cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik ITS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik ITS merupakan publikasi ilmiah berkala yang diperuntukkan bagi mahasiswa ITS yang hendak mempublikasikan hasil Tugas Akhir-nya dalam bentuk studi literatur, penelitian, dan pengembangan teknologi. Jurnal ini pertama kali terbit pada September 2012, dimana setiap tahunnya diterbitkan 1 buah volume yang mengandung tiga buah issue.
Arjuna Subject : -
Articles 215 Documents
Search results for , issue "Vol 9, No 2 (2020)" : 215 Documents clear
Identifikasi Kerusakan Ramp Door Berbahan Sandwich Panel Pada Kapal Ro-Ro Fikri Indra Mualim; Achmad Zubaydi; Tuswan Tuswan; Abdi Ismail; Rizky Chandra Ariesta
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i2.56745

Abstract

Perkembangan teknologi material mendorong beragam inovasi dalam bidang kemaritiman, khususnya di industri perkapalan. Salah satunya adalah inovasi material sandwich sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas konstruksi kapal. Material sandwich dapat diterapkan pada berbagai bagian konstruksi kapal seperti ramp door. Sebagai bagian konstruksi yang sering mengalami pembebanan maka konstruksi ramp door harus dibuat dengan kekuatan yang baik tetapi dengan berat konstruksi yang ringan untuk memudahkan operasionalnya. Sebagai material yang baru dikembangkan, material sandwich juga memiliki kekurangan salah satunya adalah lepasnya ikatan antara material core dan face plate atau dikenal dengan sebutan debonding. Kerusakan ini dapat mempengaruhi kekakuan struktur yang berdampak pada berkurangnya kekuatan ramp door. Pengaruh debonding dapat diidentifikasi dengan melakukan pengujian numerik menggunakan metode elemen hingga. Pengujian ini bertujuan untuk mengidentifikasi respon dinamis yang terjadi pada ramp door akibat pengaruh dari kerusakan debonding yang terjadi. Penelitian ini menggunakan metode elemen hingga dengan metode static frequency untuk mengetahui respon dinamis ramp door. Berdasarkan hasil pengujian dengan metode elemen hingga menunjukkan bahwa kerusakan debonding menurunkan kekakuan struktur. Sedangkan untuk lokasi yang paling sensitif jika terjadi kerusakan terdapat pada bagian permukaan bawah core atas dengan penurunan frekuensi natural mencapai 28,058%.
Rancang Bangun Lampu Pengumpul Ikan Berbasis Diode yang Efektif dan Efisien serta Berpropulsor Dalam Skala Model Hadi Mulki Siregar; Eddy Setyo Koenhardono
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i2.56881

Abstract

Indonesia merupakan sebuah negara kepulauan terbesar di dunia dengan panjang garis pantai mencapai 99.093 kilometer dengan sumber daya ikan yang melimpah. Untuk memaksimalkan hasil tangkapannya, sebagian nelayan di Indonesia menggunakan cahaya untuk mengumpulkan ikan sebelum ditangkap. Salah satu jenis kapal ikan yang memanfaatkan cahaya lampu dalam proses penangkapan ikan adalah kapal purse sein. Pada penggunaan lampu petromaks, cahaya yang dihasilkan lebih redup dan tidak dapat menembus air laut sampai kedalaman 5 meter. Cahaya lampu yang diletakkan di atas permukaan air pun 70%-nya dipantulkan kembali ke atas oleh permukaan air. Untuk mengatasi hal itu, saat ini di pasaran banyak dijual lampu pengumpul ikan yang dicelupkan dalam air. Namun, proses ini beresiko tinggi karena pengaruh angin dan arus laut akan membuat lampu tersebut susah diatur ditempat yang diinginkan. Warna cahaya dari lampu pengumpul ikan yang ada saat ini tidak bisa menarik ikan-ikan yang memiliki jenis kepekaan warna yang berbeda, karena jenis warna dari lampunya hanya satu jenis. Untuk mengatasi masalah tersebut, maka diperlukan sebuah lampu pengumpul ikan yang dapat dikendalikan dari jarak jauh dengan warna cahaya yang beragam. Lampu pengumpul ikan tersebut dapat dikendalikan sampai jarak 120 meter serta dapat mengumpulkan ikan nila dengan penggunaan cahaya warna merah.
Analisis CFD Hambatan Kapal Katamaran dengan Stepped Hull Melintang Zhafir Tri Setiabudi Putra; I Ketut Aria Pria Utama
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i2.56581

Abstract

Perkembangan dalam ilmu dan teknologi telah memajukan metode dan pengetahuan dari desain lambung kapal. Kapal cepat memerlukan bentuk lambung yang baik untuk beroperasi secara efisien dan salah satu cara untuk mencapai efisiensi yang baik adalah dengan menggunakan step pada lambung kapal. Step pada lambung adalah diskontinuitas tajam yang berlokasi pada permukaan alas dari lambung. Pada kondisi sekarang, desain dari kapal dengan stepped hull hanya dilakukan pada kapal planing monohull, namun pengembangan desain untuk kapal katamaran dengan stepped hull sudah mulai dilakukan oleh para desainer kapal. Diketahui bahwa analisa hambatan pada lambung katamaran dengan transverse stepped hull masih sangat terbatas di dalam literatur. Penelitian ini bertujuan untuk memahami efek penggunaan step pada lambung katamaran terhadap hambatan kapal. Analisis hambatan pada penelitian ini menggunakan simulasi dengan Computational Fluid Dynamics (CFD). Dalam simulasi tersebut, dianalisa pengaruh step pada hambatan kapal pada konfigurasi monohull dan katamaran menggunakan lambung tipe round bilge. Model katamaran diuji dengan separation ratio (S/L) 0,3. Variasi kecepatan pada setiap model dilakukan pada Froude Number 0,2, 0,3, 0,4, 0,5, 0,6, dan 0,7. Validasi dilakukan dengan menggunakan hasil uji tarik yang telah dilakukan untuk model tanpa stepped hull. Dari hasil simulasi diperoleh nilai hambatan, permukaan basah, tekanan pada model, dan wave pattern yang dihasilkan. Dari hasil simulasi didapatkan bahwa hasil simulasi CFD mendapatkan hasil dengan keselarasan yang baik dengan hasil eksperimen dengan margin perbedaan sesuai dengan kriteria yaitu di bawah 5%. Hasil perbandingan antara model dengan dan tanpa stepped hull mendapatkan hasil pada model monohull dengan stepped hull terjadi pengurangan nilai CT dan RT/Δ pada Fr 0,2 – 0,3 dan penambahan nilai tersebut pada Fr 0,4 – 0,7. Pada model katamaran dengan stepped hull terjadi pengurangan nilai CT pada Fr 0,2, dan penambahan nilai CT pada Fr 0,3 – 0,7 dan RT/Δ pada Fr 0,2 – 0,7.
Analisis Kekuatan Pelat Sandwich pada Geladak dan Sisi dengan Metode Elemen Hingga Ervan Panangian; Achmad Zubaydi; Abdi Ismail; Rizky Chandra Ariesta; Tuswan Tuswan
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i2.56675

Abstract

Syarat utama sebuah material agar dapat dianggap layak untuk menjadi bahan konstruksi kapal adalah kuat dan ringan sehingga kapal dapat beroperasi dengan baik dan mampu mengangkut payload yang optimal. Beberapa literatur telah menunjukkan bahwa penerapan pelat sandwich mampu mengurangi berat kapal dengan estimasi kasar sektar 5-15%. Pelat sandwich ini pun sudah digunakan secara komersial pada dunia industri perkapalan dan sudah distandardisasi oleh beberapa biro klasifikasi IACS seperti Llyod Register (LR), Bureau Veritas (BV), dan Det Norske Veritas (DNV). Pelat sandwich yang paling umum digunakan adalah pelat sandwich dengan core polyurethane elastomer. Konfigurasi ini telah dipatenkan dengan nama sandwich plate system (SPS). Namun, bahan polyurethane pada SPS tersebut sulit dicari khususnya di dalam negeri. Polyurethane yang umum dijumpai dalam negeri adalah polyurethane elastomer tipe casting. Polyurethane jenis ini relatif murah dan mudah diproduksi di dalam negeri. Pelat sandwich dengan material tersebut akan diteliti secara numerik menggunakan metode elemen hingga. Penelitian dilakukan dengan membandingkan tegangan maksimum pada konfigurasi baja konvensional dengan konfigurasi sandwich dengan variasi jarak penegar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mencari perbandingan nilai kekuatan antara konfigurasi baja konvensional dengan konfigurasi pelat sandwich. Penelitian menunjukkan bahwa tegangan pada struktur pelat sandwich memenuhi tegangan izin dan tegangan maksimum pada model sandwich adalah 79.849 MPa, dimana pengurangan tegangan yang terjadi adalah sebesar 30.522 MPa atau sekitar 27.654%.
Desain Multi-Purpose Research Vessel (MPRV) dengan Penggerak Tambahan Flettner Rotor Sail untuk Perairan Indonesia Dzaky Zamzam Riyadhi; Hesty Anita Kurniawati
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i2.56902

Abstract

Indonesia merupakan negara yang memiliki wilayah laut yang sangat luas. Dengan luasnya laut Indonesia, dibutuhkan usaha untuk mengelolanya agar dapat memaksimalkan potensi yang dimiliki oleh laut Indonesia, yang salah satunya adalah riset kelautan. Mulai tahun 2020, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) akan memulai sebuah program bernama Foresight Riset Kelautan yang akan menjadi ujung tombang pemerintah dalam melakukan riset-riset kelautan di laut Indonesia yang selama ini terbengkalai. Akan tetapi, saat ini LIPI hanya memiliki dua kapal riset kelautan, yang bahkan dalam kondisi yang memprihatinkan. Untuk memecahkan masalah tersebut, pembuatan kapal riset dengan teknologi terbaru sarana yang efektif dalam meningkatkan kualitas penelitian di bidang kelautan. Hasil dari desain MPRV ini mendapatkan ukuran utama LOA : 96.47 m, LWL :93.6 m, LPP : 90 m, B : 17.5 m, H : 9 m, T : 5.2 m. MPRV diproyeksikan untuk beroperasi di Laut Sulawesi, dengan mempertimbangkan kecepatan angin dan tinggi ombak yang ada. Kapasitas orang didalam kapal adalah 54 orang dengan 24 awak, 24 peneliti, dan 6 technical support. Kapal ini menggunakan dua mesin motor penggerak dengan daya sebesar 1342 kW sebanyak dua buah dan Flettner Rotor Sail dengan dimensi R : 3 m dan H : 18 + 2 m (fondasi) dengan daya mesin sebesar 55kW, putaran maksimum 250 RPM, dan Thrust Flettner Rotor Sail maksimum sebesar 100 kN. Biaya yang dibutuhkan untuk membangun MPRV adalah Rp 75,753,395,934.
Kajian Kelayakan Pemilihan Teknologi Reliquefaction Plant atau MSO Compressor Sebagai Alternatif Pemanfaatan Boil Off Gas (BOG) Pada FSRU 170.000 m³ Hanif Nur Fauzi Margono; I Made Ariana; Beny Cahyono
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i2.56938

Abstract

Boil Off Gas (BOG) merupakan gas yang terbentuk karena adanya panas yang masuk (heat leak) kedalam tangki Liquefied Natural Gas (LNG). Evaporasi yang terjadi secara terus menerus dapat meningkatkan tekanan pada tangki, menyebabkan tekanan berlebih yang berbahaya. BOG tersebut harus dimanfaatkan atau dibuang melalui proses pembakaran untuk menjaga tekanan tangki muatan. BOG yang dibuang merupakan sebuah kerugian bagi perusahaan. Pada FSRU ini memiliki nilai rata – rata BOG perharinya sebesar 92.714,936 m³n Gas dan boil off rate 0,237%. Pemanfaatan BOG pada FSRU digunakan untuk bahan bakar generator DFDE dan boiler dengan nilai rata – rata perharinya 837,363 MMBTU, sehingga memiliki nilai BOG berlebih rata – rata perharinya 2.823,184 MMBTU. Metode pemanfaatan BOG berlebih dengan melakukan reliquefaction, atau langsung menyalurkannya ke linepack offshore pipeline menggunakan MSO compressor. Dalam pemilihannya, menggunakan reliquefaction plant Wartsila HGS Mark III, menggunakan siklus kerja inverse brayton, berkapasitas 7.000 kg/h. Sedangkan untuk MSO compressor menggunakan BOG kompresor Burckhard Laby GI Compressor LP250 4 stages, kapasitas 10.000 kg/h. Berdasarkan aspek ekonomis penggunaan MSO compressor memiliki nilai CAPEX dan OPEX lebih rendah, tetapi secara nilai NPV, IRR dan PP penggunaan reliquefaction plant memiliki nilai lebih baik. Sedangkan berdasarkan kondisi operasional FSRU, reliquefaction plant lebih cocok secara teknis untuk digunakan.
Analisa Gangguan Short Circuit serta Pengaturan Koordinasi Proteksi pada Container Crane Disuplai dengan Energi Terbarukan Berbasis Simulasi Sardono Sarwito; Sastri Ade Priyangga
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i2.57049

Abstract

Konsep pelabuhan ramah lingkungan atau dikenal dengan istilah green port kini diterapkan oleh seluruh negara-negara di ASEAN yang bertujuan untuk mengurangi tingkat pencemaran laut, polusi udara serta berbagai dampak kerusakan lingkungan yang ditimbulkan oleh berbagai aktifitas bongkar muat di pelabuhan. Salah satu upaya dalam mewujudkan konsep green port yang diaplikasikan pada container crane adalah konsep elektrifikasi, yaitu menggunakan sumber energi listrik yang sebelumnya menggunakan bahan bakar fosil dialihkan dengan energi terbarukan. Kondisi di lapangan yang tidak menentu sesuai dengan faktor lingkungan yang terlibat dapat menyebabkan suatu sistem mengalami kegagalan. Short circuit adalah hubungan yang disengaja antara konduksi melalui hambatan atau impedansi yang memiliki perbedaan yang cukup potensial. Gangguan short circuit terjadi ketika konduktor yang memiliki tegangan yang terhubung ke konduktor tegangan lain atau terhubung langsung ke konduktor yang bersifat netral (ground). Oleh sebab itu diperlukan adanya sistem koordinasi proteksi untuk meminimalisir adanya gangguan pada sistem kelistrikan, salah satunya dengan menggunakan circuit breaker. Pada penelitian ini dilakukan simulasi menggunakan software ETAP untuk mengetahui besar arus dari gangguan short circuit dan perencanaan sistem koordinasi proteksi setiap circuit breaker pada komponen yang membutuhkan daya besar dengan arus hubungan singkat maksimal yaitu 9,882 kA pada motor hoist, 3,586 kA pada motor boom, 1,683 kA pada motor trolley dan 4,415 kA pada motor gantry dengan keseluruhan disuplai dengan energi terbarukan. Pengujian ini dilakukan pada beberapa konfigurasi suplai daya dan variasi skema operasi dari motor utama. Diharapkan juga nantinya akan menghasilkan solusi untuk pengaturan sistem koordinasi proteksi circuit breaker pada container crane.
Desain SPBN yang Dilengkapi Stasiun Perbekalan Nelayan Apung untuk Mendukung Kegiatan Perikanan Tangkap di Provinsi NTT Mohammad Wahyu Rhozy Iswandi; Hesty Anita Kurniawati
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i2.57085

Abstract

Provinsi Nusa Tenggara Timur memiliki luas perairan sebesar 200.000 km2, namun potensi perikanan lautnya belum dapat dimanfaatkan penuh karena keterbatasan fasilitas nelayan seperti suplai solar bersubsidi dan es pendingin ikan, sedangkan nelayan tersebut biasanya berlayar cukup jauh dari tempat asal mereka. Agar potensi perikanan laut dapat ditingkatkan di NTT, perlu dibangun stasiun pengisian bahan bakar nelayan (SPBN) dan stasiun perbekalan nelayan apung. Fasilitas yang tersedia pada SPBN dan stasiun perbekalan nelayan apung ini akan membantu nelayan NTT melaut dengan menyediakan perbekalan yang dibutuhkan nelayan dengan volume lebih besar dan mudah dijangkau oleh nelayan di NTT. Tujuan penelitian ini adalah mendesain SPBN dan stasiun perbekalan apung yang dapat memenuhi perbekalan nelayan. Payload kapal ditentukan dengan mengestimasi konsumsi solar nelayan NTT dengan perahu < 5 GT selama sebulan. Kemudian, dilakukan penentuan fasilitas perbekalan lainnya dan perhitungan teknis yang terdiri dari koefisien, powering, berat, trim, stabilitas, dan freeboard. Setelah itu, dilakukan penentuan mooring system, desain, dan perhitungan biaya pembangunan. Ukuran utama yang didapatkan adalah L = 70.8 m, B = 17 m, H = 6 m, dan T = 3.8 m. Biaya pembangunan SPBN dan stasiun perbekalan nelayan apung adalah Rp85,053,530,160.11
Analisis dan Pemberdayaan Potensi Wisata Mangrove Wonorejo Ignatius Jayantara Garang; Mahmud Mustain; Hasan Ikhwani
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i2.57213

Abstract

Ekowisata Mangrove Wonorejo memiliki banyak potensi wisata yang bermanfaat bagi kelestarian alam dan ekonomi masyarakat sekitar. Menganalisis dan memberdayakan potensi objek wisata merupakan bagian yang penting dalam meningkatkan potensi Ekowisata Mangrove Wonorejo. Penelitian ini bertujuan untuk menghitung nilai beach recreational index pada objek wisata yang telah ditentukan dan mengetahui cara meningkatkan nilai beach recreational index. Penghitungan beach recreational index ditentukan oleh tiga parameter yaitu, beach index, knowledge index dan monetary index. Dari tiga parameter ini akan disusun kuisioner yang terdiri dari 18 pertanyaan yang dibagi dalam 4 indikator yaitu, sarana prasarana, kebersihan, promosi dan ekonomi masyarakat. Berdasarkan hasil yang didapatkan dari pembagian kuisioner dan wawancara langsung di objek wisata, Ekowisata Mangrove Wonorejo mendapatkan nilai beach index 0,685 (medium), knowledge index 0,539 (medium) dan monetary index 0,844 (medium). Nilai yang didapatkan dari penghitungan menunjukan walaupun memiliki hasil sama-sama medium, knowledge index dengan paramete promosi mendapatkan nilai yang paling kecil dalam kuisioner. Nilai knowledge index di sini harus menjadi fokus utama dan juga bahan evaluasi bagi pihak pengelola untuk meningkatkan lagi nilai knowledge index dengan cara mengembangkan dan menggencarkan lagi promosi melewati media sosial serta aktif mengadakan acara-acara di sekitar objek wisata untuk menarik perhatian para calon pengunjung.
Pemberdayaan Potensi Wisata Pantai Kenjeran Surabaya Majid Adi Prasetyo; Mahmud Musta&#039;in; Hasan Ikhwani
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i2.57116

Abstract

Surabaya merupakan salah satu kota di Indonesia yang memiliki potensi pada daerah pesisir pantai, karena letaknya yang berbatasan langsung dengan Selat Madura. Salah satu potensinya yaitu dengan adanya pantai wisata seperti Pantai Kenjeran. Pada saat ini, terdapat dua Pantai Kenjeran di Kota Surabaya, yaitu: Pantai Kenjeran Lama dan Pantai Kenjeran Baru. Dalam perkembangannya, Pantai Kenjeran Baru lebih unngul karena selain lahannya yang lebih luas daripada Pantai Kenjeran Lama, wahana pada Pantai Kenjeran Baru juga lebih modern. Adapun penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi yang dimiliki Pantai Kenjeran Lama Surabaya sebagai pantai wisata. Selain itu, penelitian ini bertujuan untuk menghitung dan mengetahui cara untuk meningkatkan nilai beach recreational index Pantai Kenjeran Lama berdasarkan pada 3 indeks, yaitu: beach index, knowledge index, dan monetary index. Pada penelitian ini, Pantai Kenjeran Lama selanjutnya disebut sebagai Pantai Kenjeran Surabaya. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu menggunakan metode kuisioner online. Kuisioner terdiri dari 20 buah pernyataan yang terbagi ke dalam 4 parameter, yaitu: parameter kondisi alam, fasilitas umum, partisipasi masyarakat, dan ekonomi masyarakat. Berdasarkan hasil perhitungan, diperoleh nilai beach index sebesar 0,762 (medium), knowledge index 0,728 (medium), dan monetary index 0,963 (high).

Page 9 of 22 | Total Record : 215