cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik ITS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik ITS merupakan publikasi ilmiah berkala yang diperuntukkan bagi mahasiswa ITS yang hendak mempublikasikan hasil Tugas Akhir-nya dalam bentuk studi literatur, penelitian, dan pengembangan teknologi. Jurnal ini pertama kali terbit pada September 2012, dimana setiap tahunnya diterbitkan 1 buah volume yang mengandung tiga buah issue.
Arjuna Subject : -
Articles 3,978 Documents
Pemetaan Lahan Pertanian Terdampak Kekeringan Berbasis Citra Satelit Landsat-8 dengan Metode Temperature Vegetation Dryness Index (TVDI) pada Kabupaten Lamongan, Jawa Timur Wibisana, Maulana Ikram; Susetyo, Cahyono
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.27933

Abstract

Kekeringan merupakan bencana yang terjadi dikarenakan perubahan iklim dan sulit untuk diprediksi. Kekeringan dapat di mitigasi dengan cara memberikan sebuah gambaran dimana saja kawasan yang berpotensi mengalami kekeringan, sehingga dapat dilakukan aksi pencegahan untuk meminimalisir kerugian. Kawasan yang dipilih pada penelitian ini adalah Kabupaten Lamongan. Adapun dicantumkan pada peta indeks resiko bencana oleh BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) tahun 2013 di ketahui bahwa Kabupaten lamongan mempunyai resiko tinggi terhadap bencana kekeringan. Deteksi wilayah kekeringan pada penelitian ini akan menggunakan metode remote sensing dimana akan dihasilkan indeks TVDI,  penentuan tingkat kekeringan dengan menggunakan data dasar remote sensing. TVDI dapat dihasilkan melalui pembentukan hubungan segitiga antara NDVI dan LST. Hasil yang di dapatkan diketahui bahwa kawasan kabupaten lamongan terdiri dari 3 tingkat kekeringan, normal hingga sangat tinggi. Lahan pertanian kabupaten lamongan 62.285 ha berpotensi kekeringan sedang, dan 34.796 ha berpotensi kekeringan yang sangat tinggi. Berdasarkan hasil penelitian diketahui juga bahwa terdapat 5 kecamatan yang tergolong paling rawan terhadap kekeringan. Antara lain adalah Kecamatan Kembangbahu, Kecamatan Mantup, Kecamatan Ngimbang, Kecamatan Sugio dan Kecamatan Tikung.
Penentuan Cluster Pengembangan Komoditas Unggulan Desa-Desa Tertinggal Di Kabupaten Bangkalan Berdasarkan Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Eko Budi Santoso; Ayu Nur Rohmawati
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (588.106 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.27936

Abstract

32 dari 36 desa tertinggal di Kabupaten Bangkalan memiliki potensi produksi pertanian tanaman pangan yang bisa dikembangkan untuk meningkatkan kesejateraan masyarakat desa tertinggal yang rata-rata 51% penduduknya miskin. Untuk dapat mengembangkan potensi pertanian tersebut, dilakukan analisa terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi pengembangan potensi pertanian desa-desa tertinggal di Kabupaten Bangkalan dengan menggunakan teknik analisa CFA. Hasil dari identifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi tersebut digunakan sebagai input untuk melakukan pengelompokan (clustering) desa-desa tertinggal berdasarkan kondisi eksisting dari faktor-faktor yang mempengaruhi pengembangan potensi pertanian, dengan menggunakan analisa cluster. Pengelompokkan ini bertujuan untuk memberikan arahan yang sesuai dengan permasalahan dari masing-masing desa tertinggal terkait pengembangan potensi produksi komoditas unggulan berdasarkan clusternya. Berdasarkan hasil analisa, diketahui faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan potensi pertanian desa tertinggal di Kabupaten Bangkalan adalah potensi fisik, sumber daya manusia, prasarana produksi komoditas unggulan pertanian, teknologi pertanian, keterkaitan fungsional, kelembagaan, kemitraan dan modal. Sedangkan berdasarkan hasil analisa cluster terhadap kondisi eksisting dari masing-masing faktor tersebut, desa-desa tertinggal di Kabupaten Bangkalan terbagi ke dalam 3 cluster yaitu cluster I (desa tertinggal dengan perkembangan potensi pertanian sangat kurang berkembang), cluster II (desa tertinggal dengan perkembangan potensi pertanian kurang berkembang) sebanyak 16 desa dan cluster III (desa tertinggal dengan perkembangan potensi pertanian cukup berkembang)
Faktor - Faktor Pengembangan Ekowisata Pada Pantai Pathok Gebang dan Ujung Pakis di Desa Jengglungharjo Dimas Pandjisetya Wiyandhita; Arwi Yudhi Koswara
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (319.532 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.27940

Abstract

Desa Jengglungharjo memiliki lokasi yang masih alami serta memiliki objek wisata yang menarik yaitu wisata pantai serta wisata edukasi berupa konservasi penyu. Lokasi konservasi penyu berada pada Pantai Pathok Gebang dan Pantai Ujung Pakis serta penangkaran penyu yang berada pada permukiman warga desa. Jenis penyu yang berada pada lokasi wisata merupakan penyu yang tergolong dalam kategori kritis tingkat kepunahannya dan upaya penyelamatanya masih minim. Di lokasi lain banyak pantai serupa yang belum dikembangkan. Penelitian ini  bertujuan menentukan faktor – faktor pengembangan ekowisata pada Pantai Pathok Gebang dan Pantai Ujung Pakis di Desa Jengglungharjo. harapanya nantinya faktor – faktor yang didapat dapat digunakan pada lokasi pantai lainya. Adapun faktor - faktor pengembangan ekowisata pada Pantai Pathok Gebang dan Pantai Ujung Pakis di Desa Jengglungharjo meliputi peningkatan optimalisisasi dari masing – masing faktor yaitu faktor lingkungan, faktor sosial budaya, faktor Pendidikan, faktor ekonomi, faktor kelembagaan, faktor keamanan dan faktor fasilitas dalam mendukung kegiatan wisata konservasi penyu
Identifikasi Percepatan Tanah Maksimum (PGA) dan Kerentanan Tanah Menggunakan Metode Mikrotremor di Jalur Sesar Kendeng Rahmaningtyas, Anindya Putri; Purwanto, M Singgih; Widodo, Amien
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.27944

Abstract

Penelitian yang bertujuan untuk memprediksi kapan, dimana dan berapa kekuatan gempa bumi dapat diketahui dengan menganalisa data mikrotremor yang berguna untuk mengidentifikasi PGA di daerah yang dilewati sesar Surabaya, sehingga nantinya didapatkan peta Peak Ground Acceleration atau PGA. Selain itu dilakukan pula analisa kerentanan tanah akibat gempa bumi yang nantinya didapatkan peta kerentanan seismic yang menggambarkan tingkat kerawanan terhadap gempa bumi untuk keperluan rencana tata ruang dan wilayah maupun konstruksi bangunan tahan gempa. Data mikrotremor dianalisis dengan metode HVSR dengan software Easy HVSR untuk mendapatkan nilai Ao dan Fo yang nantinya digunakan untuk perhitungan Kg. Sedangkan pada pengukuran PGA didapatkan dari rumus atenuasi Fukusima dan Tanaka yang parameternya berupa jarak, Magnitute, dan parameter sumber gempa yaitu sesar Surabaya-Kendeng dan Surabaya-Waru. Dari pengolahan data didapatkan nilai Amplifikasi rata-rata sebesar 2.8. Nilai fo rata-rata adalah sebesar 1.7 Hz. Nilai Kg terendah adalah sebesar 7.7. Nilai PGA terhadap batuan dasar berdasarkan sesar Surabaya-Kendeng terbesar adalah 4.3 g, sedangkan berdasarkan sesar Surabaya-Waru nilai PGA terhadap batuan dasar terbesar adalah sebesar 0.9g.
Analisa Perbedaan Pengukuran Koordinat dalam Ruangan dengan TLS Topcon GLS-2000 Alif Fariq'an Setiawan; Agung Budi Cahyono
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (665.142 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v7i1.28562

Abstract

TLS (Terrestrial Laser Scanner) merupakan salah satu alat yang digunakan untuk mengakuisisi data dengan cara memindai permukaan obyek, yang dapat diaplikasikan pada pemodelan 3D, perhitungan volume dan pengukuran terestris. Dalam penelitian ini dilakukan analisa data pengukuran koordinat TLS dengan ETS (Electronic Total Station). Pada proses pelaksanaannya, penelitian ini dilakukan pada dua ruangan yang memiliki ukuran dan dimensi yang berbeda, yaitu Ruang I dan Ruang II. Akuisisi data ETS dilakukan dengan melakukan proses pengukuran koordinat pada target yang telah tersebar didalam ruangan. Sedangkan untuk akuisisi data TLS dilakukan dengan melakukan pemindaian pada setiap ruangan yang telah tersebar targetnya. Selisih nilai koordinat dari data TLS dengan ETS dianggap sebagai nilai kesalahan sistematis. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa untuk Ruang I, selisih nilai koordinat yang dihasilkan adalah koordinat X sebesar 0.003 m, koordinat Y sebesar 0.004 m, dan koordinat Z sebesar 0.0010 m. Sedangkan pada Ruang II, selisih nilai koordinat yang dihasilkan adalah sebesar koordinat X sebesar 0.003 m, koordinat Y sebesar 0.004 m, dan koordinat Z sebesar 0.004 m. Hal ini menunjukkan bahwa pengukuran TLS di kedua ruangan pada posisi planimetris tidak terpengaruh oleh ukuran dan dimensi, sedangkan pada posisi elevasi memiliki selisih sebesar 6 mm.
Pemetaan Sebaran Total Suspended Solid (TSS) Menggunakan Citra Landsat Multitemporal dan Data In Situ (Studi Kasus : Perairan Muara Sungai Porong, Sidoarjo) Luki Indeswari; Teguh Hariyanto; Cherie Bekti Pribadi
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1186.785 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v7i1.28698

Abstract

Sungai Porong merupakan kawasan pembuangan lumpur Lapindo yang telah terjadi sejak tahun 2006 hingga sekarang. Aliran sungai yang deras menyebabkan terbawanya lumpur Lapindo menuju muara sungai Porong dan pengaliran lumpur telah menimbulkan sedimentasi di muara sungai Porong dan pesisir Timur Sidoarjo. Maka dari itu, pengamatan terhadap sebaran TSS (Total Suspended Solid) dibutuhkan untuk mengetahui kualitas air di suatu perairan. Dalam penelitian ini, pengamatan terhadap sebaran TSS dilakukan dengan menggunakan metode penginderaan jauh dengan memanfaatkan Citra Satelit Landsat 7 tahun 2000, dan Landsat 8 tahun 2013, 2014, 2015, 2016, dan 2017, serta data in situ berupa sampel air sejumlah 20 titik. Data citra satelit Landsat-8 L1T tahun 2017 diolah menggunakan 5 algoritma TSS yaitu Algoritma Syarif Budiman(2004), Algoritma Parwati(2006), Algoritma Guzman & Santaella(2009),  Algoritma Nurahida Laili (2015), dan Algoritma Jaelani (2016).  Dari hasil pengolahan data Citra Satelit Landsat-8 L1T  tahun 2017 didapatkan hasil algoritma yang memiliki nilai absolut error terkecil adalah Algoritma Budhiman (2004), dengan hasil Normalized Mean Error (NMAE) sebesar 19,53%, nilai tersebut membuktikan bahwa nilai TSS Algoritma Budhiman (2004) adalah algoritma yang paling sesuai untuk menjelaskan keadaan konsesntrasi TSS di perairan Muara Sungai Porong, sehingga algoritma tersebut dipilih untuk kemudian diterapkan pada citra Landsat-7 L1T tahun 2000, dan Landsat-8 L1T tahun 2013, 2014, 2015, 2016. Dari penerapan citra Landsat multitemporal didapatkan hasil konsentrasi TSS di Perairan Muara Sungai Porong yang terendah pada tahun 2015 yaitu 10,22 mg/L hingga 60,08 mg/L, dan tertinggi pada tahun 2013 dengan nilai TSS berkisar antara 11,52 mg/L hingga 92,16 mg/L, dan tahun 2014 yaitu berkisar antara 10,28 mg/L hingga 81,17 mg/L.  Menurut Keputusan Menteri Lingkungan Hidup No. 51 tahun 2004 tentang Baku Mutu Air Laut untuk Biota Laut, standar kualitas air laut untuk parameter TSS adalah 80 mg / L yang berarti pada tahun 2013, dan pada tahun 2014 perairan di muara Sungai Porong dapat dikatakan tidak baik karena melebihi standar kualitas baku yang telah ditentukan.
Pemodelan Spasial Genangan Banjir Akibat Gelombang Pasang di Wilayah Pesisir Kota Mataram Mohamad Rio Rahmanto; Cahyono Susetyo
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (771.842 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v7i1.28908

Abstract

Dampak kenaikan muka air laut di Kota Mataram menyebabkan 6 (enam) Kelurahan di 2 (dua) Kecamatan terdampak banjir tiap tahunnya. Untuk mencegah kerusakan yang lebih parah, solusi yang dapat dilakukan adalah membuat pemodelan wilayah terdampak banjir sebagai acuan dalam perencanaan pembangunan kedepannya. Pada bulan Januari 2017, gelombang pasang merendam 1.161 rumah warga di tujuh kelurahan mencakup dua kecamatan, yakni Ampenan dan Sekarbela. Di Ampenan ada empat kelurahan yang terkena dampaknya, yaitu Kelurahan Bintaro, Ampenan Tengah, Banjar, dan Ampenan Selatan. Kecamatan Sekarbela: Kelurahan Tanjung Karang Permai, Tanjung Karang, dan Jempong Baru. Dari hasil model dapat diketahui bahwa : (1) Aspek yang paling berpengaruh dalam menentukan seberapa luas banjir ialah ketelitian dari data Digital Elevation Model. (2) Luasan wilayah banjir tahun 2016 seluas 102,866 ha, tahun 2066 seluas 145,7638 ha, dan tahun 2116 seluas 187,8490 ha. Wilayah yang tergenang sebagian besar berupa permukiman dan kawasan pertanian.
Bentuk Partisipasi Masyarakat Dalam Program PLP-BK Di Kelurahan Kedung Cowek Rio Anang Hadi; Ema Umilia
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (302.756 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v7i1.28909

Abstract

Permasalahan permukiman kumuh harus diperhatikan secara penuh oleh pemerintah, dikarenakan masyarakat miskin juga mempunyai hak untuk memiliki taraf hidup yang lebih baik,akan tetapi masyarakat seolah tidak memiliki rasa kepercayaan baik kepada pemerintah maupun program yang diberikan pemerintah, hal inilah yang menjadi pokok utama ketidak berhsilan program perbaikan permukiman yang sudah dilakukan, pada penelitian ini penulis ingin mengetahui apasaja bentuk partisipasi masyarakat yang dilakukan dalam setiap tahapan program PLP-BK di Kelurahan Kedung Cowek. Dengan mengunakan teknik analisis deskriptif kualitatif penulis berharap menemukan dan menjabarkan apasaja bentuk pasrtisipasi masyarakat dalam setiap tahapan PLP-BK. Dan ternyata hasil dari analisi bentuk partisipasi masyarakat dalam setiap tahap program PLP-BK dapat dikatakan kurang, masyarakat dirasa kurang aktif dalam program tersebut. Pada tahap sosialisasi masyarakat mau menghadiri tahap sosialisasi dikarenakan ada acara keagamaannya, sedangkan pada tahap perencanaan, masyarakat hanya menyumbang bentuk partisipasi buah pikiran, pengambilan keputusan dan perwakilan saja, dan pada tahap pelaksanaan pembangunan dan tahap kebrelanjutan masyarakat tidak menyumbangkan bentuk partisipasi apapun, dikarenakan masyarakat tidak dilibatkan dalam kedua tahap tersebut. 
Arahan Pengembangan Pariwisata di Kawasan Tanjung Lesung Berdasarkan Partisipasi Masyarakat Fathun Qolbi; Arwi Yudhi Koswara
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (380.082 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v7i1.28922

Abstract

Tanjung Lesung merupakan wilayah pesisir yang terletak di Desa Tanjungjaya Kecamatan Panimbang Kabupaten Pandeglang dan sudah lama dikenal sebagai kawasan pariwisata karena memiliki pasir putih dan panorama yang indah, baik di daratan maupun bawah air. Tanjung Lesung telah ditetapkan sebagai KEK Pariwisata berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 26 Tahun 2012 tentang Kawasan Ekonomi Khusus Tanjung Lesung, dan semakin menguatkan peran kawasan ini sebagai kawasan pariwisata. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan arahan pengembangan kawasan wisata Tanjung Lesung berbasis partisipasi masyarakat yang ada di kawasan tersebut. Sasaran dalam penelitian ini adalah Identifikasi faktor-faktor berpengaruh dalam Pengembangan Pariwisata Pantai Tanjung Lesung berbasis partisipasi masyarakat menggunakan analisis deskriptif, Mengidentifikasi bentuk-bentuk partisipasi masyarakat dalam pengembangan Pariwisata Pantai Tanjung Lesung menggunakan analisis delphi setelah itu Merumuskan arahan pengembangan Pariwisata Pantai Tanjung Lesung berbasis partisipasi masyarakat dengan teknik analisis deskriptif. Hasil penelitian berupa  arahan pengembangan yang tepat dengan melibatkan partisipasi masyarakat yaitu membuka lapangan pekerjaan di sektor pariwisata dari masyarakat sebagai salah satu daya tarik wisata,  perbaikan dan peningkatan sarana prasarana yaitu salah satunya masalah persampahan di Tanjung Lesung.,  membuat tempat pelatihan berupa training center untuk memberikan pendidikan dan pemahaman bagi masyarakat setempat di bidang keterampilan dan keprofesian, dan menjadikan kawasan wisata pantai Tanjung Lesung memiliki tenaga kerja profesional dan kompeten di bidang pariwisata dan kegiatan bisnis.
Strategi Peningkatan Efektivitas Ruang Terbuka Hijau Di Perumahan Wisma Gunun Anyar Surabaya Achmad Ridwan Lubis; Haryo Sulistyarso
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (321.541 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v7i1.28924

Abstract

Kebijakan dan strategi nasional penyelenggaraan perumahan dan permukiman menyebutkan bahwa rumah merupakan salah satu kebutuhan dasar manusia disamping pangan, sandang, pendidikan dan kesehatan. Rumah juga memiliki peran sosial budaya sebagai pusat pendidikan keluarga, persemaian budaya dan nilai kehidupan, penyiapan generasi muda, dan sebagai manifestasi jati diri. Dalam perkembangannya, masyarakat berusaha untuk memaksimalkan ruang untuk kebutuhan dan aktivitas mereka, terutama kebutuhan ruang untuk perumahan sehingga terjadi persaingan penggunaan lahan yang mengakibatkan berkurangnya ruang untuk kebutuhan ruang terbuka publik. Banyak fasilitas dalam ruang terbuka hijau publik tersebut tidak terawat. Hal ini menyebabkan penghuni perumahan tidak dapat memanfaatkan dengan baik ruang terbuka hijau tersebut. Hal inilah yang menjadi dasar bagi penyusun untuk melakukan studi mengenai Strategi Peningkatan Efektivitas Ruang Terbuka Hijau Publik dengan case studi Wisma Gunung Anyar Surabaya. Tujuan dari penleitian ini adalah untuk merumuskan strategi peningkatan efektivitas ruang terbuka hijau publik di Wisma Gunung Anyar Surabaya dengan tiga buah sasaran yaitu mengetahui karakteristik ruang terbuka hijau publik, identifikasi faktor yang mempengaruhi kurang efektif nya ruang terbuka hijau publik, dan merumuskan strategi peningkatan efektivitas ruang terbuka hijau publik. Untuk sasaran mengetahui karakteristik ruang terbuka hijau publik menggunakan alat analisis deskriptif, untuk sasaran identifikasi faktor yang mempengaruhi kurang efektif nya ruang terbuka hijau digunakan analisis Delphi, dan untuk analisis merumuskan strategi peningkatan efektivitas ruang terbuka hijau publik menggunakan analisis Importance Performance Analisis. Dari analisis yang dilakukan, didapatkan hasil sebagai berikut, faktor yang mempengaruhi kurang efektif nya ruang terbuka hijau publik adalah pembiayaan, kurangnya peran serta penghuni, kurangnya kesadaran penghuni akan pentingnya ruang terbuka hijau publik, perilaku pengunjuang, luas laha, fungsi lahan, fasilitas penunjang, radius pelayanan, dan pengendalian dan pengawasan. Dan untuk peningkatan efektivitas strategi yang dirumuskan adalah optimalisasi jadwal pengambilan sampah penghuni, penambahan fasilitas untuk bersosialisasi berupa bangku dan perbaikan fasilitas olah raga, penanaman tanaman pada ruang terbuka hijau publik seluas 70-80% dari luas ruang terbuka hijau publik (PERMEN PU No 5 tahun 2008), perawatan terhadap elemen pengisi ruang terbuka hijau (fasilitas olah raga, sosial, dan tanaman).                   Kata Kunci : RTH Publik, Wisma Gunung Anyar, IPA