cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik ITS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik ITS merupakan publikasi ilmiah berkala yang diperuntukkan bagi mahasiswa ITS yang hendak mempublikasikan hasil Tugas Akhir-nya dalam bentuk studi literatur, penelitian, dan pengembangan teknologi. Jurnal ini pertama kali terbit pada September 2012, dimana setiap tahunnya diterbitkan 1 buah volume yang mengandung tiga buah issue.
Arjuna Subject : -
Articles 3,978 Documents
Analisis Stabilitas Lereng Tanah di Daerah Olak Alen Blitar Andriyan Yulikasari; Widya Utama; M Singgih Purwanto
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (341.249 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.25802

Abstract

Olak Alen adalah salah satu daerah yang rawan longsor di Kabupaten Blitar. Lereng pada daerah penelitian sudah mengalami longsor sebanyak tiga kali dan hal itu terjadi ketika hujan deras. Analisis stabilitas lereng tanah dapat dilakukan menggunakan metode Bishop. Metode ini dapat memberikan gambaran kelongsoran yang terjadi pada daerah penelitian dengan prinsip kesetimbangan gaya. Pada dua keadaan yang berbeda yaitu pada keadaan kering dan keadaan jenuh air, nilai faktor keamanan lereng menunjukkan perubahan yang signifikan. Nilai faktor keamanan akan mengecil seiring dengan penambahan air ke dalam lereng tanah. Pada penelitian ini didapatkan nilai faktor keamanan lereng pada keadaan kering adalah 1.468, sedangkan nilai faktor keamanan lereng pada keadaan jenuh air adalah 1.250. Semakin kecil nilai faktor keamanan lereng tanag hingga mendekati atau lebih kecil dari 1, maka lereng tersebut berada pada keadaan yang kritis bahkan longsor.  
Perencanaan Penanggulangan Banjir Akibat Luapan Sungai Petung, Kota Pasuruan, Jawa Timur Aninda Rahmaningtyas; Umboro Lasminto; Bambang Sarwono
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1009.826 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.25811

Abstract

Kota Pasuruan berada di jalur utama pantai utara yang menghubungkan Pulau Jawa dan Pulau Bali. Terdapat tiga sungai yang melewati Kota Pasuruan, salah satunya Sungai Petung. Ketika musim hujan tiba, beberapa daerah di Kota Pasuruan tergenang akibat luapan Sungai Petung. Genangan terbesar terjadi setinggi 1,50 meter dan alur pantura tidak dapat dilalui kendaraan.Permasalahan ini diselesaikan dengan cara melakukan analisis hidrologi, hidrolika, dan perencanaan bangunan pengendali banjir. Analisis hidrologi berupa cara mengolah data hujan, hingga diperoleh debit banjir rencana 25 tahunan. Analisis hidrolika berupa pengolahan data pasang surut yang kemudian dilakukan simulasi dengan program bantu HEC-RAS untuk mengetahui kapasitas Sungai Petung. Data yang dibutuhkan untuk simulasi HEC-RAS antara lain data pasang surut, debit banjir rencana 25 tahunan, dan detail cross section Sungai Petung. Setelah diketahui kapasitas Sungai Petung, maka langkah selanjutnya merencanakan bangunan penanggulangan banjir.Dari hasil simulasi diketahui bahwa terjadi luapan dari STA 134-0. Bangunan pengendali banjir yang digunakan berupa tanggul. Direncanakan tanggul sepanjang 5,93 km dengan kemiringan lereng tanggul 1:1, lebar mercu sebesar 3 meter, tinggi tanggul mulai dari 3 sampai 5 meter, dan tinggi jagaan sebesar 0,80 meter dari Sta 134 – Sta 0. Sehingga luapan Sungai Petung dapat ditanggulangi.
Modifikasi Perencanaan Struktur Gedung Tower C Apartemen Aspen Admiralty Jakarta Selatan Dengan Menggunakan Baja-Beton Komposit Yhona Yuliana; Data Iranata; Endah Wahyuni
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (633.782 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.25831

Abstract

Gedung Tower C Apartemen Aspen Admiralty Jakarta Selatan terdiri dari 23 lantai dan 2 basement yang pada awalnya didesain dengan menggunakan struktur beton bertulang. Perencanaan sebelumnya didesain dengan ukuran kolom dan balok yang relatif besar, sehingga menambah berat sendiri dan akan membebani pondasi. Dengan alasan tersebut, perlu diupayakan perampingan konstruksi strukturnya yaitu dengan memodifikasi struktur bangunan tersebut dengan menggunakan struktur beton komposit. Untuk penyelesaiannya akan dilakukan perancangan dimensi struktur komposit dan kemudian dilakukan analisa struktur dengan menggunakan program SAP2000 v14 untuk mendapatkan dimensi struktur yang optimal. Tujuan dari studi ini adalah menghasilkan perencanaan struktur gedung komposit baja-beton yang rasional dengan memenuhi persyaratan keamanan struktur berdasarkan SNI 2847:2013, SNI 1729:2015, SNI 1726:2012, dan PPIUG 1983. Dari analisa dan hasil perhitungan diperoleh hasil, yaitu tebal plat bondeks 10 cm, dimensi balok induk WF 450x30x11x18, dimensi kolom lantai 1-5 K588x300x12x20, dimensi kolom 6-15 K500x200x10x16, dimensi kolom lantai 8-23 K400x200x8x13. Perencanaan pondasi menggunakan tiang pancang beton pracetak diameter 60 cm dengan kedalaman 30 m.
Penentuan Kriteria Pengembangan Agrowisata di Kecamatan Sukapura Kabuapaten Probolinggo Suryadi Muchlis; Eko Budi Santoso
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (315.875 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.25860

Abstract

Kecamatan Sukapura dalam RTRW Kab. Probolinggo Tahun 2010-2029 diarahkan sebagai agrowisata. Kecamatan ini memiliki sumber daya lokal yang berpotensi untuk mendukung pengembangan agrowisata, baik dari sumber daya alam meliputi komoditas pertanian, kondisi alam dan iklim maupun sumber daya manusia seperti kemampuan dan kualiatas masyarakat serta budaya yang dimiliki masyarakat. Namun faktanya agrowisata di kecamatan sukapura belum memanfaatkan potensi sumber daya lokal secara optimal. Untuk itu diperlukan penelitian untuk menentukan kriteria pengembangan agrowisata di Kecamatan Sukapura sehingga potensi sumber daya lokal yang ada dapat teroptimalkan dengan baik dalam mendukung pengembangan agrowisata di Kecamatan Sukapura. Dalam proses analisis dibagi menjadi dua tahapan yaitu analisis konten dan order analysis. Analisis konten menggunakan input data berupa transkip wawancara, sedangkan order analysis menggunakan input berupa hasil kuisioner skala guttman. Hasil akhir dari penelitian ini yaitu kriteria pengembangan agrowisata yang terdari dari variabel atraksi dan jenis komoditas pertanian, objek wisata lain, fasilitas, infrastruktur, kerjasama, transportasi, ketahanan bencana, sikap dan keramahan masyarakat, dan produk agrowisata.
Dampak Intrusi Air Laut pada Kawasan Pesisir Surabaya Timur Auke Herdyansah; Dian Rahmawati
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (515.685 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.25863

Abstract

Intrusi air laut merupakan salah satu fenomena dimana air laut mencemari air tanah sehingga air tanah tidak dapat digunakan kembali oleh makhluk hidup diatasnya. Kota Surabaya merupakan salah satu dari sebagian kota besar yang memiliki kawasan pesisir. Berdasarkan data, kawasan pesisir timur di Kota Surabaya memiliki tingkat intrusi air laut yang cukup tinggi dengan nilai salinitas mencapai 47 ppt. Penelitian ini bertujuan untuk membuat rekomendasi pengembangan yang tepat berdasarkan fenomena intrusi air laut. Tahap awal dari penelitian ini adalah mengidentifikasi intrusi air laut pada wilayah studi. Tahap selanjutnya adalah mengeksplorasi dampak dari intrusi air laut dan bentuk tanggapan masyarakat terhadap dampak yang terjadi. Hasil dari kedua tahap tersebut kemudian di overlay menggunakan software ArcGIS untuk mengetahui besaran dampak yang terjadi sehingga dapat ditentukan bagaimana rekomendasi pengembangan yang tepat.Hasil penelitian menunjukkan bahwa wilayah yang memiliki tingkat intrusi air laut paling tinggi terdapat pada Kelurahan Gunung Anyar Tambak dan Kelurahan Medokan Ayu. Hasil temuan di lapangan juga menunjukkan bahwa dampak intrusi air laut yang paling dirasakan oleh masyarakat berhubungan dengan konstruksi bangunan dan konstruksi tanah. Hasil analisis juga menunjukkan pada wilayah studi bagian utara dan timur memiliki besaran dampak yang relatif besar, sehingga berdasarkan data tersebut dibuatlah beberapa rekomendasi pengembangan kawasan seperti regulasi terkait penggunaan lahan, edukasi kepada masyarakat, serta pemberlakuan program-program pemerintah dalam mengelola air tanah agar tidak semakin tercemari oleh air laut.
Identifikasi Pemanfaatan Kawasan Konservasi Mangrove di Wonorejo Surabaya Rizki Ade Pratama; Dian Rahmawati
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (527.77 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.25945

Abstract

Pemanfaatan wilayah pesisir memiliki beragam kepentingan dengan ragam kegiatan atau aktivitas yang ada dan akan menimbulkan dampak merugikan apabila terjadi ketidakselarasan dari sebuah sitem lingkungan. Suatu daerah salah satunya Kota Surabaya sendiri perlu mengendalikan dan mengawasi kegiatan dan aktivitas dari kawasan konservasi khususnya mangrove di Wonorejo Surabaya. Kawasan konservasi mangrove sendiri bukan berarti tidak memiliki nilai ekonomi. Banyaknya aktivitas dan kegiatan di kawasan tersebut. Salah satu aktivitas terbesar kawasan tersebut yaitu pariwisata. Dengan adanya kegiatan pariwisata tersebut sangat memungkinkan pengembangan kegiatan dan aktivitas lain berkembang di kawasan tersebut sehingga mengancam sistem lingkungan di kawasan konservasi. Maka dari itu, perlu mengidentifikasi pemanfaatan kawasan konservasi mangrove agar mempermudah kotrol dan pengawasan kawasan tersebut sehingga terjadi keselarasan dari sebuah sistem lingkungan.Tujuan dari penelitian ini yaitu mengidentifikasi pemanfaatan kawasan konservasi mangrove di Wonorejo Kota Surabaya. Tujuan tersebut dapat dicapai melalui pemetaan manfaat secara spasial dari kawasan konservasi mangrove dengan teknik Participatory Mapping. Adapun hasil penelitian ini yaitu terdapat 3 pemanfaatan mangrove yaitu manfaat hasil hutan  ikutan, manfaat perikanan dan manfaat rekreasi dan pariwisata.
Pengembangan Kawasan Wisata Prigi Berdasarkan Konsep Tourism Branding Jhon Jhohan Putra Kumara Dewa; Hertiari Idajati
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (263.176 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.25971

Abstract

Berdasarkan RTRW Kabupaten Trenggalek tahun 2012-2032 jumlah kawasan wisata yang ada di Trenggalek sebanyak 23 kawasan yang terdiri atas 9 kawasan pariwisata dan 14 kawasan pariwisata alam. Salah satunya adalah kawasan wisata Prigi yang didalamnya termasuk 2 pantai yaitu Pantai Prigi dan Pantai Karanggongso, yang terletak di Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek merupakan wisata unggulan yang mempunyai banyak potensi dan daya tarik yang dapat menarik wisatawan. Akan tetapi upaya pengenalan kawasan wisata prigi sebagai destinasi unggulan Kabupaten Trenggalek masih terbatas. Di tingkat kabupaten, Trenggalek belum memiliki slogan maupun kampanye kreatif kepariwisataan. Tahapan pertama penelitian ini adalah mengidentifikasi potensi dan masalah kawasan wisata prigi berdasarkan konsep tourism branding menggunakan content analysis. Kemudian merumuskan arahan pengembangan kawasan wisata prigi berdasarkan konsep tourism branding menggunakan analisis deskriptif komparatif. Hasil dari penelitian ini berupa arahan pengembangan berdasarkan brand personality, brand positioning, dan brand identififer.
Rancang Bangun Wireless Sensor Network Pada Pendeteksi Dini Potensi Kebakaran Lahan Gambut Menggunakan Banana Pi IoT Hendra Irawan; Muhammad Rivai; Fajar Budiman
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (812.813 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.26016

Abstract

Lahan gambut merupakan bagian dari ekosistem yang banyak mengandung bahan organik yang tidak mudah terurai. Seringnya terjadi kebakaran lahan gambut membuat Indonesia kerap menderita kabut asap, sehingga diperlukan suatu sistem yang dapat mendeteksi potensi terjadinya kebakaran lahan gambut. Telah banyak penelitian tentang hal penanganan masalah tersebut, namun penelitian yang ditawarkan biasanya berupa pendeteksi paska kebakaran lahan gambut. Selain itu banyak teknologi yang ditawarkan mempunyai harga produksi yang mahal dan penggunaan daya yang tinggi. Sistem yang dirancang pada penelitian ini adalah penerapan Wireless Sensor Network menggunakan topologi tree pada pendeteksi dini potensi kebakaran lahan gambut yang diintegrasikan dengan Internet of Things. Menggunakan Arduino sebagai prosesor dari sensor node yang dibuat dan menggunakan Banana Pi sebagai server dari keseluruhan sitem. Sistem ini mengutamakan penanganan sebelum terjadinya kebakaran dengan membaca suhu lingkungan setiap node. Hasil dari sistem keseluruhan dapat dilihat pada tampilan halaman web yang dapat menampilkan informasi suhu permukaan lahan gambut. Jarak optimum peletakan antar node adalah 100m dan kesuksesan membaca GPS mencapai 80%.  
Arahan Pengembangan Kawasan Desa Wisata di Desa Tulungrejo, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri Haryo Prasetyo; Haryo Sulistyarso
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (296.045 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.26034

Abstract

Desa Tulungrejo memiliki potensi lokal yang di miliki kawasan pedesaan. desa ini memiliki keunikan,keaslian, dan sifat khas yang berkaitan dengan kelompok masyarakat berbudaya yang secara hakiki dapat menarik minat pengunjung. Dari potensi-potensi yang ada di Desa Tulungrejo masyarakat dan pemerintah belum memanfaatkan secara optimal untuk dijadikan kawasan desa wisata, sehingga  perlu adannya suatu rumusan arahan guna mengembangkan potensi kawasan desa wisata Tulungrejo Teknik analisa yang di gunakan untuk mencapai tujuan dan sasaran yaitu teknik analisa delphi untuk menentukan faktor pendukung pengembangan desa wisata, analisa deskriptif kualitatif untuk menentukan arahan pengembangan desa wisata tersebut. Hasil dari penelitian ini memiliki potensi untuk dikembangkan sesuai dengan arahan pengembangan secara spasial dan non spasial.
Perencanaan Drainase Daerah Aliran Sungai Guring, Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan Rachmatika Nurita; Umboro Lasminto
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (538.188 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.26337

Abstract

Sungai Guring berada di Kecamatan Banjarmasin Tengah dan Kecamatan Kalimantan Timur, Kota Banjarmasin, Provinsi Kalimantan Selatan, dan bermuara di Sungai Martapura. Daerah Aliran Sungai Guring memiliki luas ± 4 km2, dengan panjang alur sungai ± 5 km. Sungai Guring sudah mengalami pendangkalan dan penyempitan hebat yang semakin memperkecil kapasitas pengaliranya. Besaran badan sungai menjadi hanya sebesar parit atau got bahkan menghilang, karena banyak yang telah berubah menjadi lahan yang di atasnya dibangun pemukiman dan bangunan ruko baik secara berizin aupun tidak berizin (liar). Oleh karena itu, muka air Sungai Guring menjadi tinggi terutama saat musim hujan dan air pasang, sehingga menyebabkan beberapa kawasan pemukiman tergenang. Salah satu upaya untuk mengatasi masalah genangan di pemukiman tersebut yaitu dengan merencanakan sistem drainase dan restorasi sungai yang mampu menampung limpasan air hujan dan pengaruh pasang-surut air. Untuk itu, dalam tugas akhir ini dilakukan: analisis hidrologi menggunakan program bantu HEC-HMS, analisis hidrolika menggunakan program bantu HEC-RAS, dan analisis pasang surut menggunakan metode British Admiralty. Selanjutnya, dari hasil analisis tersebut, akan dilakukan evaluasi terhadap penampang sungai eksisting. Pada tahap akhir dilakukan perencanaan ulang dimensi penampang sungai dan fasilitas penunjang. Dari hasil analisa yang telah dilakukan, untuk mengatasi banjir yang ada, direncanakan dimensi saluran tersier berbentuk persegi dengan lebar 1 sampai 3 meter dengan kedalaman hingga 2 meter. Sedangkan saluran sekunder berbentuk persegi dengan lebar 1,5 sampai 5 meter dengan kedalaman hingga 2,5 meter. Sedangkan direncanakan dimensi Sungai Guring yang mencukupi sebesar 46 m di bagian hulu, kemudian semakin ke hilir dimensi saluran bertambah menjadi 50 m dengan kedalaman hingga 3 meter, dengan penambahan tanggul beton pada tepi Sungai Guring.