cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik ITS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik ITS merupakan publikasi ilmiah berkala yang diperuntukkan bagi mahasiswa ITS yang hendak mempublikasikan hasil Tugas Akhir-nya dalam bentuk studi literatur, penelitian, dan pengembangan teknologi. Jurnal ini pertama kali terbit pada September 2012, dimana setiap tahunnya diterbitkan 1 buah volume yang mengandung tiga buah issue.
Arjuna Subject : -
Articles 3,978 Documents
Timbulan dan Komposisi Sampah Rumah Tangga di Kecamatan Rungkut Surabaya Helena Ratya; Welly Herumurti
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (519.849 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.24675

Abstract

Kecamatan Rungkut dengan kepadatan penduduk sebesar 2.477 jiwa/km2 masih memiliki permasalahan dalam penanganan sampah. Terjadi peningkatan jumlah sampah rumah tangga per hari yang dihasilkan seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk. Angka laju timbulan dan komposisi serta densitas sampah rumah tangga belum diketahui secara pasti. Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan timbulan, komposisi, densitas sampah kawasan perumahan, rumah susun, dan perkampungan. Pengukuran timbulan sampah sebanyak 8 buah sampel menggunakan metode load count analysis. Komposisi dan densitas sampah ditentukan dan dianalisis menggunakan metode yang sesuai dengan SNI 19-3964-1994. Timbulan sampah rumah tangga kawasan perumahan, rumah susun, dan perkampungan yaitu masing-masing sebesar 0,271 kg/orang.hari, 0,282 kg/orang.hari, dan 0,486 kg/orang.hari. Sampah perumahan, rumah susun, dan perkampungan memiliki komposisi paling banyak adalah sampah dapat dikomposkan. Hal ini dikarenakan banyaknya kegiatan rumah tangga sehingga menimbulkan banyaknya sampah dapur atau sisa makanan. Sampah plastik dan kertas merupakan jenis sampah paling banyak setelah sampah dapat dikomposkan. Sedangkan untuk densitas sampah rumah tangga di Kecamatan Rungkut sebesar 154,93 kg/m3.
Analisis Kondisi Hidrologi Daerah Aliran Sungai Kedurus untuk Mengurangi Banjir Menggunakan Model Hidrologi SWAT Santika Purwitaningsih; Adjie Pamungkas
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (752.861 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.24809

Abstract

Fenomena urbanisasi yang terjadi di kota-kota besar mengakibatkan peningkatan kebutuhan ruang kota, sehingga menyebabkan keterbatasan sumber daya lahan yang berakibat pada alih fungsi lahan dari yang tak terbangun menjadi terbangun. Hal ini berdampakan pada peningkatan alrian permukaan sehingga dapat menyebabkan banjir. Untuk mendapatkan langkah-langkah yang tepat dalam mengatasi banjir di perkotaan, perlu adanya identifikasi sifat-sifat DAS di perkotaan. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi hidrologi DAS Kedurus. Metode analisis yang digunakan untuk mencapai tujuan tersebut adalah analisis hidrologi menggunakan model SWAT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa DAS Kedurus yang terbagi menjadi 27 sub-DAS, mengalami banjir pada 12 Sub-DAS. Debit simulasi tertinggi terjadi pada 15 Maret 2016 yaitu sebesar 15,59 m3/s. Volume luapan yang terjadi di DAS Kedurus adalah sebesar 546.797,53 m3.
Arahan Pengembangan Pariwisata dalam rangka Mengurangi Ketidakmerataan Pariwisata Studi Kasus Kabupaten Badung dan Gianyar Laksmita Dwi Hersaputri
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (317.898 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.24810

Abstract

Pariwisata merupakan sektor andalan pada perekonomian Provinsi Bali. Pariwisata Bali sebagian besar berpusat pada Kabupaten Badung dan Denpasar. Padahal Kabupaten Gianyar memiliki jumlah potensi wisata yang lebih besar namun pendapatan daerah dari sektor wisata jauh lebih kecil dibandingkan dengan Kabupaten Badung. Ketidakmerataan pariwisata di Kabupaten Badung dan Gianyar dapat dilihat dari beberapa aspek seperti pada aspek fasilitas, akomodsi, keberagaman atraksi wisata yang dapat dilakukan, serta keberadaan pengelola daya tarik wisata. Berdasarkan permasalahan tersebut maka penelitian ini bertujuan untuk merumuskan arahan pengembangan pariwisata di Kabupaten Badung dan Gianyar untuk mengatasi ketidakmerataan perkembangan pariwisata dan pemerataan pendapatan daerah. Metode analisis yang digunakan dalam merumuskan arahan pengembangan adalah deskriptif komparatif. Dari hasil analisis terdapat beberapa arahan pengembangan pada masing-masing kabupaten. Arahan pengembangan pada Kabupaten Gianyar difokuskan pada penambahan jenis araksi/kegiatan wisata, meningkatkan jumlah akomodasi, restoran, dan fasilitas pendukung wisata, kerjasama dalam pengelolaan DTW, serta meningkatan rute Bus Sarbagita di Kabupaten Gianyar. Sedangkan arahan pengembangan untuk Kabupaten Badung adalah peningkatan jumlah akomodasi di Badung bagian utara, serta kerjasama antara pemerintah, swasta, dan masyarakat dalam mengelola daya tarik wisata.
Keterkaitan Karakteristik Pergerakan di Kawasan Pinggiran Terhadap Kesediaan Menggunakan BRT di Kota Palembang Dian Nur 'afalia; Ketut Dewi Martha Erli Handayeni
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (424.119 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.24840

Abstract

Kota Palembang merupakan salah satu kota berkembang dengan permasalahan transportasi yang cukup besar. Salah satu wilayah dengan permasalahan transportasi adalah Kecamatan Alang-Alang Lebar. Kecamatan Alang-Alang Lebar berdasarkan fisik dan lokasi diidentifikasi sebagai kawasan pinnggiran Kota Palembang. Permasalahan transportasi di wilayah pinggiran adalah peningkatan penggunaan kendaraan pribadi menuju pusat Kota Palembang. Dari permasalahan tersebut terdapat potensi penggunaan BRT dari wilayah pinggiran. Untuk itu, perlu diketahui keterkaitan antara potensi penggunaan BRT dengan karakteristik masyarakat yang menggunakan kendaraan pribadi. Penelitian ini menggunakan metode analisa Crosstab dengan melihat keterkaitan antara karakteristik pergerakan yaitu asal pergerakan, maksud pergerakan, jarak perjalanan dan moda yang digunakan dengan kesediaan masyarakat menggunakan BRT. penelitian menunjukan bahwa  bahwa tidak ada keterkaitan antara asal pergerakan, maksud pergerakan dan moda yang digunakan dengan kesediaan masyarakat menggunakan BRT. Kesediaan menggunakan BRT memiliki keterkaitan yang signifikan dengan karakteristik lama perjalanan dari wilayah pinggiran menuju pusat kota..
Analisis Daerah Rawan Bencana Tanah Longsor Berdasarkan Zona Water Content di Olak Alen Kecamatan Selorejo, Blitar Maulidah Aisyah; Widya Utama; Wien Lestari
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (576.667 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.24902

Abstract

Salah satu penyebab terjadinya tanah longsor yaitu adanya zona water content atau zona tersaturasi air dimana terdapat kondisi terakumulasinya air pada suatu lapisan tanah yang sukar meloloskan air. Kondisi tersebut dapat diketahui dengan metode geolistrik resistivitas dengan konfigurasi Wenner-Schlumberger karena dapat menerjemahkan kondisi bawah permukaan secara horizontal maupun lateral dengan baik berdasarkan nilai resistivitas. Nilai zona water content yang terlihat yaitu antara 4,39 – 9,29 Ωm. Berdasarkan peta rawan bencana yang telah dibuat, faktor penyebab terjadinya tanah longsor adalah curah hujan, tutupan lahan, dan kelerengan. Hasil pemetaan yang telah dilakukan menunjukkan bahwa Kecamatan Selorejo merupakan salah satu daerah yang kerawanan longsornya bernilai sedang, yakni diantara 24,03.
Arahan Pengembangan Sentra Industri Alas Kaki di Kelurahan Kemasan Kecamatan Krian Kabupaten Sidoarjo Melalui Pendekatan Pengembangan Ekonomi Lokal Azizah Faridha Elisa; Eko Budi Santoso
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (434.17 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.24911

Abstract

Kabupaten Sidoarjo memiliki potensi dalam kegiatan industri pengolahan yang berperan dalam pengembangan wilayahnya khususnya pembangunan ekonomi. Pada tahun 2015 industri pengolahan memegang peranan ekonomi sebesar 49,46% dengan salah satu sub sektornya yaitu industri kulit, barang dari kulit dan alas kaki yang menyumbang sebesar 1.587.973,1 juta rupiah. Salah satu kecamatan yang bergerak dalam industri kulit, barang dari kulit dan alas kaki adalah Kecamatan Krian yaitu dengan adanya sentra industri alas kaki yang terletak di Kelurahan Kemasan. Namun keberadaan industri alas kaki di Kemasan ini masih lemah dalam aspek pemasaran selain itu terbatasnya modal, pengolahan yang sederhana dan kurangnya kemitraan usaha, tidak berfungsinya KUB Mojosantren serta kurangnya fasilitas penunjang yang menjadi penghambat berkembangnya industri ini, sehingga dari beberapa masalah tersebut maka diperlukan suatu pendekatan pembangunan untuk mengembangkan potensi lokal yaitu pendekatan pengembangan ekonomi lokal. Penelitian ini menggunakan pendekatan rasionalistik, di dalamnya menggunakan pendekatan deskriptif. Penelitian ini menghasilkan faktor-faktor yang berpengaruh dalam pengembangan sentra industri alas kaki di Kelurahan Kemasan Kecamatan Krian Kabupaten Sidoarjo dengan menggunakan metode confirmatory factor analysis, antara lain yaitu ketersediaan bahan baku lokal, jenis bahan baku lokal, asal perolehan bahan baku, jumlah tenaga kerja lokal, kualitas tenaga kerja lokal, jumlah produksi, inovasi produk, teknologi, modal, jaringan jalan, jaringan listrik, persampahan, peran pemerintah, swasta dan masyarakat, koperasi, kerjasama antar stakeholder, permintaan pasar serta strategi pemasaran.
Timbulan dan Reduksi Sampah di Kecamatan Sukun Kota Malang Siti Sholikah; Welly Herumurti
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (291.65 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.24934

Abstract

Sampah rumah tangga merupakan salah satu masalah yang perlu mendapatkan perhatian serius karena jumlah timbulan sampah yang senantiasa meningkat. Komposisi sampah perlu diketahui untuk menentukan pengelolaan sampah, salah satu pengelolaan sampah yakni reduksi sampah. Besarnya timbulan sampah dapat dikurangi dengan melakukan reduksi sampah disumber, salah satunya melalui Bank Sampah. Pada penelitian ini dilakukan perhitungan timbulan sampah dan komposisi sampah. Kecamatan Sukun dipilih karena memiliki jumlah Bank Sampah paling banyak di Kota Malang yakni 82 unit Bank Sampah. Skenario yang digunakan yaitu skenario pengumpulan sampah melalui TPS (kondisi tidak ideal), pengumpulan sampah oleh Bank Sampah (kondisi eksisting), pengumpulan sampah oleh Bank Sampah eksisting dan sektor informal, pengumpulan sampah oleh Bank Sampah optimasi dan sektor informal. Data primer dan sekunder berupa timbulan sampah, komposisi sampah, kondisi eksisting Bank Sampah, dan reduksi dari Bank Sampah. Data primer didapatkan melalui sampling di TPS dan kuisoner di Bank Sampah. Sedangkan data sekunder didapatkan dari Kantor Kecamatan Sukun, Dinas Lingkungan Hidup Kota Malang, BPS Kota Malang, dan Bank Sampah Malang. Kecamatan Sukun memiliki Laju timbulan sampah rumah tangga sebesar 0,4 kg/orang.hari. Laju timbulan sampah dengan area Bank Sampah sebesar 0,33 kg/orang.hari. Komposisi sampah sejenis sampah rumah tangga terdiri dari, dapat dikomposkan 67,82%, plastik 8,82%, kertas 10,88%, kain 1,26%, logam 1,27%, kayu 0,9%, kaca 0,1%, diapers 5,42%, B3 1,3%, karet 0,1% dan lainnya 0,1,92%. Reduksi dari Bank Sampah dapat mengurangi timbulan sampah sebesar 0,14 kg/orang/hari. Timbulan sampah tanpa adanya Bank Sampah di Kecamatan Sukun Sebesar 66,6 ton/hari, dengan adanya Bank Sampah timbulan sebesar 65,9 ton/hari.
Penentuan Prioritas Pengembangan Kawasan Transit Stasiun Gubeng dengan Konsep Transit Oriented Development Virta Safitri Ramadhani; Sardjito Sardjito
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (519.45 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.24950

Abstract

Stasiun Gubeng merupakan stasiun utama di Kota Surabaya yang memiliki peranan besar dalam melayani perjalanan kereta jarak jauh di pulau Jawa dan kereta komuter Surabaya-Sidoarjo. Adanya kebijakan pengembangan Kota Surabaya, menjadikan kawasan di sekitar lokasi transit Stasiun Gubeng menjadi salah satu kawasan yang akan dikembangkan dengan konsep Transit Oriented Development (TOD). Pembangunan sarana dan prasarana yang mengarah pada komponen TOD sudah dilakukan di kawasan transit Stasiun Gubeng. Namun, pembangunan tersebut belum terintegrasi antar komponen dan belum dapat segera teruwujud untuk mengarah ke bentuk kawasan TOD. Sehingga diperlukan penentuan prioritas dalam pelaksanaan pengembangan di kawasan transit agar dapat terintegrasi dan mendukung percepatan realisasi pengembangan TOD di kawasan Stasiun Gubeng. Dari hasil penelitian yang dilakukan dapat ditentukan prioritas pengembangan dalam rangka mewujudkan kawasan transit Stasiun Gubeng dengan konsep TOD.
Analisis Jaringan Sosial Pariwisata di Kampung Pesisir Bulak Surabaya Dea Nusa Aninditya; Dian Rahmawati
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (632.907 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.24958

Abstract

Berdasarkan RTRW Kota Surabaya tahun 2014-2034 dan RZWP3K Tahun 2012-2032, Kecamatan Bulak meliputi Kelurahan Kenjeran dan Kelurahan Bulak di kawasan kaki Suramadu diarahkan dengan fungsi utama sebagai kawasan wisata bahari/laut, pengembangan pariwisata alam dan buatan, dan permukiman nelayan. Adanya pembangunan fisik kawasan Pariwisata di Kampung Pesisir Bulak dan sekitarnya masih memyebebkan masalah non-fisik yang ditimbulkan dari adanya hubungan atau peran aktor dalam pengembangan kawasan pariwisata yang belum optimal. Untuk itu diperlukan pengembangan berbasiskan Jaringan Sosial dalam melihat hubungan dan kesinambungan antar peran dalam menyelesaikan masalah terkait pengembangan wisata di Kampung pesisir Bulak dan sekitarnya. Penelitian ini menggunakan Social Network Analysis (SNA) dalam menganalisis hubungan yang terjadi antar pihak yang berpengaruh dari kelompok pemerintah maupun kelompok organisasi masyarakat. Dalam melakukan Social Network Analysis (SNA) mengacu pada perhitungan Degree of Centrality, Closeness Centrality dan Betweenness Centrality dari setiap aktor yang teridentifikasi. Kemudian dari hasil analisis menunjukkan bahwa Dinas Pertanian bidang Perikanan dan Badan Perencana Pembangunan Kota Surabaya merupakan pihak yang memiliki nilai centrality tertinggi sehingga memiliki peran yang besar dalam pengembangan pariwisata kampug pesisir Bulak Surabaya.
Faktor Pemilihan Lokasi Apartemen Berdasarkan Preferensi Pemerintah di Surabaya Metropolitan Area Erisa Nur Agmelina; Putu Gde Ariastita
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (390.959 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.24967

Abstract

Pembangunan apartemen di Surabaya Metropolitan Area merupakan salah satu upaya yang dilakukan pemerintah untuk memenuhi kebutuhan perumahan. Secara harfiah apartemen yang mendukung konsep urban compactness mayoritas dibangun di pusat perkotaan. Namun, perkembangan apartemen saat ini cenderung menyebar. Berdasarkan penelitian terdahulu pengembang belum memperhatikan preferensi penghuni dalam pembangunan apartemen sehingga apartemen terbangun bebas mengikuti lahan yang dimiliki oleh pengembang. Selain itu, pemerintah belum memiliki regulasi spesifik mengenai pengaturan lokasi apartemen namun pemerintah tetap memberikan peluang besar terhadap pembangunan apartemen. Hal tersebut menunjukkan bahwa belum ditemukan adanya faktor preferensi mengenai penentuan lokasi apartemen yang sama-sama disetujui oleh ketiga stakeholders yaitu pemerintah, pengembang, dan masyarakat. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk merumuskan faktor prioritas dalam menentukan lokasi pembangunan apartemen di Surabaya Metropolitan Area berdasarkan preferensi pemerintah. Penelitian ini menggunakan dua teknik analisis yaitu Analytic Network Process dan analisis deskriptif. Hasil dari penelitian ini adalah faktor pemilihan lokasi apartemen yang disetujui oleh pemerintah yaitu jarak ke jalan utama, kesesuaian dengan RTRW, harga lahan, dan jarak ke pusat pelayanan kota.