cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik ITS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik ITS merupakan publikasi ilmiah berkala yang diperuntukkan bagi mahasiswa ITS yang hendak mempublikasikan hasil Tugas Akhir-nya dalam bentuk studi literatur, penelitian, dan pengembangan teknologi. Jurnal ini pertama kali terbit pada September 2012, dimana setiap tahunnya diterbitkan 1 buah volume yang mengandung tiga buah issue.
Arjuna Subject : -
Articles 156 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 2 (2019)" : 156 Documents clear
Analisis Pengaruh Perubahan Penggunaan Lahan Terhadap Debit Limpasan pada Daerah Aliran Sungai Bondoyudo Kab. Lumajang dengan Metode Rasional Akbar Kurniawan
Jurnal Teknik ITS Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (320.531 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v8i2.44667

Abstract

Banjir merupakan peristiwa meluapnya air sungai dalam jumlah yang besar pada saat musim hujan. Wilayah DAS Bondoyudo adalah salah satu wilayah yang rawan banjir di Kabupaten Lumajang. Penelitian ini menggunakan metode rasional untuk menghitung debit limpasan di setiap wilayah penelitian dengan rumus sebagai berikut, Q=0,278.C.I.A. Dari hasil penelitian ini, wilayah yang tergenang banjir berdasarkan metode rasional yaitu Kecamatan Rowokangkung, Jatiroto, dan Kedungjajang. Pada tahun 2002 wilayah Kecamatan Rowokangkung dan Kedungjajang memiliki selisih debit limpasan yang berlebih sebesar 3,65 m3/s dan 2,23 m3/s. Sementara pada tahun 2013 terjadi peningkatan selisih debit menjadi 3,72 m3/s  dan 2,42 m3/s. Kecamatan Jatiroto juga berpotensi banjir pada tahun 2013 dengan selisih debit 0,35 m3/s. Dan pada tahun 2018 selisih debit pada masing-masing Kecamatan Rowokangkung, Kedungjajang, dan Jatiroto adalah 3,74 m3/s ; 2,54 m3/s; dan 0,39 m3/s. Besar pengaruh perubahan penggunaan lahan terhadap debit limpasan dihitung berdasarkan rumus persamaan regresi linier ganda dan dihasilkan dari perhitungan koefisien determinasi. Nilai koefisien determinasi dari Kecamatan Rowokangkung, Kedungjajang, dan Jatiroto adalah 92,5% , 93,1% , dan 92,4%.
Penerapan Metode Permanent Scatterers Interferometry Synthetic Aperture Radar (PS-InSAR) untuk Analisis Deformasi Gunungapi (Studi Kasus : Gunungapi Sinabung) Sajidah Salsabil; Ira Mutiara Anjasmara; Estu Kriswati
Jurnal Teknik ITS Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v8i2.44938

Abstract

Di Indonesia terdapat 129 gunungapi yang masih aktif, salah satunya adalah Gunungapi Sinabung. Sepanjang tahun 2017 tercatat Gunungapi Sinabung mengalami erupsi-erupsi kecil akibat aktivitas magma. Pada gunungapi yang sedang aktif akan terjadi perubahan bentuk permukaan tanah yang disebut sebagai deformasi permukaan. Untuk memantau deformasi dapat digunakan berbagai macam metode, antara lain metode geodetik dengan menggunakan pengamatan GPS dan pengolahan data SAR dengan  teknik PS-InSAR. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui deformasi yang terjadi pada gunungapi menggunakan metode PS-InSAR dengan  validasi menggunakan data GPS. Data SAR yang digunakan, terdiri dari 27 citra Sentinel 1A tipe SLC dengan tanggal akuisisi 2 Januari hingga 28 Desember 2017. Hasil dari PS-InSAR menunjukkan line of sight (LOS) velocity rate yang terjadi berkisar pada -40,400 mm/tahun sampai dengan 30,800 mm/tahun dengan simpangan baku berkisar pada 1,400 mm/tahun sampai dengan 31,800 mm/tahun.
Upaya Peningkatan Kualitas Bermukim Melalui Pendekatan Konsep Liveability pada Rusunawa Sombo Surabaya Evalina Vialita; Dian Rahmawati
Jurnal Teknik ITS Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v8i2.45816

Abstract

Permasalahan permukiman kumuh menjadi salah satu  permasalahan yang hampir dirasakan pada setiap kota di Indonesia. Salah satu upaya pemerintah dalam menekan jumlah permukiman kumuh yaitu melalui pengadaan rumah susun. Giatnya program pemerintah untuk membangun rumah susun di Indonesia tidak diimbangi dengan kualitas hunian dari rumah susun itu sendiri, hal ini dikarenakan kurangnya perhatian dari pemerintah dan penghuni untuk menjaga keberlanjutan hunian dengan kualitas dan infrastruktur yang layak.maka dari itu, dalam penelitian ini konsep Liveability dapat dijadikan sebagai referensi dalam mengidentifikasi apakah rusunawa dapat memenuhi kriteria liveable dan menentukan upaya untuk meningkatkan kualitas bermukim. Pada penelitian ini terdiri atas 2 tahap utama yaitu pada tahap pertama dilakukan Analisa Service Quality (Servqual) untuk mengukur tingkat kepuasan penghuni terhadap masing – masing karakteristik liveability pada Rusunawa Sombo yang sebelumnya diukur terlebih dahulu tingkat kelayakanan huni (kenyataan) dan tingkat harapan penghuni (kepentingan) terhadap karakteristik liveability pada rusunawa sombo dan tahap selanjutnya yaitu menggunakan analisis Importance Perfomance Analysis untuk memperoleh variabel apa saja yang dianggap menjadi prioritas utama, pertahankan kinerjanya, prioritas rendah bagi penghuni untuk ditingkatkan sehingga didapatkan upaya apa saja yang bisa di ambil agar dapat meningkatkan kualitas dalam bermukim melalui konsep Liveability. Berdasarkan hasil penelitian terdapat 7 Karakteristik Liveability yang menjadi prioritas utama bagi penghuni yaitu antara lain Kondisi Unit Hunian, Kecukupan Ruang, Penghawaan/Ventilasi, Keamanan Lingkungan, Proteksi Kebakaran, Kualitas Jaringan Listrik dan Kualitas Jaringan Air Bersih
Arahan Teknis Pengendalian Minimarket di Surabaya Timur (Kecamatan Gubeng-Mulyorejo-Sukolilo) Mohammad Riziq Syihab; Adjie Pamungkas
Jurnal Teknik ITS Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (373.2 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v8i2.46233

Abstract

Di Kota Surabaya, Sektor Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi Mobil dan Sepeda berhasil memberikan kontribusi sebesar 27,63% dari PDRB Kota Surabaya. Sektor tersebut selain memberikan manfaat juga memunculkan beberapa masalah didalamnya seperti pertumbuhan minimarket yang berpotensi menimbulkan masalah padatnya keberadaan minimarket. Di Kota Surabaya, terdapat 105 minimarket yang beraglomerasi di 3 kecamatan di Surabaya Timur sehingga dapat mengakibatkan terhambatnya perkembangan usaha mikro dan pasar yang ada. Selain itu terdapat pula masalah tidak terstandarisasinya syarat jumlah penduduk minimal terlayani dalam perizinan minimarket. Kemudian jika mengacu RTRW Kota Surabaya, disebutkan bahwa keberadaan minimarket dapat menyebabkan kemacetan, kurangnya lahan parkir dan kebutuhan ruang internal yang kompleks sehingga dapat menyebabkan berbagai masalah lanjutan lainnya. Dalam mengatasi masalah tersebut, pemerintah Kota Surabaya sudah berupaya melakukan pengendalian dengan berdasarkan Perda No.8 Tahun 2014, namun tidak terlaksana dengan baik dan kurang relevan dengan perkembangan minimarket saat ini. Berdasarkan masalah tersebut, disusun penelitian ini yang bertujuan untuk merumuskan arahan teknis pengendalian minimarket di Surabaya Timur. Dalam menyelesaikan masalah tersebut dilakukan analisa KMO untuk mengidentifikasi masalah yang terjadi di masyarakat. Tahap pertama yang dilakukan adalah dengan menyebarkan kuesioner kepada masyarakat sebagai input informasi. Kemudian dilakukan content analysis untuk menentukan arahan teknis pengendalian minimarket dengan menggunakan in-depth interview kepada stakeholder sebagai input analisis. Penelitian ini menghasilkan 17 variabel yang bermasalah yang diantaranya adalah variabel yang berkaitan dengan kesesuaian terhadap peraturan, lalu lintas, lahan parkir, pengelolaan ruang internal minimarket, penduduk terlayani, aglomerasi serta jam operasional minimarket. Hasil dari penelitian ini adalah arahan keleluasaan disperindag untuk mengarahkan lokasi pembangunan minimarket, pembangunan sistem layanan aduan dari masyarakat, serta alokasi CSR untuk lingkungan sekitar dan perbaikan pasar untuk variabel terkait kesesuaian terhadap peraturan, arahan lokasi minimarket minimal di fungsi jalan lokal dengan lebar jalan minimal 8 meter dengan menyertakan dokumen analisa dampak lalu lintas untuk variabel terkait lalu lintas, arahan penyediaan luas minimal lahan parkir 12x20 meter untuk setiap 100 meter luas lantai penjualan untuk variabel terkait lahan parkir, arahan luas minimal minimarket 100 meter untuk variabel terkait pengelolaan ruang internal, arahan untuk minimal melayani 2000 penduduk atau 500 KK serta mengadakan kerjasama distribusi barang dengan toko sekitarnya untuk variabel terkait kependudukan, arahan pembatasan jam operasional di jam 06.00-10.00 pagi untuk minimarket yang berjarak 500-1000 meter dari pasar untuk variabel terkait aglomerasi, serta pengecualian arahan untuk minimarket yang terintegrasi bangunan
Prediksi Perkembangan Permukiman Berbasis Cellular Automata dan Perspektif Developer di Sebagian Wilayah Kabupaten Sidoarjo Belia Fransiska; Nursakti Adhi Pratomoatmojo
Jurnal Teknik ITS Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v8i2.46289

Abstract

Sidoarjo sebagai Kabupaten dengan aksesibilitas tinggi dan fasilitas yang lengkap, menjadi sasaran utama warga Surabaya dalam bermukim. Kabupaten Sidoarjo sebelah utara merupakan wilayah yang paling diminati, terutama Kecamatan Waru, Sedati, Buduran, Candi, dan Sidoarjo. Berdasarkan perhitungan GIS, dalam kurun waktu 9 tahun (2009-2018) lahan permukiman di 5 kecamatan tersebut mengalami peningkatan luasan sebesar 35.3% (1692.9 Ha) yang diikuti menurunnya lahan kosong, pertanian, dan tambak. Perkembangan lahan permukiman mengalami pelonjakan sehingga tidak terkontrol, sementara perkembangan lahan permukiman diperkirakan akan terus terjadi. Namun demikian tidak diketahui pola perkembangan lahan permukiman di masa mendatang. Berdasarkan permasalahan tersebut perlu diketahui perkembangan lahan permukiman di masa mendatang. Sehingga tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menentukan prediksi perkembangan permukiman di Kabupaten Sidoarjo berdasarkan perspektif developer sebagai salah satu pihak yang berperan tinggi dalam pengembangan lahan permukiman.  Pada penelitian ini menggunakan metode Delphi untuk mengetahui faktor pengaruh perkembangan lahan permukiman dan AHP untuk pembobotan setiap faktornya. Sedangkan untuk prediksi perkembangan lahan permukiman di masa mendatang digunakan metode cellular automata. Berdasarkan hasil prediksi tren perkembangan lahan permukiman pada tahun 2029 dengan cellular automata mengalami peningkatan sebesar 3762 Ha (78.43%) dengan tingkat akurasi prediksi sebesar 89.31%. kemudian dari hasil analisis overlay peta penggunaan lahan permukiman hasil prediksi tahun 2029 dengan RTRW Kabupaten Sidoarjo 2029, lahan permukiman mengalami potensi deviasi sebesar 7.43% (19922,82 Ha)
Pola Spasial Produksi dan Serapan Emisi CO2 Primer pada Sektor Perumahan di Kecamatan Sukomanunggal Baskara Adiena Hutomo; Cahyono Susetyo
Jurnal Teknik ITS Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (582.127 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v8i2.46419

Abstract

Banyak dari kegiatan rumah tangga yang bisa menghasilkan emisi CO2, ditambah lagi tidak aktifnya beberapa stasiun Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) menjadikan kurangnya data spasial terkait paparan dan serapan emisi karbon (CO2). Oleh karena itu diperlukan mempolakan data spasial terkait produksi dan serapan emisi CO2 yang ada. Penelitian ini bertujuan untuk mencari pola spasial dari produksi dan serapan emisi gas CO2 di sektor perumahan yang terdapat di Kecamatan Sukomanunggal. Tahapan dari penelitian ini terdiri dari (1) Mengidentifikasi variabel-variabel yang mempengaruhi produksi dan serapan emisi CO2 pada suatu unit rumah di lahan permukiman di Kecamatan Sukomanunggal dengan menggunakan metode CFA (Confirmatory Factor Analysis), (2) Mengestimasi jumlah produksi dan serapan emisi CO2 pada sektor perumahan di Kecamatan Sukomanunggal dengan perhitungan Faktor Emisi, (3) Mempolakan secara spasial produksi dan serapan emisi CO2 primer pada sektor perumahan di Kecamatan Sukomanunggal dengan metode Interpolasi. Penelitian ini terletak di Kecamatan Sukomanunggal, pemilihan Kecamatan Sukomanunggal sebagai wilayah studi dikarenakannya dominannya lahan permukiman di Surabaya Barat yang dimana Kecamatan Sukomanunggal merupakan kecamatan di wilayah Surabaya Barat.Dari hasil penelitian ini, diperoleh bahwa produksi emisi CO2 banyak dihasilkan dari Rumah bertipe Mewah. Namun serapan terbesar juga dihasilkan di wilayah perumahan bertipe Mewah. Sehingga produksi Emisi (CO2) dengan serapan yang kecil terjadi pada perumahan bertipe sederhana yang berkarakteristik permukiman padat. Serapan dari Ruang Terbuka Hijau Privat masih memberi kontribusi kecil terhadap serapan Emisi CO2 tersebut.
Peningkatan Kualitas Permukiman Kumuh di Desa Tambak Cemandi, Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo Ririn Putri Kusuma; Dian Rahmawati
Jurnal Teknik ITS Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v8i2.46525

Abstract

Program KOTAKU (Kota Tanpa Kumuh) telah dilaksanakan di berbagai daerah yang diidentifikasi sebagai permukiman kumuh, salah satunya di Desa Tambak Cemandi, Sidoarjo dimana daerah kumuh terdiri dari 9,75 hectar. Area permukiman mengalami penurunan kualitas lingkungan karena kurangnya kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan, sebagian besar masyarakat membuang sampah dan buang air besar di sungai atau tambak, kondisi sungai di penuhi dengan sampah, dan belum menyediakan fasilitas infrastruktur yang memadai. Tujuan penelitian ini adalah merumuskan arahan peningkatan kualitas permukiman kumuh di Desa Tambak Cemandi, Sidoarjo. Tahapan dalam penelitian ini yaitu mengidentifikasi karakteristik permukiman kumuh dan mengidentifikasi faktor yang berpengaruh terhadap peningkatan kualitas permukiman kumuh di wilayah studi menggunakan metode content analysis. Langkah selanjutnya yaitu merumuskan arahan peningkatan kualitas permukiman kumuh di Desa Tambak Cemandi menggunakan metode analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini berupa arahan peningkatan kualitas permukiman berdasarkan hasil karakteristik permukiman kumuh dan faktor berpengaruh terhadap peningkatan kualitas permukiman kumuh di wilayah studi, antara lain kondisi jalan, sanitasi, persampahan, pendapatan penduduk, partisipasi masyarakat dan perilaku masyarakat.
Optimasi Pemanfaatan Lahan Melalui Pendekatan Telapak Ekologis di Kabupaten Sukoharjo Tita Almira Desiana; Eko Budi Santoso
Jurnal Teknik ITS Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v8i2.46842

Abstract

Adanya keragaman fungsi wilayah dan kegiatan yang pesat di tengah tuntutan keseimbangan pasokan dan permintaann sumberdaya membuat Kabupaten Sukoharjo memerlukan optimasi pemanfatan lahan melalui pendekaran telapak ekologis. Analisis ini dilakukan berdasarkn komponen biokapasitas atau ketersediaan lahan produktif, telapak ekologis atau konsumsi pemanfaatan lahan, dan defisit ekologis. Variabel penelitian ini adalah populasi, pertanian, peternakan, perikanan, kehutanan, penyerap karbon, dan terbangun. Tahapan penelitian ini dimulai dari perhitungan biokapasitas (demand), telapak ekologis (supply), keseimbangan defisit ekologis, dan optimasi lahan. Kemudian dilakukan komparasi eksisting lahan 2017, telapak ekologis 2017, rencana pola ruang 2031 (RTRW Sukoharjo 2011-2031), dan telapak ekologis 2031. Hasil penelitian menunjukkan Kabupaten Sukoharjo mengalami surplus pada level 1 dengan defisit ekologis 3.480.947 Gha atau 3.96 Gha/capita. Biokapasitas lahan lebih besar 186% dari 150% telapak ekologisnya. Kondisi biokapasitas wilayah masih bisa memenuhi kebutuhan penduduk dan lahan surplus dapat mensuplai kebutuhan wilayah lain yang mengalami defisit. Pertumbuhan penduduk perlu ditekan hingga 1,01 % agar tetap seimbang dalam mengalokasikan RTRW Kabupaten Sukoharjo hingga tahun 2031
Arahan Pengembangan Kawasan Agropolitan Berdasarkan Komoditas Unggulan Prioritas Tanaman Pangan Kabupaten Bojonegoro Chichik Ilmi Annisa; Eko Budi Santoso
Jurnal Teknik ITS Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (337.464 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v8i2.46914

Abstract

Penerapan Konsep Agropolitan telah mulai dilakukan di Kabupaten Bojonegoro sejak tahun 2008 sebagai Pengembangan Kawasan Agropolitan. Pada masing-masing kecamatan telah memiliki potensi awal komoditas unggulan tanaman pangan untuk dikembangkan namun belum ditentukannya komoditas unggulan prioritas mengakibatkan belum optimalnya hasil pertanian sehingga belum maksimalnya peningkatan ekonomi yang diperoleh masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan arahan pengembangan kawasan Agropolitan berdasarkan komoditas unggulan prioritas tanaman pangan di Kabupaten Bojonegoro. Penelitian ini menggunakan empat teknik analisis, yaitu Location Quotient (LQ), Shift Share Analysis (SSA) dan Tipologi Klassen yang digunakan untuk menentukan komoditas unggulan prioritas tanaman pangan. Selanjutnya Analisis Delphi digunakan untuk menentukan faktor-faktor yang berpengaruh dalam pengembangan kawasan agropolitan, analisis Analytical Hierarchy Process (ANP) untuk mengetahui prioritas arahan pengembangan kawasan agropolitan berdasarkan komoditas unggulan prioritas tanaman pangan. Hasil dari penelitian ini adalah komoditas unggulan prioritas tanaman pangan di Kabupaten Bojonegoro yaitu Padi dan Kedelai. Hasil analisis delphi menghasilkan 18 faktor-faktor yang berpengaruh terhadap pengembangan kawasan agropolitan. Hasil analisis Analytical Network Process untuk mengetahui arahan prioritas pengembangan kawasan agropolitan berdasarkan komoditas unggulan prioritas tanaman pangan padi dan kedelai, dari hasil analisis Analytical Network Process di hasilkan bahwa variabel prioritas pengembangan komoditas tanaman pangan padi adalah variabel Penyediaan air baku (0.237), Sarana industri pengolahan hasil pertanian (0.096), Sarana produksi pertanian (0.095), jalan antar desa-kota (0.085), dan Jembatan (0.0794) dan variabel prioritas pengembangan komoditas tanaman pangan kedelai adalah Sarana Industri Pengolahan Hasil Pertanian (0.237), Sarana Produksi Pertanian (0.096), Penguasaan Teknologi. (0.095), Pasar (0.076), dan Penjemuran hasil pertanian (0.067).
Penentuan Lokasi Sentra Produksi Komoditas Telur Ayam Ras di Kabupaten Blitar Rohmi Nurlaili; Belinda Ulfa Aulia
Jurnal Teknik ITS Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (311.803 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v8i2.46980

Abstract

Kabupaten Blitar merupakan salah satu Kabupaten di Jawa Timur yang dikenal sebagai sentra produksi peternakan . Hal tersebut dapat dilihat dari penyumbang tertinggi PDRB di Kabupaten Blitar adalah subsektor peternakan. Pada subsektor peternakan, produksi komoditas telur ayam ras di Kabupaten Blitar merupakan lebih dari sepertiga produksi telur di Jawa Timur, sehingga komoditas telur ayam ras merupakan komoditas yang cukup potensial untuk dikembangkan di Kabupaten Blitar. Berdasarkan RTRW Kabupaten Blitar Tahun 2011-2031, salah satu strategi pengembangan komoditas unggulan di Kabupaten Blitar adalah dengan mengembangkan sentra produksi peternakan yang dilengkapi dengan sarana dan prasarana penunjang kawasan peternakan berskala besar atau kawasan industri peternakan. Maka dari itu , penelitian ini bertujuan untuk menentukan lokasi sentra produksi peternakan dengan komoditas unggulan telur ayam ras di Kabupaten Blitar sebagai tahap awal dalam pengembangan kawasan peternakan di Kabupaten Blitar. Dalam menentukan lokasi sentra produksi telur ayam ras di Kabupaten Blitar, penelitian ini menggunakan dua tahapan analisis. Tahap pertama, menggunakan analisis SLQ, DLQ serta gabungan dari analisis SLQ dan DLQ untuk mengklasifikasikan komoditas telur ayam ras pada setiap kecamatan di Kabupaten Blitar. Tahap ini menghasilkan 7 (tujuh) kecamatan dengan komoditas unggulan telur ayam ras di Kabupaten Blitar. Tahap kedua menggunakan analisis deskriptif kualitatif dengan mengindentifikasi ketersediaan infrastruktur yang mendukung kawasan sentra produksi komoditas telur ayam ras. Hasil penelitian ini menunjukkan lokasi yang sesuai untuk sentra produksi komoditas telur ayam ras di Kabupaten Blitar

Page 4 of 16 | Total Record : 156