cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik ITS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik ITS merupakan publikasi ilmiah berkala yang diperuntukkan bagi mahasiswa ITS yang hendak mempublikasikan hasil Tugas Akhir-nya dalam bentuk studi literatur, penelitian, dan pengembangan teknologi. Jurnal ini pertama kali terbit pada September 2012, dimana setiap tahunnya diterbitkan 1 buah volume yang mengandung tiga buah issue.
Arjuna Subject : -
Articles 215 Documents
Search results for , issue "Vol 9, No 2 (2020)" : 215 Documents clear
Desain Modifikasi Perancangan Struktur Gedung The Alton Apartment Semarang Menggunakan Metode Pracetak Muhammad Aziz Mubarok; Bambang Piscesa; Faimun Faimun
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i2.58094

Abstract

Gedung The Alton Apartment Semarang merupakan bangunan tipe hunian yang memiliki 30 lantai dan 2 basement, dengan ketinggian bangunan 96 meter, menggunakan metode cor ditempat. Sehingga memerlukan waktu pelaksanaan relatif lama, juga hasil yang kurang presisi. Dalam perkembangan teknologi, menuntut adanya efisiensi dari segi kecepatan, mutu dan biaya. Salah satu alternatif menggunakan metode pracetak. Beton pracetak memiliki beberapa keunggulan. Antara lain, kemudahan dalam pengerjaan, kecepatan dalam pelaksanaan, dan kontrol kualitas yang baik. Sehingga dalam tugas akhir ini, dilakukan modifikasi gedung The Alton Apartment Semarang menjadi 20 lantai dan 1 basement menggunakan metode beton pracetak yang diterapkan pada balok, plat, dan kolom. Metode pracetak memiliki perhatian khusus pada sambungan, karena sambungan pada beton pracetak tidak semonolit beton cast in situ. Dalam Tugas Akhir ini, perencanaan struktur gedung The Alton Apartment Semarang mengacu pada peraturan SNI 2847:2019, PCI Handbook 6th Edition dan SNI 1726:2019. Untuk menyambung setiap tulanganya, menggunakan reinforcement splice technology berupa spiral confined yang terbuat dari tulangan polos, yang telah dikembangkan di Indonesia sejak tahun 2014. Gedung The Alton Apartment berlokasi di kabupaten Semarang, memiliki Kategori Desain Seismik (KDS) D, direncanakan menggunakan sistem rangka pemikul momen khusus serta dinding struktural.
Modifikasi Perencanaan Jembatan Cincin Lama Widang Menggunakan Sistem Extradosed Muhammad Anhar Prakoso; Hidajat Sugihardjo; Data Iranata
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i2.58382

Abstract

Jembatan Cincin lama merupakan jembatan penghubung antara kecamatan babat lamongan, dan kecamatan widang. Struktur utama jembatan merupakan rangka batang yang memiliki profil WF dengan bentang 260 m. Sistem Jembatan rangka batang umumnya diperuntuhkan untuk jembatan dengan bentang 60 -100 m. Hal ini tidak sesuai pada jembatan cincin lama yang menggunakan struktur rangka batang dengan bentang 260 m. Oleh karena itu dilakukan modifikasi pada Jembatan Cincin Lama menggunakan sistem exstradosed. Jembatan extradose merupakan modifikasi jembatan bentang panjang yang didapatkan dari kombinasi antara jembatan girder dan jembatan cable stay. Jembatan extradose memiliki tinggi tower yang lebih pendek serta sudut kabel antara pylon dan gelagar relatif lebih landai dibandingkan dengan jembatan cable stay pada umumnya. Perencanaan modifikasi ini mengacu pada SNI 1725-2016, SNI 2833-2016, dan Peraturan Kementrian PU mengenai Pedoman Perencanaan Teknis Jembatan Beruji Kabel 2015. Dari hasil perencanaan digunakan lantai kendaraan berupa tapered box gider dengan lebar 16 m dan ketinggian 3 m hingga 4,5 m, dengan tinggi tower setinggi 14 m dari lantai kendaraan. Kabel jembatan menggunakan VSL dengan unit 6-127-115, 6-109-107, 6-85-84, 6-55-52, 6-19-16, 6-61-59, 6-73-64, 6-85-81, 6-109-103, 6-127-114.
Desain Modifikasi Struktur Tower Caspian Apartemen Grand Sungkono Lagoon Menggunakan Sistem Balok Prategang dan Sistem Ganda Nyoman Adisurya Wijaya; Faimun Faimun; I Gusti Putu Raka
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i2.58417

Abstract

Gedung Tower Caspian terdiri atas 50 lantai dan 3 basement yang pada kondisi sebenarnya dibangun menggunakan metode beton bertulang konvensional pada keseluruhan lantainya. Pada tugas akhir ini struktur Tower Caspian akan dimodifikasi ulang menjadi 20 lantai dengan 1 basement yang dirancang dengan menggunakan beton bertulang pada keseluruhan lantai dan direncananakan menggunakan atap datar dengan dak beton yang akan difungsikan sebagai roof garden dan aktivitas semi outdoor yang tumpu menggunakan balok prategang pada lantai 19 yang akan di desain menjadi ballroom tanpa ada struktur kolom di tengah ruangan sehingga ballroom menjadi lebih luas dan nyaman. Karena jika menggunakan balok beton bertulang yang akan menghasilkan dimensi yang lebih besar. Perencanaan Tower Caspian ini menggunakan sistem ganda. Sistem ganda adalah salah satu sistem struktur yang beban gravitasinya dipikul bersama oleh rangka utama sedangkan beban lateralnya dipikul bersama oleh rangka utama dan dinding struktur. Rangka utama dan dinding struktur didesain sebagai Struktur Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK) dan Dinding Geser. Dari hasil Analisa yang telah dilakukan didapatkan kesimpulan bahwa balok prategang pada atap arah memanjang dan melintang memiliki dimensi sebesar 500 x 1100 mm dan gaya prategang sebesae 3000 kN. Kehilangan gaya prategang yang di alami oleh balok sebesar 18.7% dan tebal dinding geser sebesar 40 cm. Pondasi menggunakan tiang pancang diameter 60 cm dengan kedalaman 40 meter.
Pemanfaatan Data Citra Satelit Multi Temporal untuk Identifikasi Potensi Tanah Longsor di Lereng Gunung Bromo Kabupaten Pasuruan Rizqi Malik Akbar; Akbar Kurniawan
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i2.58834

Abstract

Tanah longsor merupakan sebuah bencana alam sering terjadi Indonesia. Tanah longsor disebabkan oleh gerakan massa tanah atau batuan, ataupun percampuran keduanya, menuruni atau keluar lereng akibat dari terganggunya kestabilan tanah atau batuan penyusun lereng tersebut. Becana tanah longsor. Bencana tanah longsor juga telah banyak merenggut korban jiwa yang dikarenakan lokasi tanah longsor yang biasanya tidak jauh dai pemukiman masyarakat. Minimnya informasi akan potensi bahaya tanah longsor juga menjadi penyebab masih banyaknya korban jiwa yang disebakan oleh tanah longsor. Maka dari itu diperlukannya pemetaan wilayah yang berpotensi tanah longsor untuk mengurangi resiko bencana yang ditimbulkan oleh tanah longsor. Pada penelitian ini, penulis menawarkan pemetaan potensi bencana tanah longsor di lereng gunung bromo Kabupaten Pasuruan dengan memaanfaatkan teknologi penginderaan jauh dan sistem informasi geografis. Peta potensi tanah longsor diperoleh diperoleh dari pengolahan peta jenis tanah, peta kelerengan, peta curah hujan, peta indeks vegetasi yang merupakan parameter dari peta potensi tanah longsor. Parameter peta potensi tanah longsor diolah dan dianalisis menggunakan ilmu sistem informasi geografis. Metode yang digunakan adalah metode pembobotan dengan menggunakan 4 data parameter yang akan diklasifiksikan 5 kelas interval. Pada penelitian ini menggunakan 3 periode waktu berbeda, yaitu tahun 2002, 2013, dan 2018 untuk mengindetikasi perubahan luasan potensi tanah longsor antar periodenya. Peta potensi tanah longsor nantinya akan diklasifiasikan kedalam 3 kelas interval yang diantaranya rendah, sedang, tinggi. Data yang digunakan dalam penelitian ini diperoleh dari pemanfaatan ilmu penginderaan jauh dan instansi pemerintah. Pemanfaatan ilmu penginderaan jauh digunakan untuk mengolah peta indeks vegetasi yang berasal dari data citra satelit landsat 7 dan 8. Sedangkan, peta curah hujan, kelerengan, jenis tanah berasal dari data yang diperoleh dari instansi pemerintah.
Rekomendasi Solusi untuk Mengatasi Kelongsoran pada Lereng Jalan Akses PLTA Musi (KM 5 dan KM 8) dengan Pendekatan Cracked Soil Brena Audra Clarina Tarigan; Indrasurya Budisatria Mochtar; Musta'in Arif
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i2.58746

Abstract

PLTA Musi Bengkulu merupakan pembangkit listrik tenaga air terbesar di Sumatera. Namun, lereng tepi jalan akses menuju lokasi tersebut mengalami kelongsoran ketika hujan yang sangat lebat melanda Kota Bengkulu pada tahun 2017, sedangkan jalan ini berperan penting untuk menunjang aspek transportasi dan ekonomi masyarakat Bengkulu. Dari permasalahan tersebut, maka diperlukan perencanaan perkuatan lereng untuk mencegah terjadinya kelongsoran di masa yang akan datang. Dalam Tugas Akhir ini, beberapa alternatif perkuatan lereng yang ditawarkan, antara lain seperti subdrain dan soil reinforcement (geotextile), bored pile, serta ground anchor. Perencanaan ini akan dilakukan pada dua lokasi, yaitu KM 5 dan KM 8, yang dapat dianggap sebagai acuan dalam penyelesaian kelongsoran di lokasi lainnya. Perencanaan untuk perbaikan lereng jalan yang longsor dilakukan berdasarkan pendekatan cracked soil, dimana tanah diasumsikan bersifat behaving like sand. Dari beberapa alternatif perkuatan yang ada, maka rekomendasi solusi untuk mengatasi kelongsoran pada lokasi KM 5 adalah pemasangan subdrain dan geotextile praktis sebayak 21 lapis dengan panjang masing-masing 2 meter. Hasil perencanaan ini membutuhkan biaya Rp 1.380.592.037. Sedangkan untuk lereng KM 8 digunakan ground anchor sebanyak 2 buah dengan kapasitas sebesar 256,67 kN. Biaya yang diperlukan adalah Rp 39.577.185.
Analisa Pengaruh Variasi Pre-Weld Heat Treatment dan Aging Post Weld Heat Treatment pada Sambungan Las Alumunium 6061 terhadap Kekuatan Tarik dan Struktur Makro Tin Rachmatullah; Herman Pratikno; Hasan Ikhwani
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i2.53199

Abstract

Alumunium 6061 merupakan alumunium dengan komposisi paduan Al-Mg-Si sebagai paduan utama yang sering digunakan untuk material struktur lepas pantai dikarenakan kekuatan yang tinggi, ductility baik dan ketahanan korosi yang baik juga sifat mekanisnya ditingkatkan dengan cara heat treatment. Tujuan dari paper ini adalah untuk menunjukkan bagaimana pengaruh variasi perlakuan heat treatment berupa preheating dan aging post weld heat treatment pada sambungan las alumunium 6061 dengan proses GTAW terhadap kekuatan tarik dan struktur mikro dengan elektroda ER 5356. Adapun variasi suhu preheat adalah 80℃, 100℃, dan 120℃ dan variasi suhu aging post weld heat treatment 180℃ dan 260℃. Hasil penelitian didapatkan spesimen dengan perlakuan preheat 120℃ dan aging post weld heat treatment 260℃ memiliki ultimate strength terbesar yaitu 246,74 MPa dan yield strength sebesar 125,21 MPa. Serta HAZ terpanjang dimiliki spesimen perlakuan preheat 120℃ dan aging PWHT 260℃ dengan lebar HAZ sepanjang 3,5 mm.
Analisa Hambatan dan Efek Diving pada Kapal Monohull Pelat Datar dan Kapal Konvensional (Streamline) Fitricia Putri Rizki Ricinsi; Tony Bambang Musriyadi; Achmad Baidowi
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i2.53616

Abstract

Penelitian, pengembangan, dan inovasi banyak dilakukan dalam bidang perkapalan. Salah satu inovasi tersebut adalah kapal dengan pelat datar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana perbandingan hambatan pada kapal pelat datar dan kapal streamline, serta mengetahui ada tidaknya diving atau trim by bow pada kapal pelat datar maupun kapal streamline. Penelitian ini dilakukan menggunakan penyelesaian Computational Fluid Dynamic atau CFD dengan software C-Wizard Numeca Fine Marine pada masing-masing kapal dengan rentang kecepatan 5 knot – 10 knot. Hasil yang diperoleh dari simulasi menggunakan C-Wizard pada Numeca Fine Marine adalah hambatan kapal pelat datar lebih tinggi dibandingkan dengan kapal streamline, dengan angka 11.618 kN pada kecepatan 5 knot dan 54.529 untuk kecepatan 10 knot. Sedangkan pada kapal streamline dengan displasemen yang sama didapatkan angka 9.299 kN pada kecepatan 5 knot dan 49.956 kN pada kecepatan 10 knot dan pada kapal streamline dengan WSA sama didapatkan nilai 9.39 kN pada kecepatan 5 knot dan 49.788 kN pada kecepatan 10 knot. Selanjutnya, efek diving menunjukan hasil bahwa kapal pelat datar mengalami diving pada bagian haluan dengan angka 0.228 deg untuk kecepatan 5 knot dan 1.13 deg untuk kecepatan 10 knot. Sedangkan untuk kapal streamline mengalami trim by stern dengan angka -0.08 deg untuk kecepatan 5 knot dan -0.41 deg untuk kecepatan 10 knot.
Analisis Persebaran Tumpahan Minyak di Perairan Pantura Jawa Menggunakan Satelit Sentinel-1A Metode Adaptive Threshols Niken rahayuningtyas; Lalu Muhamad Jaelani
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i2.53932

Abstract

Sebagai salah satu dengan arus transportasi pelayaran dan pengeboran sumur minyak dan gas yang ramai, Perairan Pantura Jawa sangat rentan terhadap peristiwa pencemaran laut akibat dari peristiwa tumpahan minyak. Karena itu diperlukan sebuah metode yang dapat mendeteksi persebaran tumpahan minyak dengan cepat guna meminimalisir dampak negatif terhadap lingkungan. Penginderaan jauh aktif sangat berguna dalam deteksi cepat ini karena memiliki kemampuan untuk melakukan akuisisi data secara independen dari kondisi cuaca dan kemampuan akuisisi pada siang maupun malam hari. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis deteksi dan monitoring persebaran tumpahan minyak menggunakan citra satelit Sentinel-1A dengan menerapkan tools oil spill detection pada software SNAP yang mengidentifikasi area hitam menggunakan nilai ambang batas threshold. Diperlukan data tambahan berupa arah dan kecepatan angin yang didapatkan dari metode Wind Field Estimation untuk membedakan area tumpahan minyak. Luas tumpahan minyak di perairan Pantura Jawa pada Bulan Juli, Agustus dan September 2019 sebesar 18,79 km², 15,08 km², dan 19,6804 km², sementara pada Bulan Januari 2020 sebesar 8,62 km².
Desain Kapal Pengangkut dan Pengolah Sampah Plastik untuk Kepulauan Seribu Veronika Pathyastri Swastitanaya; Hesty Anita Kurniawati
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i2.54191

Abstract

Kepulauan Seribu merupakan pulau terluar dari DKI Jakarta yang memiliki masalah serius terkait penumpukan sampah, terutama sampah plastik, di Tempat Pembuangan Sampah Sementara (TPSS) pada 11 pulau berpenduduk. Penumpukan sampah plastik tersebut disebabkan oleh fasilitas kapal pengangkut sampah yang kurang memadai. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mendesain kapal yang digunakan untuk mengangkut dan mengolah sampah plastik sesuai dengan kondisi perairan Kepulauan Seribu. Kapal ini akan mengangkut dan mengolah sampah yang menumpuk di Pulau Untung Jawa, Pulau Lancang, dan Pulau Pari. Pada proses pengolahan sampah terdapat tahap pengeringan sampah plastik dan pengolahan sampah plastik menjadi crude oil. Proses desain kapal dimulai dengan menentukan payload dan menentukan luasan yang dibutuhkan dalam kapal. Dari kebutuhan luasan tersebut, dibuat layout awal kapal, sehingga didapatkan ukuran utama awal. Hasil perhitungan teknis diperoleh ukuran utama Kapal Pengangkut dan Pengolah Sampah Plastik sebesar Lpp = 40 m, B = 8 m, T = 2.1 m, H = 5 m, CB = 0.469, Vs = 7 knots. Selanjutnya dari ukuran utama yang diperoleh dibuat Linesplan, General Arrangement, dan Model 3D Kapal. Selain itu, dilakukan juga analisis biaya pembangunan kapal dengan hasil sebesar Rp4.030.557.090,00.
Desain Sistem Pompa Untuk Mengurangi Sedimentasi Pada Terminal Domestik PT TPS Ammara Tandhiarchita; Haryo Dwito Armono; Kriyo Sambodho
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i2.54194

Abstract

Padatnya lalu lintas kapal dan layout dermaga yang tegak lurus terhadap arah datang arus dianggap kurang menguntungkan bagi dermaga aktif seperti dermaga domestik PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) karena sedimen selalu tertinggal area tersebut. Sedimentasi yang cukup tinggi yaitu 100.217,08 m3/tahun menyebabkan terganggunya kapal yang akan berlabuh di dermaga domestik PT TPS. Sistem pompa menggunakan tipe submersible slurry pump dengan menerapkan konsep sand bypassing mobile system dirancang untuk mengurangi sedimentasi pada terminal domestik PT TPS. Pembuangan sedimen menggunakan floating pipe dengan lokasi dumping terletak di darat. Dari ke-enam pilihan sistem pompa, didapatkan sistem yang paling efektif sesuai aspek teknis dan biaya adalah slurry pump 4 (DPF-75BH) dengan kapasitas 192 m3/jam. Sistem ini dapat menyelesaikan pengerukan selama 10 minggu sesuai opsi desain keruk 1 yaitu kedalaman -5 meter pada kade 45-120 meter, kedalaman -6 meter pada kade 120-250 meter, kedalaman –8 meter pada kade 250-450 meter, dengan slope 1:10. Biaya untuk pengerukan ini sebesar Rp. 5.381.240.235,00.

Page 8 of 22 | Total Record : 215