Jurnal Teknik ITS
Jurnal Teknik ITS merupakan publikasi ilmiah berkala yang diperuntukkan bagi mahasiswa ITS yang hendak mempublikasikan hasil Tugas Akhir-nya dalam bentuk studi literatur, penelitian, dan pengembangan teknologi. Jurnal ini pertama kali terbit pada September 2012, dimana setiap tahunnya diterbitkan 1 buah volume yang mengandung tiga buah issue.
Articles
63 Documents
Search results for
, issue
"Vol 8, No 1 (2019)"
:
63 Documents
clear
Analisis Pengaruh Variasi Sudut Blasting Dengan Coating Campuran Epoxy dan Aluminium Serbuk terhadap Kekuatan Adhesi, Prediksi Laju Korosi, dan Morfologi pada Plat Baja ASTM A36
Muhammad Sulton Ali;
Herman Praktikno;
Wimala L Dhanistha
Jurnal Teknik ITS Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (376.081 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373539.v8i1.39068
Permasalahan korosi merupakan masalah utama penyebab terjadinya kegagalan pada material terutama pada bangunan laut, dimana biasanya ditempatkan pada kondisi atau lingkungan yang korosif. Salah satu langkah preventif yang digunakan untuk memperlambat korosi pada suatu material adalah dengan metode pelapisan atau coating. Pada penelitian ini menggunakan material ASTM A36. Baja ini dijadikan bahan uji karena baja ASTM 36 baja yang sering dijadikan material pada bangunan laut. Metode yang digunakan untuk penelitian adalah dengan memvariasikan sudut blasting dengan coating yang digunakan adalah campuran epoxy dan aluminium serbuk. Variasi campuran coating nya yaitu 10% aluminium serbuk ditambah epoxy, 20% aluminium ditambah epoxy dan 30% aluminium ditambah epoxy. Yang pertamana baja ASTM A36 dipotong menjadi 18 spesimen kemudian coating dilapiskan ke tiap-tiap spesimen dengan campuran aluminium yang sudah divariasikan. Setelah itu ke enam spesimen tersebut diuji kekuatan adhesi dan diuji yang kedua untuk mendapatkan prediksi laju korosi. Pada pengujian Pull-Off nilai terbaik dimiliki oleh spesimen dengan variasi penambahan aluminium serbuk 10% dan variasi sudut blasting 90° dengan nilai sebesar 14.9367 MPa. Sedangkan pada pengujian sel tiga elektroda menunjukkan bahwa ketahanan korosi terbaik didapat pada spesimen dengan penambahan aluminium 30% dan variasi sudut blasting 90° dengan nilai sebesar 0,00008567 mmpy. Untuk pengujian SEM menunjukkan bahwa terlihat pigmen aluminium yang berbentuk platey atau lamellar dan terlihat persebaran aluminium serbuk dipermukaan sampel yang merata.
Desain Barge Sebagai Alternatif Pengganti Jetty Untuk Sarana Bongkar Muat Kapal Tanker
M. Hafiz Nurwahyu Aliffrananda;
Wasis Dwi Aryawan
Jurnal Teknik ITS Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (517.291 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373539.v8i1.42075
Pada umumnya proses bongkar muat kapal tanker berlangsung di dermaga dengan menghubungkan selang yang ada didermaga dengan peralatan bongkar muat yang ada pada kapal tanker yaitu cargo manifold. Akan tetapi permasalahan muncul ketika kapal-kapal tanker tersebut tidak dapat merapat ke dermaga diakibatkan karena sarat kapal yang terlalu besar ataupun karena lautan di sekitar dermaga memiliki kedalaman air yang kurang sehingga diperlukan jetty sebagai sarana bongkar muat akan tetapi harga pembangunan jetty yang mahal dapat mengurangi pendapatan dermaga sehingga dibutuhkan barge untuk menggantikannya. Dalam permasalahan ini metode yang digunakan dalam menentukan ukuran utama kapal dengan menggunakan layout awal yang diawali dengan menganalisa kondisi perairan sekitar dermaga, kemudian menganalisis payload yang merupakan peralatan bongkar muat apa saja yang harus ada pada barge shingga didadapatkan ukuran utama dari barge serta mendesain sistem kerja dari penyaluran muatan dari kapal tanker ke dermaga sehingga barge dapat dijadikan alternatif sarana bonkar muat pengganti jetty untuk kapal tanker. Dari desain yang telah dilakukan didapatkan ukuran utama barge yaitu LOA 43.2 m, Lebar 16 m, Tinggi 3.6 m dan draught 2.7 meter. Harga pembangunan dari barge adalah sebesar Rp53,978,058,950.86. Harapannya dengan adanya sarana pengganti jetty dengan barge dapat mempercepat proses bongkar muat khususnya untuk kapal tanker dan mengurangi biaya dari pembuatan sarana dan prasarana dermaga.
Analisis Teknis Terbaliknya KMP. Kayong Utara di Sungai Banyuasin, Sumatera Selatan
Mochamad Gizza Gaeta Nahumariri;
Hasanudin Hasanudin
Jurnal Teknik ITS Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.12962/j23373539.v8i1.41515
Pada tanggal 20 Februari 2018, terjadi kecelakaan KMP. Kayong Utara yang terbalik di Sungai Banyuasin, Sumatera Selatan saat berlayar dari Pelabuhan Muntok, Bangka menuju Pelabuhan Tanjung Api-Api, Sumatera Selatan. Kapal memuat 8 truk sedang, 1 kendaraan kecil, dan 2 sepeda motor serta 9 penumpang dewasa dan 1 penumpang anak-anak. Perlu dilakukannya investigasi untuk mengetahui penyebab kecelakaan agar fenomena serupa tidak terulang kembali. Analisis dilakukan berdasarkan hasil temuan lapangan dari KNKT. Analisis dimulai dari pemodelan kapal dengan toleransi selisih displacement, LCG, dan volume tiap tangki kurang dari 0.2%. Selanjutnya dilakukan analisis stabilitas pada saat kapal berangkat, setelah kapal berlayar 3 jam 40 menit, sesaat kapal setelah bebas dari kandas, saat kendaraan akan bergeser, dan kapal terbalik. Berdasarkan hasil temuan lapangan, kapal berangkat dengan keadaan tegak dengan sarat 1.7 m sehingga didapatkan displacement 356.4 ton, LCG 14.245 m, dan hasil pemeriksaan kriteria stabilitas adalah tidak memenuhi. Setelah berlayar selama 3 jam 40 menit, didapatkan konsumsi bahan bakar adalah 0.6025 ton serta konsumsi air tawar setidaknya 12.856 ton sebelum kapal kandas dengan kondisi miring 4˚ ke kiri dan sedikit trim buritan. Hasil pemeriksaan kriteria stabilitas setelah berlayar adalah tidak memenuhi. Dilakukan upaya pembebasan dengan cara pemindahan 4 truk belakang dan air tawar sehingga kemiringan kapal berukurang 0.5˚. Namun sesaat setelah bebas dari kandas, kapal terapung dan hasil pemeriksaan kriteria stabilitas adalah tidak memenuhi. Kapal terus miring ke kanan hingga kendaraan bergeser ke kanan pada sudut heel 5.71˚ diakibatkan bekerjanya momen penegak dan tidak seimbangnya tangki air tawar. Kombinasi dari ketiga kondisi tersebut ternyata masih belum cukup untuk menyebabkan kapal terbalik dan rebah 90˚. Terdapat 2 kemungkinan tambahan yang mendukung terbaliknya kapal yaitu isi tangki air kiri dikurangi menjadi 62% = 32.164 ton dan atau VCG lightship yang naik menjadi 1.8 m sehingga kapal dapat terbalik. Agar kejadian tidak terulang kembali maka dapat diantisipasi dengan penanganan muatan dan pemindahan isi tangki dengan hati-hati, melengkapi kapal dengan dokumen-dokumen yang terbaru dan akurat, serta meningkatkan pengetahuan ABK tentang stabilitas kapal.
Analisis Fatigue Life Konstruksi Kapal Tanker 17500 DWT Menggunakan Metode Simplified Fatigue Analysis
Aryo Pangestu;
Mohammad Nurul Misbah;
Dony Setyawan
Jurnal Teknik ITS Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (392.706 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373539.v8i1.41804
Kebutuhan minyak dunia diprediksi akan mengalami peningkatan pada tahun 2023 menjadi 100.4 juta barel. Peningkatan kebutuhan minyak dunia ini diikuti dengan peningkatan kegiatan eksplorasi dan eksploitasi minyak. Maka dibutuhkan fasilitas penunjang proses eksplorasi dan eksploitasi minyak, seperti kapal oil tanker. Diharapkan kapal oil tanker sebagai fasilitas penunjang mampu beroperasi dalam jangka waktu yang optimal. Selama kondisi operasional, kapal mengalami beban kerja berulang yang disebabkan oleh kondisi lingkungan pelayarannya yang dapat membahayakan struktur konstruksi kapal. Oleh karena itu, dibutuhkan perhitungan fatigue terhadap konstruksi kapal yang salah satunya dengan menggunakan metode simplified fatigue analysis. Analisis fatigue dilakukan pada sambungan pembujur sisi, pembujur alas dalam, dan pembujur alas terhadap sekat melintang akibat pengaruh dari tekanan dinamis gelombang dan tekanan sloshing muatan searah melintang kapal yang dihitung menggunakan rumus pada Common Structural Rules for Double Hull Oil Tanker (CSR). Analisis menggunakan variasi kondisi operasional muatan, yaitu 0.5hfilling, 0.7hfilling, dan 0.85hfilling di mana untuk tiap masing-masing besar pembebanan diaplikasikan pada model tiga ruang muat. Proses analisis dibantu menggunakan software elemen hingga untuk mendapatkan hasil analisis dari variasi pembebanan. Berdasarkan hasil analisis, tegangan terbesar untuk sambungan pembujur sisi terjadi ketika kondisi muatan 0.85hfilling, yaitu sebesar 56.3 MPa. Sambungan pembujur alas dalam pada kondisi 0.7hfilling, yaitu sebesar 53.4 MPa. Sambungan pembujur alas pada kondisi 0.85hfilling, yaitu sebesar 59.1 MPa. Dari hasil tegangan tersebut, didapatkan fatigue life untuk tiap sambungan adalah 26.6 tahun untuk sambungan pembujur sisi, 42.5 tahun untuk sambungan pembujur alas dalam, dan 30.4 tahun untuk sambungan pembujur alas.
Desain Desalination Production Vessel (DPV) untuk Mengatasi Kekurangan Air Tawar di Pulau Madura
Arif Riansyah;
Hesty Anita Kurniawati
Jurnal Teknik ITS Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (228.253 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373539.v8i1.41879
Kekurangan air tawar seakan menjadi hal yang lumrah terjadi di Pulau Madura. Selama ini, kekurangan air ditangani dengan pengiriman truk tangki air dari beberapa daerah. Namun, Kondisi Pulau Madura yang dikelilingi oleh laut dapat juga dimanfaatkan sebagai akses produksi baru penyedian air di seluruh Pulau Madura dengan menggunakan Desalination Production Vessel (DPV). Payload dari DPV didapatkan dari kekurangan air setiap harinya yang diperhitungkan mencapai 40.000 m3, dengan mempertimbangkan sarat di sekitar pantai Pulau Madura maka didapatkan payload DPV sebesar 20.000 m3 dengan jumlah 2 unit DPV dan produksi air tawar harian mencapai 40.000 m3. Setelah itu dilakukan perhitungan teknis berupa perhitungan berat, trim, freeboard, dan stabilitas sehingga didapatkan ukuran utama kapal yang meliputi; Lbp =112,5 m; B = 26 m; H = 11 m; T = 9 m. Tinggi freeboard minimum sebesar 2169,46 mm dengan tonnase kapal mencapai 10.807,43 GT. Perhitungan stabilitas menunjukkan kondisi stabilitas yang memenuhi kriteria stabilitas pada masing-masing load case. Analisis ekonomis yang dilakukan mendapatkan harga optimum senilai Rp.7.500/m3 dengan Total Capital Investment (TCI) yang bernilai Rp. 130.064.292.485,00 dan General Expenses yang bernilai Rp. 23.479.569.494,00 untuk selanjutnya didapatkan nilai Feasibility Investment yang terdiri dari Internal Rates of Return (IRR) = 17,65%, Net Present Value (NPV)= Rp.41.598.492.770,66, PP=9,20 tahun dan Breakeven Point (BEP) mencapai Rp.24.188.411.035,68.
Capstone Design Kapal Tanpa Awak Sebagai Media Survei Tingkat Kualitas Air di Suatu Perairan
Muh Hisyam Khoirudin;
Wasis Dwi Aryawan
Jurnal Teknik ITS Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (477.038 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373539.v8i1.41906
Pencemaran terhadap air saat ini terus menerus terjadi. Mayoritas mutu air sungai maupun laut yang ada di teritori negara Indonesia sudah dalam status tercemar berat. Oleh karena itu, dibutuhkan alat sebagai media survei kualitas air tersebut dalam rangka pengendalian limbah yang masuk ke wilayah penampungan air secara lebih komprehensif. Model kapal tanpa awak yang dilengkapi dengan sistem autopilot dan sensor (sensor suhu, konduktivitas, dan PH) merupakan solusi yang dapat digunakan sebagai media survei kualitas air. Dengan sistem autopilot berdasarkan sensor GPS dan sensor ultrasonik, model tersebut mampu menyusuri perairan dengan medan yang sulit dijangkau manusia serta mampu menghindari halangan yang ada di depannya. Ketika lokasi telah ditentukan, model kapal tanpa awak akan bergerak secara otomatis dan sistem akusisi data sensor akan mengukur suhu, konduktivitas, dan tingkat keasaman yang ada di sekitar lokasi kapal secara waktu-nyata. Hasil pengukuran data tersebut langsung dikirimkan ke pengguna melalui wireless serial module. Hasil pengujian sistem ini menunjukkan bahwa model kapal tanpa awak mampu bergerak secara otomatis maupun manual untuk pengambilan data. Pada pengukuran data sensor suhu memiliki kesalahan maksimal 3.1%, data sensor konduktivitas memiliki maksimal kesalahan 5.2%, sedangkan pada pengukuran data sensor PH memiliki kesalahan maksimal 2.9%. Sistem model kapal tanpa awak ini mampu memantau dan mensurvei tingkat kualitas air secara otomatis sehingga dapat digunakan untuk membantu manusia dalam hal pengendalian mutu air di perairan tertentu.
Analisis Kekuatan V-Core Sandwich Panel Pada Geladak Kapal Menggunakan Metode Elemen Hingga
Hilda Dwi Febriani;
Dony Setyawan
Jurnal Teknik ITS Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (220.658 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373539.v8i1.41918
Sandwich panel adalah suatu struktur terdiri dari dua pelat yang relatif tipis disatukan dengan inti (core) dapat berupa material komposit atau material berbahan baja. Penggunaan material sandwich pada struktur bertujuan untuk membuat struktur lebih ringan. Kelebihan ini tentunya sangat bermanfaat terutama konstruksi pada kapal yang membutuhkan bahan penyusun yang ringan sehingga kecepatan kapal dan jumlah muatan yang dapat diangkut meningkat. Aspek yang perlu diperhatikan dalam penggunaan sandwich panel pada kapal adalah dari segi keamanannya sehingga didapatkan desain dimana tegangan dan deformasi memenuhi aturan kelas tetapi memiliki berat yang ringan. Salah satu tipe sandwich panel yang akan diteliti pada penelitian ini adalah v-core sandwich panel yang seluruh materialnya berbahan baja dan akan dibandingkan dengan pelat berpenegar. V-core sandwich panel adalah dua pelat yang disebut face dan disatukan dengan core berbentuk v. Terdapat 3 model v-core sandwich panel yang dibedakan dari ketinggian core-nya. Model 1 memiliki tinggi core 110 mm, model 2 memiliki tinggi core 55 mm dan model 3 memiliki ketinggian core 220 mm. Ketiga model tersebut memiliki variasi ketebalan yang sama yang dibagi lagi menjadi variasi A sampai dengan variasi F. Variasi A dan Variasi D memiliki variasi ketebalan face dan core yang sama yaitu dari tebal 1 mm sampai 6 mm. Variasi B, variasi C, variasi E dan variasi F memiliki variasi ketebalan face dan core yang berbeda-beda. Hasil percobaan didapatkan desain v-core sandwich panel yang paling optimal adalah desain pada model 1 dengan tinggi core 110 mm, ketebalan face 5 mm, ketebalan core 5 mm, jarak antar core 62 mm dan lebar core 120 mm dengan besar tegangan yaitu 44,8 Mpa dimana nilai ini sudah kurang dari tegangan ijin dan kurang dari tegangan pelat berpenegar dengan besar deformasi 3,921 mm dan berat 28, 5827 ton.
Desain Floating Modern Fishing Industry untuk Pengembangan Sektor Perikanan di Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan
Muhammad Fudail Andi Palinrungi;
Hesty Anita Kurniawati
Jurnal Teknik ITS Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (900.455 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373539.v8i1.41922
Wilayah Kabupaten Kepulauan Selayar terdiri dari 130 buah gugus pulau besar dan kecil dengan luas keseluruhan wilayahnya mencapai 10.503,69 km2 yang terdiri dari daratan (1.357,03 km2 atau 12,92%), dan lautan (9.146,66 km2 atau 87,08%. Dengan wilayah laut seluas 87% dari total wilayahnya, Kepulauan Selayar memiliki potensi yang cukup besar di sektor kelautan dan perikanan. Berdasarkan potensi tersebut gagasan Floating Modern Fishing Industry diharapkan dapat menarik peminat calon investor sambil mendukung industri perikanan lokal serta program Pemerintah Indonesia. Ukuran utama yang didapatkan berdasarkan luasan yang mengacu pada pabrik pengolahan ikan yang disesuaikan dengan rasio perbandingan ukuran utama dari kapal pembanding dan regulasi yang ada maka didapatkan LoA = 105 m, B = 22 m, H = 6 m, T = 4.2 m. dengan hasil olahan berupa ikan fillet dan tepung ikan serta terdapatnya budidaya perikanan. Analisis teknis yang dilakukan meliputi perhitungan berat, perhitungan stabilitas, perhitungan trim, dan perhitungan freeboard dan akan dilanjutkan dengan mendesain rencana garis, rencana umum, safety plan serta desain model tiga dimensinya dan dilakukan juga analisis ekonomis. Garbage disposal management menggunakan compactor yang diperuntukkan untuk jenis sampah plastik dan sampah non-organic dan menggunakan comminuter untuk sampah yang berasal dari sisa-sisa makanan dan juga bahan-bahan organik. Sewage treatment management menggunakan holding tank serta konfigurasi mooring system yang digunakan adalah single point mooring system dengan biaya total pembangunan sebesar Rp 90.974.767.520.
Desain Small-Scale LNG Carrier Dengan Combine Cycle Propulsion Plant Untuk Suplai Gas Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) “Flores” Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur
Muhammad Sayyid Habibie;
Hesty Anita Kurniawati
Jurnal Teknik ITS Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (4026.787 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373539.v8i1.41956
Dalam upaya peningkatan rasio elektrifikasi untuk mendukung pembangunan di Labuan Bajo, maka dibangun pembangkit-pembangkit baru salah satunya PLTMG “Flores”. PLTMG “Flores” merupakan pembangkit baru yang bersifat mobile serta dapat dioperasikan menggunakan bahan bakar Liquefied Natural Gas (LNG). Namun, cadangan minyak dan gas bumi di daerah Nusa Tenggara belum banyak diketahui. Dengan adanya rencana pengembangan Blok Masela melalui skema onshore LNG plant di Saumlaki akan membantu dalam pasokan LNG ke Labuan Bajo. Data rasio elektrifikasi yang rendah serta upaya PLN dalam membangun PLTMG “Flores” di Labuan Bajo melalui rencana jangka panjangnya maka diperlukan pembangunan infrastruktur pengantar suplai gas berupa LNG. Namun, letak Labuan Bajo yang cukup jauh dengan daerah pemasok LNG maka dapat dimanfaatkan sarana distribusi gas alam baru menggunakan small-scale LNG carrier. Payload dari small-scale LNG carrier ini berdasarkan konsumsi bahan bakar LNG untuk PLTMG “Flores” per hari. Ukuran utama didasarkan pada penempatan kontainer di ruang muat dan geladak . Combine Cycle Propulsion Plant yang dimaksud dalam penelitian ini adalah Combine Diesel & Steam Turbine dimana pemilihan mesin diesel dan turbin uap sebagai penggerak berdasarkan perhitungan hambatan dan propulsi Setelah itu dilakukan perhitungan teknis berupa perhitungan berat, freeboard, trim dan stabilitas. Ukuran utama yang memenuhi kriteria teknis dan regulasi adalah Lpp = 111.6 m; B = 22.4 m; H = 12 m; T = 5 m. Tinggi freeboard minimum yang didapatkan yaitu 2104 mm, tonase kotor kapal mencapai 7885 ton dan kondisi stabilitas kapal dihitung serta didapatkan hasil yang memenuhi kriteria. Biaya pembangunan sebesar Rp197,331,715,056.31.
Analisis Tegangan Sekat Memanjang Tanker akibat Beban Sloshing menggunakan Metode Elemen Hingga
Ardan Nagra Coutsar;
Dony Setyawan
Jurnal Teknik ITS Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (938.603 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373539.v8i1.42052
Sloshing merupakan pergerakan fluida secara bebas dalam sebuah wadah. Sloshing terjadi akibat pergerakan dari kapal itu sendiri. Beban atau gaya yang terjadi akibat muatan cair yang mengalami sloshing perlu dianalisis dan dianggap penting, terutama pada kapal-kapal yang memiliki ruang muat besar seperti super tanker atau kapal LNG berukuran besar. Kemungkinan sloshing yang terjadi pada ruang muat tersebut akan lebih besar apabila terjadi resonansi dengan gerakan kapal. Tegangan yang terjadi pada tangki dihitung dengan menggunakan pendekatan numerik untuk mengetahui respon hidrodinamis yang terjadi akibat muatan cair dalam tangki ruang muat. Pengaruh sloshing yang terjadi pada tegangan sekat memanjang tangki ruang muat didapatkan dengan perhitungan numerik. Hasil yang didapat antara lain tegangan maksimum yang terjadi pada saat ketinggian cairan terisi 10% adalah sebesar 15.962 Mpa, saat ketinggian cairan terisi 30% adalah sebesar 30.852 Mpa, saat cairan terisi 50% adalah sebesar 47.049 Mpa, serta saat cairan terisi 80% adalah sebesar 50.968 Mpa. Sehingga terdapat kenaikan tegangan yang cukup signifikan saat kondisi ruang muat terisi dengan ketinggian rendah. Kenaikan tegangan yang terjadi hingga mencapai 93.28% saat ruang muat terisi dari 10% ke 30%.