cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik ITS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik ITS merupakan publikasi ilmiah berkala yang diperuntukkan bagi mahasiswa ITS yang hendak mempublikasikan hasil Tugas Akhir-nya dalam bentuk studi literatur, penelitian, dan pengembangan teknologi. Jurnal ini pertama kali terbit pada September 2012, dimana setiap tahunnya diterbitkan 1 buah volume yang mengandung tiga buah issue.
Arjuna Subject : -
Articles 3,978 Documents
Analisis Keterkaitan Wilayah Peri Urban di Kabupaten Gresik dengan Wilayah Desa-Kota di Sekitarnya Kartika Dwi Ratna Sari; Eko Budi Santoso
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (536.992 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.24971

Abstract

Wilayah peri urban merupakan wilayah dinamis yang akan terus mengalami perkembangan. Pada wilayah peri urban Gresik yang berbatasan langsung dengan Kota Surabaya dan Kota Gresik yaitu Kecamatan Cerme, Kecamatan Menganti, dan Kecamatan Driyorejo memiliki tipologi peri urban yang menunjukkan tingkat kekotaan maupun kedesaan. Tipologi wilayah peri urban tersebut dapat digunakan untuk melihat interaksi yang terjadi dengan wilayah kota maupun desa sehingga mempengaruhi perkembangan wilayah peri urban. Perkembangan tersebut dapat menimbulkan perkembangan dan pembangunan wilayah yang tidak terarah dan terkendali. Hal ini dikarenakan wilayah peri urban memiliki keterkaitan yang begitu besar dengan aspek kehidupan kota maupun desa. Karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan keterkaitan wilayah peri urban Gresik dengan wilayah kota dan desa dilihat dari keterkaitan fisik, ekonomi, dan sosial. Teknik analisa yang digunakan adalah Analytical Network Process (ANP) yaitu metode pembobotan yang digunakan untuk mendapatkan perbandingan relatif sehingga diperoleh faktor keterkaitan yang berpengaruh terhadap tipologi wilayah peri urban yang terbentuk. Hasil akhir dari penelitian ini didapatkan bahwa pada masing-masing tipologi peri urban meliputi rural peri urban, peri urban sekunder, dan peri urban primer memiliki faktor pembentuk keterkaitan yang berbeda. Pada rural peri urban, hubungan keterkaitan yang terbentuk cenderung dengan wilayah desa. Untuk peri urban sekunder dan peri urban primer, hubungan keterkaitan yang terbentuk sebagian besar telah dipengaruhi oleh kota.
Penentuan Kawasan Agropolitan berdasarkan Komoditas Unggulan Tanaman Hortikultura di Kabupaten Malang Chikita Yusuf Widhaswara; Sardjito Sardjito
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (390.687 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.25000

Abstract

Kabupaten Malang merupakan salah satu Kabupaten di Jawa Timur memiliki potensi cukup besar di sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan dengan memberikan kontribusi terhadap PDRB. Subsektor pertanian, peternakan, dan jasa pertanian serta subsubsektor tanaman hortikultura memberikan kontribusi yang sangat besar terhadap sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan. Pada subsubsektor tanaman hortikultura, tanaman buah dan sayur mempunyai nilai produksi komoditas yang tinggi jika dibandingkan dengan tanaman biofarma dan tanaman hias. Oleh karena itu, tanaman buah dan sayur cukup potensial untuk dikembangkan di Kabupaten Malang. Namun demikian, berdasarkan kondisi eksisting di lapangan menunjukkan bahwa dalam input proses produksinya masih mengalami beberapa permasalahan masih berorientasi terhadap Kota Malang. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kawasan agropolitan berdasarkan komoditas unggulan tanaman hortikultura di Kabupaten Malang. Penelitian ini dilakukan melalui 3 (tiga) tahapan analisis. Pertama, menentukan komoditas unggulan tanaman hortikultura di Kabupaten Malang dengan Analisis LQ, DLQ, dan SS. Kedua, menentukan alternatif potensial kawasan agropolitan berdasarkan komoditas unggulan tanaman hortikultura di Kabupaten Malang dengan Analisis Skalogram Guttman. Ketiga, menentukan delineasi kawasan agropolitan berdasarkan komoditas unggulan tanaman hortikultura di Kabupaten Malang dengan Analisis Teknik Overlay (dengan menggunakan bantuan Aplikasi ArcGIS 10.1). Hasil penelitian menunjukkan bahwa komoditas unggulan tanaman hortikultura di Kabupaten Malang berupa jeruk siam, kentang, dan pisang. Kawasan yang sesuai sebagai kawasan agropolitan berada di Kecamatan Poncokusumo dengan kawasan pengembangan agropolitan berada di Desa Wonomulyo, Argosuko, dan Pajaran.
Penentuan Variabel yang Berpengaruh dalam Penyediaan Air Bersih dengan Konsep Corporate Social Responsibility di Kabupaten Lamongan Inas Yaumi Aisharya; Hertiari Idajati
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (332.535 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.25007

Abstract

Kabupaten Lamongan merupakan salah satu kabupaten yang mengalami krisis air bersih yang terus meluas tiap tahunnya. Terdapat alternatif dalam penyediaan air bersih berupa skema kerjasama konsep Corporate Social Responsibility namun selama ini pelaksanaannya masih belum sesuai dengan kebutuhan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menentukan variabel yang berpengaruh dalam penyediaan air bersih dengan konsep CSR. Metode analisis yang digunakan pada penelitian ini adalah content analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 9 variabel, terdapat 5 variabel yang berpengaruh, yaitu kebijakan tarif air bersih, jumlah dan debit sumber air bersih, kualitas air bersih, pengelola air bersih, dan pendanaan untuk air bersih. Sedangkan 4 variabel lain yang tidak berpengaruh adalah jumlah penduduk, ukuran wilayah, sarana penyediaan air bersih, dan lokasi sumber air bersih.
Pengembangan Urban Farming Berdasarkan Preferensi Masyarakat Kecamatan Semampir Kota Surabaya Nadia Belinda; Dian Rahmawati
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (502.996 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.25008

Abstract

Urban farming bertujuan untuk memperkuat ketahanan pangan suatu kawasan dan memiliki multiplier effect on economy. Urban farming bermula di Amerika Serikat sebagai upaya terhadap buruknya situasi dan kondisi ekonomi beberapa negara pada saat perang dunia II. Di Surabaya, urban farming dilakukan guna mengentaskan masalah ekonomi dan ketahanan pangan untuk gakin. Namun pada faktanya di Kecamatan Semampir, kegiatan urban farming belum berkembang akibat belum optimalnya peran masyarakat dan kelembagaan setempat selaku pengelola utama. Untuk itu diperlukan pengembangan urban farming berdasarkan preferensi masyarakat agar peran masyarakat menjadi optimal. Sasaran pertama dari penelitian ini adalah identifikasi potensi dan permalasahan Kecamatan Semampir untuk kegiatan urban farming menggunakan teknik teoritikal deskriptif. Sasaran kedua adalah mengidentifikasi preferensi masyarakat Kecamatan Semampir mengenai urban farming menggunakan confirmatory factor analysis (CFA). Sasaran ketiga adalah merumuskan pengembangan urban farming berdasarkan preferensi masyarakat Kecamatan Semampir menggunkan teknik analisa deskriptif kualitatif.  Hasil akhir dari penelitian ini berupa arahan pengembangan urban farming berdasarkan preferensi masyarakat Kecamatan Semampir yaitu dikembangkan di lahan private dan lahan bersama. Pada lahan private sebagai fungsi ekonomi dan ketahanan pangan dengan jenis tanaman pangan (sayuran dan protein nabati).  Pada lahan bersama sebagai fungsi ruang terbuka hijau dengan jenis tanaman herbal menggunakan teknik hidroponik.
Identifikasi Potensi dan Permasalahan Daya Dukung Lingkungan berdasarkan Aspek Daya Dukung Fisik, Daya Dukung Ekologis, dan Daya Dukung Sosial pada Pantai Baron, Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta Anisa Hapsari Kusumastuti; Adjie Pamungkas
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (510.246 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v7i1.25011

Abstract

Predikat Pantai Baron sebagai destinasi wisata bahari pada peringkat pertama dengan jumlah kunjungan wisata terbesar di Kabupaten Gunungkidul ternyata menimbulkan beberapa dampak buruk pada kualitas lingkungan di Pantai Baron yang jika dibiarkan akan memberikan dampak merugikan bagi obyek wisata itu sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi dan permasalahan daya dukung lingkungan berdasarkan aspek fisik, ekologis, dan sosial pada Pantai Baron yang ditempuh dengan teknik participatory mapping terhadap stakeholder yang berkaitan. Hasil eksplorasi potensi dan masalah pada aspek daya dukung fisik, ketersediaan infrastruktur yang sangat lengkap ternyata masih kurang dapat menampung kebutuhan wisatawan akan infrastruktur, terlebih pada hari libur. Persebaran infrastruktur wisata di Pantai Baron yang tidak terklaster menyebabkan kondisi ODTW terlihat semakin tidak teratur. Pada aspek daya dukung ekologis, penurunan kualitas lingkungan yang tercermin dari adanya pencemaran dari sampah-sampah wisatawan dan kegiatan TPI serta terjadinya abrasi di areal spantai yang membuat kapasitas tampung pengunjung menjadi berkurang. Sedangkan pada aspek daya dukung sosial, keramaian pada masing-masing spot atraksi wisata Pantai Baron ternyata menimbulkan kesan ketidakpuasan dari masing-masing narasumber karena tidak sesuai dengan jarak/radius ideal yang diinginkan.
Faktor Penentu Lokasi Sentra Industri Kecil Pengolahan Hasil Perikanan Tangkap di Kawasan Pesisir Kota Pasuruan Farida Puspita Rini; Arwi Yudhi Koswara
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (765.314 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.25016

Abstract

Kota Pasuruan merupakan salah satu kawasan pesisir strategis penghasil sumber daya perikanan yang melimpah  serta mempunyai jumlah tenaga kerja lapangan usaha perikanan yang tinggi di wilayah Provinsi Jawa Timur. Namun kondisi industri kecil pengolahan hasil perikanan tangkap yang dikelola dalam skala rumah tangga masih tersebar dan tingkat produktivitas mengalami penurunan dikarenakan belum adanya lokasi sentra industri kecil pengolahan hasil perikanan tangkap yang sesuai dan tepat untuk mendukung kegiatan produksi pengolahan perikanan tangkap kawasan pesisir Kota Pasuruan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan bobot faktor penentu lokasi pengembangan sentra industri kecil pengolahan hasil perikanan tangkap di kawasan pesisir Kota Pasuruan melalui teknik analisis AHP (Analytical Hirarki Process). Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat 6 (enam) faktor dan 20 variabel penelitian dengan bobot tertinggi pada faktor bahan baku sebesar 0.248 atau 25% dari keseluruhan total bobot faktor yang ada. Sehingga bahan baku menjadi faktor prioritas pertama. Penelitian ini dilakukan di 7 kelurahan pesisir Kota Pasuruan dengan 2 (dua) tahapan penelitian.
Arahan Peningkatan Pelayanan Kereta Komuter Surabaya-Lamongan Berdasarkan Preferensi Masyarakat Wiratama Adi Nugraha; Sarjito Sarjito
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (315.105 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.25020

Abstract

Sebagai kota besar, Surabaya menjadi penarik pergerakan dari wilayah sekitarnya ke  Kota Surabaya. Salah satu pelaku pergerekan adalah pekerja komuter yang berada di Kabupaten Lamongan untuk berkerja di Kota Surabaya. Salah satu moda transportasi yang digunakan untuk pergerakan tersebut adalah dengan menggunakan kereta komuter Surabaya-Lamongan. Dalam penyelenggara kereta komuter sampai saat ini masih belum diminati oleh calon pengguna, hal ini bisa dilihat dari masih rendahnya okupansi kereta (dibawah 50%) serta tren penurun jumlah penumpang kereta komuter dari tahun ke tahun. Oleh karena itu perlu ada upaya peningkatan okupansi penumpang kereta komuter Surabaya-Lamongan melihat dari preferensi masyarakat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk merumuskan arahan peningkatan pelayanan kereta komuter Surabaya-Lamongan berdasarkan preferensi masyarakat. Pada awalnya variabel pelayanan ditentukan terlebih dahulu melalui studi litratur yang disesuaikan dengan kondisi lapangan melalui analisis delphi. Pengukuran kepuasan pelayanan dilihat dengan analisa service quality yang melihat tingkat kepuasan dan tingkat harapan pada suatu pelayanan beserta pebobotan masing-masing variabel pelayanan dengan menggunakan pembobotan AHP. Setelah itu dilakukan analisis triangulasi untuk menentukan arahan peningkatan pelayanannya dengan menggabungkan hasl kepuasan pelayanan yang menjadi prioritas, kondisi lapangan, regulasi, serta studi kasus yang ada. Hasil analisis ini berupa arahan layanan di pelayanan internal dan eksternal kereta komuter Surabaya-Lamongan. Pelayanan internal meliputi beberapa arahan berupa perbaikan pola operasional dan lalu lintas kereta api agar perjalanan lebih cepat dan tepat waktu, menambah fitur keamanan, potensi penambahan frekuensi pelayanan, perlunya studi penambahan stasiun, serta perbaikan kenyamanan sesuai standar. Pada pelayanan eksternal, arahan meliputi memperbanyak frekuensi angkutan umum, memperbanyak halte angkutan umum, mempersingkat headway, serta peningkatan keamanan angkutan umum.
Identifikasi Potensi dan Masalah dalam Revitalisasi Kawasan Sungai Kalimas di Surabaya Utara Inggar Rayi Arbani; Hertiari Idajati
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (374.269 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.25021

Abstract

Pemerintah Kota Surabaya merencanakan untuk merevitalisasi Kawasan Sungai Kalimas sejak tahun 2006 yang memiliki 9 titik revitalisasi secara keseluruhan. Namun, sejak tahun 2010, pemerintah Kota Surabaya memfokuskan revitalisasi di Surabaya Utara yang terbagi menjadi 3 titik revitalisasi, yaitu Kawasan Pelabuhan Kalimas, Kawasan Jembatan Petekan, dan Kawasan Jembatan Merah. Kondisi 3 titik revitalisasi yang belum adanya perubahan yang signifikan maka dibutuhkan kajian mengenai potensi dan masalah masing-masing titik sebagai upaya untuk mengefektifkan proses revitalisai. Artikel ini merupakan bagian dari penelitian perumusan strategi revitalisasi pada Kawasan Sungai Kalimas di Surabaya Utara. Pengambilan data pada penelitian ini diperoleh melalui in-depth interview kepada stakeholder yang telah ditentukan sebelumnya serta studi literatur pad dokumen-dokumen perencanaan terkait kondisi eksisting kawasan. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Content Analysis. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa potensi pada 3 titik revitalisasi ini yaitu kawasan ini masih memiliki peninggalan bersejarah berupa bangunan cagar budaya yang memiliki nilai historis tinggi. Kemudian, masalah pada kawasan ini yaitu adanya ketidakserasian pendapat antara pemerintah dan masyarakat, dan juga pemerintah daerah dengan pemerintah kota terkait penetapan status cagar budaya pada suatu bangunan.
Strategi Pengembangan Pariwisata Budaya yang Berkelanjutan Pada Kampung Lawas Maspati, Surabaya Ni Ketut Ratih Larasati; Dian Rahmawati
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (393.151 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.25024

Abstract

Kampung Lawas Maspati adalah salah satu aset budaya di Kota Surabaya yang memiliki nilai historis dan beragam daya tarik budaya. Namun, potensi yang mendukung posisi kampung sebagai kampung wisata menghadapi beberapa tantangan yaitu lemahnya peran pemerintah dalam mengelola aset budaya khususnya dalam pemanfaatannya sebagai daya tarik pariwisata, dan kecenderungan modernisasi perkotaan dan pembangunan kota yang mengancam eksistensi dari Kampung Lawas Maspati. Tujuan dalam penelitian ini adalah merumuskan strategi pengembangan pariwisata budaya yang berkelanjutan. Teknik analisis dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif kualitatif, analisis konten, IFAS EFAS dan matriks SWOT.  Hasil analisis IFAS dan EFAS dalam diagram cartesius SWOT, menunjukkan kampung Lawas Maspati berada pada posisi yang menguntungkan dengan faktor kekuatan dan peluang yang dominan dan growth strategy sebagai fokus utama strategi pengembangan. Berdasarkan hasil analisis terhadap faktor internal dan faktor eksternal dengan menggunakan matriks SWOT, terdapat empat strategi utama pengembangan pariwisata yang berkelanjutan yang dapat diimplementasikan pada Kampung Lawas Maspati diantaranya adalah strategi optimalisasi pengelolaan pariwisata budaya, strategi optimalisasi potensi home based enterprises pada kampung untuk mendukung kegiatan pariwisata, pemanfaatan budaya intangible pada kampung sebagai produk pariwisata budaya dan pengelolaan aset budaya tangibe pada kampung melalui peluang kerja sama.
Karakteristik Pengunjung dan Aktivitasnya Terhadap Penggunaan Taman Kota Sebagai Ruang Sosial di Taman Keplaksari Kabupaten Jombang Dian Fajar Novitasari; Ardy Maulidy Navastara
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (594.804 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.25025

Abstract

Ruang terbuka hijau saat ini berfokus memiliki fungsi aktif dalam artian sebagai ruang sosial, yaitu sebagai tempat berinteraksi masyarakat, sarana olahraga, serta tempat rekreasi. Salah satu usaha yang telah dilakukan Pemerintah Jombang adalah membangun Taman Keplaksari sebagai RTH aktif berbentuk taman kota. Taman Keplaksari sebelumnya merupakan RTH pasif berbentuk hutan kota. Lokasi Taman Keplaksari yang strategis diharapkan dapat mengakomodasi aktivitas masyarakat Jombang serta menjadi persinggahan bagi masyarakat luar kota yang melintas. Namun pada kenyataannya fungsi sosial Taman Keplaksari belum terwujud secara optimal. Dibandingkan ruang publik lain di Jombang, jumlah pengunjung Taman Keplaksari tergolong rendah. Oleh karena itu perlu dilakukan analisis terhadap faktor internal (self generated) yaitu karakteristik pengunjung dan aktvitasnya yang bertujuan untuk membuktikan kesesuaian Taman Keplaksari sebagai ruang sosial. Dalam melakukan analisis faktor internal tersebut diidentifikasi berdasarkan sosial-ekonomi dan pola kunjungan. Karakteristik sosial ekonomi dibagi berdasarkan usia,  jenis kelamin, pekerjaan, dan tingkat pendapatan. Sedangkan karakteristik pola kunjungan dibagi berdasarkan pasangan interaksi, frekuensi kunjungan, jarak yang ditempuh, dan moda transportasi. Hasil dari penulisan artikel ini berupa saran dan rekomendasi dalam meningkatkan kinerja Taman Keplaksari sebagai ruang sosial.