cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik ITS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik ITS merupakan publikasi ilmiah berkala yang diperuntukkan bagi mahasiswa ITS yang hendak mempublikasikan hasil Tugas Akhir-nya dalam bentuk studi literatur, penelitian, dan pengembangan teknologi. Jurnal ini pertama kali terbit pada September 2012, dimana setiap tahunnya diterbitkan 1 buah volume yang mengandung tiga buah issue.
Arjuna Subject : -
Articles 3,978 Documents
Mitigasi Bencana Banjir Rob di Jakarta Utara Rangga Chandra Karana; Rimadewi Suprihardjo
Jurnal Teknik ITS Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (366.688 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v2i1.2465

Abstract

Fenomena bencana banjir rob beserta dampak negative yang telah ditimbulkan di Jakarta Utara mengindikasikan kurangnya kewaspadaan dan kesiapan dalam menghadapi ancaman bahaya banjir. Kawasan pesisir Jakarta Utara berada pada ketinggian 0-3 m diatas permukaan air laut, banjir , banjir rob di Jakarta Utara memiliki ketinggian sampai 100 cm oleh karena itu perlu merumuskan tingkat risiko banjir rob sebagai upaya untuk mengurangi dampak yang akan terjadi serta memposisikan masyarakat dan daerah yang bersangkutan pada tingkatan risiko yang berbeda. Dalam mencapai tujuan penelitian,dilakukan: Mengidentifikasi faktor-faktor yang berpengaruh terhadap kerentanan (vulnerability) menggunakan analisa deskriptif untuk mendapatkan faktor-faktor kerentanan yang berpengaruh terhadap banjir rob kemudian faktor tersebut di perkuat menggunakan analisa delphi, dari hasil delphi ini di hitung bobot dari setiap faktor dengan analisa AHP expert; identifikasi karakteristik ancaman bahaya (hazard) menggunakan analisis weighted overlay dari variabel ketinggian dan durasi genangan dan kapasitas menggunakan analisa delphi, selanjutnya memberikan bobot faktor-faktor yang diperoleh dari sasaran sebelum menggunakan analisa AHP menentukan zona kerentanan dan kapasitas menggunakan Analisis overlay weighted sum pada faktor-faktor kerentanan dan kapasitas; dan merumuskan zona risiko bencana banjir rob menggunakan metode Raster Calculator dengan memperhatikan fungsi risiko yang dipengaruhi oleh ancaman bahaya dan kerentanan. Kemudian didapat peta risiko bencana banjir rob yang diklasifikasi ke dalam 5 kelas/hirarki berdasarkan dengan pedoman penanggulangan bencana. Dari penelitian ini didapatkan luas wilayah yang berada pada tingkat resiko banjir rob sangat tinggi sampai dengan kurang berisiko dan kecamatan yang paling beresiko adalah Kecamatan Cilincing, Kecamatan Koja dan Kecamatan Tanjung Priok.
Pola Spasial Kegiatan Industri Unggulan di Propinsi Jawa Timur (Studi Kasus: Subsektor Industri Tekstil, Barang Kulit, dan Alas Kaki) Deny Ferdyansyah; Eko Budi Santoso
Jurnal Teknik ITS Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1526.551 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v2i1.2466

Abstract

Proses industrialisasi di Propinsi Jawa Timur diprediksi akan semakin meningkat seiring meningkatnya peran strategis Propinsi Jawa Timur sebagai pendorong jasa dan industri nasional dalam kebijakan Master Plan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI). Wilayah di Propinsi Jawa Timur berpotensi untuk dikembangkan industri tekstil, barang kulit dan alas kaki yang memiliki kontribusi signifikan terhadap perekonomian regional. Permasalahannya proses industrialisasi sendiri memunculkan konsentrasi spasial pada daerah tertentu, sehingga menjadi menarik untuk dianalisa. Studi kasus konsentrasi industri pada Koridor Surabaya-Malang mengindikasikan bahwa industri-industri di daerah tersebut cenderung terspesialisasi pada jenis industri tertentu dan melakukan penghematan lokasi (aglomerasi). Penelitian ini bermaksud melakukan perumusan pola spasial kegiatan industri unggulan tekstil, barang kulit dan alas kaki di Propinsi Jawa Timur dengan melakukan identifikasi daerah konsentrasi kegiatan industri, mengukur besarnya indeks spesialisasi dan aglomerasi. Data yang digunakan adalah data PDRB kabupaten/kota dan Propinsi Jawa Timur. Sedangkan teknik analisa yang digunakan adalah analisa Static Location Quotient (SLQ) dan Dinamic Location Quotient (DLQ), analisa spasial Geographic Infromation System (GIS), analisa indeks spesialisasi Glaeser, dan indeks Aglomerasi Hirchsman-Herfindhal. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kegiatan  industri unggulan tekstil, barang kulit, dan alas kaki memiliki pola kegiatan industri unggulan yang terspesialisasi dan dispers dengan konsentrasi industri yang tinggi di Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Gresik dan Kabupaten Tuluagung; Sedang di Kabupaten Lamongan, Kabupaten Ponorogo, Kota Batu dan Probolinggo; dan Rendah di Kabupaten Bangkalan, Pamekasan dan Kabupaten Pacitan.
Pola Keterkaitan Spasial Kabupaten/Kota di Jawa Timur Berdasarkan Sektor Unggulannya Oddie Aulia Zulha; Eko Budi Santoso
Jurnal Teknik ITS Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (98.734 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v2i1.2467

Abstract

Salah satu indikator tercapainya tujuan pembangunan ialah terciptanya pertumbuhan ekonomi wilayah. Pertumbuhan ekonomi wilayah ini didorongmelalui sektor unggulannya.  Jawa Timur memiliki pertumbuhan ekonomi yang tinggi; bahkan lebih tinggi dari pertumbuhan nasional. Namun, tingginya pertumbuhan ekonomi wilayah dibarengi oleh tingginya tingkat kesenjangan wilayah, dimana hal ini menjadi suatu masalah penting dalam pembangunan Jawa Timur. Salah satu upaya mengurangi kesenjangan wilayah ialah dengan membangun keterkaitan antar wilayah (spasial). Namun sebelum itu, diperlukan kajian khusus mengenai keterkaitan antar wilayah Jawa Timur dengan didasarkan pada sektor unggulannya. Hal ini bertujuan untuk memberikan suatu gambaran (diagnosis) dalam membangun keterkaitan antar wilayah di masa yang akan datang Setelah melalui analisis SLQ (Static Location Quotient) dan DLQ (Dynamic Location Quotient), maka didapat hasil bahwa sektor unggulan Jawa Timur meliputi; (1) sektor pertanian, (2) sektor industri pengolahan dan(3) sektor perdagangan, hotel & restoran. Kemudianuntuk melihat keterkaitan antar wilayahnya maka tiga sektor unggulan tersebut dianalisis kembali melalui analisis Spatial Autocorrelation, dimanahasilnya menunjukkan rendahnya tingkat keterkaitan wilayah Jawa Timur. Keterkaitan yang terjadihanya terdapat pada sektor pertanian dan sektor industri.Oleh karena itu, pola keterkaitan wilayah yang ditunjukkan pun hanya terdapat di beberapa kawasan saja. Artinya, masih sedikit wilayah kabupaten/kota yang memiliki hubungan keterkaitan wilayah menurut sektor unggulannya.
Pengelolaan Sampah Perumahan Kawasan Pedesaan Berdasarkan Karakteristik Timbulan Sampah di Kabupaten Gresik Yuzarian Faulizar Pohan; Rimadewi Suprihardjo
Jurnal Teknik ITS Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (715.552 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v2i1.2468

Abstract

Permasalahan sampah yang terjadi di kawasan pedesaan Kabupaten Gresik adalah karakteristik kawasan pedesaan yang mengelolah sampahnya mengubur, membakar dan membuangnya kesaluran air/lahan kosong sehingga menimbulkan dampak negatif.  Dampah negatif yang ditimbulkan adalah pembakaran yang menyebabkan polusi, penanaman sampah yang dapat merusak sumber air tanah dan pembuangan sampah kesaluran air (Got, sungai, dll) dapat meningkatkan potensi bencana. Penelitian ini terbagi empat tahapan analisa yakni, Menganalisa tipe-tipe kawasan berdasarkan karakteristik timbulan sampah di kawasan pedesaan di Kabupaten Gresik dengan analisis data kuartil, mengindentifikasi cara masyarakat dalam  mengelola sampah di masing-masing tipe kawasan dengan analisa deskriptif, Menganalisa pengelolaan sampah perumahan pedesaan di masing-masing tipe kawasan dengan analisa deskriptif, dan menyusun arahan pengelolaan sampah perumahan di kawasan pedesaan di perbatasan Gresik-Surabaya untuk megatasi permasalahan sampah yang ada dengan analisa triangulasi. Menurut hasil analisa dari 47 Desa yang ada diwilayah penelitian, didapatkan 8 desa berada di Kawasan Tipe 1 dan 10 Desa berada di Kawasan Tipe 2 serta 29 Desa pada Kawasan Tipe 3. Cara pengelolaan masing-masing Kawasan Tipe adalah dengan pola komunal di Kawasan Tipe 1 dan individual di Kawasan Tipe 2 dan 3. Hasil arahan dalam penelitian adalah pengelolaan dititik beratkan pada pengolahan sampah di sumber sampah dengan mengikutsertakan masyarakat. Pada Kawasan Tipe 1 dilakukan secara komunal dengan pengomposan dan daur ulang kemudian pengelolaan pada kawasan tipe 2 dilakukan dengan cara pengelolaan di sumbernya dengan menjual hasil sisa pertanian atau membakar sampah sisa hasil pertanian, sedangkan pada Kawasan Tipe 3 dilakukan pengomposan secara individual dan daur ulang secara komunal di TPS.
Pemintakatan Risiko Bencana Banjir Akibat Luapan Kali Kemuning Di Kabupaten Sampang Afrizal Triwidiyanto; Ardy Maulidy Navastara
Jurnal Teknik ITS Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (981.327 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v2i1.2469

Abstract

Keberadaan Kali Kemuning seringkali menjadi ancaman bagi masyarakat perkotaan di Sampang. Sebabnya, ketika musim hujan tiba, sungai tersebut meluap hingga menggengani permuhan warga maupun areal persawahan yang sangat merugikan. Selain itu, terjadinya banjir mengakibatkan terhentinya aktivitas harian masyarakat dan juga terputusnya jalur darat yang menghubungkan Kab. Pamekasan dan Kab. Bangkalan. Ditambah dengan iklim yang tak tentu, mengakibatkan sulitnya antisipasi terjadinya banjir. Perlu adanya pemetaan atau zonasi tingkat risiko bencana banjir agar mengetahui posisi masyarakat terhadap ancaman bencana banjir. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan pemintakatan bencana banjir di Kecamatan Sampang dan Kecamatan Kedungdung. Tahapan yang dilakukan adalah mengidentifikasi potensi bahaya bencana banjir, tingkat kerentanan bencana banjir, dan risiko bencana banjir. Alat analisis yang digunakan adalah Composite Mapping Analysis (CMA) untuk mengetahui penyebab bencana banjir dan menentukan bobot setiap faktor penyebab banjir. AHP digunakan untuk menganalisis bobot dari aspek kerentanan dan weighted sum overlay yang digunakan untuk melakukan analisis overlay. Berdasarkan analisis CMA faktor utama penyebab terjadinya banjir adalah penggunaan lahan. Berdasarkan hasil analisa AHP didapatkan bahwa kerentanan aspek ekonomi memiliki bobot paling tinggi atau yang paling rentan terhadap bencana banjir. Tahap terakhir dari penelitian ini adalah dihasilkannya peta pemintakatan risiko bencana banjir di Kecamatan Sampang dan Kecamatan Kedungdung dengan 3 tingkatan risiko bencana yaitu tidak berisiko, sedikit berisiko, dan cukup berisiko. Kecamatan Kedungdung mempunya luasan tidak berisiko paling tinggi dan Kecamatan Sampang sebagian besar memiliki tingkatan sedikit berisiko
Optimasi Biaya Penggunaan Alat Berat Untuk Pekerjaan Pengangkutan Dan Penimbunan Pada Proyek Grand Island Surabaya Dengan Program Linier Qariatullailiyah Qariatullailiyah; Retno Indryani
Jurnal Teknik ITS Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (213.498 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v2i1.2863

Abstract

Proyek Grand Island adalah salah satu proyek kawasan perumahan yang terdapat di dalam area Pakuwon city. Proyek ini memiliki luas 1.550.267,97 m2 atau sekitar 155 ha. Sebelumnya kawasan tersebut merupakan area hutan bakau dan tambak. Untuk mencapai elevasi yang sesuai dengan perencanaan maka di area tersebut perlu dilakukan penimbunan material. Material yang digunakan untuk penimbunan antara lain kapur, sirtu dan paras. Dalam pelaksanaan penimbunan diperlukan beberapa alat berat agar pelaksanaan dapat selesai sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan. Penggunaan alat berat harus dianalisa agar optimal, yaitu mencapai biaya minimum tanpa mengabaikan target waktu pelaksanaan pekerjaan. Metode yang digunakan untuk mendapatkan biaya minimum adalah programa linier. Biaya yang akan dihitung adalah biaya pengangkutan dan biaya penimbunan. Sebagai variabel keputusan adalah jumlah jam operasional pemakaian alat berat. Kendala yang diperhitungkan adalah kendala waktu, kendala sewa alat berat, kendala waktu penyelesaian pekerjaan dan kendala volume. Berdasarkan analisa perhitungan, biaya minimum yang dibutuhkan untuk pekerjaan pengangkutan kapur adalah Rp. 61.411.547.565,94, untuk pekerjaan pengangkutan sirtu adalah Rp. 72,998,010,635.29, dan untuk pekerjaan pengangkutan paras adalah Rp 66,448,466,086.83. Untuk pekerjaan penimbunan biaya minimum yang dibutuhkan adalah Rp. 8,271,827,597.23
Analisa Kelayakan Teknis dan Finansial pada Proyek Apartemen Dian Regency Surabaya Leonardo Andos Roganda L. Gaol; Farida Rahmawati
Jurnal Teknik ITS Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (183.177 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v2i1.3033

Abstract

Pertumbuhan penduduk yang semakin pesat di Surabaya menyebabkan semakin berkurangnya ketersediaan lahan untuk tempat hunian. Proyek Apartemen Dian Regency dibangun sebagai salah satu solusi untuk mengakomodasi kebutuhan masyarakat akan tempat hunian. Setiap rencana proyek harus didahului dengan studi kelayakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan proyek pembangunan Apartemen Dian Regency Surabaya dari aspek teknis dan finansial. Aspek teknis menganalisa tentang luasan bangunan, mobilisasi material dan ketersediaan lahan parkir sesuai dengan persyaratan Pemerintah. Sedangkan aspek finansial menganalisa berdasarkan perhitungan Net Present Value dan masa pengembalian investasi. Dari segi teknis, berdasarkan perhitungan analisa luasan bangunan dan ketersediaan lahan parkir kendaraan,  perencanaan pembangunan Apartemen Dian Regency Surabaya telah sesuai dengan syarat yang ditetapkan oleh Pemerintah Kota Surabaya. Sedangkan dari segi finansial, harapan pengembalian investasi dengan masa investasi 10 tahun dapat dipenuhi. Nilai investasi sebesar Rp. 175.527.087.514 diperoleh dengan pinjaman bank sebesar 60% dari modal, dengan bunga 12% pertahun. Proyek Apartemen Dian Regency Surabaya mampu menghasilkan NPV sebesar Rp. 4.016.380.123 dan IRR sebesar 22.6% dimana MARR sebesar 12%. Dari analisa sensitivitas, dapat dilihat investasi Apartemen Dian Regency Surabaya akan menjadi tidak layak dari aspek finansial jika tingkat penjualan kurang dari 97,1% dan tingkat bunga diatas 22,4%.
Analisa Investasi Hotel Axana (Ex Ambacang) Padang Gusriani Gusriani; I Putu Artama Wiguna
Jurnal Teknik ITS Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (178.371 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v2i1.3049

Abstract

Gempa bumi pada tahun 2009 mengakibatkan bangunan-bangunan di Padang banyak yang runtuh, salah satunya adalah Hotel Ambacang. Pemilik  membangun kembali Hotel  Ambacang dengan desain struktur  tahan gempa dan ini  membutuhkan biaya yang jauh lebih besar dari bangunan semula. Hotel Axana adalah hotel berbintang empat dengan jumlah lantai empat lantai, lantai satu terdiri dari kafe, lobby, gudang, coffe, dan ballroom, sedangkan untuk lantai dua terdiri dari 39 unit kamar, lantai tiga terdiri dari 37 unit kamar, lantai empat terdiri dari 38 unit kamar,  gym dan kolam renang. Penelitian ini bertujuan melakukan analisa kelayakan dengan meninjau aspek finansial. Analisa finansial ini dilakukan dengan menganalisa variabel investasi, kemudian menghitung pengeluaran dan  penerimaan  yang selanjutnya dapat dibuat cashflow selama masa investasi, kemudian dilakukan analisa sensitivitas terhadap variabel tingkatan jumlah pengunjung, tarif sewa kamar, dan suku bunga bank. Dari hasil analisa data diketahui bahwa Investasi total Hotel Axana Sebesar Rp 130.293.467.888,00 dengan NPV selama masa investasi  sebesar   Rp 1.712.634.662,00, sedangkan analisa Profitability Index (PI) Hotel Axana ini = 1,3%, positif berarti hotel ini profit dan dikatakan layak dari segi finansial. Hasil analisa sensitivitas antara variabel okupansi, tarif sewa kamar, dan suku bunga terhadap NPV diketahui bahwa Hotel  Axana Padang layak jika  tingkat hunian lebih dari 40%, penurunan tarif sewa kamar tidak lebih dari 5% dari taraf saat ini,  suku bunga tidak lebih lebih dari 12,6 %.
Analisis Highest and Best Use (HBU) pada Lahan Jl. Gubeng Raya No. 54 Surabaya Akmaluddin Akmaluddin; Christiono Utomo
Jurnal Teknik ITS Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (197.834 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v2i1.3052

Abstract

Laju pertumbuhan penduduk dan tingkat perekonomian yang semakin meningkat di  kota-kota besar seperti Surabaya, bertolak belakang dengan  ketersediaan lahan yang terbatas. Selayaknya properti yang akan dibangun di atas suatu lahan dapat memberikan manfaat yang maksimal serta efisien agar hasilnya dapat dirasakan demi pembangunan wilayah tersebut. Oleh karena itu, perlu dilakukan perhitungan  penggunaan yang paling memungkinkan dan diizinkan dari suatu tanah kosong atau tanah yang  sudah dibangun, dimana secara fisik dimungkinkan, didukung atau dibenarkan oleh peraturan, layak secara keuangan dan menghasilkan nilai tertinggi. Dalam penelitian ini dilakukan analisis Highest and Best Use (HBU) pada lahan di Jl. Gubeng Raya No. 54 Surabaya seluas 1.150 m2 yang direncanakan akan dibangun hotel. Lahan tersebut berpotensi untuk dikembangkan menjadi properti komersial seperti hotel, apartemen, perkantoran dan pertokoan. Analisis tersebut menggunakan tinjauan terhadap aspek fisik, legal, finansial dan produktivitas maksimumnya. Dari hasil penelitian ini didapatkan alternatif properti komersial hotel yang memiliki penggunaan tertinggi dan terbaik pada pemanfaatan lahan dengan nilai lahan Rp. 67.069.980,31/ m2.
Optimasi Penggunaan Lahan Perkotaan di Kawasan Perkotaan Mejayan Kabupaten Madiun Ainun Dita Febriyanti; Putu Gde Ariastita
Jurnal Teknik ITS Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (436.508 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v2i2.3769

Abstract

Pengembangan wilayah Kabupaten Madiun ke Perkotaan Mejayan menuntut adanya penyediaan lahan yang lebih untuk pelayanan perkotaan. Penggunaan lahan yang ada belum mampu mencukupi kebutuhan pelayanan kota yang semakin meningkat seiring dengan peran Mejayan sebagai kawasan perkotaan. Untuk mencukupi kebutuhan kebutuhan lahan perkotaan, maka perlu dilakukan optimasi penggunaan lahan melalui alokasi luas lahan yang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan alokasi luas lahan optimal yang dilakukan melalui tiga tahapan. Pertama, mengidentifikasi ketersediaan penggunaan lahan perkotaan di Kawasan Perkotaan Mejayan dengan menggunakan analisis overlay. Kedua, merumuskan kriteria penentu pemanfaatan lahan di Perkotaan Mejayan melalui analisis Delphi. Ketiga, merumuskan model optimasi penggunaan lahan dengan menggunakan Linear progamming. Dari hasil penelitian menggunakan Linear progamming, diperoleh lima alternatif dalam penyelesaian optimasi penggunaan lahan perkotaan di Kawasan Perkotaan Mejayan. Dari kelima alternatif tersebut, alternatif ketiga merupakan alternatif dengan kombinasi luas lahan perkotaan yang paling optimal untuk dikembangkan dengan kombinasi luas lahan permukiman sebesar 2.315,46 Ha, perdagangan jasa seluas 990,223 Ha, industri seluas 482, dan fasilitas umum seluas 309,38 Ha.