cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik ITS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik ITS merupakan publikasi ilmiah berkala yang diperuntukkan bagi mahasiswa ITS yang hendak mempublikasikan hasil Tugas Akhir-nya dalam bentuk studi literatur, penelitian, dan pengembangan teknologi. Jurnal ini pertama kali terbit pada September 2012, dimana setiap tahunnya diterbitkan 1 buah volume yang mengandung tiga buah issue.
Arjuna Subject : -
Articles 215 Documents
Search results for , issue "Vol 9, No 2 (2020)" : 215 Documents clear
Analisis Kestabilan Transien pada Container Crane dengan Suplai Energi Terbarukan Berbasis Simulasi Syafri Octa Ferdiansyah; Sardono Sarwito
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i2.57096

Abstract

Beberapa pelabuhan di negara ASEAN saat ini mulai menerapkan konsep pelabuhan ramah lingkungan atau sering disebut dengan istilah green port. Pemanfaatan energi terbarukan seperti contohnya energi surya digunakan untuk menyuplai sistem kelistrikan yang ada di pelabuhan, salah satunya sistem kelistrikan container crane. Karena pemanfaatan energi terbarukan sebagai sumber listrik masih minim, sehingga masih belum pasti apakah pemanfaatan energi terbarukan dapat mempengaruhi gangguan stabilitas pada sistem kelistrikan. Selain itu, kondisi di lapangan yang tidak menentu dapat menyebabkan gangguan kestabilan pada sistem kelistrikan. Gangguan ini disebut sebagai gangguan transien. Banyak hal yang dapat mempengaruhi kestabilan transien salah satunya apabila terjadi hubungan arus singkat (short circuit) yang dapat menyebabkan gangguan transien. Menggunakan metode simulasi dengan ETAP, dilakukan analisis kestabilan transien dengan menggunakan 2 sumber listrik yang berbeda yaitu PLN & generator dan photovoltaic (PV). Didapatkan bahwa penggunaan PV sebagai sumber menghasilkan kestabilan pada sistem kelistrikan container crane yang memenuhi standar. Respon tegangan pada setiap skenario menghasilkan hasil yang berbeda-beda. Studi kasus pada simulasi kestabilan transien yaitu dengan memberikan gangguan hubungan singkat di busbar terdekat motor di detik ke-1 hingga detik ke-1.15. Respon tegangan yang dihasilkan pada skenario motor gantry yaitu sebesar 94.5%. Sedangkan respon tegangan yang dihasilkan pada skenario motor boom yaitu sebesar 94.64%. Lalu pada skenario motor trolley respon tegangan yang dihasilkan sebesar 94.48%. Pada skenario motor hoist respon tegangan yang dihasilkan sebesar 94.51%. Adapun respon frekuensi yang dihasilkan oleh simulasi PV sebagai sumber listrik yaitu sebesar 100% pada semua skenario yang dibuat.
Studi Aliran Daya pada Container Crane dengan Suplai Energi Terbarukan Berbasis Simulasi Dodi Fasha; Sardono Sarwito
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i2.57219

Abstract

Pelabuhan petikemas tak lepas dari proses bongkar muat barangnya. Proses tersebut menggunakan alat berat berbahan bakar kurang ramah lingkungan. Saat ini pelabuhan petikemas di dunia tengah menerapkan konsep pelabuhan hijau ramah lingkungan (green port). Pengoperasian segala alat industri maupun produksi diusahakan dapat mengurangi jumlah polusi. Maka muncul konsep bahan bakar yang dapat diperbarui, seperti matahari, angin, dan sumber daya alam lain yang dapat menunjang terciptanya konsep pelabuhan ramah lingkungan. Container crane di pelabuhan menjadi alat berat utama dalam proses bongkar muat. Crane umumnya disuplai listrik dari PLN dan generator diesel, namun pada penelitian ini dicoba dengan suplai sumber daya energi terbarukan, seperti panel surya, dengan memodelkan one-line diagram container crane menuju pemodelan berbasis aplikasi simulasi ETAP. Kondisi panel surya yang berkarakteristik tegangan, frekuensi output yang berbeda dengan energi listrik dari PLN dan generator diesel, perbandingannya dicoba untuk dianalisa. Penelitian kali ini hanya fokus pada aliran daya yang terdapat dalam sistem kelistrikan container crane. Baik itu efisiensi tiap motor, rugi daya, hingga tegangan jatuh yang terjadi. Setelah pemodelan dan simulasi, didapatkan hasil bahwa suplai panel surya (PV) cukup bisa digunakan sebagai sumber daya untuk suplai sistem kelistrikan container crane. Pada suplai PV kali ini menggunakan output tegangan inverter sebesar 0,38 kV. Simulasi suplai PV menghasilkan efisiensi daya yang lebih rendah dari suplai PLN dan generator, serta tegangan jatuh yang lebih tinggi dari suplai PLN dan generator. Namun, pada tiap skenario suplai PV, efisiensi daya dan tegangan jatuhnya masih dalam batas standar IEC dan IEEE. Contohnya saat skenario motor gantry, efisiensi daya sebesar 94,44%, dan tegangan jatuh 0,274%. Lalu pada skenario motor boom, efisiensi daya 94,43% dan tegangan jatuh 0,457%. Pada skenario motor trolley, efisiensi daya 94,44% dan tegangan jatuh 0,374%. Pada skenario motor hoist, efisiensi daya 94,76% dan tegangan jatuh 0,269%.
Desain Amphibious High Speed Ambulance Craft (HSAC) sebagai Penunjang Fasilitas Kesehatan di Kepulauan Raja Ampat Fathaluddin Kalbuadi; Hesty Anita Kurniawati
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i2.57254

Abstract

Kepulauan Raja Ampat merupakan salah satu kabupaten yang terletak di provinsi Papua Barat. Secara geografis, Kepulauan Raja Ampat terdiri dari berbagai pulau-pulau, dan juga sebagai salah satu destinasi wisata di indonesia, namun infrastruktur dan transportasi sangat minim. Di Kepulauan Raja Ampat hanya memiliki 1 Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) yang terletak di ibu kota kabupaten yaitu Waisai. Minimnya fasilitas kesehatan yang tidak merata di pulau-pulau pada Kepulauan Raja Ampat serta fasilitas dermaga untuk sandar kapal yang juga masih jauh dari kata layak. Sehingga untuk menunjang fasilitas kesehatan di Kepulauan Raja Ampat dibutuhkan kapal water ambulance sebagai alat transportasi khusus. Dengan konsep amphibious high speed craft yang dirasa mampu untuk membantu sarana dan prasarana kesehatan di Kepulauan Raja Ampat. Di mana pada desain water ambulance ini penentuan payload kapal berdasarkan ukuran medical compartment dari kapal referensi, kemudian didapatkan payload berupa luasan yang digunakan untuk menentukan ukuran utama kapal. Setelah itu dilakukan perhitungan teknis yang meliputi hambatan, daya mesin, berat, freeboard, stabilitas, dan Trim. Dari hasil analisa tersebut, didapatkan ukuran utama akhir kapal: LPP: 9 m; B: 2.8 m; H: 1.45 m; T: 0.6 m; dengan kecepatan 28 knot. Menggunakan waterjet dan 1 generator. Untuk estimasi biaya pembangunan kapal sebesar Rp1,856,056,052.23-.
Perencanaan Pengelolaan Limbah Padat di Terminal Jamrud Surabaya Daniel Imanuel Tangkau; Raja Oloan Saut Gurning
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i2.57356

Abstract

Penelitian ini mengambil Terminal Jamrud, salah satu dari tiga terminal yang dimiliki Pelabuhan Tanjung Perak di Surabaya di Provinsi Jawa Timur sebagai studi kasus. Pilihan ini diambil dengan mempertimbangkan aktivitas terminal ini yang dermaga-dermaganya beroperasi terus-menerus tiada henti sehingga dapat dipastikan bahwa terminal ini sangat berkontribusi berkontribusi terhadap pencemaran lingkungan baik di wilayah perairan maupun daratannya. Analisa dilakukan terhadap kebijakan otoritas pelabuhan dan dampak dari kebijakan tersebut, termasuk teknologi yang digunakan, terhadap pengelolaan limbah padat di terminal tersebut, baik dari aktivitas kapal yang bersandar maupun kegiatan-kegiatan yang terjadi di lingkungan pelabuhan. Dari penelitian ini, dalam satu minggu saja, didapati bahwa Terminal Jamrud menghasilkan paling tidak 46,69 ton limbah padat dari kapal dan 237,74 ton dari kawasan pelabuhan. Bagaimana sebaiknya limbah padat yang dihasilkan tersebut dikelola dipresentasikan dalam makalah ini, berikut biaya yang harus dikeluarkan. Dengan pula melihat studi kasus di negara-negara lain, sejumlah simulasi dan analisa dilakukan terhadap empat jenis fasilitas pengelolaan limbah padat yang kelak dapat dipertimbangkan untuk ditempatkan di Terminal Jamrud. Kerugian dan keuntungan penggunaan masing-masing fasilitas tersebut dihitung, termasuk dalam hal efisiensi energi dan manfaat yang dihasilkan dari pengolahan limbah menggunakan fasilitas-fasilitas tersebut. Dari hasil analisa tersebut, didapati kemudian bahwa fasilitas pengomposan dan fasilitas pemisahan material spesifik dapat dipertimbangkan penggunaannya karena yang paling menguntungkan dari segi biaya yang dikeluarkan, efisiensi energi dan manfaat yang diperoleh kelak.
Uji Rancang Bangun Fish Attractor untuk Meningkatkan Selektivitas Hasil Tangkapan pada Kapal Purse Seine Sidratul Nugraha; Eddy Setyo Koenhardono
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i2.57559

Abstract

Indonesia merupakan negara dengan potensi di bidang perikanan yang sangat melimpah. Dengan jumlah ikan yang melimpah tersebut, tentunya metode penangkapan ikan telah banyak dikembangkan, seperti memburu atau mengikuti pergerakan ikan dan ada metode yang hanya berdiam di satu titik, menunggu kumpulan ikan mendekat ke titik kumpul. Alat pemanggil ikan yang hanya berdiam di satu titik dapat menggunakan frekuensi suara. Dengan menggunakan frekuensi suara, maka ikan akan berkumpul pada sumber bunyi yang dihasilkan dari alat pemanggil ikan, Fish Attractor. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan frekuensi gelombang suara pada jenis ikan. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah dengan membuat alat yang dapat menghasilkan gelombang suara dengan frekuensi yang dapat diatur, selanjutnya akan dilakukan pengujian alat di tambak ikan. Berdasarkan hasil perancangan, alat pemanggil ikan dilengkapi dengan Arduino Uno, LCD, Potensiometer, Speaker, Power Amplifier dan Signal Module. Pada alat Fish Attractor ini frekuensi dapat diatur dari 0 Hz – 17.000 Hz. Dengan frekuensi suara yang dapat diatur tersebut, diharapakan dapat menarik perhatian ikan untuk mendekat ke sumber frekuensi suara dari alat pemanggil ikan.
Perbandingan Respon Dinamis Terhadap Variasi Rasio Kerusakan Debonding Material Sandwich pada Rampdoor Kapal Penumpang Muhamad Fathi Ilham; Achmad Zubaydi; Tuswan Tuswan; Abdi Ismail; Rizky Chandra Ariesta
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i2.57514

Abstract

Saat ini, penggunaan material sandwich pada konstruksi kapal sudah mulai digunakan. Karakter material sandwich yang ringan, dapat mengurangi berat konstruksi. Khususnya pada penggunaan rampdoor. Namun untuk saat ini penggunaan material sandwich pada konstruksi kapal masih perlu dikembangkan terutama pada identifikasi adanya kerusakan debonding. Kerusakan debonding dapat menyebabkan kegagalan struktur dibawah tegangan desain yang telah direncanakan. Dalam tugas akhir ini, akan dianalisa karakteristik respon dinamis konstruksi sandwich pada rampdoor kapal penumpang yang dipelajari dengan menggunakan perangkat lunak elemen hingga. Efek dari adanya kerusakan debonding pada rampdoor kapal penumpang dinilai dengan membandingkan perubahan natural frequency dari konstruksi yang utuh dengan konstruksi yang mengalami kerusakan berupa debonding. Penulis akan menganalisa pengaruh dari variasi rasio kerusakan debonding sebesar 2,5%, 5%, dan 7,5% yang terjadi pada konstruksi sandwich. Pemodelan dilakukan dengan dua kondisi yang berbeda yaitu pemodelan dengan pengaplikasian spring element dan tanpa pengaplikasian spring element pada permukaan terjadinya kerusakan debonding. Hal ini bertujuan untuk menyelidiki pengaruh dari teknik pemodelan untuk memverifikasi keakuratan model dengan konstruksi sebenarnya. Dari hasil yang didapatkan menunjukkan bahwa kerusakan debonding menyebabkan penurunan natural frekuensi diakibatkan karena berkurangnya kekakuan model. Penurunan nilai natural frekuensi sangat signifikan pada mode tinggi, namun tidak signifikan pada mode rendah. Semakin besar rasio kerusakan debonding menyebabkan terjadinya penurunan natural frekuensi yang besar. Pemodelan debonding tanpa pengaplikasian spring element menghasilkan penurunan nilai natural frekuensi yang signifikan bahkan pada mode rendah.
Desain Kapal Ternak 2-in-1 Pengangkut Sapi dan Kambing untuk Memenuhi Kebutuhan Ibu Kota Baru, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur Febby Ahmad Iman Kurnia; Hasanudin Hasanudin
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i2.57522

Abstract

Provinsi Kalimantan Timur memiliki tingkat konsumsi daging sapi dan kambing yang tinggi. Produksinya juga tidak dapat memenuhi kebutuhan yang tinggi tersebut. Ditambah lagi, pada tahun 2024, Ibu kota Indonesia akan dipindah ke Provinsi Kalimantan Timur tepatnya Kabupaten Kutai Kartanegara dan Kabupaten Penajem Paser Utara. Kekurangan pasokan tersebut dapat dipenuhi dengan melakukan pengiriman sapi dan kambing dari luar Provinsi tepatnya Provinsi Sulawesi Selatan. Pada Tugas Akhir ini dilakukan desain Livestock Carrier untuk mengangkut Sapi dan Kambing dengan payload yang didapat dari total kekurangan sapi dan kambing yang harus terpenuhi. Payload didapatkan dari perhitungan demand Provinsi Kalimantan Timur dan kemampuan supply Provinsi Sulawesi Selatan. Kemudian mencari ukuran utama dengan menggunakan metode geosim. Kapal pembanding yang digunakan memiliki kapasitas angkut sebesar 2000 ekor sapi sehingga kapasitasnya tidak jauh berbeda dengan kapal ternak yang akan didesain. Rute pelayaran-nya adalah dari Pelabuhan Makassar Sulawesi Selatan menuju Pelabuhan Samarinda Kalimantan Timur. Selanjutnya, menghitung analisa teknis berupa hambatan, kapasitas mesin, berat dan titik berat total, trim, freeboard dan stabilitas. Tahap selanjutnya adalah mengambar linesplan, general arrangement dan 3D kapal. Tahap terakhir adalah analisa ekonomis. Didapatkan ukuran utama kapal adalah Lpp : 70.00 m, Lwl : 72.80 m, Lebar : 12.00 m, tinggi : 7.20 m, sarat : 4.20 m, displasemen : 2715.95 ton, hambatan total : 64.89 kN dan kapasitas mesin : 1177 kW. Perhitungan trim, freeboard dan stabilitas telah memenuhi persyaratan. Biaya pembangunan membutuhkan anggaran dana sebesar Rp 75,487,402,926. Biaya operasional sebesar Rp 57,780,640,802. Pendapatan pertahun adalah Rp 95,914,700,000 dengan payback 13 tahun, 3 bulan dan 23 hari.
Identifikasi Kerusakan Berbasis Getaran Plat Sandwich pada Konstruksi Lambung Kapal Mohd Zircham Al Syachri; Achmad Zubaydi; Abdi Ismail; Rizky Chandra Ariesta; Tuswan Tuswan
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i2.57558

Abstract

Teknologi pada konstruksi bangunan kapal semakin berkembang. Salah satunya penggunaan plat sandwich pada bangunan kapal. Plat sandwich merupakan pengembangan material untuk menggantikan plat baja konvensional yang dapat digunakan untuk struktur bangunan kapal. Kelebihan dari plat sandwich sendiri meningkatkan kekakuan daripada plat baja konvensional, serta mengurangi berat dari struktur bangunan kapal agar dapat menambah kapasitas muatan. Pada penelitian ini dilakukan identifikasi kerusakan berbasis getaran di bagian lambung kapal. Identifikasi ini dilakukan dengan metode elemen hingga (MEH). Peninjauan dilakukan berfokus pada besar ukuran kerusakan, lokasi kerusakan dan kondisi batas pada core material yang mempengaruhi frekuensi alami pada strukturnya. Plat sandwich yang digunakan pada penelitian ini memiliki face plate baja dengan core material dari bahan Polyurethane (PU) elastomer yang telah diuji pada penelitian sebelumnya untuk memenuhi standar klasifikasi yang berlaku. Berdasarkan hasil analisis pada penelitian ini, diketahui nilai frekuensi natural menurun setiap pertambahan besar volume kerusakan buatan. Pengaruh dari perbedaan lokasi kerusakan pada setiap jarak yang menjauhi tumpuan jepit (clamped) nilai frekuensi natural semakin menurun. Identifikasi kerusakan dapat diprediksi dengan parameter frekuensi natural dimana kita dapat mengetahui seberapa besar kerusakan dan dimana lokasi kerusakan yang terjadi pada plat sandwich.
Perencanaan Shore Protection dan Tipikal Pondasi pada Area Perluasan di Proyek Pembangunan PLTMG 50 MW PT. Perusahaan Listrik Negara, Sorong Candra Okto Rian Dwi Putra; Herman Wahyudi; Musta'in Arif
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i2.52367

Abstract

Salah satu pengembangan yang dilakukan oleh PT. Perusahaan Listrik Negara (PLN) di Sorong adalah perluasan lahan PLTMG (Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas) sebagai usaha peningkatan kapasitas listrik menjadi 50 MW. Perluasan lahan ini direncanakan seluas 4,6945 hm2 dan direncanakan untuk pembangunan sebuah tangki tegak berisi light fuel oil (LFO) sebagai Sumber energi pembangkit listrik. Disamping itu, terdapat beberapa kondisi yang dapat menghambat perencanaan perluasan lahan seperti lapisan tanah eksisting didominasi oleh lanau kelempungan, daya dukung tanah di area perluasan cenderung rendah hingga kedalaman kritis 16 meter (NSPT < 15), dan lokasi area pematangan lahan berada di pesisir pantai. Dengan adanya kondisi- kondisi tersebut maka pada tugas akhir ini dilakukan perencanaan shore protection dengan perbaikan tanah dan pondasi tipikal yang sesuai dengan beban tangki timbun. Metode perbaikan tanah yang direncanakan adalah metode preloading kombinasi PVD dengan pola segitiga dan segiempat; jarak antar PVD 0,8 m; dan panjang PVD hingga kedalaman lapisan comppressible. Berdasarkan hasil perhitungan peningkatan daya dukung tanah dan analisa stabilitas lereng shore protection dengan program bantu didapatkan SF > 1,5 sehingga aman terhadap gelincir atau longsor. Dilain hal, dari hasil perhitungan penurunan pondasi dangkal tangki timbun tidak direkomendasikan karena penurunan tangki sebesar 1,212 m melebihi batas izin maksimum tangki timbun oil and gas oleh API 653 yakni sebesar 2 inchi atau 50,8 mm. Oleh sebab itu maka diputuskan perencanaan pondasi dalam spunpile produk WIKA dengan kedalaman hingga 24 m tanpa perbaikan tanah di area pembangunan tangki timbun.
Prioritas Variabel Pengembangan Industri Pengolahan Perikanan Tangkap Skala Rumah Tangga di Kabupaten Tapanuli Tengah Andreas Wiratmo Situmeang; Arwi Yudhi Koswara
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i2.52556

Abstract

Kabupaten Tapanuli Tengah merupakan salah satu kabupaten dengan produksi ikan tangkap terbesar di Sumatera Utara dengan jumlah 38.348 ton tahun 2018 yang berpotensi diolah dalam industri pengolahan ikan. Industri pengolahan ikan dominan merupakan pengeringan ikan dan pengasinan ikan di Desa Hajoran, Hajoran Indah, dan Muara Nibung yang termasuk dalam skala usaha industri rumah tangga. Ketiga desa mempunyai potensi berupa keuntungan mendapatkan bahan baku, keuntungan aglomerasi dan permintaan pasar tinggi namun terdapat masalah yaitu aktivitas kapal pukat trawl, sulitnya permodalan, kurangnya diversifikasi produk, alat pengolahan tradisional dan masalah sarana prasarana industri. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan prioritas variabel yang berpengaruh dalam industri pengolahan perikanan tangkap skala rumah tangga di Kabupaten Tapanuli Tengah. Dalam mencapai tujuan tersebut, dilakukan beberapa tahapan analisis yaitu identifikasi variabel yang berpengaruh, dilanjutkan penentuan variabel prioritas. Penentuan variabel berpengaruh dilakukan dengan metode analisa delphi dilanjutkan dengan penentuan priortias variabel dengan menggunakan metode analisa AHP. Responden dalam analisa AHP yaitu Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah Kabupaten Tapanuli Tengah,Dinas Kelautan dan Perikanan Tapanuli Tengah, Dinas Perdagangan dan Industri Kabupaten Tapanuli Tengah, Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Tapanuli Tengah, Kantor Kecamatan Pandan, Pengolah Ikan, Kelompok Pengolah Ikan. Berdasarkan analisa AHP, urutan prioritas variabel yang berpengaruh dalam pengembangan industri pengolahan ikan skala rumah tangga di Kabupaten Tapanuli Tengah adalah modal, kualitas tenaga kerja, kontinuitas bahan baku, permintaan pasar, strategi pemasaran, kuantitas bahan baku, wilayah pemasaran, teknologi industri, kelembagaan masyarakat, sarana produksi, cold storage, listrik, air bersih, dan jalan.

Page 10 of 22 | Total Record : 215