cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik ITS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik ITS merupakan publikasi ilmiah berkala yang diperuntukkan bagi mahasiswa ITS yang hendak mempublikasikan hasil Tugas Akhir-nya dalam bentuk studi literatur, penelitian, dan pengembangan teknologi. Jurnal ini pertama kali terbit pada September 2012, dimana setiap tahunnya diterbitkan 1 buah volume yang mengandung tiga buah issue.
Arjuna Subject : -
Articles 186 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 1 (2018)" : 186 Documents clear
Kriteria Lokasi Keramba Jaring Apung (KJA) Offshore di Perairan Provinsi Jawa Timur Satrio Dwi Atmojo; Putu Gde Ariastita
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (257.147 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v7i1.29218

Abstract

Provinsi Jawa Timur memiliki potensi budidaya ikan laut yang besar, namun belum memiliki teknik budidaya yang dapat menghasilkan panen yang dapat memenuhi permintaan pasar, berupa teknik Keramba Jaring Apung (KJA) offshore. Tujuan penelitian ini menentukan kriteria lokasi Keramba Jaring Apung (KJA) offshore di perairan Provinsi Jawa Timur. Untuk mencapai tujuan tersebut, dilakukan dengan 2 (dua) tahapan. Tahapan pertama menentukan kriteria lokasi KJA offshore menggunakan analisis Delphi. Tahapan kedua menentukan parameter lokasi KJA offshore menggunakan analisis deskriptif. Berdasarkan hasil analisis didapatkan 17 kriteria  yang digunakan untuk menentukan lokasi KJA offshore di perairan Jawa Timur. Kriteria-kriteria tersebut adalah suhu perairan, kecepatan arus, salinitas, oksigen terlarut, kedalaman laut, ketinggian gelombang, kadar keasaman, kecerahan, kecepatan angin, zat padat tersuspensi, jarak dari pantai, sosial-ekonomi, resiko bencana, sumber benih, kualitas air, kegiatan lain di sekitar KJA, dan rencana zonasi. Selanjutnya kriteria-kriteria tersebut dijabarkan menjadi parameter penentuan KJA offshore di empat kluster perairan Jawa Timur.
Persepsi Pengunjung Dalam Pengembangan Wisata Pantai Hamadi Di Kota Jayapura Errick Worabay; Putu Gde Ariastita
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (391.232 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v7i1.29230

Abstract

Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk memberikan arahan pengembangan wisata Pantai Hamadi di Kota Jayapura. Penelitian ini menggunakan pendekatan rasionalisme dengan jenis eksploratif dan deskriptif. Analisis tahap pertama dilakukan untuk menentukan faktor – faktor yang mempengaruhi pengembangan wisata berdasarkan persepsi pengunjung dengan menggunakan skala likert dan analysis service quality (servqual), kemudian analisis tahap kedua menganalisis arahan pengembangan wisata Pantai Hamadi berdasarkan dengan faktor - faktor yang mempengaruhi dengan menggunakan teknik analisis deskriptif. Hasil Penelitian didapat 5 faktor yang mempengaruhi pengembangan Wisata Pantai Hamadi di Kota Jayapura antara lain: Lingkungan Alamiah (Kebersihan dan kelestarian), Sarana Wisata (Tempat Jualan dan Sarana Penunjang), Desain Perancangan, Transportasi, dan Pelayanan yang akan menjadi arahan pengembangan Pantai Hamadi
Faktor Penentu Berkembangnya Wisata Alam Air Terjun Coban Canggu Pacet Kabupaten Mojokerto Rasy Febrian Gustin; Arwhi Yudhi Koswara
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (333.969 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v7i1.29236

Abstract

Pada tahun 2014 jumlah pengunjung Air terjun Coban Canggu mencapai 463.275 pengunjung, pada tahun 2015 jumlah pengunjung mengalami peningkatan menjadi 617.712 pengunjung (DISPORABUDPAR Kabupaten Mojokerto), namun kondisi eksisting yang ada menunjukkan bahwa wisata alam Coban Canggu ini belum optimal pengembangannya, sehingga penelitian ini bertujuan untuk merumuskan arahan pengembangan wisata alam air terjun Coban Canggu di Kecamatan Pacet. Sasaran penelitian ini adalah menganalisa faktor penentu berkembangnya wisata alam air terjun Coban Canggu menggunakan analisis. Berdasarkan hasil penelitian karakteristik wisata alam Coban Canggu didukung oleh keberadaan Daya Tarik Wisata berupa air terjun dengan kolam airnnya, akses jalan, dan kesejahteraan masyarakat dari kegiatan wisata ini. Selanjutnya didapatkan faktor yang mendukung pengembangan wisata air Coban Cangu Pacet adalah keberadaan Daya Tarik Wisata, Aksesibilitas, Fasilitias Pariwisata, Kesejahteraan masyarakat, Infrastruktur, Kepuasan  Wisatawan dan Keterpaduan dengan lingkungan.
Pengukuran Kesesuaian Kawasan Transit Blok M, Jakarta Terhadap Kriteria Konsep TOD (Transit Oriented Development) Muhammad Afif Arsyad; Ketut Dewi Martha Erli Handayeni
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (190.225 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v7i1.29865

Abstract

Terletak diantara central business district Kota Jakarta, Blok M yang merupakan salah satu kawasan strategis memiliki potensi dikembangkan berdasarkan prinsip dari Transit Oriented Development (TOD). Hal ini juga didukung dari dokumen perencanaan yang menyatakan bahwa kawasan Blok M, Jakarta merupakan kawasan yang direncanakan dan dikembangkan berdasarkan standar TOD. Konsep TOD merupakan suatu pendekatan rekayasa ruang yang terfokus pengembangannya di sekitar titik transit. Ruang yang dikembangkan nantinya memiliki ciri yakni densitas yang tinggi, diversitas yang beragam serta desain kawasan yang ramah terhadap pejalan kaki. Penelitian ini menggunakan analisis spatial query dan perhitungan rata-rata untuk mengukur tingkat kesesuaian kawasan transit Blok M terhadap kriteria TOD. Berdasarkan dari hasil penelitian dapat diketahui bahwa tingkat kesesuaian kawasan transit Blok M, Jakarta berdasarkan dari kriteria minimal yang ada dalam konsep TOD hanya sebesar 85,215%. Artinya pengembangan kawasan Blok M, tingkat kesesuaiannya belum sepenuhnya memenuhi kriteria TOD. Secara keseluruhan kawasan Blok M sudah memenuhi ciri densitas yang tinggi, namun diveritas dan desain kawasan yang ramah pejalan kaki masih belum sesuai dengan konsep TOD
INTERPRETASI DATA RESISTIVITAS 1D (VES) KAWASAN KARST STUDI KASUS DESA SEKAR, PACITAN Fuadur Zakki K; Wien Lestari; Ayi Syaeful B
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v7i1.29948

Abstract

Kawasan Pacitan memiliki kondisi geologi yang khas, karena sebagian besar kawasan pacitan terdiri dari batuan karbonat yang telah mengalami proses karstifikasi. Proses karstifikasi dapat menghasilkanpori, rongga dan goa pada kedalaman tertentu dan ditambah sifat fisik batuan karbonat yang  impermeable sehingga membentuk sistem sungai bawah permukaan.Penelitian ini bertujuan untuk identifikasi karakteristik bawah permukaan kawasan karst desa Sekar, Pacitan menggunakan metode geolistrik 1D Konfigurasi Schlumberger.Hasil pengolahan data memperlihatkanbahwa batuan penyusun kawasan karst Desa Sekar, Pacitan adalah batugamping klastik dengan nilai resisitivitas semu dan batugamping terumbu dengan nilai resistivas semu.
Analisis Hambatan Penggunaan Hydrofoil pada Katamaran Menggunakan CFD Regi Yudha Dikantoro; I Ketut Suastika
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (593.294 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v7i1.28865

Abstract

Simulasi CFD dilakukan untuk mempelajari pengaruh hydrofoil dan pemasangan hydrofoil secara memanjang terhadap hambatan HYSUCAT. Tiga variasi penempatan foil dilakukan yaitu (i) posisi 1 :dibawah center gravity kapal, (ii) 3 panjang chord ke arah stern dari posisi 1, dan (iii) 6 panjang chord ke arah stern dari posisi 1. Pada kecepatan relatif rendah (FnV < 1,8), hydrofoil menambah hambatan katamaran. Sebaliknya pada kecepatan relatif tinggi  (FnV > 1,8), hydrofoil mengurangi hambatan katamaran. Nilai koefisien hambatan meningkat pada awalnya, mencapai nilai maksimum  kemudian  berkurang seiring meningkatnya bilangan Froude. Nilai maksimum terjadi pada FnV ≈ 1.4 (atau Fn ≈ 0,5 ). Posisi peletakkan foil yang paling optimum adalah dibawah CG kapal. 
Desain Konsep Self-Propelled Backhoe Dredger untuk Operasi Wilayah Sungai Kalimas Surabaya Fajar Andinuari; Hesty Anita Kurniawati
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (607.905 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v7i1.29418

Abstract

Sungai Kalimas merupakan sungai utama di wilayah Surabaya, Jawa Timur. Selain itu, Sungai Kalimas juga berfungsi sebagai penunjang kehidupan sehari-hari warga Kota Surabaya. Fungsi kalimas sebagai sungai pelayaran kapal-kapal kecil telah lama hilang. Namun sejak Walikota Surabaya Tri Rismaharini memimpin, telah banyak perubahan pada wajah kota Surabaya, khususnya Sungai Kalimas. Bahkan, Walikota tak segan untuk menjadikan Sungai Kalimas sebagai daya tarik wisata Kota Surabaya. Namun di balik itu, karakteristik Sungai Kalimas yang mudah terendap oleh sedimentasi bisa menjadi masalah. Dalam waktu yang berkala, pemerintah melakukan pengerukan jika sungai mulai dangkal. Tetapi, proses pengerukan tersebut kurang begitu efektif karena pada akhirnya hasil keruk diletakkan di bibir sungai sebelum akhirnya dibawa oleh truk menuju tempat pembuangan. Oleh karena itu, dibutuhkan kapal keruk yang benar-benar sesuai dengan karakteristik dan struktur geometris Sungai Kalimas. Kapal keruk yang digunakan adalah jenis Self-Propelled Backhoe Dredger karena sangat cocok dengan struktur geometris sungai. Untuk mendapatkan ukuran utama kapal, maka dilakukan perhitungan analisis teknis dan estimasi biaya pembangunan dengan batasan-batasan yang telah ditentukan. Dari hasil analisis teknis, didapatkan ukuran utama kapal antara lain Lwl = 16,62 m, Lpp = 16,25 m, B = 9,00 m, H = 2,80 m, dan T = 1,78 m dengan estimasi biaya pembangunan sebesar Rp2.800.724.568.
Desain Multipurpose Landing Craft Tank (LCT) Menggunakan Metode Optimisasi Global dan Lokal Varisha Vada Zumar; Hasanudin Hasanudin
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v7i1.29353

Abstract

Multipurpose LCT (Landing Craft Tank) dikenal sangat efisien untuk pengangkutan alat berat, pekerjaan pertambangan dan proyek konstruksi. Keberadaaan multipurpose LCT diharapkan mampu membantu perkembangan daerah terpencil di Indonesia, salah satunya kabupaten Kepulauan Mentawai. Metode optimasi sangat tepat untuk menyelesaikan persoalan desain kapal yang kompleks. Pemodelan optimisasi yang akan digunakan adalah gabungan dari optimisasi global dan lokal. Metode optimisasi global dan lokal ini dinilai mampu menentukan nilai ukuran utama kapal yang optimum. Pada global optimization, nilai yang didapatkan bersifat umum atau global sehingga hasil yang didapatkan kurang mampu mencapai nilai optima. Oleh karena itu digunakan optimasi lokal untuk mengatasi kelemahan tersebut. Optimasi global menggunakan metode Artificial Neural Network (ANN) dan optimisasi lokal menggunakan metode Generalized Reduced Gradient (GRG). Optimasi dilakukan dengan pembuatan program add-ins pada Microsoft Excel menggunakan Visual Basic For Application (VBA). Fungsi objektif yaitu meminimumkan biaya pembangunan kapal. Dari hasil optimisasi global didapatkan 7 kombinasi ukuran utama dari 10000 kombinasi ukuran utama yang memenuhi batasan optimasi. Perbandingan antara fungsi objektif terminimum optimasi global dengan optimasi global dan lokal yang memenuhi seluruh batasan optimisasi adalah 4.19%. Perbandingan antara nilai fungsi objektif maksimum dan minimum pada optimasi global adalah 7%, sedangkan perbandingan antara nilai fungsi objektif maksimum dan minimum pada gabungan optimasi global dan lokal adalah 10%. Hasil optimisasi gabungan metode global dan lokal menghasilkan fungsi objektif yang lebih optimum.
Analisa Kesesuaian RZWP-3-K dengan Eksisting Penggunaan Ruang Laut Berdasarkan UU. No. 1 Tahun 2014 dan PERMEN-KP No. 23 Tahun 2016 Resti Yully Astuti; Yanto Budisusanto; Danar Guruh Pratomo; Muhandis Sidqi
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (552.065 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v7i1.28559

Abstract

Sebagai salah satu negara kepulauan terbesar di dunia yang memiliki lebih dari 17.000 pulau dengan lautan seluas 2,9 juta km2. Indonesia memiliki wewenang mengelola ruang lautnya. Namun, kerangka kebijakan dan kelembagaan yang mengatur pemanfaatan ruang laut tersebut masih rumit. Sehingga perlu adanya pertimbangan baik dari aspek legal maupun teknis dalam penerapannya. Rencana Zonasi adalah rencana yang menentukan arah penggunaan sumber daya tiap-tiap satuan perencanaan disertai dengan penetapan struktur dan pola ruang pada kawasan perencanaan yang memuat kegiatan yang boleh dilakukan, tidak boleh dilakukan serta kegiatan yang diperbolehkan secara terbatas setelah memperoleh izin lokasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisa kesesuaian RZWP-3-K dengan data eksisting penggunaan raung laut berdasarkan Undang-undang No. 1 Tahun 2014 dan PERMEN-KP No. 23 Tahun 2016 di Pulau Maratua yang sebagai salah satu pulau kecil terluar yang dengan cara menginventarisasi penggunaan ruang laut lalu melakukan analisis terkait kesesuaian antara rencana zonasi dengan kondisi eksistingnya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kajian literatur terkait aspek legal dan teknis menggunakan perangkat lunak SIG. Dari hasil analisis diketahui bahwa Pulau Maratua terdiri dari 7 zona pemanfaatan ruang dengan 9 sub zona, serta 3 area KJA yang tumpang tindih yaitu antara lain penempatan KJA pada sub zona ekowisata, dan 2 area penempatan KJA pada sub zona perlindungan ekosistem. Luas KJA yang tidak sesuai dengan dengan rencana zonasinya adalah sebesar 27% dari total luas 705,375 Ha  KJA yang telah ada.
Perencanaan Strategi Pengembangan Usaha pada PT. Dok dan Perkapalan Surabaya Niken Saraswati; Imam Rochani; Yeyes Mulyadi
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (495.632 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v7i1.28990

Abstract

Sangatlah penting sebuah perusahaan untuk mengetahui peluang apa saja yang dapat dikembangkan dan ancaman apa saja yang harus dihindari. Selain itu, sebuah perusahaan juga harus dapat memahami kekuatan sekaligus kelemahan yang dimiliki. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk dapat menentukan strategi pengembangan usaha yang tepat. Sedangkan dalam proses mendapatkan variasi strategi pengembangan usaha, akan ditentukan juga kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman dari faktor eksternal maupun internal perusahaan. Untuk mendapatkan faktor kekuatan dan kelemahan maka dilakukan dengan metode Business Model Canvas (BMC), sedangkan untuk mengetahui faktor peluang dan ancaman untuk perusahaan dilakukan dengan metode 4C Diamond Analysis. Selanjutnya dengan menggunakan analisa External Factor Analysis summary (EFAS) dan Internal Factor Analysis summary (IFAS), didapatkan posisi perusahaan. Dengan menggunakan TOWS matriks nantinya akan didapat variasi jenis strategi. Lalu dengan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) akan dapat ditentukan strategi mana yang paling sesuai dengan keadaan perusahaan. Sesuai hasil perhitungan AHP, maka strategi yang dapat digunakan adalah meningkatkan kinerja perusahaan agar terus dapat bersaing dengan bobot prioritas 0,17.

Page 10 of 19 | Total Record : 186