasangan anoda yang efektif dan efisien untuk proteksi katodik maka dilakukan penelitian geolistrik menggunakan metode resistivitas 2D dengan konfigurasi Wenner Alpha. Hasil pengukuran didapatkan pada kedalaman 0 meter sampai 4 meter didominasi oleh zona korosivitas sangat rendah dengan nilai resistivitas lebih dari 50 Ohm-m, sedangkan pada kedalaman lebih dari 4 meter didominasi oleh zona korosivitas sangat tinggi dengan nilai resistivitas dibawah 7 Ohm-m. Lokasi pemasangan anoda adalah pada nilai resistivitas 8 ohm-m hingga 20 ohm-m yaitu pada lintasan 1 diantara bentangan 10 meter sampai 20 meter di kedalaman ±3 meter, pada lintasan 3 diantara bentangan 20 meter sampai 28 meter di kedalaman ± 3 meter, dan pada lintasan 5 diantara bentangan 20 meter sampai 25 meter dikedalaman ±3 meter.
Kajian Eksperimental Permodelan Numerik Resistivitas-Korosivitas Hamzah Abdullah Mubarak; Anik Hilyah; Widya Utama
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (480.426 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.25654

Abstract

Metode Resistivitas merupakan metode yang dapat memberikan informasi mengenai tahanan jenis sebuah media, salah satunya media seperti tanah. Tahanan jenis yang rendah pada tanah tersaturasi fluida dapat mengindikasikan kondisi lingkungan yang konduktif. Lingkungan yang konduktif berpotensi menciptakan korosi pada logam umumnya dan khususnya besi. Permodelan numerik resistivitas-korosivitas digunakan untuk mengkorelasikan parameter resistivitas dengan parameter korosivitas seperti laju korosi. Sehingga dari permodelan numerik tersebut dihasilkan persamaan numerik yang dapat mencitrakan laju korosi yang berpotensi terjadi dari hasil penampang resistivitas. Permodelan numerik resistivitas untuk menganalisis laju korosi ini dapat digunakan untuk melakukan kontroling pipa yang ditanam di bawah tanah. Pada tugas akhir ini dilakukan permodelan resistivitas terhadap laju korosi dari data uji labolatorium terhadap sampel besi AISI 1045 dengan memberikan variasi konsentrasi larutan NaCl terhadap media, dan variasi waktu pengukuran laju korosi. Hasil akhir dari penelitian ini berupa persamaan numerik yang merepresentasikan hubungan antara resistivitas terhadap laju korosi.
Studi Eksperimen Pengaruh Kecepatan Fluidisasi Terhadap Unjuk Kerja Swirling Fluidized Bed Coal Dryer Alim Jabbar Ibrahim; Prabowo Prabowo
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (943.104 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.26353

Abstract

Batubara dengan moisture content yang tinggi menyebabkan nilai kalor batubara menjadi rendah, selain itu juga menyebabkan beban pulverizer pada pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) meningkat. Oleh karena itu, pada penelitian ini akan dibahas tentang eksperimen pengeringan batubara dengan memvariasikan kecepatan udara pengering pada 75%, 100%, dan 125% dari kecepatan minimum fluidisasi. Untuk mendapatkan aliran swirl, udara di hembuskan oleh sentrifugal blower menuju vane pengarah aliran dengan sudut 10o. Batubara yang akan dikeringkan berbentuk granular dengan diameter rata-rata sebesar ± 6 mm. Beban awal pengeringan di setiap variasi kecepatan adalah 600 gram. Pada setiap menit pengeringan, dicatat temperature dan relative humidity dari udara pengering. Diambil pula sampel batubara sebanyak ±3 gram untuk menghitung moisture content batubara pada beberapa menit pengeringannya. Dari penelitian ini didapatkan bahwa drying rate rata-rata pada kecepatan 15.9 m/s, 21.21 m/s, dan 25.61 m/s berturut-turut adalah 5.63 gr/min, 7.17 gr/min, dan 7.714 gr/min. Berdasarkan waktu pengeringan, pada menit ke-1 hingga menit ke-6 drying rate terbesar dicapai oleh kecepatan fludisasi 25.61 m/s (125% Umf), pada menit ke-6 hingga menit ke-14 drying rate terbesar dicapai oleh kecepatan fluidisasi 21.21 m/s (100% Umf), sedangkan pada menit ke-14 hingga menit ke-22 drying rate terbesar dicapai pada kecepatan fludisasi 15.9 m/s (75% Umf).
Perancangan Unit Mesin Pendingin (Cold Storage) untuk Produk Karkas Sapi Kapasitas 25 Ton dengan Kombinasi Refrigerasi Kompresi Uap, Refrigerasi Absorpsi, dan Flat Plate Solar Collector di Kabupaten Pamekasan-Madura Canny Cado Dwi Putri Ayu; Budi Utomo Kukuh Widodo; Prabowo Prabowo
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (994.267 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.26684

Abstract

Pamekasan merupakan kota dengan potensi yang besar dalam bidang peternakan, yaitu produksi karkas sapi. Bahkan, proses ekspor sering dilakukan oleh masyarakat lokal ke berbagai daerah di luar Madura. Namun, mereka memilih cara yang salah dalam proses distribusi karkas. Mereka mengirim sapi dalam keadaan hidup dan melakukan proses penyembelihan di tempat tujuan. Proses ini akan lebih baik jika karkas terlebih dahulu dibekukan. Oleh karena itu, dibutuhkan desain cold storage. Pamekasan juga memiliki potensi iradiasi yang cukup, sehingga desain menggunakan solar collector jenis datar. Perancangan meliputi konstruksi dan sistem pendinginan, yaitu kombinasi refrigerasi kompresi uap dan absorpsi. Ammonia (R717) sebagai refrigeran dan Aquos-ammonia sebagai absorben-refrigeran pada absorpsi. Hal ini bertujuan agar karkas kapasitas 25 ton dapat didinginkan hingga temperatur -20℃. Variasi yang digunakan dalam proses perancangan yaitu persentase ammonia larutan lemah 10%, 20%, 30%, dan 40% untuk menentukan COP dan luas solar collector teroptimal. Hasil yang diperoleh yaitu beban maksimal 251,922 KW pada 15 jam pendinginan bulan Januari; nilai COP kompresi uap 3,375; COP optimal untuk refrigerasi absorpsi 0,794; luas solar collector 300,702 m2; dan pemilihan komponen sistem berdasar katalog.
Profiling Kecepatan Gelombang Geser (Vs) Berdasarkan Pengukuran Mikrotremor Studi Kasus Kecamatan Puger, Jember Muhammad Reza Shalahuddin Noor; Dwa Desa Warnana; Amien Widodo; Arief Alihudien
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (999.122 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.23578

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk memperkirakan nilai kecepatan gelombang geser (Vs) dan mikrozonasi gempa di kecamatan Puger, Jember. Wilayah kecamatan Puger merupakan daerah yang memiliki dataran alluvial pantai yang luas dan rawan \ terjadi gempabumi karena terletak pada jalur tektonik. Analisis mikrotremor menggunakan metode HVSR dilakukan di wilayah kecamatan Puger untuk memetakan mikrozonasi gempa di daerah tersebut. Dari pengukuran mikrotremor yang telah dilakukan, didapatkan nilai indeks kerentanan seismik (Kg) berkisar 14.4 – 120 dan estimasi nilai kecepatan gelombang geser pada lapisan sedimen yang didapatkan berkisar 223.07 - 765.71 m/s.
Analisis Spasial Fasilitas Pelayanan Kesehatan Masyarakat Terhadap Pengunjung di Kota Blitar Rakhmat Budiman; Agung Budi Cahyono
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.23658

Abstract

Diberlakukannya kebijakan desentralisasi dan otonomi daerah di Indonesia dimana pemerintah daerah memiliki tanggung jawab, kewenangan dan menentukan standar pelayanan minimal, mengakibatkan setiap daerah (Kotamadya/Kabupaten) di Indonesia harus melakukan pelayanan publik sebaik-baiknya dengan standar minimal. Dalam bidang kesehatan kota Blitar memiliki prestasi yang bagus yakni memiliki angka harapan hidup tertinggi dan menjadi satu-satunya kota yang angka harapan hidupnya mencapai usia 73 tahun. Peningkatan pelayanan kesehatan menjadi salah satu program prioritas pemerintah. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan luas jangkauan terhadap permukiman dengan jumlah pengunjung, pola persebaran.Dalam rangka menganalisis luas jangkauan fasilitas pelayanan kesehatan masyarakat yakni puskesmas dan puskesmas pembantu, dilakukan analisis korelasi antara luas jangkauan dengan jumlah pengunjung, analisis pola sebaran fasilitas pelayanan kesehatan masyarakat. Dimana untuk jangkauan puskesmas dengan radius 3 km dan puskesmas pembantu 1,5 km.Dari proses analisis spasial yang dilakukan diketahui bahwa persebaran fasilitas pelayanan kesehatan masyarakat di kota Blitar memiliki pola acak. Dan terdapat hubungan antara luas jangkauan terhadap permukiman dengan jumlah pengunjung, yang berarti semakin luas jangkauan terhadap permukiman semakin banyak jumlah pengunjung.
Analisis Bencana Longsor Lahan di Kabupaten Tuban Melalui Pengolahan Citra Satelit Multilevel Untuk Pembuatan Peta Potensi Longsor Citra Prastika; Bangun Muljo Sukojo
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (839.319 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.23705

Abstract

Longsor merupakan salah satu jenis gerakan massa tanah atau batuan, ataupun percampuran keduanya, menuruni atau keluar lereng akibat dari terganggunya kestabilan tanah atau batuan penyusun lereng tersebut. Efek tanah longsor terhadap manusia dan bangunan dapat dikurangi dengan cara menghindari daerah rawan, menyiarkan larangan, atau dengan menerapkan standar keselamatan saat berada di daerah tersebut. Oleh karena itu, tujuan dalam tugas akhir ini yaitu untuk mengetahui potensi/risiko longsor yang berperan dalam mitigasi bencana longsor di Kabupaten Tuban.Daerah rawan bencana longsor dapat diidentifikasi dengan menggunakan data penginderaan jauh dan sistem informasi geografis. Pada penelitian ini dilakukan pembuatan peta daerah rawan bencana longsor dengan menggunakan beberapa parameter penyebab tanah longsor diantaranya curah hujan, jenis tanah, kemiringan lereng, dan tutupan lahan. Parameter tersebut akan diolah dan dianalisa serta akan diperkuat dengan menggunakan data penginderaan jauh yakni citra satelit resolusi menengah Landsat 8, citra satelit resolusi tinggi SPOT dan citra satelit resolusi sangat tinggi Quickbird.Hasil yang didapatkan berupa peta kerawanan longsor yang terbagi dalam 5 kelas kerawanan yakni kerawanan sangat rendah, kerawanan rendah, kerawanan sedang, kerawanan tinggi, dan kerawanan sangat tinggi yang menempatkan Kabupaten Tuban didominasi oleh tingkat kerawanan sedang dengan luas 99.519,9 ha, sedangkan untuk tingkat kerawanan sangat tinggi hanya seluas 268,537 ha.
Pemetaan Daerah Risiko Banjir Lahar Berbasis SIG Untuk Menunjang Kegiatan Mitigasi Bencana (Studi Kasus: Gunung Semeru, Kab. Lumajang) Zahra Rahma Larasati; Teguh Hariyanto; Akbar Kurniawan
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.23899

Abstract

Banjir lahar merupakan sekumpulan lahar yang dikeluarkan oleh gunung berapi dan sampai ke permukaan yang lebih rendah dengan bantuan atau dorongan dari air hujan. Dampak dari banjir lahar memiliki risiko yang tinggi karena material yang di bawanya dapat mengakibatkan kerusakan dan berpotensi  menimbulkan kematian, luka, sakit, jiwa terancam, hilangnya rasa aman, mengungsi, kerusakan atau kehilangan harta, dan gangguan kegiatan masyarakat. Pemetaan daerah risiko bencana banjir lahar dengan memanfaatkan Sistem Informasi Geografis (SIG) dapat bermanfaat untuk menunjang kegiatan mitigasi bencana. Peta risiko banjir lahar di hasilkan dari overlay peta bahaya banjir lahar, peta kerawana banjir lahar, peta kerentanan banjir lahar, dan peta kapasitas banjir lahar yang memiliki masing-masing parameter yang kemudian dilakukan perhitungan metode skoring dan diklasifikasikan berdasarkan nilai skoringnya.Dari hasil pengolahan, peta risiko banjir lahar dapat di klasifikasikan menjadai 3 kelas, yaitu risiko tinggi, risiko sedang, dan risiko rendah. Risiko tinggi teradi pada bulan November banyak terjadi di wilayah Kecamatan Pasirian terutama di wilayah sekitar sungai dan sedikit di wilayah sungai Kecamatan Pronojiwo, dengan luas total daerah risiko adalah 28,983 atau dengan presentase 4,24% dari luas total wilayah penelitian, dan daerah yang memiliki risiko tinggi pada bulan Januari banyak terjadi di wilayah Kecamatan Pasirian terutama di wilayah sekitar sungai dengan luas total daerah risiko adalah 9,570 atau dengan presentase 1,40% dari luas wilayah total penelitian.
Peningkatan Pelayanan Penyediaan Air Minum Kota Blitar Ichwan Rahmawan Widodo; Hari Wiko Indarjanto
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (794.343 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.23991

Abstract

Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Blitar melayani sekitar 38.160 jiwa dari total jumlah penduduk Kota Blitar 145.111 jiwa. Cakupan pelayanan PDAM sebesar 26% (2016), Dalam penelitian ini dilakukan analisis pada jaringan primer dan sekunder eksisting untuk mendapatkan kondisi sistem sebagai dasar peningkatan pelayanan. Peningkatan pelayanan dilakukan dengan analisis real demand survei yang bertujuan untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi masyarakat agar berlangganan kembali. Analisis sistem menggunakan EPANET, yang mensimulasi jaringan sehingga didapatkan output berupa headloss, kecepatan aliran, dan sisa tekan.Empat puluh satu pipa memiliki kecepatan aliran kurang dari 0,3 m/s berpotensi terjadi endapan suspended solid (Fe dan Mn) yang menyebabkan penyempitan pipa. Penyempitan ini akan meningkatkan headloss sistem sehingga dapat menurunkan tekanan air (terjadi pada blok 1, 2, 19, 20, 23 dan 24) yang menyebabkan air tidak dapat mengalir ke pelanggan. Pemasangan pipa paralel pada pipa yang memiliki headloss lebih dari 20 m ternyata dapat menurunkan headloss dan meningkatkan tekanan air. Peningkatan pelayanan, sumur bor masih dapat menampung debit peningkatan tahap 1 sebesar 130l/s dan tahap 2 sebesar 150l/s. Sistem perpipaan masih mampu digunakan untuk pengembangan tersebut.Pelanggan mengharapkan pihak PDAM Kota Blitar agar melakukan perbaikan terutama terkait dengan tingkat kejernihan air, bau dan rasa air. PDAM perlu mengolah air sumur bor karena Fe dan Mn yang tinggi.